Silakan copy paste asal...
SPAM Tampilan Baru
5,273 views
Feb 13

Saat ini bukan hal aneh lagi jika kita melihat sepasang remaja bergandengan tangan, bermesra-mesraan, bahkan berciuman di tempat umum. Pacaran, itulah sebutannya. Tidak memandang usia, baik mahasiswa, SMA, SMP, bahkan anak SD pun sudah ada yang mengarah kesana. Seakan-akan hal ini sudah menjadi budaya bangsa kita ini.Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari perkenalan sebelum menuju ke jenjang rumah tangga hingga ada pula yang hanya untuk bersenang-senang.

Lalu, bagaimanakah pandangan Islam sebenarnya tentang hal ini? Dan bagaimana “pacaran” yang islami?

Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. Sabdanya : “Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (Hadis Shahih Muslim No. 2282)
Jika kita melihat dari Hadis Shahih Muslim tersebut, sudah jelas-jelas bahwa Pacaran itu termasuk Zina.

Zina Mata = Memandang
Zina Telinga = Mendengar
Zina Lidah = Berkata
Zina Tangan = Memegang
Zina Kaki = Melangkah
Zina Hati = Ingin dan Rindu

.

Memang ini semua masuk dalam kategori Zina kecil. Tapi ini semua menjadi pintu untuk melakukan Zina besar (ML/Making Love), seperti dijelaskan pada akhir hadis yang berbunyi “…sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.”

Kenapa? Karena tidaklah mungkin orang akan berzina besar, jika zina kecil ini tidak dilakukan terlebih dahulu. Dan bisa kita saksikan sendiri, sudah banyak poling yang menyatakan bahwa lebih dari 50% remaja yang yang pacaran sudah pernah melakukan ML. Jadi meskipun zina kecil, hal ini juga tetap haram hukumnya.

Hukum Zina

Al-Imam Ahmad berkata: “Aku tidak mengetahui sebuah dosa -setelah dosa membunuh jiwa- yang lebih besar dari dosa zina.”

Dan Allah menegaskan pengharamannya dalam firmanNya:
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali? dengan (alasan) yang? benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat …”
(Al-Furqan: 68-70).

Dalam ayat tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih.

Solusi

Sebagian dari kita, mungkin obat dari rindu adalah memandang foto, namun justru inilah yang akan menambah rasa rindu itu . Ada syair yang mengatakan : ? Dan kau mengira bahwa itu dapat mengobati luka (syahwat)mu, padahal, dengan itu berarti kau menoreh luka di atas luka.

Jadi, mengingat bahayanya, sebaiknya jika kita selalu menundukkan pandangan pada lawan jenis yang bukan mahram.

Dan di dalam Musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari Rasulullah:

“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.”

Nabi pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan”. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.”

Serta dalam Al-Quran dijelaskan:

“Dan hamba-hamba Ar-Rahman, yaitu mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Al-Furqan: 63).

Jadi kunci pertamanya adalah menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga langkah, serta menjaga pikiran. Namun, jika anda tidak berhasil, maka solusi satu-satunya adalah menikah.
Pacaran, sebagian menganggap ini adalah hal wajar untuk mengenal lebih dekat sebelum melangsungkan pernikahan. Pacaran bukanlah jaminan langgengnya suatu hubungan berumah tangga. Contoh nyatanya bisa anda lihat pada pasangan-pasangan selebriti kita. Banyak sekali dari mereka yang cerai, walaupun sebelum menikah mereka berpacaran dahulu dalam waktu yang cukup lama. Maka, solusi yang benar adalah ta´aruf.

Ta´aruf, mengenal dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip islami. Biasanya dilakukan di rumah pihak wanita, dengan menggunakan hijab (penghalang yang tidak memungkinkan kita untuk bertatapan secara langsung), dan dengan didampingi oleh muhrim pihak wanita. Kaku? Memang, tapi inilah cara yang sebenarnya. Tetapi dengan kemajuan teknologi, mungkin hal ini bisa dilakukan melalui telephone, email, atau mungkin chating. Tentunya dengan tetap mengedepankan norma-norma Islam.

Semoga kita terhindar dari hal-hal yang diharamkan Allah. Amin

Di Edit Ulang 4 Maret 2008. Menghilangkan “Nikah dulu Rumah Tangga Kemudian” yang diambil dari buku M.Fauzil Adhim.

Penulis :

Agam Rosyidi

Referensi :

Al-Quran, penerbit J-Art
Terjemahan Hadis Shahih Muslim, penerbit KBC
Indahnya Pernikahan Dini, oleh M. Fauzil Adhim
Jangan Dekati Zina, oleh Imam Ibnu Qayyim Al-jauziyah

Masukkan email anda:

  
Langganan Berhenti Langganan  


Related Posts

94 Comments to “Pacaran = Zina”

  1. upiet Says:

    wah, manteb ni tulisannnye………

    Trimakasih ya, ni jadi mengingatkanQ kembali akan ilmuNya……

    Semoga barokah

    Doain aQ mau skripsi neh,…..

  2. Iko Says:

    menyentuh banget…

    makasih yaa Gam,…

  3. QZoners Says:

    Untung aku udah nikah…hehehe :d

  4. Boby Says:

    Jangan munafik.
    Emangnya kamu gak pernah??? :)>-

  5. Aa Gam Says:

    @ boby : Alhamdulillah. Kalau pacaran aku belum pernah.
    Tapi kalau melanggar hadis Shahih muslim 2282 tersebut, astaghfirullah, karena lemahnya iman serta ketidak tahuan, beberapa memang pernah aku lakukan. Semoga Allah menguatkan imanku.

  6. firdaus Says:

    wallahu ‘allam…
    Allah senantiasa memberi apa yg qt butuhkan, bukan apa yg qt inginkan…
    jazakumullah
    moga masing2 dr qt kaum muslimin, akan beribadah lebih baik.

  7. toim the shinigami Says:

    ternyata zina mata gak boleh yah, abis aq sering bgt nglakuin itu di warnet…:d

  8. rita Says:

    makasih artikelnya, mengena banget :)

  9. lia Says:

    artikel ini benar2 memberiku inspirasi agar aku menjauhi smua hal2 yang mendekati zina.AMIN.

  10. arifkurniawan Says:

    Hehehe, saya jadi inget tulisannya joesatch. Kalau ndak salah judulnya pacaran=anjing.

    hehehe

  11. mawar Says:

    Ass…….
    mo nanya… ada yg bilang chat, telpon.. dll tuh g boleh.. bagaimana menurut anda??? di atas sepertinya anda membolehkan??? tolong diperjelas lagi
    Wassssssss…………

  12. Agam Says:

    @11: Tergantung tujuannya. Kalau tujuannya untuk ta’aruf, hal itu setahu saya diperbolehkan. Kalau tujuannya bermesra-mesraan, dll itu baru yang tidak boleh. Tapi saya lebih menganjurkan melalui email, bukan chating dan telpon. Karena jauh lebih terjaga, insyaAllah. Ta’aruf berbeda sekali dengan pacaran. salah satu perbedaannya, kalau ta’aruf mempunyai batas waktu yang jelas (misalnya 3bulan), setelah itu langsung menikah. Kalau pacaran, tidak ada batas jelasnya. Sebenarnya masih banyak lagi perbedaannya, insyaAllah suatu saat saya akan membahas semua perbedaannya.

  13. no name.. Says:

    seyem banget gam…..?jadi takut….

  14. wong_pengen_tobat Says:

    aduhhh… agak sulit nich, mau tanya nicustadz agam, dapet jodoh dari chating kira-2 bagus nggak ya?

  15. Irma Says:

    Waduh gam, akhir-akhir ini di sekolahku ada kasus anak ciuman trus kita marahin tuh anaknya. Eh, orangtuanya gak terima malah kita dibilang guru yang gak ngikutin zaman. katanya begini “sekarang zaman modern hal itu wajar”. Kayanya tulisan ini pas banget deh kalo dikasih ke orang tua itu… makasih yah!!!!

  16. dhani Says:

    ;)=d>sukron khoiron katsiro, buanyak banget hal yang kupetik dr artikel ini. makasih, ternyata islamku masih kecil banget.wass.

  17. nn Says:

    mau nanya,,,,lagi bingung banget ;(
    bagaimana bila sudah pernah terlanjur melakukan?apakah tetap diminta p’tanggungjawaban walopun kita sudah bertobat??dengan apakah menghapus dosa itu?

  18. robot (tidak punya hati) Says:

    “…Tetapi dengan kemajuan teknologi, mungkin hal ini bisa dilakukan melalui telephone, email, atau mungkin chating.”

    telephone? zina mendengar dongggg… email? chatting??? bisa nambah rindu.. zina hati donggggg. gimana nich????

    solusinya gini aja, laki2 dan perempuan hidup di dunia terpisah sampe mereka pantas menikah, bisa ga?? bisaaa, tapi nanti malah sesama laki2 dan perempuan yang berzina. hiii ga bisa dong..

    atau gini aja… merem terus biar ga zina mata, sumpel telinga biar ga zina telinga, jangan ngomong biar ga zina mulut, jangan bergerak biar ga zina tangan dan kaki, jangan punya hati biar ga zina hati (robot???)

    naah itu baru solusi namanya.

  19. fay Says:

    setuju banget deh ama pendapat Agam..artikel ini perlu disebarluaskan sehingga acara2 sinetron di TV banyak maksiatnya bisa disensor..bukan dianggap hiburan tapi racun yang membahayakan..

  20. abdoel Says:

    ass,, to,,all,,,

    Memang jika d dunia ini tidak ada agama, tak tau jadi apa dunia ini.
    apalagi kalo ga ada agama!!!!
    saya sangat setuju BAHWA Pacaran itu membuat kita Rugi yang sangat banyak……..
    di samping kita dapat dosa, kita juga rugi segala galanya.
    misalnya:
    1. kita tidak bisa konsen atas apa-apa yang kita cita-citakan (mengganggu belajar)
    2. dengan pacaran, kita buang-buang pulsa. dll,,,,,

    wass,,,,,,

  21. Pacaran Islami Says:

    Memang, ada jenis pacaran yang terlarang (yang mendekati zina, syirik, munafik, dsb). Namun, ada pula jenis pacaran yang tidak terlarang. Bahkan, pacaran dalam arti “bercinta sebelum peminangan” seperti yang disebut dalam artikel 12 Alasan mengapa bercinta sebelum menikah dianjurkan oleh Abu Syuqqah.

  22. Agam Says:

    @ 14: Maaf, sebagian ulama melarang, ada pula yang memperbolehkan, saya akan mencari dalil dalil yang mendukungnya terlebih dahulu.
    @ 15: Astaghfirullah, saat ini mungkin karena pengaruh tontonan TV.
    @ 16: Sama, saya juga masih belajar tentang Islam yang benar (menurut Al-Quran dan As-Sunnah).
    @ 17: Jika terlanjur melakukan, STOP saja. Perbuatan yang anda lakukan sebelum anda tau hukumnya insyaAllah diampuni Allah. Menghapusnya dengan mengubah perilaku kita.
    @ 18: Solusinya simpel. Nikah. Semuanya jadi halal setelah menikah.
    @ 19: Saat ini TV memberikan dampak buruk bagi Masyarakat. Kecuali beberapa chanel seperti MetroTV, BBC, CNN, dll.
    @ 20: setuju, Pacaran = Pemborosan.
    @ 21: Memang saat ini banyak perbedaan pendapat para Ulama tentang hal ini.
    Memang Ulama Ikhwanul Muslim cenderung memperbolehkan hal tersebut. Saya belum tau dalil yang dipakai. Seharusnya dicantumkan juga dalil yang memperbolehkannya. Artikel saya ini condong kepada pendapat Ulama Salaf, karena mereka memiliki dalil yang lengkap dalam menafsirkan suatu hukum. Sedangkan solusi “nikah dahulu, rumah tangga kemudian” yang ada pada artikel ini berasal dari pendapat para Ulama Ikhwanul Muslim. Dalam pendapat Ulama Salaf hal ini sebenarnya ditolak, karena salah dianggap salah dalam menafsirkan dalil.

    “Rauslullah Saw bersabda, siapa saja yang menafsirkan Al-Quran dengan pendapatnya sendiri dan benar, maka ia tetap dianggap salah. (H.R. Tirmidzi No.2952)

  23. yudi Says:

    ya qjjl …. aku adlah mahluk yang lemah … aku telah melakukan dosa… dan zina … semoga aku tidak terjerumus dalam zina besar lindungi aku ya qjjl …
    aku yakin Engkau akan melindungi saya …. hamba yang hina ini
    saudaraku .. janganlah mengikuti panah-panah setan yang akan menjerumuskan dalam dosa yang akan menenggelamkan kita dalam lautan darah dan nanah yang bau dan mendidih … ingatlah saudaraku penyesalannya … akupun akan tobat-tobat-tobat saat ini juga ya qjjl terimalah taubatku ini

  24. kintan Says:

    hwuaduh…ya susah klo gt,nikah kan sakral banget…dan kt masih perlu milih-milih….masa iya kalu kt suka sama orang langsung ke pernikahan?padahal jatuh cinta itu mustahil hanya sekali……….iya apa ndak?

  25. Agam Says:

    @ 24: milih-milih boleh tetapi dengan cara yang halal yaitu ta’aruf. :)>-

  26. april Says:

    haiii…..

    Rosyidi :haii juga :)

  27. kintan Says:

    tambahan mas agam….rindu/kangen itu bukan zina hati lho!!!

    Rosyidi :Kenapa bukan?Tolong dijelaskan.

  28. muslimah fkg `03 Says:

    Assalamu`alaikum…agam syukron khair atas warningnya,astaghfirullah aq merasa munafik skali,di salah satu sisi sdh mengetahui pacaran=zina tp sulit rsnya menolak rs yg tll manusiawi ini..bersyukurlah tmn2 smua yg mgkn blm pernah merasakan rasa yg saya rskan skrg,CINTA lawan jenis suatu hal antara halal&haram tgt wkt&situasi yg tpt utk bs m`bedakannya.mohon advisenya y akh..bgmn cr/kt2 yg islami utk memutuskan ikatan haram ini.Jazakumullah

    Rosyidi :Untuk memutuskan ikatan tersebut, perlu adanya komitmen yang kuat dari kedua belah pihak. Ya, memang rasanya berat, tapi lambat laun insyaAllah akan menjadi ringan. Jika ingin mempersiapkan hubungan rumah tangga, agar diridhoi Allah, maka jalannya pun harus baik. Kebetulan tadi pagi(9/7 07) di TPI ada pengajian yang membahas masalah ini. Pembicaranya aku tidak tau namanya, karena telat. Syeikh siapa gitu… Bukan orang Indonesia. Kalau menurut beliau, justru pacaran, ta’aruf, itu tidak perlu, kita pasrahkan saja pada Allah, Sholat istikhoroh, dan insyaAllah akan ditunjukkan yang terbaik.Wallahua’lam bishowab.

  29. Irjaf Says:

    Ass….
    mas,ane mo tanya kalo menurut sampeyan gimana orang yang belajar tentang kitab kuning di pondok pondok dan bagaimana islam yang di ajarkan oleh wali songo?
    bagaimana tentang anggapan sampeyan bahwa bid`ah itu ada dua yaitu bid`ah dholalah dan bid`ah khasanah ditinjau dari madzhab Abduh dan wahabby?
    dan juga bagaimana pendapat sampeyan tentang maraknya penyebaran madzhab abduh dan wahhabby di kalangan pelajar dan para cendekia saat ini?
    wallahul muwafiq illa aqwamithorieq…….
    wss…

    Rosyidi :Walaikumsalam..kitab kuning ada yang benar, adapula yang tidak. Hampir sama dengan buku sekarang. Yang dipakai dipondok juga, tergantung pondoknya pakai kitab apa.
    Kalau walisongo, kebanyakan hanya sebatas cerita, tidak diketahui bagaimana ajarannya yang sebenarnya. Apalagi dulu pernah ada filmnya, dan sangat dilebih2kan. Walisongo bagaikan orang sakti mandraguna, bisa magic. Padahal kenyataannya kemungkinan besar tidak seperti itu. Tidak ada bid’ah hasanah. Kita tidak perlu menambah2i ajaran agama kita yang sudah sempurna. Contoh, kalau merasa sholat subuh kita koq sedikit ya, cuma 2 rakaat, lalu kita menambahi menjadi 4 rakaat. Bolehkah? Maksudnya baik, tapi jika sebab, ukuran, cara, waktu dan tempatnya salah, tentu saja tidak boleh.
    Berbagai macam pemikiran telah menyebar diantara kita. Yang jelas kita harus selalu menjadikan Al-Qur’an dan Hadis sebagai pegangan hidup kita.

  30. rohmatun Says:

    gini ya mas/pak agam saya setuju sekali,ya kita hidup di dunia harus berusaha menjalankan segala perintahNYA karena hidup akan mulia dengan tetap lurus di jalanNYA,jangan takut kita g laku/gmn,kita yakin klo kita tetap menjaga ALLAH maka ALLAH kan menjaga kita juga.wah saya begitu semangat membahas ini karena penting tuk kita ketahui,sebagai solusi dari semua ini hanya satu kita abadikan cintaNYA ALLAH dlm hati ini,hanya ini yang bisa mengatasi segala masalah dalam hidup ini,makasi n wassalam.

  31. Rahmatul Qadri Says:

    :) subhannallah ya. alangkah bagusnya kalau generasi muda tau akan hal ini, saya tertarik artikel ini, bagus buat Agam yg sudah mengupas wacana ini, saya saja sudah susah2 meyakinkan pelaku pacaran bahwa yg dilakukannya itu adalah tidak benar. namun yaaa justru itu yg di sebut dengan tantangan dakwah.
    kalu memeng serius JANGAN Pacaran dong ya…[-(
    langsung aja Pinang, kan lebih jantan dan bertanggung jawab.:):)>-

    Rosyidi :Betul juga. Pacaran menandakan ketidak seriusan seseorang. Terima kasih masukkannya.

  32. nuuuu Says:

    sya tkut khilangan dy, tpi sy jg tdk mw melakukan itu karena saya tau itu dosa. bagaimana caranya saya memberi pengertian kepada dy. padahal saya sudah berjanji kepada diri saya untuk tidak mengulangi hal tersebut. saya malu dengan diri saya. tapi di lain pihak saya juga ingin melakukanya. bagaimana solusinya?saya benar2 bngung. sy tkut kl suatu saat sy akan mendapatkan balasan dr-Nya.mohon bimbingan

    Rosyidi :Tidak usah takut kehilangan. Allah yang menentukan jodoh kita. Meskipun dikejar2, kalau belum jodoh tidak bakalan ketemu, begitupula sebaliknya. Pasrahkan saja kepada Allah, insyaAllah dia akan menunjukkan yang terbaik buat kita. Allah yang menciptakan kita, tentu tau siapa yang sesuai dengan kita. Sebenarnya solusinya adalah nikah. Kalau belum siap nikah, ya harus ada komitmen yang sungguh2 dari kedua belah pihak untuk tidak melakukannya lagi. Allahu yahdikum. Semoga Allah memberimu pentujuk.

  33. Tukeranlink Says:

    Kalo ada orang yang pacaran satu minggu terus nikah gimana?
    Jadi intinya bergantung ama niat.
    Dalam ta’aruf bisa aja melakukan hal2 yang dilarang, meskipun tujuannya udah pasti nikah.

    Zina mata sangat sulit dihindari.
    Kita berada ditengah2 banyak hal yang secara syar’i gak boleh dilihat.
    Zina hati apalagi.

    Dan banyak hal di seputar kita yang menyulitkan untuk menghindari zina.
    Di zaman sekarang, tontonan maksiat meraja lela. Dimana hal tersebut semakin memacu perkembangan psikologis anak. Anak2 sekarang lebih cepat dewasa. Mendapat haid dalam usia lebih dini. Mengenal seks (secara samar2) lebih cepat daripada seharusnya.
    Akan tetapi dunia pendidikan kita tidak mendukung.
    Anak SD aja udah tau pacaran, akan tetapi tamatan SMA belum bisa cari uang untuk menafkahi diri sendiri.
    Remaja tersiksa dalam masa yang panjang. Punya pengetahuan seks, tapi gak bisa dan gak siap berumah tangga.
    Akibatnya jalan keluar yang mereka cari adalah pacaran.

    Hi hi, sorry. Comment saya gak runut ya. Lompat2.
    Kalo masalah pacaran, saya angkat tangan deh.

    Dari cerita2 teman yang jebolan pesantren, malah banyak oknum yang melakukan praktik seks bebas secara diam2.
    Tau bahwa pacaran dilarang, tapi libido gak terbendung.
    Ironis sekali.

    Karenanya saya mengkhayal, kapan dunia pendidikan kita bisa menghasilkan orang2 seperti Usama bin Zaid.
    Dalam usia begitu muda udah bisa jadi panglima.
    Jika dunia pendidikan kita berhasil, maka kita gak akan pusing dengan masalah pacaran.
    Begitu tahu anak2 kita mengarah ke pacaran, langsung aja dinikahkan.

    Ups, masih lompat2 juga comment saya.
    Mudah2an aja masih nyambung dengan postingan dan gak bikin bingung.

    Rosyidi :Karena itulah namanya dibedakan. Kalau melakukan hal2 yang dilarang ya jelas saja namanya pacaran, meskipun hanya satu jam langsung nikah.
    Zina2 tersebut memang sulit juga bagi kita yang berada ditengah2 kemaksiatan yang sudah merajalela. Namun perjuangan kita untuk menghindari hal itulah yang insyaAllah diperhitungkan oleh Allah. waallahua’lam bishowab.
    Tentang nikah dini, memang di Indonesia hal ini masih dianggap kurang pantas. MBA oke, tapi nikah dini dipertanyakan seribu kali.

  34. kintan Says:

    halah mas….sampeyan tahu ndak apaan tuh KITAB KUNING??????
    klo gak tau jangan sembrono….coba deh sampeyan mondok…..
    sampeyan bakalan tau apaan tu KITAB KUNING
    lha iya emang wali songo itu sakti…mereka adlh WALIYULLOH yang diberi karomah ma gusti Alloh….tau karamah ndakkkk????
    afwan jiddan,bukannya saya sok ngasi tau….tapi salah satu syarat menjadi ahli sunnah wal jamaah ialah mempercayai ulama…termasuk ijtihadnya juga!!!!!
    mas agam tolong mondok dulu deh…..setahun dua tahun jg gpp….apalagi klo mondok di ponpes salafiyah….akan ada banyak ilmu yang sampeyan dapet untuk menegakkan ukhuwah islamiah

    Rosyidi :kitab kuning itu maksudnya kitab klasik, jaman dulu belum ada kertas putih, yang ada kertas berwarna kuning (lebih tepatnya oranye), makanya disebut kitab kuning, kitab2 itu ditulis oleh ulama2 terdahulu. Nah jadi tergantung siapa yang menulisnya. Contoh salah satu yang menyimpang kitab kuningya sufi, puncaknya penyatuan diri dengan Allah, wihdatul wujud. Kitab kuning memang identik dengan arab gundul, tapi sebenarnya sekarang tidak seperti itu. Banyak yang sudah diterjemahin, misalnya riyadhus salihin, ibnu katsir, dll. Di al umm karya asy-syafii itu banyak peringatan keras ttg bidah lho..
    kalau masalah wali songo, misalkan cerita sunan kalijaga yang tidak solat 3 bulan karena jaga kali. Benarkah ini? Darimana kita tau otentik tidaknya cerita ini. Banyak cerita2 walisongo yang berkembang, bahkan ditambah2i. Allahua’lam bishowab.
    Mempercayai ijtihad ulama, tapi tidak semua ulama. Kalau ulamanya sesat seperti ahmadiyah, lia eden, dll. Tentu tidak bisa kita ikuti ijtihadnya kan.
    Seperti inilah yang aku tau tentang kitab kuning dan walisongo. Bagaimana menurut anda?

  35. kintan Says:

    ohya…satu lagi,kata sapa sholat subuh jadi 4 rakaat…..sampeyan maksud barengan ma shalat rowatibnya tah????

    Rosyidi :Siapa yang suruh shalat subuh 4 rakaat? Aku disitu cuma ngomong. Kalo bid’ah hasanah itu ada berarti boleh donk kita menambahi rakaat shalat kita. Tentu tidak kan! Karena itu tidak ada bid’ah hasanah.

  36. kintan Says:

    bid`ah hasanah emang ada kok….tapi bukan berarti kita boleh nambahin jumlah rakaat kita karena hal itu udah pasti gak boleh.
    klo kitab kuning yang aku maksud,tolong sampeyan mondok dulu deh….susah ngejelasin klo kita gak belajar dhewe(abis ini kan pean lulus jadi dokter,sekalian aja mondok!!he2)
    walisongo yang jelas emang waliyullah,dan aku rasa sebagai muslim yang baik kita patut meneladani sifat baik beliau semua,jangan dilihat dari nyeleneh tidaknya perbuatan mereka,karena merekalah yang membawa islam ke tanah jawa…maaf ya agam….sepertinya gak akan ada habisnya membicarakan soal ini…mn,maw mondok???he2

    Rosyidi :Ya, tidak semua ilmu harus didapat dari mondok kan…Saat ini masih fokus kuliah dulu. Kitab kuning sekarang sudah banyak terjemahannya. Jadi walaupun tidak mondok bisa juga kita mendapatkan ilmunya.Soal bid’ah dikitab kuning banyak yang melarangnya. misalnya kitab kuning Al-Umm karya Syafii.

  37. kintan Says:

    :-w

  38. kintan Says:

    ohya agam,ada yang terlupa,klo liat dari artikelmu,aku bisa nyimpulin klo kita boleh menikah dahulu,berumah tangga kemudian,ya kan???
    lha bagaimana dengan kewajiban2 suami istri…apakah masih dijalankan,bukannya klo kita udah nikah,sang suami wajib menafkahi istri lahir bathin….dan istrinya juga kudu nurut suami,pamit suami kemana-mana….apakah kwajiban itu ditinggal??masak boleh???

    Rosyidi :Aku tidak mengajurkan seperti itu. Disana aku hanya memberikan solusi dari berbagai sumber. Nah yang itu dari ulama Ikhwanul Muslimin. Memang tidak semua ulama sependapat dengan itu. Ulama yang memperbolehkan hal itu karena mereka anggap keadaan sekarang darurat. Jadi kalau tidak dibuat semacam itu, maka jatuhnya kan lebih bahaya, yaitu zina. Kalau aku sendiri lebih memilih nikah langsung rumah tangga.

  39. Maya Says:

    Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

    Ustadz yang dirahmati Allah SWT, saya adalah wanita yang sudah mengetahui tentang hukumnya berzina, namun pada akhirnya saya khilaf dan melakukannya. Sekarang saya sadar dan ingin bertaubat. Seorang sahabat Rasulullah pernah mengadukan diri bahwa dia pernah berzina, setelah 3 kali datang akhirnya Rasul memenuhi permintaanya untuk dihukum RAZAM. Apakah memang hukuman RAZAM adalah jalan satu-satunya untuk menebus kesalahan saya?
    Jazakalloh khoiron katsir

    Rosyidi :Wa’alaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Maaf saya bukan “ustad”. Kalau bertaubat dengan sebenar2nya, insyaAllah Allah akan mengampuni. Bertaubat dengan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang sama, dan perbanyak amal salih. Allah Maha Tau apa yang ada di hati kita. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita semua. Untuk hukuman rajam, dinegara kita tidak mendukung hukum tersebut. Karena dari itu satu-satunya jalan yang bisa kita lakukan hanyalah bertaubat. barakallahu fiikum.

  40. kintan Says:

    agam,skali lagi…kata sampeyan bid`ah hasanah gak ada khan????
    bagaimana dengan tahlilan untuk jenazah??
    bagaimana dengan menalqin mayit??
    bagaimana dengan membagi sekolah menjadi kelas2 dan jenjang2 tertentu??
    sedari dulu aku tanya di email sepertinya sampeyan ngeles terus….
    ralat,dulu aku pernah bilang sampeyan ttg sahabat nabi,umar yang memuji kebaikan suatu bid`ah…ternyata bid`ahnya yaitu shalat terawih berjamaah.afwan salah…he2

    Rosyidi : Siapa yang ngeles.. :p Bukankah mbak yang selalu ngeles. Setiap aku bertanya masalah dalil, mbak selalu menyuruh saya mondok. Bagaimana kalau kita pindah ruang diskusi saja ke http://rosyidi.com/sodaqollahul-adzim-bukan-penutup-bacaan-al-quran/ ?
    Disana lebih cocok untuk berbicara masalah bid’ah. Beberapa sudah aku jelasin disana. Bahkan ada pula fatwa dari Yusuf al-Qardhawi juga. Baca yang itu dulu ya.. :)

  41. Fadly Says:

    Asalam Mu’alaikum,

    Seru juga yaa…
    Setelah baca saya tertarik ngasih komentar, apa lagi sama ‘kintan’
    kalo menurut saya, bid’ah hasanah tidak ada, jelas-jelas kata Rasulullah, bagi pelaksana bid’ah tempatnya di neraka. Kalo masalah sholat tarawih itu adalah perbedaan pemahaman hadistnya, bukan mengada-ada, kalo ngga ada dasar baru masuk ke bid’ah. Tuntunan dalam islam adalah Qur’an dan Sunnah, ijtihad kalo diperlukan. Ijtihad pun dilakukan oleh ulama, bukan ‘ulama’ karbitan yang hapal juz 30 trus udah ngeluarin ijtihad pula.
    Kalo cerita wali-wali itu saya pun setengah ngga percaya, soalnya yang menceritakan kebanyakan orang yang tidak terpercaya, bayangkan saja, sebuah hadist saja diterima kalo riwayat penuturnya diketahui, sedangkan penutur riwayat wali-wali itu pada ngga jelas entah siapa. Kalo saya mendengar cerita itu ya sekedar mengambil hikmahnya saja, kalo tauladan cukuplah dari Rasullulah yang jelas diterangkan di Qur’an sebagai uswatun hasanah QS 33:21. ngga usah dari wali juga ngga papa.
    Mau kitab kuning, hijau, putih atau apalah, yang penting tidak bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah bisa diterima, makanya hati-hati dalam mencari ilmu. Benar kata Agam, kitab-kitab (buku) sekarang pun banyak yang menyesatkan. Ngga perlum mondok kok buat paham agama, kan kasian juga orang-orang arab itu kudu mondok ke indonesia yang ngga jelas ini buat mondok, apalagi minim 2 taun (hehehe) tetapi guru perlu! bahkan termasuk harus berguru!
    Salud saya buat Agam ini, pemuda yang menyampaikan kebenaran walau satu ayat. Mudah-mudahan kita dapat ’seat’ di surga.

    Saya senang dialog tentang Islam, kalo Agam mau ngasih alamat imel saya bagi yang mau bercerita ke saya ;)

    Wassalam

    Rosyidi :Wa’alaikumsalam. Gimana kalau kita pindah tempat saja ke : http://rosyidi.com/sodaqollahul-adzim-bukan-penutup-bacaan-al-quran/
    Sepertinya lebih tepat jika kita berdiskusi disana. Karena lebih berhubungan dengan bid’ah. Terlebih lagi sudah saya jelaskan panjang lebar termasuk tentang sholat tarawih, dll.

  42. kintan&irjaf Says:

    ass….
    ulama ikhwanul muslimin perlu diwaspadai lho…..
    bid`ah mnurut ahli sunnah wal jamaah:ada 2 jnis bid`ah,hasanah &sayyiah
    fainna kulla bid`atin dhola`ah,adalah sesungguhnya tiap2 bid`ah adalah sesat…

    kullu disini diartiin tiap2,padahal arti sebenarnya artinya sebagian…merajuk ada 2 makna kata kullu,yaitu tiap2&sebagian.(kullu kully&kullu kulliyah)

    ayat yg ngebeda`in:
    kullu kulliyah
    firman Alloh:
    kullu nafsindhaiqotul mayyit(cari`o ayat mana)
    artix:tiap2 org merasakan mati

    kullu kully
    firman ALloh: waja`alnaa minal maa`i kulla syai`in khayyin
    artix:dan telah kami jadikan dari air sebagian makhluk yang hidup

    kalo kulla syai`in disini diartiin tiap-tiap/segala sesuatu,maka ini bertentangan denagn kenyataan,makluk hidup gak hanya dicipta`in dari api doank,contohnya jin dari api,manusia dari tanah…..
    jadilah kullu disini punya dua arti…tiap2 dan sebagian……so,klo kamu bilang ada temen kamu yang dari mesir blg kullu artinya cm 1,jelas ajha…wong pusatnya aliran ikhwanul muslim dari sono….ati2 lho!!!!
    menyangkut artikel sampean yang berkata shodaqoolohuladhim bukan pnutup bacaan alqur`an….aku gak stuju…arti kalimat itu adalah “maha benar Alloh dengan segala firmanNya”apa gak boleh muji Alloh?????????thax
    wassaam

    Rosyidi :
    Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan. (Q.S Ali Imran : 185)

    “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Q.S Al Anbiyaa’ : 30)

    Kedua ayat itukah yang membedakannya? Jangan diterjemahkan sendiri. Coba lihat Al-Quran yang anda miliki. Itu aku ambil dari Al-Qur’an yang diterjemahkan oleh dewan penerjemah yang ditunjuk Menteri Agama no. 26 th 1967. Silakan lihat juga Al-Qur’an terjemahan lainnya. Sama semua.
    Al Anbiyaa’ ayat 30 tersebut menceritakan tentang teori Big Bang. Coba buka buku pelajaran SDnya lagi, gimana sih proses big bang itu :p

    Masalah Sodaqallahul Adzim, tolong dibaca lagi tanggapanku pada kometar2nya. Sudah saya jelaskan dengan sejelas2nya disana, disertai dengan dalil2nya.

  43. mbothe Says:

    ass.wr.wb.

    aa’ semuanya, mo tanya ni.
    gimana kalo nikah dengan anak dari sodara ayah.

    Rosyidi :
    Wa’alaikumsalam
    Dalam An-Nisa : 23
    Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan[281]; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu isterimu (mertua); anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan isterimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    Footnote : [281]. Maksud ibu di sini ialah ibu, nenek dan seterusnya ke atas. Dan yang dimaksud dengan anak perempuan ialah anak perempuan, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah, demikian juga yang lain-lainnya. Sedang yang dimaksud dengan anak-anak isterimu yang dalam pemeliharaanmu, menurut jumhur ulama termasuk juga anak tiri yang tidak dalam pemeliharaannya.

    Setahu saya sesuai ayat itulah, siapa2 yang haram dinikahi. Untuk anak dari saudara ayah, saya belum pernah menemukan dalilnya.

  44. tiens Says:

    wah…infonya berat bgt…
    tapi apa iya kita bisa???
    solae kdg hati ini suka merindu kan seseorang yg sebenere terlarang?
    pgn nikah tp cowoknya ga berani ?
    gmn donk?

    Rosyidi :InsyaAllah kalau ada kemauan pasti bisa. Kalau gak berani nikah, mengapa berani pacaran? Bukankah yang seharusnya kita takuti adalah Allah?

  45. rahyan Says:

    mas2….bid`ah menurut imam syafi`i,didukung oleh para ulama lainnya ialah:
    segala sesuatu yang diadakan(baru)dan bertentangan dengan al-quran,sunnah rasul,ijma para ulam atau atsar(para shahabat,maka itulah bid`ah sesat. sedangkan SUATU KEBAIKAN YANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL-QURAN,ASSUNAH,IJMA,ATAU ATSAR YANG DEMIKIAN ITU ADALAH TERPUJI.(Dr.Muhammad bin alwy al-maliky,dzikrayat wa nasabat: 109)

    ada jg pendapat laennya,aku tulis di artikel mas yang satue.

    Rosyidi :Sudah saya jawab di sana

  46. rokhim_efendy Says:

    siiiiiiiiip insyaalloh

  47. Nurul Says:

    :) syukran ya Mas agam…artikelnya menarik sekali,do’akan saya juga bisa menjaga hati ya………..

  48. heri Says:

    masalah pernikahan Rasulullah dgn Aisyah
    http://alikhwan.wordpress.com/2007/04/01/mempertanyakan-rasulullaah-menikahi-aisyah-umur-6-tahun/
    Saya sih lebih percaya berita diatas.. :D

  49. bo_riEf Says:

    :-w , saya masih bingung euy dengan menikah tapi belum boleh berumah tangga???

    saya haruis bagaimana atuh supaya saya bisa membenamkan hati saya dan juga yang namanya menikah tuh harus siap segalanya…

    Rosyidi :Sebagian ulama ada yang berpendapat bahwa menikah itu tidak harus langsung berumah tangga. Jadi kedua belah pihak masih kuliah dan berada di rumah orang tua masing2. Ini didasarkan karena urgensi menikah. Dimana situasi saat ini yang dianggap lebih aman menikah daripada tidak menikah. Jika belum siap materi dll, cara itulah yang disepakati sebagian ulama.
    Namun hal itu juga mendapat tentangan dari sebagian ulama lainnya, yang mengatakan bahwa dalil dan alasan yang dipakai untuk membenarkan “nikah dulu rumah tangga kemudian” itu tidak tepat.
    Jadi itu salah satu solusi yang dapat dibaca di buku Indahnya Pernikahan Dini karangan M. Faudzil Adhim.

  50. bingung Says:

    mas, masih jomblo ya? mang susah ya cari pacar?
    artikel di atas referensi dari mana?
    apa itu artikel berdasarkan pandangan yang anda tangkap?

    Rosyidi :Saya memang tidak tertarik mencari pacar. Langsung nikah aja. Bukankah diatas sudah saya sebutkan referensinya. Tapi dasar pemikirannya dari beberapa ceramah yang aku dengarkan di Masjid dan hasil tanya jawab dengan ustadnya.

  51. iseng ajah.. Says:

    Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ..oya..tertarik lawan jenis itu normal ga’ sih?…dosa ga’ sih?
    trus kalo anak kecil (misal smp, sma) dah terlanjur tertarik lawan jenis…apa solusinya harus segara nikah?…..

    ….oya…pernahkah kalian jatuh cinta?……
    bagi2x tips dong pacaran yang Islami dan ga dosa? dan tentunya biyar kita ga munafik mulu!!

    wassalam

    Rosyidi :Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Cinta lawan jenis tidak mengapa asal dng cara yang halal (menikah). Jika belum mampu menikah, puasa. Jika hanya jatuh cinta saya pribadi pernah, dan itu karena ketidak tauan saya, tapi tidak pernah pacaran.
    Sebenarnya tidak ada pacaran islami itu. Bisa dianalogikan dengan mabuk. Tidak ada mabuk yang islami.
    Kalo pengen pacaran, lakukan setelah menikah. Kan ada bukunya Pacaran sesudah Nikah.

  52. 14207 Says:

    kenapa seh d haramin padahalkan kita gk akan bisa tau sifat” si dy klo gk melalui masa pacaran!Menurut saya Pacaran itu bkn sesuatu yang haram!tapi kta sendiri lah yang membuatnya jadi haram!Sebagian orang yang tidak tahu malu lah yang membuat pacaran jadi haram!Memang benar klo begitu jadi haram..tapi banyak juga orang” yang beriman yang menghargai satu sama lain dalam berpacaran..dan juga pacaran itu dilarang hanya pada anak” yang blum cukup umur!seperti anak sd bahkan sma..karna kemungkinan besar anak” sd sampai sma belum paham betul apa artinya cinta..yang mereka tahu hanya mereka menyayangi lawan jenis lalu pacaran..allah tidak pernah melarang kt pacaran..!tapi pacaran lah sewaktu diri kta udah mengerti btul apa artinya cinta..dan kepribadian serta pilihan kita sudah mapan dan yg terbaik!!kemungkinan nya kecil jika kta ber pacaran sewaktu kta sd,smp,bahkan sma untuk melewati jenjang rumah tangga!!apakah mungkin kta yang sewaktu sd,smp,sma mau memapankan lawan jenis pilihan kta untuk menemani kta hinnga kta tua nanti dan sampai akhirnya salah satu dari kita d panggil ke hadapan allah.lagi pula jika kt pacaran seprti itu hanya akan membuang masa” yang sangat indah untuk bermain dan menuntut ilmu.dan hanya akan membuang tenaga dan waktu yang tdk akn pernah kembali lagi nikmati lah dl masa mudamu dan stlh kau mapan bru lah memilih yang terbaik untuk mendampingi hidupmu..begitulah comment dari saya..maaf lah jika ada salah kata karna tidak ada yang sempurna d dunia ini..

  53. opick Says:

    saya telah banyak melakukan perbuatan zina tapi dihati yang paling dalam saya selalu merasa berat didalam hati, seakan-akan saya merasa paling hina didunia ini, dan saya sangat mencintai pacarku itu, saya sudah bertahun-tahun pacaran, inginnya sih nikah tapi situasi yang tidak memungkinkan saya untuk menikah dengannya, tolong dong kasih tau solusinya saya ingin bertobat

    Rosyidi :Jika ingin meninggalkannya, tentu harus dihilangkan dulu faktor penghambatnya. Mengapa anda merasa sulit untuk meninggalkannya? Apakah karena lingkungan? Dimana lingkungan (teman2) anda pacaran semua, jadi gak enak kalo gak pacaran juga. Kalo itu alasannya, mungkin bisa hijrah. Pilih teman2 yang baik. Teman itu menggambarkan pribadi kita. Ada pribahasa “Jika anda ingin melihat pribadi sesorang, lihatlah pribadi teman2nya”. Karena memang gak jauh beda. Lingkungan sangatlah berpengaruh pada kepribadian kita. Rasulullah juga pernah mengingatkan untuk berteman dengan teman yang baik.
    Tidak memungkinkan untuk nikah tentu banyak sebabnya. Inipun saya tidak tau apa sebab yang menghalangi anda. Yang jelas, jika belum siap untuk menikah, puasa saja untuk meredam hawa nafsu.
    Kurang lebihnya saya mohon maaf. Hanya ini yang dapat saya sampaikan.

  54. Mufid Says:

    Ass. bang agam. Waduh… kalo begini susah juga yah…. ana punya sedikit pertanyaan…

    1. Kesimpulannya, pacaran itu Zina?
    2. Kalo ada perasaan cinta ke lawan jenis itu gimana hukumnya? Bukankah itu suatu hal yang normal? Atau justru ini tidak boleh?
    3. Jadi, para remaja dan anak muda sebaiknya tidak melakukan pacaran? Dan hanya melakukan itu saat ingin menikah? Nah…. ini dia. Di tv-tv kan banyak tuh sinetron dan felem tentang romatis-romatisan dan pacaran. Parahnya yang menjadi karakternya adalah para remaja. Tanggapan anta gimana?
    4. Apakah ada sumber yang menyatakan secara implisit bahwa pacaran itu zina?
    5. Selain 2 buku yang disebutkan di post, apakah ada buku/referensi tambahan yang bisa ana baca untuk memperjelas hal ini? Masalahnya ana pernah nemuin sumber (mungkin sumber ini tidak bisa dipercaya) yang mana menyebutkan bahwa pacaran itu fine-fine aja… (ana juga kurang begitu percaya dengan hal ini.)
    6. Lalu bagaimana pendapat bang agam kalo ada yang menyebutkan “kalau anak dilarang pacaran, maka perkembangannya terhambat”?

    Maaf kalo pertanyaannya kebanyakan. Terima kasih. Wassalamualaikum.

    Rosyidi :1. Ya, zina kecil. Jadi hukumannya bukan rajam. Itu menurut ustadku.
    2. Kalau sekedar cinta lawan jenis boleh. Asal tidak dilampiaskan dengan cara pacaran.
    3. Jangankan film kehidupan nyata aja bisa dilihat sendiri begitu maraknya pacaran ini. Dan tidak sedikit yang terjerumus lebih dalam lagi.
    4. Sumber tertulis belum aku temukan. Ini idenya aku ambil dari ceramah di majid. Yang semuanya rujukannya didasarkan pada Al-Quran, Hadis dan Tafsir.
    5. Pacaran Setelah Nikah, Kupinang Engkau dengan Hamdalah, Manajemen Cinta, dll. Banyak sekali gak mungkin saya sebut satu persatu. Coba antum lihat ditoko buku Islam.
    6. Pertama, akhirat lebih penting daripada dunia. Kedua, itu hanya dalih mereka yang pro pacaran, kenyataannya beda sekali. Antum bisa lihat kader2 dakwah di kampus yang tidak pacaran. Perkembangannya tidak ada yang terhambat sama sekali. Apa indikator bahwa perkembangan terhambat. Harus jelas terlebih dahulu.
    Anda bisa tanya ke ustad memahami hal ini jika ingin mengetahui detail lebih lengkapnya lagi.
    Waalahua’lam bishowab.

  55. Budi Utomo Says:

    Kalo gitu mah ga usa pacaran…..
    Duda aja ampe tua.. ahahah, repot banget… mati aja sekalian, biar ga banyak lakuin dosa.

    Rosyidi :Nikah solusinya. Bukan pacaran.

  56. Budi Utomo Says:

    Wiss, proxy g jalan.. ahahah padahal di indonesia g… ahhhhhhhhhhhh, dah ga usa pacaran.. susah banget

  57. Mufid Says:

    Nah itu dia tuh. Ana agak repot ngasih rekomendasi ke para remaja biar gak melakukannya.

  58. sugiardi Says:

    makasih tas posting’a

  59. ilfa Says:

    astaghfirullah,,,ternyata sholat ma puasa belom jadi jaminan buat masuk surga…
    makasih ya artikelnya…ngena banget…pas banged langsung nikam ke hati…hahaha…

    Rosyidi :he..he…he.. maaf bukan bermasuk melukai hati anda :)

  60. danasatriya Says:

    liat contoh koq dari selebriti.. kaya ga ada tontonan laen selaen infotaimen :-"

    seleb mah baik ato buruk ga usa dicontoh.. karena yang namanya seleb emang ga ada benernya :d

    iya, emang ga usa pacaran, hari gini gampang koq kalo mau cari pasangan yang tepat tanpa pacaran.

    balik ke zaman siti nurbaya, minta dijodohin, dan terima segala konsekuensi dari pilihan pasangan yang diberikan orang tua *enak, ga perlu berusaha dan laen laen,minta disuapin ampe nikah sekalipun * :)>-

  61. mr C jr Says:

    Assalamualaikum Wr Wb …

    Hm … numpang curhat dan nanya dikit nehh dikit aja … hehehe

    Pacaran … kl dulu kt teman aku, aku ga pacaran karena ga punya uang.. maklum dulu aku waktu kuliah, cuman anak kos yang pas2 an, makanya kalo ada cewek yang pdkt ama aku ato di jodohin aku pasti mau … tapi sejauh aku pacaran dulu cuman sampai pegangan doang… dosa …kayanya —> ya iya lah … :-(

    Trus waktu dah masuk kerja awal … dulu aku sempat deketin cewek … maklum pernah ngejombloh dah lebih dari 6 tahun .. heheheh, tapi sayang waktu itu selalu kaya na ada aja alasan untuk mutus … (rata2 karena ga di setujui ama ortu … ) …. trus yang terparah yang dua terakhir… (hehehehe jadi inget waktu aku tabrakan dulu ….. ) , dan yang terakhir … maaf aku bukan cowok yang tepat buat dia …..

    Akhirnya ibu saya menjodohkan saya dengan anak temannya, dia berjilbab anak rumahan, sabar, manis banget … dan banyak lagi (wallahualam …), saya cuman bisa bilang … insya4JJI dia lah istriku kelak di dunia dan di akhirat …..

    Temanku pernah bertanya apakah kami pacaran ? saya jawab tidak, tapi dalam hati saya menjawab … She’s my future wife …hehehehehe ,,,

    Saya bertemu dengan dia hanya 5 hari, setelah itu saya balik lagi ke jakarta, dia ada di Sulawesi … hati ini rasanya saat ingin berpisah … wah ribet deh … malahan sekarang kalo ga nelpon rasnya parah banget … rindu abis …

    Nah,…. yang saya mo tanyain … kita kan dan niat neh merit kang… berhubung saya mau nabung dulu, jadinya kita menunda hingga tahun depan ….. lagian dia juga blum kelar kuliah … nah lho …. hati ini sering banget rindu bahkan kalo lagi banget malahan ga bisa di ungkap kan dengan kata kata deh ….
    – trus kalo gitu masuk ke zina hati gak …. ? kan kita juga dah niat mo merit ….

    hehehe … itu dulu deh curhat dan nanyanya … satu lagi deng foto dia aku simpan di wallpaper aku di kantor jadi kalo sblum kerja ngeliatin foto nya dulu … trus zina mata donk …. ?

    sekian dulu yah …..
    btw

    Kuasa 4JJI atas hati dan rasa ku … yang mengetahui rahasia antar langit dan bumi serta apapun yang terjadi di dalamnya …

    Wassalamualaikum Wr Wb ….

  62. mr C jr Says:

    Assalamualaikum Wr Wb …

    Hm … numpang curhat dan nanya dikit nehh dikit aja … hehehe

    Pacaran … kl dulu kt teman aku, aku ga pacaran karena ga punya uang.. maklum dulu aku waktu kuliah, cuman anak kos yang pas2 an, makanya kalo ada cewek yang pdkt ama aku ato di jodohin aku pasti mau … tapi sejauh aku pacaran dulu cuman sampai pegangan doang… dosa …kayanya —> ya iya lah … :-(

    Trus waktu dah masuk kerja awal … dulu aku sempat deketin cewek … maklum pernah ngejombloh dah lebih dari 6 tahun .. heheheh, tapi sayang waktu itu selalu kaya na ada aja alasan untuk mutus … (rata2 karena ga di setujui ama ortu … ) …. trus yang terparah yang dua terakhir… (hehehehe jadi inget waktu aku tabrakan dulu ….. ) , dan yang terakhir … maaf aku bukan cowok yang tepat buat dia …..

    Akhirnya ibu saya menjodohkan saya dengan anak temannya, dia berjilbab anak rumahan, sabar, manis banget … dan banyak lagi (wallahualam …), saya cuman bisa bilang … insya4JJI dia lah istriku kelak di dunia dan di akhirat …..

    Temanku pernah bertanya apakah kami pacaran ? saya jawab tidak, tapi dalam hati saya menjawab … She’s my future wife …hehehehehe ,,,

    Saya bertemu dengan dia hanya 5 hari, setelah itu saya balik lagi ke jakarta, dia ada di Sulawesi … hati ini rasanya saat ingin berpisah … wah ribet deh … malahan sekarang kalo ga nelpon rasnya parah banget … rindu abis …

    Nah,…. yang saya mo tanyain … kita kan dan niat neh merit kang… berhubung saya mau nabung dulu, jadinya kita menunda hingga tahun depan ….. lagian dia juga blum kelar kuliah … nah lho …. hati ini sering banget rindu bahkan kalo lagi banget malahan ga bisa di ungkap kan dengan kata kata deh ….
    – trus kalo gitu masuk ke zina hati gak …. ? kan kita juga dah niat mo merit ….

    hehehe … itu dulu deh curhat dan nanyanya … satu lagi deng foto dia aku simpan di wallpaper aku di kantor jadi kalo sblum kerja ngeliatin foto nya dulu … trus zina mata donk …. ?

    sekian dulu yah …..
    btw

    Kuasa 4JJI atas hati dan rasa ku … yang mengetahui rahasia antar langit dan bumi serta apapun yang terjadi di dalamnya …

    Wassalamualaikum Wr Wb ….

    http://www.geocities.com/mandrakie_mrcjr/

  63. me_me Says:

    Ass.
    Sry nmpg tny ne, kalo pacaran kan stwQ klo g’mjrus ke maksiat kn gpp trz gmn loh? Skrg kn pcrn tu sbg alt bwt tau lbh dkt lwn jns Qt?
    Stu lg ne mnurt anda pcrn sec islam or yg baek gmn?

    Rosyidi :Pacaran tidak menjurus ke maksiat? Contohnya? Pacaran dalam Islam tidak pernah diajarkan.
    Dalam Islam tidak boleh menyentuh yang bukan muhrimnya. Apalagi dengan hawa nafsu.
    Kalau pengen tau lebih deket ama lawan jenis, ada caranya sendiri. Dengan cara Ta’aruf.
    Prosesnya tetep menjaga hijab. Tidak saling berpandag2an, berpegang2an, dan didampingi oleh muhrim (tidak hanya berdua).
    Untuk lebih jelasnya, bisa baca buku yang berkaitan, seperti Indahnya Pernikahan Dini, Kupinang Engkau dengan Hamdalah, dll.

  64. mochin Says:

    ya kl ga dianggap zina mendingan dikebiri ajah ato jadi orang buta, bisu tuli, lumpuh sluruh badan…gimana si..ini hehehehe

    Rosyidi :Tidak perlu seperti itu. Nikah adalah solusinya. Dengan nikah, semua jadi halal.

  65. Mr Still C jr Says:

    Assalamualaikum Wr Wb …

    Kang … Pertanyaan ku ga di jwb … ?

    Jwb dunq …. ta tunggu yah … makasi …

    Mr C Jr
    … Hamba 4JJI yang penuh Dosa …

    Rosyidi :Maaf telat balasnya.

  66. Yance Kairupan Says:

    apakah ada pengampunan dosa yg udah kebablasen.

    Rosyidi :Mungkin seperti komentar nomer 39 diatas

  67. Yance Kairupan Says:

    NOMOR 39 (INGIN) TOBAT. Tetapi gue udah menghentikan semua itu atas kehendak sendiri, apakah ini artinya tobat , bagaimana kita tahu diterima atau tidak , gue belum masuk islam(maaf gue dipersimpangan jalan )apakah setelah masuk islam akan dirajam. , gue kristen , pacar gue muslim,dia mintak gue masuk islam, gue pengin, gue kagak ingin dikuliahi ama pacar, ingin cari kebenaran sendiri.TQ Bang Agam

    Rosyidi :Jika seseorang masuk Islam, maka dosa2 yang lalu akan dihapuskan. Sehingga memulai semuanya dari nol. Dan hukum Islam hanya berlaku bagi umat muslim yang melanggar larangan Allah.

  68. hoek Says:

    pacaran itu zina? setuju!
    memandang lawan jenis itu zina? kurang setuju…
    maaf mas sebelumnya,
    bukankah kalau semisal masnya berbicara dengan seorang wanita, sebut saja aisyah, bukankah kita memandangnya bukan hanya sebagai seorang wanita, dan kewanitaannya, tetapi juga asiyah yang pemikirannya terbuka, kritis, atau mungkin aisyah penggemar raihan de es be de es be…
    dan embel-embel itu bukankah hal tersebut tidaklah lelaki ataupun wanita?
    bukankah kalo soal zina itu tergantung pikiran masing-masing?
    maaf, saia ini masih buta soal agama, jadi kalau pertanyaannya terlalu kampungan, sekali lagi…
    maaf.

    Rosyidi :Yang mengatakan bukan saya. Tapi Rasulullah. Itu hadis Sahih.

  69. DZ Says:

    Haramkah percintaan pranikah?
    Para penentang pacaran islami berlandaskan dalil. Para pendukung pacaran islami pun berdasarkan dalil. Manakah dalil yang lebih kuat antara keduanya?
    Baca http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/

  70. icha Says:

    ass … saya setuju banget kalo pacaran=zina … tapi sayangnya di indonesia..anak2 muda,kalo gak pacaran ..brarti gak laku, gak mode, gak gaul … parah deh …. negara kita yg orang ‘ISLAM’nya terbanyak didunia … tp dah rusak … bener gak sih???? saya baru sadar kalo Islam kita dah rusak, yah setelah disini …

  71. bangun Says:

    assalam’mualaikum…….

    alhamdulilah allah masih memberikan rasa malu ketika ku dekat dengan seorang wanita
    aku tak tahu bagaimana jika aku tak memiliki rasa malu ini………….
    karena ku tahu iman ku ini masih sangat lemah ………
    …… tapi aku mau tanya …… apa kalo kita berteman sama lawan jenis …….
    bisa kah itu juga disebut ……..zina .karena kita juga melihat,mendengar,dan melangkah,…………………………….
    tolong yach….jawabannya ………….terima kasih

    wassalamuaallaikum

  72. damar Says:

    bagus tulisannya

  73. Nugi Says:

    Artikelnya bagus-bagus semua mas… tapi sayangnya artikelnya kepanjangan semua, tolong kalau bisa artikelnya selanjutnya jangan panjang-panjang kan kalau baca dikomputer lebih cepet capek #:-s dibandingkan baca buku masa harus dicetak dulu sebelum baca??? itu aja deh…. da da….:-h

    Rosyidi :Terima kasih banyak atas masukannya. Memang itu merupakan dilema dalam menulis. Kalau pendek memang lebih enak dan gampang dibaca, namun kurang mendalam dan sedikit ilmu yg didapat. Begitu pula sebaliknya. Semoga saja lain waktu saya bisa menulis dengan lebih singkat namun padat.

  74. kintan^-^ Says:

    assalamualaikum…

    Rosyidi :Wa’alaikumsalam

  75. kintan Says:

    nyesel manusiawi kan???
    boleh aku minta tlg cariin artikel yang pedes2 ttg hukuman ato dosa2 orang pacaran???/
    mw putussss….tapi hatiku sek bimbang….mkax btuh motivasi…
    dulu,aku pkir pacaran tu trgantung gmn kt bs ngejaga diri ato gak…tapi ternyata gak semudah ngomong…imanku setelah pacaran bukane apik,malah bobrokkkk…….
    aku merasa bukan aku yang dulu….kini,aku mw balik jadi aku yg dlu…bantu aku ya???ohya,aku tlp km sibuk trus…gmn klo dibalik????

    Rosyidi :Artikelnya bisa di download di : http://rosyidi.com/donlot/jangan_dekati_zina.doc
    Akhir2 ini aku memang sibuk. Apalagi mendekati UTS.

  76. Alpha Says:

    :( emang susah yah…mo gini salah..mo gitu salah…kita diberi panca indera hrs menjaganya dengan sangat hati-hati..ada satu pertanyaan mendasar Kita sebgai manusia diciptakan untuk apa yah…kl salah msuk neraka, kl benar masuk surga…nah terus…knpa Allah mncipatakan kita..kita dici[takn untuk berbuat kerusakan atau kebenaran..lalu kita di dunia ini untuk ap….Seaindanya ada pilihan…ak bener2 memilih untuk tidak pernah dilahirkan….:-" kita benr2 makhluk lemah..tp untuk ap Allah menciptkan makhluk lemah ini….Wallahuallam….

  77. Fadli Says:

    Assalam mu’alaikum

    Nanggapin Alpha no 76
    Hehehe, sebenarnya mudah mencari tujuan buat apa hidup, udah ada kok di Al Qur’an di surat Adz Dzaariyaat, surat ke 51 ayat 56.

    “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”

    Nah, hidup manusia ya untuk Allah semata, cara aplikasi sehari-hari nya juga udah di contohkan. Ibaratnya tuntunan hidup itu adalah Al-Qur’an, itu teorinya, sedangkan prakteknya sesuai yang dicontohkan sama Rasulullah.

    Yang ada manusia sekarang udah lama tidak menengok tuntunan hidupnya (Al-Quran) hingga sampai lupa tujuan hidupnya dan semakin sering di recokin ama budaya kafir yang bikin kita jadi tersesat dan ragu dengan hukum yang sudah di tetapkan Allah Swt.

    Tuntunan hidup yang sempurna pasti dari penciptanya. Kalo nyari tuntunan hidup dari manusia juga yaa… jangan-jangan ngga sampai… hehehhe
    Misalnya aja, kalo make mobil pasti ada manual booknya yang dikeluarkan pabrik, supaya mobilnya terawat dan kondisi selalu prima, coba aja pake manual book mesin jahit ke mobil, bisa berabe tuh… hahhaha… Begitu juga manusia, yang menciptakan Allah Swt, manual book nya Al-Qur’an, praktek nya yang di contohkan Rasulullah.
    Supaya ngga berat menjalankannya yang di perlukan adalah ikhlas, sudah banyak orang yang menjalankan Islam dengan ikhlas tanpa keberatan sedikitpun… wallahuallam…
    z.fadly@gmail.com

  78. Kintan Says:

    Bila nasib dan kondisi anak hasil zina sudah demikian, padahal dia tidak mempunyai dosa apa-apa, hanya saja dia dicurigai sebagai tempat berbagai kejelekan dan kekotoran, serta dia pantas untuk tidak mendatangkan kebaikan apa pun selamanya, disebabkan karena dia tercipta dari nuthfah (sperma) yang kotor; bila tubuh yang tumbuh menjadi besar dengan barang yang haram saja sangat pantas untuk masuk api Neraka, maka bagaimana lagi dengan tubuh yang memang tercipta dari sperma yang haram?

    lha…lha…??????

    Rosyidi :Bayinya gak salah apa2. Setiap bayi yang lahir itu suci. Tanpa dosa.

    Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    “Artinya : Tidaklah seorang bayi dilahirkan kecuali dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.”
    HR. Al-Bukhari (no. 1358) dan Muslim (no. 2658), dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu

  79. Lasno Says:

    Bagus jga yah artikel mu.bleh kenalan ga ma mas said

    Rosyidi :Kalo menurutku pribadi sih, artikel ini masih kacau tata bahasanya. Tapi karena blom sempat membetulkan, ya aku biarkan apa adanya :d Salam kenal juga :)

  80. Sanji Says:

    ya, bagus2 ^^
    lam kenal semua…

    Rosyidi :Salam kenal juga

  81. kasiyo Says:

    asssalamu’alaikum
    kak
    nama saya kasiyo
    dari jogja
    saya mau minta solusi
    sya hidup di pantiasuhan
    kebetulan putra putri, trus aku suka salahsatunya
    untuk menjaga pandangan gimana akh, padahal tiap hari ketemu dan kalau tidak sapa dikirain sombong dan ngak mau berteman

  82. eve Says:

    Apapun namanya, pacaran islami nggak ada kan, tapi kalo suka seseorang karena pribadinya yg sholeh boleh kan? Manusiawi lagi, asalkan nggak mikir yang macem2, iya nggak?

    Rosyidi :Ya, tidak ada pacaran Islami. Kalo Nikah Islami ada :)
    Setau saya tidak ada larangan untuk menyukai seseorang. Yang gak boleh itu pacarannya.

  83. pacaranislamikenapa Says:

    Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

    artikel yang padat dan jelas :).

    Cuma sedikit tambahan akhi dan juga mengkoreksi komentar no 21, bahwa tidak ada pacaran yang tidak terlepas dari zina kecil. Kenapa ada istilah pacaran??..dikarenakan istilah itu mewakili fakta bahwa adanya mereka yang mengaku sebagai pacar, ada cinta dan syahwat diantara mereka, dsbnya..yang notabene semua itu adalah zina kecil yang dihukumi haram..sehingga tidak benar dan tidak tepat menisbatkan kata “pacaran” pada perkataan Ustadz Abu Syuqqah “ditetapkannya bercinta sebelum meminang”, karena yang dibicarakan adalah dalam konteks perkenalan..atau yang kita kenal dengan istilah ta’aruf.

    Ustadz Abu Syuqqah sebelum menetapkan ‘bolehnya bercinta sebelum meminang” itu setelah memberikan penjelasan yang panjang lebar tentang beberapa patokan. Disamping itu Ustadz Abu Syuqqah menegaskan pada mereka yang sudah melakukan peminangan pun, mesti berlaku sebagai orang asing, tidak boleh berdua2an, dsbnya. http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/19/mencintai-sebelum-meminang-apakah-dibenarkan/

    Dan, insyaAllah ulama IM tidak pernah ada yang cenderung membolehkan perkara semacam ‘pacaran’ ini, wallahu’alam.

    wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh

  84. BAGAIMANA PACARAN MENURUT ISLAM ? « Isi Hati Says:

    [...] . Memang ini semua masuk dalam kategori Zina kecil. Tapi ini semua menjadi pintu untuk melakukan Zina besar (ML/Making Love), seperti dijelaskan pada akhir hadis yang berbunyi “…sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” [...]

  85. ara Says:

    emh,begini-begini,saya stelah baca2 smuwa postingan,rasanya saya sdkt trtarik u/ brkomentar. saya ingin minta saran langsung dr pengalaman pribadi anda, bagaimana solusi anda jika perasaan antar sesama jenis telah timbul di hati anda? apa dihilangkan atau anda akan melamarnya? lantas,bagaimana menurut anda cara memperoleh pasangan hidup? dikenalin orang tua lalu ta’aruf seperti cara yang anda sebutkan di atas atau anda cari sendiri truz bagaimana? saya bingung selain definisi pacaran soalnya. thankz

    Rosyidi :Maaf, anda mengatakan “perasaan sesama jenis”. Saya tidak pernah memiliki perasaan sesama jenis, selain itu perasaan sesama jenis dilarang dalam Islam. Atau mungkin yang anda maksud lain jenis? Jika sudah yakin dan siap, saya akan melamarnya, insyaAllah. Tapi jika belum tentu saja dengan puasa. “Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian yang telah mampu, maka menikahlah karena pernikahan itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah dia berpuasa, karena puasa itu sebagai wija’ baginya”. (Muttafaqun ‘alaihi)
    Alhamdulillah saat ini tidak ada perasaan yang mengarah ke sana. Sehingga semuanya dapat terkendali.
    Cara memperolehnya bisa dengan cari sendiri bisa juga dikenalkan. Yang penting caranya bukan dengan pacaran. Lebih jelasnya mungkin bisa anda baca di : http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=425

  86. ara Says:

    hahaha
    iya saLAH TULIZ

  87. Anonymous Says:

    hemmmmmmm…
    jadi gmn klo pcarannya itu tidak aneh dan mcam2, boleh g?

  88. eza Says:

    assalammualaikum…
    salam kenal semuanya…
    boleh kn aqu ikut gabung…
    artikel nya kena bgt..
    setelah baca artikelnya pgn nangis rasanya..

    Rosyidi :Wa’alaikumsalm. Salam kenal juga :)

  89. afdholtea Says:

    Assalam…..
    I like that…but very difficult for me.[-(..can you give me any solution for that. Please sent to me.Thank’s
    Wassalam

  90. yadi Says:

    Mas Agam berani nggak meminang gadis yang masih umur 9 th spt rosullah meminang Aisyah ….?

    Rosyidi :Alasan Rasulullah menikah baca di : http://ulul-albab.asianfreeforum.com/kajian-islam-f3/alasan-poligami-nabi-muhammad-saw-t54.htm
    Aisyah boleh dinikahi karena sudah baligh. Itu syarat menikah dalam Islam. Umur berapapun asal sudah baligh (ditandai dengan menstruasi), maka boleh dinikahi.
    Semoga anda tanya ini bukan bermaksud menyerang agama Islam. Karena blog ini bukan ajang debat antar agama. Saya peringatkan sebelumnya, jika pertanyaan ini berlanjut ke perdebatan, saya akan delete komentar anda.
    Agama bukan untuk diperdebatkan. Silakan anda berkeyakinan dengan agama anda, sayapun demikian.

  91. olangbiaca Says:

    Aslkm..ngomong2 mas Agamnya udah nikah apa belom ? kalo belom wah…BAHAYA juga neh….hehehe

    “Memang Ulama Ikhwanul Muslim cenderung memperbolehkan hal tersebut. Saya belum tau dalil yang dipakai. Seharusnya dicantumkan juga dalil yang memperbolehkannya. Artikel saya ini condong kepada pendapat Ulama Salaf, karena mereka memiliki dalil yang lengkap dalam menafsirkan suatu hukum. Sedangkan solusi “nikah dahulu, rumah tangga kemudian” yang ada pada artikel ini berasal dari pendapat para Ulama Ikhwanul Muslim. Dalam pendapat Ulama Salaf hal ini sebenarnya ditolak, karena salah dianggap salah dalam menafsirkan dalil.”

    kok jadi rancu gitu mas? setahu saya ulama Ikhwanul Muslimin itu juga ngikut ulama Salaf (bukan yg ngaku Salafi saat ini). Ulama Salaf disini adalh Salafushalih = orang2 sholeh dahulu (bukan yg ngaku Salafi saat ini)
    Jadi Ulama IM, tidak pernah menghalalkan Pacaran, liat buku-buku Syaikh DR.Yusuf Al-Qardawi. dan setahu sy Muhammad Fauzhil ‘Adzim, pengarang buku yg jadi rujukan mas juga mengambil banyak ilmu dari Ulama Ikhwanul Muslimin. hehhe…baru tau kan ?

    Thanks sy hanya memberi konfirmasi, sy tidak ingin BERDEBAT KUSIR, jadi TIDAK ADA LAGI SALING TUDUH DAN MENUDUH, artinya KITA HARUS SALING TABAYYUN=Konfirmasi, sudahkah mas KONFIRMASI ama Ulama Ikhwanul muslimin itu ? hehehe….

    thanks ya mas, salam CINTA slalu.

    Rosyidi :Memang Muhammad Fauzhil ‘Adzim merupakan orang IM. Dan pemikiran “nikah dulu, rumah tangga kemudian” itu dari dia.

  92. Anonymous Says:

    thanks

  93. Black Says:

    dari artikel ini yg saya baca,brti “intinya” sekarang gx sh pcrn dulu donk?…..

    Rosyidi :gx itu apa? Gak boleh?
    Ya, memang dalam Islam tidak mengajarkan pacaran. Pacaran sangat dekat dengan zina. Mulanya cuma pengangan tangan, lama kelamaan pasti merembet. Ciuman, meraba, dst… Akhirnya. Zina.
    So, solusinya coba baca buku-buku Islam tentang hal-hal ini. Atau lihat aja film atau baca novel yg lagi booming saat ini. Ayat-ayat Cinta.

  94. Black Says:

    jwb thnx

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( [[dnc]] :x 8-| :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »


Jika ingin berlangganan artikel2 terbaru dari rosyidi.com klik disini

Warning: call_user_func_array() [function.call-user-func-array]: First argument is expected to be a valid callback, 'wp_highlight_info' was given in /home/rosyidi/public_html/wp-includes/plugin.php on line 311