I’m Back

272 views

Setelah sekian lama menghilang dari dunia maya, akhirnya saya kembali dihadapan anda.

Saat ini saya akan lebih fokus menjadikan blog rosyidi.com sebagai blog yang kritis membangun.

Saya akan berusaha membuat tulisan-tulisan berbobot lagi seperti beberapa tulisan yang pernah saya buat, seperti : Bukti Foto Tengkorak Raksasa Palsu. Fakta dibalik golongan darah, Perangkap nyamuk, dan masih banyak lainnya.

Untuk meningkatkan kualitas dalam menulis, saya telah meluncurkan dua blog baru :

www.penuh.info

dan

www.review-buku.info

Penuh.info merupakan kumpulan kliping artikel-artikel yang sangat menarik untuk disimak, dan beberapa artikel bermanfaat yang saya buat sendiri.

Sedangkan Review-Buku.info, merupakan hasil kerjasama dengan seorang teman blogger yang ingin memiliki blog berbayar ( memiliki domain atau akhiran seperti .com, .net, .org, .info, dsb). Yang akan kami olah sebagai blog yang berisi ulasan terhadap buku-buku terkini dan terpopuler. Blog ini juga bisa menjadi bahan pertimbangan anda sebelum membeli sebuah buku.

Bagi anda yang memiliki tulisan yang bagus dan ingin berkontribusi juga, kami tidak segan membiayai anda dalam berkarya. Namun tentu saja, saya akan melakukan seleksi dulu sejauh mana kualitas serta niat anda dalam membuat sebuah karya tulis.

Sebelumnya saya juga sudah beberapa kali melakukan kerja sama dalam membuat blog, seperti dengan teman seperjuangan saya Lutvi Avandi dengan membeli domain www.punya.web.id, dimana mas lutvi mengelola subdomain www.aku.punya.web.id, sedangkan saya sendiri mengelola www.agam.punya.web.id yang sampai sekarang masih eksis. Untuk Aku Punya Web akan saya ambil alih, karena yang bersangkutan sudah melepasnya ke saya.

Dan kami juga pernah kerja sama dengan beberapa blogger yang patah semangat ditengah jalan, entah karena bosan, atau tidak sabar menantikan hasilnya, namun untuk menjaga etika tidak saya sebutkan disini. Karena membuat blog membutuhkan sebuah perjuangan yang sangat besar, membutuhkan pemikiran yang mendalam, membutuhkan waktu yang tidak sedikit. karena itu saya sangat menyangangkan beberapa ulah orang tidak bertanggung jawab yang hanya asal copy paste tidak memiliki etika dalam menyalin tulisan. Menyalin tulisan boleh, namun jangan mengklaim itu tulisan anda sendiri, dan anda wajib menyertakan sumber tulisan anda tersebut.

 

Maju Terus Dunia Informasi Indonesia.

 

Meskipun sedikit terlambat, Agam Rosyidi

Mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430H

Taqabbal Allahu Minna waminkum.

Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Related Posts (Artikel Terkait) : masalah pendidikan di singapura, masalah melayu singapura, orang melayu singapura, gejala sosial singapura, melayu singapura, cari teman melayu di singapura, sifat orang singapura, Masyarakat Melayu Singapura, masalah warga emas singapura, melayu singapura blog, masalah sosial di singapura, orang singapura, pendidikan asas di singapura, pendidikan Melayu singapura, permasalahan pendidikan di singapura, politik pendidikan di singapura, rintihan melayu singapura, rumah orang melayu singapura, sifat orang melayu malaysia, singapura, taqabbal allahu minna waminkum, you tube cara pengguguran, klinik penguguran di singapura, artikel gejala sosial di singapura, artikel gejala sosial masyarakat melayu, bagaimana mengelola subdomain, blog melayu, cari perkara gejala sosial di malaysia, gejala sosial melayu singapura, im back, ISU PENDIDIKAN DI SINGAPURA, isu pendidikan singapura, karakter orang Malaysia, karakter orang melayu malaysia, karakter orang sinapore, karakteristik orang singapore, karakteristik orang singapura, kaum melayu kian meningkat, kaum melayu singapura, keciciran orang melayu, artikel gejala sosial
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

3 Komentar pada “I’m Back”
  1. vicky says:

    selamat datang lagi pak dokter… kemana aja nih

    Rosyidi :Kemarin2 lagi males ngeblog.. eh.. tau2 visitor blogku udah 3000 per hari, ya dilanjutin aja. eman :)

  2. kamarul says:

    SUNDAY, OCTOBER 01, 2006
    LEE KUAN YEW BERANI MELATAH KERANA MELAYU LEMAH—perhatian utk MALAYSIA DAN INDONESIA
    Apabila Lee Kuan Yew mengkritik kerajaan Malaysia dan Indonesia yang beliau anggap telah meminggirkan orang Cina secara sistematik, beliau sebenarnya telah menjolok sarang tebuan yang telah lama terbuku di hati orang Melayu di seluruh pelusuk Nusantara. Kenyataan Kuan Yew itu seperti memberi lampu hijau untuk diperbincangkan secara umum dan terbuka masalah kaum Melayu dan Cina di Nusantara.

    Seperti menunggu masa sahaja siapa yang ingin memulakan isu perkauman ini, orang Melayu Nusantara sepatutnya berterima kasih kepada Kuan Yew kerana telah membuka gelanggang untuk diperdebatkan bersama. Sekurang-kurangnya generasi muda kini yang rata-rata buta sejarah, terpanggil untuk meingimbas kembali nostalgia dan buruk pekung siapa Kuan Yew sebenarnya.

    Saya sangat bersetuju rencana oleh ‘Pemerhati Politik’ bertajuk ‘Siapa Meminggirkan Siapa’ di dalam Utusan pada 30 September yang lalu. Pada saya penulis sangat arif dan penuh maklumat untuk membuka tembelang siapa sebenarnya Lee Kuan Yew. Lebih dari itu ia memberikan siraman kesedaran kepada warga Malaysia sendiri yang seperti tidak tahu hujung pangkal asyik memperkatakan negara Singapura itu terbaik dalam segala segi berbanding dengan Malaysia. “Fanatik Singapura” ini ramai berkeliaran di Johor Bahru. Mereka ini hanya bertopengkan sekeping kad pengenalan Malaysia sahaja, tetapi hati dan jiwa mereka telah dicuci dengan war-war “Singapore always the best”.

    Celupar Kuan Yew itu sebenarnya telah memberanikan lagi orang Melayu Singapura meluahkan perasaan mereka yang terbuku sekian lama. Mereka seperti pengemis di negara sendiri dan kadang-kadang ditafsirkan sebagai warga kelas kedua. Ini semua adalah gara-gara serapan idealogi yang disuntik oleh Kuan Yew sejak beliau memerintah Singapura pada tahun 1959 lagi. Walaupun sekarang ini taraf beliau secara rasminya sebagai Menteri Mentor kerajaan Singapura, hakikat sebenarnya beliau adalah “Raja Singapura Seumur Hidup” yang sangat kebal dan maha berkuasa di tanah Temasek itu.

    Rintihan Melayu Singapura sudah lama diketahui oleh kita semua. Namun atas sifat jangan biadap untuk mencampuri urusan rumah tangga orang, kita di sini dan di Indonesia hanya sekadar mendengar rintihan mereka. Kepada yang berharta, ada yang menyumbangkan wang sebagai rangsangan pelaburan perniagaan dan ramai juga yang berdagang dengan warga Melayu Singapura. Walaupun bukannya besar perniagaan mereka, namun sekurang-kurangnya ada juga bangsa serumpun yang prihatin dan mengambil tahu masalah mereka.

    Mungkin baiknya kenyataan Kuan Yew itu akan membuka mata kita semua untuk menyelami dan menghayati masalah Melayu Singapura yang semakin hari semakin terhimpit kedudukan mereka. Mereka bertungkus lumus untuk memajukan bangsa tanpa bantuan dan perhatian kerajaan.

    Walaupun pendidikan berasaskan meritokrasi sebagai asas utama pendidikan di Singapura, tetapi apabila di letakkan gred atau taraf tertentu yang amat sukar untuk dicapai oleh Melayu Singapura, keciciran semakin nyata ditanggung oleh orang Melayu. Diskriminasi pendidikan sudah berlaku sejak lama dahulu.

    Lebih lemah lagi orang Melayu di Singapura apabila gejala sosial kian meningkat dan kerajaannya seperti menutup mata sahaja membiarkan kerosakan akhlak orang muda Melayu. Siapa sebenarnya disisihkan atau dipinggirkan?. Sex luar nikah sudah seperti perkara biasa malah ada iklan di depan klinik menyatakan “pengguguran pasangan Melayu boleh dilakukan di sini”.

    Kita telah disedarkan dari mimpi dengan kutukan dan sindiran tajam Kuan Yew bukan sekarang sahaja malah golongan warga emas lebih arif dengan sandiwara Kuan Yew itu. Sifat beliau yang terkenal dengan anti orang Melayu sudah berlaku sejak zaman sebelum merdeka lagi.

  3. erwin says:

    Hallo Mas Agam Rosyidi, Assalamu’alaikum wr wb.
    Saya Erwin tinggal di Tangerang, saya tertarik dengan tulisan Anda tentang Melayu singapura. Saya mohon kiranya dapat dikenalkan dengan salah seorang teman Melayu indonesia di singapura, karena kadang-kadang saya ke sana untuk berbagai urusan, siapa tahu saya dapat mengenal mereka lebih jauh dan saling menguntungkan, baik untuk saya, Mas Agam maupun saya.

    Trims.

Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3