Jangan Menghina jika Tidak Mau dihina
2,903 viewsIndonesia tidak mau disebut sebagai Indonesial atau Indonsial,
Malaysia juga tidak mau disebut Malingsia atau Malingsialan.
Tapi aneh sungguh aneh sekali, tidak mau dihina tapi menghina.
Sikap cinta pada bangsa sendiri boleh, tapi tidak berlebihan. Cinta bangsa sendiri dengan menjelek-jelekkan bangsa lain bukanlah sikap orang yang beradab dan berpikiran sempit.
Apa sih yang bisa dibanggakan Indonesia ?
Apa sih yang bisa dibanggakan Malaysia ?
Sehingga membuat satu sama lain saling menghujat.
Memang sebagian besar WNI di Malaysia berprofesi sebagai pembantu rumah tangga. Tapi apa salahnya dengan profesi pembantu rumah tangga ? Walaupun seringkali dipandang sebelah mata, tapi profesi itu halal, dan Malaysia juga pasti membutuhkan tenaga dari Indonesia karena Malaysia kekurangan tenaga kerja. So, kita memang saling membutuhkan, kenapa harus saling menghina ? Tapi sayang bangsa kita terlalu terlena dengan menyebutnya sebagai pahlawan devisa. Membuatnya seolah-olah sederajat dengan pahlawan tanpa tanda jasa atau gelar pahlawan lainnya.
Kenapa Malaysia harus merasa [maaf] “sok pintar” dengan menggoblok-goblokkan Indonesia karena menjadi pembantu mereka ? Padahal tidak sedikit Warga Negara Malaysia yang pergi ke Indonesia untuk menuntut ilmu. Jadi kenapa harus begitu berbangga diri ? Bukankah dengan orang Malaysia menuntut Ilmu di Indonesia membuktikan bahwasannya Indonesia juga tidak kalah bagus dengan Malaysia. Walaupun Malaysia beralasan University mereka tidak cukup menampung masyarakat yang ingin bersekolah, tidak mungkin mereka mau mengirim ke Indonesia kalau misalnya University di Indonesia jelek. Bahkan sekarang sedang digodok konsep kelas internasional di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi UNAIR, yang nantinya akan banyak menampung mahasiswa asing terutama Malaysia. Dengan kata lain Malaysia sendiri secara tidak langsung juga sebenarnya mengakui keilmuan Indonesia, walaupun sebenarnya Malaysia lebih unggul dari Indonesia.
Kalau ingin dihargai, hargai dulu orang lain.
Contoh sederhananya, coba anda menghina orang-orang di pasar misalnya “goblok.. semuanya goblok”, justru anda tidak akan dihargai, bisa-bisa anda di hujat balik atau bahkan malah ditelponkan rumah sakit jiwa karena dianggap kurang waras.
Sebaliknya coba anda memuji orang-orang di pasar misalnya “wah pinter ya memilih sayurnya..bagus-bagus”. Apa yang terjadi ? Kalau anda tidak dipuji balik, paling tidak dia akan merasa senang, dan tidak akan mungkin balik mencaci kita.
Jadi apa yang kita ucapkan akan kembali ke kita sendiri.
Kalau kita dicaci lalu balas mencaci, berarti kita sama dengan pencaci itu. Sama-sama tidak bisa bersikap dewasa.
Kalau kita dicaci dan diam saja, atau bahkan mengatakan “silakan caci terus biar kamu puas, biar hatimu lega”, berarti dia memang pantas untuk dicaci. Karena namanya orang marah itu seharusnya diredamkan, bukan kita menyuruh dia marah atau malah balik marah.
Mengalah Lebih Baik
Tidak selamanya mengalah itu berarti kalah. Kalau dalam kehidupan rumah tangga seperti yang dikatakan Mario Teguh “Suami yang baik adalah Suami yang mau meminta maaf pada istrinya ketika istrinya marah, walaupun sebenarnya dia tidak salah.”
Yang sering menyebabkan perkelahian rumah tangga bahkan berujung perceraian, karena tidak ada salah satu yang mau mengalah. Semua merasa dirinya yang benar, yang lain salah.
Coba saja bayangkan jika Malaysia terus menghujat, dan Indonesia tidak balas menghujat, melainkan hanya memberi nasihat kepada kebaikan dan kesabaran, apa yang terjadi ? Justru Malaysia yang akan tampak tidak dewasa, dan nantinya justru akan masyarakat akan bisa menilai siapa yang baik dan tidak. Begitu pula sebaliknya jika Indonesia menghujat Malaysia terus, tapi Malaysia diam saja, bangsa kita akan semakin terlihat emosional.
Siapa yang memulai ?
Jika ditanya siapa yang memulai saling ejek Indonesia dan Malaysia tidak ada yang tau pasti. Sama halnya jika anda tanya, dulu mana telur dan ayam?
Yang jelas saling ejek tidak akan selesai jika tidak ada salah satu pihak yang meredam emosinya.
Karena itu mari kita blokir semua website / blog yang akan menimbulkan perpecahan. Baik itu yang dibuat oleh pihak Malaysia, ataupun pihak Indonesia. Jadi biar seimbang. Bukan tebang pilih.
Setelah saya telusuri, tampaknya blog orang Indonesia yang dibuat khusus untuk menghujat Malaysia lebih banyak ketimbang buatan Malaysia.
Cara untuk menghapus blog Malaysia yang menghina Indonesia bisa ditemukan di : http://rosyidi.com/cara-menghapus-blog-bermasalah/
Cara untuk menghapus blog Indonesia yang menghina Malaysia bisa diikuti petunjuk dibawah ini :
Seperti yang telah kami tulis pada artikel sebelumnya http://rosyidi.com/cara-menghapus-blog-bermasalah/
1. Buka halaman Report a Terms of Service Violation. Akan muncul tampilan seperti dibawah ini.
Pilih kategori Hate or Violence. Lalu tekan Continue.
2. Tekan Continue lagi
3. Masukkan alamat Blog tersangka dalam kotak. Lalu tekan submit.
Blog Indonesia yang telah menjadi “tersangka” karena telah menghujat Malaysia adalah :
http://ihatemalingsia.blogspot.com/
http://malaysia-malingsial.blogspot.com
http://rompaklah-malingsia.blogspot.com
Yang patut diawasi (dulu menghina sekarang sudah reda, semoga dimasa yang akan datang tidak menghina lagi) :
http://rasa-ganyang.blogspot.com
Mari kita biasakan kritik yang membangun bukan saling ejek mengejek.
Jika anda mengetahui blog lain yang pantas untuk dihapus/ diblokir tolong beritau kami melalui kolom komentar.
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/jangan-menghina-jika-tidak-mau-dihina/
Referensi : Mario Teguh The Golden Ways on Metro TV
Related Posts (Artikel Terkait) :- Cara Blokir Situs Kartun Nabi Versi Indonesia
- Jangan Menyingkat Salam
- How To Get Back A Hacked Account On Friendster
- Cara Menghapus Blog Bermasalah
- Cara Mendapat 100 Dollar dari Facebook, GRATIS
- Download Buku Membongkar Gurita Cikeas (full version)
- Hack Friendster Password
- Silakan ‘Copy Paste’ Asalkan….
- Hindari Berurusan dengan Meja Hijau
- Penanganan Luka Bakar yang Benar

Kirim ke Teman di Facebook










OKe bos… masih satu topik ya??? sama yang kemaren
iya neh ngga disatuin aja ama yg tempo hari kalo emang isinya sama. Capeee deeeh…!!!
sepakat!
sabar… biarin aja, anjing mnggonggong Indonesia ttep jaya
Kita semua bersaudara, biarkan mereka menghina kita harus selalu bersabar, karena orang sabar di sayang Tuhan…..Diam itu Emas, tapi kalau bikin hati panas bisa gua berantas sampai tuntas………
setuju mas.. kalo saling hinda, sampai kapan pun gak akan beres
Tampol pipi kiri kasih bibir biar senyum……?
ini jg sbg koreksi bg bangsa Indonesia.udah terlalu banyak qt dihina-hina krn kesalahan qt sendiri
Wew, banyak pula rupanya…
* CP dech… *
askm. saya betul betul terkejut dengan komentar komentar diatas yang saling hina menghina. kenapa saling benci membenci, hina menghina. kita kan serumpun, saya tidak menyebelahi sesiapa tapi mana harga diri kita kalau kita saling menghina. tiga orang anak saya belajar di Indonesia setiap seorang belajar di sana selama 7 tahun. tak ada masalah. masalah kecil jangan di perbesarkan pasti dapat di atasi dengan baik walaupun tidak sempurna. pembantu rumah saya walau silih berganti tapi orang Indonesia. walau pun tidak lagi bekerja dengan saya, mereka akan talipon tanya khabar. Mereka paling tak suka kalau di panggil Indon. kalau tak suka kita jangan buat. kita panggil dengan betul dengan lengkap ‘Orang Indonesia’ anak anak saya belajar di UIA, kawan kawannya pelbagai, paling ramai orang Indonesia. Kekadang saya terasa dekat dengan mereka. memang orang Indonesia yang kaya raya di sana, bila berada di negara mereka pembantu mereka betul betul mereka kuli kan. Itu mereka tak boleh nafikan. bukan semua tapi kebanyakkanya.
sebenarnya kehidupan yang nya kita dan dia adalah sama.
wassallam
ambil tengah aja dah…
yang penting kita jangan ikut2 ofensif melandeni hal-hal begituan. peace.
@ suriya : bukan begitu, tapi yg bersalah jika dilihat sekarang sapa? Bagaimana jika bangsa Anda dihina secara trbuka sperti itu? Apakah Anda hnya trsnyum dan berkata,”Oh, biarikan saja lah… Nanti juga capek sndiri’.. Bngsa yg brmrtabat tidak tnggal diam jika dlecehkan sprti itu…
bersikap proporsional itu yang paling tepat. setuju deh dengan saran2 di tulisan ini.
aku juga punya banyak teman malaysia. ketika ada kesalahfahaman, cara yang terbaik buat kami (saya dan mereka) ya diskusi lah. bukan dengan cara rendahan: caci maki di forum2 sampe semua ‘binatang keluar dari kebunnya’. malu2in bangsa sendiri itu mah.
biasanya setelah diskusi tentang isu2 yg muncul between indo-malay akhir2 ini, hasilnya adalah baik bagi kami (saya dan mereka(, (mereka lebih banyak ngaku salahnya hihi)
nah, kalo begitu kan, masalah clear dan indonesian senang
setuju, menjaga anggota tubuh kita untuk tidak menghina/menghujat. meski dalam hati belum ikhlas

ya kan cuma dalam hati
Sebenernya soal blog yang menjelekkan org indonesia itu, pelakunya belum tentu negara yg bersangkutan lho, mungkin aja org indonesia yang ingin mengadu domba gitu…Contohnya dulu ada blog yang sejenis tadi diributkan. Ternyata setelah ditelusuri IP adressnya itu dari indonesia. Mungkin aja kan ada orang indonesia yang mengadu domba ??
setuju….
artinya: jangan memukul kalau tidak mau dipukul, jangan meremahkan jika tidak mau diremehkan, jangan merampok jika tidak mau dirampok, jangan neginjak jika tidak mau diinjak, jangan membunuh jika tidak mau dibunuh, jangan menggonggong jika tidak mau digonggon,
eeeh kok malah keterusan siii. hikhikhik
good laah…
bangsa utau negara yang baik itu,seharusnya memberikan contoh taladan yang baik kepada bangsa lainya?apa lagi indonesia dan malaisia itu ibarat suami dengan isri, kenapa tidak saling melengkapi saja. apa yang terasa kurang kenapa tidak saling memberikan yang terbaik? kalau indonesia dan malaisia bersatu,bangsa yanglain akan segan untuk melakukan hal yang tidak baik?
Bener nih kayaknya gue udah bosen ngedenger ocehan malaysia, mendingan piss aja deh, ngalah, biar nanti waktu yang akan buktikan siapa yang bener
salam.saya mahasiswi malaysia,kuliah di universitas trisakti.
saya bersetuju dengan pandangan saudara.dari dulu hingga sekarang,hubungan msia-indonesia selalu bermasalah.saya x tau la bila masalah ni akan berakhir.
maaf..tapi saya rasa warga indonesia agak emosi jika ada masalah dengan malaysia.di malaysia,saya tidak pernah mendengar teman2 or family mengutuk indonesia,begitu juga dengan media.tidak ada.tapi di sini,saya lihat paper dan media banyak memburukkan malaysia.
datang ke sini,baru saya tahu.indonesia benar2 benci sama malaysia.
word indon..hanya panggilan aja.x ada maksud untuk menghina.saya tidak pernah tahu indonesian berasa offended dengan word ini.sekarang saya sudah tau,so im not using it to address indonesian anymore..
orang indonesia,jangan terlalu emosi jika ada sometihing yang tak puas hati.selesaikan dengan elok.
sebenarnya tidak adil,banyak orang msia tidak tau orang indonesia benci sama malaysia.mungkin karena itu media dan paper di malaysia tidak mengutuk dan menghina indonesia.
Hukum karma tu?
semoga dengan demikian tidak ada kebencian diantara kedua negara.. Amin…
test to send