Mosquito Trap (Perangkap Nyamuk)

17,721 views

Mosquito_Trap

Build Your Own Mosquito Trap.

This method was devised by a class of clever kids at Yong-An elementary school in Taipei, Taiwan. (with the help of their teacher, Hsu Jia-chang). Their website is here.
Metode ini ditemukan oleh Kelas anak-anak cerdas di SD Yong-An di Taipei, Taiwan. (Hsu Jia-Chang sang penemu, yang dibantu oleh gurunya). Klik disini untuk melihat website mereka (bahasa Taiwan).

You need:
A 2 litre plastic bottle.
50 g of coarse sugar (like rock sugar etc., not the fine granulated stuff.)
1 g yeast powder/ granules
A thermometer
A measuring cup
A craft Knife
Black paper

Bahan yang diperlukan :
Sebuah Botol plastik berukuran 2 liter
50 gram gula pasir
1 gram bubuk ragi
Termometer
Gelas ukur
Cutter
Kertas Hitam

Step 1:
Cut the bottle thusly. Keep the top part for step 4.
Potong Botol seperti gambar diatas. Simpan bagian atasnya untuk langkah ke 4

Step 2:
Mix 200ml of hot water with 50g sugar. Then cool the sugar water to 40 degrees.
Campur 200ml air panas dengan 50 gram gula. Lalu dinginkan air gula menjadi 40 derajat.

.

Step 3:
Put the sugar water in the bottle and add the yeast powder/ granules. You don’t have to mix – it will react gradually with the sugar to produce CO2, the magic mozzie attractant.
Tuangkan air gula kedalam botol dan tambahkan bubuk ragi. Anda tidak perlu mencampurnya karena akan beraksi berangsur-angsur dengan gula untuk memproduksi CO2.

Mosquito_Trap

Step 4:
Fit the top part of the bottle snugly into the bottom part.
Make it a tight fit so that the CO2 that’s produced will only be coming out of the hole in the middle.
Masukkan bagian atas botol ke bagian bawahnya seperti terlihat pada gambar. Usahakan sekencang mungkin (tidak longgar), agar gas CO2 yang diproduksi hanya keluar melalui lubang tengah saja.

.

Step 5:
Cover with black paper to make it dark inside – just how mosquitos like it.
Lapisi dengan kertas hitam untuk membuat bagian dalam botol menjadi gelap, sehingga disukai oleh nyamuk.

Tips: Ideally you want to place it in a dark, preferrably humid corner of a room.
Sebaiknya tempatkan di tempat yang gelap dan tempatkan disudut ruangan.

After two weeks you should have a whole bunch of (mostly) dead mosquitos in your trap.
Replace sugar water and yeast every 2 weeks. Try it and let me know how you get on.
Setelah dua minggu anda bisa mempunyai segerombolan penuh nyamuk mati di dalam perangkap.
Ganti air gula dan ragi setiap 2 minggu sekali.

Mosquito Trap Version 2 :

Mosquito_Trap

You Need :
Wire mash
Black bucket
Clean Water

Bahan yang diperlukan :
Kasa Nyamuk
Ember Hitam
Air Bersih

Step 1 : Fit wire mesh to bucket
Pasang kasa nyamuk pada ember

Step 2 : Fill bucket with clean water till 1/3 wire mesh’s height covered
Isi ember dengan air hingga 1/3 tinggi kasa nyamuk tergenang air

Step 3 : Ideally you want to place it in a dark, preferrably humid corner of a room.
Sebaiknya tempatkan di tempat yang gelap dan di sudut ruangan

.

Step 4 : After one week you should have a whole bunch of (mostly) dead mosquitos in your trap. Replace water once a week.
Setelah satu minggu anda bisa mempunyai segerombolan nyamuk mati di dalam perangkap. Ganti air dan bersihkan kasa nyamuk setiap seminggu sekali.

WARNING : Substitute the water routinely. If not, may be it’ll become mosquitoes livestock breeding.
PERINGATAN : Ganti airnya secara rutin. Jika tidak, ada kemungkinan, bukannya menjadi perangkap, justru malah menjadi peternakan nyamuk.

OvitrapActually this is’nt a mosquito trap, but ovi trap. Mosquito, especially edes aegypti looked for clean water to lay eggs. After drop their eggs to water, eggs drop pass wire mesh. The egg hatched, lava became mosquitoes, than mosquitoes were trapped, could not go out and finally died.

Sebenarnya yang kedua ini bukanlah perangkap nyamuk, melainkan perangkap telur nyamuk. Dimana, nyamuk bertelur, lalu telur menembus kasa nyamuk. Lalu telur menetas, dan berkembang menjadi pulpa dan menjadi nyamuk. Tapi nyamuk terperangkap didalam dan tidak bisa keluar. Sehingga mati di dalam.

The ovitrap was designed and developed by staff of the Singapore’s Ministry of the Environment in the 1970s. Unlike similar devices developed by other countries, the Singapore ovitrap is designed to ensure that when adult mosquitoes emerge from the eggs, they are trapped under a wire mesh and drown. It has thus been called an autocidal ( interfering with reproduction )ovitrap. Click here for more information about Singapore Ovi trap.

Ovitrap dibuat oleh staf menteri lingkungan hidup singapura pada tahun 70an. Tapi ovi trapnya berbeda dengan ovi trap pada gabar pertama. Ovi trap ini hasil modifikasi singapura, sehingga nyamuk akan langsung mati tanpa melalui proses tumbuh menjadi dewasa. Sebenarnya saya juga bisa mengajarkan cara pembuatannya yang sederhana, namun karena belum diuji cobakan, saya tidak berani mempublikasikannya terlebih dahulu. Untuk mengetahui perangkap nyamuk buatan Singapura, silakan klik disini.

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/mosquito-trap/

Referensi :
PKL Agam Rosyidi dan Pamby Yudardi
di Puskesmas Kepanjen Malang
dng bimbingan dr.Hadi Puspita

Flickr

National Enviroment Agency Singapore

Masih banyak sebenarnya Perangkap Nyamuk jenis lainnya. Dan akan terus kami update, insyaAllah. Agar tidak ketinggalan update terbarunya masukkan email anda di kotak dibawah ini, anda akan menerima peringatan setiap ada artikel baru kami, ataupun yang kami update.

Email Anda:

 

Related Posts (Artikel Terkait) : perangkap nyamuk, nyamuk, mosquito trap, membuat perangkap nyamuk, alat perangkap nyamuk, black hole mosquito trap, perangkap nyamuk sederhana, kasa nyamuk, cara membuat perangkap nyamuk, kasa nyamuk surabaya, cara membuat ovitrap, jebakan nyamuk, cara membuat raket nyamuk, perangkap nyamuk murah, telur nyamuk, Black Hole nyamuk, perangkap semut, cara membuat jebakan nyamuk, membuat perangkap nyamuk sederhana, perangkap, perangkap telur nyamuk, diy mosquito trap, cara untuk perangkap nyamuk aedes, black hole nyamuk surabaya, cara membuat jebakan, membuat jebakan nyamuk, jual raket nyamuk, apa itu ovitrap, perangkap nyamuk black hole, nyamuk chikungunya, penangkap nyamuk, cara pembuatan ovitrap, ovi trap, mosquito trap black hole, jebakan semut, mosquito traps, jual mosquito trap, jual blackhole mosquito trap, membuat perangkap, diy ovitrap, jual black hole nyamuk surabaya, cara buat perangkap nyamuk, black hole mosquito, membuat raket nyamuk, alat penusir nyamuk, alat penangkap nyamuk, membuat alat sederhana, rosyidi n masquito, alat perangkap nyamuk aedes aegypti, skripsi chikungunya
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

41 Komentar pada “Mosquito Trap (Perangkap Nyamuk)”
  1. Nisa says:

    wiiihhh :O gw geli banget ngebayanginnya. bulu kuduknya mpe berdiri gini [-( makasih tipsnya… hohoho.. baru tau ada tips beginian

  2. Anang says:

    makasih tipsnya

  3. Riyogarta says:

    Wah, boleh juga nih infonya … nanti coba saya buat.

  4. lady says:

    berguna sekali nih, terutama bagi yg tinggal di daerah panas macam surabaya dan sekitarnya :)

    Rosyidi :Jangan salah. Di Malang juga banyak lho. Kemaren di Kecamatan Kepanjen Demam Chikungunya menjadi KLB (Kejadian Luar Biasa), korbannya mencapai lebih dari 100 orang. Dan ada tempat waktu itu aku datangi, satu RT kena semua tanpa terkecuali. Jadi jangan dikira dataran tinggi bebas dari ancaman Demam Berdarah dan Chikungunya :)>-

  5. jeffrs says:

    yukkk mare…

    brilian bwt skripsi ae..

    Rosyidi :Kalo kamu pengen pake buat skripsi silakan :)
    Tapi… emang di FKG boleh ngambil skripsi tentang ini :p
    hehehe..
    Masuk IKGM aja blom tentu diterima jef :)>-

  6. Sep, om..
    dulu kykna pernah liat di situs DIY (Do It Yourself)
    tapi dah lupa :P
    thanx!

  7. pudakonline says:

    Ehm…. layak coba :)

  8. toim says:

    lama2 bs jd macgyver nih, :d klo aq sih ngandelin raket nyamuk aja deh ato losyen anti nyamuk

    Rosyidi :Kalo raket nyamuk kan kita harus aktif terus menerus mengayunkannya. Lama2 capek juga, blom lagi kalo nyamuknya gesit2 :p hehehe..
    Kalo repalent (losyen) anti nyamuk, emang mau pake losyen siang malam setiap hari? Lebih mahal.

  9. irwan says:

    Mantap dan bisa dicoba…

    Tapi selama ini kalo geregetan sama nyamuk, paling mudah pake raket anti nyamuk ituh…. Lebih PUASSSS!!! :))

  10. noki says:

    wah lumayan nih buat bekal nati klau pulang kekalimantan. kan disana daerahnya rawa-rawa.:d

  11. wahaha.. aneh anah aja nih mas agam. kalau saya sih tingal semprott aja beres. :)

  12. pututik says:

    wah patut kita coba, siip juga terjemahannya. Kalo jaman dulu kita sering pake yang namanya sokle, masih ada nggak ya? sekarang nyamuk pada anti peptisida kayaknya, mabokk bentar trus menyerang lagi bak serdadu

  13. agam says:

    waduh…. nampak yang ribet banget gam… bikinnya…..!!!!!!!

    emang sih nyamiuk2 sekarang ini makin membabi buta ah….. (eh babi ato nyamuk yaa….. hehehehehe)…..

  14. RoSa says:

    wuah, pas banget nih, kebetulan di Seram lagi panas2nya n banyak nyamuk di mana2, udah gitu, nyamuknya aneh2 lagi bentuknya :D

  15. dedik says:

    yup thx nt ak coba praktikum dirmh

  16. cempluk says:

    penjelasan yang betul2 menarik mas..dicoba dulu y.

  17. slam says:

    Sesuatu yang menarik nih

  18. haidir says:

    Hebat juga tuch teknologinya, mungkin bisa diekmbang di sekolahku, aku mau donk infordmasi lain yg berguna untuk anak2 SMP atau SD
    thanks ya atas informasinya

  19. Cakep Only says:

    cocok sekali buat daerah panas seperti Bekasi dan Karawang dan sekitarnya.
    bagaimana kalau disebar luaskan ke massa kelas bawah..

  20. dinas kesehatan says:

    Maaf, pernahkah metode ini diuji secara statistik ? Kalau memang pernah, saya ingin melihat hasilnya secara statistik. Apakah memang dapat menurunkan angka kejadian kesakitan penyakit-penyakit akibat nyamuk. Dan bila memang terbukti dapat menurunkan angka kesakitan, akan sya coba di kelurahan2 yg endemis DBD di wilayah saya. Terima kasih untuk model2 pemberantasan vektor demam berdarah. Semoga menjadi amal baik. Amin

    Rosyidi :Menurut dr Hadi Puspita, kepala Puskesmas Kepanjen, Malang, metode ini sudah diterapkan di Irian Jaya. Dan terbukti mengurangi angka kejadian DBD. Tapi itu untuk metode ke 2, yang sebenarnya merupakan ovitrap. Yaitu perangkap telur nyamuk. Dan sudah mulai diadopsi oleh Puskesmas Kepanjen sejak tahun lalu.
    Sedangkan metode pertama (mosquito trap), setahu saya belum ada Puskesmas di Indonesia yg mengadopsinya.
    Karena Kesehatan Masyarakat bukanlah bidang saya, saya belum pernah mengujinya secara statistik. Ini saya kembangkan dari hasil PKL di Puskesmas Kepanjen.

  21. yosi says:

    kalu ada yg mau beli perangkapnyamuk “beneran” hubungi aku yaa…ada yg dari Rp 145.000,- Rp 220.000,- sampai Rp 498.000,-

    thnk alot before yaa

  22. Hanny says:

    Aku sudah coba buat, tapi sampai saat ini ga ada satupun nyamuk yang masuk..
    Apa ada yang salah ya…:((

  23. bandi says:

    keliatnya bagus….dr pada pake obat nyamuk bakar,,.bisa2 malah rmh ke bakar y g.

  24. qipit says:

    ntar yang mti g cuma nyamuk tok yo..semut juga suka tu…:):”>
    kemungkinan nyamuk yang masuk perangkap adalah nyamuk jantan, padahal yang sangat amat mengganggu adalah nyamuk betina. nyamuk jantan tidak menghisap darah tapi nyamuk betina haus darah buat bertelur..gimana tu????8-|

    yang paling g disukai kan nyamuk yang suka nguing2 ditelinga trs gigit..ganggu orang tidur..

  25. semut says:

    Hmmm untuk metode pertama, apakah nantinya tidak jadi perangkap semut karena pakai air gula? :d

    Rosyidi :Ada juga yang mencobanya dan menjadi perangkap semut. Tapi kalau kita letakkan dengan benar insyaAllah tidak. Misalnya disekelilingnya diberi air.

  26. well,im x indonesian,perangkp nyamuk ini lebih efektif jika u all letakkan air hujan sb nyamuk breeding kt air yg bersih & cuba u all ltakkan 1 ovitrap in 1 week says:

    ermm..im x ind0nesian tp i berminat wit u isu..i taking 4 environmental study so i kn0w bout ovitrap…lots 0f thing u can do wif ovitrap…its use 2 calculate mosquito index bt pliz :-w,watch ur ovitrap cz the life cycle of mosquito is 1 week,so destroy it b4 it bc0mez adult..& bites u all…:)>-

  27. efektif utk hewan lain gak? misalnya lalat, kecoa,dll…

  28. ria says:

    thx. jd bisa bwt ngitung populasi nyamuk nie.:)>-

  29. wong says:

    Dapat info baru, nanti koq sy ada kesempatan akan sy coba praktekkan. Semoga bermanfaat. Trim mas.

  30. bertha says:

    gam ini sumbernya darimana?
    penelitian orang atau gmn?

    Rosyidi :Itu waktu aku PH3 di Puskesmas Kepanjen Malang Ber. Di Philipina sudah menerapkan itu, aku pernah baca literaturnya, dan itu juga dah diterapkan di Irian, dan berhasil menekan DBD

  31. anca says:

    wah bagus juga idenya. .
    kebetulan disini lagi banyak nyamuk. .
    tapi kalo ovitrapnya ntu kasa nyamuknya menggantung berapa cm dari mulut embernya. . ?

  32. anss says:

    boz raginya yang jeniz pa?tuk bwt roti or bwt tempe???????

  33. desmeri heppy says:

    k2
    ovtrap dengan pemakaian pedel kok gak ad
    buatlah kak web site nya
    tmbh lg ya ket
    krn saya menl ttg tu
    tq
    k22

Trackbacks

Lihat apa opini orang-orang tentang artikel ini...
  1. [...] mau yg murah buat aja sendiri model lain, ini dari Rosyidi.com : http://rosyidi.com/mosquito-trap/ Cuma rasanya kalo yg ini lebih cocok kalo outdoor aja, jd taruh aja di halaman, 2 minggu sekali [...]

  2. [...] Mosquito Trap (Perangkap Nyamuk) [...]

  3. [...] ini sebenarnya bukan cara yang efektif namun bisa mengalihkan nyamuk ke suatu tempat dan nyamuk tersebut akan terperangkap dan mati, selain itu mungkin bisa mengurangi perkembangbiakan nyamuk tersebut. alatnya dapat dibuat sendiri menggunakan gula pasir, bubuk ragi dan botol ukuran 2 liter, gula dan ragi yang dimasukkan air panas dimasukkan botol akan menghasilkan co2 yang akan didatangi nyamuk, ketika nyamuk masuk ke botol dan masuk air, nyamuk akan mati. (lengkapnya disini) [...]



Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3