<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Jangan Menyingkat Salam</title>
	<atom:link href="http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/</link>
	<description>multilinguals blog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 11 Mar 2010 13:22:11 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Oom Donny</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-19727</link>
		<dc:creator>Oom Donny</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Feb 2010 17:47:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-19727</guid>
		<description>Salaamun Alaikum

Sebagai masukan, 
&quot;Assalaamu &#039;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh&quot; atau &quot;Assalaamu&#039;alaikum&quot; tidak pernah diajarkan Alloh SWT.
Bahkan Alloh SWT mengancam siapapun yang membaca salam TIDAK sesuai dengan yang diajarkennya dengan NERAKA JAHANNAM!
Nih ancamanNya:
“Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Q.S.58.8) 

Sungguh zalim kita semua, yang telah mendustakan Rasul kecintaan umat Islam. Apa yang sudah dilakukan oleh umat di dunia ini kepada beliau sehingga tega mengatakan apa-apa yang tidak diajarkannya? Dan ucapan “assalamualaikum” sudah terlanjur menggema di seluruh jagad raya sejak berabad-abd silam – sebuah ucapan yang pastinya tidak pernah diajarkannya.

“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: Salamunalaikum, Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.6.54)
“(Kepada mereka dikatakan): &quot;Salam&quot;, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S.36.58)
“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raf itu ada orang-orang yang mengenal masing-msing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salamunalaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).” (Q.S.7.46)

Dari mana datangnya &quot;Assalaamu &#039;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh&quot;?
Dari Hadits.
Apakah Rasulullah SAW salah?
Ndak mungkin.
Jadi?
Yang salah perawinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salaamun Alaikum</p>
<p>Sebagai masukan,<br />
&#8220;Assalaamu &#8216;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh&#8221; atau &#8220;Assalaamu&#8217;alaikum&#8221; tidak pernah diajarkan Alloh SWT.<br />
Bahkan Alloh SWT mengancam siapapun yang membaca salam TIDAK sesuai dengan yang diajarkennya dengan NERAKA JAHANNAM!<br />
Nih ancamanNya:<br />
“Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Q.S.58.8) </p>
<p>Sungguh zalim kita semua, yang telah mendustakan Rasul kecintaan umat Islam. Apa yang sudah dilakukan oleh umat di dunia ini kepada beliau sehingga tega mengatakan apa-apa yang tidak diajarkannya? Dan ucapan “assalamualaikum” sudah terlanjur menggema di seluruh jagad raya sejak berabad-abd silam – sebuah ucapan yang pastinya tidak pernah diajarkannya.</p>
<p>“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: Salamunalaikum, Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.6.54)<br />
“(Kepada mereka dikatakan): &#8220;Salam&#8221;, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S.36.58)<br />
“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raf itu ada orang-orang yang mengenal masing-msing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salamunalaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).” (Q.S.7.46)</p>
<p>Dari mana datangnya &#8220;Assalaamu &#8216;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh&#8221;?<br />
Dari Hadits.<br />
Apakah Rasulullah SAW salah?<br />
Ndak mungkin.<br />
Jadi?<br />
Yang salah perawinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: AD!</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-18094</link>
		<dc:creator>AD!</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 02:40:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-18094</guid>
		<description>Ribet amat sih... saya tdk keberatan klu ada org islam salam Ass. Wr. Wb klu org tsb niat positif ucap salam dan itu dalam penulisan bukan ucapan.
Aku sih lbh baik nulis salam islam dlm bentuk bahasa arab sekalian krn memang asalnya dari bahasa arab dan pasti akan 100% benar dari pada &quot;Assalaamu’alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh&quot; ini kan bahasa indonesia juga, klu model begini sih lebih baik arti/terjemahannya saja... No Offense for everyone.
Nah sekarang pertanyaan saya apakah penulisan Allah SWT dan Muhammad SAW harus lengkap atau tdk boleh disingkat???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Ribet amat sih&#8230; saya tdk keberatan klu ada org islam salam Ass. Wr. Wb klu org tsb niat positif ucap salam dan itu dalam penulisan bukan ucapan.<br />
Aku sih lbh baik nulis salam islam dlm bentuk bahasa arab sekalian krn memang asalnya dari bahasa arab dan pasti akan 100% benar dari pada &#8220;Assalaamu’alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh&#8221; ini kan bahasa indonesia juga, klu model begini sih lebih baik arti/terjemahannya saja&#8230; No Offense for everyone.<br />
Nah sekarang pertanyaan saya apakah penulisan Allah SWT dan Muhammad SAW harus lengkap atau tdk boleh disingkat???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Azam</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-15176</link>
		<dc:creator>Azam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 06 Dec 2008 15:05:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-15176</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaykum Warahmatullah Wabarakatuh..

Semuanya memang berawal dari niat, tapi kalau caranya salah tetap saja salah, malah menambah kerusakan. itulah dalam segala hal harus ada ilmunya. bukan asal sembarangan saja. Begitu juga seharusnya dalam penyingkatan SAW dan SWT. Tulislah dengan lengkap. Akhirnya kembali ke individu masing masing. Semoga kita bukan orang-orang yang pelit dalam berdoa(salam). Allahu yahdikum....

Wa&#039;alaykumussalam Warahmatullah Wabarakatuh..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaykum Warahmatullah Wabarakatuh..</p>
<p>Semuanya memang berawal dari niat, tapi kalau caranya salah tetap saja salah, malah menambah kerusakan. itulah dalam segala hal harus ada ilmunya. bukan asal sembarangan saja. Begitu juga seharusnya dalam penyingkatan SAW dan SWT. Tulislah dengan lengkap. Akhirnya kembali ke individu masing masing. Semoga kita bukan orang-orang yang pelit dalam berdoa(salam). Allahu yahdikum&#8230;.</p>
<p>Wa&#8217;alaykumussalam Warahmatullah Wabarakatuh..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agung Wijaya</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14690</link>
		<dc:creator>Agung Wijaya</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 06:52:24 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14690</guid>
		<description>Tulis aja dg benar+ikhlash, simpan ke templet. Tinggal diambil kl mau sms, jd bs cepat,tepat &amp; benar.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tulis aja dg benar+ikhlash, simpan ke templet. Tinggal diambil kl mau sms, jd bs cepat,tepat &amp; benar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ti2k_sweet</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14655</link>
		<dc:creator>ti2k_sweet</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Nov 2008 13:14:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14655</guid>
		<description>apa iya artinya jadi berubah kayak gitu???? padahal kan bisa buat nyingkat huruf &#039;N hemat kata 2..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>apa iya artinya jadi berubah kayak gitu???? padahal kan bisa buat nyingkat huruf &#8216;N hemat kata 2..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DeZiGH</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14547</link>
		<dc:creator>DeZiGH</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 30 Oct 2008 09:01:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14547</guid>
		<description>Saya pribadi tidak berkeberatan ada orang yang bilang &quot;ass&quot; kepada saya jika saya tahu artinya salam dan memang berniat setulus hati mendoakan saya. Atau mungkin ada yang menguncapkan &quot;aww&quot;. Bagi saya tidak masalah juga. Itu hanya cara penulisan tanpa bermaksud mengubah maksud. Hanya simbol. Selama tentunya pengucapannya jangan masih dalam bentuk singkatan, namun harus sudah dalam kondisi lengkap.

Saya malah bisa jadi marah dengan orang yang menulis atau bahkan mengucapkan salam dengan lengkap tapi dengan maksud menghina atau mengolok-olok keyakinan saya.

Adakah fatwa mengenai penulisan salam yang benar dalam bahasa indonesia? Atau baru sampai mengikuti aturan penulisan salam yang paling populer di indonesia?

Fatwa yang diungkapkan di sini baru sampai pada jangan menyingkat salam, tapi dalam tulisan arab. Dalam tulisan arab sudah ada standar baku mengenai penulisan salam yang tidak disingkat. Bagaimana dengan di indonesia? Jika memang ingin mengikuti fatwa tersebut, maka penulisan salam pun harus mengikut penulisan arab. Jika dalam bahasa indonesia maka baiknya ada fatwanya dulu.

Jika saya pandang bahwa kata:

Assalaamu &#039;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh

adalah penulisan salam yang benar, apakah penulisan:

Assalamu &#039;alaikum warohmatullohi wabarokatuh

juga benar? Padahal pemenggalan kata juga panjang pendek harkatnya berbeda yang artinya juga pasti berbeda?

Saya yakin Anda juga mengerti mengenai pentingnya standarisasi/fatwa penulisan salam sebelum menganjurkan orang untuk tidak menyingkat salam.

Kebiasaan menggabungkan kata dari berbagai bahasa sekarang sudah menjadi biasa, yang bisa kita lakukan untuk tidak emosi ya dengan berprasangka baik terhadap orang yang mengucapkan.

Sebagai gambaran, misalkan ada orang yang mengatakan: &quot;Saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan itil&quot;. Apakah anda langsung marah dan menganggap orang itu tidak sopan, atau anda akan bertanya terlebih dahulu arti dari kata itil? Karena bisa jadi itil itu berarti: IT Infrastructure Library, dan dalam bahasa inggris itil tidak berarti sesuatu yang saru.

Semoga diskusi ini bisa menjadi manfaat bagi siapa saja.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya pribadi tidak berkeberatan ada orang yang bilang &#8220;ass&#8221; kepada saya jika saya tahu artinya salam dan memang berniat setulus hati mendoakan saya. Atau mungkin ada yang menguncapkan &#8220;aww&#8221;. Bagi saya tidak masalah juga. Itu hanya cara penulisan tanpa bermaksud mengubah maksud. Hanya simbol. Selama tentunya pengucapannya jangan masih dalam bentuk singkatan, namun harus sudah dalam kondisi lengkap.</p>
<p>Saya malah bisa jadi marah dengan orang yang menulis atau bahkan mengucapkan salam dengan lengkap tapi dengan maksud menghina atau mengolok-olok keyakinan saya.</p>
<p>Adakah fatwa mengenai penulisan salam yang benar dalam bahasa indonesia? Atau baru sampai mengikuti aturan penulisan salam yang paling populer di indonesia?</p>
<p>Fatwa yang diungkapkan di sini baru sampai pada jangan menyingkat salam, tapi dalam tulisan arab. Dalam tulisan arab sudah ada standar baku mengenai penulisan salam yang tidak disingkat. Bagaimana dengan di indonesia? Jika memang ingin mengikuti fatwa tersebut, maka penulisan salam pun harus mengikut penulisan arab. Jika dalam bahasa indonesia maka baiknya ada fatwanya dulu.</p>
<p>Jika saya pandang bahwa kata:</p>
<p>Assalaamu &#8216;alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh</p>
<p>adalah penulisan salam yang benar, apakah penulisan:</p>
<p>Assalamu &#8216;alaikum warohmatullohi wabarokatuh</p>
<p>juga benar? Padahal pemenggalan kata juga panjang pendek harkatnya berbeda yang artinya juga pasti berbeda?</p>
<p>Saya yakin Anda juga mengerti mengenai pentingnya standarisasi/fatwa penulisan salam sebelum menganjurkan orang untuk tidak menyingkat salam.</p>
<p>Kebiasaan menggabungkan kata dari berbagai bahasa sekarang sudah menjadi biasa, yang bisa kita lakukan untuk tidak emosi ya dengan berprasangka baik terhadap orang yang mengucapkan.</p>
<p>Sebagai gambaran, misalkan ada orang yang mengatakan: &#8220;Saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan itil&#8221;. Apakah anda langsung marah dan menganggap orang itu tidak sopan, atau anda akan bertanya terlebih dahulu arti dari kata itil? Karena bisa jadi itil itu berarti: IT Infrastructure Library, dan dalam bahasa inggris itil tidak berarti sesuatu yang saru.</p>
<p>Semoga diskusi ini bisa menjadi manfaat bagi siapa saja.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: DeZiGH</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14534</link>
		<dc:creator>DeZiGH</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 08:19:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14534</guid>
		<description>Bung Rosyidi,

Setahu saya, panjang dan pendek nya pengucapan suku kata juga sangat berpengaruh terhadap arti.

Assalamu &#039;Alaikum akan berbeda artinya dengan Assalaamu &#039;Alaikum.

Jika memang menyingkat tidak boleh, merubah panjang pendek suku kata apakah boleh? Setahu saya haram, loh.

Saya pula sering melihat penulisan kata Alloh,
bukankah yang benar adalah Allooh? *2 sampai 6 harakat*

Mengganti nama Tuhan tidak ada masalah, kah?

Mungkin &#039;Jangan Menyingkat Salam&#039; lebih baik diubah menjadi &#039;Usahakan Tidak Menyingkat Salam&#039;.

Contoh kasus, misalkan ada seorang pengusaha yang bermaksud untuk mengirimkan 1.000.000 sms, misalkan dengan menggunakan esia, yang pembiayaannya adalah 1 rupiah per huruf, silahkan bandingkan biaya yang harus dikeluarkan antara salam yang disingkat dan yang tidak disingkat.

Jika memang pembicaraan yang dilakukan adalah sedang dalam bahasa indonesia, membandingkannya dengan bahasa yang bukan bahasa indonesia sepertinya tidak pada tempatnya. Sepertinya kurang fair.

Dan, jika memang menyingkat salam hukumnya adalah haram (karena dikatakan jangan), berarti jika tidak mampu untuk tidak menyingkat salam dalam penulisan (dengan alasan apa pun) apakah lebih baik tulisan / pesan tersebut tidak didahului salam? (hukum salam khan sunnah, ndak masalah toh kalo nggak ditulis? dibanding jadi berdosa gara2 menyingkat?)

Setahu saya singkatan tidak bermaksud mengubah arti dari kata yang disingkat, hanya untuk mempermudah saja, jika anda menerima pesan AWW dan anda tidak tahu artinya, bisa anda tanyakan artinya kepada yang mengirimkan pesan, jika anda sudah tahu artinya anda bisa balas sesuai keyakinan anda mengenai penulisan balasan salam, misalnya WWW.

Bagi yang tidak membalas salam yang disingkat,
apakah memiliki keyakinan bahwa salam itu WAJIB dibalas?
Walaupun cara penulisan salam nya tidak sesuai harapan Anda, tapi anda SUDAH tahu bahwa tulisan itu berniat menyampaikan salam walaupun dalam kondisi disingkat, apakah itu bisa menjadi pembenaran untuk tidak membalas salam?

Di manakah bisa didapatkan standar penulisan salam yang tidak disingkat yang sudah didukung fatwa bahwa inilah penulisan salam yang benar dalam bahasa Indonesia? Yang juga sudah sesuai panjang pendeknya? Siapa yang berhak mengeluarkan? Apakah jika ada salam yang tidak sesuai standar tersebut tidak perlu dibalas sebagaimana orang-orang yang merasa tidak perlu membalas salam yang ditulis dalam singkatan?

Di luar itu, setahu saya, &#039;wa&#039; yang berarti &#039;dan&#039;, itu seharusnya tidak disatukan dengan kata lainnya,

Jadi, kata-kata Wassalaamu &#039;Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, selain panjang pendek pengucapan suku katanya banyak yang meleset, juga berbeda susunan/pemenggalan suku kata nya dibandingkan dengan tulisan salam tersebut dalam bahasa arab. Apakah ini tidak masalah? Menurut saya masalah yang sangat besar.

Bagaimana jika alasan orang yang melakukan penyingkatan itu dikarenakan dia tidak ingin salah menulis salam? Dibandingkan so&#039; tau menulis salam dalam bentuk lengkap namun ternyata salah dan menyesatkan orang lain yang menganggap cara penulisan lengkap adalah seperti yang dia tuliskan? Pilih mana? Menulis salam disingkat atau menulis lengkap tapi salah sehingga menyebabkan perbedaan arti?

Bagi yang merasa pemenggalan / penyatuan kata tidak bermasalah, jangankan bahasa arab, bisa dicoba untuk bahasa inggris, contohnya: to get her artinya akan lain dengan together. 

Btw, link http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/ sudah saya baca.

Tapi saya sangat setuju jika singkatan salam jangan diucapkan dalam bentuk singkatannya, melainkah harus diucapkan dalam versi lengkap alias tidak disingkat.
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Penyingkatan salam dll bukan hanya terjadi dengan huruf latin. Di Timur tengah juga banyak. Contohnya mereka menyingkat menjadi &lt;img src=&quot;http://rosyidi.com/wp-content/uploads/2008/09/wrwb.png&quot;&lt;/img&gt;. Bisa dilihat di http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/

Sebenarnya masalah perbedaan penulisan adalah masalah bahasa baku pada negara tersebut. 
seperti : 
Assalamu &#039;alaikum pada bahasa Indonesia
Assalamu &#039;alaykum pada bahasa Inggris
Assalamou alaikoum pada bahasa prancis. Dalam bhs prancis OU = U
Dan masih banyak lagi. Mungkin suatu saat akan saya bahas masalah ini.

Suatu kata yang telah menjadi warga kosakata bahasa Indonesia ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang ada, yaitu PUEYD. Tak terkecuali kata yang berasal dari Arab. Tetapi suatu kata Arab yang belum mejadi warga kosakata  bahasa Indonesia seyogiyanya ditulis mengikuti &lt;i&gt;Pedoman Transliterasi Arab-Latin&lt;/i&gt;.
Seperti misalnya kata &lt;i&gt;salat&lt;/i&gt; yang berasal dari bahasa Arab itu telah menjadi warga kosakata bahasa Indonesia. Kata itu telah dikenal secara luas dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam PUEYD, hanya empat satuan bunyi yang dilambangkan dengan dua huruf, yaitu kh, sy, ng, dan ny. Pertanyaannya kemudian bagaimana kelaziman mengeja kata serapan dari bahasa Arab ayng mengandung huruf hijaiyah &lt;i&gt;sad&lt;/i&gt; ? Penulisan kata-kata serapn semacam itu telah ditetapkan dan diberlakukan secara taat asas. Kata sahabat misalnya, tidak dilutis shahabat. Kata Mushibah . Nasihat tidak ditulis Nashihat. Kisah tidak tidulis qishah, dll.
Masih banyak lagi. Mungkin saya akan menulisnya menjadi satu artikel terpisah karena pembahasannya sangatlah panjang.

Untuk jangan menyingkat salam, karena memang fatwanya begitu. Dan saya sampaikan apa adanya. 

Kalau masalah perusahaan yang ingin promosi, setahuku tarif mereka berbeda. Layanannya pun berbeda dengan yang kita pakai. Itungannya per paket bukan perhuruf. 
Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya. Saya pribadi yang tau arti dari kata ass dalam bahasa Inggris merasa tersinggung jika ada yang mengucapkannya. Itu sama dengan mengucapkan (maaf) &quot;Pantatmu&quot;. Tapi ya terserah jika anda merasa yang sebaliknya.
Anda memiliki hak untuk tidak sependapat dengan saya. &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bung Rosyidi,</p>
<p>Setahu saya, panjang dan pendek nya pengucapan suku kata juga sangat berpengaruh terhadap arti.</p>
<p>Assalamu &#8216;Alaikum akan berbeda artinya dengan Assalaamu &#8216;Alaikum.</p>
<p>Jika memang menyingkat tidak boleh, merubah panjang pendek suku kata apakah boleh? Setahu saya haram, loh.</p>
<p>Saya pula sering melihat penulisan kata Alloh,<br />
bukankah yang benar adalah Allooh? *2 sampai 6 harakat*</p>
<p>Mengganti nama Tuhan tidak ada masalah, kah?</p>
<p>Mungkin &#8216;Jangan Menyingkat Salam&#8217; lebih baik diubah menjadi &#8216;Usahakan Tidak Menyingkat Salam&#8217;.</p>
<p>Contoh kasus, misalkan ada seorang pengusaha yang bermaksud untuk mengirimkan 1.000.000 sms, misalkan dengan menggunakan esia, yang pembiayaannya adalah 1 rupiah per huruf, silahkan bandingkan biaya yang harus dikeluarkan antara salam yang disingkat dan yang tidak disingkat.</p>
<p>Jika memang pembicaraan yang dilakukan adalah sedang dalam bahasa indonesia, membandingkannya dengan bahasa yang bukan bahasa indonesia sepertinya tidak pada tempatnya. Sepertinya kurang fair.</p>
<p>Dan, jika memang menyingkat salam hukumnya adalah haram (karena dikatakan jangan), berarti jika tidak mampu untuk tidak menyingkat salam dalam penulisan (dengan alasan apa pun) apakah lebih baik tulisan / pesan tersebut tidak didahului salam? (hukum salam khan sunnah, ndak masalah toh kalo nggak ditulis? dibanding jadi berdosa gara2 menyingkat?)</p>
<p>Setahu saya singkatan tidak bermaksud mengubah arti dari kata yang disingkat, hanya untuk mempermudah saja, jika anda menerima pesan AWW dan anda tidak tahu artinya, bisa anda tanyakan artinya kepada yang mengirimkan pesan, jika anda sudah tahu artinya anda bisa balas sesuai keyakinan anda mengenai penulisan balasan salam, misalnya WWW.</p>
<p>Bagi yang tidak membalas salam yang disingkat,<br />
apakah memiliki keyakinan bahwa salam itu WAJIB dibalas?<br />
Walaupun cara penulisan salam nya tidak sesuai harapan Anda, tapi anda SUDAH tahu bahwa tulisan itu berniat menyampaikan salam walaupun dalam kondisi disingkat, apakah itu bisa menjadi pembenaran untuk tidak membalas salam?</p>
<p>Di manakah bisa didapatkan standar penulisan salam yang tidak disingkat yang sudah didukung fatwa bahwa inilah penulisan salam yang benar dalam bahasa Indonesia? Yang juga sudah sesuai panjang pendeknya? Siapa yang berhak mengeluarkan? Apakah jika ada salam yang tidak sesuai standar tersebut tidak perlu dibalas sebagaimana orang-orang yang merasa tidak perlu membalas salam yang ditulis dalam singkatan?</p>
<p>Di luar itu, setahu saya, &#8216;wa&#8217; yang berarti &#8216;dan&#8217;, itu seharusnya tidak disatukan dengan kata lainnya,</p>
<p>Jadi, kata-kata Wassalaamu &#8216;Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, selain panjang pendek pengucapan suku katanya banyak yang meleset, juga berbeda susunan/pemenggalan suku kata nya dibandingkan dengan tulisan salam tersebut dalam bahasa arab. Apakah ini tidak masalah? Menurut saya masalah yang sangat besar.</p>
<p>Bagaimana jika alasan orang yang melakukan penyingkatan itu dikarenakan dia tidak ingin salah menulis salam? Dibandingkan so&#8217; tau menulis salam dalam bentuk lengkap namun ternyata salah dan menyesatkan orang lain yang menganggap cara penulisan lengkap adalah seperti yang dia tuliskan? Pilih mana? Menulis salam disingkat atau menulis lengkap tapi salah sehingga menyebabkan perbedaan arti?</p>
<p>Bagi yang merasa pemenggalan / penyatuan kata tidak bermasalah, jangankan bahasa arab, bisa dicoba untuk bahasa inggris, contohnya: to get her artinya akan lain dengan together. </p>
<p>Btw, link <a href="http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/" rel="nofollow">http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/</a> sudah saya baca.</p>
<p>Tapi saya sangat setuju jika singkatan salam jangan diucapkan dalam bentuk singkatannya, melainkah harus diucapkan dalam versi lengkap alias tidak disingkat.</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Penyingkatan salam dll bukan hanya terjadi dengan huruf latin. Di Timur tengah juga banyak. Contohnya mereka menyingkat menjadi <img src="http://rosyidi.com/wp-content/uploads/2008/09/wrwb.png"</img/>. Bisa dilihat di <a href="http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/" rel="nofollow">http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/</a></p>
<p>Sebenarnya masalah perbedaan penulisan adalah masalah bahasa baku pada negara tersebut.<br />
seperti :<br />
Assalamu &#8216;alaikum pada bahasa Indonesia<br />
Assalamu &#8216;alaykum pada bahasa Inggris<br />
Assalamou alaikoum pada bahasa prancis. Dalam bhs prancis OU = U<br />
Dan masih banyak lagi. Mungkin suatu saat akan saya bahas masalah ini.</p>
<p>Suatu kata yang telah menjadi warga kosakata bahasa Indonesia ditulis sesuai dengan kaidah penulisan yang ada, yaitu PUEYD. Tak terkecuali kata yang berasal dari Arab. Tetapi suatu kata Arab yang belum mejadi warga kosakata  bahasa Indonesia seyogiyanya ditulis mengikuti <i>Pedoman Transliterasi Arab-Latin</i>.<br />
Seperti misalnya kata <i>salat</i> yang berasal dari bahasa Arab itu telah menjadi warga kosakata bahasa Indonesia. Kata itu telah dikenal secara luas dan tercantum dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam PUEYD, hanya empat satuan bunyi yang dilambangkan dengan dua huruf, yaitu kh, sy, ng, dan ny. Pertanyaannya kemudian bagaimana kelaziman mengeja kata serapan dari bahasa Arab ayng mengandung huruf hijaiyah <i>sad</i> ? Penulisan kata-kata serapn semacam itu telah ditetapkan dan diberlakukan secara taat asas. Kata sahabat misalnya, tidak dilutis shahabat. Kata Mushibah . Nasihat tidak ditulis Nashihat. Kisah tidak tidulis qishah, dll.<br />
Masih banyak lagi. Mungkin saya akan menulisnya menjadi satu artikel terpisah karena pembahasannya sangatlah panjang.</p>
<p>Untuk jangan menyingkat salam, karena memang fatwanya begitu. Dan saya sampaikan apa adanya. </p>
<p>Kalau masalah perusahaan yang ingin promosi, setahuku tarif mereka berbeda. Layanannya pun berbeda dengan yang kita pakai. Itungannya per paket bukan perhuruf.<br />
Seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya. Saya pribadi yang tau arti dari kata ass dalam bahasa Inggris merasa tersinggung jika ada yang mengucapkannya. Itu sama dengan mengucapkan (maaf) &#8220;Pantatmu&#8221;. Tapi ya terserah jika anda merasa yang sebaliknya.<br />
Anda memiliki hak untuk tidak sependapat dengan saya. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Boya</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14488</link>
		<dc:creator>Boya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 11:12:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14488</guid>
		<description>Assalamu &#039;Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...

Syukron Khoiron Katsir Yaa Akhi...

Udh mnlis artkel ini,cos ana bru tw &#039;n bca...
Astaghfirullohal &#039;Azhim...
Yaa Alloh ampunilah dosa hamba-Mu ini dari dosa yg d sngaja 
dan tdk d sngaja...
Afwan klo ad kt2 yg slh...

Wassalamu &#039;Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu &#8216;Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh&#8230;</p>
<p>Syukron Khoiron Katsir Yaa Akhi&#8230;</p>
<p>Udh mnlis artkel ini,cos ana bru tw &#8216;n bca&#8230;<br />
Astaghfirullohal &#8216;Azhim&#8230;<br />
Yaa Alloh ampunilah dosa hamba-Mu ini dari dosa yg d sngaja<br />
dan tdk d sngaja&#8230;<br />
Afwan klo ad kt2 yg slh&#8230;</p>
<p>Wassalamu &#8216;Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: KAPEKA</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14482</link>
		<dc:creator>KAPEKA</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Oct 2008 03:05:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14482</guid>
		<description>assalamualaikum pa rosyid makasih pemberitahuannya...
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Wa&#039;alikumsalam. sama2. Semoga bermanfaat. &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamualaikum pa rosyid makasih pemberitahuannya&#8230;</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Wa&#8217;alikumsalam. sama2. Semoga bermanfaat. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dianz</title>
		<link>http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14430</link>
		<dc:creator>dianz</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Oct 2008 03:28:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/#comment-14430</guid>
		<description>kupikir nggak masalah selama lawan bicara tahu apa maksud pembicaraan kita. kan makna suatu kata (kata pakar2 bahasa) didasarkan pada konteks dan penutur...  intinya sih tergantung niat...
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;baca : http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/ &lt;/blockquote&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kupikir nggak masalah selama lawan bicara tahu apa maksud pembicaraan kita. kan makna suatu kata (kata pakar2 bahasa) didasarkan pada konteks dan penutur&#8230;  intinya sih tergantung niat&#8230;</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>baca : <a href="http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/" rel="nofollow">http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/</a> </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
