kirim artikel

Masukkan artikel yang ingin anda muat di Rosyidi.com ke kolom komentar dibawah

idwebspace

Komentar

10 Komentar pada “kirim artikel”
  1. manusia punya etika says:

    gw rio,pram,husain adalah sosok manusia yng mempunyai perbedaan tp gw bertiga menghargai satu sama lain, tentang ras janganlah jadi perbedaan yang yang mengarah provokasi, perdalamlah ilmu yang kmu cari dabn apa yang kamu yakini. dengan seperti itu kalian tau bagaimana kita hidup didunia. semua agama tidak mengajarkan kejahatan melainkan mengajrkan kebaikan…..mari kita bersatu janganlah perbedaan menjadi alasan kita untuk saling membenci….RIO

  2. Syaikhu says:

    AJARAN WAHIDIYAH
    Disamping mengamalkan Sholawat Wahidiyah ini, supaya berusaha melatih hati dengan “ LILLAH – BILLAH dan LIRROSUL – BIRROSUL dan berusaha melaksanakan “ YU’TI KULLA DZII-HAQQIN HAQQOH “ dengan prinsip “ TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA FAL ANFA “ :
    LILLAH : segala amal perbuatan apa saja, baik yang hubungan langsung kepada Alloh dan Rosul-Nya SAW, maupun yang hubungan denga masyarakat, dengan sesama makhluk pada umumnya, baik yang wajib, yang sunnah atau yang wenang, asal bukan perbuatan yang merugikan/bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, melaksanakannya supaya disertai dengan niat dan tujuan untuk mengabdikan diri kepada Alloh Tuhan Yang Maha Esa dengan ikhlas tanpa pamrih ! LILLAHI TA’ALA!, LAA ILAAHA ILLALLOOH ( = tiada tempat mengabdi selain kepada Alloh ). WAMAA KHOLAQTUL JINNA WALINSA ILLAA LIYA’BUDUUN ( = dan tiadalah AKU menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-KU ) (Al Dzariyaat-56)
    BILLAH : Menyadari dan merasa senantiasa kapan dan dimanapun berada, bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin , adalah ALLOH TUHAN MAHA PENCIPTA yang menciptakan dan menitahkannya. Jangan sekali-kali merasa lebih-lebih mengaku bahwa diri kita ini memiliki kekuatan atau kemampuan. LAA HAULA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH ( tiada daya dan kekuatan melainkan atas titah Alloh-BILLAH )
    LIRROSUL : Disamping niat mengabdikan diri / beribadah kepada Alloh- LILLAH seperti diatas, dalam segala tindakan dan perbuatan apa saja, asal bukan perbuatan yang tidak diridhoi Alloh, bukan perbuatan yang merugikan, supaya juga disertai niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW. “ YAA AYYUHAL-LADZIINA AAMANUU ATHII ‘ULLOOHA WA ATHII ‘UR-ROSUULA WALAA TUBTHILUU A’MAALAKUM “ ( Hai orang-orang yang beriman ( BILLAH ), taatlah kepada Alloh ( LILLAH ) dan taatlah kepada Rosul ( LIRROSUL ), dan janganlah kamu merusakkan amal-amalmu sekalian ( Muhammad 33 )
    BIRROSUL : Disamping sadar BILLAH seperti diatas, supaya juga menyadari dan merasa bahwa segala sesuatu termasuk gerak-gerik dirinya lahir batin ( yang diridhoi Alloh ) adalah sebab jasa Rosululloh SAW. “ WAMAA ARSALNAAKA ILLA ROHMATAN LIL’AALAMIIN “ (= Dan tiada Aku mengutus Engkau Muhammad melainkan rohmat bagi seluruh alam ( Al Anbiya 107 ). Penerapan LILLAH –BILLAH dan LIRROSUL-BIRROSUL seperti diatas adalah merupakan realisasi dalam praktek hati dari dua kalimat syahadat “ ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLALLOOH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAR ROSUULULLOH SAW “
    YUKTI KULLA DZII HAQQIN HAQQOH : Mengisi dan memenuhi segala bidang kewajiban. Melaksanakan kewajiban disegala bidang tanpa menuntut hak. Baik kewajiban-kewajiban terhadap Alloh wa Rosuulihi SAW, maupun kewajiban-kewajiban dalam hubungannya didalam masyarakat di segala bidang dan terhadap makhluk pada umumnya.
    TAQDIMUL AHAM FAL AHAM TSUMMAL ANFA’ FAL ANFA’ : Didalam melaksanakan kewajiban-kewajiban tersebut supaya mendahulukan yang lebih penting ( AHAMMU ). Jika sama-sama pentingnya, supaya dipilih yang lebih besar manfaatnya ( ANFA’U ). Hal-hal yang berhubungan dengan ALLOH wa ROSUULIHI SAW. Terutama yang wajib, pada umumnya harus dipandang “ AHAMMU “ ( lebih penting ) dan hal-hal manfaatnya dirasakan juga oleh orang lain atau ummat dan masyarakat pada umumnya harus dipandang “ ANFA’U “ ( lebih bermanfaat ).

  3. Syaikhu says:

    SHOLAWAT WAHIDIYAH

    SHOLAWAT WAHIDIYAH BERFAEDAH MENJERNIHKAN HATI DAN MA’RIFAT BILLAH wa ROSUULIHI SAW.

    ? Marilah segenap perhatian kita pusatkan menghadap kehadirat ALLOH SWT. TUHAN YANG MAHA ESA,dan merasa seperti benar-benar di hadapan Junjungan kita Kanjeng Nabi Muhammad Rosululloh SAW, denga adab ta’dim ( memulyakan ) dan mahabbah ( mencintai ) semurni-murninya.
    ? Niat semata-mata mengabdikan diri beribadah kepada Alloh dengan ikhlas tanpa pamrih apapun juga. LILLAH ! Dan niat mengikuti jejak tuntunan Rosululloh SAW.LIRROSUL!
    ? Mari kita sadari bahwa kita bisa melakukan ini semua adalah semata-mata atas titah Alloh. BILLAH ! Dan karena syafa’at atau jasa dari Rosululloh SAW. BIRROSUL !
    ? Mari kita mengakui dengan jujur bahwa kita ini penuh dosa dan banyak berbuat dholim. Baik terhadap Alloh SWT wa Rosulihi SAW, terhadap orang tua dan keluarga, dan terhadap umat dan masyarakat serta terhadap makhluk pada umumnya. Sangat membutuhkan sekali maghfiroh ( ampunan ) dan taufiq hidayah Alloh SWT, Syafa’at tarbiyah dan bimbingan Rosululloh SAW, serta barokah-karomah-nadhroh-do’a restu Ghoutsu Haadzaz-Zaman wa a’waanihi wa saairi Auliyaa-Ahbaabillahi rodiyalloohu Ta’alaa’anhum.
    ? Seluruh pengamalan dihaturkan sebagai hadiah penghormatan kepada Junjungan kita Kanjeng Nabi Besar Muhammad SAW, kepada Ghoutsu Haadhaz-Zaman dstnya, dan lain-lain jika dikehendaki. ( cukup dalam batin saja )

    ILAA HADLROTI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASSALAM, ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)

    WA ILAA HADLROTI GHOUTSI HAADAZ-ZAMAN WAA’AWAANIHI WASAAAIRI AULIYAAILLAAHI RODLIYALLOOHU TA’AALA ‘ANHUM ALFAATIHAH ! (membaca Surat Fatihah 7x)

    ALLOOHUMMA YAA WAAHIDU YAA AHAD, YAA WAAJIDU YAA JAWAAD, SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA MUHAMMADIW-WA’ALAA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. FII KULLI LAMHATIW-WANAFAMBI’ADADI MA’LUMAATILLAAHI,WAAMDAADIH. (100X)

    ALLOOHUMMA KAMAA ANTA AHLUH; SHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAASAYYIDINAA WAMAULAANAA,WASYAFII’INAA,WAHABIIBINAA,WAQURROTI A’YUNINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOOHU’ALAIHI WASALLAMA KAMAA HUWA AHLUH; NAS-ALUKALLOOHUMMA BIHAQQIHI AN TUGHRIQONAA FII LUJJATI BAHRIL WAHDAH; HATTAA LAA NAROO WALAA NASMA’A, WALAA NAJIDA WALAA NUHISSA, WALAA NATAHARROKA WALAA NASKUNA ILLAA BIHAA; WATARZUQONAA TAMAAMA MAGHFIROTIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA NI’MATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MA’RIFATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA MAHABBATIKA YAA ALLOH, WATAMAAMA RIDLWANIKA YAA ALLOH; WASHOLLI WASALLIM WABAARIK ‘ALAIHI WA’ALAA AALIHI WASHOHBIH. ‘ADADAMAA AHAATHOBIHII ‘ILMUKA WAAHSHOOHU KITAABUK; BIROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIIN, WALHAMDU LILLAAHI ROBBIL’AALAMIIN. (7X)

    YAA SYAFI’AL-KHOLQISH-SHOLAATU WASSALAAM ? ‘ALAIKA NUUROL KHOLQI HAADIYAL ANAAM
    WA ASHLAHUU WA RUUHAHU ADRIKNII ? FAQODH DHOLAMTU ABADAW-WAROBBINII
    WA LAISA LII YAA SAYYIDII SIWAAKA ? FA-IN TARUDDA KUNTU SYAKHSON HAALIKAA
    YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH ! (7x)

    YAA AYYUHAL-GHOUTSU SALAAMULLOOH ? ‘ALAIKA ROBBINII BI-IDZNILLAAH
    WANDHUR ILAYYA SAYYIDII BINADHROH ? MUUSHILATIL-LIL-HADLROTIL’ALIYYAH

    YAA SYAAFI’AL-KHOLQI HABIIBALLOOHI ? SHOLAATUHUU’ALAIKA MA’SALAAMIHII,
    DHOLLAT WA DHOLLAT HIILATII FII BALDATII ? KHUDZ BIYADII YAA SAYYIDII WAL UMMATII
    YAA SAYYIDII YAA ROSUULALLOH ! (7X)

    YAA ROBBANALLOOHUMMA SHOLLI SALLIMI ? ‘ALAA MUHAMMADIN SYAFII’IL UMAMI,
    WAL-AALI WAJ-‘ALIL ANAAMA MUSRI’IIN ? BIL-WAAHIDIYYATI LIROBBIL-‘AALAMIIN
    YAA ROBBANAGH-FIR YASSAIR IFTAH WAHDINAA ? QORRIB WA-ALLIF BAINANAA YAA ROBBANAA

    ALLOOHUMMA BAARIK FIIMAA KHOLAQTA WAHAADZIHIL BALDAH YAA ALLOH, WA FII HAADZIHIL MUJAAHADAH YAA ALLOH ! (7X)

    I S T I G H R O O Q ! ( Diam tidak membaca apa-apa, segenap perhatian lahir bathin, fikiran dan perasaan dipusatkan hanya kepada ALLOH! Tidak ada acara selain ALLOH ) ALFAATIHAH ! (1X) Kemudian berdo’a seperti di bawah ini

    BISMILLAAHIR ROHMAANIR ROHIIM,
    ( ALLOOHUMMA BIHAQQISMIKAL A’DHOM WABIJAAHI SAYYIDINAA MUHAMMADIN SHOLLALLOHU ‘ALAIHI WASALLAM WABIBARAKATI GHOUTSI HADZAZ-ZAMAAN WA A’WAANIHI WA SAAIRI AULIYAAIKA YAA ALLOH, YAA ALLOH, YAA ALLOH, RODLIYALLOOHU TA’AALA’ANHUM 3X )
    ( BALLIGH JAMII’AL ‘ALAMIIN NIDAA-ANAA HAADZAA WAJ’AL FIIHI TAKTSIIROM-BALIIGHOO 3X )
    ( FAINNAKA ‘ALAA KULLI SYAI-INGQODIIR WABIL IJABATI JADIIR 3X )
    FAFIRRUU ILALLOOH ! (7X)
    WAQUL JAA-ALHAQQUWAZAHAQOL BAATHIL INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQOO ! (3X)

    FAFIRRUU ILALLOH dan WAQUL JAA-ALHAQQU… dibaca bersama-sama imam dan ma’mum. Maknanya : Larilah kembali kepada Alloh ! Dan semoga akhlaq=akhlaq batal yang rusak dan merusakkan segera diganti oleh Alloh dengan akhlaq yang baik dan yang menguntungkan! Kedua ajakan tersebut ditujukan kepada segenap masyarakat manusia dan jin seluruh dunia, terutama ditujukan kepada pribadi si pembaca sendiri!

    A L F A A T I H A H (1X) S e l e s a i

  4. Riandi says:

    Transformasi Bisnis, Pelajaran dari Telkom
    Oleh : Riandi

    Persaingan bisnis selalu tajam dan keras. Hanya perusahaan dengan bisnis yang kuat,sehat dan kompetitif yang dapat bertahan. Meskipun sudah kuat dan sehat serta kompetitif tetap akan ada perubahan lingkungan usaha yang akan memaksa perusahaan untuk mengubah bisnisnya agar tetap sesuai. Bila tidak mampu menyesuaikan dengan perubahan, silahkan minggir karena biasanya keadaan sehat dan kuat tersebut adalah kondisi masa lalu. Masa sekarang apalagi yang akan datang jelas akan berbeda. Telkom termasuk perusahaan yang mengalami hal tersebut. Dari perusahaan yang mempunyai bisnis konvensional melayani komunikasi dengan telepon tetap, kemudian harus dipaksa untuk memikirkan ulang bisnisnya karena munculnya era telekomunikasi telepon bergerak dan internet.
    Untungnya Telkom sendiri telah melakukan langkah jitu untuk menyelamatkan kelangsungan bisnisnya yang tak dapat lagi bergantung pada telepon tetap yang pada saat ini stagnan bahkan bisa dikatakan semakin menurun. Karena munculnya era komunikasi bergerak maka Telkom membuat anak usaha yang khusus bergerak di bidang komunikasi bergerak yaitu Telkomsel yang khusus bermain di GSM. Langkah ini sukses besar karena pada saat persaingan komunikasi bergerak sudah demikian panas, Telkomsel sudah memiliki 75 juta pelanggan dan dengan demikian menjadi pemimpin pasar komunikasi seluler. Jelas menjadi salah satu penyumbang terbesar keuntungan bagi Telkom. Kemudian ada juga Telkom Flexi yang bermain di arena CDMA. Sehingga untuk area komunikasi bergerak Telkom sudah siap kalau toh akhirnya telepon tetap tidak lagi diminati.
    Langkah lain yang diambil Telkom adalah meredefinisi bisnis telepon tetapnya dari layanan komunikasi suara menjadi layanan data dengan Telkom Speedy. Pada saat permintaan sambungan telepon rumah semakin turun, jumlah pelanggan Speedy justru semakin bertambah. Apalagi dengan jumlah pelanggan Speedy yang terus bertambah hingga mencapai 1 juta orang tentunya ada harapan akan terus bertambah. Dan juga yang harus diingat, calon pelanggan potensial Speedy adalah dari pelanggan telepon tetap yang jumlahnya mencapai puluhan juta pelanggan. Ini artinya ada puluhan juta calon pelanggan komunikasi konvensional yang berpotensi dialihkan ke layanan komunikasi data karena internet yang terus tumbuh pesat.
    Kemudian untuk menjawab tantangan bisnis yang semakin menggila ternyata ketahuan bahwa organisasi Telkom sudah kelebihan beban. Karyawan sudah terlalu banyak sehingga kurang efisien dan membuat perusahaan menjadi gemuk dan lamban dalam merespon perubahan. Karyawan Telkom berjumlah 25.000 orang sedangkan Telkomsel hanya 3000 orang tapi dapat menghasilkan keuntungan secara rata-rata lebih besar dari Telkom yang memiliki karyawan terlalu banyak. Telkom lebih banyak merugi dalam hal pembayaran gaji dan ongkos operasional karyawan. Tak terhindarkan memang, jumlah karyawan pun pada akhirnya tetap akan dikurangi sampai tingkat yang paling efisien dan efektif. Karena kelebihan karyawan Telkom jadi mirip gadis cantik yang gembrot karena kebanyakan makan. Apa boleh buat agar dapat tampil menarik lagi tentu harus usaha agar dapat menjadi ramping dan menarik. Intinya adalah perampingan. Dana 800 miliar yang hampir mendekati angka 1 triliun pun disiapkan untuk pesangon karyawan yang ingin berhenti secara sukarela dengan sistem pensiun dini maupun yang memang harus di PHK. Jumlah sekian tentu hanyalah kerugian sementara yang nilainya sebenarnya kecil bila dibandingkan dengan kerugian jangka panjang yang akan dialami Telkom apabila harus terus mempertahankan karyawan yang tidak produktif. Lebih baik rugi sedikit daripada terus mempertahankan karyawan yang justru berpotensi memberikan kerugian yang lebih besar lagi di masa depan. Ini adalah salah satu langkah berani yang harus diambil Telkom secara konsisten bila ingin terus maju dalam persaingan bisnis .
    Tentu saja kalau urusan PHK karyawan bukan cuma Telkom sendiri yang harus melakukan hal tidak mengenakkan tersebut. Banyak perusahaan kelas dunia pun terpaksa dan sering melakukan hal tersebut. Sebut saja sebagai contoh adalah Google, Nokia, Facebook, bahkan Microsoft pun juga melakukannya. Itu adalah hal yang lumrah. Pilihan sulit memang. Tapi memang tenaga kerja menjadi salah satu biaya terbesar perusahaan dimana dengan teknologi yang semakin maju, bisnis yang efisien adalah bisnis yang padat teknologi bukan bisnis padat karya. Karena dengan teknologi banyak pekerjaan yang dulunya dilakukan manusia kini telah digantikan dengan teknologi. Bisnis jaman sekarang dapat dijalankan dengan semakin sedikit orang atau karyawan.
    Dalam kasus ini Telkom termasuk perusahaan yang beruntung. Dari perusahaan yang dulunya berjaya karena monopoli secara alami, kemudian dapat terus eksis meskipun terjadi perubahan bisnis dimana pemain lebih dari satu sehingga tidak bisa lagi menikmati manisnya monopoli. Sehingga, dari beberapa langkah Telkom yaitu membuat anak usaha, meredefinisi bisnis konvensionalnya sampai perampingan karyawan ada pelajaran utama yang dapat ditarik. Pelajaran tersebut adalah transformasi bisnis yang tepat dan jitu akan berguna membantu setiap perusahaan dalam menghadapi  tantangan bisnis di masa depan. Lingkungan berubah. Pesaing juga berubah. Keinginan konsumen akan kepuasan yang harus dipenuhi juga semakin tinggi. Tidak bisa menggunakan standar lama. Hanya transformasi bisnis yang sesuai yang dapat membuat perusahaan dapat bertahan serta terus tumbuh dan berkembang karena bila tidak bertransformasi jelas akan mati dengan sendirinya. Sudah hukum alam jika tidak tumbuh atau berubah maka akan mati dengan sendirinya. Tentu tak ada pelaku bisnis baik perusahaan bahkan individu yang ingin mengalami hal demikian. Semua ingin bisnisnya dapat berlangsung selama mungkin. Berubahlah sebelum dipaksa berubah.

    Riandi (ryandy2009.blogspot.com) (ryandy2008@gmail.com)
    Penulis adalah guru swasta mengajar di SMA PGRI Piasak,Selimbau,Kapuas Hulu,Kalimantan Barat,Indonesia.
    HP. 081352471543

  5. muhammad arif budianto says:

    Pertama di Dunia…!
    Inovasi Al-Qur’an dari Syamil untuk kemudahan anda mempelajari Keagungan Al-Qur’an.
    Semua dalam satu Jilid:
    1. Al-Qura’an terjemahan PERKATA
    2. Terjemahan DEPAG RI
    3.Tajwid Sistem Quantum Reading Qur’an
    4.Panduan Hukum Tajwid
    5.VCD Tutorial Sistem Quantum Reading Qur’an
    6.Tafsir Al-Muyassar
    7.Asbabunuzul
    8.Do’a2 dalam Al-Qur’an
    9.Mukjizat Al-Qur’an
    10.Indeks Al-Qur’an Alfabetik
    11.Atlas Al-Qur’an
    12.Kisah Para Nabi dlm Al-Qur’an
    13.Dzikir Al-Ma’surat
    14.Intisari Ayat
    15.Links to Related Articles
    Minat Hub.Arif-0316077612/085648462400:-?

  6. Sari Ajah says:

    Pencarian data ‘buta huruf terbanyak’ di Badan Pusat Statistik (BPS) mengantarkan kami ke suatu desa di Pasuruan, Jawa Timur. Asumsi kami, desa dengan tingkat buta huruf terbanyak merupakan desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

    Miris. Iya. Miris. Di saat kami -yang notabene mahasiswa IT- sudah sangat akrab dengan internet, messenger, virtual class, SIM Akademik online, forum diskusi online dan lain-lain, mereka di sana justru belum pernah ‘berkenalan’ dengan komputer dan laptop. Keadaan jelas berbeda di desa tersebut.

    Mayoritas penduduk di desa tersebut mendapatkan sumber penghasilan dari aktifitas dagang. Kegiatan kami di sana akan berbagi pengetahuan tentang pengenalan dasar komputer, dan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan di sekolah untuk menunjang proses belajar-mengajar seperti aplikasi-aplikasi MS Office. Di luar dugaan, berita tersebut ternyata telah didengar oleh penduduk desa. Saat kami datang saja, penduduk-penduduk yang menemui kami tampak sangat antusias bertanya-tanya tentang materi yang akan kami ajarkan esok hari. Kami mengambil lokasi pengajaran di salah satu sekolah di desa tersebut. Target peserta yang akan mengikuti acara ini adalah murid-murid MTs dari kelas 7 s.d. kelas 9. Selain itu pula, guru dan perangkat desa juga mengikuti acara ini.

    Saya, teman-teman saya, blogger, dan bahkan Anda… saya yakin dengan gampangnya mengakses internet, blogwalking bahkan dari teknologi mobile. Buat saya, sudah bukan hal yang aneh jika kami berinteraksi dengan dosen tentang mata kuliah melalui forum, atau bahkan mengetahui info-info dari FB dan Twitter. Juga tak asing lagi saat kami harus melakukan conference untuk suatu mata kuliah dan ujian secara online. Tapi hal tersebut tidak berlaku di sana. Jangankan mobile atau social network, untuk menyalakan komputer saja, mereka masih belum bisa. Eits, saya serius dan tidak mengada-ada. Karena nyatanya, cita-cita pemerataan pendidikan dan teknologi informasi di negara kita masih belum menyentuh mereka yang berada di desa kecil.

    Para peserta sangat antusias mengikuti tiap sesinya dengan penuh perhatian seolah tak ingin melewatkan tiap butir pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Duduk di lantai tanpa alas pun tidak masalah. Tidak sebanding dengan ilmu yang akan mereka terima. Tak hanya pengenalan komputer, kami pun memberikan materi aplikasi perkantoran dasar dari Microsoft yaitu MS Word dan MS Powerpoint. Di ruangan berbeda, materi tersebut tidak diberikan dengan menggunakan komputer, melainkan laptop/notebook. Peserta yang terdiri dari murid-murid SMP tersebut rupanya memicu rasa ketertarikan bocah SD di desa tersebut. Mereka ingin sekali merasakan pengalaman mengoperasikan komputer/laptop juga membuat presentasi. Tak tega melihat semangat dan rasa penasaran mereka, kami pun mengijinkan mereka masuk dan bergabung bersama kakak-kakak mereka yang sudah duduk di bangku SMP dengan catatan bersedia untuk rapi dan tidak gaduh. Mengenal notebook pada awalnya membuat mereka di sana ragu. Namun, perlahan mereka menikmati materi dan dengan asiknya mencoba membuat presentasi menggunakan aplikasi MS Powerpoint. Dimulai dengan membuat desain tiap slide yang ada, kemudian menambahkan animasi-animasi, dan menjalankan presentasi yang telah dibuat. Senyum dan tawa riang menyiratkan betapa menyenangkannya hal-hal baru tentang komputer dan teknologi informasi untuk mereka.

    Tiga hari di sana sebenarnya belum cukup untuk membagikan lebih banyak ilmu. Sebelum pulang, kami memberikan beberapa perangkat komputer yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar-mengajar di sana. Keberadaan kami di sana hanyalah awal, sebuah investasi kecil yang jika dipupuk akan berbunga indah. Siapa tahu saja dua puluh lima tahun ke depan, justru anak-anak desa yang awalnya ‘gaptek’ ini lah yang akan menjadi Menkominfo Indonesia :) rindu senyuman lugu mereka :)

    Sekecil apa pun, sesederhana apa pun, bentuk kepedulian kita untuk menyampaikan kemajuan teknologi informasi kepada masyarakat dapat menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Terlebih lagi, jika kita bekerja sama menyebarkan pengetahuan sampai ke pelosok desa, kita bisa membantu pemerintah untuk perataan pendidikan dan cita-cita bangsa bagian ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ seperti tercantum pada alinea empat pembukaan UUD 1945 pun dapat tercapai. Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua… Bukan begitu, saudara-saudara? :D

    Tulisan ini saya buat untuk Microsoft Bloggership 2010

  7. Fulan says:

    saya mau melaporkan nih ada satu lagi situs yang sangat melecehkan umat muslim mohon kawan-kawan semua agar segera bertindak dan ditindak lanjuti oleh pihak yang berkepentingan dan ini adalah alamat situs tersebut : murtadinkafirun.forummotion.net
    karena situs tersebut dapat mengganggu perdamaian yang ada di indonesia.
    Satu Nusa Satu Bahasa Satu Bangsa INDONESIA.

  8. sunaryo says:

    MEREBUT KEKUASAAN DI 2014 !
    Oleh : Sunaryo, S.Pd.T

    Saudara-saudaraku sebangsa dan se- tanah air, Problem global bangsa Indonesia yang selama ini kita rasakan bersama diakibatkan kurang adanya keperpihakan kebijakan pemerintah terhadap rakyat, rakyat hanya dijadikan sebagai obyek untuk meraih suatu kekuasaan, hingga kekuasaan itu didapat rakyatpun ditinggalkan begitu saja oleh para penguasa.
    Suasana politik yang di tanamkan oleh para penguasa sekarang ini tidak lagi mencerminkan kepentingan rakyat yang diletakkan pada ranah kedaulatannya akan tetapi urusan politik sekarang ini sudah menjadi urusan para pejabat dan penguasa rakus dengan pikiran pragmatiknya. Padahal, seharusnya urusan politik menjadi urusan rakyat.
    Terbukti, dari peristiwa pemilu 2009 kemarin hingga sekarang ini, di semua daerah didalam melaksanakan pesta demokrasi hanya menampilkan sosok vigur, keterkenalan dan kemampuan melakukan pembiayaan dan kepentingan kampanye saja, Bukan justru memberi penjelasan tentang kepemimpinan dan arti penting suatu pesta demokrasi bagi rakyat. Hal ini dianggap sebagai pembodohan bagi rakyat Indonesia.
    Saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air, kita selama ini sudah banyak berkecimpung dengan urusan rakyat melalui program pemberdayaan yang sudah kita selami bersama, sehingga kita tahu kondisi rakyat yang sebenarnya. untuk itu, sebagai pemberdaya, kini perlu kiranya mengambil langkah pasti dalam melakukan revolusi perebutan kekuasaan scara politis di tahun 2014, dan selanjutnya mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Sudah saatnya kita melakukan suatu gerakan dan terobosan agar suara rakyat benar-benar menjadi kedaulatan dalam menentukan kebijakan dan urusan bangsa Indonesia.
    Sebagai kader pemberdaya, kita dituntut menjadi pelopor untuk mengembalikan urusan politik menjadi urusan rakyat. Dengan jaringan pemberdaya yang kita punyai di nusantara ini, yang sudah mencakup 32 propinsi, 494 kabupaten/kota dan bahkan sudah tersebar di 4805/6328 kecamatan yang ada di Indonesia, kita sudah bisa berbuat banyak untuk bisa melakukan gerakan kerakyatan. Ini sangat luar biasa jika semua bisa bersatu untuk menyamakan persepsi, dan kemudian membentuk dan menggalang gerakan rakyat.
    Kalau melihat potensi, sekarang ini sudah banyak di daerah yang sudah membentuk asosiasi pelaku pemberdaya dan juga bahkan di tingkat nasional, ini merupakan modal berlian kita bersama untuk melakukan gerakan perebutan kekuasaan tersebut. Ada ratusan kursi Bupati/Walikota, puluhan kursi Gubernur, ratusan kursi di DPR RI, ribuan kursi di DPRD I dan DPR II, Tergantung mana yang mau di raih. Seorang pemberdaya tidak akan pernah bisa mensejahterakan rakyat jika hanya menjadi pelaksana program. Apalagi jika para elit politik yang duduk tidak lagi mau membuat dan melaksanakan kebijakan kearah itu.
    Sangat di sayangkan jikalau melihat sistem kerja program pemberdayaan yang sudah cukup ideal untuk menjadi program unggulan pemerintah, setelah 2014 tidak bisa diakomodir oleh pemerintah daerah. Hutang negara yang selama ini kita nikmati tentu tidak akan ada hasil yang berarti. Kapan lagi kalau tidak sekarang kita bangun dan mulai gerakan ini.
    Kesimpulannya, untuk mensejahterakan rakyat kita memang perlu menjadi top leader di semua tingkatan pemerintahan dan lembaga pendukungnya, karena di situlah tempat membuat, menentukan dan melaksanakan kebijakan yang bisa berpihak pada kepentingan kerakyatan.
    ” SELAMAT BERJUANG !!! ”
    Penulis adalah:
    Koordinator: Asosiasi Konsultan Pemberdayaan Banyuwangi
    HP. 081 333 880 220

Trackbacks

Lihat apa opini orang-orang tentang artikel ini...
  1. [...] Atau masukkan ke kolom komentar di : http://rosyidi.com/kirim/ [...]



Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3