Jangan Menyingkat Salam
Mungkin karena kesibukan, atau mungkin “pelit” pulsa, atau bisa juga malas menulis, sehingga ucapan salam yang arti awalnya doa keselamatan justru menjadi kata jorok. Lho koq bisa?
Ucapan “Assalamu’alaikum” merupakan salam dalam bahasa Arab dan merupakan anjuran dalam Agama Islam untuk merekatkan Ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia.
Mungkin sudah terlalu sering kita membaca tulisan SMS, email, surat, website, dll yang ucapan salamnya disingkat. Ada yang disingkat “Ass”, “Aslm”, “Ass Wr Wb”, dll.
Saya sendiripun sudah terlalu sering mencoret kata-kata “Ass” di komentar yang masuk ke rosyidi.com, dan mengingatkannya untuk tidak menggunakan kata itu dalam salam. Namun apa dikata, menjawab satu persatu komentar yang masuk dengan peringatan untuk tidak menggunakan salam model singkatan cukup berat. Karena itulah saya memutuskan untuk menulis artikel ini.
Disini saya akan fokus ke kata “Ass” sebagaimana yang paling sering dipakai di tengah masyarakat.
Dalam Bahasa Inggris Arti Ass sangat jauh berbeda.
Dalam oxford dictionary Ass berarti : noun 1 a donkey or similar horse-like animal with long ears and a braying call. 2 informal a foolish or stupid person.
Sebenarnya dalam arti informalnya, kata “ass” merupakan sebuah ejekan. Kalau dalam bahasa suroboyoannya “Misuh” atau perkataan kotor.
Dan dalam bahasa gaul atau vulgarnya, Ass juga berarti “pantat”.
Contoh kalimat ejekan dengan kata “ass” :
- Stop being an ass!
- I’ll sake my ass in your face.
- Man, this sandwich smells like ass!
- Man, that place was the ass of the neighborhood.
Di Amerika kata kotor yang sering dijadikan umpatan adalah “ass hole” alias dubur. Ini sama dengan mengucapkan [maaf] “Jancuk”, “Jamput”, dll di Surabaya. Kalo di Jakarta mungkin sama dengan mengatakan [maaf] “Pantat Lu”.
Jika anda menggunakan kata salam “Ass” pada orang luar negeri, pasti dia akan sangat marah pada anda. Jadi lebih baik anda tidak mengucapkan salam yang setengah-setengah.
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/jangan-menyingkat-salam/
Referensi :
Kata Kunci yang sering dicari untuk artikel ini :
hukum menyingkat salam, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh in arabic, penulisan salam yang benar, menyingkat salam, tulisan arab waalaikumsalam, larangan menyingkat salam, waalaikumsalam tulisan arab, tulisan arab waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, hom swastiastu, arti waalaikumsalam, arti Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh arabic, tulisan salam, tulisan salam arab, waalaikumsalam in arabic, Jangan menyingkat salam, ucapan salam dalam bahasa arab, tulisan arab salam, arti itil, arti kata itil, tulisan salam dalam bahasa arab, tulisan arab waalaikum salam, ucapan salam dalam islam, arti waalaikum salam, Kepanjangan SAW, tulisan salam yang benar, waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh tulisan arab, itil artinya, tulisan salam islam, waalaikumsalam dalam tulisan arab, tulisan arab assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Hom swasti astu, artinya itil, arti salam, tulisan arab ucapan salam, waalaikumsalam artinya, tulisan waalaikumsalam, salam tulisan arab, tulisan salam dalam agama islam, arti marah dalam bahasa arab, penulisan waalaikumsalam, tulisan arab assalamualaikum, ass dalam bahasa arab artinya?, tulisan salam dalam islam, kata kata kotor amerika, Ucapan salam arab, kata-kata kotor dalam bahasa amerika, ucapan salam yang benar, ucapan salam yang disingkat, tulisan arab wa alaikum salam

Kirim ke Teman di Facebook
If you enjoyed this post, please consider to leave a comment or subscribe to the feed and get future articles delivered to your feed reader.






http://gplus.to/agam/
on 23 September 2008 @ 14:37
kalo gak ada niat mengatakan kata2 ass sbg kata2 kotor gak masalah. ini kan indonesia, bukan amerika. dan saya yakin kita ngerti maksudnya.
tapi memang yang lebih baik lengkap assalamu’alaikum warahmatulllahi wbaarakatuh
on 23 September 2008 @ 15:00
on 23 September 2008 @ 15:32
Aku dulu pernah ribut2 di chatroom gara2 aku ngga menjawab ucapan salaam yg disingkat, aku bilang aku ngga mau menjawab salaam kalo disingkat, eh dia malah marah. Emang susah kalo udah menjadi tradisi. Nah mùngkin tugas kita yg tahu buat mengingatkan atau memberitahu ke orang lain.
on 23 September 2008 @ 15:40
Terima kasih sudah diingatkan.
on 23 September 2008 @ 15:45
jika chat saya biasa tidak menjawab jika disapa seperti itu, karena ia memanggil lubang kentut saya hehehe
on 23 September 2008 @ 17:01
on 23 September 2008 @ 23:03
Dibuwat peringatan di dekat form komentar sepertinya lebih efektif cak. kalau pakai artikel belum tentu semua baca..
on 24 September 2008 @ 4:24
Yup,
subuhan dulu yuk
*lirik jam*
on 24 September 2008 @ 7:52
Hm.. bener² suatu kebiasaan yang harus segera diubah
on 24 September 2008 @ 9:09
Iya nih, kadang2 aku masih kelupaan…


Padahal udah pernah dikasih tau
Btw artikelnya bermanfaat
on 24 September 2008 @ 10:11
stetuju. saya pun agak jengah dengan singkatan ass itu.
Kalau saya sih singkat jadi aslmlkm. gimana tuh kang?
on 24 September 2008 @ 14:04
Wah… klo gitu gak pake singkatan deh sekarang !!!!!! kang ada PR mau kerjakan gak ??

on 24 September 2008 @ 18:14
on 24 September 2008 @ 19:48
males ngetiknya aja tuh, soale kan kepanjangan.
tp emang jd berubah ya maknanya, dr mendoakan jd misuh2
on 24 September 2008 @ 21:41
on 24 September 2008 @ 23:13
hehehe baru tau saya
on 24 September 2008 @ 23:53
Ketik Assalaamu ‘alaikum paling cuma beberapa detik aja. Yg penting kita yakin dgn Assalaamu ‘alaikum itu mempunyai nilai ibadah dan juga ikut mensyiarkan agama islam disadari atau pun tanpa disadari.
on 25 September 2008 @ 10:09
Bener, Mas. Kalau menulis salam sebaiknya ditulis lengkap.
on 25 September 2008 @ 11:46
iya, kalo mau nyingkat2 gitu mending ngak usah pake salam sekalian… langsung msg aja
on 25 September 2008 @ 17:05
[...] Mas Rosyidi [...]
on 25 September 2008 @ 22:14
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuh!…
Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin
on 26 September 2008 @ 9:45
wah theme nya diedit jd beda yach….Keren…
on 26 September 2008 @ 14:51
salam.
first time here. from malaysia.
u have a nice blog rosyidi.
i used to type ’slm’ as a shortform of Salam when texting my friend.
tak pasti la macam mana mau cakap bahasa indonesia. maaf ya.
salam idul fitri!
on 26 September 2008 @ 15:30
Nggak hanya di Islam, di Hindu pun banyak kejadian seperti itu. Om Swastiastu disingkat OSA.
on 26 September 2008 @ 17:35
memang bangsa kita gemar yg instan2 makanya nulis juga pengen instan,mungkin sekarang kita harus belajar untuk tida instan…he..he..
on 27 September 2008 @ 8:21
aww itu kalau saya baca adalah Awewe, perempuan dalam bahasa sunda. Tapi kata orang sunda itu kasar ya … ga tahu deh …
on 27 September 2008 @ 9:17
ya ya, baru sadar Ass tu jorok ehhehe padahal ini adalah kata yang paling sering disebutkan
on 27 September 2008 @ 15:58
on 27 September 2008 @ 17:14
[...] Fatwa Larangan Penyingkatan Salam dan Shalawat 0 views Posted by Agam Rosyidi September 27, 2008 Kirim ke Teman Jangan Menyingkat Salam [...]
on 27 September 2008 @ 21:56
iya yahhh.. bru nyadr niyy
on 27 September 2008 @ 21:57
iya yahhh
on 29 September 2008 @ 7:50
Setuju jangan MENYINGKAT salam
on 30 September 2008 @ 7:23
Kalau Asswrwb. bagaimana ?
on 1 October 2008 @ 22:33
komennya lucu2
bayangin kalo kita ketik sms
“ass. kmu ada dimna cay… kasih tau ak skrng. blz”
bodoh banget khan pacaran berapa lama tuh
kok gak tau tempatnya…
selamat hari raya idul fitri 1 syawal 1429 h
mohon maaf lahir dan bathin
on 15 October 2008 @ 9:39
waduh..
brati slama ni aq salah buanget ya..
thanks ya mas atas infony..
on 16 October 2008 @ 9:28
terimakasih udah diingatkan
on 16 October 2008 @ 9:29
iya, terimakasih ya pak
on 17 October 2008 @ 15:46
kalo aku dapat sms spt itu ga pernah aku jawab. pengen negur sih, tp blm kesampaian. tp kl ada yg protes knp salamnya ga dijawab ya aku jelasin aja.
kadang aja jg yg menjawab salamku dengan WWW.
emangnya url?
on 17 October 2008 @ 15:48
kalo aku dapat sms spt itu ga pernah aku jawab. pengen negur sih, tp blm kesampaian. tp kl ada yg protes knp salamnya ga dijawab ya aku jelasin aja.
kadang aja jg yg menjawab salamku dengan WWW
emangnya url?
on 18 October 2008 @ 10:28
kupikir nggak masalah selama lawan bicara tahu apa maksud pembicaraan kita. kan makna suatu kata (kata pakar2 bahasa) didasarkan pada konteks dan penutur… intinya sih tergantung niat…
on 23 October 2008 @ 10:05
assalamualaikum pa rosyid makasih pemberitahuannya…
on 23 October 2008 @ 18:12
Assalamu ‘Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…
Syukron Khoiron Katsir Yaa Akhi…
Udh mnlis artkel ini,cos ana bru tw ‘n bca…
Astaghfirullohal ‘Azhim…
Yaa Alloh ampunilah dosa hamba-Mu ini dari dosa yg d sngaja
dan tdk d sngaja…
Afwan klo ad kt2 yg slh…
Wassalamu ‘Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh…
on 28 October 2008 @ 15:19
Bung Rosyidi,
Setahu saya, panjang dan pendek nya pengucapan suku kata juga sangat berpengaruh terhadap arti.
Assalamu ‘Alaikum akan berbeda artinya dengan Assalaamu ‘Alaikum.
Jika memang menyingkat tidak boleh, merubah panjang pendek suku kata apakah boleh? Setahu saya haram, loh.
Saya pula sering melihat penulisan kata Alloh,
bukankah yang benar adalah Allooh? *2 sampai 6 harakat*
Mengganti nama Tuhan tidak ada masalah, kah?
Mungkin ‘Jangan Menyingkat Salam’ lebih baik diubah menjadi ‘Usahakan Tidak Menyingkat Salam’.
Contoh kasus, misalkan ada seorang pengusaha yang bermaksud untuk mengirimkan 1.000.000 sms, misalkan dengan menggunakan esia, yang pembiayaannya adalah 1 rupiah per huruf, silahkan bandingkan biaya yang harus dikeluarkan antara salam yang disingkat dan yang tidak disingkat.
Jika memang pembicaraan yang dilakukan adalah sedang dalam bahasa indonesia, membandingkannya dengan bahasa yang bukan bahasa indonesia sepertinya tidak pada tempatnya. Sepertinya kurang fair.
Dan, jika memang menyingkat salam hukumnya adalah haram (karena dikatakan jangan), berarti jika tidak mampu untuk tidak menyingkat salam dalam penulisan (dengan alasan apa pun) apakah lebih baik tulisan / pesan tersebut tidak didahului salam? (hukum salam khan sunnah, ndak masalah toh kalo nggak ditulis? dibanding jadi berdosa gara2 menyingkat?)
Setahu saya singkatan tidak bermaksud mengubah arti dari kata yang disingkat, hanya untuk mempermudah saja, jika anda menerima pesan AWW dan anda tidak tahu artinya, bisa anda tanyakan artinya kepada yang mengirimkan pesan, jika anda sudah tahu artinya anda bisa balas sesuai keyakinan anda mengenai penulisan balasan salam, misalnya WWW.
Bagi yang tidak membalas salam yang disingkat,
apakah memiliki keyakinan bahwa salam itu WAJIB dibalas?
Walaupun cara penulisan salam nya tidak sesuai harapan Anda, tapi anda SUDAH tahu bahwa tulisan itu berniat menyampaikan salam walaupun dalam kondisi disingkat, apakah itu bisa menjadi pembenaran untuk tidak membalas salam?
Di manakah bisa didapatkan standar penulisan salam yang tidak disingkat yang sudah didukung fatwa bahwa inilah penulisan salam yang benar dalam bahasa Indonesia? Yang juga sudah sesuai panjang pendeknya? Siapa yang berhak mengeluarkan? Apakah jika ada salam yang tidak sesuai standar tersebut tidak perlu dibalas sebagaimana orang-orang yang merasa tidak perlu membalas salam yang ditulis dalam singkatan?
Di luar itu, setahu saya, ‘wa’ yang berarti ‘dan’, itu seharusnya tidak disatukan dengan kata lainnya,
Jadi, kata-kata Wassalaamu ‘Alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh, selain panjang pendek pengucapan suku katanya banyak yang meleset, juga berbeda susunan/pemenggalan suku kata nya dibandingkan dengan tulisan salam tersebut dalam bahasa arab. Apakah ini tidak masalah? Menurut saya masalah yang sangat besar.
Bagaimana jika alasan orang yang melakukan penyingkatan itu dikarenakan dia tidak ingin salah menulis salam? Dibandingkan so’ tau menulis salam dalam bentuk lengkap namun ternyata salah dan menyesatkan orang lain yang menganggap cara penulisan lengkap adalah seperti yang dia tuliskan? Pilih mana? Menulis salam disingkat atau menulis lengkap tapi salah sehingga menyebabkan perbedaan arti?
Bagi yang merasa pemenggalan / penyatuan kata tidak bermasalah, jangankan bahasa arab, bisa dicoba untuk bahasa inggris, contohnya: to get her artinya akan lain dengan together.
Btw, link http://rosyidi.com/fatwa-larangan-penyingkatan-salam-dan-shalawat/ sudah saya baca.
Tapi saya sangat setuju jika singkatan salam jangan diucapkan dalam bentuk singkatannya, melainkah harus diucapkan dalam versi lengkap alias tidak disingkat.
on 30 October 2008 @ 16:01
Saya pribadi tidak berkeberatan ada orang yang bilang “ass” kepada saya jika saya tahu artinya salam dan memang berniat setulus hati mendoakan saya. Atau mungkin ada yang menguncapkan “aww”. Bagi saya tidak masalah juga. Itu hanya cara penulisan tanpa bermaksud mengubah maksud. Hanya simbol. Selama tentunya pengucapannya jangan masih dalam bentuk singkatan, namun harus sudah dalam kondisi lengkap.
Saya malah bisa jadi marah dengan orang yang menulis atau bahkan mengucapkan salam dengan lengkap tapi dengan maksud menghina atau mengolok-olok keyakinan saya.
Adakah fatwa mengenai penulisan salam yang benar dalam bahasa indonesia? Atau baru sampai mengikuti aturan penulisan salam yang paling populer di indonesia?
Fatwa yang diungkapkan di sini baru sampai pada jangan menyingkat salam, tapi dalam tulisan arab. Dalam tulisan arab sudah ada standar baku mengenai penulisan salam yang tidak disingkat. Bagaimana dengan di indonesia? Jika memang ingin mengikuti fatwa tersebut, maka penulisan salam pun harus mengikut penulisan arab. Jika dalam bahasa indonesia maka baiknya ada fatwanya dulu.
Jika saya pandang bahwa kata:
Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh
adalah penulisan salam yang benar, apakah penulisan:
Assalamu ‘alaikum warohmatullohi wabarokatuh
juga benar? Padahal pemenggalan kata juga panjang pendek harkatnya berbeda yang artinya juga pasti berbeda?
Saya yakin Anda juga mengerti mengenai pentingnya standarisasi/fatwa penulisan salam sebelum menganjurkan orang untuk tidak menyingkat salam.
Kebiasaan menggabungkan kata dari berbagai bahasa sekarang sudah menjadi biasa, yang bisa kita lakukan untuk tidak emosi ya dengan berprasangka baik terhadap orang yang mengucapkan.
Sebagai gambaran, misalkan ada orang yang mengatakan: “Saya menyukai hal-hal yang berhubungan dengan itil”. Apakah anda langsung marah dan menganggap orang itu tidak sopan, atau anda akan bertanya terlebih dahulu arti dari kata itil? Karena bisa jadi itil itu berarti: IT Infrastructure Library, dan dalam bahasa inggris itil tidak berarti sesuatu yang saru.
Semoga diskusi ini bisa menjadi manfaat bagi siapa saja.
on 9 November 2008 @ 20:14
apa iya artinya jadi berubah kayak gitu???? padahal kan bisa buat nyingkat huruf ‘N hemat kata 2..
on 11 November 2008 @ 13:52
Tulis aja dg benar+ikhlash, simpan ke templet. Tinggal diambil kl mau sms, jd bs cepat,tepat & benar.
on 6 December 2008 @ 22:05
Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh..
Semuanya memang berawal dari niat, tapi kalau caranya salah tetap saja salah, malah menambah kerusakan. itulah dalam segala hal harus ada ilmunya. bukan asal sembarangan saja. Begitu juga seharusnya dalam penyingkatan SAW dan SWT. Tulislah dengan lengkap. Akhirnya kembali ke individu masing masing. Semoga kita bukan orang-orang yang pelit dalam berdoa(salam). Allahu yahdikum….
Wa’alaykumussalam Warahmatullah Wabarakatuh..
on 3 September 2009 @ 9:40
Ribet amat sih… saya tdk keberatan klu ada org islam salam Ass. Wr. Wb klu org tsb niat positif ucap salam dan itu dalam penulisan bukan ucapan.
Aku sih lbh baik nulis salam islam dlm bentuk bahasa arab sekalian krn memang asalnya dari bahasa arab dan pasti akan 100% benar dari pada “Assalaamu’alaikum Wa Rohmatulloohi Wa Barokaatuh” ini kan bahasa indonesia juga, klu model begini sih lebih baik arti/terjemahannya saja… No Offense for everyone.
Nah sekarang pertanyaan saya apakah penulisan Allah SWT dan Muhammad SAW harus lengkap atau tdk boleh disingkat???
on 12 February 2010 @ 0:47
Salaamun Alaikum
Sebagai masukan,
“Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh” atau “Assalaamu’alaikum” tidak pernah diajarkan Alloh SWT.
Bahkan Alloh SWT mengancam siapapun yang membaca salam TIDAK sesuai dengan yang diajarkennya dengan NERAKA JAHANNAM!
Nih ancamanNya:
“Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tiada menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka neraka jahanam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.” (Q.S.58.8)
Sungguh zalim kita semua, yang telah mendustakan Rasul kecintaan umat Islam. Apa yang sudah dilakukan oleh umat di dunia ini kepada beliau sehingga tega mengatakan apa-apa yang tidak diajarkannya? Dan ucapan “assalamualaikum” sudah terlanjur menggema di seluruh jagad raya sejak berabad-abd silam – sebuah ucapan yang pastinya tidak pernah diajarkannya.
“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: Salamunalaikum, Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S.6.54)
“(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.” (Q.S.36.58)
“Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A’raf itu ada orang-orang yang mengenal masing-msing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: “Salamunalaikum”. Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).” (Q.S.7.46)
Dari mana datangnya “Assalaamu ‘alaikum wa rohmatulloohi wa barokaatuh”?
Dari Hadits.
Apakah Rasulullah SAW salah?
Ndak mungkin.
Jadi?
Yang salah perawinya.
on 29 June 2010 @ 11:28
mohon ijin copy link-nya buat di share…
makasih…
on 3 August 2010 @ 10:55
pada dasarnya kalo kita tulus dari hati bwt apa sih nyingkat – nyingkat salam seperti itu ?
ahlumminallah dan ahlumminannas perlu di perbaiki mulai dari yg paaaaaaaling sederhana sekalipun ..
on 3 August 2010 @ 10:56
pada dasarnya kalo kita tulus dari hati bwt apa sih nyingkat – nyingkat salam seperti itu ?
ahlumminallah dan ahlumminannas perlu di perbaiki mulai dari yg paaaaaaaling sederhana sekalipun ..
on 1 February 2011 @ 7:31
izin share..
syukron :) ..
on 10 February 2011 @ 19:59
wahh baru tau.. pdhl anak”muda kan psti sring ngetik itu jga :D
on 16 June 2011 @ 20:41
mantap gan ……trims dah share nasehatnya…moga2 bermanfaat
on 10 August 2011 @ 13:07
ass itu kalo di pilem pilem (maaf) ‘bokong” .
on 30 September 2011 @ 11:13
assalamu’alaikum…
xlo mnyingkat clam dg kt “askum” g5n hkumny..
on 15 November 2011 @ 0:26
jalan-jalan
dini hari
on 4 January 2012 @ 19:38
Artikel yg bagus gan.. assalamualaikum :)
on 20 January 2012 @ 14:48
?????????? ?????????? ?????????? ????? ?????????????
Wahai Saudara/i ku sekalian .. sesungguhnya ada lagi kesalahan yang selalu kita buat,
contohnya dgn menyebut nama Allah .. dgn .. Alloh ..
dan huruf “o” menggantikan huruf “a” ini bnyk kt gunakan dlm bnyk2 kata2 yg lain.
bukankah dr kecil kita sdh belajar cara membaca huruf2 AlQur’an .. dr mulai juz’amma , iqra’ ,dll ..
Orang dulu mengajar menggunakan istilah yang mudah dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab,baris atas bawah dan depan, dua di atas, bawah dan depan.
Ada setengah guru pula menggunakan istilah fathah, kasrah dan dhammah. Sabdu disebut Syaddah dalam bahasa Arab.Dalam bahasa Indonesia jg, jika huruf alif dibariskan atas bunyinya ‘a’ jika baris bawah bunyinya ‘i’ dan baris depan bunyinya ‘u’ Rasanya kita tak lupa lagi ‘a’ ‘i’ ‘u’ bagi harus alif yang dibariskan dengan ataas bawah dan depan.
apakah sama “a” itu dgn “o” yg kt suka sebut2 .. sampai jd kebiasaan & trend pula ..
apakah kita pernah jumpa bacaan dan ejaan tulisan “Alloh” itu dlm Alqu’an ..
apakah akan jadi sama maknanya, kalau kita sebut dia berbeda..
apakah Allah (????) itu atau ‘Alloh’ itu Tuhan kita ..
karena itu banyak para ulama yg menasihatkan kita untuk membaca alQur’an dgn membaca langsung huruf asalnya”huruf arab”nya bukan dari bacaan translasinya atau bahasa Indonesia yang dituliskan dibawah ayat tsb.karena pasti akan ada perbedaan. beda baca..akan beda maknanya .. & beda makna akan beda pula hukumnya ..
hadith Nabi Sallallahu A’laihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Ahmad:
?????????? ?? ???????????? ???????????? ???????????? ???????????? ????? ????????? ?????? ????????????
“Hati-hati kalian daripada dosa-dosa kecil, kerana dosa-dosa kecil itu bila berkumpul pada diri seseorang akan membinasakannya.”
semoga kita semua terlindung dari melakukan kesalahan2 yang sama sekali tidak bermanfaat dan jelas akan merugikan kita .. ?? ??? ???? .. ???? ..
Kepada Saudara Rosyidi .. terima kasih .. artikel ini sangat bermanfaat dan menambah ilmu .. dari pada tidak tau mejadi tau ..
sungguh .. saya sendiri jg tidak terlepas dr kesilapan2 yg dibincangkan diatas .. sekali lagi terima kasih .. kalau ada salah dan silap mohon dimaafkan ..
on 12 April 2012 @ 16:05
Wah wah mas saya baru tau nih ,,
ketinggalan berita banget ya .. :D
saya juga suka nulis kaya gitu kalo sms atau chat .. :(
alsannya ya itu tadi seperti yang mas katakan .. “Karena males ngetik” :D
tapi karena sekarang udah tau, ga bakalan lagi deh nulis kaya gitu ..
Makasih ya mas infonya .. :)
on 17 June 2012 @ 19:36
kalo menulis Assalamu’alaikum itu kan udah baik nd udh jelas artinya,
jd kenapa musti pke d tawar2 sih pke nyingkat2 segala ?
mksih infonya…
on 18 June 2012 @ 10:24
Sebelumnya saya sering bahkan selalu menyingkat salam seperti itu, tapi sekarang setelah saya baca artikel agan ini insyaalloh tidak akan mengulanginya lagi .. :)
Terimakasih buat informasinya.
on 17 November 2012 @ 20:10
Terimakasih banyak atas informasinya…!
salam kenal dan semoga sukses :)
bagaimana kalau dengan keadaan yang tergesa-gesa????