Zhang Da , Pemuda Luar Biasa China
8,858 views
Di Propinsi Zhejiang, China, ada seorang anak laki yang luar biasa, bernama Zhang Da. Perhatiannya yang begitu besar kepada papanya, hidupnya yang pantang menyerah dan mau bekerja keras, serta tindakan dan perkataannya yang menyentuh hati membuat Zhang Da, anak lelaki yang masih berumur 10 tahun ketika memulai semua itu, pantas disebut anak yang luar biasa.
Saking jarangnya seorang anak yang berbuat demikian, sehingga ketika Pemerintah China mendengar dan menyelidiki apa yang Zhang Da perbuat maka mereka pun memutuskan untuk menganugerahi penghargaan Negara yang Tinggi kepadanya. Zhang Da adalah salah satu dari sepuluh orang yang dinyatakan telah melakukan perbuatan yang luar biasa dari antara 1,4 milyar penduduk China.
Tepatnya tanggal 27 Januari 2006 Pemerintah China, di Propinsi Jiangxu kota Nanjing disiarkan secara Nasional keseluruh pelosok negeri, dengan memberikan penghargaan kepada 10 (sepuluh)orang yang luar biasa, salah satunya adalah Zhang Da.
Pada tahun 2001, Zhang Da ditinggal pergi oleh Mamanya yang sudah tidak tahan hidup menderita karena miskin dan karena suami yang sakit keras. Dan sejak hari itu Zhang Da hidup dengan seorang papa yang tidak bisa bekerja, tidak bisa berjalan, dan sakit-sakitan. Kondisi ini memaksa seorang bocah ingusan yang waktu itu belum genap 10 tahun untuk mengambil tanggung jawab yang sangat berat. Ia harus sekolah, ia harus mencari makan untuk papanya dan juga dirinya sendiri. Ia juga harus memikirkan obat-obat yang pasti tidak murah untuk dia.
yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Zhang Da memulai lembaran baru dalam hidupnya dengan terus bersekolah. Dari rumah sampai sekolah harus berjalan kaki melewati hutan kecil. Dalam perjalanan dari dan ke sekolah itulah, Ia mulai makan daun, biji bijian dan buah-buahan yang ia temui. Kadang juga ia menemukan sejenis jamur atau rumput dan ia coba untuk memakannya. Dari mencoba-coba makan itu semua, ia tahu mana yang masih bisa ditolerir oleh lidahnya dan mana yang tidak bisa ia makan. Setelah jam pulang sekolah di siang hari dan juga sore hari, ia bergabung dengan beberapa tukang batu untuk membelah batu-batu besar dan memperoleh upah dari pekerjaan itu. Hasil kerja sebagai tukang batu ia gunakan untuk membeli beras dan obat obatan untuk papanya. Hidup seperti ini ia jalani selama lima tahun tetapi badannya tetap sehat, segar dan kuat.
Sejak umur 10 tahun, ia memulai tanggung jawab untuk merawat papanya. Ia menggendong papanya ke WC, menyeka dan sekali-sekali memandikan papanya. Kemudian ia membeli beras dan membuat bubur dan segala urusan papanya semua dia kerjakan dengan rasa kasih dan tanggung jawab. Semua pekerjaan ini menjadi tanggung jawabnya sehari-hari. Zhang Da juga menyuntik sendiri papanya.
Obat yang mahal dan jauhnya tempat berobat membuat Zhang Da berpikir untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi semua ini. Sejak umur sepuluh tahun ia mulai belajar tentang obat-obatan melalui sebuah buku bekas yang ia beli. Yang membuatnya luar biasa adalah ia belajar bagaimana seorang suster memberikan injeksi/suntikan kepada pasiennya. Setelah ia rasa ia mampu, ia nekad untuk menyuntik papanya sendiri. Sekarang pekerjaan menyuntik papanya sudah dilakukannya selama lebih kurang lima tahun, maka Zhang Da sudah trampil dan ahli menyuntik. Yang membuat Zhang Da berbeda adalah bahwa ia tidak menyerah. Hidup harus terus berjalan, tapi tidak dengan melakukan kejahatan, melainkan memikul tanggung jawab untuk meneruskan kehidupannya dan papanya. Demikian ungkapan Zhang Da ketika menghadapi utusan pemerintah yang ingin tahu apa yang dikerjakannya.
Ketika mata pejabat, pengusaha, para artis dan orang terkenal yang hadir dalam acara penganugerahan penghargaan tersebut sedang tertuju kepada Zhang Da, Pembawa Acara bertanya kepadanya, “Zhang Da, sebut saja kamu mau apa, sekolah di mana, dan apa yang kamu rindukan untuk terjadi dalam hidupmu, berapa uang yang kamu butuhkan sampai kamu selesai kuliah, sudah besar nanti mau kuliah di mana, sebut saja”.
Pokoknya apa yang kamu idam-idamkan sebut saja, di sini ada banyak pejabat, pengusaha, orang terkenal yang hadir. Saat ini juga ada ratusan juta orang yang sedang melihat kamu melalui layar televisi, mereka bisa membantumu!” Zhang Da pun terdiam dan tidak menjawab apa apa. MC pun berkata lagi kepadanya, “Sebut saja, mereka bisa membantumu.” Beberapa menit Zhang Da masih diam, lalu dengan suara bergetar ia pun menjawab, “Aku Mau Mama Kembali. Mama kembalilah ke rumah, aku bisa membantu papa, aku bisa cari makan sendiri, Mama Kembalilah!”
Demikian Zhang Da berbicara dengan suara yang keras dan penuh harap. Saya bisa lihat banyak pemirsa menitikkan air mata karena terharu, saya pun tidak menyangka akan apa yang keluar dari bibirnya. Mengapa ia tidak minta kemudahan untuk pengobatan papanya, mengapa ia tidak minta deposito yang cukup untuk meringankan hidupnya dan sedikit bekal untuk masa depannya, mengapa ia tidak minta rumah kecil yang dekat dengan rumah sakit, mengapa ia tidak minta sebuah kartu kemudahan dari pemerintah ketika ia membutuhkan, melihat katabelece yang dipegangnya semua akan membantunya.
Sungguh saya tidak mengerti, tapi yang saya tahu apa yang dimintanya, itulah yang paling utama bagi dirinya. Aku Mau Mama Kembali,
Pengirim : Hasanuddin
Sumber : www.kasihlestari.org
Kata Kunci yang sering dicari untuk artikel ini :
zhang da, zang da, cerita luar biasa, kisah zhang da, 10 kisah cinta yang menggugah dunia, cerita nyata mengharukan, pemuda inspiratif, cerita zhang da, zhangda, zhang da zhejiang, zhang da china, www cerita luarbiasa com, kisah luar biasa, kisah nyata inspiratif, www kasihlestari org, cerita mengharukan, zhang da cerita, zhang-da, cerita nyata yang mengharukan, kisah nyata mengharukan, cerita yang luar biasa, cerita-cerita luar biasa, da zhang, cina luar biasa, 10 orang luar biasa di cina, kisah nyata yang menggugah hati, cerita nyata mengharukan dari cina, kisah nyata paling mengharukan, Biografi Zhang da, cerita nyata china, inspirasi penduduk china, kisah nyata mengharukan inspiratif, kisah cinta yang menyentuh hati di negara cina, cerita nyata menggugah dunia, kisah zang da, kisah nyata dari china, cerita cinta negara cina, cerita cerita luar biasa, kisah zhangda, kisah hidup yang luar biasa, zhang da from zhejiang, cerita dari cina zang da, Zhang Da – China, kisah tentang zhang da, cerita inspiratif china, Zhan Da of Zhejiang, cerita tentang zang da, kisah zhang da china foto, profil Zhang Da, kisah nyata paling inspirasi
Related Posts (Artikel Terkait) :- No related posts

Kirim ke Teman di Facebook


http://gplus.to/agam/
disini malah banyak anak yg bunuh diri krn ga punya rupiah…
gimana cerita selanjutnya, mamanya dah kembali belum? ini sih lebih menarik dari novel mana pun…
kabar selanjutnya ditunggu ya, pak hasanudin!
OOT : waktu saya mau masuk web ini, kok mesti refresh bbrp kali ? ada apa gerangan ?
bgs juga ceritanya.Ngasi inspirasi
itu kutipan paling berkesan yang mungkin bisa kita jadikan pelajaran hidup… jika kita tidak bisa berpedoman kepada kata kata di atas berarti kita tidak lebih dari anak 10 tahun.
saya sangat terharu …
Oooh gitu. Kalo boleh saran, mending kita publish yang sumbernya jelas aja.. kalo ternyata belum bisa ‘dipertanggungjawabkan’, lebih baik tak usah di publish dulu. Bukannya sebelum publish tu.. di edit dan diseleksi dulu oleh Agam?
SubhanaAllah …. inikah rasa cinta yang tulus antara seorang Anak dan Ayah nya…. . Jujur… si Bilal Cengeng kalo untuk kisah yang beginian *jadi malu…. jadi mikir tentang diri sendiri apa yang sudah Bilal kasih sama Ayah…. ?
wah, ceritanya mengharukanku
kebahagian manusia bilamana dia bisa bekumpl dengan orang yang dicintainya.
sumber crt dr mana yah..hikshiks…nangis gw… :’(((
kisah nyata atau bukan, kisah ini memang bagus banget mudah mudahan menjadi inspirasi kita semua bahwa kalau mau hidup harus siap untuk di uji, kalau tak siap di uji jangan hidup
Saya pernah baca kisah ini di : http://kisah-mengharukan-dan-inspiratif.blogspot.com/, dan dia mencantumkan sumbernya yang diambil dari Kompas Online (Sabtu, 22 July 2006)
Kasih masih ada di dunia,
Inilah kasih yang paling tulus,bakti yang paling menggugah.
Darimanapun sumbernya gk penting,kisah nyata atau bukan jg gk penting,yang jelas sangat menyentuh.
Kita yang tergugah oleh kisah ini,artinya masih ada ruang untuk KASIH di hati kita.
Semoga Tuhan memberkati Zhang Da dan kita semua.
Kisah ini bukti bahwa kasih sayang Mama adalah dambaan anak yang tidak bisa ditukar dengan emas, perak dan berlian. Beruntunglah anak yang masih mendapatkan kasih sayang Mama.
saya pernah baca cerita ini dari majalah kartini, 3 – 4 kali saya membaca…3 – 4 kali juga saya menangis, ceritanya sangat menyentuh sekali………..moga aja mamanya kembali & menyadari kesalahannya yg udh meninggalkn keluargax…tapi apa mungkin dia kembali..? ???
emang saya pernah dengar, dia itu orangnya hebat ya………….. salah satu orang yang memotivator saya, ucapan terakhir. good luck zhang da
Kisah ini sangat menyentuh, buat orang tua ( bapak atau Ibu ) jangan hanya mementingkan kepentingan diri sendiri. Kisah ini pun ada di Indonesia, yang pernah diangkat oleh salah satu tv swasta, kisah tentang seorang anak yang kecil yang sudah bertahun-tahun merawat ibunya yang sakit dan tidak dapat bekerja ( memasak dan mencuci pakaian ) apalagi untuk mencari nafkah. semua itu dikerjakan oleh seorang diri anak kecil tsb. Ga tau sekarang setelah diliput oleh media televisi apakah ada tindak lanjut dari pemerintah Indonesia.
biasa saja
Sangat memotifasi saya… untuk berbuat lebih baik kepada keluarga.
1234567