Silakan copy paste asal...
How To Reduce Server Load Xplorer2-Tabbed Windows File Explorer
369 views
Mar 21

poison Dikisahkan, seorang wanita baru menikah dengan pria yang dicintai dan tinggal serumah dengan ibu mertuanya. Tidak lama setelah mereka tinggal serumah, sangat terasa banyak ketidakcocokan diantara menantu dan sang mertua. Hampir setiap hari terdengar kritikan dan omelan dari ibu mertua. Percekcokkan pun seringkali terjadi. Apalagi sang suami tidak mampu berbuat banyak atas sikap ibunya.

Saat sang menantu merasa tidak tahan lagi dengan temperamen buruk dan dominasi ibu mertuanya, diapun akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu demi melampiaskan sakit hati dan kebenciannya.

Pergilah si menantu menemui teman baik ayahnya, seorang penjual obat ramuan tradisional. Wanita itu menceritakan kisah sedih dan sakit hatinya dan memohon agar dapat diberikan bubuk beracun untuk membunuh ibu mertuanya.

Setelah berpikir sejenak dengan senyumnya yang bijak, si paman menyatakan kesanggupannya untuk membantu tetapi dengan syarat yang harus dipatuhi si menantu. Sambil memberi sekantong bubuk ramuan yang dibuatnya, sang paman berpesan : ”Nak, untuk menyingkirkan mertuamu, jangan memberi racun yang bereaksi cepat, agar orang-orang tidak akan curiga. Karena itu, saya memberimu ramuan yang secara perlahan akan meracuni ibu mertuamu. Setiap hari campurkan sedikit ramuan ini ke dalam masakan kesukaan ibu mertuamu dari hasil masakkanmu sendiri, Kamu harus bersikap baik, menghormati,dan tidak berdebat dengannya, perlakukan dia layaknya ibumu sendiri, agar orang lain tidak akan curiga saat ibu mertuamu meninggal nanti.

Dengan perasaan lega dan senang, diturutinya semua petunjuk sang paman penjual obat, dilayani sang ibu mertua dengan sangat baik dan penuh perhatian, setiap hari disuguhkan makanan kesukaan si ibu, dan tidak terasa empat bulan telah berlalu. Terjadi perubahan yang sangat besar. Dari hari ke hari, melihat sang menantu yang bersikap penuh perhatian kepadanya, ibu mertuapun tersentuh dan berbalik mulai menyayangi si menantu bahkan memperlakukannya seperti anaknya sendiri. Dia juga memberitahu teman-teman dan kenalannya bahwa menantunya adalah seorang penuh kasih dan menyayanginya.

Menyadari perubahan positif ini, sang menantu cepat-cepat datang lagi menemui sang paman penjual obat : ”Tolong berikan kepada saya obat pencegah racun pembunuh ibu mertua saya. Setelah saya patuhi nasehat paman, ibu mertua saya berubah sangat baik dan menyayangi saya seperti anaknya sendiri. Tolong paman, saya tidak ingin dia mati karena racun yang telah saya berikan”.

Sang paman tersenyum puas dan berkata “Anakku, kamu tidak perlu kuatir. Ramuan yang saya berikan dulu bukanlah racun, tetapi ramuan untuk meningkatkan kesehatan. Racun yang sebenarnya adalah di dalam pikiran dan sikapmu terhadap ibu mertua, dan sekarang semua racun itu telah punah oleh kasih dan perhatian yang kamu berikan padanya.”

Cerita ini telah mengajarkan kepada kita betapa luar biasanya ai tek lik liang ! kekuatan kasih,dan kuan sing tek lik liang kekuatan perhatian. Kasih dan perhatian mendatangkan kepudulian, ketulusan, dan kerelaan untuk berkorban. Kasih dan perhatian mampu melepaskan kita dari belenggu kesalahpahaman, meluluhkan ketidakpedulian, hati yang keras dan pikiran yang penuh kebencian. Kasih dan perhatian itu mendatangkan kedamaian, dan merekatkan perbedaan menjadi kedekatan yang menyenangkan.

Jika setiap hari kita mau memberikan kasih dan kepedulian kita, maka kehidupan kita pasti akan menjadi bermakna dan mendatangkan kebahagiaan.

Ditulis ulang oleh : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/kekuatan-cinta/

Sumber : CD Audio Book Andrie Wongso

Sumber gambar : Poison Press

nb: Cerita ini untuk menjawab pertanyaan Ummi Nabila, semoga cerita ini bisa memberikan petunjuk bagi keluarga anda. Barokallahu fiikum.



Related Posts

18 Comments to “Kekuatan Cinta”

  1. jimmy Says:

    kisah yang sangat bagus, kasih memang nomor 1, kalau semua manusia mengutamakan kasih, dijamin dunia ini damai aman sentosa

  2. ais Says:

    =d> bagus kak!
    wakakakakaka mank mua orang kebanyakan gak mau serumah sama mertua. . . . .
    katanya c cerewet!
    tapi ngomong2 itu cerita nyata bukan?
    menurut ka2k kasih sayang bisa mengobati penyakit hati gak? barangkali mengiringi. . .

    btw, kapan wisuda?:) traktiran ya!

    Rosyidi :Sepertinya itu bukan kisah nyata. Itu aku ambil dari CD audio Andrie Wongso, karena ada yang bertanya terkait hal itu.
    Penyakit hati tergantung seberapa parahnya, dan jenis apa. Sama seperti penyakit tidak selalu obat A mempan untuk penyakit A. Bisa jadi obat B yang cocok untuknya. Tapi kalo penyakit sudah parah banget meskipun obat A-Z digabung, percuma gak tambah baik malah tambah mati OD.
    Wah koq gak nyambung ya. Malah ngomongin penyakit beneran :D
    Ya analoginya gitu.
    Wisuda. Tahun ini insyaAllah. Wisuda gak ada artinya apa2 di FKG. Soalnya yang penting ujian profesi.

  3. lady Says:

    hmmm… kl aku justru bikin kita kangen2an, ceritanya cinta segitiga. kenapa begitu? sejak aku nikah blm pernah kumpul sama mertua. aku, suami, mertua tidak seatap. masing2 di kota yg berbeda.

    aneh tapi nyata… :)

    Rosyidi :Iya, aneh juga mbak elen ini. Knapa juga gak ikutan pindah bareng suami. Kalo sendiri2 trus apa bedanya donk ama sebelum nikah :)>-
    Moga2 diberi jalan yang terbaik menurut Allah.

  4. rd Limosin Says:

    cerita bagus Gam, dapet drmn?

    Rosyidi :Andrie Wongso

  5. waterbomm Says:

    cinta memang segalanya….
    so sweet :”>

    yang penting kasih sayang…

  6. noki Says:

    masih mencari cinta, dan haus kasih sayang

    Rosyidi :Paling tidak cintailah dirimu sendiri. Itu kan udah dapet kasih sayang :)>-

  7. Riyogarta Says:

    hehehe, baru saja beberapa jam yang lalu saya juga mendengarkan cerita ini dari CD AW :)

  8. toim Says:

    mertua vs menantu mah dimana-mana :D
    BTW, emang sih terkadang kita gapang su’udzon ama org lain pdhl maksudnya gak gitu2 bgt ;)

  9. BlogDokter Says:

    Manusia memang jarang yang menyadari kesalahan mereka sendiri, mereka akan selalu menyalahkan orang lain terhadap apa yang terjadi.

  10. BlogDokter Says:

    Manusia memang jarang yang menyadari kesalahan mereka sendiri, mereka akan selalu menyalahkan orang lain terhadap apa yang terjadi. Kisah yang menarik, Andrie Wongso memang salah satu inspirator favorit saya selain Gede Prama.

  11. Ari Says:

    ceritanya bagus banget.

  12. sugi' Says:

    No comment…

  13. front forum line Says:

    [[dnc]]:x
    emang gitu ya prend,,, perasaan gai bisa di boongi,,, akan tetapi prend,,, walopun sebaik-baiknya mertua tetap aja masih ada rasa pamrih nya,,
    lebih baik setelah kita berumah tanggal enakan pisah dr ortu atopun mertua (tidak satu rumah) , jadi biar kita tidur seharian, gak bantu, yaa bebas la istilahnya,, gak ada yg ngelarang,,, soalnya ini udah terbukti rek,,,

    wassalam
    ochim

  14. kuta beach bali Says:

    lebih baik setelah kita berumah tanggal enakan pisah dr ortu atopun mertua (tidak satu rumah) , jadi biar kita tidur seharian, gak bantu, yaa bebas la istilahnya,, gak ada yg ngelarang,,, soalnya ini udah terbukti rek,,,

    regard

  15. chandra Says:

    :)>- awal critanya bikin penasaran akhirnya keran abis . . .

    kek sinetron yah

  16. Ecko Says:

    Setuju, memang kasih sayang itu segalanya. Obat yg paling manjur untuk segala penyakit hati juga adalah kasih sayang. Sippp….:)>-

  17. Freddy Hernawan Says:

    Memang yang namanya perhatian bisa buat orang luluh, termasuk perhatian terhadap suatu blog, bisa buat orangnya balik lagi ke blog kita hehehehhehe

  18. M.Ali.Hardityan.F Says:

    yap,betul sekali.Cinta dan Kasih sayang memang memiliki kekuatan yang sangat besar sekali.Salut buat cerita nya.Salam Cinta dan Kasih:)

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( [[dnc]] :x 8-| :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »


Jika ingin berlangganan artikel2 terbaru dari rosyidi.com klik disini
WP-Highlight