Saatnya Ganti ke TV Digital

5,519 views

Pemerintah mulai melakukan sosialisasi terhadap perubahan dari TV Analog seperti yang kita gunakan saat ini, menjadi TV Digital. Menurut Depkominfo yang diberitakan di ArekTV (TV lokal Surabaya), pada 13 Oktober 2009, peraturan TV digital akan siap pada September 2010. Dimana setelah peraturan itu berlaku, tidak ada lagi siaran TV analog. Semua akan berpindah ke digital.

Lalu bagaimana nasib TV lama kita ? Apakah perlu ganti TV ? Dan apa keuntungan TV Digital ?

TV lama anda tetap bisa digunakan, namun dengan menambah satu perangkat set-top box yang harganya sekitar 400 ribu rupiah. Relatif mahal, mengingat harga TV saat ini sudah banyak mengalami penurunan, karena anda sudah bisa mendapatkan TV dengan merk tidak terkenal hanya dengan uang 300 ribu rupiah.

Namun tentu kemajuan memang butuh pengorbanan. Ini juga terjadi ketika perpindahan dari internet Dial-up menjadi ADSL, lalu muncul 3G. Masing-masing memiliki perangkat yang berbeda-beda. Dan mengganti perangkat memang membutuhkan sedikit pengorbanan.

Jadi jika anda berencana membeli TV, sebaiknya ditunda dahulu, karena bisa jika peraturan ini diterapkan anda akan merogoh kocek lebih dalam. Menurut rosyidi.com, sebaiknya anda menunggu hingga setengah tahun lagi, kemungkinan TV digital sudah mulai bermunculan dipasaran.

Jenis TV Digital

Di seluruh dunia ada tiga standar TV digital, yaitu: Digital Television (DTV) di USA, Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T) di Eropa dan Integrated Services Digital Broadcasting Terrestrial (ISDB-T) di Jepang. Semua standar di atas berbasiskan OFDM dengan error correcting code reed Solomon dan/atau convolutional coding dan audio codingnya adalah MPEG-2 Audio AAC untuk ISDB-T dan DTV dan MPEG-1 layer2 untuk DVB-T.

Jepang membuat standar sendiri dalam hal TV Digital ini. Dibandingkan dengan DTV dan DVB-T, ISDB-Tnya Jepang dikabarkan sangat fleksibel dan memiliki kelebihan terutama pada penerima yang bergerak (mobile reception). ISDB-T lebih tahan terhadap efek Doppler. ISDB-T yang merupakan satu dari dua saudaranya yaitu ISDB-S (untuk transmisi lewat kabel) dan ISDB-S (untuk satelit), juga bisa diaplikasikan pada sistem dengan bandwidth 6,7MHz dan 8MHz.

Fleksibilitas ISDB-T bisa dilihat dari mode yang dipakai, yaitu: mode 1 untuk aplikasi mobile SDTV, mode 2 untuk aplikasi penerima yang mobile dan fixed HDTV/SDTV dan Mode 3 untuk yang khusus penerima fixed HDTV/SDTV. Semua data modulasi fleksible untuk QPSK dan 16QAM atau 64QAM. Perubahan mode ini bisa diatur melalui apa yang disebut TMCC (Transmission and Multiplexing Configuration Control).

Pemerintah sudah menetapkan memilih standar DVB-T (eropa). DVB adalah teknologi standar terbuka (open standard) yang berarti pengembangannya secara bisnis bisa sangat luas. DVB-T adalah si bungsu dari sistem utama DVB — DVB-C untuk kabel dan DVB-S untuk satelit.

Uji-coba DVB-T di Indonesia sudah dilakukan oleh TVRI dan RCTI pada Juli-Desember 2006. Kemudian DVB-H, adaptasi DVB-T untuk telepon seluler, memungkinkan siaran MetroTV, SCTV dan TVRI sudah bisa dinikmati di Nokia N92.

Indonesia memiliki jumlah stasiun radio dan TV terbesar kedua setelah Cina. Negeri ini punya satu TV publik, 10 TV swasta nasional, 70 TV swasta lokal, dua TV kabel, satu TV satelit dan lebih dari 1.800 stasiun radio.

Kelebihan TV Digital

Meningkatnya penyelenggaraan televisi dimasa depan dapat diantisipasi dengan suatu terobosan kebijakan dalam pemanfaatan spektrum frekuensi. Penyelenggara televisi digital berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital, sedangkan program atau content disediakan oleh operator yang khusus menyelenggarakan jasa program/content televisi digital (operator lain). Dari aspek regulasi, terdapat izin penyelenggara jaringan dan izin penyelenggara jasa program/content sehingga dapat menampung banyak perusahaan baru yang bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital.

Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi, terjadi efisiensi penggunaan kanal. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus.

Menurut Depkominfo dalam berita di ArekTV, menyatakan bahwa jangkauan TV digital lebih luas, sehingga para stasiun TV tidak perlu berlomba-lomba dalam memperluas cakupan jaringan. Nantinya yang dilombakan adalah konten, atau isi dari siarannya. Karena semua stasiun TV akan mendapatkan kualitas yang sama.

Desain dan implementasi sistem siaran TV digital (terutama) ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi. Sistem TV digital tidak mengenal gambar tidak jelas, gambar ganda (ghost), dan kualitas gambar buruk lainnya, karena pada teknik digital hanya dikenal YES or NO. Gambar bagus atau tidak ada sama sekali.

 

Kesimpulan :

1. Siapkan dana lebih untuk sekitar setengah tahun mendatang untuk membeli perangkat tambahan agar TV anda bisa digunakan sebagai TV digital.
2. Sebaiknya tunda pembelian TV baru jika tidak mendesak.

 

Penulis : Agam Rosyidi
URL artikel : http://rosyidi.com/saatnya-ganti-ke-tv-digital/
Referensi :
ArekTV
Jardiknas
Koran Tempo

Related Posts (Artikel Terkait) : antena tv digital, harga tv digital, antena tv jernih, harga antena tv digital, cara kerja tv digital, jangkauan tv digital, alat tv digital, membuat antena tv digital, tivi digital, jual antena tv digital, keuntungan kerugian tv satelit tv kabel, cara membuat antena tv digital, harga antena digital, antena digital tv, membuat antena tv sendiri, antena tv digital depkominfo, antena digital depkominfo, televisi digital, Membuat antena tv, tv digital depkominfo, antenna tv digital, harga alat tv digital, mivo tivi, harga televisi digital, harga antena tv, cara kerja televisi digital, antena tv digital indonesia, jual antena digital, artikel tv digital, tv digital, antena digital, harga digital tv, perbedaan tv digital dan tv analog, tv digital harga, alat digital tv, harga antena digital tv, peralatan tv digital, beli tv digital, digital tv antenna, perbedaan dtv hdtv sdtv, digital tv antenna booster, merakit antena tv sendiri, prinsip kerja tv digital, antena tv mobil digital, depkominfo antena digital, antene tv digital, artikel televisi digital, perbedaan tv analog dan tv digital, arektv, harga digital tv antenna
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

25 Komentar pada “Saatnya Ganti ke TV Digital”
  1. Megan Fox says:

    Mungkin kalau pake TV Digital, gambar bisa lebih jernih dan mudah-2an bisa lebih murah harganya

  2. Suwahadi says:

    Pertanyaanya, siap gak masyarakat ‘dipaksa’ dengan TV Digital ini?
    Jangan² malah akan menimbulkan pro-kontra aja.
    Tapi, ini salah satu kemajuan yang besar dalam dunia pertelevisian di tanah air. Salut…
    BTW, apa masih juga perlu antena atau tidak ya? hehehe… :d

    Rosyidi :Soal siap atau tidak, peraturannya sudah keluar. Dan ini harus dijalankan. Karena jumlah stasiun TV di Indonesia sudah terlalu banyak, yaitu menduduki peringkat 2 di dunia setelah RRC. Ini kan bahaya kalo tetep bertahan di sistem lama.
    Ya mungkin sama halnya dari minyak tanah ke Gas LPG, mau gak mau, ya harus mau.
    soal antena, nanti membutuhkan peralatan baru, dan gimana cara kerjanya aku belum tau. Ntar perlu tanya2 dulu ke sodaraku yg pernah hidup di negara yg sudah menerapkannya.

  3. jimmy says:

    semoga saja pemerintah mau memberi subsidi buat beli peralatan barunya *mimpi* :D

  4. Miss Cyber says:

    Wah pengenya sih ganti tv digital…. tapi yang buat ganti lom ada :(

  5. mr.bambang says:

    TV Digital sebenarnya bagus. Memberikan lebih banyak alternatif karena secara teori dalam satu kanal bisa menjalankan beberapa program sekaligus. Tetapiiiii…. saya masih pesimis kualitas siaran TV akan lebih baik. Hanya teknologi saja yang menjadi lebih keren, tetapi kebanyakan isinya ya masih seperti yang dulu seperti sinetron ga jelas, reality show apalah, kuis judi dan konco konconya. Karena rating di sini cukup tinggi. Yang terpenting menurut saya adalah konten dari siaran itu sendiri, apakah sekedar tontonan atau tuntunan :D

    Rosyidi :Iya. tepat sekali mas. Konten juga harus dibenahi. Itu yg utama sebenarnya.

  6. wawan.wusono says:

    Itu parkembangan jaman,,otomatis kita akan mengikuti tsb..

    Rosyidi :Yup. sepertinya memang harus mengikuti. mau ataupun tidak mau.

  7. TV digital itu lebih mahal atau murah neh?

    Rosyidi :Sepertinya akan lebih mahal, tapi jauh lebih bagus kualitasnya.

  8. indotopten says:

    dilihat dari sudut pandang orang indonesia, seperti bakal banyak yang setia dengan tv lama, hehe…
    saya juga :)

    Rosyidi :Iya, tapi nanti perlu alat tambahan agar tetep bisa beroperasi

  9. Wahyu says:

    Wah.. wah… Tivi Kabel memang salah satu yang ingin saya miliki. Tapi, ntar bokap udah gak mau kemana-mana..

    Regards

    Rosyidi :Bukan TV kabel. Tapi TV kita yg biasanya akan berubah dari sistem analog ke digital. Silakan dibaca lebih teliti artikelnya.

  10. ario saja says:

    :d:d semoga menjadi lebih baik [[dnc]][[dnc]]

  11. kamarul says:

    JAWAPAN DARI KEMELUT KETEGANGAN ANTARA MALAYSIA DAN INDONESIA (MENGAPA MALAYSIA MENDIAMKAN DIRI DARI KEKECOHAN INI)
    Salam buat semua warga komenter ini serta pembaca blog tempo ini,khas saya tujukan kpd.sdr kipanji,yg secara professional menghuraikan permasalahan antara kedua2 negara tanpa emosional dan begitu peka tentang permasalahan antara kedua2 negara yang serumpun tetapi berlainan pemikirannya atas sbb2 sejarah akan penubuhannya.Terlebih dahulu saya kenalkan diri saya ..yg.bernama Kamarul dan saya adalah rakyat Malaysia.
    Sebenarnya saya pun malas nak memberi sebarang komen tentang kedua2 buah negara ini kerana terlalu byk.sgt kutukan serta penghinaan yg.diterima oleh Negara saya begitu juga dgn Negara sdr yg.akhir2 ini amat ketara ketegangannya.Bedanya di Malaysia tiada sebarang demontrasi serta suara2keras yg.mungkin boleh mencetuskan isu kearah yg.lebih serius serta merbahaya.
    Masalah TKI khasnya yg.menjadi begitu emosi dihati bangsa Indonesia ini,yg.mengatakan rakyat Malaysia begitu menzalimi bangsa Indonesia serta menghina Indonesia yg.memandang Indonesia sbg.kelas bawahan.Baiklah kpd.para komentar diblog ini serta pembaca2 tempo ini saya akan mengupas secara halus akan semua yg.terjadi ini agar semua dpt.memahami kenapa Malaysia tidak ambil pusing akan perkara ini.Sptmana yg.kita ketahui dan tidak dpt. dinafikan bahawa org.Indonesia mempunyai semangat patriotiknya yg.amat tinggi serta kental dan kesetiaan terhadap negaranya tidak berbelah bagi.Apa yg.ingin saya terangkan disini adalah terlalu peribadi bagi Malaysia tetapi terpaksa diluahkan oleh kami…agar bangsa Indonesia dpt.menerima keputusan ini .Kerana semangat patriotik inilah ada sekelompok bangsa Indonesia itu mengambil secukupnya kesempatan ini utk.mengeruhkan hubungan antara melayu Indonesia dan melayu Malaysia.Sbgmana yg.diketahui para pembaca diblog ini,pembantu2 rumah Indonesia yg.didera oleh majikan Malaysia itu mereka semua itu adalah berketurunan Cina atau lebih dikenali di sana sbg org.tiongkok.Sebenarnya apa yg terjadi membuatkan org Melayu disini amat marah serta kecewa atas sikap org.cina Malaysia ini yg.kami disini mengecopkan sbg.kurang ajar..terhadap pembantu rumah Indonesia ini.Bak kata org melayu disini..kalau dah cina tu dimana2 pun akan dibawanya sikap komunisnya apatah lagi kaumnya walaupun namanya bukan cina lagi spt di Indonesia ini.Maaf kerana terpaksa buat isu perkauman kerana Malaysia sudah masak sgt dgn ragam mereka ini sejak komunis lagi dan tentang penyerahan singapura kpd.kaum cina ini kerana terpaksa.Kalau orag cina diIndonesia pula saya umpamakan mereka ini sbg. duri dalam daging bagi bangsa Indonesia serta maling kepada bangsa Indonesia itu sendiri…mereka hidup atas nama bangsa Indonesia tetapi sikap rakus tetap spt.kaum cina juga.walupun mereka ini adalah pendatang.dulunya disini..kenapa mereka maju…senang bangat jwpnya..kerana mereka bersatu.
    Sebut saja tentang akhbar Indonesia siapakah pemiliknya…seperti Kompas.Sudah semestinya milik kekal org tiongkok…yg. 80% adalah milik mereka yg.boleh menguasai bangsa indonesia serta pemikiran bangsa Indonesia itu sendiri..utk menutup akan kesilapan kaum mereka baik di Malaysia,singapura ,Hong Kong kerana perbuatan kaum merekalah yg.menzalimi TKI lalu di bangkitkan isu Malaysia menzalimi PEMBANTU RUMAH INDONESIA (98% org cina yg.mendera TKI)…kenapa tidak di singapura atau hong kong?Sbb kedua2 negara itu kepunyaan bangsa mereka…sendiri.lebih baik menaikkan semangat org.melayu atau islam Indonesia disini agar membenci bangsa melayu di Malaysia …maka terjadilah keji mengeji antara dua bangsa serumpun ini.Lalu tertutupla akan kesalahan kaum mereka tanpa disadari oleh bangsa melayu Indonesia ini.Bakar bendera Malaysia,ganyang Malaysia,malingsia,dan macam2 lagilah.tanpa disadari oleh bangsa Indonesia yg mereka telah diperbodohkan oleh bangsa Indonesia tiongkok ini.Mereka ini amat bijak menutup sifat keji mereka dan bagi mereka org.melayu shj yg.boleh menjatuhkan org.melayu itu sendiri.,kerana mereka sudah cukup masak dgn. org melayu bangsa Indonesia.Lain pula org.melayu Malaysia,kalau org.melayu Indonesia menghina mereka ,mereka menerimanya dgn sedih akan kutukan itu dan mendiamkan diri atas sbb.ikatan persaudaraan yg.telah wujud sekian lama dan tahu tahap pemikiran bangsa melayu disana(maaf bukan menghina),dan tidak mahu org kafir mengambil kesempatan keatas kelemahan org.melayu itu sendiri kerana org melayu disini telah belajar dari org.cina disini akan pentingnya menjaga kaum mereka walau dimanapun mereka berada,tetapi kalau org melayu dihina oleh bangsa lain spt.org.cina atau india,kami akan bersatu dan tidak akan teragak2 utk.melakukan sesuatu utk.mengajar mereka supaya menghormati ketuanan org.melayu disini, serta kedaulatan raja raja melayu yg.tidak boleh dipersoalkan akan ketuanan bangsa melayu ini dan sudah termaktub didlm perlembagaan Negara akan kuasa raja raja melayu, kerana itulah org.melayu disini dididik agar menjaga silatulrahim antara sesama islam kerana hanya org.islam shj yg dpt.membantu org.islam ketika didalam kesusahan.
    Kerana itulah org.Malaysia menganggap bangsa Indonesia ini terlalu emosional,bangsa lain yg.membuat onar,bangsa mereka sendiri yg.dikutuknya tanpa melihat sendiri atau siasat dahulu seolah2 apa yg.ditulis didada akhbar mereka semuanya benar belaka.Inilah kelemahan bangsa Indonesia.Bila buat demontrasi di Indonesia adakah kaum cina,kristian,hindu sbg warga Indonesia itu bersama2 membuat demontrasi..fikir2la..wahai sdr ku sekalian.Mereka hanya menunggu masa utk menjatuhkan melayu Indonesia ini.Melayu Indonesia hanya pandai berdemontrasi,mereka spt.tiongkok,hindu,kristian menjadi semakin kaya disana tanpa demontrasi pun mereka dpt.hidup senang.Apa jadi dgn melayu Indonesia…biarin aja mereka yg.macam anjing2 itu.bilang mereka.kami disini senang 2aje….Pedih telinga mendengar perkataan itu yg.keluar dari mulut mereka ini yg.mengaku berbangsa Indonesia tapi hanya pandai mengutuk bangsa melayu Indonesia agar mereka terus hanyut dan menjadi hamba ditanah air sendiri…bersatulah wahai saudara islamku,jangan hanya perkara sebegini akan hancurnya melayu dinusantara ini.marilah bersatu atas nama serumpun kerana sengketa itu membawa padah dan mahukah kita diperbodohkan oleh bangsa lain yg.memang menunggu masa utk menjatuhkan Indonesia dan Malaysia.InsyaAllah akan saya kupas lagi dimasa akan datang..wasallam buat sdrku.disana.Moga kita baik2 saja……InsyaAllah…….

  12. Sunaryo says:

    Aku dah beli STB-nya, tapi sepertinya uji coba dan berakhir. Setelah aku beli trus aku setting seperti yang tertera di brosur, dan ternyata dah gak ada siarannya. Semua channel yang tertangkap cuman blank hitam kelam. Sepertinya uji coba dan selesai dan entah kapan akan dimulai program tv digitalnya, paling ganti menteri ganti pula kebijakannya.

  13. Nanti Tv analog disebutnya jadi TV classic dan harganya akan menarik, hehe pelihara baik2 Tipiku aaah :P

  14. wahduh baru kemarin beli tv baru yg model lama trus gimana nih kalo di jual lagi ya tekor bisa, tapi thanks posting yang menarik

  15. Assalamualaykum Gam,
    terima kasih info TV Digitalnya. Mbak diah ada beberapa pertanyaan :

    1. Jika Indonesia sudah menggunakan TV Digital, apakah iuran TV yg selama ini diterapkan (spt petugas dtg ke rumah-rumah buat narikin iuran TV ) masih akan diberlakukan, ataukah diganti dengan cara yg lain ?

    2. TV model Mivo TV ( yg slm ini mbak ikutin ) melalui internet untuk memantau acara dan berita Indonesia, jg termasuk TV Digital ?

    3. Jk TV Digital menggunakan ADSL, linknya akan lancar, krn selama ini mbak komunikas dengan kakak dan adik menggunakan skype saja kalo di bawah jam 10 malam suka putus-putus.

    4. Di sini mbak menggunakan TV HDMI, apakah ini jg termasuk TV Digital

    Maap banget nih pertanyaannya banyak, maklum pertanyaan orang awam, tp lebih baik bertanya khan daripada bingung sendiri. Ditunggu ya jawabannya, dan terima kasih sebelumnya.

    wassalam,
    mbak diah

  16. vitamins says:

    informasi yang sangat bagus pak rosyidi,tapi apakah sinyal digital bener2 bagus,trus bagaimana jika rumah saya berada di belakang gedung…thanks dah bagi2 info nya…iwill back again
    to read another posting.

  17. maya says:

    trus nasib rakyat kecil gmn y? mereka gak mgkin bs punya tv digital:(

  18. syafrudin says:

    harus siap demi kemajuan bangsa ini di era digital

  19. mending langganan tv kabel, konten jelas… ga cuma sinetron tapi acara bermutu…. :)

    Rosyidi :Yup bener banget. Kalo saya pribadi lebih jarang nonton TV. jd ya gak dua2nya :)

  20. poer says:

    aku dah beli stbnya polytron lokasi depok, baru beli langsung aku coba hasilnya cling banget baru lima hari ilang semua sampe sekarag kira2 kenapa ya apa stbnya rusak tolong donk

  21. mr.jeck says:

    yg jd pertanyaan sy…, apakah dg beralihnya sistem analog ke digital ,terutama utk siaran tv nasional yg sdh memasyarakat trs nti2nya kena iuran?? awalnya kita hanya beli perangkat dekodernya aj n free gk ada by apapun… tp selanjutnya????he he… tggu aj. menurut bos rosyidi gmn?

  22. komeng says:

    heh kamarul km ini tukang adu domba ya !!,masa topiknya tv digital km malah bicara tentang yg lain….
    klo pengen perang km ke irak sana aja jgn malah mengadu domba negara indonesia…kita hidup didunia ini TIDAK MUNGKIN TANPA WARGA ASING TAUK !!
    jgn kayak orang gunung aja loe,pintar maen internet tapi pikiran picik dan munafik !!

  23. manurung says:

    apakah tv digital yg dimaksud dsini sama dengan yg skarang kita pakai parabola atau tv berlanggan lainnya,seperti;indovision,ok tv,yes tv,dll.Apa kita cukup beli decodernya saja ,atau ada antena khusus lagi.
    TRIMS

  24. Maulidiansyah says:

    Kampus UNISSULA di kota Semarang, Jawa Tengah, Indonesia sdh akan mendirikan stasiun TV Digital.
    Semoga saja segera terlaksana karena dari rencana ternyata sudah beberapa bulan mundur pendiriannya.

Trackbacks

Lihat apa opini orang-orang tentang artikel ini...
  1. [...] seluruh dunia ada tiga standar TV digital, yaitu: Digital Television (DTV) di USA, Digital Video Broadcasting Terrestrial (DVB-T) di Eropa dan Integrated Services Digital [...]



Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3