Saat ini bukan hal aneh lagi jika kita melihat sepasang remaja bergandengan tangan, bermesra-mesraan, bahkan berciuman di tempat umum. Pacaran, itulah sebutannya. Tidak memandang usia, baik mahasiswa, SMA, SMP, bahkan anak SD pun sudah ada yang mengarah kesana. Seakan-akan hal ini sudah menjadi budaya bangsa kita ini.Alasannya pun bermacam-macam, mulai dari perkenalan sebelum menuju ke jenjang rumah tangga hingga ada pula yang hanya untuk bersenang-senang.
Lalu, bagaimanakah pandangan Islam sebenarnya tentang hal ini? Dan bagaimana “pacaran” yang islami?
Dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi saw. Sabdanya : “Nasib anak Adam mengenai zina telah ditetapkan. Tidak mustahil dia pernah melakukannya. Dua mata, zinanya memandang. Dua telinga, zinanya mendengar. Lidah, zinanya berkata. Tangan zinanya memegang. Kaki, zinanya melangkah. Hati, zinanya ingin dan rindu, sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” (Hadis Shahih Muslim No. 2282)
Jika kita melihat dari Hadis Shahih Muslim tersebut, sudah jelas-jelas bahwa Pacaran itu termasuk Zina.
Zina Mata = Memandang
Zina Telinga = Mendengar
Zina Lidah = Berkata
Zina Tangan = Memegang
Zina Kaki = Melangkah
Zina Hati = Ingin dan Rindu
Memang ini semua masuk dalam kategori Zina kecil. Tapi ini semua menjadi pintu untuk melakukan Zina besar (ML/Making Love), seperti dijelaskan pada akhir hadis yang berbunyi “…sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.”
Kenapa? Karena tidaklah mungkin orang akan berzina besar, jika zina kecil ini tidak dilakukan terlebih dahulu. Dan bisa kita saksikan sendiri, sudah banyak poling yang menyatakan bahwa lebih dari 50% remaja yang yang pacaran sudah pernah melakukan ML. Jadi meskipun zina kecil, hal ini juga tetap haram hukumnya.
Hukum Zina
Al-Imam Ahmad berkata: “Aku tidak mengetahui sebuah dosa -setelah dosa membunuh jiwa- yang lebih besar dari dosa zina.”
Dan Allah menegaskan pengharamannya dalam firmanNya:
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali? dengan (alasan) yang? benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan adzab untuknya pada hari Kiamat dan dia akan kekal dalam adzab itu, dalam keadaan terhina kecuali orang-orang yang bertaubat …” (Al-Furqan: 68-70).
Dalam ayat tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa, dan vonis hukumannya adalah kekal dalam adzab berat yang berlipat ganda, selama pelakunya tidak menetralisir hal tersebut dengan cara bertaubat, beriman dan beramal shalih.
Solusi
Sebagian dari kita, mungkin obat dari rindu adalah memandang foto, namun justru inilah yang akan menambah rasa rindu itu . Ada syair yang mengatakan : ? Dan kau mengira bahwa itu dapat mengobati luka (syahwat)mu, padahal, dengan itu berarti kau menoreh luka di atas luka.
Jadi, mengingat bahayanya, sebaiknya jika kita selalu menundukkan pandangan pada lawan jenis yang bukan mahram.
Dan di dalam Musnad Imam Ahmad, diriwayatkan dari Rasulullah:
“Pandangan itu adalah panah beracun dari panah-panah iblis. Maka barangsiapa yang memalingkan pandangannya dari kecantikan seorang wanita, ikhlas karena Allah, maka Allah akan memberikan di hatinya kelezatan sampai pada hari? Kiamat.”
Nabi pernah ditanya tentang hal yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam Neraka, beliau menjawab: “Mulut dan kemaluan”. At-Tirmidzi berkata: “Hadits ini hasan shahih.”
Serta dalam Al-Quran dijelaskan:
“Dan hamba-hamba Ar-Rahman, yaitu mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.” (Al-Furqan: 63).
Jadi kunci pertamanya adalah menjaga pandangan, menjaga lisan, menjaga langkah, serta menjaga pikiran. Namun, jika anda tidak berhasil, maka solusi satu-satunya adalah menikah.
Pacaran, sebagian menganggap ini adalah hal wajar untuk mengenal lebih dekat sebelum melangsungkan pernikahan. Pacaran bukanlah jaminan langgengnya suatu hubungan berumah tangga. Contoh nyatanya bisa anda lihat pada pasangan-pasangan selebriti kita. Banyak sekali dari mereka yang cerai, walaupun sebelum menikah mereka berpacaran dahulu dalam waktu yang cukup lama. Maka, solusi yang benar adalah ta´aruf.
Ta´aruf, mengenal dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip islami. Biasanya dilakukan di rumah pihak wanita, dengan menggunakan hijab (penghalang yang tidak memungkinkan kita untuk bertatapan secara langsung), dan dengan didampingi oleh muhrim pihak wanita. Kaku? Memang, tapi inilah cara yang sebenarnya. Tetapi dengan kemajuan teknologi, mungkin hal ini bisa dilakukan melalui telephone, email, atau mungkin chating. Tentunya dengan tetap mengedepankan norma-norma Islam.
Semoga kita terhindar dari hal-hal yang diharamkan Allah. Amin
Di Edit Ulang 4 Maret 2008. Menghilangkan “Nikah dulu Rumah Tangga Kemudian” yang diambil dari buku M.Fauzil Adhim.
Penulis :
Referensi :
Al-Quran, penerbit J-Art
Terjemahan Hadis Shahih Muslim, penerbit KBC
Indahnya Pernikahan Dini, oleh M. Fauzil Adhim
Jangan Dekati Zina, oleh Imam Ibnu Qayyim Al-jauziyah
Related Posts
94 Comments to “Pacaran = Zina”
Leave a Reply
Jika ingin berlangganan artikel2 terbaru dari rosyidi.com klik disini


February 14th, 2007 at 10:53
wah, manteb ni tulisannnye………
Trimakasih ya, ni jadi mengingatkanQ kembali akan ilmuNya……
Semoga barokah
Doain aQ mau skripsi neh,…..
February 20th, 2007 at 20:48
menyentuh banget…
makasih yaa Gam,…
February 21st, 2007 at 10:28
Untung aku udah nikah…hehehe
February 21st, 2007 at 12:27
Jangan munafik.
Emangnya kamu gak pernah???
February 21st, 2007 at 15:03
@ boby : Alhamdulillah. Kalau pacaran aku belum pernah.
Tapi kalau melanggar hadis Shahih muslim 2282 tersebut, astaghfirullah, karena lemahnya iman serta ketidak tahuan, beberapa memang pernah aku lakukan. Semoga Allah menguatkan imanku.
February 23rd, 2007 at 21:07
wallahu ‘allam…
Allah senantiasa memberi apa yg qt butuhkan, bukan apa yg qt inginkan…
jazakumullah
moga masing2 dr qt kaum muslimin, akan beribadah lebih baik.
February 26th, 2007 at 11:31
ternyata zina mata gak boleh yah, abis aq sering bgt nglakuin itu di warnet…
March 2nd, 2007 at 10:22
makasih artikelnya, mengena banget
March 2nd, 2007 at 12:10
artikel ini benar2 memberiku inspirasi agar aku menjauhi smua hal2 yang mendekati zina.AMIN.
March 3rd, 2007 at 17:54
Hehehe, saya jadi inget tulisannya joesatch. Kalau ndak salah judulnya pacaran=anjing.
hehehe
March 9th, 2007 at 12:18
Ass…….
mo nanya… ada yg bilang chat, telpon.. dll tuh g boleh.. bagaimana menurut anda??? di atas sepertinya anda membolehkan??? tolong diperjelas lagi
Wassssssss…………
March 9th, 2007 at 13:51
@11: Tergantung tujuannya. Kalau tujuannya untuk ta’aruf, hal itu setahu saya diperbolehkan. Kalau tujuannya bermesra-mesraan, dll itu baru yang tidak boleh. Tapi saya lebih menganjurkan melalui email, bukan chating dan telpon. Karena jauh lebih terjaga, insyaAllah. Ta’aruf berbeda sekali dengan pacaran. salah satu perbedaannya, kalau ta’aruf mempunyai batas waktu yang jelas (misalnya 3bulan), setelah itu langsung menikah. Kalau pacaran, tidak ada batas jelasnya. Sebenarnya masih banyak lagi perbedaannya, insyaAllah suatu saat saya akan membahas semua perbedaannya.
March 21st, 2007 at 14:43
seyem banget gam…..?jadi takut….
March 23rd, 2007 at 12:14
aduhhh… agak sulit nich, mau tanya nicustadz agam, dapet jodoh dari chating kira-2 bagus nggak ya?
March 23rd, 2007 at 16:02
Waduh gam, akhir-akhir ini di sekolahku ada kasus anak ciuman trus kita marahin tuh anaknya. Eh, orangtuanya gak terima malah kita dibilang guru yang gak ngikutin zaman. katanya begini “sekarang zaman modern hal itu wajar”. Kayanya tulisan ini pas banget deh kalo dikasih ke orang tua itu… makasih yah!!!!
March 24th, 2007 at 22:56
March 27th, 2007 at 14:44
mau nanya,,,,lagi bingung banget ;(
bagaimana bila sudah pernah terlanjur melakukan?apakah tetap diminta p’tanggungjawaban walopun kita sudah bertobat??dengan apakah menghapus dosa itu?
April 13th, 2007 at 8:41
“…Tetapi dengan kemajuan teknologi, mungkin hal ini bisa dilakukan melalui telephone, email, atau mungkin chating.”
telephone? zina mendengar dongggg… email? chatting??? bisa nambah rindu.. zina hati donggggg. gimana nich????
solusinya gini aja, laki2 dan perempuan hidup di dunia terpisah sampe mereka pantas menikah, bisa ga?? bisaaa, tapi nanti malah sesama laki2 dan perempuan yang berzina. hiii ga bisa dong..
atau gini aja… merem terus biar ga zina mata, sumpel telinga biar ga zina telinga, jangan ngomong biar ga zina mulut, jangan bergerak biar ga zina tangan dan kaki, jangan punya hati biar ga zina hati (robot???)
naah itu baru solusi namanya.
April 13th, 2007 at 17:21
setuju banget deh ama pendapat Agam..artikel ini perlu disebarluaskan sehingga acara2 sinetron di TV banyak maksiatnya bisa disensor..bukan dianggap hiburan tapi racun yang membahayakan..
April 13th, 2007 at 22:11
ass,, to,,all,,,
Memang jika d dunia ini tidak ada agama, tak tau jadi apa dunia ini.
apalagi kalo ga ada agama!!!!
saya sangat setuju BAHWA Pacaran itu membuat kita Rugi yang sangat banyak……..
di samping kita dapat dosa, kita juga rugi segala galanya.
misalnya:
1. kita tidak bisa konsen atas apa-apa yang kita cita-citakan (mengganggu belajar)
2. dengan pacaran, kita buang-buang pulsa. dll,,,,,
wass,,,,,,
April 15th, 2007 at 8:02
Memang, ada jenis pacaran yang terlarang (yang mendekati zina, syirik, munafik, dsb). Namun, ada pula jenis pacaran yang tidak terlarang. Bahkan, pacaran dalam arti “bercinta sebelum peminangan” seperti yang disebut dalam artikel 12 Alasan mengapa bercinta sebelum menikah dianjurkan oleh Abu Syuqqah.
May 3rd, 2007 at 9:30
@ 14: Maaf, sebagian ulama melarang, ada pula yang memperbolehkan, saya akan mencari dalil dalil yang mendukungnya terlebih dahulu.
@ 15: Astaghfirullah, saat ini mungkin karena pengaruh tontonan TV.
@ 16: Sama, saya juga masih belajar tentang Islam yang benar (menurut Al-Quran dan As-Sunnah).
@ 17: Jika terlanjur melakukan, STOP saja. Perbuatan yang anda lakukan sebelum anda tau hukumnya insyaAllah diampuni Allah. Menghapusnya dengan mengubah perilaku kita.
@ 18: Solusinya simpel. Nikah. Semuanya jadi halal setelah menikah.
@ 19: Saat ini TV memberikan dampak buruk bagi Masyarakat. Kecuali beberapa chanel seperti MetroTV, BBC, CNN, dll.
@ 20: setuju, Pacaran = Pemborosan.
@ 21: Memang saat ini banyak perbedaan pendapat para Ulama tentang hal ini.
Memang Ulama Ikhwanul Muslim cenderung memperbolehkan hal tersebut. Saya belum tau dalil yang dipakai. Seharusnya dicantumkan juga dalil yang memperbolehkannya. Artikel saya ini condong kepada pendapat Ulama Salaf, karena mereka memiliki dalil yang lengkap dalam menafsirkan suatu hukum. Sedangkan solusi “nikah dahulu, rumah tangga kemudian” yang ada pada artikel ini berasal dari pendapat para Ulama Ikhwanul Muslim. Dalam pendapat Ulama Salaf hal ini sebenarnya ditolak, karena salah dianggap salah dalam menafsirkan dalil.
“Rauslullah Saw bersabda, siapa saja yang menafsirkan Al-Quran dengan pendapatnya sendiri dan benar, maka ia tetap dianggap salah. (H.R. Tirmidzi No.2952)
May 11th, 2007 at 22:42
ya qjjl …. aku adlah mahluk yang lemah … aku telah melakukan dosa… dan zina … semoga aku tidak terjerumus dalam zina besar lindungi aku ya qjjl …
aku yakin Engkau akan melindungi saya …. hamba yang hina ini
saudaraku .. janganlah mengikuti panah-panah setan yang akan menjerumuskan dalam dosa yang akan menenggelamkan kita dalam lautan darah dan nanah yang bau dan mendidih … ingatlah saudaraku penyesalannya … akupun akan tobat-tobat-tobat saat ini juga ya qjjl terimalah taubatku ini
May 15th, 2007 at 13:35
hwuaduh…ya susah klo gt,nikah kan sakral banget…dan kt masih perlu milih-milih….masa iya kalu kt suka sama orang langsung ke pernikahan?padahal jatuh cinta itu mustahil hanya sekali……….iya apa ndak?
May 17th, 2007 at 21:30
@ 24: milih-milih boleh tetapi dengan cara yang halal yaitu ta’aruf.
June 8th, 2007 at 9:42
haiii…..
June 8th, 2007 at 9:45
tambahan mas agam….rindu/kangen itu bukan zina hati lho!!!
June 8th, 2007 at 10:55
Assalamu`alaikum…agam syukron khair atas warningnya,astaghfirullah aq merasa munafik skali,di salah satu sisi sdh mengetahui pacaran=zina tp sulit rsnya menolak rs yg tll manusiawi ini..bersyukurlah tmn2 smua yg mgkn blm pernah merasakan rasa yg saya rskan skrg,CINTA lawan jenis suatu hal antara halal&haram tgt wkt&situasi yg tpt utk bs m`bedakannya.mohon advisenya y akh..bgmn cr/kt2 yg islami utk memutuskan ikatan haram ini.Jazakumullah
June 9th, 2007 at 13:00
Ass….
mas,ane mo tanya kalo menurut sampeyan gimana orang yang belajar tentang kitab kuning di pondok pondok dan bagaimana islam yang di ajarkan oleh wali songo?
bagaimana tentang anggapan sampeyan bahwa bid`ah itu ada dua yaitu bid`ah dholalah dan bid`ah khasanah ditinjau dari madzhab Abduh dan wahabby?
dan juga bagaimana pendapat sampeyan tentang maraknya penyebaran madzhab abduh dan wahhabby di kalangan pelajar dan para cendekia saat ini?
wallahul muwafiq illa aqwamithorieq…….
wss…
June 9th, 2007 at 17:51
gini ya mas/pak agam saya setuju sekali,ya kita hidup di dunia harus berusaha menjalankan segala perintahNYA karena hidup akan mulia dengan tetap lurus di jalanNYA,jangan takut kita g laku/gmn,kita yakin klo kita tetap menjaga ALLAH maka ALLAH kan menjaga kita juga.wah saya begitu semangat membahas ini karena penting tuk kita ketahui,sebagai solusi dari semua ini hanya satu kita abadikan cintaNYA ALLAH dlm hati ini,hanya ini yang bisa mengatasi segala masalah dalam hidup ini,makasi n wassalam.
June 10th, 2007 at 11:47
kalu memeng serius JANGAN Pacaran dong ya…
langsung aja Pinang, kan lebih jantan dan bertanggung jawab.
June 13th, 2007 at 12:26
sya tkut khilangan dy, tpi sy jg tdk mw melakukan itu karena saya tau itu dosa. bagaimana caranya saya memberi pengertian kepada dy. padahal saya sudah berjanji kepada diri saya untuk tidak mengulangi hal tersebut. saya malu dengan diri saya. tapi di lain pihak saya juga ingin melakukanya. bagaimana solusinya?saya benar2 bngung. sy tkut kl suatu saat sy akan mendapatkan balasan dr-Nya.mohon bimbingan
June 13th, 2007 at 17:13
Kalo ada orang yang pacaran satu minggu terus nikah gimana?
Jadi intinya bergantung ama niat.
Dalam ta’aruf bisa aja melakukan hal2 yang dilarang, meskipun tujuannya udah pasti nikah.
Zina mata sangat sulit dihindari.
Kita berada ditengah2 banyak hal yang secara syar’i gak boleh dilihat.
Zina hati apalagi.
Dan banyak hal di seputar kita yang menyulitkan untuk menghindari zina.
Di zaman sekarang, tontonan maksiat meraja lela. Dimana hal tersebut semakin memacu perkembangan psikologis anak. Anak2 sekarang lebih cepat dewasa. Mendapat haid dalam usia lebih dini. Mengenal seks (secara samar2) lebih cepat daripada seharusnya.
Akan tetapi dunia pendidikan kita tidak mendukung.
Anak SD aja udah tau pacaran, akan tetapi tamatan SMA belum bisa cari uang untuk menafkahi diri sendiri.
Remaja tersiksa dalam masa yang panjang. Punya pengetahuan seks, tapi gak bisa dan gak siap berumah tangga.
Akibatnya jalan keluar yang mereka cari adalah pacaran.
Hi hi, sorry. Comment saya gak runut ya. Lompat2.
Kalo masalah pacaran, saya angkat tangan deh.
Dari cerita2 teman yang jebolan pesantren, malah banyak oknum yang melakukan praktik seks bebas secara diam2.
Tau bahwa pacaran dilarang, tapi libido gak terbendung.
Ironis sekali.
Karenanya saya mengkhayal, kapan dunia pendidikan kita bisa menghasilkan orang2 seperti Usama bin Zaid.
Dalam usia begitu muda udah bisa jadi panglima.
Jika dunia pendidikan kita berhasil, maka kita gak akan pusing dengan masalah pacaran.
Begitu tahu anak2 kita mengarah ke pacaran, langsung aja dinikahkan.
Ups, masih lompat2 juga comment saya.
Mudah2an aja masih nyambung dengan postingan dan gak bikin bingung.
June 16th, 2007 at 7:25
halah mas….sampeyan tahu ndak apaan tuh KITAB KUNING??????
klo gak tau jangan sembrono….coba deh sampeyan mondok…..
sampeyan bakalan tau apaan tu KITAB KUNING
lha iya emang wali songo itu sakti…mereka adlh WALIYULLOH yang diberi karomah ma gusti Alloh….tau karamah ndakkkk????
afwan jiddan,bukannya saya sok ngasi tau….tapi salah satu syarat menjadi ahli sunnah wal jamaah ialah mempercayai ulama…termasuk ijtihadnya juga!!!!!
mas agam tolong mondok dulu deh…..setahun dua tahun jg gpp….apalagi klo mondok di ponpes salafiyah….akan ada banyak ilmu yang sampeyan dapet untuk menegakkan ukhuwah islamiah
June 16th, 2007 at 7:28
ohya…satu lagi,kata sapa sholat subuh jadi 4 rakaat…..sampeyan maksud barengan ma shalat rowatibnya tah????
June 18th, 2007 at 7:34
bid`ah hasanah emang ada kok….tapi bukan berarti kita boleh nambahin jumlah rakaat kita karena hal itu udah pasti gak boleh.
klo kitab kuning yang aku maksud,tolong sampeyan mondok dulu deh….susah ngejelasin klo kita gak belajar dhewe(abis ini kan pean lulus jadi dokter,sekalian aja mondok!!he2)
walisongo yang jelas emang waliyullah,dan aku rasa sebagai muslim yang baik kita patut meneladani sifat baik beliau semua,jangan dilihat dari nyeleneh tidaknya perbuatan mereka,karena merekalah yang membawa islam ke tanah jawa…maaf ya agam….sepertinya gak akan ada habisnya membicarakan soal ini…mn,maw mondok???he2
June 18th, 2007 at 7:38
June 18th, 2007 at 7:45
ohya agam,ada yang terlupa,klo liat dari artikelmu,aku bisa nyimpulin klo kita boleh menikah dahulu,berumah tangga kemudian,ya kan???
lha bagaimana dengan kewajiban2 suami istri…apakah masih dijalankan,bukannya klo kita udah nikah,sang suami wajib menafkahi istri lahir bathin….dan istrinya juga kudu nurut suami,pamit suami kemana-mana….apakah kwajiban itu ditinggal??masak boleh???
June 18th, 2007 at 15:21
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,
Ustadzyang dirahmati Allah SWT, saya adalah wanita yang sudah mengetahui tentang hukumnya berzina, namun pada akhirnya saya khilaf dan melakukannya. Sekarang saya sadar dan ingin bertaubat. Seorang sahabat Rasulullah pernah mengadukan diri bahwa dia pernah berzina, setelah 3 kali datang akhirnya Rasul memenuhi permintaanya untuk dihukum RAZAM. Apakah memang hukuman RAZAM adalah jalan satu-satunya untuk menebus kesalahan saya?Jazakalloh khoiron katsir
June 20th, 2007 at 7:27
agam,skali lagi…kata sampeyan bid`ah hasanah gak ada khan????
bagaimana dengan tahlilan untuk jenazah??
bagaimana dengan menalqin mayit??
bagaimana dengan membagi sekolah menjadi kelas2 dan jenjang2 tertentu??
sedari dulu aku tanya di email sepertinya sampeyan ngeles terus….
ralat,dulu aku pernah bilang sampeyan ttg sahabat nabi,umar yang memuji kebaikan suatu bid`ah…ternyata bid`ahnya yaitu shalat terawih berjamaah.afwan salah…he2
June 20th, 2007 at 12:01
Asalam Mu’alaikum,
Seru juga yaa…
Setelah baca saya tertarik ngasih komentar, apa lagi sama ‘kintan’
kalo menurut saya, bid’ah hasanah tidak ada, jelas-jelas kata Rasulullah, bagi pelaksana bid’ah tempatnya di neraka. Kalo masalah sholat tarawih itu adalah perbedaan pemahaman hadistnya, bukan mengada-ada, kalo ngga ada dasar baru masuk ke bid’ah. Tuntunan dalam islam adalah Qur’an dan Sunnah, ijtihad kalo diperlukan. Ijtihad pun dilakukan oleh ulama, bukan ‘ulama’ karbitan yang hapal juz 30 trus udah ngeluarin ijtihad pula.
Kalo cerita wali-wali itu saya pun setengah ngga percaya, soalnya yang menceritakan kebanyakan orang yang tidak terpercaya, bayangkan saja, sebuah hadist saja diterima kalo riwayat penuturnya diketahui, sedangkan penutur riwayat wali-wali itu pada ngga jelas entah siapa. Kalo saya mendengar cerita itu ya sekedar mengambil hikmahnya saja, kalo tauladan cukuplah dari Rasullulah yang jelas diterangkan di Qur’an sebagai uswatun hasanah QS 33:21. ngga usah dari wali juga ngga papa.
Mau kitab kuning, hijau, putih atau apalah, yang penting tidak bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah bisa diterima, makanya hati-hati dalam mencari ilmu. Benar kata Agam, kitab-kitab (buku) sekarang pun banyak yang menyesatkan. Ngga perlum mondok kok buat paham agama, kan kasian juga orang-orang arab itu kudu mondok ke indonesia yang ngga jelas ini buat mondok, apalagi minim 2 taun (hehehe) tetapi guru perlu! bahkan termasuk harus berguru!
Salud saya buat Agam ini, pemuda yang menyampaikan kebenaran walau satu ayat. Mudah-mudahan kita dapat ’seat’ di surga.
Saya senang dialog tentang Islam, kalo Agam mau ngasih alamat imel saya bagi yang mau bercerita ke saya
Wassalam
June 26th, 2007 at 12:40
ass….
ulama ikhwanul muslimin perlu diwaspadai lho…..
bid`ah mnurut ahli sunnah wal jamaah:ada 2 jnis bid`ah,hasanah &sayyiah
fainna kulla bid`atin dhola`ah,adalah sesungguhnya tiap2 bid`ah adalah sesat…
kullu disini diartiin tiap2,padahal arti sebenarnya artinya sebagian…merajuk ada 2 makna kata kullu,yaitu tiap2&sebagian.(kullu kully&kullu kulliyah)
ayat yg ngebeda`in:
kullu kulliyah
firman Alloh:
kullu nafsindhaiqotul mayyit(cari`o ayat mana)
artix:tiap2 org merasakan mati
kullu kully
an telah kami jadikan dari air sebagian makhluk yang hidup
firman ALloh: waja`alnaa minal maa`i kulla syai`in khayyin
artix
kalo kulla syai`in disini diartiin tiap-tiap/segala sesuatu,maka ini bertentangan denagn kenyataan,makluk hidup gak hanya dicipta`in dari api doank,contohnya jin dari api,manusia dari tanah…..
jadilah kullu disini punya dua arti…tiap2 dan sebagian……so,klo kamu bilang ada temen kamu yang dari mesir blg kullu artinya cm 1,jelas ajha…wong pusatnya aliran ikhwanul muslim dari sono….ati2 lho!!!!
menyangkut artikel sampean yang berkata shodaqoolohuladhim bukan pnutup bacaan alqur`an….aku gak stuju…arti kalimat itu adalah “maha benar Alloh dengan segala firmanNya”apa gak boleh muji Alloh?????????thax
wassaam
July 2nd, 2007 at 16:49
ass.wr.wb.
aa’ semuanya, mo tanya ni.
gimana kalo nikah dengan anak dari sodara ayah.
July 5th, 2007 at 16:11
wah…infonya berat bgt…
tapi apa iya kita bisa???
solae kdg hati ini suka merindu kan seseorang yg sebenere terlarang?
pgn nikah tp cowoknya ga berani ?
gmn donk?
July 12th, 2007 at 16:22
mas2….bid`ah menurut imam syafi`i,didukung oleh para ulama lainnya ialah:
segala sesuatu yang diadakan(baru)dan bertentangan dengan al-quran,sunnah rasul,ijma para ulam atau atsar(para shahabat,maka itulah bid`ah sesat. sedangkan SUATU KEBAIKAN YANG TIDAK BERTENTANGAN DENGAN AL-QURAN,ASSUNAH,IJMA,ATAU ATSAR YANG DEMIKIAN ITU ADALAH TERPUJI.(Dr.Muhammad bin alwy al-maliky,dzikrayat wa nasabat: 109)
ada jg pendapat laennya,aku tulis di artikel mas yang satue.
July 15th, 2007 at 13:22
siiiiiiiiip insyaalloh
July 19th, 2007 at 9:38
:) syukran ya Mas agam…artikelnya menarik sekali,do’akan saya juga bisa menjaga hati ya………..
July 20th, 2007 at 20:43
masalah pernikahan Rasulullah dgn Aisyah
http://alikhwan.wordpress.com/2007/04/01/mempertanyakan-rasulullaah-menikahi-aisyah-umur-6-tahun/
Saya sih lebih percaya berita diatas.. :D
July 23rd, 2007 at 21:42
:-w , saya masih bingung euy dengan menikah tapi belum boleh berumah tangga???
saya haruis bagaimana atuh supaya saya bisa membenamkan hati saya dan juga yang namanya menikah tuh harus siap segalanya…
July 24th, 2007 at 17:34
mas, masih jomblo ya? mang susah ya cari pacar?
artikel di atas referensi dari mana?
apa itu artikel berdasarkan pandangan yang anda tangkap?
July 24th, 2007 at 19:30
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh
..oya..tertarik lawan jenis itu normal ga’ sih?…dosa ga’ sih?
trus kalo anak kecil (misal smp, sma) dah terlanjur tertarik lawan jenis…apa solusinya harus segara nikah?…..
….oya…pernahkah kalian jatuh cinta?……
bagi2x tips dong pacaran yang Islami dan ga dosa? dan tentunya biyar kita ga munafik mulu!!
wassalam
July 28th, 2007 at 22:38
kenapa seh d haramin padahalkan kita gk akan bisa tau sifat” si dy klo gk melalui masa pacaran!Menurut saya Pacaran itu bkn sesuatu yang haram!tapi kta sendiri lah yang membuatnya jadi haram!Sebagian orang yang tidak tahu malu lah yang membuat pacaran jadi haram!Memang benar klo begitu jadi haram..tapi banyak juga orang” yang beriman yang menghargai satu sama lain dalam berpacaran..dan juga pacaran itu dilarang hanya pada anak” yang blum cukup umur!seperti anak sd bahkan sma..karna kemungkinan besar anak” sd sampai sma belum paham betul apa artinya cinta..yang mereka tahu hanya mereka menyayangi lawan jenis lalu pacaran..allah tidak pernah melarang kt pacaran..!tapi pacaran lah sewaktu diri kta udah mengerti btul apa artinya cinta..dan kepribadian serta pilihan kita sudah mapan dan yg terbaik!!kemungkinan nya kecil jika kta ber pacaran sewaktu kta sd,smp,bahkan sma untuk melewati jenjang rumah tangga!!apakah mungkin kta yang sewaktu sd,smp,sma mau memapankan lawan jenis pilihan kta untuk menemani kta hinnga kta tua nanti dan sampai akhirnya salah satu dari kita d panggil ke hadapan allah.lagi pula jika kt pacaran seprti itu hanya akan membuang masa” yang sangat indah untuk bermain dan menuntut ilmu.dan hanya akan membuang tenaga dan waktu yang tdk akn pernah kembali lagi nikmati lah dl masa mudamu dan stlh kau mapan bru lah memilih yang terbaik untuk mendampingi hidupmu..begitulah comment dari saya..maaf lah jika ada salah kata karna tidak ada yang sempurna d dunia ini..
July 31st, 2007 at 14:33
saya telah banyak melakukan perbuatan zina tapi dihati yang paling dalam saya selalu merasa berat didalam hati, seakan-akan saya merasa paling hina didunia ini, dan saya sangat mencintai pacarku itu, saya sudah bertahun-tahun pacaran, inginnya sih nikah tapi situasi yang tidak memungkinkan saya untuk menikah dengannya, tolong dong kasih tau solusinya saya ingin bertobat
August 3rd, 2007 at 21:11
Ass. bang agam. Waduh… kalo begini susah juga yah…. ana punya sedikit pertanyaan…
1. Kesimpulannya, pacaran itu Zina?
2. Kalo ada perasaan cinta ke lawan jenis itu gimana hukumnya? Bukankah itu suatu hal yang normal? Atau justru ini tidak boleh?
3. Jadi, para remaja dan anak muda sebaiknya tidak melakukan pacaran? Dan hanya melakukan itu saat ingin menikah? Nah…. ini dia. Di tv-tv kan banyak tuh sinetron dan felem tentang romatis-romatisan dan pacaran. Parahnya yang menjadi karakternya adalah para remaja. Tanggapan anta gimana?
4. Apakah ada sumber yang menyatakan secara implisit bahwa pacaran itu zina?
5. Selain 2 buku yang disebutkan di post, apakah ada buku/referensi tambahan yang bisa ana baca untuk memperjelas hal ini? Masalahnya ana pernah nemuin sumber (mungkin sumber ini tidak bisa dipercaya) yang mana menyebutkan bahwa pacaran itu fine-fine aja… (ana juga kurang begitu percaya dengan hal ini.)
6. Lalu bagaimana pendapat bang agam kalo ada yang menyebutkan “kalau anak dilarang pacaran, maka perkembangannya terhambat”?
Maaf kalo pertanyaannya kebanyakan. Terima kasih. Wassalamualaikum.
August 4th, 2007 at 3:33
Kalo gitu mah ga usa pacaran…..
Duda aja ampe tua.. ahahah, repot banget… mati aja sekalian, biar ga banyak lakuin dosa.
August 4th, 2007 at 3:34
Wiss, proxy g jalan.. ahahah padahal di indonesia g… ahhhhhhhhhhhh, dah ga usa pacaran.. susah banget
August 4th, 2007 at 7:30
Nah itu dia tuh. Ana agak repot ngasih rekomendasi ke para remaja biar gak melakukannya.
August 4th, 2007 at 16:45
makasih tas posting’a
August 5th, 2007 at 20:24
astaghfirullah,,,ternyata sholat ma puasa belom jadi jaminan buat masuk surga…
makasih ya artikelnya…ngena banget…pas banged langsung nikam ke hati…hahaha…
August 23rd, 2007 at 8:31
liat contoh koq dari selebriti.. kaya ga ada tontonan laen selaen infotaimen
seleb mah baik ato buruk ga usa dicontoh.. karena yang namanya seleb emang ga ada benernya :d
iya, emang ga usa pacaran, hari gini gampang koq kalo mau cari pasangan yang tepat tanpa pacaran.
balik ke zaman siti nurbaya, minta dijodohin, dan terima segala konsekuensi dari pilihan pasangan yang diberikan orang tua *enak, ga perlu berusaha dan laen laen,minta disuapin ampe nikah sekalipun * :)>-
August 24th, 2007 at 11:15
Assalamualaikum Wr Wb …
Hm … numpang curhat dan nanya dikit nehh dikit aja … hehehe
Pacaran … kl dulu kt teman aku, aku ga pacaran karena ga punya uang.. maklum dulu aku waktu kuliah, cuman anak kos yang pas2 an, makanya kalo ada cewek yang pdkt ama aku ato di jodohin aku pasti mau … tapi sejauh aku pacaran dulu cuman sampai pegangan doang… dosa …kayanya —> ya iya lah … :-(
Trus waktu dah masuk kerja awal … dulu aku sempat deketin cewek … maklum pernah ngejombloh dah lebih dari 6 tahun .. heheheh, tapi sayang waktu itu selalu kaya na ada aja alasan untuk mutus … (rata2 karena ga di setujui ama ortu … ) …. trus yang terparah yang dua terakhir… (hehehehe jadi inget waktu aku tabrakan dulu ….. ) , dan yang terakhir … maaf aku bukan cowok yang tepat buat dia …..
Akhirnya ibu saya menjodohkan saya dengan anak temannya, dia berjilbab anak rumahan, sabar, manis banget … dan banyak lagi (wallahualam …), saya cuman bisa bilang … insya4JJI dia lah istriku kelak di dunia dan di akhirat …..
Temanku pernah bertanya apakah kami pacaran ? saya jawab tidak, tapi dalam hati saya menjawab … She’s my future wife …hehehehehe ,,,
Saya bertemu dengan dia hanya 5 hari, setelah itu saya balik lagi ke jakarta, dia ada di Sulawesi … hati ini rasanya saat ingin berpisah … wah ribet deh … malahan sekarang kalo ga nelpon rasnya parah banget … rindu abis …
Nah,…. yang saya mo tanyain … kita kan dan niat neh merit kang… berhubung saya mau nabung dulu, jadinya kita menunda hingga tahun depan ….. lagian dia juga blum kelar kuliah … nah lho …. hati ini sering banget rindu bahkan kalo lagi banget malahan ga bisa di ungkap kan dengan kata kata deh ….
– trus kalo gitu masuk ke zina hati gak …. ? kan kita juga dah niat mo merit ….
hehehe … itu dulu deh curhat dan nanyanya … satu lagi deng foto dia aku simpan di wallpaper aku di kantor jadi kalo sblum kerja ngeliatin foto nya dulu … trus zina mata donk …. ?
sekian dulu yah …..
btw
Kuasa 4JJI atas hati dan rasa ku … yang mengetahui rahasia antar langit dan bumi serta apapun yang terjadi di dalamnya …
Wassalamualaikum Wr Wb ….
August 24th, 2007 at 11:16
Assalamualaikum Wr Wb …
Hm … numpang curhat dan nanya dikit nehh dikit aja … hehehe
Pacaran … kl dulu kt teman aku, aku ga pacaran karena ga punya uang.. maklum dulu aku waktu kuliah, cuman anak kos yang pas2 an, makanya kalo ada cewek yang pdkt ama aku ato di jodohin aku pasti mau … tapi sejauh aku pacaran dulu cuman sampai pegangan doang… dosa …kayanya —> ya iya lah … :-(
Trus waktu dah masuk kerja awal … dulu aku sempat deketin cewek … maklum pernah ngejombloh dah lebih dari 6 tahun .. heheheh, tapi sayang waktu itu selalu kaya na ada aja alasan untuk mutus … (rata2 karena ga di setujui ama ortu … ) …. trus yang terparah yang dua terakhir… (hehehehe jadi inget waktu aku tabrakan dulu ….. ) , dan yang terakhir … maaf aku bukan cowok yang tepat buat dia …..
Akhirnya ibu saya menjodohkan saya dengan anak temannya, dia berjilbab anak rumahan, sabar, manis banget … dan banyak lagi (wallahualam …), saya cuman bisa bilang … insya4JJI dia lah istriku kelak di dunia dan di akhirat …..
Temanku pernah bertanya apakah kami pacaran ? saya jawab tidak, tapi dalam hati saya menjawab … She’s my future wife …hehehehehe ,,,
Saya bertemu dengan dia hanya 5 hari, setelah itu saya balik lagi ke jakarta, dia ada di Sulawesi … hati ini rasanya saat ingin berpisah … wah ribet deh … malahan sekarang kalo ga nelpon rasnya parah banget … rindu abis …
Nah,…. yang saya mo tanyain … kita kan dan niat neh merit kang… berhubung saya mau nabung dulu, jadinya kita menunda hingga tahun depan ….. lagian dia juga blum kelar kuliah … nah lho …. hati ini sering banget rindu bahkan kalo lagi banget malahan ga bisa di ungkap kan dengan kata kata deh ….
– trus kalo gitu masuk ke zina hati gak …. ? kan kita juga dah niat mo merit ….
hehehe … itu dulu deh curhat dan nanyanya … satu lagi deng foto dia aku simpan di wallpaper aku di kantor jadi kalo sblum kerja ngeliatin foto nya dulu … trus zina mata donk …. ?
sekian dulu yah …..
btw
Kuasa 4JJI atas hati dan rasa ku … yang mengetahui rahasia antar langit dan bumi serta apapun yang terjadi di dalamnya …
Wassalamualaikum Wr Wb ….
http://www.geocities.com/mandrakie_mrcjr/
August 25th, 2007 at 12:07
Ass.
Sry nmpg tny ne, kalo pacaran kan stwQ klo g’mjrus ke maksiat kn gpp trz gmn loh? Skrg kn pcrn tu sbg alt bwt tau lbh dkt lwn jns Qt?
Stu lg ne mnurt anda pcrn sec islam or yg baek gmn?
August 25th, 2007 at 22:12
ya kl ga dianggap zina mendingan dikebiri ajah ato jadi orang buta, bisu tuli, lumpuh sluruh badan…gimana si..ini hehehehe
August 27th, 2007 at 19:05
Assalamualaikum Wr Wb …
Kang … Pertanyaan ku ga di jwb … ?
Jwb dunq …. ta tunggu yah … makasi …
Mr C Jr
… Hamba 4JJI yang penuh Dosa …
August 30th, 2007 at 21:22
apakah ada pengampunan dosa yg udah kebablasen.
August 30th, 2007 at 21:32
NOMOR 39 (INGIN) TOBAT. Tetapi gue udah menghentikan semua itu atas kehendak sendiri, apakah ini artinya tobat , bagaimana kita tahu diterima atau tidak , gue belum masuk islam(maaf gue dipersimpangan jalan )apakah setelah masuk islam akan dirajam. , gue kristen , pacar gue muslim,dia mintak gue masuk islam, gue pengin, gue kagak ingin dikuliahi ama pacar, ingin cari kebenaran sendiri.TQ Bang Agam
September 2nd, 2007 at 6:06
pacaran itu zina? setuju!
memandang lawan jenis itu zina? kurang setuju…
maaf mas sebelumnya,
bukankah kalau semisal masnya berbicara dengan seorang wanita, sebut saja aisyah, bukankah kita memandangnya bukan hanya sebagai seorang wanita, dan kewanitaannya, tetapi juga asiyah yang pemikirannya terbuka, kritis, atau mungkin aisyah penggemar raihan de es be de es be…
dan embel-embel itu bukankah hal tersebut tidaklah lelaki ataupun wanita?
bukankah kalo soal zina itu tergantung pikiran masing-masing?
maaf, saia ini masih buta soal agama, jadi kalau pertanyaannya terlalu kampungan, sekali lagi…
maaf.
September 6th, 2007 at 8:09
Haramkah percintaan pranikah?
Para penentang pacaran islami berlandaskan dalil. Para pendukung pacaran islami pun berdasarkan dalil. Manakah dalil yang lebih kuat antara keduanya?
Baca http://pacaranislami.wordpress.com/2007/09/06/halal-haram-pacaran-dalil-mana-yang-lebih-kuat/
September 7th, 2007 at 3:59
ass … saya setuju banget kalo pacaran=zina … tapi sayangnya di indonesia..anak2 muda,kalo gak pacaran ..brarti gak laku, gak mode, gak gaul … parah deh …. negara kita yg orang ‘ISLAM’nya terbanyak didunia … tp dah rusak … bener gak sih???? saya baru sadar kalo Islam kita dah rusak, yah setelah disini …
September 7th, 2007 at 23:02
assalam’mualaikum…….
alhamdulilah allah masih memberikan rasa malu ketika ku dekat dengan seorang wanita
aku tak tahu bagaimana jika aku tak memiliki rasa malu ini………….
karena ku tahu iman ku ini masih sangat lemah ………
…… tapi aku mau tanya …… apa kalo kita berteman sama lawan jenis …….
bisa kah itu juga disebut ……..zina .karena kita juga melihat,mendengar,dan melangkah,…………………………….
tolong yach….jawabannya ………….terima kasih
wassalamuaallaikum
October 6th, 2007 at 12:53
bagus tulisannya
October 18th, 2007 at 13:39
Artikelnya bagus-bagus semua mas… tapi sayangnya artikelnya kepanjangan semua, tolong kalau bisa artikelnya selanjutnya jangan panjang-panjang kan kalau baca dikomputer lebih cepet capek
dibandingkan baca buku masa harus dicetak dulu sebelum baca??? itu aja deh…. da da….
October 24th, 2007 at 11:11
assalamualaikum…
October 25th, 2007 at 11:02
nyesel manusiawi kan???
boleh aku minta tlg cariin artikel yang pedes2 ttg hukuman ato dosa2 orang pacaran???/
mw putussss….tapi hatiku sek bimbang….mkax btuh motivasi…
dulu,aku pkir pacaran tu trgantung gmn kt bs ngejaga diri ato gak…tapi ternyata gak semudah ngomong…imanku setelah pacaran bukane apik,malah bobrokkkk…….
aku merasa bukan aku yang dulu….kini,aku mw balik jadi aku yg dlu…bantu aku ya???ohya,aku tlp km sibuk trus…gmn klo dibalik????
October 25th, 2007 at 16:04
October 26th, 2007 at 11:07
Assalam mu’alaikum
Nanggapin Alpha no 76
Hehehe, sebenarnya mudah mencari tujuan buat apa hidup, udah ada kok di Al Qur’an di surat Adz Dzaariyaat, surat ke 51 ayat 56.
“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku”
Nah, hidup manusia ya untuk Allah semata, cara aplikasi sehari-hari nya juga udah di contohkan. Ibaratnya tuntunan hidup itu adalah Al-Qur’an, itu teorinya, sedangkan prakteknya sesuai yang dicontohkan sama Rasulullah.
Yang ada manusia sekarang udah lama tidak menengok tuntunan hidupnya (Al-Quran) hingga sampai lupa tujuan hidupnya dan semakin sering di recokin ama budaya kafir yang bikin kita jadi tersesat dan ragu dengan hukum yang sudah di tetapkan Allah Swt.
Tuntunan hidup yang sempurna pasti dari penciptanya. Kalo nyari tuntunan hidup dari manusia juga yaa… jangan-jangan ngga sampai… hehehhe
Misalnya aja, kalo make mobil pasti ada manual booknya yang dikeluarkan pabrik, supaya mobilnya terawat dan kondisi selalu prima, coba aja pake manual book mesin jahit ke mobil, bisa berabe tuh… hahhaha… Begitu juga manusia, yang menciptakan Allah Swt, manual book nya Al-Qur’an, praktek nya yang di contohkan Rasulullah.
Supaya ngga berat menjalankannya yang di perlukan adalah ikhlas, sudah banyak orang yang menjalankan Islam dengan ikhlas tanpa keberatan sedikitpun… wallahuallam…
z.fadly@gmail.com
November 1st, 2007 at 8:46
Bila nasib dan kondisi anak hasil zina sudah demikian, padahal dia tidak mempunyai dosa apa-apa, hanya saja dia dicurigai sebagai tempat berbagai kejelekan dan kekotoran, serta dia pantas untuk tidak mendatangkan kebaikan apa pun selamanya, disebabkan karena dia tercipta dari nuthfah (sperma) yang kotor; bila tubuh yang tumbuh menjadi besar dengan barang yang haram saja sangat pantas untuk masuk api Neraka, maka bagaimana lagi dengan tubuh yang memang tercipta dari sperma yang haram?
lha…lha…??????
November 12th, 2007 at 13:57
Bagus jga yah artikel mu.bleh kenalan ga ma mas said
November 14th, 2007 at 4:25
ya, bagus2 ^^
lam kenal semua…
November 21st, 2007 at 12:41
asssalamu’alaikum
kak
nama saya kasiyo
dari jogja
saya mau minta solusi
sya hidup di pantiasuhan
kebetulan putra putri, trus aku suka salahsatunya
untuk menjaga pandangan gimana akh, padahal tiap hari ketemu dan kalau tidak sapa dikirain sombong dan ngak mau berteman
November 28th, 2007 at 9:00
Apapun namanya, pacaran islami nggak ada kan, tapi kalo suka seseorang karena pribadinya yg sholeh boleh kan? Manusiawi lagi, asalkan nggak mikir yang macem2, iya nggak?
November 30th, 2007 at 0:23
Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
artikel yang padat dan jelas
.
Cuma sedikit tambahan akhi dan juga mengkoreksi komentar no 21, bahwa tidak ada pacaran yang tidak terlepas dari zina kecil. Kenapa ada istilah pacaran??..dikarenakan istilah itu mewakili fakta bahwa adanya mereka yang mengaku sebagai pacar, ada cinta dan syahwat diantara mereka, dsbnya..yang notabene semua itu adalah zina kecil yang dihukumi haram..sehingga tidak benar dan tidak tepat menisbatkan kata “pacaran” pada perkataan Ustadz Abu Syuqqah “ditetapkannya bercinta sebelum meminang”, karena yang dibicarakan adalah dalam konteks perkenalan..atau yang kita kenal dengan istilah ta’aruf.
Ustadz Abu Syuqqah sebelum menetapkan ‘bolehnya bercinta sebelum meminang” itu setelah memberikan penjelasan yang panjang lebar tentang beberapa patokan. Disamping itu Ustadz Abu Syuqqah menegaskan pada mereka yang sudah melakukan peminangan pun, mesti berlaku sebagai orang asing, tidak boleh berdua2an, dsbnya. http://pacaranislamikenapa.wordpress.com/2007/09/19/mencintai-sebelum-meminang-apakah-dibenarkan/
Dan, insyaAllah ulama IM tidak pernah ada yang cenderung membolehkan perkara semacam ‘pacaran’ ini, wallahu’alam.
wassalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh
December 4th, 2007 at 9:40
[...] . Memang ini semua masuk dalam kategori Zina kecil. Tapi ini semua menjadi pintu untuk melakukan Zina besar (ML/Making Love), seperti dijelaskan pada akhir hadis yang berbunyi “…sedangkan faraj (kemaluan) hanya mengikuti dan tidak mengikuti.” [...]
December 12th, 2007 at 22:57
emh,begini-begini,saya stelah baca2 smuwa postingan,rasanya saya sdkt trtarik u/ brkomentar. saya ingin minta saran langsung dr pengalaman pribadi anda, bagaimana solusi anda jika perasaan antar sesama jenis telah timbul di hati anda? apa dihilangkan atau anda akan melamarnya? lantas,bagaimana menurut anda cara memperoleh pasangan hidup? dikenalin orang tua lalu ta’aruf seperti cara yang anda sebutkan di atas atau anda cari sendiri truz bagaimana? saya bingung selain definisi pacaran soalnya. thankz
December 15th, 2007 at 23:15
hahaha
iya saLAH TULIZ
January 2nd, 2008 at 9:38
hemmmmmmm…
jadi gmn klo pcarannya itu tidak aneh dan mcam2, boleh g?
January 5th, 2008 at 14:17
assalammualaikum…
salam kenal semuanya…
boleh kn aqu ikut gabung…
artikel nya kena bgt..
setelah baca artikelnya pgn nangis rasanya..
January 9th, 2008 at 21:32
Assalam…..
..can you give me any solution for that. Please sent to me.Thank’s
I like that…but very difficult for me.
Wassalam
February 18th, 2008 at 8:53
Mas Agam berani nggak meminang gadis yang masih umur 9 th spt rosullah meminang Aisyah ….?
February 28th, 2008 at 10:24
Aslkm..ngomong2 mas Agamnya udah nikah apa belom ? kalo belom wah…BAHAYA juga neh….hehehe
“Memang Ulama Ikhwanul Muslim cenderung memperbolehkan hal tersebut. Saya belum tau dalil yang dipakai. Seharusnya dicantumkan juga dalil yang memperbolehkannya. Artikel saya ini condong kepada pendapat Ulama Salaf, karena mereka memiliki dalil yang lengkap dalam menafsirkan suatu hukum. Sedangkan solusi “nikah dahulu, rumah tangga kemudian” yang ada pada artikel ini berasal dari pendapat para Ulama Ikhwanul Muslim. Dalam pendapat Ulama Salaf hal ini sebenarnya ditolak, karena salah dianggap salah dalam menafsirkan dalil.”
kok jadi rancu gitu mas? setahu saya ulama Ikhwanul Muslimin itu juga ngikut ulama Salaf (bukan yg ngaku Salafi saat ini). Ulama Salaf disini adalh Salafushalih = orang2 sholeh dahulu (bukan yg ngaku Salafi saat ini)
Jadi Ulama IM, tidak pernah menghalalkan Pacaran, liat buku-buku Syaikh DR.Yusuf Al-Qardawi. dan setahu sy Muhammad Fauzhil ‘Adzim, pengarang buku yg jadi rujukan mas juga mengambil banyak ilmu dari Ulama Ikhwanul Muslimin. hehhe…baru tau kan ?
Thanks sy hanya memberi konfirmasi, sy tidak ingin BERDEBAT KUSIR, jadi TIDAK ADA LAGI SALING TUDUH DAN MENUDUH, artinya KITA HARUS SALING TABAYYUN=Konfirmasi, sudahkah mas KONFIRMASI ama Ulama Ikhwanul muslimin itu ? hehehe….
thanks ya mas, salam CINTA slalu.
March 9th, 2008 at 11:45
thanks
March 18th, 2008 at 15:06
dari artikel ini yg saya baca,brti “intinya” sekarang gx sh pcrn dulu donk?…..
March 18th, 2008 at 15:07
jwb thnx