Ketika Wartawan Salah Kutip

1,113 views

Wartawan atau jurnalis adalah seorang yang melakukan jurnalisme, yaitu orang yang menciptakan laporan sebagai profesi untuk disebarluaskan atau dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, internet, dll. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif.

Sebagai jurnalis mereka harus professional. Menyamapaikan fakta apa adanya. Namun memang menjadi seorang wartawan bukanlah hal mudah, pencari berita ini harus bersusah payah berpindah-pindah lokasi dari suatu tempat ke tempat lain. Dan mereka harus secepat mungkin melaporkannya sebelum waktu yang ditentukan (deadline). Beberapa wartawan yang mungkin karena melakukan pekerjaan yang melelahkan, kerap kali melakukan kesalahan dalam pemberitaan.

Ketika narasumber salah mengutip tulisan kita, seharusnya kita melakukan beberapa tindakan agar pihak media massa dapat meralat tulisannya pada edisi berikutnya.

Menurut Djatmiko Miko, seorang jurnalis Jawa Pos dalam acara POD mengatakan bahwa tindakan yang sebaiknya kita lakukan ketika ada pemberitaan salah terkait informasi yang kita berikan kepada wartawan adalah menghubungi pihak Medianya. Agar media dapat meralat berita tersebut di edisi berikutnya. Jika kesalahan tersebut disebabkan oleh wartawan yang salah dalam melaporkan hasil wawancara, beberapa media besar seperti Jawa Pos bahkan akan membebas tugaskan wartawan tersebut alias memecatnya.

Pelaporan ini penting, karena jika kita tidak melaporkan kesalahan yang dilakukan oleh media, maka mungkin justru kita yang kena getahnya. Seperti pada kasus Roy Suryo yang dihujat para blogger karena pernyataannya di media yang menjelek-jelekkan blogger. Setelah dilakukan dialog terbuka antara blogger dan RS, ternyata RS mengaku bahwa media yang salah mengutip pernyataannya. Mungkin pakar telematika kita yang satu ini belum tahu tindakan apa yang seharusnya dia lakukan ketika wartawan salah mengutip pernyataannya.

Andaikata media tidak mau meralat pernyataannya, kita bisa menuntutnya. Namun sebaiknya tidak semua masalah harus berakhir di persidangan. Sebab sebaiknya kita melihat dulu seberapa besar kesalahan yang dilakukan oleh wartawan tersebut. Jika kesalahan mereka sudah menyebabkan tercemarnya nama baik kita, dan masalah terkait tulisan itu menjadi membesar di tengah masyarakat, baru kita layangkan gugatan. Tapi sekali lagi itu sebaiknya hanya dilakukan ketika media menolak melakukan ralat terkait pemberitaannya dengan alasan yang tidak jelas.

Jadi andaikata kesalahan wartawan tersebut tidak berujung pada reaksi keras masyarakat, atau dengan kata lain hanya masalah kecil, sepertinya diam lebih baik. Sebagai contoh, saya sendiri pernah mengalami pemberitaan yang salah total. Dan sayapun diam saja karena berita ini tidak berpengaruh besar bagi masyarakat dan saya pribadi.

Berikut ini beritanya yang dimuat di koran S :

Waspadai perampas berlagak melas di TL

HATI-HATI aksi penjahat yang berpura-pura menolong. Dua siswa SMU, Jumat (15/3) kemarin, nyaris jadi korban Mahmudi, 26, warga Bangkalan. Agam, 16 dan Pandu 17 yang mengendari sedan Toyota Corona, dipedayai Mahmudi saat menlintas di traffic light Ngagel Wasono. “Mobil saya tiba-tiba digedor-gedor dan diminta minggir,” tutur Agam di Polsekta ********. Mahmudi ketika berdalih tangannya sakit akibat tertabrak mobil Agam. Lantaran kasihan, Agam memberi uang Rp. 65.000 dan mengantarkannya cari obat. Namun, di tengah jalan, Mahmudi minta menghentikan mobil. Saat itulah ia merampas handphone Nokia 3210 Agam. Spontan, Agam dan Pandu meneriaki maling hingga Mahmudi ditangkap warga lalu diserahkan ke Polsekta *******.

Berita diatas sebagian besar salah. Seharusnya :

Hati-hati aksi penjahat yang berpura-pura terluka. Dua siswa SMU, Jumat (15/3) kemarin, nyaris jadi korban Mahmudi, 26, warga ??? (sepertinya ini juga salah, tapi saya lupa dia warga mana). Agam, 17 dan Pandu 17 yang mengendari sedan Toyota Corona, diperdayai Mahmudi saat berhenti di traffic light Ngagel Wasono. “Mobil saya tiba-tiba digedor-gedor dan diminta minggir,” tutur Agam di Polsekta. Mahmud berdalih tangannya sakit akibat tertabrak mobil Agam. Mahmudi meminta lukanya diobati, karena hari libur dan semua apotek tutup, akhirnya Mahmudi minta berhenti di depan RSJ Menur. Akhirnya Mahmudi minta berupa uang saja, namun karena Agam hanya membawa uang sebesar RP. 65.000 dan dianggapnya kurang, akhirnya dia meminta handphone Nokia 3350. Lalu Pandu keluar mobil dan meneriaki maling hingga Mahmudi ditangkap warga. Setelah ditangkap warga, Mahmudi sempat melarikan diri lagi dan akhirnya dikejar warga dengan menabrakkan sepeda motor ke arah Mahmudi. Dan akhirnya Mahmudi diserahkan ke Polsekta ********.

Sebagai masukan untuk wartawan, meskipun tugasnya berat seharusnya wartawan tetap bekerja secara professional tidak asal tulis berita. Walaupun berita yang menimpa saya itu tidak penting, namun dari sana terlihat jelas ketidak seriusan oknum wartawan tersebut dalam mewawancara.

Dari sini kita bisa mengambil pelajaran bahwa :

  1. Laporkan jika hasil wawancara anda salah
  2. Wartawan seharusnya lebih professional, tidak asal-asalan
  3. Jangan percaya media 100%. Karena mereka juga bisa salah.

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/ketika-wartawan-salah-kutip/

Referensi :

  • Wikipedia
  • Djatmiko Miko dalam acara Press of Dentistry
  • Dendemang
  • Koran S, Sabtu 16 Maret 2002

nb : Beberapa hal saya sensor untuk privasi dan menghindari pencemaran nama baik. Polsekta saya sensor juga, karena HP saya hilang tak berbekas ketika dijadikan barang bukti. Semoga kepolisian yang sekarang semakin baik dan tidak berbuat seperti itu lagi. Barokallahu fiikum.

Related Posts (Artikel Terkait) : wartawan adalah, kesalahan wartawan, contoh berita yang salah, berita tentang kesalahan wartawan, pemberitaan yang salah, roy suryo salah kutip, salah kutip roy suryo, bagaimana seharusnya seorang wartawan mencari berita, Bagaimana seharusnya seorang wartawan dalam mencari berita, wawancara wartawan dengan artis, dialog wawancara dengan polisi, free download Mp3 contoh wawancara untuk jurnalistik, hasil wawancara dan nara sumbernya, kasus kesalahan tulis media, kasus wartawan dan artis, kasus wartawan salah kutip, kesalahan ketika menulis berita, kesalahan pemberitaan yang dilakukan oleh media, kesalahan roy suryo, dimana wartawan mencari berita, dialog wartawan kepada artis, dialog wawancara artis, dialog wawancara kebakaran, dialog wawancara rosy, dialog wawancara tentang kebakaran, dialog wawancara, dialog wawancara wartawan, DIALOG wawancara WARTAWAN DENGAN ARTIS, DIALOG WAWANCARA WARTAWAN TENTANG KEBAKARAN, dialog wawancara tentang profil artis, kesalahan wartawan pada artis, kesalahan-kesalahan dalam pemberitaan, pandu mobil, pembelajarn membaca di kutip dari beberapa ahli, pemberitaan yang salah oleh media massa, penulisan berita yang diharamkan bagi wartawan, rosyidi com ngagel, tugas menjadi wartawan tv, wartawan, wartawan jawa pos agam, ngagel wasono, nada dering wartawan, melaporkan hasil wawancara, kesalahan-kesalahan para wartawan dalam mencari berita, kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh wartawan tv, kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan dalam pemberitaan, Ketika wartawan salah kutip, komentar para wartawan, komentar wartawan, Masukan untuk wartawan
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

30 Komentar pada “Ketika Wartawan Salah Kutip”
  1. waterbomm says:

    waktu diskusi terbuka, khan di hadiri sama wartawan juga.. apa kata wartawan waktu roy suryo bilang gitu mas?
    kalo wartawan cuma nganggut2 iya, berarti ada kemungkinan salah di wartawan. soalnya diradio, roy suryo juga bilang kalo yang wartawan salah kutip :D

  2. ika says:

    atau jangan-jangan om oy cuman cari amannya? kok kayaknya berbelit2 gitu…;)

    Rosyidi :Itulah seni berbicara.

  3. yadi says:

    Wah berarti polisinya yang untung dong karena dapat hp …..?

    Rosyidi :Ya, gitu deh :(

  4. xonket says:

    Di dialog blogger dan roy kemaren. ada wartawan “mengkonter” untuk pembenaran berita yang dimuat. karena mereka merasa profesional.

    Rosyidi :Ya, bisa jadi dalam kasus ini wartawannya yang benar.
    Yang jelas tulisanku diatas bukan menyatakan siapa yg benar dan salah, tapi jika ada kesalahan di pihak media, itulah tindakan yg sebaiknya dilakukan.

  5. kus says:

    wartawan (media) memang lebih sering mebesarkan masalah kecil , dan membikin besar masalah besar… jadi .. ya maklum, apalagi kalau korannya kompas …

  6. jimmy says:

    waduh mas pernah mengalami kejadian mengerikan kaya gitu? untung gak apa2 ya mas.. btw itu kejadiannya tahun berapa?

  7. pengalaman pribadi yak ?? :)

  8. mk says:

    Saya pernah melihat wartawan meliput berita. Misal kejadian di WBL beberapa tahun yang lalu. Antara media satu dan lainnya biasanya berembug dahulu untuk menyamakan datanya untuk ditulis atau ditayangkan di media. Tapi karena mengejar tayang atau berita, wartawan terkadang salah dalam menulis/mengutip berita.

  9. SMSireg says:

    Mas banyak lo blogger yg begitu juga,… :) gak cuma wartawan

    Rosyidi :Ya, memang. Semua orang pasti bisa juga salah. Namnya juga manusia. :)>-

  10. mitra w says:

    ribet juga ya jadi wartawan :)

  11. cempluk says:

    sepakat, jadi wartawan harus lugas dan tegas !!!:)>-

  12. Labyrinth™ says:

    Wah memang harus hati2 jadi wartawan,
    tapi dalam berbagai kasus, kita harus melihat dulu keadaannya.
    Siapa tau memang wartawannya yang benar,
    memang perlu melihat banyak hal.

    Rosyidi :Ya, memang wartawan juga bisa bener. Hanya wartawan yang asal2an aja yg gak bener. Yg jadi masalah kita tidak tau siapa yg asal2an dan gak, kecuali kita sendiri yg jadi narasumbernya.

  13. auliahazza says:

    media salah kutip kok ga ada press conferencenya ?

    Rosyidi :Ya, seharusnya jika merasa ada pemberitaan yg salah memang perlu press conference, atau paling tidak menghubungi pihak media untuk meralatnya.

  14. jadi khawatir kalau baca berita di koran :P

  15. ivo says:

    Kalau banyak (lebih dari 10) media menulis berita yang sama dari nara sumber yang sama, lalu nara sumbernya menyangkal berita tersebut sembari bilang bahwa media salah kutip, kira-kira yang benar (atau salah) itu medianya apa nara sumbernya?

    Kalau sampai terjadi kisruh seperti kasus yang saya sebutkan barusan, untuk di kemudian hari, bagaimana cara terbaik untuk menghindari kekisruhan yang sama?

    Rosyidi :Udah aku jelasin di tanggapanku unt komentar sebelumnya, kalo tulisan ini bukan untuk menyalahkan siapa2. Tapi hanya prosedur yg benar.
    Andaikata RS merasa bahwa media salah, seharusnya dia ngomong dari dulu, ketika wartawan mulai mempublikasikannya. Agar media dapat meralatnya pada edisi berikutnya.
    Kalo dibiarin ada dua kemungkinan. 1.Gak tau prosedur ini. 2.Lagi sibuk.

  16. Herwan says:

    Mungkin wartawannya juga pengin terkenal kayak artis kali…..
    Makanya ambil jalan pintas, bikin berita diplesetin biar heboh….
    He..he..he…
    Tapi aku yakin, masih banyak wartawan yang profesional…..

  17. away says:

    jadi salah siapa neh sebenarnya?
    jadi bingung….
    :-w[-(:-?

    Rosyidi :Aku netral, jadi tidak menyalahkan siapapun.
    Karena kalo menyalahkan seseorang harus ada buktinya. So, yang tau mana yg bener ato gak cuma RS dan Wartawan.

  18. theloebizz says:

    saya setujuh..terkadang beritanya cenderung memprovokasi…padahal seharusnya menjadi jembatan informasi, bukan utk tujuan mencuci otak pembaca.. :(

  19. ahmad says:

    hmm……’afwan, selain salah mengutip berita, apa ada batasan2 terntentu di mana wartawan di haramkan meliput berita yang bisa menyebarkan aib saudaranya (sesama muslim)
    jazakallah
    wassalam
    ahmad:)

  20. toim says:

    kadang2 si wartawan suka mlintir2-in berita biar kedengeran bombastis.
    Klo kmu ceritanya cuman dipalak aja kan kurang seru, mangkanya ditambahin bumbu2 biar tmbh waaahhh :d

  21. rd Limosin says:

    duh hengpong nya ilang tidak berbekas?? :d

  22. lady says:

    wah, hp nya buat siapa dong kl ga berbekas…

    Rosyidi :Kata polisinya sih dibawa ama kejaksaan, tapi katanya kejaksaan yg bawa polisi. Gak tau yg bener yg mana :(

  23. Riyogarta says:

    Kalau saya sih cenderung mengatakan bahwa wartawan lebih banyak benarnya dalam kasus RS. Sementara RS hanya mencari kambing hitam (dalam hal ini wartawan) untuk pembenaran dirinya.

  24. noki says:

    klau kasus si OM yang salah narasumbernya bukan wartawannya :)>-

    Rosyidi :Terlepas dari benar dan salah. Karena aku gak tau secara langsung ketika wawancaranya. Soalnya aku gak mau dibilang menuduh tanpa bukti. So, jika si OM merasa benar, seharusnya beliau melakukan tindakan seperti yang aku ceritakan diatas. Seharusnya dia melaporkan ke pihak medianya, bahwa wartawannya telah salah kutip dan menyebabkan kontroversi di kalangan publik. Sehingga media dapat meralat beritanya, dan memperingatkan bahkan memecat wartawan yang bersangkutan.

  25. ipey says:

    memang banyak mas oknum polisi sektor yang kaya gtu…
    alih-alih mengamankan barang bukti, eh, malah diembat juga tuh barang buktinya ma oknum polisi. kejadian ini bukan hanya sekali terjadi, tpi hampir setiap barang bukti jadi ga jelas lagi statusnya karena “hilang di kepolisian”.
    sebenarnya kadang saya bingung dengan tugas polisi, dengan slogan ” Melindungi, Mengayomi, Dan Melayani masyarakat ” apa benar polisi bisa merealisasikan slogan itu dengan ikhlas sesuai dengan tugasnya dengan tidak melihat materi. semoga jajaran di kepolisian bisa lebih baik dalam membimbing anak buahnya…

  26. adhie says:

    wartawan juga manusia yang bisa salah makanya UU no 40 1999 pasal 5 ayat 2 dan 3 menjadi pintu bagi kesalahan wartawan untuk dikoresi

Trackbacks

Lihat apa opini orang-orang tentang artikel ini...
  1. [...] ketika wartawan salah kutip [...]

  2. [...] kasus yang pernah saya ceritakan sebelumnya “Ketika Wartawan Salah Kutip”. Dimana disana saya sebutkan rentetan kasus yang saya alami sendiri namun disampaikan secara [...]

  3. [...] Rosyidi’s last blog post..Ketika Wartawan Salah Kutip [...]



Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3