PERINGATAN !!! Jangan hanya membaca judulnya saja. Baca isi, atau paling tidak kesimpulannya.
“Tuntutlah ilmu, walaupun ke negeri Cina”
(HR. Ibnu Addi dalam Al-Kamil (207/2), Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (2/106), Al-Khathib dalam Tarikh Baghdad (9/364), Al-Baihaqiy dalam Al-Madkhol (241/324), Ibnu Abdil Barr dalam Al-Jami’ (1/7-8), dan lainnya, semuanya dari jalur Al-Hasan bin ‘Athiyah, ia berkata, Abu ‘Atikah Thorif bin Sulaiman telah menceritakan kami dari Anas secara marfu’)
Kita sudah sangat sering mendengarkan kalimat diatas dari cermah ataupun khutbah Jumat. Tidak sedikit “da’i” yang menyatakan kalimat tersebut merupakan ucapan Rasulullah.
Tapi tahukah anda bahwasannya menurut ahli hadis kalimat itu bukan berasal dari sabda Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam.
Ini adalah hadits dhaif jiddan (lemah sekali), bahkan sebagian ahli hadits menghukuminya sebagai hadits batil, tidak ada asalnya.
Ibnul Jauziy –rahimahullah- berkata dalam Al-Maudhu’at (1/215) berkata, ‘’Ibnu Hibban berkata, hadits ini batil, tidak ada asalnya’’.
Syaikh Al-Albaniy –rahimahullah- menilai hadits ini sebagai hadits batil dan lemah dalam Silsilatul Ahaadiits Adh-Dha’iifah jilid I nomor hadits 416.
Ibnu Hibban berkata, “Hadis tersebut bathil, tidak bersumber (dari Nabi Sallahu alaihi wassalam) sama sekali. Hadis di atas disebutkan di hadapan Imam Ahmad lantas beliau mengingkari dan membantah keras hal tersebut.”
As-Suyuthiy dalam Al-La’ali’ Al-Mashnu’ah (1/193) menyebutkan dua jalur lain bagi hadits ini, barangkali bisa menguatkan hadits di atas. Ternyata, kedua jalur tersebut sama nasibnya dengan hadits di atas, bahkan lebih parah. Jalur yang pertama, terdapat seorang rawi pendusta, yaitu Ya’qub bin Ishaq Al-Asqalaniy.
Jalur yang kedua, terdapat rawi yang suka memalsukan hadits, yaitu Al-Juwaibariy. Ringkasnya, hadits ini batil, tidak boleh diamalkan, dijadikan hujjah, dan diyakini sebagai sabda Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam-.
Diriwayatkan dari Abu al-’Atikah : Pada sanad hadith ini adanya Abu al-’Atikah yang tidak dikenali, dan tidak ada bagi hadith ini asal-usulnya. (al-Bazzar di dalam al-Bahr al-Zukhar)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Batil, tidak ada asal baginya (Ibn Hibban di dalam al-Majruhin)
Diriwayatkan dari Abu Hurairah. : Dengan sanad ini ianya Batil, terdapat Ahmad al-Juwaibari dia adalah seorang pemalsu hadith. (Ibn ‘Adiy di dalam al-Kamil fi al-Dhu’afa’)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Matannya masyhur dan isnadnya dhoif, ia diriwayatkan juga dari beberapa bentuk, semuanya dhoief/lemah. (al-Baihaqi di dalam Sya’b al-Iman)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Di dalam sanadnya ada Abu ‘Atikah Torif bin Salman, sangat mungkar hadith. (Ibn al-Qaisarani di dalam Tazkirah al-Huffaz)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik. : Diriwayatkan melalui dua sanad, kedua-duanya dhoief. (Ibn al-Qaisarani di dalam Dakhirah al-Huffaz)
Ibn al-Jauzi di dalam al-Maudhu’aat : Tidak sahih.
al-Sakhawi di dalam al-Maqasid al-Hasanah : Lemah.
al-Zarqani di dalam Mukhtasar al-Maqasid : Lemah.
al-’Ajluni di dalam Kasyf al-Khafa’ : Lemah.
al-’Ajluni di dalam Kasf al-Khafa’ : Di dalamnya ada pendusta
Bagaimanapun juga, dalam setiap situasi dan kondisi, cukuplah kiranya berpedoman pada sekian banyak nash-nash (dari Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam) yang memberikan semangat dan motivasi untuk menuntut ilmu serta keutamaan dalam meraihnya. Sebagaimana halnya sabda Rasulullah Salallahu alaihi wassalam yang berbunyi :
“Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim”
HR. Ibnu Majah no. 220 dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Dan diriwayatkan oleh sekelompok ahli ilmu, diantara mereka adalah Ath-Thabrany, Al-Khatib, Al-Baihaqy dan lainnya, dari riwayat Anas, Ibnu Sa’id dan yang lainnya — Semoga Allah senantiasa meridhai mereka.
Begitu juga sabda Rasulullah yang berbunyi :
“Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu di dalamnya, maka Allah akan menuntunnya menuju jalan di antara jalan-jalan menuju surga. Dan sesungguhnya para malaikat akan mengepakkan sayap-sayap mereka untuk sang penuntut ilmu, karena ridha (terhadap apa yang ia perbuat). Dan sesungguhnya, orang yang berilmu itu akan dimohonkan apapun oleh seluruh penghuni langit dan bumi serta ikan-ikan di perut laut. Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu dibandingkan dengan seorang ahli ibadah, adalah bagaikan keutamaan bulan di malam purnama atas seluruh bintang-bintang di angkasa. Sesungguhnya para ahli ilmu (ulama) adalah pewaris Nabi. Dan sesungguhnya, para Nabi itu tidak mewariskan dinar dan juga dirham, akan tetapi mereka hanyalah mewariskan ilmu semata. Maka barangsiapa yang mengambilnya, sejatinya ia telah mengambil bagian yang banyak.”
(Hadis sahih : diriwayatkan oleh Ahmad (V/196), Abu Dawud (no. 3641), At-Tirmidzi (no. 2682), Ibnu Majah (no.223), dan Ibnu Hibban (no.80 al-Mawaarid), lafadz ini milih Ahmad, dari Sahabat Abu Darda’ radhiyallaahu’anhu.)
Kesimpulan :
Kalau ada yang Sahih (sah) mengapa pakai yang dhoif (lemah) ?
Bolehlah kita memberi nasihat tuntutlah ilmu setinggi2nya, tuntutlah ilmu sampai ke ujung dunia, ke Cina, Jepang, dll. Tapi tidak boleh mengatasnamakan hal tersebut berasal dari Rasulullah Sallahuallaihi Wassalam.
Wallahua’lam bishowab.
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/tuntutlah-ilmu-ke-cina-bukan-sabda-rasulullah/
Referensi :
- Hadits-Hadits Dha’if Populer, Syeikh Abdul Aziz As-Sadhan
- Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 01 Tahun I
- Al-Qayyim
Related Posts
40 Comments to “Tuntutlah Ilmu ke Cina Bukan Sabda Rasulullah”
Leave a Reply
Jika ingin berlangganan artikel2 terbaru dari rosyidi.com klik disini


February 5th, 2008 at 16:44
aye pernah denger juga kalau hadith ini palsu. .. apalagi kalau menuntut ilmunya sampe ke amrik, trus jadi liberal lagi, masya Allah
February 5th, 2008 at 20:26
Saya ga komentar soal agamanya, tp menurut saya maksudnya bukan harafiah ke negara ‘China’, tapi lebih ke : menuntut ilmu ’setinggi-tingginya’, tanpa batasan..
February 5th, 2008 at 20:32
ah yang penting makna-nya aja kalo buat saya mah..
February 5th, 2008 at 21:31
Dimanapun ilmu itu dicari, yang lebih penting adalah pengamalannya
February 6th, 2008 at 8:07
Sekarang di tengah keterpurukan di segala bidang, menuntut ilmu kemana mana aja tidak masalah. Kita masih perlu banyak belajar dan belajar.
Jangan heran kelak muncul pepatah ‘tuntutlah ilmu, walau ke negeri blogospher’
February 6th, 2008 at 9:05
dah lama aku denger hadits ini ga jelas sanadnya (pendeknya dhoif lah), tp belum dapet keterangan rinci mengapa begitu. alhamdulillah ada disini
February 6th, 2008 at 9:34
cina emang terkenal akan ketinggian nilai seni budaya serta strategi perang ala sun tzu, mungkin itu yg mengispirasi para pembuat hadist palsu
February 6th, 2008 at 10:12
TUNTUTLAH ILMU SETINGGI BINTANG..TOH KALO MELESET, MAKA AKAN BERADA DIANTARA BINTANG2..
February 6th, 2008 at 10:30
pada masa rasulullah, negeri cina sedang berada dipuncak kejayaan. pada saat itu perekonomian, teknologi, ilmu pengetahuan, militer dll dikuasai oleh cina. demikian mengapa rasulullah mereferensikan cina.
kejayaan cina memang sempat hilang, sehingga muncullah anggapan bahwa hadist tersebut palsu.
yang penting maknanya harus dipahami, sesusah apapun kita harus terus belajar.
February 7th, 2008 at 12:48
ini dia yg aLe cari,
secar dulu waktu sering isi materi (organisasi)
ketika pakai kalimat ‘tuntutlah ilmu…dst’ itu ga pake itu hadis nabi..
*karena ragu*
dan skr jd smakin jelas
February 7th, 2008 at 13:55
Saya pernah melakukan pencarian mengenai hal ini dulu (saat saya masih duduk di bangku SMP) dan mendapatkan jawabannya dari sebuah buku yang saya sudah lupa judulnya
Membaca posting bung Rosyidi ini membuat saya jadi ingat kembali. Thanks atas artikelnya, semoga bisa bermanfaat bagi yang lainnya.
Btw, berdasarkan pengamatan saya, kalimat ini sekarang memang sudah jarang dipergunakan lho.
February 7th, 2008 at 13:56
hadist itu mmg bukan dari rasulullah.
oya, ttg “Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap muslim”
kl agam punya referensinya, tolong disharing di blog ini juga, yg wajib dipelajari itu ilmu apa aja. soalnya ada yang berpendapat bahwa yg wajib itu ilmu agama macam hadist dll, sedangkan ilmu keduniawian macam kedokteran, teknik, dll bukan kewajiban melainkan dibolehkan.
kl aku menganggap apa yg ada di bumi ini juga perlu dan wajib dipelajari namun blm nemu dalilnya.
February 7th, 2008 at 21:11
Hemmm.. menarik gam postingmu… dan komentar yang ada di sini… Oh iya, makasih atas sarannya tuk update postingku.. Lagi sibuk sidang TA soalnya.. Btw, menuntut ilmu memang wajib.. tiap orang yang ingin selamat di dunia dan akhirat wajib dengan ilmu….
Memang hadist itu palsu… dan sebaiknya tidak digunakan untuk mengingatkan jama’ah.. soalnya aku juga masih sering denger di Jamaah shalat jum’at…
February 8th, 2008 at 7:12
February 8th, 2008 at 13:47
Di sebuah plang, pernah menemui ada tulisan “Cinta Negara adalah Sebagian dari Iman”
February 8th, 2008 at 15:04
Subhanallah, kok saya baru tau ya?
ternyata ilmu yang saya miliki memang sangat sedikit,
February 8th, 2008 at 16:27
thx, bermanfaat sekali
February 8th, 2008 at 17:33
Makanya saya rada hati - hati klo menggunakan hadist. Malah yang saya baru tahu klo bersalaman setelah sholat itu mengarah ke bid’ah, ada di buku Bid’ah Bid’ah …. lupa belakangnya, nanti saya coba updet..
February 8th, 2008 at 18:41
Mari berpikir cerdas
February 9th, 2008 at 7:15
china, calon negara adidaya, terdapat banyak hal-hal yang indah dinegeri china, gunung yang indah, sungai yang indah, bangunan yang perkasa, jembatan terpanjang, bendungan terbesar dunia, kota-kota china yang maju, penduduk terbesar didunia, kebudayaan tertua didunia, mengenal Dzat Tuhan, Tao, sebagai Dzat pencipta, Yang Maha Menguasai, menghidupkan semua makhluk, yang memelihara laksa makhluk, mengedarkan surya dan rembulan, yang ada dengan sendirinya, Tiada dilahirkan, Tiada musnah, itulah ajaran Tao, dari Lao Tze, 3000 sbelum masehi, atau 5000 tahun yang lalu, sudah mengenal hakikat Tuhan, jauh sebelum islam itu ada.
February 9th, 2008 at 8:08
@ John
Nggak hanya china yang hebat kalau diukur dari SDA maupun peninggalannya. Khilafah(daulah) Islam juga pernah berjaya ratusan tahun dan eksis selama +- 13 abad. Dan ketika khilafah Islam yang menjadi negara adidaya, tidak semena2 seperti AS sekarang. Bahkan banyak rakyat di luar khilafah yang ingin agar negerinya segera dikuasai negeri ini. Hukumnya didasarkan pada syariat, hukum Tuhan. Jadi bisa dibayangkan kalau memang agama Islam adalah agama yang sempurna.
* flashback kejayaan Islam di masa lalu aja
February 9th, 2008 at 8:51
ketika islam baru ada (400 masehi) dikala itu, diibaratkan seorang anak yang baru belajar merangkak untuk menggapai sang Kekasih, untuk bertemu sang Kekasih.
dan Taoism(di China) dikala itu(400 masehi), diibaratkan seorang anak yang telah beranjak dewasa dalam bertemu sang Kekasih dan telah melihat sang Kekasih, serta duduk disamping Kekasih, Tuhan Sang Pencipta.
maka tidaklah heran, bila ada hadist yang berbunyi : “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”
February 9th, 2008 at 11:50
Alhamdulillah…
Soalnya diriku ingin menuntut ilmu ke tokto
February 9th, 2008 at 18:04
kok keturunan Musa bengal betul ya, Israel, dan keturunan Nabi Isa, Amerika dan Eropa dan Australia, Brazil, juga Rusia, dan juga keturunan China, india, afrka, bego amat ya keturunan mereka, tidak tahu kalo sesungguhnya nenek moyang mereka adalah Islam juga.
apa mungkin nenek moyangnya yang salah? tidak diberitahu kalau sejak zaman Nabi Nabi itu ada, bahwasanya mereka adalah umat Islam, dan keturunan-keturunannya diberitahu sejak pertama kalo bapaknya, datuknya, nenek moyangnya, hingga manusia pertama adalah Islam semua. coba seandainya diberitahu dari dulu sekali sebelum ada Nabi Muhammad, Isa, atau Nabi Ibrahim, maka sejak dari zaman purba dulu, tentu semua umat manusia sudah Islam, dan tidak ada satupun keturunannya yang masuk neraka jahanam selamanya. Siapa yang salah?
February 10th, 2008 at 9:14
Wah hadis ini sih populer banget, bahkan pas ujian agama Islam di SMP dulu salah satu pertanyaan yng saya dapat mengenai hadis ini.
Nb: Agam keblog yah, ada tugas buat kamu. Sukron!
February 11th, 2008 at 11:34
Allah menunjuki siapa saja yang dikehendakiNya dan menutup hati siapa saja yang dikehendakiNya.
“Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik pekerjaannya yang buruk lalu ia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan dengan orang yang tidak ditipu syaitan) maka sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka.Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka
perbuat” (QS. Fathir:8)
Mungkin karena itulah diwajibkan bagi setiap Muslim untuk menuntut ilmu (agama).
February 11th, 2008 at 16:55
Ass….ehe..thanks atas ilmunya. oiya salam kenal mas Rosyidi
February 14th, 2008 at 19:51
Wahhh, baru tahu ada blog keren gini. Infonya bagus-bagus lagi. Salam kenal ya….
February 16th, 2008 at 15:50
Memang banyak istilah populer yang dianggap sebagai hadits, seperti ungkapan “Kembali dari Jihad kecil ke Jihad Besar yaitu melawan hawa nafsu” itu bukan hadits, silakan baca selengkapnya di eramuslim. Dan masih banyak lagi yang lainnya..
February 19th, 2008 at 10:41
Assalamualaikum!!!
Wah mas Thanks ya Informasinya! aku sering online lo ma web ya mas? Banyak Ilmu - ilmu yang saya ambil dari blog ini. Salam kenal ya?
Matur nuwun nggih???? ^_^
February 21st, 2008 at 10:21
Artikel yang bagus…
salam kenal…
February 22nd, 2008 at 21:04
artikelnya bagus sekali, boleh kenalan?
February 25th, 2008 at 10:21
March 5th, 2008 at 20:24
Saya sangat setuju sekali dengan kesimpulan yang diambil oleh Mas Agam bahwa kita tidak boleh mengambil hadis atau sebagai rujukan yang ternyata masih belum jelas kesahihanya walaupun hanya sedikit dengan mengatas namakan Rosululloh SAW dengan mengingatkan beberapa hadis nabi yang berbunyi :
Rasulullah SAW bersabda, “Siapa yang berdusta tentang aku secara sengaja, maka hendaklah dia menyiapkan tempat duduknya di neraka”. (HR Muttafaqun ‘alaihi).
March 10th, 2008 at 22:13
kutukan, penuh kutukan, sebaiknya Ia tidak menciptakan makhluk. Mau apa Dia hanya sendiri. Dia sengaja ciptakan neraka dan tertawa ha ha ha melihat makhlukNya disiksa, Allah Allah wajarlah bila yang mulia Al hallaj menentang kediktatoranMu. Allah Allah sungguh aku juga mnentangMu, menentang kediktatoranMu.
jika aku menyembah Engkau hanya karena takut neraka, masukkanlah aku kedalam neraka.
jika aku menyembah Engkau hanya mnyukai surga, janganlah masukkan aku kedalam surga itu. sungguh aku menymbah Engkau karena hanya Engkau semata, jangan sembunyikan dariku keindahanMu.
kutukan, mendoakan kutukan pada sesama ciptaanNya agar masuk neraka, sungguh terlalu. lihat yang mulia rabi’ah, betapa baiknya dia, yang berharap sesama ciptaanNya tidak ada yang disiksa. dampak cinta rabi’ah pada Allah sungguh luar biasa, hingga ia juga mencintai manusia seluruhnya sebagai hamba-hamba Allah, dia mengatakan ” ya Allah, nanti kalau diakhirat jadikanlah tubuhku sedemikian besar, sehingga memenuhi ruang neraka, agar tidak ada lagi seorang hambaMu yang dimasukkan ke neraka.
inilah namanya kasih sayang pada sesama makhluk ciptaanNya yang bebas diskriminasi.
March 10th, 2008 at 23:40
untuk komentar no.34
Sungguh keterlaluan, hanya karena satu bunyi ayat hadist ini, engkau menyamakan tetua muslim masa lalu itu sebagai pendusta bagi rasul. Dan sekonyong-konyongnya kamu telah memakai nama rasul kalau mereka telah berdusta pada rasul, dan berharap tetua muslim pada masa lalu yang menyampaikan hadist ini sebagai penghuni neraka. Sungguh lancang engkau.
March 25th, 2008 at 6:24
Saudara/i muslimin dan muslimah yang dikasih Allah.
jangan terlalu serius menanggapi ayat “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China.
itu mungkin hanyalah salah satu majas bahasa.
yang berarti Tuntutlah ilmu setinggi mungkin.
Salam.
May 6th, 2008 at 17:29
ya memang, kalau itu salah, ak yakin akan g baik juga buat kita, kalau itu benar (maksudnya: perawinya benar) pasti itu bermanfat buat kita. kalau gitu sekarang ak g ngebet nyari ilmu k cina dong, mendingan ke madinah/makkah kali ya… yang tentunya pasti kan banyak ilmu yang bermanfaat.
A nanya, gimana kalau hadist tentang adzan untuk anak yang baru lahir itu, katanya hadistnya lemah juga? kalau memang benar, hal apa yang harus dilaksanakan pertama kali tuk anak yang baru lahir menurut nabi?
jazakalloh
May 9th, 2008 at 8:16
tidak tahu juga apa itu bohong atau tidak??
seandainya itu tidak bohong, justru kita yang meng
fitnha tetua itu kalau mereka telah berbohong.
saya rasa itu tidak terlalu bermasalah hadist sperti itu,
cuma majas bahasa saja,
kecuali ada hadist yang bilang kencing unta jadi obat,
nah itu baru diragukan? apa benar dari rasul.
May 9th, 2008 at 8:19
—