<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Solusi Mudah Menentukan Hari Raya Idul Fitri</title>
	<atom:link href="http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/</link>
	<description>multilinguals blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 May 2012 05:09:06 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
	<item>
		<title>By: Agen Resmi Xamthone Plus Tasikmalaya</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-33428</link>
		<dc:creator>Agen Resmi Xamthone Plus Tasikmalaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 11:15:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-33428</guid>
		<description>artikel yang bagus gan....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>artikel yang bagus gan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hanan</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31937</link>
		<dc:creator>hanan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Sep 2011 02:03:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31937</guid>
		<description>Pantesan umat islam tidak mau menggunakan kalendernya sendiri dan pada memilih menggunakan kalender masehi. Lha gimana mau make lha wong tiap mau ganti bulan harus repot2 melihat hilal, kalau mau bikin acara undangan tanggalnya diisi belakangan......wkwkwk.....Manusia diciptakan Allah lebih mulia dibanding makhluk lain......gunakan akal dan pikiran kita.....!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pantesan umat islam tidak mau menggunakan kalendernya sendiri dan pada memilih menggunakan kalender masehi. Lha gimana mau make lha wong tiap mau ganti bulan harus repot2 melihat hilal, kalau mau bikin acara undangan tanggalnya diisi belakangan&#8230;&#8230;wkwkwk&#8230;..Manusia diciptakan Allah lebih mulia dibanding makhluk lain&#8230;&#8230;gunakan akal dan pikiran kita&#8230;..!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Usman</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31908</link>
		<dc:creator>Usman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 14:20:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31908</guid>
		<description>Kita tidak berbicara Muhammadiyah atau gerombolan yang lain.
Beginilah jika pemikiran “Islam Indoneisa – Pemikiran Islam yang tradisionil” hanya sebatas Muhammadiyah, NU, Persis atau bahkan yg baru Ahmadiyah? gerombolan ini (Muhammadiyah, NU, termasuk gerombolan para pengaku-aku (salafi murjiah) dll) hanya mengedepankan nama kelompoknya saja, di luar kelompoknya tidak diterima / dipilah-pilih yang mana menguntungkan bagi kelompok mereka. Kalu Islam dikotak-kotakkan seperti ini, berdasarkan wilayah / negara masing-masing, lalu mana nash atau dalil yang Alloh mengatakan Islam itu sesuai pemahaman kelompok, penguasa, wilayah/ negara? BUMI ini milik Alloh, dimanapun kaum muslimin adalah saudara.
Intinya kita tidak berhak atas nama persatuan &amp; kesatuan lalu harus tunduk patuh &amp; dengar kepada pengusa negeri dimana kita tinggal. kan sudah jelas ada syarat yang mana penguasa yang harus ditaati. kita mau ikuti (taat) nash al-Quran &amp; as Sunnah atau Penguasa yang ber- Ketuhanan Yang Maha Esa (semua tuhan benar) buka Alloh Yang Maha Esa. 
Disinilah letak berpecah belah Islam mengedepankan gerombolan, kelompok atau negerinya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kita tidak berbicara Muhammadiyah atau gerombolan yang lain.<br />
Beginilah jika pemikiran “Islam Indoneisa – Pemikiran Islam yang tradisionil” hanya sebatas Muhammadiyah, NU, Persis atau bahkan yg baru Ahmadiyah? gerombolan ini (Muhammadiyah, NU, termasuk gerombolan para pengaku-aku (salafi murjiah) dll) hanya mengedepankan nama kelompoknya saja, di luar kelompoknya tidak diterima / dipilah-pilih yang mana menguntungkan bagi kelompok mereka. Kalu Islam dikotak-kotakkan seperti ini, berdasarkan wilayah / negara masing-masing, lalu mana nash atau dalil yang Alloh mengatakan Islam itu sesuai pemahaman kelompok, penguasa, wilayah/ negara? BUMI ini milik Alloh, dimanapun kaum muslimin adalah saudara.<br />
Intinya kita tidak berhak atas nama persatuan &amp; kesatuan lalu harus tunduk patuh &amp; dengar kepada pengusa negeri dimana kita tinggal. kan sudah jelas ada syarat yang mana penguasa yang harus ditaati. kita mau ikuti (taat) nash al-Quran &amp; as Sunnah atau Penguasa yang ber- Ketuhanan Yang Maha Esa (semua tuhan benar) buka Alloh Yang Maha Esa.<br />
Disinilah letak berpecah belah Islam mengedepankan gerombolan, kelompok atau negerinya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Usman</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31907</link>
		<dc:creator>Usman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 14:05:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31907</guid>
		<description>Maksudnya..

lalu jika saudaramu dimanapun berada melihat hilal dan menyampaikan kepada kita apakah kita lalu menolak? karena takut tidak taat pada penguasa? Kan sudah jelas bahwa wilayah NKRI tidaklah semudah di negeri Timur Tengah sana untuk melihat Hilal? di BUMI ALLOH mana saja jika ada saudaramu yang melihat hilal maka percaya &amp; ikutilah

Janganlah merasa benar atas diri sendiri &amp; kelompok (takliq buta)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Maksudnya..</p>
<p>lalu jika saudaramu dimanapun berada melihat hilal dan menyampaikan kepada kita apakah kita lalu menolak? karena takut tidak taat pada penguasa? Kan sudah jelas bahwa wilayah NKRI tidaklah semudah di negeri Timur Tengah sana untuk melihat Hilal? di BUMI ALLOH mana saja jika ada saudaramu yang melihat hilal maka percaya &amp; ikutilah</p>
<p>Janganlah merasa benar atas diri sendiri &amp; kelompok (takliq buta)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Usman</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31906</link>
		<dc:creator>Usman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 13:53:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31906</guid>
		<description>Sangalah dangkal pemikiran Rosydi (biasanya yang seperti ini karena takliq buta) bukannya menerima &amp; mencerna nasihat dari saudaranya (Fafa) malah mencari-cari dalih teori pembenaran.

Tentu ada Kriteria Ulil Amri yang harus kita patuhi; apakah antum melihat realita di depan mata mengenai pemerintah (penguasa) negeri ini? adakah satu saja contoh atau kreteria bahwa penguasa NKRI masuk di dalam syarat yang harus dipatuhi? di dalam QS an-Nisa’ [4] : 59. ada syarat ulil amri yang harus dipatuhi yaitu; “…jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh (al-Quran) dan Rosul (Sunnahnya)…”. lihat saja dan bukalah mata hati antum &amp; jangan buta akan realita. Di ayat ini ada catatan kaki bahwa – Ulil Amri (pemegang kekuasaan) – Selama pemegang kekuasaan berpegang pada Kitab Alloh dan Sunnah Rosul. Jika masih ragu, maka bukalah tafsir siapa saja pasti akan sama artinya. dan “Wa atiul ulilamri min kum” jangan disama ratakan setiap penguasa di suatu negeri adalah yang pasti harus ditaati. 
Di dalam al Quran hanya satu kita temukan “Harus Taat kepada Ulil Amri” yaitu hanya di QS 4: 59. Sedangkan ancaman Alloh banyak utk tidak mengikuti ulama &amp; penguasa zalim / kafir. 
Anjuran Alloh Ta’al bagi yang mengaku beriman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, JIKA MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itilah orang-orang yang zalim (QS 9:23)
baca lagi QS 9:31 dan masih banyak lagi.
Penguasa kita setiap hukumnya pengacu pada KUHP, UUD, Pancasila, atau apa saja sebutannya sama saja UU buatan manusia (BUKAN KEMBALI KEPADA AL QURAN &amp; AS SUNNAH) bahkan  mencampakkan  hukum Alloh
Cobalah untuk tidak keras hati &amp; sikap menolak dulu coba pahami dengan berlapang dada &amp; ikhlas - apakah yang saya pahami selama ini (Wa atiul ulilamri min kum) sesuai yang Alloh persyaratkan bagi kaum muslimin untuk tunduk dan patuh kepada Ulil Amri?

Intinya kita tidak berhak atas nama persatuan &amp; kesatuan lalu harus tunduk patuh &amp; dengar kepada pengusa negeri dimana kita tinggal. kan sudah jelas ada syarat yang mana penguasa yang harus ditaati. kita mau ikuti (taat) nash al-Quran &amp; as Sunnah atau Penguasa yang ber- Ketuhanan Yang Maha Esa (semua tuhan benar) buka Alloh Yang Maha Esa. 
Disinilah letak berpecah belah Islam mengedepankan gerombolan, kelompok atau negerinya

Singkatnya Ada 3 syarat:
1. Melihat
2. Mendengar
3. Menggenapkan (30 hari)
jadi jika tidak melihat, maka dimana saja ada saudaramu / di negeri mana saja berada melihat maka masuk kesyarat ke-2 yaitu mendengar, dan jika tidak ada saudaramu yang melihat / negeri-negeri lain tidak melihat maka genapkan 30 hari</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangalah dangkal pemikiran Rosydi (biasanya yang seperti ini karena takliq buta) bukannya menerima &amp; mencerna nasihat dari saudaranya (Fafa) malah mencari-cari dalih teori pembenaran.</p>
<p>Tentu ada Kriteria Ulil Amri yang harus kita patuhi; apakah antum melihat realita di depan mata mengenai pemerintah (penguasa) negeri ini? adakah satu saja contoh atau kreteria bahwa penguasa NKRI masuk di dalam syarat yang harus dipatuhi? di dalam QS an-Nisa’ [4] : 59. ada syarat ulil amri yang harus dipatuhi yaitu; “…jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh (al-Quran) dan Rosul (Sunnahnya)…”. lihat saja dan bukalah mata hati antum &amp; jangan buta akan realita. Di ayat ini ada catatan kaki bahwa – Ulil Amri (pemegang kekuasaan) – Selama pemegang kekuasaan berpegang pada Kitab Alloh dan Sunnah Rosul. Jika masih ragu, maka bukalah tafsir siapa saja pasti akan sama artinya. dan “Wa atiul ulilamri min kum” jangan disama ratakan setiap penguasa di suatu negeri adalah yang pasti harus ditaati.<br />
Di dalam al Quran hanya satu kita temukan “Harus Taat kepada Ulil Amri” yaitu hanya di QS 4: 59. Sedangkan ancaman Alloh banyak utk tidak mengikuti ulama &amp; penguasa zalim / kafir.<br />
Anjuran Alloh Ta’al bagi yang mengaku beriman :<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, JIKA MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itilah orang-orang yang zalim (QS 9:23)<br />
baca lagi QS 9:31 dan masih banyak lagi.<br />
Penguasa kita setiap hukumnya pengacu pada KUHP, UUD, Pancasila, atau apa saja sebutannya sama saja UU buatan manusia (BUKAN KEMBALI KEPADA AL QURAN &amp; AS SUNNAH) bahkan  mencampakkan  hukum Alloh<br />
Cobalah untuk tidak keras hati &amp; sikap menolak dulu coba pahami dengan berlapang dada &amp; ikhlas &#8211; apakah yang saya pahami selama ini (Wa atiul ulilamri min kum) sesuai yang Alloh persyaratkan bagi kaum muslimin untuk tunduk dan patuh kepada Ulil Amri?</p>
<p>Intinya kita tidak berhak atas nama persatuan &amp; kesatuan lalu harus tunduk patuh &amp; dengar kepada pengusa negeri dimana kita tinggal. kan sudah jelas ada syarat yang mana penguasa yang harus ditaati. kita mau ikuti (taat) nash al-Quran &amp; as Sunnah atau Penguasa yang ber- Ketuhanan Yang Maha Esa (semua tuhan benar) buka Alloh Yang Maha Esa.<br />
Disinilah letak berpecah belah Islam mengedepankan gerombolan, kelompok atau negerinya</p>
<p>Singkatnya Ada 3 syarat:<br />
1. Melihat<br />
2. Mendengar<br />
3. Menggenapkan (30 hari)<br />
jadi jika tidak melihat, maka dimana saja ada saudaramu / di negeri mana saja berada melihat maka masuk kesyarat ke-2 yaitu mendengar, dan jika tidak ada saudaramu yang melihat / negeri-negeri lain tidak melihat maka genapkan 30 hari</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Usman</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31905</link>
		<dc:creator>Usman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2011 13:48:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31905</guid>
		<description>Sangalah dangkal pemikiran Rosydi (biasanya yang seperti ini karena takliq buta) bukannya menerima &amp; mencerna nasihat dari saudaranya (Fafa) malah mencari-cari dalih teori pembenaran.

Tentu ada Kriteria Ulil Amri yang harus kita patuhi; apakah antum melihat realita di depan mata mengenai pemerintah (penguasa) negeri ini? adakah satu saja contoh atau kreteria bahwa penguasa NKRI masuk di dalam syarat yang harus dipatuhi? di dalam QS an-Nisa’ [4] : 59. ada syarat ulil amri yang harus dipatuhi yaitu; “…jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh (al-Quran) dan Rosul (Sunnahnya)…”. lihat saja dan bukalah mata hati antum &amp; jangan buta akan realita. Di ayat ini ada catatan kaki bahwa – Ulil Amri (pemegang kekuasaan) – Selama pemegang kekuasaan berpegang pada Kitab Alloh dan Sunnah Rosul. Jika masih ragu, maka bukalah tafsir siapa saja pasti akan sama artinya. dan “Wa atiul ulilamri min kum” jangan disama ratakan setiap penguasa di suatu negeri adalah yang pasti harus ditaati. 
Di dalam al Quran hanya satu kita temukan “Harus Taat kepada Ulil Amri” yaitu hanya di QS 4: 59. Sedangkan ancaman Alloh banyak utk tidak mengikuti ulama &amp; penguasa zalim / kafir. 
Anjuran Alloh Ta’al bagi yang mengaku beriman :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, JIKA MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itilah orang-orang yang zalim (QS 9:23)
baca lagi QS 9:31 dan masih banyak lagi.
Penguasa kita setiap hukumnya pengacu pada KUHP, UUD, Pancasila, atau apa saja sebutannya sama saja UU buatan manusia (BUKAN KEMBALI KEPADA AL QURAN &amp; AS SUNNAH) bahkan  mencampakkan  hukum Alloh
Cobalah untuk tidak keras hati &amp; sikap menolak dulu coba pahami dengan berlapang dada &amp; ikhlas - apakah yang saya pahami selama ini (Wa atiul ulilamri min kum) sesuai yang Alloh persyaratkan bagi kaum muslimin untuk tunduk dan patuh kepada Ulil Amri?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sangalah dangkal pemikiran Rosydi (biasanya yang seperti ini karena takliq buta) bukannya menerima &amp; mencerna nasihat dari saudaranya (Fafa) malah mencari-cari dalih teori pembenaran.</p>
<p>Tentu ada Kriteria Ulil Amri yang harus kita patuhi; apakah antum melihat realita di depan mata mengenai pemerintah (penguasa) negeri ini? adakah satu saja contoh atau kreteria bahwa penguasa NKRI masuk di dalam syarat yang harus dipatuhi? di dalam QS an-Nisa’ [4] : 59. ada syarat ulil amri yang harus dipatuhi yaitu; “…jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Alloh (al-Quran) dan Rosul (Sunnahnya)…”. lihat saja dan bukalah mata hati antum &amp; jangan buta akan realita. Di ayat ini ada catatan kaki bahwa – Ulil Amri (pemegang kekuasaan) – Selama pemegang kekuasaan berpegang pada Kitab Alloh dan Sunnah Rosul. Jika masih ragu, maka bukalah tafsir siapa saja pasti akan sama artinya. dan “Wa atiul ulilamri min kum” jangan disama ratakan setiap penguasa di suatu negeri adalah yang pasti harus ditaati.<br />
Di dalam al Quran hanya satu kita temukan “Harus Taat kepada Ulil Amri” yaitu hanya di QS 4: 59. Sedangkan ancaman Alloh banyak utk tidak mengikuti ulama &amp; penguasa zalim / kafir.<br />
Anjuran Alloh Ta’al bagi yang mengaku beriman :<br />
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara-saudaramu pemimpin-pemimpinmu, JIKA MEREKA LEBIH MENGUTAMAKAN KEKAFIRAN ATAS KEIMANAN dan siapa yang di antara kamu yang menjadikan mereka pemimpin-pemimpinmu, maka mereka itilah orang-orang yang zalim (QS 9:23)<br />
baca lagi QS 9:31 dan masih banyak lagi.<br />
Penguasa kita setiap hukumnya pengacu pada KUHP, UUD, Pancasila, atau apa saja sebutannya sama saja UU buatan manusia (BUKAN KEMBALI KEPADA AL QURAN &amp; AS SUNNAH) bahkan  mencampakkan  hukum Alloh<br />
Cobalah untuk tidak keras hati &amp; sikap menolak dulu coba pahami dengan berlapang dada &amp; ikhlas &#8211; apakah yang saya pahami selama ini (Wa atiul ulilamri min kum) sesuai yang Alloh persyaratkan bagi kaum muslimin untuk tunduk dan patuh kepada Ulil Amri?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: hendra</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31840</link>
		<dc:creator>hendra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 22:32:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31840</guid>
		<description>terlalu banyak orang pintar di negara ini. Pemerintah pun tidak tegas kami masyarakat kecil bingung mau lebaran yang mana mau ikut agama islam muhammadiyah atau ikut agama islam NU. Pada saman NABI Tidak ada namanya lebaran 2 kali. Saya sngat sedih mau jadi apa kita semua nantinya. Jngan anggap enteng permasalahan ini karena efeknya di masyarakat sngat besar. Contoh kecil hari ini saya sekeluarga mau silaturrahmi ke rumah ortu krna hari ini lebaran tapi trnyata smpai di rumah ortu mereka masih puasa kan suasananya jadi beda.jadi tolong pemerintah dan para ulama bersatulah. Agama ISLAM itu satu bukan dua. Saya pernah di tanya teman saya &#039; kamu islam NU atau ISLAM MUHAMMADIYA&#039; saya kaget dan brpikir ternya kami masyrakt kecil telah beranggapan bahwa Agama
ISLAM telah jadi dua . Jadi kalau hari ini MUHAMMADIYA sudah menetapkan 1 syawal brarti  hari ini yg brpuasa haram hukumnya perbedaan ini tdk bisa di katakan anugrah.jika anda mau ke Arab Saudi tapi ternyata baru sampai di mesir anda sudah mengatakan saya sudah tiba di Arab Saudi padahal Arab Saudi masih jauh inikan salah total.Diantara ormas2 itu pasti ada diantaranya yg salah menetapkan 1 syawal yakin dan percaya ormas2 itu memiliki pengikut yg tidak sedikit. tolonglah kami masyarakat kecil, kami bingung. Ya ALLAH ampunilah dosa2 kami,dan brilah ULAMA dan PEMIMPIN kami petunjuk dan HidayaMU YA ALLAH Amin.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terlalu banyak orang pintar di negara ini. Pemerintah pun tidak tegas kami masyarakat kecil bingung mau lebaran yang mana mau ikut agama islam muhammadiyah atau ikut agama islam NU. Pada saman NABI Tidak ada namanya lebaran 2 kali. Saya sngat sedih mau jadi apa kita semua nantinya. Jngan anggap enteng permasalahan ini karena efeknya di masyarakat sngat besar. Contoh kecil hari ini saya sekeluarga mau silaturrahmi ke rumah ortu krna hari ini lebaran tapi trnyata smpai di rumah ortu mereka masih puasa kan suasananya jadi beda.jadi tolong pemerintah dan para ulama bersatulah. Agama ISLAM itu satu bukan dua. Saya pernah di tanya teman saya &#8216; kamu islam NU atau ISLAM MUHAMMADIYA&#8217; saya kaget dan brpikir ternya kami masyrakt kecil telah beranggapan bahwa Agama<br />
ISLAM telah jadi dua . Jadi kalau hari ini MUHAMMADIYA sudah menetapkan 1 syawal brarti  hari ini yg brpuasa haram hukumnya perbedaan ini tdk bisa di katakan anugrah.jika anda mau ke Arab Saudi tapi ternyata baru sampai di mesir anda sudah mengatakan saya sudah tiba di Arab Saudi padahal Arab Saudi masih jauh inikan salah total.Diantara ormas2 itu pasti ada diantaranya yg salah menetapkan 1 syawal yakin dan percaya ormas2 itu memiliki pengikut yg tidak sedikit. tolonglah kami masyarakat kecil, kami bingung. Ya ALLAH ampunilah dosa2 kami,dan brilah ULAMA dan PEMIMPIN kami petunjuk dan HidayaMU YA ALLAH Amin.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: wew</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31838</link>
		<dc:creator>wew</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 19:28:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31838</guid>
		<description>umm.... ga bener nih, masa sih ulil amri yang dhalim harus di taati, dapet ilmu dari mana tuh, bagaimana mungkin mentaati ulil amri yang dhalim dan munafik, sama aja kita mentaati orang munafik  dan dhalim,  dimana mana juga penguasa dhalim harus di lawan.  bukankah kriteria ulil amri itu adalah yang menurut  allah .
sementara mereka menggunakan rujukan buatan manusia bukan  Al-Qur’an dan AsSunnah An-Nabawiyyah, yang menjadi rujukan utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Seolah manusia mampu merumuskan konstitusi yang lebih baik dan lebih benar daripada sumber utama konstitusi yang datang dari Allah subhaanahu wa ta’aala.
 berarti tidak ada satupun pemimpin negeri ini layak disebut sebagai Ulil Amri Minkum yang sebenarnya. Pantaslah bilamana mereka dijuluki sebagai Mulkan Jabbriyyan sebagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebutkan dalam hadits beliau. Mulkan Jabbriyyan artinya para penguasa yang memaksakan kehendaknya seraya tentunya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.  Adapun masyarakat luas yang mentaati mereka berarti telah menjadikan para pemimpin tersebut sebagai para Thoghut, yaitu fihak selain Allah yang memiliki sedikit otoritas namun berlaku melampaui batas sehingga menuntut ketaatan ummat sebagaimana layaknya mentaati Allah. Na’udzubillahi min dzaalika.

Apabila Allah memerintahkan kita untuk mentaati raja-raja dan para pemimpin yang dzalim dan berakhlaq rendah seperti yang disebutkan di atas, maka akan terjadi kebingungan dan kerancuan di dalam tubuh umat Islam. Lihatlah ayat tersebut di atas………kita harus taat (?????) kepada Allah, RasulNya dan juga kepada para pemimpin (ulim amri). Apabila pemimpin yang kita taati itu ialah para pemimpin yang dzalim dan kemudian kita ikuti dia, maka kita sudah bertentangan dengan kehendak Allah. Allah melarang kita untuk mengikuti, patuh dan taat terhadap orang-orang dzalim. Akan tetapi kalau kita tidak mematuhi para pemimpin itu, maka kita dikenai lagi oleh ayat tersebut yang menyuruh kita untuk menaati para pemimpin. Jadi kalah kita menafsirkan ayat itu seperti itu maka kita akan kebingungan ibarat memakan buah simalakama (dimakan ibu mati tak dimakan ayah mati). Kita menjadi salah tingkah dan sakit jiwa. Itu akan terjadi kalau kita selalu menafsirkan ayat itu seperti itu; kita menafsirkan ulil amri  sebagai sembarang pemimpin asal ia sah dan memiliki kekuasaan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>umm&#8230;. ga bener nih, masa sih ulil amri yang dhalim harus di taati, dapet ilmu dari mana tuh, bagaimana mungkin mentaati ulil amri yang dhalim dan munafik, sama aja kita mentaati orang munafik  dan dhalim,  dimana mana juga penguasa dhalim harus di lawan.  bukankah kriteria ulil amri itu adalah yang menurut  allah .<br />
sementara mereka menggunakan rujukan buatan manusia bukan  Al-Qur’an dan AsSunnah An-Nabawiyyah, yang menjadi rujukan utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Seolah manusia mampu merumuskan konstitusi yang lebih baik dan lebih benar daripada sumber utama konstitusi yang datang dari Allah subhaanahu wa ta’aala.<br />
 berarti tidak ada satupun pemimpin negeri ini layak disebut sebagai Ulil Amri Minkum yang sebenarnya. Pantaslah bilamana mereka dijuluki sebagai Mulkan Jabbriyyan sebagaimana Nabi shollallahu ’alaih wa sallam sebutkan dalam hadits beliau. Mulkan Jabbriyyan artinya para penguasa yang memaksakan kehendaknya seraya tentunya mengabaikan kehendak Allah dan RasulNya.  Adapun masyarakat luas yang mentaati mereka berarti telah menjadikan para pemimpin tersebut sebagai para Thoghut, yaitu fihak selain Allah yang memiliki sedikit otoritas namun berlaku melampaui batas sehingga menuntut ketaatan ummat sebagaimana layaknya mentaati Allah. Na’udzubillahi min dzaalika.</p>
<p>Apabila Allah memerintahkan kita untuk mentaati raja-raja dan para pemimpin yang dzalim dan berakhlaq rendah seperti yang disebutkan di atas, maka akan terjadi kebingungan dan kerancuan di dalam tubuh umat Islam. Lihatlah ayat tersebut di atas………kita harus taat (?????) kepada Allah, RasulNya dan juga kepada para pemimpin (ulim amri). Apabila pemimpin yang kita taati itu ialah para pemimpin yang dzalim dan kemudian kita ikuti dia, maka kita sudah bertentangan dengan kehendak Allah. Allah melarang kita untuk mengikuti, patuh dan taat terhadap orang-orang dzalim. Akan tetapi kalau kita tidak mematuhi para pemimpin itu, maka kita dikenai lagi oleh ayat tersebut yang menyuruh kita untuk menaati para pemimpin. Jadi kalah kita menafsirkan ayat itu seperti itu maka kita akan kebingungan ibarat memakan buah simalakama (dimakan ibu mati tak dimakan ayah mati). Kita menjadi salah tingkah dan sakit jiwa. Itu akan terjadi kalau kita selalu menafsirkan ayat itu seperti itu; kita menafsirkan ulil amri  sebagai sembarang pemimpin asal ia sah dan memiliki kekuasaan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ivhunk</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31837</link>
		<dc:creator>ivhunk</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 16:07:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31837</guid>
		<description>coba bisa di copas jadi bisa disebarluaskan buat kepentingan dakwah &#058;&#041;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>coba bisa di copas jadi bisa disebarluaskan buat kepentingan dakwah &#058;&#041;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: macas utama</title>
		<link>http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31836</link>
		<dc:creator>macas utama</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Aug 2011 13:40:36 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/solusi-mudah-menentukan-hari-raya-idul-fitri/#comment-31836</guid>
		<description>Pemerintah yang korup perlu ditaati ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah yang korup perlu ditaati ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>





