gw rio,pram,husain adalah sosok manusia yng mempunyai perbedaan tp gw bertiga menghargai satu sama lain, tentang ras janganlah jadi perbedaan yang yang mengarah provokasi, perdalamlah ilmu yang kmu cari dabn apa yang kamu yakini. dengan seperti itu kalian tau bagaimana kita hidup didunia. semua agama tidak mengajarkan kejahatan melainkan mengajrkan kebaikan…..mari kita bersatu janganlah perbedaan menjadi alasan kita untuk saling membenci….RIO
AJARAN WAHIDIYAH
Disamping mengamalkan Sholawat Wahidiyah ini, supaya berusaha melatih hati dengan “ LILLAH – BILLAH dan LIRROSUL – BIRROSUL dan berusaha melaksanakan “ YU’TI KULLA DZII-HAQQIN HAQQOH “ dengan prinsip “ TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA FAL ANFA “ :
LILLAH : segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Alloh dan Rosul-Nya SAW, maupun yang hubungan denga masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang wenang, asal bukan perbuatan yang merugikan/bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, melaksanakannya supaya disertai dengan niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih ! LILLAHI TA’ALA!, LAA ILAAHA ILLALLOOH ( = tiada tempat mengabdi selain kepada Alloh ). WAMAA KHOLAQTUL JINNA WALINSA ILLAA LIYA’BUDUUN ( = dan tiadalah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU ) (Al Dzariyaat-56)
BILLAH : Menyadari dan merasa senantiasa kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin , adalah ALLOH TUHAN MAHA PENCIPTA yang menciptakan dan menitahkannya. Jangan sekali-kali merasa lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kekuatan atau kemampuan. LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH ( tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Alloh-BILLAH )
LIRROSUL : Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Alloh- LILLAH seperti diatas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW. “ YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU ATHII ‘ULLOOHA WA ATHII ‘UR-ROSUULA WALAA TUBTHILUU A’MAALAKUM “ ( Hai orang-orang yang beriman ( BILLAH ), taatlah kepada Alloh ( LILLAH ) dan taatlah kepada Rosul ( LIRROSUL ), dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu sekalian ( Muhammad 33 )
BIRROSUL : Disamping sadar BILLAH seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin ( yang diridhoi Alloh ) adalah sebab jasa Rosululloh SAW. “ WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAN LIL’AALAMIIN “ (= Dan tiada Aku mengutus Engkau Muhammad melainkan rohmat bagi seluruh alam ( Al Anbiya 107 ). Penerapan LILLAH –BILLAH dan LIRROSUL-BIRROSUL seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOH SAW “
YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH : Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh wa Rosuulihi SAW, maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.
TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ : Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting ( AHAMMU ). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya ( ANFA’U ). Hal-hal yang berhubungan dengan ALLOH wa ROSUULIHI SAW. Terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “ AHAMMU “ ( lebih penting ) dan hal-hal manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau ummat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang “ ANFA’U “ ( lebih bermanfaat ).
SHOLAWAT WAHIDIYAH BERFAEDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH wa ROSUULIHI SAW.
? Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap kehadirat ALLOH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA,dan merasa seperti benar-benar di hadapan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad Rosululloh SAW, denga adab ta’dim ( memulyakan ) dan mahabbah ( mencintai ) semurni-murninya.
? Niat semata-mata mengabdikan diri beribadah kepada Alloh dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga. LILLAH ! Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW.LIRROSUL!
? Mari kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Alloh. BILLAH ! Dan karena syafa’at atau jasa dari Rosululloh SAW. BIRROSUL !
? Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita ini penuh dosa dan banyak berbuat dholim. Baik terhadap Alloh SWT wa Rosulihi SAW, terhadap orang tua dan keluarga, dan terhadap umat dan masyarakat serta terhadap makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfiroh ( ampunan ) dan taufiq hidayah Alloh SWT, Syafa’at tarbiyah dan bimbingan Rosululloh SAW, serta barokah-karomah-nadhroh-do’a restu Ghoutsu Haadzaz-Zaman wa a’waanihi wa saairi Auliyaa-Ahbaabillahi rodiyalloohu Ta’alaa’anhum.
? Seluruh pengamalan dihaturkan sebagai hadiah penghormatan kepada Junjungan kita Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW, kepada Ghoutsu Haadhaz-Zaman dstnya, dan lain-lain jika dikehendaki. ( cukup dalam batin saja )
ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)
I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH ) ALFAATIHAH ! (1X) Kemudian berdo’a seperti di bawah ini
FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU… dibaca bersama-sama imam dan ma’mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri!
Transformasi Bisnis, Pelajaran dari Telkom
Oleh : Riandi
Persaingan bisnis selalu tajam dan keras. Hanya perusahaan dengan bisnis yang kuat,sehat dan kompetitif yang dapat bertahan. Meskipun sudah kuat dan sehat serta kompetitif tetap akan ada perubahan lingkungan usaha yang akan memaksa perusahaan untuk mengubah bisnisnya agar tetap sesuai. Bila tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan, silahkan minggir karena biasanya keadaan sehat dan kuat tersebut adalah kondisi masa lalu. Masa sekarang apalagi yang akan datang jelas akan berbeda. Telkom termasuk perusahaan yang mengalami hal tersebut. Dari perusahaan yang mempunyai bisnis konvensional melayani komunikasi dengan telepon tetap, kemudian harus dipaksa untuk memikirkan ulang bisnisnya karena munculnya era telekomunikasi telepon bergerak dan internet.
Untungnya Telkom sendiri telah melakukan langkah jitu untuk menyelamatkan kelangsungan bisnisnya yang tak dapat lagi bergantung pada telepon tetap yang pada saat ini stagnan bahkan bisa dikatakan semakin menurun. Karena munculnya era komunikasi bergerak maka Telkom membuat anak usaha yang khusus bergerak di bidang komunikasi bergerak yaitu Telkomsel yang khusus bermain di GSM. Langkah ini sukses besar karena pada saat persaingan komunikasi bergerak sudah demikian panas, Telkomsel sudah memiliki 75 juta pelanggan dan dengan demikian menjadi pemimpin pasar komunikasi seluler. Jelas menjadi salah satu penyumbang terbesar keuntungan bagi Telkom. Kemudian ada juga Telkom Flexi yang bermain di arena CDMA. Sehingga untuk area komunikasi bergerak Telkom sudah siap kalau toh akhirnya telepon tetap tidak lagi diminati.
Langkah lain yang diambil Telkom adalah meredefinisi bisnis telepon tetapnya dari layanan komunikasi suara menjadi layanan data dengan Telkom Speedy. Pada saat permintaan sambungan telepon rumah semakin turun, jumlah pelanggan Speedy justru semakin bertambah. Apalagi dengan jumlah pelanggan Speedy yang terus bertambah hingga mencapai 1 juta orang tentunya ada harapan akan terus bertambah. Dan juga yang harus diingat, calon pelanggan potensial Speedy adalah dari pelanggan telepon tetap yang jumlahnya mencapai puluhan juta pelanggan. Ini artinya ada puluhan juta calon pelanggan komunikasi konvensional yang berpotensi dialihkan ke layanan komunikasi data karena internet yang terus tumbuh pesat.
Kemudian untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin menggila ternyata ketahuan bahwa organisasi Telkom sudah kelebihan beban. Karyawan sudah terlalu banyak sehingga kurang efisien dan membuat perusahaan menjadi gemuk dan lamban dalam merespon perubahan. Karyawan Telkom berjumlah 25.000 orang sedangkan Telkomsel hanya 3000 orang tapi dapat menghasilkan keuntungan secara rata-rata lebih besar dari Telkom yang memiliki karyawan terlalu banyak. Telkom lebih banyak merugi dalam hal pembayaran gaji dan ongkos operasional karyawan. Tak terhindarkan memang, jumlah karyawan pun pada akhirnya tetap akan dikurangi sampai tingkat yang paling efisien dan efektif. Karena kelebihan karyawan Telkom jadi mirip gadis cantik yang gembrot karena kebanyakan makan. Apa boleh buat agar dapat tampil menarik lagi tentu harus usaha agar dapat menjadi ramping dan menarik. Intinya adalah perampingan. Dana 800 miliar yang hampir mendekati angka 1 triliun pun disiapkan untuk pesangon karyawan yang ingin berhenti secara sukarela dengan sistem pensiun dini maupun yang memang harus di PHK. Jumlah sekian tentu hanyalah kerugian sementara yang nilainya sebenarnya kecil bila dibandingkan dengan kerugian jangka panjang yang akan dialami Telkom apabila harus terus mempertahankan karyawan yang tidak produktif. Lebih baik rugi sedikit daripada terus mempertahankan karyawan yang justru berpotensi memberikan kerugian yang lebih besar lagi di masa depan. Ini adalah salah satu langkah berani yang harus diambil Telkom secara konsisten bila ingin terus maju dalam persaingan bisnis .
Tentu saja kalau urusan PHK karyawan bukan cuma Telkom sendiri yang harus melakukan hal tidak mengenakkan tersebut. Banyak perusahaan kelas dunia pun terpaksa dan sering melakukan hal tersebut. Sebut saja sebagai contoh adalah Google, Nokia, Facebook, bahkan Microsoft pun juga melakukannya. Itu adalah hal yang lumrah. Pilihan sulit memang. Tapi memang tenaga kerja menjadi salah satu biaya terbesar perusahaan dimana dengan teknologi yang semakin maju, bisnis yang efisien adalah bisnis yang padat teknologi bukan bisnis padat karya. Karena dengan teknologi banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan manusia kini telah digantikan dengan teknologi. Bisnis jaman sekarang dapat dijalankan dengan semakin sedikit orang atau karyawan.
Dalam kasus ini Telkom termasuk perusahaan yang beruntung. Dari perusahaan yang dulunya berjaya karena monopoli secara alami, kemudian dapat terus eksis meskipun terjadi perubahan bisnis dimana pemain lebih dari satu sehingga tidak bisa lagi menikmati manisnya monopoli. Sehingga, dari beberapa langkah Telkom yaitu membuat anak usaha, meredefinisi bisnis konvensionalnya sampai perampingan karyawan ada pelajaran utama yang dapat ditarik. Pelajaran tersebut adalah transformasi bisnis yang tepat dan jitu akan berguna membantu setiap perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Lingkungan berubah. Pesaing juga berubah. Keinginan konsumen akan kepuasan yang harus dipenuhi juga semakin tinggi. Tidak bisa menggunakan standar lama. Hanya transformasi bisnis yang sesuai yang dapat membuat perusahaan dapat bertahan serta terus tumbuh dan berkembang karena bila tidak bertransformasi jelas akan mati dengan sendirinya. Sudah hukum alam jika tidak tumbuh atau berubah maka akan mati dengan sendirinya. Tentu tak ada pelaku bisnis baik perusahaan bahkan individu yang ingin mengalami hal demikian. Semua ingin bisnisnya dapat berlangsung selama mungkin. Berubahlah sebelum dipaksa berubah.
Riandi (ryandy2009.blogspot.com) (ryandy2008@gmail.com)
Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak,Selimbau,Kapuas Hulu,Kalimantan Barat,Indonesia.
HP. 081352471543
Pertama di Dunia…!
Inovasi Al-Qur’an dari Syamil untuk kemudahan anda mempelajari Keagungan Al-Qur’an.
Semua dalam satu Jilid:
1. Al-Qura’an terjemahan PERKATA
2. Terjemahan DEPAG RI
3.Tajwid Sistem Quantum Reading Qur’an
4.Panduan Hukum Tajwid
5.VCD Tutorial Sistem Quantum Reading Qur’an
6.Tafsir Al-Muyassar
7.Asbabunuzul
8.Do’a2 dalam Al-Qur’an
9.Mukjizat Al-Qur’an
10.Indeks Al-Qur’an Alfabetik
11.Atlas Al-Qur’an
12.Kisah Para Nabi dlm Al-Qur’an
13.Dzikir Al-Ma’surat
14.Intisari Ayat
15.Links to Related Articles
Minat Hub.Arif-0316077612/085648462400
Pencarian data ‘buta huruf terbanyak’ di Badan Pusat Statistik (BPS) mengantarkan kami ke suatu desa di Pasuruan, Jawa Timur. Asumsi kami, desa dengan tingkat buta huruf terbanyak merupakan desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah.
Miris. Iya. Miris. Di saat kami -yang notabene mahasiswa IT- sudah sangat akrab dengan internet, messenger, virtual class, SIM Akademik online, forum diskusi online dan lain-lain, mereka di sana justru belum pernah ‘berkenalan’ dengan komputer dan laptop. Keadaan jelas berbeda di desa tersebut.
Mayoritas penduduk di desa tersebut mendapatkan sumber penghasilan dari aktifitas dagang. Kegiatan kami di sana akan berbagi pengetahuan tentang pengenalan dasar komputer, dan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan di sekolah untuk menunjang proses belajar-mengajar seperti aplikasi-aplikasi MS Office. Di luar dugaan, berita tersebut ternyata telah didengar oleh penduduk desa. Saat kami datang saja, penduduk-penduduk yang menemui kami tampak sangat antusias bertanya-tanya tentang materi yang akan kami ajarkan esok hari. Kami mengambil lokasi pengajaran di salah satu sekolah di desa tersebut. Target peserta yang akan mengikuti acara ini adalah murid-murid MTs dari kelas 7 s.d. kelas 9. Selain itu pula, guru dan perangkat desa juga mengikuti acara ini.
Saya, teman-teman saya, blogger, dan bahkan Anda… saya yakin dengan gampangnya mengakses internet, blogwalking bahkan dari teknologi mobile. Buat saya, sudah bukan hal yang aneh jika kami berinteraksi dengan dosen tentang mata kuliah melalui forum, atau bahkan mengetahui info-info dari FB dan Twitter. Juga tak asing lagi saat kami harus melakukan conference untuk suatu mata kuliah dan ujian secara online. Tapi hal tersebut tidak berlaku di sana. Jangankan mobile atau social network, untuk menyalakan komputer saja, mereka masih belum bisa. Eits, saya serius dan tidak mengada-ada. Karena nyatanya, cita-cita pemerataan pendidikan dan teknologi informasi di negara kita masih belum menyentuh mereka yang berada di desa kecil.
Para peserta sangat antusias mengikuti tiap sesinya dengan penuh perhatian seolah tak ingin melewatkan tiap butir pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Duduk di lantai tanpa alas pun tidak masalah. Tidak sebanding dengan ilmu yang akan mereka terima. Tak hanya pengenalan komputer, kami pun memberikan materi aplikasi perkantoran dasar dari Microsoft yaitu MS Word dan MS Powerpoint. Di ruangan berbeda, materi tersebut tidak diberikan dengan menggunakan komputer, melainkan laptop/notebook. Peserta yang terdiri dari murid-murid SMP tersebut rupanya memicu rasa ketertarikan bocah SD di desa tersebut. Mereka ingin sekali merasakan pengalaman mengoperasikan komputer/laptop juga membuat presentasi. Tak tega melihat semangat dan rasa penasaran mereka, kami pun mengijinkan mereka masuk dan bergabung bersama kakak-kakak mereka yang sudah duduk di bangku SMP dengan catatan bersedia untuk rapi dan tidak gaduh. Mengenal notebook pada awalnya membuat mereka di sana ragu. Namun, perlahan mereka menikmati materi dan dengan asiknya mencoba membuat presentasi menggunakan aplikasi MS Powerpoint. Dimulai dengan membuat desain tiap slide yang ada, kemudian menambahkan animasi-animasi, dan menjalankan presentasi yang telah dibuat. Senyum dan tawa riang menyiratkan betapa menyenangkannya hal-hal baru tentang komputer dan teknologi informasi untuk mereka.
Tiga hari di sana sebenarnya belum cukup untuk membagikan lebih banyak ilmu. Sebelum pulang, kami memberikan beberapa perangkat komputer yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar-mengajar di sana. Keberadaan kami di sana hanyalah awal, sebuah investasi kecil yang jika dipupuk akan berbunga indah. Siapa tahu saja dua puluh lima tahun ke depan, justru anak-anak desa yang awalnya ‘gaptek’ ini lah yang akan menjadi Menkominfo Indonesia rindu senyuman lugu mereka
Sekecil apa pun, sesederhana apa pun, bentuk kepedulian kita untuk menyampaikan kemajuan teknologi informasi kepada masyarakat dapat menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Terlebih lagi, jika kita bekerja sama menyebarkan pengetahuan sampai ke pelosok desa, kita bisa membantu pemerintah untuk perataan pendidikan dan cita-cita bangsa bagian ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ seperti tercantum pada alinea empat pembukaan UUD 1945 pun dapat tercapai. Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua… Bukan begitu, saudara-saudara?
Tulisan ini saya buat untuk Microsoft Bloggership 2010
saya mau melaporkan nih ada satu lagi situs yang sangat melecehkan umat muslim mohon kawan-kawan semua agar segera bertindak dan ditindak lanjuti oleh pihak yang berkepentingan dan ini adalah alamat situs tersebut : murtadinkafirun.forummotion.net
karena situs tersebut dapat mengganggu perdamaian yang ada di indonesia.
Satu Nusa Satu Bahasa Satu Bangsa INDONESIA.
MEREBUT KEKUASAAN DI 2014 !
Oleh : Sunaryo, S.Pd.T
Saudara-saudaraku sebangsa dan se- tanah air, Problem global bangsa Indonesia yang selama ini kita rasakan bersama diakibatkan kurang adanya keperpihakan kebijakan pemerintah terhadap rakyat, rakyat hanya dijadikan sebagai obyek untuk meraih suatu kekuasaan, hingga kekuasaan itu didapat rakyatpun ditinggalkan begitu saja oleh para penguasa.
Suasana politik yang di tanamkan oleh para penguasa sekarang ini tidak lagi mencerminkan kepentingan rakyat yang diletakkan pada ranah kedaulatannya akan tetapi urusan politik sekarang ini sudah menjadi urusan para pejabat dan penguasa rakus dengan pikiran pragmatiknya. Padahal, seharusnya urusan politik menjadi urusan rakyat.
Terbukti, dari peristiwa pemilu 2009 kemarin hingga sekarang ini, di semua daerah didalam melaksanakan pesta demokrasi hanya menampilkan sosok vigur, keterkenalan dan kemampuan melakukan pembiayaan dan kepentingan kampanye saja, Bukan justru memberi penjelasan tentang kepemimpinan dan arti penting suatu pesta demokrasi bagi rakyat. Hal ini dianggap sebagai pembodohan bagi rakyat Indonesia.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, kita selama ini sudah banyak berkecimpung dengan urusan rakyat melalui program pemberdayaan yang sudah kita selami bersama, sehingga kita tahu kondisi rakyat yang sebenarnya. untuk itu, sebagai pemberdaya, kini perlu kiranya mengambil langkah pasti dalam melakukan revolusi perebutan kekuasaan scara politis di tahun 2014, dan selanjutnya mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Sudah saatnya kita melakukan suatu gerakan dan terobosan agar suara rakyat benar-benar menjadi kedaulatan dalam menentukan kebijakan dan urusan bangsa Indonesia.
Sebagai kader pemberdaya, kita dituntut menjadi pelopor untuk mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Dengan jaringan pemberdaya yang kita punyai di nusantara ini, yang sudah mencakup 32 propinsi, 494 kabupaten/kota dan bahkan sudah tersebar di 4805/6328 kecamatan yang ada di Indonesia, kita sudah bisa berbuat banyak untuk bisa melakukan gerakan kerakyatan. Ini sangat luar biasa jika semua bisa bersatu untuk menyamakan persepsi, dan kemudian membentuk dan menggalang gerakan rakyat.
Kalau melihat potensi, sekarang ini sudah banyak di daerah yang sudah membentuk asosiasi pelaku pemberdaya dan juga bahkan di tingkat nasional, ini merupakan modal berlian kita bersama untuk melakukan gerakan perebutan kekuasaan tersebut. Ada ratusan kursi Bupati/Walikota, puluhan kursi Gubernur, ratusan kursi di DPR RI, ribuan kursi di DPRD I dan DPR II, Tergantung mana yang mau di raih. Seorang pemberdaya tidak akan pernah bisa mensejahterakan rakyat jika hanya menjadi pelaksana program. Apalagi jika para elit politik yang duduk tidak lagi mau membuat dan melaksanakan kebijakan kearah itu.
Sangat di sayangkan jikalau melihat sistem kerja program pemberdayaan yang sudah cukup ideal untuk menjadi program unggulan pemerintah, setelah 2014 tidak bisa diakomodir oleh pemerintah daerah. Hutang negara yang selama ini kita nikmati tentu tidak akan ada hasil yang berarti. Kapan lagi kalau tidak sekarang kita bangun dan mulai gerakan ini.
Kesimpulannya, untuk mensejahterakan rakyat kita memang perlu menjadi top leader di semua tingkatan pemerintahan dan lembaga pendukungnya, karena di situlah tempat membuat, menentukan dan melaksanakan kebijakan yang bisa berpihak pada kepentingan kerakyatan.
” SELAMAT BERJUANG !!! ”
Penulis adalah:
Koordinator: Asosiasi Konsultan Pemberdayaan Banyuwangi
HP. 081 333 880 220
dwi nofi andhiyantama on 22 September 2010 @ 10:38
MAHASISWA SEKARANG “IMPOTEN”?
“Sebuah Telaah Historis Akan Pergerakan Mahasiswa”
OLEH : DWI NOFI ANDHIYANTAMA
MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIV.WIDYAGAMA MALANG
Mahasiswa adalah kaum intelektual dimana memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang tinggi,mahasiswa selain terkenal dengan kepandaiannya juga dikenal dengan ke-kritisan pemikirannya dalam menyikapi kondisi-kondisi politik yang ada.Bahkan beberapa kalangan menilai bahwa mahasiswa merupakan salah satu elemen pengontrol kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh sangat besar.Tak jarang pula atau bahkan sering,kita jumpai mahasiswa-mahasiswa berdemonstrasi dalam meluapkan aspirasinya terhadap permasalahan tertentu.Sebagian orang mungkin akan menganggap itu adalah hal bodoh dan gila yang mana akan percuma,karena tidak akan berpengaruh seperti yang telah terjadi namun sebagian lagi beranggapan itu adalah wujud dari berlangsungnya demokrasi.
Berbicara masalah demonstrasi mahasiswa tentu kita akan berbicara tentang sebuah pergerakan massa(yang mana disini massanya sebagian besar adalah mahasiswa) yang dilakukan secara serempak,teratur dan memiliki tujuan tertentu.Demonstrasi atau unjuk rasa ini diartikan sebagai gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang dihadapan umum.Demonstrasi ini biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau menentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok(www.wikipedia.com diakses tgl.3/09/2010).Jadi dalam demonstrasi ini sendiri proses peran aktif dari masyarakat maupun golongan tertentu dapat terwujud,yang mana hal ini akan menghidupkan khasanah demokrasi.
Bill Moyer berpendapat dalam bukunya “The Movement Action Plan” bahwa perlu adanya suatu kebangkitan kembali demokrasi melalui “kekuatan masyarakat”.Pemusatan kekuatan secara terus-menerus dari pemerintah dan lembaga sosial yang lain,dikombinasikan dengan penggunaan media massa yang baru untuk menyelesaikan proses politik itu,nyaris menghilangkan keikutsertaan warga negara yang efektif dalam proses pengambilan keputusan.
Berangkat dari pendapat tersebut dapat disimpulkan begitu besarnya pengaruh dari kekuatan masyarakat ini,yang mana salah satunya dapat diwujudkan melalui proses demonstrasi.Sejarah kita pernah mencatat bagaimana kegarangan mahasiswa dalam menjatuhkan rezim orde baru yang begitu lama bercokol selama 32 tahun.Kala itu pada tahun 1998 kondisi perekonomian di Indonesia mengalami keterpurukan dimana Rupiah tembus 17.000/dollar AS,mutlak pada saat itu dibutuhkan pemecahan terhadap permasalahan ini.Namun pada bulan Maret 1998,MPR malah menetapkan kembali Soeharto sebagai Presiden RI padahal hal ini ditentang keras oleh masyarakat dan mahasiswa.Hal ini didasarkan atas ketidakpuasan terhadap kepemimpinan soeharto yang mana malah akan memperburuk kondisi perekonomian Indonesia.Gundah akan keputusan MPR ini,mahasiswa memilih bedemonstrasi sebagai solusi agar suara mereka dapat didengar.
Demonstrasi pertama kali diluncurkan oleh mahasiswa Yogyakarta sebelum Sidang Umum MPR 1998.Dan menjelang Sidang Umum tersebut demonstrasi malah “menjadi” dibanyak kota besar di Indonesia sampai akhirnya berlanjut terus hingga bulan Mei 1998. Insiden besar pertama kali adalah pada tanggal 2 Mei 1998 di depan kampus IKIP Rawamangun Jakarta karena mahasiswa dihadang Brimob dan di Bogor karena mahasiswa non-IPB ditolak masuk ke dalam kampus IPB sehingga bentrok dengan aparat. Saat itu demonstrasi gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tingi di Jakarta merencanakan untuk secara serentak melakukan demonstrasi turun ke jalan di beberapa lokasi sekitar Jabotabek.Namun yang berhasil mencapai ke jalan hanya di Rawamangun dan di Bogor sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan masuk rumah sakit.
Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa apalagi sejak mereka berani turun ke jalan. Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti melakukan demonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak awal orde baru. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak tahun 1997.
Mahasiswa bergerak dari Kampus Trisakti di Grogol menuju ke Gedung DPR/MPR di Slipi. Dihadang oleh aparat kepolisian mengharuskan mereka kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Penembakan itu berlansung sepanjang sore hari dan mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka. Sepanjang malam tanggal 12 Mei 1998 hingga pagi hari, masyarakat mengamuk dan melakukan perusakan di daerah Grogol dan terus menyebar hingga ke seluruh kota Jakarta. Mereka kecewa dengan tindakan aparat yang menembak mati mahasiswa. Jakarta geger dan mencekam(www.semanggipeduli.com diakses tgl.3/09/2010).
Peristiwa itu tidak hanya berhenti sampai di titik itu saja,walaupun banyak dari mahasiswa yang menjadi korban namun hal itu tidak menghentikan dan menggetarkan semangat dari pejuang-pejuang reformasi ini,terbukti perjuangan tersebut tidak sia-sia,pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan pengunduran dirinya sebagai Presiden.Berikut kronologi peristiwa tersebut:
TANGGAL KEJADIAN
22 Januari 1998 Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.
12 Februari 1998 Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.
5 Maret 1998 Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
10 Maret 1998 Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.
14 Maret 1998 Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi menteri.
15 April 1998 Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik
18 April 1998 Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.
1 Mei 1998 Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.
2 Mei 1998 Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998).
Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.
4 Mei 1998 Harga BBM melonjak tajam hingga 71%, disusul tiga hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.
7 Mei 1998 Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas air mata.
8 Mei 1998 Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.
9 Mei 1998 Soeharto berangkat seminggu keMesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998 Tragedi Trisakti, 4 mahasiswa Trisakti terbunuh.
13 Mei 1998 Mal Ratu Luwes di Jl. S. Parman termasuk salah satu yang dibakar di Solo. Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. kerusuhan juga terjadi di kota Solo.Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.
14 Mei 1998 Demonstrasi terus bertambah besar hampir di semua kota di Indonesia, demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.Soeharto, seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo.Kerusuhan di Jakarta berlanjut, ratusan orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998 Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali ke tanah air dan mendarat di lapangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma
di Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima Wakil Presiden B.J. Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
17 Mei 1998 Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief melakukan langkah mengejutkan pada Minggu, 17 Mei 1998. Ia mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Soeharto dengan alasan masalah keluarga, terutama desakan anak-anaknya.
18 Mei 1998 Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas menyatakan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR, yakni
Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, dan Fatimah Achmad.
Pukul 21.30 WIB, empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu “malu”. Namun, niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia langsung mengatakan, “Urusan kabinet adalah urusan saya.” Akibatnya, usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat.
Pukul 23.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual, meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Wiranto mengusulkan pembentukan “Dewan Reformasi”.
Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum Kota memasuki halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR.
19 Mei 1998 Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar
(Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra,
KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma’ruf Amin dari NU. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi
Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.
Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur. Pada saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi negatif para senior ekonomi; Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan
Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur waktu.
Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga, Surabaya.
20 Mei 1998 Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung.Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru.
Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat. Alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari jabatannya. Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur. Ke-14 menteri itu adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri Suseno, Haryanto Dhanutirto, Justika Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto, Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga dan Tanri Abeng.
Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel Sumardjono. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.
Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada Wapres BJ Habibie.
Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Amien Rais. Dalam pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari jabatannya. kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, “The old man most probably has resigned”. Yusril juga menginformasikan bahwa pengumumannya akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB. Kabar itu lalu disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun Najib, Utomo Danandjaya, Syafii Ma’arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan yang lainnya. Lalu mereka segera mengadakan pertemuan di markas para tokoh reformasi damai di Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan rumah dinas Dirjen Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik Fadjar. Di sana Cak Nur – panggilan akrab Nurcholish Madjid – menyusun ketentuan-ketentuan yang harus disampaikan kepada pemerintahan baru.
21 Mei 1998 Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan, “Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru”. Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB
. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR.
Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden, “ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga.”
Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.
22 Mei 1998 Habibie mengumumkan susunan “Kabinet Reformasi”.Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR kePengangkatan Habibie sebagai Presiden
Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang.Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan,sejumlah perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap.
Sumber: http://www.wikipedia.com
Berdasar tabel kronologis diatas mutlak terdapat suatu kematangan strategi dan koordinasi lapangan yang baik antar mahasiswa.Karena dalam setiap aksinya terdapat sebuah perubahan yang cukup signifikan.Hal inilah yang belum dapat kita temui dalam aksi mahasiswa di era pasca reformasi.
SEMANGAT MAHASISWA ERA 1998 vs SEMANGAT MAHASISWA ERA SEKARANG
Terdapat sebuah pertanyaan menggelitik dari seorang rekan penulis ketika melihat berita di Televisi mengenai aksi demo Mahasiswa yang menentang melonjaknya harga BBM beberapa waktu lalu.Beliau mengatakan,”Mahasiswa sekarang itu demo atau paduan suara?masa demo kok nggak bisa terkoordinir menjadi satu se-Indonesia.Kalau demo-nya hanya bersifat regional-regional gitu yah mana mungkin bisa didengar,orang jumlah pendemonya ajah ga banyak,paling banter 30 orang.Nah,itu niat demo apa mau paduan suara?”.Mendengar hal itu penulis hanya terdiam dan meng-iyakan dalam hati.Memang benar apa yang dikatakan rekan tersebut pasca tergulingnya rezim Soeharto sampai saat ini belum pernah ada lagi aksi yang diluncurkan segarang aksi itu.
Di era sekarang terdapat banyak media komunikasi mulai dari handphone,email,facebook,twitter,blackberry mesangger,sampai myspace yang dapat secara mudah dan cepat kita akses guna menemukan rekan-rekan kita.Padahal jika kita merujuk pada tataran teknologi komunikasi yang semakin canggih tersebut harusnya aksi-aksi seperti tahun 1998 dapat dilakukan kembali dan bahkan bisa lebih garang.Tapi kenyataan yang terjadi para Mahasiswa seolah tidak dapat mengeksplorasi kecanggihan tersebut.Bandingkan pada era 1998 yang mana internet dan handphone masih menjadi barang langka yang tidak mudah didapat.
Bahkan salah satu petinggi negara ini dalam email-nya yang bocor mengungkapkan bahwa aksi mahasiswa sekarang ini tidaklah akan dapat segarang seperti dahulu,berikut petikan email tersebut:”ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak relevan lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang bisa menghadirkan kekuatan mahasiswa.” kemudian, “Jadi tidak perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang berkualitas pemikirannya sampai bisa menggerakkan massa jadi selalu menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi tidak pernah pintar sehingga selalu ketahuan sehingga masyarakat tidak pernah percaya lagi sama kredibilitas demo mahasiswa jadi tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran dan sentiment public sekarang, ndak ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah,rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. Kita datangin mereka ke tv saja mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan mahasiswa itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan sekarang.”(www.kompas.com diakses tgl.4/09/2010).Menilik kondisi dilapangan memang terasa benar bahwa mahasiswa sekarang seolah kehilangan tajinya dalam setiap aksinya,aksi-aksi yang ada sekarang lebih mirip aksi suku Pedalaman yang berpesta dengan bernyanyi-nyanyi dan menari memutari api unggun,namun bedanya pada mahasiswa mereka memutari ban yang dibakar.
Meruntut dari segi historis,mestinya mahasiswa era sekarang lebih peka dan terkoordinir dibanding mahasiswa era rezim Soeharto,hal ini dinafaskan dengan dihapusnya kebijakan Normalisasi Kegiatan kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK),yaitu kebijakan pemerintah untuk mengubah format organisasi kemahasiswaan dengan melarang Mahasiswa terjun ke dalam politik praktis,berdasar SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0156/0/1978 dan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 037/U/1979.
NKK/BKK menjadi dua akronim yag menjadi momok bagi aktivis Gerakan Mahasiswa tahun 1980-an. Istilah tersebut mengacu pada kebijakan keras rezim Presiden Soeharto pada tahun 1978 melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef untuk membungkam aksi kritis mahasiswa terhadap jalannya pembangunan dan kebijaksanaan pemerintah saat itu. Pada saat itu,satu-satunya organisasi intra kampus yang merupakan senjata utama bagi perlawanan mahasiswa adalah “Dewan Mahasiswa”.Kala itu organisasi ini dikenal aktif disemua kampus.Dan juga pada saat itu “Dewan Kampus” menunjukan tajinya pada publik dengan menolaknya pencalonan Soeharto dalam Pilpres 1977.Kala itu pihak pemerintah menilai kondisi yang ada dikampus sangatlah tidak normal,maka untuk itu perlu adanya kembali normalisasi kehidupan kampus.Maka sebagai wujud nyata akan pemikirannya itu,pihak pemerintah membentuk kebijakan yang disebut “Normalisasi Kehidupan Kampus” atau yang sering pula disebut NKK.
Dengan dibentuknya NKK ini,kegiatan-kegiatan organisasi intra kampus resmi dilarang,dan mutlak “Dewan Mahasiswa” yang menjadi korbannya.Dan sejak tahun 1978,ketika NKK/BKK ini diwujudkan dikampus kegiatan mahasiswa menjadi terpecah dalam Fakultas dan Jurusan masing-masing sesuai dengan konsentrasinya.Ikatan mahasiswapun yang diperbolehkanpun hanya yang sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing,seperti ISMEI(Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia),ISMPI(Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia),dsb.
Namun pada perwujudannya NKK ini mengalami banyak penolakan,dalam NKK ini memang secara nyata mengganti “Dewan Mahasiswa” dengan “BKK”(Badan Koordinasi Kemahasiswaan).Dalam format BKK disebutkan bahwa ketua BKK adalah dosen yaitu Pembantu Rektor III,jika dicermati format tersebut tampak lucu dan aneh hal itu didasarkan pada sifat BKK yang merupakan organisasi kemahasiswaan,tetapi ketuanya bukanlah mahasiswa.Di ITB,nasib BKK ini sendiri dapat dikatakan suram,karena para dosen seperti enggan untuk menyulut masalah dengan anak didiknya yang secara mati-matian menentang BKK.Nasib buruk juga dialami di UGM yang mana BKK hanya diakui ada secara de-facto saja,karena pada prakteknya organisasi ini juga tidak berjalan.Hal paling ekstrim terjadi di UII Yogyakarta dan Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga ,keberadaan BKK memang ada dan “Dewan Mahasiswa” dibubarkan,namun ketua BKK ini sendiri tetaplah mahasiswa. Sedangkan di ibukota negara, Universitas Indonesia memang memiliki BKK tetapi fungsi sehari-hari dijalankan oleh Forum para Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, dan dinamakan Forkom UI.
Sempat pula pada tahun 1979 beberapa anggota DPR dari fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP),Nahdlatul Ulama (NU), dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) mengusulkan untuk menggajukan Hak Interpelasi(Hak DPR untuk meminta keterangan kepada eksekutif mengenai kebijakan eksekutif yang bersifat penting dan strategis serta berdampak luas bagi masyarakat) terhadap NKK/BKK tersebut.Penjelasan mengenai usulan ini dikemukakan pada sidang paripurna 20 Desember 1979,namun sayang usulan ini ditolak melalui voting dalam sidang paripurna 11 Februari 1980.Hasil voting itu terdiri dari 279 suara menolak(220 F-KP dan 61 F-ABRI) dan suara setuju(83 F-PP dan 18 F-PDI).
Pada tahun 1990,dengan kepemimpinan Fuad Hasan sebagai Mendikbud,kebijakan mengenai NKK/BKK resmi dicabut dan diganti dengan Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan(PUOK) berdasar pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0457/0/1990 tentang Pola Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, dimana Organisasi Kemahasiswaan pada tingkat Perguruan Tinggi bernama SMPT (senat mahasiswa perguruan tinggi).Dalam SMPT ini yang menjadi anggota adalah Senat Mahasiswa Fakultas(SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM).
Namun,dalam kebijakan inipun masih terjadi pro-kontra dikalangan mahasiswa,sebagian yang menerima menyandarkan bahwa walaupun konsep ini masih memiliki sejumlah kelemahan,akan tetapi dipercaya dapat menjadi basis konsolidasi kekuatan gerakan mahasiswa.Dilain pihak,mereka yang menolak menganggap bahwa konsep SMPT tidak lain hanya semacam agenda tersembunyi guna menarik mahasiswa ke kampus dan memotong kemungkinan aliansi mahasiswa dengan kekuatan diluar kampus.Pada perjalanannya konsep ini menuai banyak kekecewaan di perbagai Perguruan Tinggi,mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri,bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus.Akibat dari kegundahan ini,di UGM pada tahun 1994 berdirilah kembali “Dewan Mahasiswa” yang merupakan solusi atas kebutuhan terhadap organisasi independent yang kemudian disusul oleh beberapa Perguruan Tinggi lainnya,namun format akan “Dewan Mahasiswa” yang baru ini tidaklah sama persis dengan format “Dewan Mahasiswa” yang pernah ada.Hal ini merupakan pertanda terhadap kebangkitan kembali pergerakan mahasiswa.
Kini setelah beberapa tahun berlalu perjuangan tersebut terkesan hanya menjadi sebuah sejarah yang hampir terlupakan.Betapa tidak, terkesan mahasiswa era sekarang lebih peduli dengan nilai IPK(Indeks Penilaian Komulatif)-nya daripada memperankan dirinya sebagai “agent of change”.Memang juga bukan suatu kesalahan yang teramat fatal apabila mahasiswa lebih mengedepakan urusan nilainya daripada menjalankan fungsi kontrolnya.Hal ini disendikan atas kebijakan kampus yang juga seringkali menutup mata terhadap kegiatan mahasiswanya diluar.Seringkali mahasiswa ketika akan melakukan aksinya mereka dibenturkan dengan adanya kuis,UTS,UAS atau bahkan dosen “killer”.Tetapi jika hal ini terus dipersoalkan dan dijadikan alasan akan loyonya semangat mahasiswa era sekarang,hal itu sungguhlah tidak berdasar.Mengapa?karena pada mahasiswa era rezim Soeharto-pun hal ini juga merupakan hambatan bagi mereka,namun mereka berani mengorbankan nilainya dan memilih untuk menjalankan fungsi kontrolnya sebagai wujud pengabdiannya kepada masyarakat.
Konsep Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup : Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat bagi mahasiswa sekarang memang terkesan hanya sebagai simbol yang tidak memiliki makna yang begitu dalam,hal lain terjadi dalam kacamata mahasiswa era sebelumnya yang dapat memaknai dan mengamalkan hal ini secara utuh.Mereka menganggap seseorang belumlah pantas menyandang gelar sebagai mahasiswa sebelum dapat mengamalkan ketiga hal tersebut.Mahasiswa adalah pintu gerbang bagi masyarakat kita yang masih miskin akan ilmu pengetahuan, Mahasiswa adalah salah satu unsur masyarakat yang memunyai bargaining position bagi satu perubahan dalam negeri, karena status sebagai mahasiswa secara otomatis telah menempatkan individu pada suatu kualitas dimana ia dapat menjalankan fungsi kontrol tanpa batas. Tentu apabila mahasiswa tidak memposisikan dirinya sebagai penghuni bangku kuliah yang pasif, akan tetapi dalam kesehariannya selalu memfungsikan daya monitoring terhadap perkembangan yang ada, terutama pada pemerintah dalam menyelenggarakan sistem kenegaraan(Tabloid “JUMPA” edisi.32 tahun 2007).
Selain adanya sikap apatis dari kebanyakan mahasiswa,faktor lain akan loyonya aksi mahasiswa ialah isu yang diangkat mahasiswa tidak populis dimasyarakat.Dalam artian seringkali isunya sendiri tidak begitu mengena dihati semua masyarakat,hal ini didukung oleh pernyataan Dr.Hariman Siregar yang juga mantan aktivis tahun 1970-an yaitu “Gerakan mahasiswa akan menjadi besar jika isunya menyentuh semua orang”.Memang benar pemikiran tersebut,mengingat selama ini mahasiswa berteriak dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat.
Memaknai lain dari kebijakan NKK/BKK yang pernah bercokol di Indonesia,terbukti bahwa pemerintah pada saat itu sangat takut jika mahasiswa melakukan demonstrasi,hal ini dikarenakan masyarakat dan mahasiswa seolah menjadi satu dalam menyuarakan nama rakyat.Terkesan hampir setiap rakyat secara individu memiliki satu tujuan dalam aksi-aksi yang digelar kala itu sehingga masyarakat benar-benar mendukung mahasiswa,Wimar Witoelar seorang aktifis di era 1966 menceritakan pengalamannya kala itu, “Dulu antara mahasiswa dengan masyarakat sangat bersatu, kalau kita demo, nginep dimana saja kita selalu dikasih nasi bungkus sama masyarakat,waktu itu masyarakat menganggap mahasiswa akan membawa perbaikan”.Hal berbanding terbalik terjadi ketika mahasiswa era sekarang malah bentrok dengan warga seusai aksinya(www.semanggatpagi.com diakses tgl.15/09/2010).Ahdian seorang tokoh dari “Forum Kota”(FORKOT) berpendapat mengenai masalah ini,“Masyarakat sudah menganggap aksi mahasiswa ini sudah tidak berarti.”.Dan masih menurutnya mengenai minimnya jumlah pendemo dalam setiap aksi mahasiswa,beliau berpendapat,” Pengkritisan terhadap pemerintahan itu harus dilakukan dengan aksi kecil maupun besar”.Maka seharusnya dan bahkan wajib bagi mahasiswa era sekarang untuk berkaca kembali akan alur yang telah mereka ambil dalam setiap pergerakan,ada baiknya pula bagi mereka untuk sedikit membenamkan ego guna dapat berpikir lebih strategis,dan mendapatkan kembali keniscayaan dari masyarakat yang mana merupakan salah satu aspek kunci akan keberhasilan sebuah pergerakan.
terima kasih,qur,an mp3 nya saya cariiiii….. baru ketemu,semoga berguna tuk anak saya yang suka dengerin lagu lewat hp,jadi bisa dengerin juzz amma juga,semoga ilmu ente nambaaah terus.
20 tahun lalu, Ibu sedang sakit payah. Sekejap lagi, sebelum azan asar berkumandang, ibu memanggil emaknya, berpesan agar emaknya dan ayah menolong menjaga anak-anaknya yang sedang tidur di depan mata. Selesai ibu minta ampun dari mak, berkirim salam untuk suami tercinta, ibu letakkan kedua tangannya di atas perut, lalu mengucapkan kalimah syahadah sebelum menutup mata buat selama-lamanya dengan kepergian yang diiringi azan.
***
Kau beritahu aku kenapa aku tak boleh merinduinya sedangkan malam itu aku melihat sendiri ibu terbujur kaku, diyasinkan, dimandikan, dikafankan, disholatkan, dan ditanamkan keesokan harinya dengan iringan tangisan?
Abang yang sungguh-sungguh maukan kafan ibu dibuka supaya ibu akan bangun dan hidup lagi, mengampunkan dosa-dosanya, berjanji taat dan tidak melawan kata-kata ibu dan akan menolong ibu mencuci piring, menjemur pakaian dan menjaga adik-adik setiap kali pulang dari sekolah. Aku tak terfikir ibu tak akan kembali. Benar aku tahu ibu sudah mati, tetapi apalah yang mampu aku panjangkan lagi fikiran ini sebagai kanak-kanak perempuan 5 tahun ketika itu? Hanya setelah menginjak ke alam remaja baru aku sadar ibu memang sudah tidak ada lagi dalam dunia ini untuk diajak bersama bersuka ria mendapat kelulusan dalam ujian, sakit perih hidup sendiri tanpa bimbingan dan perhatian dan limpahan kasih ibu tersayang. Tapi tangisan ini sudah sangat terlewat. Ibu sudah pergi. Ibu tak akan kembali lagi ke dunia ini. Dan entah bila kami sekeluarga akan berjumpa, memang aku sadar impian ini selama-lamanya tak akan pernah berlaku. Ya Allah, Kau ampunkanlah dosa ibuku. Cinta mendalam terhadap bunda hanya bisa dimengertikan dalam jiwa insan setelah dia dipanggilNya..lara hati usah dibicara, do’a untuknya harus senantiasa dilidah agar bunda tersenyum dikamar abadi merasakan betapa kasih anak-anak terhadapnya meskipun telah pergi…
***
Selagi Ibu ada… jangan sia-siakan masa yang ada. Karena menangis di pintu kubur adalah masa yang telah terlewat.
GROSIR BERAS ORGANIK INDONESIA – UD BLITAR PUTRA MAS
VARIETAS BERAS ORGANIK
1. BERAS HITAM (BLACK RICE)
BERAS HITAM ORGANIK ( Black Rice Organik )
Beras Hitam mempunyai khasiat dan gizi yang lebih baik dari pada beras lainnya, hal ini terdapat pada pigmen beras yang berwarna hitam. Beras hitam sangat berbeda dengan KETAN HITAM, baik rasa, aroma, maupun penampilannya, dan jika sudah dimasak beras hitam warnanya benar-benar hitam pekat. Khasiat BERAS HITAM (BLACK RICE) adalah:
* Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit
* Memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirrosis)
* Mencegah gangguan fungsi ginjal
* Mencegah kanker/tumor
* Memperlambat Penuaan (Antiaging)
* Sebagai Anti oksidan
* Membersihkan kolesterol dalam darah
* Mencegah Anemia
HARGA per KILOnya adalah Rp 23.500.
2. BERAS MERAH (RED RICE)
BERAS ORGANIK MERAH ( Red Rice Organic)
Keunggulan BERAS MERAH (RED RICE):
* Mencegah sembelit
* Cocok untuk diet
* Mencegah berbagai macam penyakit saluran pencernaan
* Meningkatan perkembangan otak
* Menurunkan kolesterol darah
* Mencegah kanker dan penyakit degeneratif
* Menyehatkan jantung
* Mempunyai kandungan vitamin B1 dan mineral lebih tinggi dari pada beras putih
Kandungan Nutrisi dan manfaat BERAS MERAH (RED RICE):
1. Mengandung lebih banyak Magnesium, yang sangat baik untuk kesehatan kardiovaskuler (jantung)
2. Kaya akan fiber dan asam lemak, sehingga mencegah sembelit dan cocok untuk diet, karena fiber membuat kita tidak mudah lapar
3. Kaya akan asam amino dan GABA
HARGA per KILOnya adalah Rp 17.500.
3. BERAS COKLAT (BROWN RICE)
BERAS ORGANIK COKLAT (Brown Rice Organic)
Beras coklat (BROWN RICE) adalah beras yang tidak di giling atau setengah digiling, jadi bisa dikatakan mempunyai rasa sedikit seperti kacang dan lebih kenyal daripada beras putih. Meskipun lebih cepat basi, tetapi beras coklat lebih bernutrisi.
HARGA per KILOnya adalah Rp 11.500.
4. BERAS PUTIH (WHITE RICE)
BERAS ORGANIK PUTIH ( White Rice Organik )
Merupakan jenis beras yang banyak dikonsumsi. Beras Putih Organik jika dibandingkan dengan Beras Putih Un-Organik sangatlah berbeda, karena rasanya lebih pulen dan lebih wangi. HARGA per KILOnya adalah Rp 9.500.
Bpk. Muh. Sul’am Muhib Tohiri
Alamat Rumah : Dsn Gentor, Ds Candirejo Rt 01/Rw 05,
Kec Ponggok, Kab Blitar
Alamat Usaha : Jl Margojoyo 18, Mulyoagung, Kec Dau,Malang
Simpati : 081 359 364 565
XL : 081 937 818 085
Apakah Anda setuju dengan judul artikel ini??? Pernahkah anda melihat disekitar anda, anak usia SD, SMP dan SMA duduk-duduk atau berjalan sambil menghisap rokok dengan lihainya? Pemandangan tersebut sering saya lihat dilingkungan rumah saya. Bagaimana dengan lingkungan sekitar Anda? Jika sama, apa yang Anda pikirkan bila yang sedang merokok itu adalah anak Anda? Dewasa ini, rokok seakan sudah menjadi jajanan sehari-hari mereka. Saat mereka berangkat sekolah, saat di kantin sekolah dan saat pulang sekolah, mereka dengan asyiknya menghisap rokok. Mereka melakukan hal tersebut tanpa rasa beban, justru seakan bangga dengan hal yang dilakukannya. Padahal, jelas bahwa rokok mengandung zat-zat yang sangat berbahaya (seperti tar, nikotin, dll.) bahkan di bungkus rokok jelas tertera penyakit-penyakit yang akan ditimbulkan bila terus mengkonsumsinya. Namun, sepertinya hal tersebut tidak diindahkan dan tidak menjadi sebuah peringatan yang berarti bagi mereka.
Apakah gambaran semua anak sekolah masa kini seperti itu? Menurut saya, tidak semua, namun hampir semua anak sekolah masa kini seperti itu. Sungguh fakta yang sangat miris. Anak- anak tersebut merupakan generasi muda bangsa ini, namun tubuh mereka yang seharusnya segar bugar dan sehat, kini harus terkontaminasi oleh zat-zat beracun pada rokok yang membuat mereka tubuh mereka menjadi rusak. Mungkin, akibat dari merokok tidak langsung terlihat secara gamblang karena akibat dari merokok sifatnya jangka panjang atau terlihat setelah sekian lama mengkonsumsinya. Penyakit-penyakit tersebut antara lain kanker paru-paru, sirosis hati, dll. Mulai sekarang, MARI SELAMATKAN GENERASI MUDA bangsa ini dari kebiasaan MEROKOK.
AGAR SEDEKAH TIDAK SIA-SIA
Di antara amal kebaikan yang banyak dilakukan kaum muslimin di bulan Ramadhan adalah memberi sedekah. Tidak diragukan lagi bahwa bersedekah di bulan mulia ini memiliki nilai lebih tersendiri. Namun perlu diwaspadai, jangan sampai pahala sedekah yang melimpah menjadi terhapus sia-sia.
Pembaca yang budiman, Allah ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya :
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir . “ (Al Baqarah:264)
[Tiga Perbuatan Penghapus Pahala Sedekah]
Dalam ayat di atas, Allah menjelasakan ada tiga perbuatan yang dapat menghapus pahala sedekah :
Pertama. Menyebut-nyebut pemberian sedekah. ( ?????????) al mann : maksudnya adalah menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang diberi sedekah untuk menunjukkan kelebihan dirinya dibanding orang yang diberi sedekah tersebut.
Seperti misalnya si A memberikan sedekah kepada si B. Dia selalu menyebt-nyebut sedekah pemberiannya tersebut di hadapan si B. Seperti ini adalah termasuk perbuatan ( ?????????) al mann yang tercela seperti tersebut dalam ayat di atas. Perbuatan ini mencakup seluruh bentuk sedekah, baik itu sedekah terhadap teman, tetangga, kerabat, maupun istri dan anak-anaknya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
“ Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya : Siapa mereka wahai Rasulullah ? Sabda beliau : Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu” (H.R. Muslim:106)
Kedua. Menyakiti orang yang diberi sedekah. (???????? ) al adzaa: secara bahasa maknanya adalah setiap perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain, baik dalam hal agamanya, kehormatannya, badannya, maupun hartanya. Adapaun (???????? ) al adzaa yang menghapus pahala sedekah yaitu bersikap sombong terhadap orang yang diberi sedekah dan menyakitinya dengan kalimat yang menyakitkannya, atau dengan sesuatu yang mencela kehormatannya dan merendahkan kemuliaan dan kedudukan orang tersebut.
Ketiga. Perbuatan riya’. ( ?????? ) ar riyaa’ : yakni perbuatan seorang hamba menampakkan amalnya kepada manusia karena ingin mendapat pujian. Jika seseorang riya’ dalam amalan sedekahnya maka akan menghapus pahala sedekah tersebut. Bahkan perbutan riya’ tidah hanya dalam masalah sedekah saja. Riya’ dapat terjadi pada setiap amal dan menghapus pahala amal tersebut. [Lihat Nidaa-atu ar Rahman li Ahlil iman 21-22, Syaikh Abu Bakr Al Jazaairy]
Imam Ibnu Katsir menjelasakan : “Dalam firman-Nya (??? ??????????? ???????????? ?????????? ???????? ) (janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)) Allah menerangkan bahwa pahala sedekah itu dapat hilang disebabkan karena menyebut-nyebut sedekah dan juga dengan tindakan menyakiti orang yang diberi sedekah.. Dosa menyebut-nyebut dan menyakiti itu menyebabkan hilangnya pahala sedekah. Kemudian Allah berfirman (????????? ??????? ??????? ?????? ???????? ) (), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia). Maksudnya, janganlah kalian membatalkan pahala sedekah kalian dengan menyebut-nyebut sedekah dan menyakiti orang yang diberi sedekah, sebagaimana tidak bernilainya sedekah orang yang riya’ karena manusia. Orang yang riya’ adalah yang menampakkan dihadapan orang lain bahwa dia ikhlas dalam beramal, padahal maksud sebenarnya adalah agar dia dipuji oleh orang lain. atau agar terkenal dengan sifat-sifat terpuji sehingga banyak orang yang mengaguminya, atau beramal agar disebut sebagai orang dermawan, atau maksud-maksud duniawi lainnya. Pelaku riya’ tidak memiliki perhatian untuk taat kepada Allah, mencari ridha-Nya dan mengharap pahala-Nya. Oleh karena itu, Allah berfirman (????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ) (dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian). ” [Lihat Tafsir al Quran al ‘Adzhim surat al Baqarah ayat 264, al Imam Ibnu Katsir]
Waspadailah saudaraku, ketiga perbuatan tersebut dapat merusak pahala sedekah yang kita lakukan.
[Faedah Ayat]
Firman Allah dalam surat al Baqarah 264 di atas mengandung beberapa faedah :
Amal keburukan akan menghapus amal kebaikan.
Dalam ayat tersebut terkandung perintah untuk tetap menjaga amalan-amalan yang sirr (tersembunyi) agar tidak diketahui orang lain.
Menyebut-nyebut pemberian sedekah, menyakiti orang yang diberi sedekah, dan perbuatan riya’ dapat menghapus pahala sedekah
Terhapusnya pahala sedekah karena perbuatan menyebut-nyebut pemberian sedekah dan menyakiti orang yang diberi sedekah, sama seperti hapusnya pahala sedekah karena riya’
Ketiga sifat di atas termasuk tanda kekufuran.
Semoga Allah ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk ikhlas dalam setiap amal yang kita lakukan. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.
Kami dengan bangga mempersembahkan Xamthone plus isi 350 ML , dimana merupakan sebuah merek yang mencerminkan dedikasi kami kepada masyarakat dunia. Kami terus m[...]
on 20 April 2008 @ 20:16
[...] Atau masukkan ke kolom komentar di : http://rosyidi.com/kirim/ [...]
on 16 January 2009 @ 9:15
gw rio,pram,husain adalah sosok manusia yng mempunyai perbedaan tp gw bertiga menghargai satu sama lain, tentang ras janganlah jadi perbedaan yang yang mengarah provokasi, perdalamlah ilmu yang kmu cari dabn apa yang kamu yakini. dengan seperti itu kalian tau bagaimana kita hidup didunia. semua agama tidak mengajarkan kejahatan melainkan mengajrkan kebaikan…..mari kita bersatu janganlah perbedaan menjadi alasan kita untuk saling membenci….RIO
on 18 January 2009 @ 18:32
AJARAN WAHIDIYAH
Disamping mengamalkan Sholawat Wahidiyah ini, supaya berusaha melatih hati dengan “ LILLAH – BILLAH dan LIRROSUL – BIRROSUL dan berusaha melaksanakan “ YU’TI KULLA DZII-HAQQIN HAQQOH “ dengan prinsip “ TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA FAL ANFA “ :
LILLAH : segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Alloh dan Rosul-Nya SAW, maupun yang hubungan denga masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang wenang, asal bukan perbuatan yang merugikan/bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, melaksanakannya supaya disertai dengan niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih ! LILLAHI TA’ALA!, LAA ILAAHA ILLALLOOH ( = tiada tempat mengabdi selain kepada Alloh ). WAMAA KHOLAQTUL JINNA WALINSA ILLAA LIYA’BUDUUN ( = dan tiadalah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU ) (Al Dzariyaat-56)
BILLAH : Menyadari dan merasa senantiasa kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin , adalah ALLOH TUHAN MAHA PENCIPTA yang menciptakan dan menitahkannya. Jangan sekali-kali merasa lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kekuatan atau kemampuan. LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH ( tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Alloh-BILLAH )
LIRROSUL : Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Alloh- LILLAH seperti diatas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW. “ YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU ATHII ‘ULLOOHA WA ATHII ‘UR-ROSUULA WALAA TUBTHILUU A’MAALAKUM “ ( Hai orang-orang yang beriman ( BILLAH ), taatlah kepada Alloh ( LILLAH ) dan taatlah kepada Rosul ( LIRROSUL ), dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu sekalian ( Muhammad 33 )
BIRROSUL : Disamping sadar BILLAH seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin ( yang diridhoi Alloh ) adalah sebab jasa Rosululloh SAW. “ WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAN LIL’AALAMIIN “ (= Dan tiada Aku mengutus Engkau Muhammad melainkan rohmat bagi seluruh alam ( Al Anbiya 107 ). Penerapan LILLAH –BILLAH dan LIRROSUL-BIRROSUL seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOH SAW “
YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH : Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh wa Rosuulihi SAW, maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.
TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ : Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting ( AHAMMU ). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya ( ANFA’U ). Hal-hal yang berhubungan dengan ALLOH wa ROSUULIHI SAW. Terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “ AHAMMU “ ( lebih penting ) dan hal-hal manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau ummat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang “ ANFA’U “ ( lebih bermanfaat ).
on 18 January 2009 @ 18:42
SHOLAWAT WAHIDIYAH
SHOLAWAT WAHIDIYAH BERFAEDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH wa ROSUULIHI SAW.
? Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap kehadirat ALLOH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA,dan merasa seperti benar-benar di hadapan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad Rosululloh SAW, denga adab ta’dim ( memulyakan ) dan mahabbah ( mencintai ) semurni-murninya.
? Niat semata-mata mengabdikan diri beribadah kepada Alloh dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga. LILLAH ! Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW.LIRROSUL!
? Mari kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Alloh. BILLAH ! Dan karena syafa’at atau jasa dari Rosululloh SAW. BIRROSUL !
? Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita ini penuh dosa dan banyak berbuat dholim. Baik terhadap Alloh SWT wa Rosulihi SAW, terhadap orang tua dan keluarga, dan terhadap umat dan masyarakat serta terhadap makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfiroh ( ampunan ) dan taufiq hidayah Alloh SWT, Syafa’at tarbiyah dan bimbingan Rosululloh SAW, serta barokah-karomah-nadhroh-do’a restu Ghoutsu Haadzaz-Zaman wa a’waanihi wa saairi Auliyaa-Ahbaabillahi rodiyalloohu Ta’alaa’anhum.
? Seluruh pengamalan dihaturkan sebagai hadiah penghormatan kepada Junjungan kita Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW, kepada Ghoutsu Haadhaz-Zaman dstnya, dan lain-lain jika dikehendaki. ( cukup dalam batin saja )
ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA’AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA’AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)
ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW-WANAFAMBI’ADADI MA’LUMAATILLAAHI,WAAMDAADIH. (100X)
ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII’INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN. (7X)
YAA SYAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM ? ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM
WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ? FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ? FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH ! (7x)
YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ? ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ? MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH
YAA SYAAFI’AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI ? SHOLAATUHUU’ALAIKA MA’SALAAMIHII,
DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII ? KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII
YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH ! (7X)
YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI ? ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI,
WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI’IIN ? BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN
YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA ? QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA
ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)
I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH ) ALFAATIHAH ! (1X) Kemudian berdo’a seperti di bawah ini
BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,
( ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA’AALA’ANHUM 3X )
( BALLIGH JAMII’AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO 3X )
( FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR 3X )
FAFIRRUU ILALLOOH ! (7X)
WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO ! (3X)
FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU… dibaca bersama-sama imam dan ma’mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri!
A L F A A T I H A H (1X) S e l e s a i
on 20 June 2009 @ 15:18
Transformasi Bisnis, Pelajaran dari Telkom
Oleh : Riandi
Persaingan bisnis selalu tajam dan keras. Hanya perusahaan dengan bisnis yang kuat,sehat dan kompetitif yang dapat bertahan. Meskipun sudah kuat dan sehat serta kompetitif tetap akan ada perubahan lingkungan usaha yang akan memaksa perusahaan untuk mengubah bisnisnya agar tetap sesuai. Bila tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan, silahkan minggir karena biasanya keadaan sehat dan kuat tersebut adalah kondisi masa lalu. Masa sekarang apalagi yang akan datang jelas akan berbeda. Telkom termasuk perusahaan yang mengalami hal tersebut. Dari perusahaan yang mempunyai bisnis konvensional melayani komunikasi dengan telepon tetap, kemudian harus dipaksa untuk memikirkan ulang bisnisnya karena munculnya era telekomunikasi telepon bergerak dan internet.
Untungnya Telkom sendiri telah melakukan langkah jitu untuk menyelamatkan kelangsungan bisnisnya yang tak dapat lagi bergantung pada telepon tetap yang pada saat ini stagnan bahkan bisa dikatakan semakin menurun. Karena munculnya era komunikasi bergerak maka Telkom membuat anak usaha yang khusus bergerak di bidang komunikasi bergerak yaitu Telkomsel yang khusus bermain di GSM. Langkah ini sukses besar karena pada saat persaingan komunikasi bergerak sudah demikian panas, Telkomsel sudah memiliki 75 juta pelanggan dan dengan demikian menjadi pemimpin pasar komunikasi seluler. Jelas menjadi salah satu penyumbang terbesar keuntungan bagi Telkom. Kemudian ada juga Telkom Flexi yang bermain di arena CDMA. Sehingga untuk area komunikasi bergerak Telkom sudah siap kalau toh akhirnya telepon tetap tidak lagi diminati.
Langkah lain yang diambil Telkom adalah meredefinisi bisnis telepon tetapnya dari layanan komunikasi suara menjadi layanan data dengan Telkom Speedy. Pada saat permintaan sambungan telepon rumah semakin turun, jumlah pelanggan Speedy justru semakin bertambah. Apalagi dengan jumlah pelanggan Speedy yang terus bertambah hingga mencapai 1 juta orang tentunya ada harapan akan terus bertambah. Dan juga yang harus diingat, calon pelanggan potensial Speedy adalah dari pelanggan telepon tetap yang jumlahnya mencapai puluhan juta pelanggan. Ini artinya ada puluhan juta calon pelanggan komunikasi konvensional yang berpotensi dialihkan ke layanan komunikasi data karena internet yang terus tumbuh pesat.
Kemudian untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin menggila ternyata ketahuan bahwa organisasi Telkom sudah kelebihan beban. Karyawan sudah terlalu banyak sehingga kurang efisien dan membuat perusahaan menjadi gemuk dan lamban dalam merespon perubahan. Karyawan Telkom berjumlah 25.000 orang sedangkan Telkomsel hanya 3000 orang tapi dapat menghasilkan keuntungan secara rata-rata lebih besar dari Telkom yang memiliki karyawan terlalu banyak. Telkom lebih banyak merugi dalam hal pembayaran gaji dan ongkos operasional karyawan. Tak terhindarkan memang, jumlah karyawan pun pada akhirnya tetap akan dikurangi sampai tingkat yang paling efisien dan efektif. Karena kelebihan karyawan Telkom jadi mirip gadis cantik yang gembrot karena kebanyakan makan. Apa boleh buat agar dapat tampil menarik lagi tentu harus usaha agar dapat menjadi ramping dan menarik. Intinya adalah perampingan. Dana 800 miliar yang hampir mendekati angka 1 triliun pun disiapkan untuk pesangon karyawan yang ingin berhenti secara sukarela dengan sistem pensiun dini maupun yang memang harus di PHK. Jumlah sekian tentu hanyalah kerugian sementara yang nilainya sebenarnya kecil bila dibandingkan dengan kerugian jangka panjang yang akan dialami Telkom apabila harus terus mempertahankan karyawan yang tidak produktif. Lebih baik rugi sedikit daripada terus mempertahankan karyawan yang justru berpotensi memberikan kerugian yang lebih besar lagi di masa depan. Ini adalah salah satu langkah berani yang harus diambil Telkom secara konsisten bila ingin terus maju dalam persaingan bisnis .
Tentu saja kalau urusan PHK karyawan bukan cuma Telkom sendiri yang harus melakukan hal tidak mengenakkan tersebut. Banyak perusahaan kelas dunia pun terpaksa dan sering melakukan hal tersebut. Sebut saja sebagai contoh adalah Google, Nokia, Facebook, bahkan Microsoft pun juga melakukannya. Itu adalah hal yang lumrah. Pilihan sulit memang. Tapi memang tenaga kerja menjadi salah satu biaya terbesar perusahaan dimana dengan teknologi yang semakin maju, bisnis yang efisien adalah bisnis yang padat teknologi bukan bisnis padat karya. Karena dengan teknologi banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan manusia kini telah digantikan dengan teknologi. Bisnis jaman sekarang dapat dijalankan dengan semakin sedikit orang atau karyawan.
Dalam kasus ini Telkom termasuk perusahaan yang beruntung. Dari perusahaan yang dulunya berjaya karena monopoli secara alami, kemudian dapat terus eksis meskipun terjadi perubahan bisnis dimana pemain lebih dari satu sehingga tidak bisa lagi menikmati manisnya monopoli. Sehingga, dari beberapa langkah Telkom yaitu membuat anak usaha, meredefinisi bisnis konvensionalnya sampai perampingan karyawan ada pelajaran utama yang dapat ditarik. Pelajaran tersebut adalah transformasi bisnis yang tepat dan jitu akan berguna membantu setiap perusahaan dalam menghadapi tantangan bisnis di masa depan. Lingkungan berubah. Pesaing juga berubah. Keinginan konsumen akan kepuasan yang harus dipenuhi juga semakin tinggi. Tidak bisa menggunakan standar lama. Hanya transformasi bisnis yang sesuai yang dapat membuat perusahaan dapat bertahan serta terus tumbuh dan berkembang karena bila tidak bertransformasi jelas akan mati dengan sendirinya. Sudah hukum alam jika tidak tumbuh atau berubah maka akan mati dengan sendirinya. Tentu tak ada pelaku bisnis baik perusahaan bahkan individu yang ingin mengalami hal demikian. Semua ingin bisnisnya dapat berlangsung selama mungkin. Berubahlah sebelum dipaksa berubah.
Riandi (ryandy2009.blogspot.com) (ryandy2008@gmail.com)
Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak,Selimbau,Kapuas Hulu,Kalimantan Barat,Indonesia.
HP. 081352471543
on 26 August 2009 @ 18:56
Pertama di Dunia…!
Inovasi Al-Qur’an dari Syamil untuk kemudahan anda mempelajari Keagungan Al-Qur’an.
Semua dalam satu Jilid:
1. Al-Qura’an terjemahan PERKATA
2. Terjemahan DEPAG RI
3.Tajwid Sistem Quantum Reading Qur’an
4.Panduan Hukum Tajwid
5.VCD Tutorial Sistem Quantum Reading Qur’an
6.Tafsir Al-Muyassar
7.Asbabunuzul
8.Do’a2 dalam Al-Qur’an
9.Mukjizat Al-Qur’an
10.Indeks Al-Qur’an Alfabetik
11.Atlas Al-Qur’an
12.Kisah Para Nabi dlm Al-Qur’an
13.Dzikir Al-Ma’surat
14.Intisari Ayat
15.Links to Related Articles
Minat Hub.Arif-0316077612/085648462400
on 13 December 2009 @ 20:41
Pencarian data ‘buta huruf terbanyak’ di Badan Pusat Statistik (BPS) mengantarkan kami ke suatu desa di Pasuruan, Jawa Timur. Asumsi kami, desa dengan tingkat buta huruf terbanyak merupakan desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah.
Miris. Iya. Miris. Di saat kami -yang notabene mahasiswa IT- sudah sangat akrab dengan internet, messenger, virtual class, SIM Akademik online, forum diskusi online dan lain-lain, mereka di sana justru belum pernah ‘berkenalan’ dengan komputer dan laptop. Keadaan jelas berbeda di desa tersebut.
Mayoritas penduduk di desa tersebut mendapatkan sumber penghasilan dari aktifitas dagang. Kegiatan kami di sana akan berbagi pengetahuan tentang pengenalan dasar komputer, dan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan di sekolah untuk menunjang proses belajar-mengajar seperti aplikasi-aplikasi MS Office. Di luar dugaan, berita tersebut ternyata telah didengar oleh penduduk desa. Saat kami datang saja, penduduk-penduduk yang menemui kami tampak sangat antusias bertanya-tanya tentang materi yang akan kami ajarkan esok hari. Kami mengambil lokasi pengajaran di salah satu sekolah di desa tersebut. Target peserta yang akan mengikuti acara ini adalah murid-murid MTs dari kelas 7 s.d. kelas 9. Selain itu pula, guru dan perangkat desa juga mengikuti acara ini.
Saya, teman-teman saya, blogger, dan bahkan Anda… saya yakin dengan gampangnya mengakses internet, blogwalking bahkan dari teknologi mobile. Buat saya, sudah bukan hal yang aneh jika kami berinteraksi dengan dosen tentang mata kuliah melalui forum, atau bahkan mengetahui info-info dari FB dan Twitter. Juga tak asing lagi saat kami harus melakukan conference untuk suatu mata kuliah dan ujian secara online. Tapi hal tersebut tidak berlaku di sana. Jangankan mobile atau social network, untuk menyalakan komputer saja, mereka masih belum bisa. Eits, saya serius dan tidak mengada-ada. Karena nyatanya, cita-cita pemerataan pendidikan dan teknologi informasi di negara kita masih belum menyentuh mereka yang berada di desa kecil.
Para peserta sangat antusias mengikuti tiap sesinya dengan penuh perhatian seolah tak ingin melewatkan tiap butir pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Duduk di lantai tanpa alas pun tidak masalah. Tidak sebanding dengan ilmu yang akan mereka terima. Tak hanya pengenalan komputer, kami pun memberikan materi aplikasi perkantoran dasar dari Microsoft yaitu MS Word dan MS Powerpoint. Di ruangan berbeda, materi tersebut tidak diberikan dengan menggunakan komputer, melainkan laptop/notebook. Peserta yang terdiri dari murid-murid SMP tersebut rupanya memicu rasa ketertarikan bocah SD di desa tersebut. Mereka ingin sekali merasakan pengalaman mengoperasikan komputer/laptop juga membuat presentasi. Tak tega melihat semangat dan rasa penasaran mereka, kami pun mengijinkan mereka masuk dan bergabung bersama kakak-kakak mereka yang sudah duduk di bangku SMP dengan catatan bersedia untuk rapi dan tidak gaduh. Mengenal notebook pada awalnya membuat mereka di sana ragu. Namun, perlahan mereka menikmati materi dan dengan asiknya mencoba membuat presentasi menggunakan aplikasi MS Powerpoint. Dimulai dengan membuat desain tiap slide yang ada, kemudian menambahkan animasi-animasi, dan menjalankan presentasi yang telah dibuat. Senyum dan tawa riang menyiratkan betapa menyenangkannya hal-hal baru tentang komputer dan teknologi informasi untuk mereka.
Tiga hari di sana sebenarnya belum cukup untuk membagikan lebih banyak ilmu. Sebelum pulang, kami memberikan beberapa perangkat komputer yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar-mengajar di sana. Keberadaan kami di sana hanyalah awal, sebuah investasi kecil yang jika dipupuk akan berbunga indah. Siapa tahu saja dua puluh lima tahun ke depan, justru anak-anak desa yang awalnya ‘gaptek’ ini lah yang akan menjadi Menkominfo Indonesia
rindu senyuman lugu mereka
Sekecil apa pun, sesederhana apa pun, bentuk kepedulian kita untuk menyampaikan kemajuan teknologi informasi kepada masyarakat dapat menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Terlebih lagi, jika kita bekerja sama menyebarkan pengetahuan sampai ke pelosok desa, kita bisa membantu pemerintah untuk perataan pendidikan dan cita-cita bangsa bagian ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ seperti tercantum pada alinea empat pembukaan UUD 1945 pun dapat tercapai. Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua… Bukan begitu, saudara-saudara?
Tulisan ini saya buat untuk Microsoft Bloggership 2010
on 19 February 2010 @ 11:04
saya mau melaporkan nih ada satu lagi situs yang sangat melecehkan umat muslim mohon kawan-kawan semua agar segera bertindak dan ditindak lanjuti oleh pihak yang berkepentingan dan ini adalah alamat situs tersebut : murtadinkafirun.forummotion.net
karena situs tersebut dapat mengganggu perdamaian yang ada di indonesia.
Satu Nusa Satu Bahasa Satu Bangsa INDONESIA.
on 29 May 2010 @ 11:06
MEREBUT KEKUASAAN DI 2014 !
Oleh : Sunaryo, S.Pd.T
Saudara-saudaraku sebangsa dan se- tanah air, Problem global bangsa Indonesia yang selama ini kita rasakan bersama diakibatkan kurang adanya keperpihakan kebijakan pemerintah terhadap rakyat, rakyat hanya dijadikan sebagai obyek untuk meraih suatu kekuasaan, hingga kekuasaan itu didapat rakyatpun ditinggalkan begitu saja oleh para penguasa.
Suasana politik yang di tanamkan oleh para penguasa sekarang ini tidak lagi mencerminkan kepentingan rakyat yang diletakkan pada ranah kedaulatannya akan tetapi urusan politik sekarang ini sudah menjadi urusan para pejabat dan penguasa rakus dengan pikiran pragmatiknya. Padahal, seharusnya urusan politik menjadi urusan rakyat.
Terbukti, dari peristiwa pemilu 2009 kemarin hingga sekarang ini, di semua daerah didalam melaksanakan pesta demokrasi hanya menampilkan sosok vigur, keterkenalan dan kemampuan melakukan pembiayaan dan kepentingan kampanye saja, Bukan justru memberi penjelasan tentang kepemimpinan dan arti penting suatu pesta demokrasi bagi rakyat. Hal ini dianggap sebagai pembodohan bagi rakyat Indonesia.
Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, kita selama ini sudah banyak berkecimpung dengan urusan rakyat melalui program pemberdayaan yang sudah kita selami bersama, sehingga kita tahu kondisi rakyat yang sebenarnya. untuk itu, sebagai pemberdaya, kini perlu kiranya mengambil langkah pasti dalam melakukan revolusi perebutan kekuasaan scara politis di tahun 2014, dan selanjutnya mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Sudah saatnya kita melakukan suatu gerakan dan terobosan agar suara rakyat benar-benar menjadi kedaulatan dalam menentukan kebijakan dan urusan bangsa Indonesia.
Sebagai kader pemberdaya, kita dituntut menjadi pelopor untuk mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Dengan jaringan pemberdaya yang kita punyai di nusantara ini, yang sudah mencakup 32 propinsi, 494 kabupaten/kota dan bahkan sudah tersebar di 4805/6328 kecamatan yang ada di Indonesia, kita sudah bisa berbuat banyak untuk bisa melakukan gerakan kerakyatan. Ini sangat luar biasa jika semua bisa bersatu untuk menyamakan persepsi, dan kemudian membentuk dan menggalang gerakan rakyat.
Kalau melihat potensi, sekarang ini sudah banyak di daerah yang sudah membentuk asosiasi pelaku pemberdaya dan juga bahkan di tingkat nasional, ini merupakan modal berlian kita bersama untuk melakukan gerakan perebutan kekuasaan tersebut. Ada ratusan kursi Bupati/Walikota, puluhan kursi Gubernur, ratusan kursi di DPR RI, ribuan kursi di DPRD I dan DPR II, Tergantung mana yang mau di raih. Seorang pemberdaya tidak akan pernah bisa mensejahterakan rakyat jika hanya menjadi pelaksana program. Apalagi jika para elit politik yang duduk tidak lagi mau membuat dan melaksanakan kebijakan kearah itu.
Sangat di sayangkan jikalau melihat sistem kerja program pemberdayaan yang sudah cukup ideal untuk menjadi program unggulan pemerintah, setelah 2014 tidak bisa diakomodir oleh pemerintah daerah. Hutang negara yang selama ini kita nikmati tentu tidak akan ada hasil yang berarti. Kapan lagi kalau tidak sekarang kita bangun dan mulai gerakan ini.
Kesimpulannya, untuk mensejahterakan rakyat kita memang perlu menjadi top leader di semua tingkatan pemerintahan dan lembaga pendukungnya, karena di situlah tempat membuat, menentukan dan melaksanakan kebijakan yang bisa berpihak pada kepentingan kerakyatan.
” SELAMAT BERJUANG !!! ”
Penulis adalah:
Koordinator: Asosiasi Konsultan Pemberdayaan Banyuwangi
HP. 081 333 880 220
on 11 August 2010 @ 23:54
[...] kirim artikel [...]
on 22 September 2010 @ 10:38
MAHASISWA SEKARANG “IMPOTEN”?
“Sebuah Telaah Historis Akan Pergerakan Mahasiswa”
OLEH : DWI NOFI ANDHIYANTAMA
MAHASISWA FAKULTAS HUKUM UNIV.WIDYAGAMA MALANG
Mahasiswa adalah kaum intelektual dimana memiliki tingkat pendidikan dan pengetahuan yang tinggi,mahasiswa selain terkenal dengan kepandaiannya juga dikenal dengan ke-kritisan pemikirannya dalam menyikapi kondisi-kondisi politik yang ada.Bahkan beberapa kalangan menilai bahwa mahasiswa merupakan salah satu elemen pengontrol kebijakan pemerintah yang memiliki pengaruh sangat besar.Tak jarang pula atau bahkan sering,kita jumpai mahasiswa-mahasiswa berdemonstrasi dalam meluapkan aspirasinya terhadap permasalahan tertentu.Sebagian orang mungkin akan menganggap itu adalah hal bodoh dan gila yang mana akan percuma,karena tidak akan berpengaruh seperti yang telah terjadi namun sebagian lagi beranggapan itu adalah wujud dari berlangsungnya demokrasi.
Berbicara masalah demonstrasi mahasiswa tentu kita akan berbicara tentang sebuah pergerakan massa(yang mana disini massanya sebagian besar adalah mahasiswa) yang dilakukan secara serempak,teratur dan memiliki tujuan tertentu.Demonstrasi atau unjuk rasa ini diartikan sebagai gerakan protes yang dilakukan sekumpulan orang dihadapan umum.Demonstrasi ini biasanya dilakukan untuk menyatakan pendapat kelompok tersebut atau menentang kebijakan yang dilaksanakan suatu pihak atau dapat pula dilakukan sebagai sebuah upaya penekanan secara politik oleh kepentingan kelompok(www.wikipedia.com diakses tgl.3/09/2010).Jadi dalam demonstrasi ini sendiri proses peran aktif dari masyarakat maupun golongan tertentu dapat terwujud,yang mana hal ini akan menghidupkan khasanah demokrasi.
Bill Moyer berpendapat dalam bukunya “The Movement Action Plan” bahwa perlu adanya suatu kebangkitan kembali demokrasi melalui “kekuatan masyarakat”.Pemusatan kekuatan secara terus-menerus dari pemerintah dan lembaga sosial yang lain,dikombinasikan dengan penggunaan media massa yang baru untuk menyelesaikan proses politik itu,nyaris menghilangkan keikutsertaan warga negara yang efektif dalam proses pengambilan keputusan.
Berangkat dari pendapat tersebut dapat disimpulkan begitu besarnya pengaruh dari kekuatan masyarakat ini,yang mana salah satunya dapat diwujudkan melalui proses demonstrasi.Sejarah kita pernah mencatat bagaimana kegarangan mahasiswa dalam menjatuhkan rezim orde baru yang begitu lama bercokol selama 32 tahun.Kala itu pada tahun 1998 kondisi perekonomian di Indonesia mengalami keterpurukan dimana Rupiah tembus 17.000/dollar AS,mutlak pada saat itu dibutuhkan pemecahan terhadap permasalahan ini.Namun pada bulan Maret 1998,MPR malah menetapkan kembali Soeharto sebagai Presiden RI padahal hal ini ditentang keras oleh masyarakat dan mahasiswa.Hal ini didasarkan atas ketidakpuasan terhadap kepemimpinan soeharto yang mana malah akan memperburuk kondisi perekonomian Indonesia.Gundah akan keputusan MPR ini,mahasiswa memilih bedemonstrasi sebagai solusi agar suara mereka dapat didengar.
Demonstrasi pertama kali diluncurkan oleh mahasiswa Yogyakarta sebelum Sidang Umum MPR 1998.Dan menjelang Sidang Umum tersebut demonstrasi malah “menjadi” dibanyak kota besar di Indonesia sampai akhirnya berlanjut terus hingga bulan Mei 1998. Insiden besar pertama kali adalah pada tanggal 2 Mei 1998 di depan kampus IKIP Rawamangun Jakarta karena mahasiswa dihadang Brimob dan di Bogor karena mahasiswa non-IPB ditolak masuk ke dalam kampus IPB sehingga bentrok dengan aparat. Saat itu demonstrasi gabungan mahasiswa dari berbagai perguruan tingi di Jakarta merencanakan untuk secara serentak melakukan demonstrasi turun ke jalan di beberapa lokasi sekitar Jabotabek.Namun yang berhasil mencapai ke jalan hanya di Rawamangun dan di Bogor sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka dan masuk rumah sakit.
Setelah keadaan semakin panas dan hampir setiap hari ada demonstrasi tampaknya sikap Brimob dan militer semakin keras terhadap mahasiswa apalagi sejak mereka berani turun ke jalan. Pada tanggal 12 Mei 1998 ribuan mahasiswa Trisakti melakukan demonstrasi menolak pemilihan kembali Soeharto sebagai Presiden Indonesia saat itu yang telah terpilih berulang kali sejak awal orde baru. Mereka juga menuntut pemulihan keadaan ekonomi Indonesia yang dilanda krisis sejak tahun 1997.
Mahasiswa bergerak dari Kampus Trisakti di Grogol menuju ke Gedung DPR/MPR di Slipi. Dihadang oleh aparat kepolisian mengharuskan mereka kembali ke kampus dan sore harinya terjadilah penembakan terhadap mahasiswa Trisakti. Penembakan itu berlansung sepanjang sore hari dan mengakibatkan 4 mahasiswa Trisakti meninggal dunia dan puluhan orang lainnya baik mahasiswa dan masyarakat masuk rumah sakit karena terluka. Sepanjang malam tanggal 12 Mei 1998 hingga pagi hari, masyarakat mengamuk dan melakukan perusakan di daerah Grogol dan terus menyebar hingga ke seluruh kota Jakarta. Mereka kecewa dengan tindakan aparat yang menembak mati mahasiswa. Jakarta geger dan mencekam(www.semanggipeduli.com diakses tgl.3/09/2010).
Peristiwa itu tidak hanya berhenti sampai di titik itu saja,walaupun banyak dari mahasiswa yang menjadi korban namun hal itu tidak menghentikan dan menggetarkan semangat dari pejuang-pejuang reformasi ini,terbukti perjuangan tersebut tidak sia-sia,pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan pengunduran dirinya sebagai Presiden.Berikut kronologi peristiwa tersebut:
TANGGAL KEJADIAN
22 Januari 1998 Rupiah tembus 17.000,- per dolar AS, IMF tidak menunjukkan rencana bantuannya.
12 Februari 1998 Soeharto menunjuk Wiranto, menjadi Panglima Angkatan Bersenjata.
5 Maret 1998 Dua puluh mahasiswa Universitas Indonesia mendatangi Gedung DPR/MPR untuk menyatakan penolakan terhadap pidato pertanggungjawaban presiden yang disampaikan pada Sidang Umum MPR dan menyerahkan agenda reformasi nasional. Mereka diterima Fraksi ABRI
10 Maret 1998 Soeharto terpilih kembali untuk masa jabatan lima tahun yang ketujuh kali dengan menggandeng B.J. Habibie sebagai Wakil Presiden.
14 Maret 1998 Soeharto mengumumkan kabinet baru yang dinamai Kabinet Pembangunan VII. Bob Hasan dan anak Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana, terpilih menjadi menteri.
15 April 1998 Soeharto meminta mahasiswa mengakhiri protes dan kembali ke kampus karena sepanjang bulan ini mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta dan negeri melakukan berunjuk rasa menuntut dilakukannya reformasi politik
18 April 1998 Menteri Pertahanan dan Keamanan/Panglima ABRI Jendral Purn. Wiranto dan 14 menteri Kabinet Pembangunan VII mengadakan dialog dengan mahasiswa di Pekan Raya Jakarta namun cukup banyak perwakilan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menolak dialog tersebut.
1 Mei 1998 Soeharto melalui Menteri Dalam Negeri Hartono dan Menteri Penerangan Alwi Dahlan mengatakan bahwa reformasi baru bisa dimulai tahun 2003.
2 Mei 1998 Pernyataan itu diralat dan kemudian dinyatakan bahwa Soeharto mengatakan reformasi bisa dilakukan sejak sekarang (1998).
Mahasiswa di Medan, Bandung dan Yogyakarta menyambut kenaikan harga bahan bakar minyak dengan demonstrasi besar-besaran. Demonstrasi disikapi dengan represif oleh aparat. Di beberapa kampus terjadi bentrokan.
4 Mei 1998 Harga BBM melonjak tajam hingga 71%, disusul tiga hari kerusuhan di Medan dengan korban sedikitnya 6 meninggal.
7 Mei 1998 Peristiwa Cimanggis, bentrokan antara mahasiswa dan aparat keamanan terjadi di kampus Fakultas Teknik Universitas Jayabaya, Cimanggis, yang mengakibatkan sedikitnya 52 mahasiswa dibawa ke RS Tugu Ibu, Cimanggis. Dua di antaranya terkena tembakan di leher dan lengan kanan, sedangkan sisanya cedera akibat pentungan rotan dan mengalami iritasi mata akibat gas air mata.
8 Mei 1998 Peristiwa Gejayan, 1 mahasiswa Yogyakarta tewas terbunuh.
9 Mei 1998 Soeharto berangkat seminggu keMesir untuk menghadiri pertemuan KTT G-15. Ini merupakan lawatan terakhirnya keluar negeri sebagai Presiden RI.
12 Mei 1998 Tragedi Trisakti, 4 mahasiswa Trisakti terbunuh.
13 Mei 1998 Mal Ratu Luwes di Jl. S. Parman termasuk salah satu yang dibakar di Solo. Kerusuhan Mei 1998 pecah di Jakarta. kerusuhan juga terjadi di kota Solo.Soeharto yang sedang menghadiri pertemuan negara-negara berkembang G-15 di Kairo, Mesir, memutuskan untuk kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dalam pertemuan tatap muka dengan masyarakat Indonesia di Kairo, Soeharto menyatakan akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai presiden.Etnis Tionghoa mulai eksodus meninggalkan Indonesia.
14 Mei 1998 Demonstrasi terus bertambah besar hampir di semua kota di Indonesia, demonstran mengepung dan menduduki gedung-gedung DPRD di daerah.Soeharto, seperti dikutip koran, mengatakan bersedia mengundurkan diri jika rakyat menginginkan. Ia mengatakan itu di depan masyarakat Indonesia di Kairo.Kerusuhan di Jakarta berlanjut, ratusan orang meninggal dunia akibat kebakaran yang terjadi selama kerusuhan terjadi.
15 Mei 1998 Selesai mengikuti KTT G-15, tanggal 15 Mei l998, Presiden Soeharto kembali ke tanah air dan mendarat di lapangan Bandar Udara Halim Perdanakusuma
di Jakarta, subuh dini hari. Menjelang siang hari, Presiden Soeharto menerima Wakil Presiden B.J. Habibie dan sejumlah pejabat tinggi negara lainnya.
17 Mei 1998 Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya, Abdul Latief melakukan langkah mengejutkan pada Minggu, 17 Mei 1998. Ia mengajukan surat pengunduran diri kepada Presiden Soeharto dengan alasan masalah keluarga, terutama desakan anak-anaknya.
18 Mei 1998 Pukul 15.20 WIB, Ketua MPR yang juga ketua Partai Golkar, Harmoko di Gedung DPR, yang dipenuhi ribuan mahasiswa, dengan suara tegas menyatakan, demi persatuan dan kesatuan bangsa, pimpinan DPR, baik Ketua maupun para Wakil Ketua, mengharapkan Presiden Soeharto mengundurkan diri secara arif dan bijaksana. Harmoko saat itu didampingi seluruh Wakil Ketua DPR, yakni
Ismail Hasan Metareum, Syarwan Hamid, Abdul Gafur, dan Fatimah Achmad.
Pukul 21.30 WIB, empat orang menko (Menteri Koordinator) diterima Presiden Soeharto di Cendana untuk melaporkan perkembangan. Mereka juga berniat menggunakan kesempatan itu untuk menyarankan agar Kabinet Pembangunan VII dibubarkan saja, bukan di-reshuffle. Tujuannya, agar mereka yang tidak terpilih lagi dalam kabinet reformasi tidak terlalu “malu”. Namun, niat itu tampaknya sudah diketahui oleh Presiden Soeharto. Ia langsung mengatakan, “Urusan kabinet adalah urusan saya.” Akibatnya, usul agar kabinet dibubarkan tidak jadi disampaikan. Pembicaraan beralih pada soal-soal yang berkembang di masyarakat.
Pukul 23.00 WIB Menhankam/Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto mengemukakan, ABRI menganggap pernyataan pimpinan DPR agar Presiden Soeharto mengundurkan diri itu merupakan sikap dan pendapat individual, meskipun pernyataan itu disampaikan secara kolektif. Wiranto mengusulkan pembentukan “Dewan Reformasi”.
Gelombang pertama mahasiswa dari FKSMJ dan Forum Kota memasuki halaman dan menginap di Gedung DPR/MPR.
19 Mei 1998 Pukul 09.00-11.32 WIB, Presiden Soeharto bertemu ulama dan tokoh masyarakat, yakni Ketua Umum PB Nahdlatul Ulama Abdurrahman Wahid, budayawan Emha Ainun Nadjib, Direktur Yayasan Paramadina Nucholish Madjid, Ketua Majelis Ulama Indonesia Ali Yafie, Prof Malik Fadjar
(Muhammadiyah), Guru Besar Hukum Tata Negara dari Universitas Indonesia Yusril Ihza Mahendra,
KH Cholil Baidowi (Muslimin Indonesia), Sumarsono (Muhammadiyah), serta Achmad Bagdja dan Ma’ruf Amin dari NU. Dalam pertemuan yang berlangsung selama hampir 2,5 jam (molor dari rencana semula yang hanya 30 menit) itu para tokoh membeberkan situasi terakhir, dimana eleman masyarakat dan mahasiswa tetap menginginkan Soeharto mundur. Soeharto lalu mengajukan pembentukan Komite Reformasi
Presiden Soeharto mengemukakan, akan segera mengadakan reshuffle Kabinet Pembangunan VII, dan sekaligus mengganti namanya menjadi Kabinet Reformasi. Presiden juga membentuk Komite Reformasi. Nurcholish sore hari mengungkapkan bahwa gagasan reshuffle kabinet dan membentuk Komite Reformasi itu murni dari Soeharto, dan bukan usulan mereka.
Pukul 16.30 WIB, Menko Ekuin Ginandjar Kartasasmita bersama Menperindag Mohamad Hasan melaporkan kepada Presiden soal kerusakan jaringan distribusi ekonomi akibat aksi penjarahan dan pembakaran. Bersama mereka juga ikut Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng yang akan melaporkan soal rencana penjualan saham BUMN yang beberapa peminatnya menyatakan mundur. Pada saat itu, Menko Ekuin juga menyampaikan reaksi negatif para senior ekonomi; Emil Salim, Soebroto, Arifin Siregar, Moh Sadli, dan
Frans Seda, atas rencana Soeharto membentuk Komite Reformasi dan me-reshuffle kabinet. Mereka intinya menyebut, tindakan itu mengulur-ulur waktu.
Ribuan mahasiswa menduduki Gedung DPR/MPR, Jakarta.
Amien Rais mengajak massa mendatangi Lapangan Monumen Nasional untuk memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Dilaporkan bentrokan terjadi dalam demonstrasi di Universitas Airlangga, Surabaya.
20 Mei 1998 Amien Rais membatalkan rencana demonstrasi besar-besaran di Monas, setelah 80.000 tentara bersiaga di kawasan Monas.500.000 orang berdemonstrasi di Yogyakarta, termasuk Sultan Hamengkubuwono X. Demonstrasi besar lainnya juga terjadi di Surakarta, Medan, Bandung.Harmoko mengatakan Soeharto sebaiknya mengundurkan diri pada Jumat, 22 Mei, atau DPR/MPR akan terpaksa memilih presiden baru.
Pukul 14.30 WIB, 14 menteri bidang ekuin mengadakan pertemuan di Gedung Bappenas. Dua menteri lain, yakni Mohamad Hasan dan Menkeu Fuad Bawazier tidak hadir. Mereka sepakat tidak bersedia duduk dalam Komite Reformasi, ataupun Kabinet Reformasi hasil reshuffle. Semula ada keinginan untuk menyampaikan hasil pertemuan itu secara langsung kepada Presiden Soeharto, tetapi akhirnya diputuskan menyampaikannya lewat sepucuk surat. Alinea pertama surat itu, secara implisit meminta agar Soeharto mundur dari jabatannya. Perasaan ditinggalkan, terpukul, telah membuat Soeharto tidak mempunyai pilihan lain kecuali memutuskan untuk mundur. Ke-14 menteri itu adalah Akbar Tandjung, AM Hendropriyono, Ginandjar Kartasasmita, Giri Suseno, Haryanto Dhanutirto, Justika Baharsjah, Kuntoro Mangkusubroto, Rachmadi Bambang Sumadhijo, Rahardi Ramelan, Subiakto Tjakrawerdaya, Sanyoto Sastrowardoyo, Sumahadi, Theo L. Sambuaga dan Tanri Abeng.
Pukul 20.00 WIB, surat itu kemudian disampaikan kepada Kolonel Sumardjono. Surat itu kemudian disampaikan kepada Presiden Soeharto.
Soeharto kemudian bertemu dengan tiga mantan Wakil Presiden; Umar Wirahadikusumah, Sudharmono, dan Try Sutrisno.
Pukul 23.00 WIB, Soeharto memerintahkan ajudan untuk memanggil Yusril Ihza Mahendra, Mensesneg Saadillah Mursjid, dan Panglima ABRI Jenderal TNI Wiranto. Soeharto sudah berbulat hati menyerahkan kekuasaan kepada Wapres BJ Habibie.
Wiranto sampai tiga kali bolak-balik Cendana-Kantor Menhankam untuk menyikapi keputusan Soeharto. Wiranto perlu berbicara dengan para Kepala Staf Angkatan mengenai sikap yang akan diputuskan ABRI dalam menanggapi keputusan Soeharto untuk mundur. Setelah mencapai kesepakatan dengan Wiranto, Soeharto kemudian memanggil Habibie.
Pukul 23.20 WIB, Yusril Ihza Mahendra bertemu dengan Amien Rais. Dalam pertemuan itu, Yusril menyampaikan bahwa Soeharto bersedia mundur dari jabatannya. kata-kata yang disampaikan oleh Yusril itu, “The old man most probably has resigned”. Yusril juga menginformasikan bahwa pengumumannya akan dilakukan Soeharto 21 Mei 1998 pukul 09.00 WIB. Kabar itu lalu disampaikan juga kepada Nurcholish Madjid, Emha Ainun Najib, Utomo Danandjaya, Syafii Ma’arif, Djohan Effendi, H Amidhan, dan yang lainnya. Lalu mereka segera mengadakan pertemuan di markas para tokoh reformasi damai di Jalan Indramayu 14 Jakarta Pusat, yang merupakan rumah dinas Dirjen Pembinaan Lembaga Islam, Departemen Agama, Malik Fadjar. Di sana Cak Nur – panggilan akrab Nurcholish Madjid – menyusun ketentuan-ketentuan yang harus disampaikan kepada pemerintahan baru.
21 Mei 1998 Pukul 01.30 WIB, Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Amien Rais dan cendekiawan Nurcholish Madjid (almarhum) pagi dini hari menyatakan, “Selamat tinggal pemerintahan lama dan selamat datang pemerintahan baru”. Pukul 9.00 WIB, Soeharto mengumumkan pengunduran dirinya pada pukul 9.00 WIB
. Soeharto kemudian mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh rakyat dan meninggalkan halaman Istana Merdeka didampingi ajudannya, Kolonel (Kav) Issantoso dan Kolonel (Pol) Sutanto (kemudian menjadi Kepala Polri). Mercedes hitam yang ditumpanginya tak lagi bernomor polisi B-1, tetapi B 2044 AR.
Wakil Presiden B.J. Habibie menjadi presiden baru Indonesia.
Jenderal Wiranto mengatakan ABRI akan tetap melindungi presiden dan mantan-mantan presiden, “ABRI akan tetap menjaga keselamatan dan kehormatan para mantan presiden/mandataris MPR, termasuk mantan Presiden Soeharto beserta keluarga.”
Terjadi perdebatan tentang proses transisi ini. Yusril Ihza Mahendra, salah satu yang pertama mengatakan bahwa proses pengalihan kekuasaan adalah sah dan konstitusional.
22 Mei 1998 Habibie mengumumkan susunan “Kabinet Reformasi”.Letjen Prabowo Subiyanto dicopot dari jabatan Panglima Kostrad.Di Gedung DPR/MPR, bentrokan hampir terjadi antara pendukung Habibie yang memakai simbol-simbol dan atribut keagamaan dengan mahasiswa yang masih bertahan di Gedung DPR/MPR. Mahasiswa menganggap bahwa Habibie masih tetap bagian dari Rezim Orde Baru. Tentara mengevakuasi mahasiswa dari Gedung DPR/MPR kePengangkatan Habibie sebagai Presiden
Sidang Istimewa MPR yang mengukuhkan Habibie sebagai Presiden, ditentang oleh gelombang demonstrasi dari puluhan ribu mahasiswa dan rakyat di Jakarta dan di kota-kota lain. Gelombang demonstrasi ini memuncak dalam peristiwa Tragedi Semanggi, yang menewaskan 18 orang.Masa pemerintahan Habibie ditandai dengan dimulainya kerjasama dengan Dana Moneter Internasional untuk membantu dalam proses pemulihan ekonomi. Selain itu, Habibie juga melonggarkan pengawasan terhadap media massa dan kebebasan berekspresi.Presiden BJ Habibie mengambil prakarsa untuk melakukan koreksi. Sejumlah tahanan politik dilepaskan. Sri Bintang Pamungkas dan Muchtar Pakpahan dibebaskan, tiga hari setelah Habibie menjabat. Tahanan politik dibebaskan secara bergelombang. Tetapi, Budiman Sudjatmiko dan beberapa petinggi Partai Rakyat Demokratik baru dibebaskan pada era Presiden Abdurrahman Wahid. Setelah Habibie membebaskan tahanan politik, tahanan politik baru muncul. Sejumlah aktivis mahasiswa diadili atas tuduhan menghina pemerintah atau menghina kepala negara. Desakan meminta pertanggungjawaban militer yang terjerat pelanggaran HAM tak bisa dilangsungkan karena kuatnya proteksi politik. Bahkan,sejumlah perwira militer yang oleh Mahkamah Militer Jakarta telah dihukum dan dipecat karena terlibat penculikan, kini telah kembali duduk dalam jabatan struktural.Beberapa langkah perubahan diambil oleh Habibie, seperti liberalisasi parpol, pemberian kebebasan pers, kebebasan berpendapat, dan pencabutan UU Subversi. Walaupun begitu Habibie juga sempat tergoda meloloskan UU Penanggulangan Keadaan Bahaya, namun urung dilakukan karena besarnya tekanan politik dan kejadian Tragedi Semanggi II yang menewaskan mahasiswa UI, Yun Hap.
Sumber: http://www.wikipedia.com
Berdasar tabel kronologis diatas mutlak terdapat suatu kematangan strategi dan koordinasi lapangan yang baik antar mahasiswa.Karena dalam setiap aksinya terdapat sebuah perubahan yang cukup signifikan.Hal inilah yang belum dapat kita temui dalam aksi mahasiswa di era pasca reformasi.
SEMANGAT MAHASISWA ERA 1998 vs SEMANGAT MAHASISWA ERA SEKARANG
Terdapat sebuah pertanyaan menggelitik dari seorang rekan penulis ketika melihat berita di Televisi mengenai aksi demo Mahasiswa yang menentang melonjaknya harga BBM beberapa waktu lalu.Beliau mengatakan,”Mahasiswa sekarang itu demo atau paduan suara?masa demo kok nggak bisa terkoordinir menjadi satu se-Indonesia.Kalau demo-nya hanya bersifat regional-regional gitu yah mana mungkin bisa didengar,orang jumlah pendemonya ajah ga banyak,paling banter 30 orang.Nah,itu niat demo apa mau paduan suara?”.Mendengar hal itu penulis hanya terdiam dan meng-iyakan dalam hati.Memang benar apa yang dikatakan rekan tersebut pasca tergulingnya rezim Soeharto sampai saat ini belum pernah ada lagi aksi yang diluncurkan segarang aksi itu.
Di era sekarang terdapat banyak media komunikasi mulai dari handphone,email,facebook,twitter,blackberry mesangger,sampai myspace yang dapat secara mudah dan cepat kita akses guna menemukan rekan-rekan kita.Padahal jika kita merujuk pada tataran teknologi komunikasi yang semakin canggih tersebut harusnya aksi-aksi seperti tahun 1998 dapat dilakukan kembali dan bahkan bisa lebih garang.Tapi kenyataan yang terjadi para Mahasiswa seolah tidak dapat mengeksplorasi kecanggihan tersebut.Bandingkan pada era 1998 yang mana internet dan handphone masih menjadi barang langka yang tidak mudah didapat.
Bahkan salah satu petinggi negara ini dalam email-nya yang bocor mengungkapkan bahwa aksi mahasiswa sekarang ini tidaklah akan dapat segarang seperti dahulu,berikut petikan email tersebut:”ancaman tentang gerakan mahasiswa dan rakyat itu sudah tidak relevan lagi dengan iklim demokrasi sekarang. Hanya mimpi siang bolong yang bisa menghadirkan kekuatan mahasiswa.” kemudian, “Jadi tidak perlu khawatir mahasiswa kita ndak ada yang berkualitas pemikirannya sampai bisa menggerakkan massa jadi selalu menunggu ditungangi. Dan yang menunggangi tidak pernah pintar sehingga selalu ketahuan sehingga masyarakat tidak pernah percaya lagi sama kredibilitas demo mahasiswa jadi tenang saja boss. Kita mengontrol pikiran dan sentiment public sekarang, ndak ada yang bisa kalahkan itu. Sudahlah,rakyat tidak percaya lagi pada mahasiswa. Kita datangin mereka ke tv saja mereka sudah senang sekarang. jadi Bos, gerakan mahasiswa itu bukan lagi suatu hal yang menakutkan sekarang.”(www.kompas.com diakses tgl.4/09/2010).Menilik kondisi dilapangan memang terasa benar bahwa mahasiswa sekarang seolah kehilangan tajinya dalam setiap aksinya,aksi-aksi yang ada sekarang lebih mirip aksi suku Pedalaman yang berpesta dengan bernyanyi-nyanyi dan menari memutari api unggun,namun bedanya pada mahasiswa mereka memutari ban yang dibakar.
Meruntut dari segi historis,mestinya mahasiswa era sekarang lebih peka dan terkoordinir dibanding mahasiswa era rezim Soeharto,hal ini dinafaskan dengan dihapusnya kebijakan Normalisasi Kegiatan kampus/Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK),yaitu kebijakan pemerintah untuk mengubah format organisasi kemahasiswaan dengan melarang Mahasiswa terjun ke dalam politik praktis,berdasar SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0156/0/1978 dan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 037/U/1979.
NKK/BKK menjadi dua akronim yag menjadi momok bagi aktivis Gerakan Mahasiswa tahun 1980-an. Istilah tersebut mengacu pada kebijakan keras rezim Presiden Soeharto pada tahun 1978 melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Daoed Joesoef untuk membungkam aksi kritis mahasiswa terhadap jalannya pembangunan dan kebijaksanaan pemerintah saat itu. Pada saat itu,satu-satunya organisasi intra kampus yang merupakan senjata utama bagi perlawanan mahasiswa adalah “Dewan Mahasiswa”.Kala itu organisasi ini dikenal aktif disemua kampus.Dan juga pada saat itu “Dewan Kampus” menunjukan tajinya pada publik dengan menolaknya pencalonan Soeharto dalam Pilpres 1977.Kala itu pihak pemerintah menilai kondisi yang ada dikampus sangatlah tidak normal,maka untuk itu perlu adanya kembali normalisasi kehidupan kampus.Maka sebagai wujud nyata akan pemikirannya itu,pihak pemerintah membentuk kebijakan yang disebut “Normalisasi Kehidupan Kampus” atau yang sering pula disebut NKK.
Dengan dibentuknya NKK ini,kegiatan-kegiatan organisasi intra kampus resmi dilarang,dan mutlak “Dewan Mahasiswa” yang menjadi korbannya.Dan sejak tahun 1978,ketika NKK/BKK ini diwujudkan dikampus kegiatan mahasiswa menjadi terpecah dalam Fakultas dan Jurusan masing-masing sesuai dengan konsentrasinya.Ikatan mahasiswapun yang diperbolehkanpun hanya yang sesuai dengan disiplin ilmu masing-masing,seperti ISMEI(Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia),ISMPI(Ikatan Senat Mahasiswa Pertanian Indonesia),dsb.
Namun pada perwujudannya NKK ini mengalami banyak penolakan,dalam NKK ini memang secara nyata mengganti “Dewan Mahasiswa” dengan “BKK”(Badan Koordinasi Kemahasiswaan).Dalam format BKK disebutkan bahwa ketua BKK adalah dosen yaitu Pembantu Rektor III,jika dicermati format tersebut tampak lucu dan aneh hal itu didasarkan pada sifat BKK yang merupakan organisasi kemahasiswaan,tetapi ketuanya bukanlah mahasiswa.Di ITB,nasib BKK ini sendiri dapat dikatakan suram,karena para dosen seperti enggan untuk menyulut masalah dengan anak didiknya yang secara mati-matian menentang BKK.Nasib buruk juga dialami di UGM yang mana BKK hanya diakui ada secara de-facto saja,karena pada prakteknya organisasi ini juga tidak berjalan.Hal paling ekstrim terjadi di UII Yogyakarta dan Universitas Kristen Satya Wacana di Salatiga ,keberadaan BKK memang ada dan “Dewan Mahasiswa” dibubarkan,namun ketua BKK ini sendiri tetaplah mahasiswa. Sedangkan di ibukota negara, Universitas Indonesia memang memiliki BKK tetapi fungsi sehari-hari dijalankan oleh Forum para Ketua Senat Mahasiswa Fakultas, dan dinamakan Forkom UI.
Sempat pula pada tahun 1979 beberapa anggota DPR dari fraksi Persatuan Pembangunan (F-PP),Nahdlatul Ulama (NU), dan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia (F-PDI) mengusulkan untuk menggajukan Hak Interpelasi(Hak DPR untuk meminta keterangan kepada eksekutif mengenai kebijakan eksekutif yang bersifat penting dan strategis serta berdampak luas bagi masyarakat) terhadap NKK/BKK tersebut.Penjelasan mengenai usulan ini dikemukakan pada sidang paripurna 20 Desember 1979,namun sayang usulan ini ditolak melalui voting dalam sidang paripurna 11 Februari 1980.Hasil voting itu terdiri dari 279 suara menolak(220 F-KP dan 61 F-ABRI) dan suara setuju(83 F-PP dan 18 F-PDI).
Pada tahun 1990,dengan kepemimpinan Fuad Hasan sebagai Mendikbud,kebijakan mengenai NKK/BKK resmi dicabut dan diganti dengan Pedoman Umum Organisasi Kemahasiswaan(PUOK) berdasar pada SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0457/0/1990 tentang Pola Pembinaan dan Pengembangan Kemahasiswaan di Perguruan Tinggi, dimana Organisasi Kemahasiswaan pada tingkat Perguruan Tinggi bernama SMPT (senat mahasiswa perguruan tinggi).Dalam SMPT ini yang menjadi anggota adalah Senat Mahasiswa Fakultas(SMF) dan Unit Kegiatan Mahasiswa(UKM).
Namun,dalam kebijakan inipun masih terjadi pro-kontra dikalangan mahasiswa,sebagian yang menerima menyandarkan bahwa walaupun konsep ini masih memiliki sejumlah kelemahan,akan tetapi dipercaya dapat menjadi basis konsolidasi kekuatan gerakan mahasiswa.Dilain pihak,mereka yang menolak menganggap bahwa konsep SMPT tidak lain hanya semacam agenda tersembunyi guna menarik mahasiswa ke kampus dan memotong kemungkinan aliansi mahasiswa dengan kekuatan diluar kampus.Pada perjalanannya konsep ini menuai banyak kekecewaan di perbagai Perguruan Tinggi,mahasiswa menuntut organisasi kampus yang mandiri,bebas dari pengaruh korporatisasi negara termasuk birokrasi kampus.Akibat dari kegundahan ini,di UGM pada tahun 1994 berdirilah kembali “Dewan Mahasiswa” yang merupakan solusi atas kebutuhan terhadap organisasi independent yang kemudian disusul oleh beberapa Perguruan Tinggi lainnya,namun format akan “Dewan Mahasiswa” yang baru ini tidaklah sama persis dengan format “Dewan Mahasiswa” yang pernah ada.Hal ini merupakan pertanda terhadap kebangkitan kembali pergerakan mahasiswa.
Kini setelah beberapa tahun berlalu perjuangan tersebut terkesan hanya menjadi sebuah sejarah yang hampir terlupakan.Betapa tidak, terkesan mahasiswa era sekarang lebih peduli dengan nilai IPK(Indeks Penilaian Komulatif)-nya daripada memperankan dirinya sebagai “agent of change”.Memang juga bukan suatu kesalahan yang teramat fatal apabila mahasiswa lebih mengedepakan urusan nilainya daripada menjalankan fungsi kontrolnya.Hal ini disendikan atas kebijakan kampus yang juga seringkali menutup mata terhadap kegiatan mahasiswanya diluar.Seringkali mahasiswa ketika akan melakukan aksinya mereka dibenturkan dengan adanya kuis,UTS,UAS atau bahkan dosen “killer”.Tetapi jika hal ini terus dipersoalkan dan dijadikan alasan akan loyonya semangat mahasiswa era sekarang,hal itu sungguhlah tidak berdasar.Mengapa?karena pada mahasiswa era rezim Soeharto-pun hal ini juga merupakan hambatan bagi mereka,namun mereka berani mengorbankan nilainya dan memilih untuk menjalankan fungsi kontrolnya sebagai wujud pengabdiannya kepada masyarakat.
Konsep Tridharma Perguruan Tinggi yang mencakup : Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian pada masyarakat bagi mahasiswa sekarang memang terkesan hanya sebagai simbol yang tidak memiliki makna yang begitu dalam,hal lain terjadi dalam kacamata mahasiswa era sebelumnya yang dapat memaknai dan mengamalkan hal ini secara utuh.Mereka menganggap seseorang belumlah pantas menyandang gelar sebagai mahasiswa sebelum dapat mengamalkan ketiga hal tersebut.Mahasiswa adalah pintu gerbang bagi masyarakat kita yang masih miskin akan ilmu pengetahuan, Mahasiswa adalah salah satu unsur masyarakat yang memunyai bargaining position bagi satu perubahan dalam negeri, karena status sebagai mahasiswa secara otomatis telah menempatkan individu pada suatu kualitas dimana ia dapat menjalankan fungsi kontrol tanpa batas. Tentu apabila mahasiswa tidak memposisikan dirinya sebagai penghuni bangku kuliah yang pasif, akan tetapi dalam kesehariannya selalu memfungsikan daya monitoring terhadap perkembangan yang ada, terutama pada pemerintah dalam menyelenggarakan sistem kenegaraan(Tabloid “JUMPA” edisi.32 tahun 2007).
Selain adanya sikap apatis dari kebanyakan mahasiswa,faktor lain akan loyonya aksi mahasiswa ialah isu yang diangkat mahasiswa tidak populis dimasyarakat.Dalam artian seringkali isunya sendiri tidak begitu mengena dihati semua masyarakat,hal ini didukung oleh pernyataan Dr.Hariman Siregar yang juga mantan aktivis tahun 1970-an yaitu “Gerakan mahasiswa akan menjadi besar jika isunya menyentuh semua orang”.Memang benar pemikiran tersebut,mengingat selama ini mahasiswa berteriak dengan mengatasnamakan kepentingan rakyat.
Memaknai lain dari kebijakan NKK/BKK yang pernah bercokol di Indonesia,terbukti bahwa pemerintah pada saat itu sangat takut jika mahasiswa melakukan demonstrasi,hal ini dikarenakan masyarakat dan mahasiswa seolah menjadi satu dalam menyuarakan nama rakyat.Terkesan hampir setiap rakyat secara individu memiliki satu tujuan dalam aksi-aksi yang digelar kala itu sehingga masyarakat benar-benar mendukung mahasiswa,Wimar Witoelar seorang aktifis di era 1966 menceritakan pengalamannya kala itu, “Dulu antara mahasiswa dengan masyarakat sangat bersatu, kalau kita demo, nginep dimana saja kita selalu dikasih nasi bungkus sama masyarakat,waktu itu masyarakat menganggap mahasiswa akan membawa perbaikan”.Hal berbanding terbalik terjadi ketika mahasiswa era sekarang malah bentrok dengan warga seusai aksinya(www.semanggatpagi.com diakses tgl.15/09/2010).Ahdian seorang tokoh dari “Forum Kota”(FORKOT) berpendapat mengenai masalah ini,“Masyarakat sudah menganggap aksi mahasiswa ini sudah tidak berarti.”.Dan masih menurutnya mengenai minimnya jumlah pendemo dalam setiap aksi mahasiswa,beliau berpendapat,” Pengkritisan terhadap pemerintahan itu harus dilakukan dengan aksi kecil maupun besar”.Maka seharusnya dan bahkan wajib bagi mahasiswa era sekarang untuk berkaca kembali akan alur yang telah mereka ambil dalam setiap pergerakan,ada baiknya pula bagi mereka untuk sedikit membenamkan ego guna dapat berpikir lebih strategis,dan mendapatkan kembali keniscayaan dari masyarakat yang mana merupakan salah satu aspek kunci akan keberhasilan sebuah pergerakan.
on 17 October 2010 @ 12:32
SMP/SMA wahidiyah harus tetap maju tunjukkan pada dunia kita pasti bisa.
Hati-Hati beli rokok
Rokok sekarang panjang-panjang
Hati-Hati cari cowok
Cowok sekarang mata keranjng
Buah kesemek
Buah durian
Hati-Hati cari cewek
Cewek skarang mata duitan
salam satu jiwa BONVISA devil
Salamkan kepada pengurus ponpes kedunglo lan konco-koncoku
on 18 February 2011 @ 2:08
terima kasih,qur,an mp3 nya saya cariiiii….. baru ketemu,semoga berguna tuk anak saya yang suka dengerin lagu lewat hp,jadi bisa dengerin juzz amma juga,semoga ilmu ente nambaaah terus.
on 28 February 2011 @ 9:59
20 tahun lalu, Ibu sedang sakit payah. Sekejap lagi, sebelum azan asar berkumandang, ibu memanggil emaknya, berpesan agar emaknya dan ayah menolong menjaga anak-anaknya yang sedang tidur di depan mata. Selesai ibu minta ampun dari mak, berkirim salam untuk suami tercinta, ibu letakkan kedua tangannya di atas perut, lalu mengucapkan kalimah syahadah sebelum menutup mata buat selama-lamanya dengan kepergian yang diiringi azan.
***
Kau beritahu aku kenapa aku tak boleh merinduinya sedangkan malam itu aku melihat sendiri ibu terbujur kaku, diyasinkan, dimandikan, dikafankan, disholatkan, dan ditanamkan keesokan harinya dengan iringan tangisan?
Abang yang sungguh-sungguh maukan kafan ibu dibuka supaya ibu akan bangun dan hidup lagi, mengampunkan dosa-dosanya, berjanji taat dan tidak melawan kata-kata ibu dan akan menolong ibu mencuci piring, menjemur pakaian dan menjaga adik-adik setiap kali pulang dari sekolah. Aku tak terfikir ibu tak akan kembali. Benar aku tahu ibu sudah mati, tetapi apalah yang mampu aku panjangkan lagi fikiran ini sebagai kanak-kanak perempuan 5 tahun ketika itu? Hanya setelah menginjak ke alam remaja baru aku sadar ibu memang sudah tidak ada lagi dalam dunia ini untuk diajak bersama bersuka ria mendapat kelulusan dalam ujian, sakit perih hidup sendiri tanpa bimbingan dan perhatian dan limpahan kasih ibu tersayang. Tapi tangisan ini sudah sangat terlewat. Ibu sudah pergi. Ibu tak akan kembali lagi ke dunia ini. Dan entah bila kami sekeluarga akan berjumpa, memang aku sadar impian ini selama-lamanya tak akan pernah berlaku. Ya Allah, Kau ampunkanlah dosa ibuku. Cinta mendalam terhadap bunda hanya bisa dimengertikan dalam jiwa insan setelah dia dipanggilNya..lara hati usah dibicara, do’a untuknya harus senantiasa dilidah agar bunda tersenyum dikamar abadi merasakan betapa kasih anak-anak terhadapnya meskipun telah pergi…
***
Selagi Ibu ada… jangan sia-siakan masa yang ada. Karena menangis di pintu kubur adalah masa yang telah terlewat.
on 26 May 2011 @ 5:40
GROSIR BERAS ORGANIK INDONESIA – UD BLITAR PUTRA MAS
VARIETAS BERAS ORGANIK
1. BERAS HITAM (BLACK RICE)
BERAS HITAM ORGANIK ( Black Rice Organik )
Beras Hitam mempunyai khasiat dan gizi yang lebih baik dari pada beras lainnya, hal ini terdapat pada pigmen beras yang berwarna hitam. Beras hitam sangat berbeda dengan KETAN HITAM, baik rasa, aroma, maupun penampilannya, dan jika sudah dimasak beras hitam warnanya benar-benar hitam pekat. Khasiat BERAS HITAM (BLACK RICE) adalah:
* Meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit
* Memperbaiki kerusakan sel hati (hepatitis dan chirrosis)
* Mencegah gangguan fungsi ginjal
* Mencegah kanker/tumor
* Memperlambat Penuaan (Antiaging)
* Sebagai Anti oksidan
* Membersihkan kolesterol dalam darah
* Mencegah Anemia
HARGA per KILOnya adalah Rp 23.500.
2. BERAS MERAH (RED RICE)
BERAS ORGANIK MERAH ( Red Rice Organic)
Keunggulan BERAS MERAH (RED RICE):
* Mencegah sembelit
* Cocok untuk diet
* Mencegah berbagai macam penyakit saluran pencernaan
* Meningkatan perkembangan otak
* Menurunkan kolesterol darah
* Mencegah kanker dan penyakit degeneratif
* Menyehatkan jantung
* Mempunyai kandungan vitamin B1 dan mineral lebih tinggi dari pada beras putih
Kandungan Nutrisi dan manfaat BERAS MERAH (RED RICE):
1. Mengandung lebih banyak Magnesium, yang sangat baik untuk kesehatan kardiovaskuler (jantung)
2. Kaya akan fiber dan asam lemak, sehingga mencegah sembelit dan cocok untuk diet, karena fiber membuat kita tidak mudah lapar
3. Kaya akan asam amino dan GABA
HARGA per KILOnya adalah Rp 17.500.
3. BERAS COKLAT (BROWN RICE)
BERAS ORGANIK COKLAT (Brown Rice Organic)
Beras coklat (BROWN RICE) adalah beras yang tidak di giling atau setengah digiling, jadi bisa dikatakan mempunyai rasa sedikit seperti kacang dan lebih kenyal daripada beras putih. Meskipun lebih cepat basi, tetapi beras coklat lebih bernutrisi.
HARGA per KILOnya adalah Rp 11.500.
4. BERAS PUTIH (WHITE RICE)
BERAS ORGANIK PUTIH ( White Rice Organik )
Merupakan jenis beras yang banyak dikonsumsi. Beras Putih Organik jika dibandingkan dengan Beras Putih Un-Organik sangatlah berbeda, karena rasanya lebih pulen dan lebih wangi. HARGA per KILOnya adalah Rp 9.500.
Bpk. Muh. Sul’am Muhib Tohiri
Alamat Rumah : Dsn Gentor, Ds Candirejo Rt 01/Rw 05,
Kec Ponggok, Kab Blitar
Alamat Usaha : Jl Margojoyo 18, Mulyoagung, Kec Dau,Malang
Simpati : 081 359 364 565
XL : 081 937 818 085
on 20 June 2011 @ 18:13
MEROKOK ADALAH JAJANAN ANAK SEKOLAH MASA KINI
Apakah Anda setuju dengan judul artikel ini??? Pernahkah anda melihat disekitar anda, anak usia SD, SMP dan SMA duduk-duduk atau berjalan sambil menghisap rokok dengan lihainya? Pemandangan tersebut sering saya lihat dilingkungan rumah saya. Bagaimana dengan lingkungan sekitar Anda? Jika sama, apa yang Anda pikirkan bila yang sedang merokok itu adalah anak Anda? Dewasa ini, rokok seakan sudah menjadi jajanan sehari-hari mereka. Saat mereka berangkat sekolah, saat di kantin sekolah dan saat pulang sekolah, mereka dengan asyiknya menghisap rokok. Mereka melakukan hal tersebut tanpa rasa beban, justru seakan bangga dengan hal yang dilakukannya. Padahal, jelas bahwa rokok mengandung zat-zat yang sangat berbahaya (seperti tar, nikotin, dll.) bahkan di bungkus rokok jelas tertera penyakit-penyakit yang akan ditimbulkan bila terus mengkonsumsinya. Namun, sepertinya hal tersebut tidak diindahkan dan tidak menjadi sebuah peringatan yang berarti bagi mereka.
Apakah gambaran semua anak sekolah masa kini seperti itu? Menurut saya, tidak semua, namun hampir semua anak sekolah masa kini seperti itu. Sungguh fakta yang sangat miris. Anak- anak tersebut merupakan generasi muda bangsa ini, namun tubuh mereka yang seharusnya segar bugar dan sehat, kini harus terkontaminasi oleh zat-zat beracun pada rokok yang membuat mereka tubuh mereka menjadi rusak. Mungkin, akibat dari merokok tidak langsung terlihat secara gamblang karena akibat dari merokok sifatnya jangka panjang atau terlihat setelah sekian lama mengkonsumsinya. Penyakit-penyakit tersebut antara lain kanker paru-paru, sirosis hati, dll. Mulai sekarang, MARI SELAMATKAN GENERASI MUDA bangsa ini dari kebiasaan MEROKOK.
on 16 August 2011 @ 14:40
AGAR SEDEKAH TIDAK SIA-SIA
Di antara amal kebaikan yang banyak dilakukan kaum muslimin di bulan Ramadhan adalah memberi sedekah. Tidak diragukan lagi bahwa bersedekah di bulan mulia ini memiliki nilai lebih tersendiri. Namun perlu diwaspadai, jangan sampai pahala sedekah yang melimpah menjadi terhapus sia-sia.
Pembaca yang budiman, Allah ta’ala mengingatkan kita dalam firman-Nya :
??? ???????? ????????? ???????? ??? ??????????? ???????????? ?????????? ???????? ????????? ??????? ??????? ?????? ???????? ????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ??????? ??????????? ??????? ?????????? ??????? ???? ??????????? ????? ?????? ??????? ????????? ???????? ??? ??????? ????????? ?????????????
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir . “ (Al Baqarah:264)
[Tiga Perbuatan Penghapus Pahala Sedekah]
Dalam ayat di atas, Allah menjelasakan ada tiga perbuatan yang dapat menghapus pahala sedekah :
Pertama. Menyebut-nyebut pemberian sedekah. ( ?????????) al mann : maksudnya adalah menyebut-nyebut pemberian sedekah di hadapan orang yang diberi sedekah untuk menunjukkan kelebihan dirinya dibanding orang yang diberi sedekah tersebut.
Seperti misalnya si A memberikan sedekah kepada si B. Dia selalu menyebt-nyebut sedekah pemberiannya tersebut di hadapan si B. Seperti ini adalah termasuk perbuatan ( ?????????) al mann yang tercela seperti tersebut dalam ayat di atas. Perbuatan ini mencakup seluruh bentuk sedekah, baik itu sedekah terhadap teman, tetangga, kerabat, maupun istri dan anak-anaknya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
????? ?? ?????? ???? ??? ??????? ? ??? ???? ????? ? ??? ?????? ? ???? ???? ???? ? ??? ?????? ???? ???? ??? ???? ???? ???? ???? ???? . ??? ??? ?? : ????? ?????? . ?? ?? ?? ???? ???? ? ??? : ?????? ??????? ??????? ????? ?????? ??????
“ Ada tiga golongan, yang tidak akan Allah ajak bicara pada hari kiamat, tidak akan Allah lihat, dan tidak akan Allah sucikan, serta baginya adzab yang pedih. Rasulullah mengulang sebanyak tiga kali. Abu Dzar bertanya : Siapa mereka wahai Rasulullah ? Sabda beliau : Al musbil (lelaki yang menjulurkan pakaiannya melebihi mata kaki, al mannaan (orang yang suka menyebut-nyebut sedekah pemberian), dan pedagang yang bersumpah dengan sumpah palsu” (H.R. Muslim:106)
Kedua. Menyakiti orang yang diberi sedekah. (???????? ) al adzaa: secara bahasa maknanya adalah setiap perbuatan yang merugikan atau menyakiti orang lain, baik dalam hal agamanya, kehormatannya, badannya, maupun hartanya. Adapaun (???????? ) al adzaa yang menghapus pahala sedekah yaitu bersikap sombong terhadap orang yang diberi sedekah dan menyakitinya dengan kalimat yang menyakitkannya, atau dengan sesuatu yang mencela kehormatannya dan merendahkan kemuliaan dan kedudukan orang tersebut.
Ketiga. Perbuatan riya’. ( ?????? ) ar riyaa’ : yakni perbuatan seorang hamba menampakkan amalnya kepada manusia karena ingin mendapat pujian. Jika seseorang riya’ dalam amalan sedekahnya maka akan menghapus pahala sedekah tersebut. Bahkan perbutan riya’ tidah hanya dalam masalah sedekah saja. Riya’ dapat terjadi pada setiap amal dan menghapus pahala amal tersebut. [Lihat Nidaa-atu ar Rahman li Ahlil iman 21-22, Syaikh Abu Bakr Al Jazaairy]
Imam Ibnu Katsir menjelasakan : “Dalam firman-Nya (??? ??????????? ???????????? ?????????? ???????? ) (janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)) Allah menerangkan bahwa pahala sedekah itu dapat hilang disebabkan karena menyebut-nyebut sedekah dan juga dengan tindakan menyakiti orang yang diberi sedekah.. Dosa menyebut-nyebut dan menyakiti itu menyebabkan hilangnya pahala sedekah. Kemudian Allah berfirman (????????? ??????? ??????? ?????? ???????? ) (), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia). Maksudnya, janganlah kalian membatalkan pahala sedekah kalian dengan menyebut-nyebut sedekah dan menyakiti orang yang diberi sedekah, sebagaimana tidak bernilainya sedekah orang yang riya’ karena manusia. Orang yang riya’ adalah yang menampakkan dihadapan orang lain bahwa dia ikhlas dalam beramal, padahal maksud sebenarnya adalah agar dia dipuji oleh orang lain. atau agar terkenal dengan sifat-sifat terpuji sehingga banyak orang yang mengaguminya, atau beramal agar disebut sebagai orang dermawan, atau maksud-maksud duniawi lainnya. Pelaku riya’ tidak memiliki perhatian untuk taat kepada Allah, mencari ridha-Nya dan mengharap pahala-Nya. Oleh karena itu, Allah berfirman (????? ???????? ???????? ??????????? ??????? ) (dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian). ” [Lihat Tafsir al Quran al ‘Adzhim surat al Baqarah ayat 264, al Imam Ibnu Katsir]
Waspadailah saudaraku, ketiga perbuatan tersebut dapat merusak pahala sedekah yang kita lakukan.
[Faedah Ayat]
Firman Allah dalam surat al Baqarah 264 di atas mengandung beberapa faedah :
Amal keburukan akan menghapus amal kebaikan.
Dalam ayat tersebut terkandung perintah untuk tetap menjaga amalan-amalan yang sirr (tersembunyi) agar tidak diketahui orang lain.
Menyebut-nyebut pemberian sedekah, menyakiti orang yang diberi sedekah, dan perbuatan riya’ dapat menghapus pahala sedekah
Terhapusnya pahala sedekah karena perbuatan menyebut-nyebut pemberian sedekah dan menyakiti orang yang diberi sedekah, sama seperti hapusnya pahala sedekah karena riya’
Ketiga sifat di atas termasuk tanda kekufuran.
Semoga Allah ta’ala senantiasa memudahkan kita untuk ikhlas dalam setiap amal yang kita lakukan. Wa shallallahu ‘alaa Nabiyyina Muhammad.
on 18 February 2012 @ 10:53
75 khasiat XAMthone plus
Xamthone Plus
Kami dengan bangga mempersembahkan Xamthone plus isi 350 ML , dimana merupakan sebuah merek yang mencerminkan dedikasi kami kepada masyarakat dunia. Kami terus m[...]
on 9 August 2012 @ 15:42
cara kirim artikelnya gimana
on 25 August 2012 @ 13:39
dengan kemudahan teknologi saat ini anda dapat memesan apa saja dengan online,salah satunya jilbab yang sedang trend saat ini.
on 13 September 2012 @ 9:53
bagus banget artikelnya bisa membawa saya ke sebuah inspirasi, thanks yaaa