How To Reduce Server Load
3,590 views
For English Version Click Here and Here.
Kalau anda punya website atau weblog, dua hal yang perlu anda ketahui adalah bandwidth dan server load. Namun kali ini kami hanya akan membahas masalah server load terlebih dahulu.
Baiklah, pada dasarnya server load adalah sebuah angka atau bilangan. Penomorannya berada dalam format x.xx dan dapat memiliki nilai mulai dari 0.00. Angka ini menandakan berapa banyak proses-proses yang sedang menunggu dalam antrian untuk mengakses prosesor. Tentu saja, hal ini merupakan kalkulasi dalam jangka waktu tertentu dan tentunya, semakin kecil angkanya semakin baik. Angka yang tinggi seringkali dikaitkan dengan penurunan performansi server.
Contohnya Rosyidi.com yang minggu kemarin sudah mendapatkan peringatan berkali-kali karena sudah membebani server hosting terlalu besar. Bahkan pernah mencapai angka 90%. Dan tentu ini sangat membahayakan kesehatan suatu server.
Berikut ini hasil screenshootnya.
Tampak Server Loadnya mencapai angka 5,98 dan Statusnya merah, ini menandakan melewati batas ambang normal.
Biasanya Anda dapat menemukan server load ini dalam kontrol panel yang berada di bawah akun webhosting Anda dalam menu "Server Status". Di sana Anda akan menemukan daftar nilai-nilai server load. Jika Anda menyegarkan (refresh) halaman tersebut, Anda akan melihat bahwa nilai-nilai tersebut berubah setiap waktu. Hal itu dikarenakan dia secara langsung menghiung nilainya. Namun bagaimanapun, Anda akan menemukan dalam beberapa jangka waktu tertentu yaitu nilai-nilai server load yang biasanya.
Mengetahui jumlah angka atau nilai server load memang tidak terlalu penting. Namun mengetahui maksud dan bagaimana interpretasi dari nilai tersebut cukup berharga. kamingnya, ternyata banyak sekali terjadi perdebatan mengenai bagaimana cara menggambarkan nilai-nilai tersebut, bahkan di antara pemilik perusahaan webhosting itu sendiri.
Satu hal yang pasti, yaitu bagaimanapun semua orang menganggap bahwa server load dengan nilai 0.xx berarti aman. Selama nilai dari server load kebanyakan adalah di bawah 1.00, Anda tidak seharusnya menemukan bahwa website Anda bermasalah, misalnya menjadi lambat (kecuali terdapat masalah-masalah yang berkaitan dengan jaringan di suatu tempat antara komuter Anda dan server).
Ketidakpastian datang saat server load memiliki nilai lebih dari 1.00. Kebanyakan dari pemilik perusahaan webhosting menerapkan peraturan atau kebijakan sebagai berikut: jika server janya memiliki satu prosesor (Single CPU), server load yang melebihi 1.00 berarti menandakan tidak bagus; jika server memiliki 2 CPU, server load dengan nilai lebih dari 2.00 berarti tidak bagus, begitu juga seterusnya.
Anda seharusnya memahami bahwa hal ini adalah rata-rata server load. Semua web server menjadi sibuk dari waktu ke waktu, bisa disebabkan oleh penghabisan sumber daya (resources) oleh pengguna tertentu, atau dikarenakan server sedang membuat backup, dsb. Biasanya tugas-tugas tersebut membutuhkan banyak sumber daya yang diprogram oleh si pemilik (host) yang dijalankan selama akhir pekan dimana trafiknya lebih rendah (sepi) sehingga hal itu tidak akan mengganggu para pengguna begitu banyak.
Hal-hal ini bagaimanapun tidak semudah yang Anda bayangkan seperti membedakan warna hitam dan putih saat ini. Dengan prosesor-prosesor yang handal saat ini bahkan prosesor tunggal dapat mengatasi dengan baik dengan server load sekitar 2.00
Juga, ingatlah definisi bahwa server load menunjukkan sejumlah proses-proses yang menunggu untuk mengakses CPU. Namun tidak semua proses itu sama! Jika proses-proses itu berada dalam prioritas rendah, ketika muncul request server yang baru (page request), dia masih bisa ditangani hampir secara langsung. Request tersebut tidak akan ditunda sama sekali, dia akan diselesaikan dengan segera, sementara proses dengan prioritas lebih rendah akan menunggu.
Sebagaimana biasanya, orang2 banyak di bisnis hosting mengatakan, itu semua kembali ke keadaan nyata kehidupan. Apakah halaman-halaman web muncul dengan cepat? Apakah sebuah proses seperti pencarian (searching) ke dalam database membutuhkan waktu yang sesuai? Maka Anda tidaklah sedang bermasalah, apapun nilai dari server load-nya.
Server load hanyalah salah satu faktor di antara beberapa faktor lain, seperti penggunaan memori. penggunaan CPU, ukuran file swap, dan seringkali server load ini dipengaruhi oleh faktor-faktor lain tersebut. kami akan memberikan beberapa contoh. Jika server kekurangan memori internal, dia akan menggunakan file swap. Hal ini berarti bahwa dia akan secara sungguh-sungguh bekerja dengan hard drive, dimana akan meningkatkan penggunaan CPU dan akan menyebabkan server load yang tinggi dimana akan membuat respon dari server pelan apabila terjadi respon.
Dalam kasus seperti itu, solusinya adalah: tambahkan memori internal (RAM). Hal itu akan menyebabkan penggunaan file swap yang lebih rendah atau sedikit, lebih sedikit penggunaan CPU, lebih sedikit server load-nya, dan mempercepat respon dari server. Jadi, server akan lebih sering dalam keadaan baik-baik saja, yang dibutuhkan hanyalah tambaham memori internal.
Jadi, test yang sesungguhnya adalah perilaku dari jalannya server itu sendiri. Jika server itu cepat, maka server load tidak akan begitu berarti. Namun sekali lagi, kami lebih senang ketika melihat server load dalam keadaan konstan sekitar 0.20.
Secara pribadi, jika server load-nya sekitar 4.00 24/7 (24 jam setiap hari selama seminggu) dan kita berbicara mengenai server dengan prosesor tunggal, kami mencurigai ada sesuatu yang salah: overselling atau overloading. Jika hal itu memang terjadi, pastikan bahwa kami tidak berhadapan dengan masalah yang serius, kami akan menanyakan pada pemilik hosting untuk melakukan sesuatu terhadap server yang berkaitan dengan server load-nya atau memindahkan website kami ke server dengan server load yang lebih rendah.
Satu server bekerja untuk banyak website. Jadi tentu saja pihak hosting akan memberi peringatan jika website kita membebani server terlalu banyak. Karena satu server di share (dibagi) untuk banyak pengguna, jadi kita tidak boleh egois. Jika memang melebihi kapasitas, kita harus mencari solusinya. Pada gambar dibawah ini dapat dilihat perbandingannya, dibandingkan dengan user lain di server yang sama, tampak sekali perbedaan yang mencolok Rosyidi.com jauh diatas user ok****, gr****, gm****, dll.
Kenapa ini terjadi?
Pada gambar ke dua terlihat bahwa rosyidi.com telah menggunakan kapasitas kemampuan CPU dalam mengolah data sebanyak 29%, katanya pihak hosting (idwebspace), Rosyidi.com malah pernah mencapai angka 90%. Dan terlihat penyebabnya adalah php. Dari sini ada dua kemungkinan, ada pihak luar yang memasukkan file php untuk meload kerja server secara berlebihan, atau kerja plugin yang berlebihan sehingga terlalu membebani server.
Untuk mendeteksi ini perlu ketelitian. Membuka satu persatu file php di semua folder, atau mencoba menonaktifkan beberapa plugin.
Karena itu untuk sementara kami non aktifkan beberapa plugin untuk mengurangi beban. Sambil memilah mana yang benar2 penting dan tidak. Yang kami non aktifkan termasuk plugin preview mp3, jadi tidak bisa dengerin streaming Al-Quran lagi
.
Ada cerita menarik soal server load ini. Ada blogger yang server loadnya hampir sama seperti Rosyidi.com, trafik tinggi tapi tetap ngotot menggunakan banyak plugin. Alasannya sederhana, "kalo gak pake plugin, mending di wordpress gratis". Dan akhirnya dia memutuskan untuk pindah ke Dreamhost, tapi ternyata di dreamhost juga mendapat peringatan yang sama. Karena tidak terima, dia coba pindah lagi ke Hostgator, sialnya juga tetap mendapat peringatan dan disuspend. Lalu pindahan lagi ke Site5, apesnya tetep juga disuspend. Dan akhirnya pindah ke vps, tapi tetep aja vps gak kuat menahan beratnya. Finaly, akhirnya dia sadar juga, ternyata keputusan pihak hosting mensuspend blognya bener, yaitu demi menjaga keamanan server. Karena jika pihak hosting tidak memperingatkan penggunaan memmory yang berlebihan pada server, bisa2 servernya jebol. Dan untuk mengatasi itu semua sebenarnya cukup sederhana, Batasi penggunaan plugin. Semakin banyak plugin, semakin berat kerja server. Kecuali kalau anda sanggup membeli dedicated server yang harganya selangit.
Cerita lainnya dari kang kombor. Gara2 menginstall plugin Aizatto’s related posts, semua pluginnya di delete oleh pihak hosting. Sebenarnya pihak hosting tidak 100% salah dalam kasus ini. Karena plugin ini dianggap membahayakan server. Tapi sebaiknya pihak hosting tidak asal delete semua plugin. Paling tidak memberikan peringatan terlebih dahulu. Atau kalau, mungkin jangan mendelete, tapi merename plugin tersebut. Andaikata yang bermasalah adalah Aizatto’s, tapi yang didelete semuanya kan sepertinya salah alamat. Dan setelah pindah hosting sepertinya yang bermasalah bukanlah Aizatto’s. Jadi bisa jadi hal ini bukan disebabkan oleh pluginnya tapi overselling atau yg lainnya.
Jadi selain plugin, masih banyak penyebab lainnya. Namun masalah serverload sering kali terjadi pada pengguna wordpress.
SOLUSI
1. Kurangi plugin. Meskipun trafik blog anda belum banyak sekalipun, tidak ada salahnya bukan untuk membatasi jumlah plugin sejak dini. Kalau tidak benar2 diperlukan, plugin sebenarnya justru membuat blog semakin berat kerjanya. Jadi sebaiknya pakailah plugin yang sewajarnya.
2. Ubah Tagnya. Jika anda paham sedikit mengenai php, ubahlah tag2 yg membuat kerja extra dari server. Misalnya mengubah [?php bloginfo('pingback_url'); ?] menjadi http://rosyidi.com/xmlrpc.php
catatan : [ adalah <, ] adalah >
Jadi ketika pengunjung membuka halman tidak perlu meload database karena sudah jelas tujuannya. Semua ini bisa diterapkan untuk semua jenis URL atau content statis yang tidak pernah diubah.
Untuk ubah mengubah tag ini silakan lihat di problogdesign.
3. Jangan terlalu banyak halaman "page". Ubah halaman page menjadi "post". Halaman page ditengari memakai load yang lebih besar ketimbang post.
4. Pakai plugin Wp-Super Cache. Wp-super cache berfungsi untuk menggantikan tampilan php menjadi html. Jadi halamannya jadi statis. Sehingga pengunjung tidak meload lagi halaman yang sama ke database.
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/how-to-reduce-server-load/
Referensi :
Related Posts (Artikel Terkait) :- Resiko Trafik Tinggi
- Ganti Server
- Domain dan Hosting Murah
- Hosting Singapore
- Internetan Murah-Cara Menghemat Bandwidth Speedy
- Bush Attacked By Shoes (with Video Download)
- Doraemon 3D and Ending
- You are Banned
- As-Sudays
- Apakah affiliasi dan free hosting 000webhost hoax?

Kirim ke Teman di Facebook














btw pernah ngalami pernah di peringatkan oleh pihak host prend,,, alasan IP ku larinya mampir ke malaysia dulu,, seharusnya langsung ke singapore,, entah apa sebabnya aku kurang paham.
dn masalah plug in memang ku rasa pake aja yg seperlunya, di samping itu masalah looping juga mempengaruhi.
login sampai tiga kali di cpanel salah terus ( entah id ato pass nya) juga akan ip kita terblokir, ini udah pernah terjadi soalnya terhadap teman saya prend,
ok gitu aja sharring nya,, lain waktu di sambung lagi.
wassalam
Maunya sih make’ plugin yg sewajarnya aja, tapi themesku kebangetan. Themesku itu plugin required. butuhnya pun banyak sekitar 7 ato 8. Jadi gak bisa dikurangin *penting semua*
Themes saya malah sebaliknya, tidak memerlukan banyak plugin. Semua sudah tersedia.
Sayah sih plugin seperlunya sajah
Kalau kebanyakan plugin, blog saya malah jadi berat kalau dibuka
kapan yah punya hosting yg bandwithnya bagus
selain plugin related post (salah satu tersangka dlm kasus kang kombor), plugin mana lg ya..yg diwaspadai ama peladen/server?
baru tahu saya
oooo gitu ya
ura pura ngerti: 
ternyata aLe mencoba meminimalisir plugins ada fungsinya juga yah, baru tahu klo ada hubungannya dengan load server.
ohya, agam pake Wp-Super Cache juga ga?
aLe mo pasang agak ragu karena biasanya (jika pasang Wp-Super Cache) komen gak langsung masuk, ksian pengunjung jika harus refresh2 utk memastikan komen masuk.
wah rada-rada bingung saya, yang penting saya belum pernah dapat peringatan berarti masih aman ya
klau noki sih ga terlalu mikirin tampilan, yang penting isi dan mudah diakses
sepertinya ada penyusup tuh, mas aga

menurut okta sih pak, nggak banyak memakai images, apalagi dengan ukuran yang berat..
bisa dilacak pake plugin wazzup koq.
Sebetulnya, kuncinya nyaris 99% ada di nomor 4.
Kalau sudah pakai ini, maka nomor 1,2 dan 3 tidak terlalu berpengaruh.
Kerja server berat akibat blog (dalam hal ini wordpress) umumnya disebabkan oleh banyaknya query SQL. Nah, WP-Super-Cache mengurangi kerja server untuk melakukan query.
@aLe

Masalah komen bisa diatur … lihat saja blog saya
Sekarang sudah pakai AJAX, jadi malah langsung terlihat
Btw, itu ngecek gimana caranya ?
mas klo di status saya ada tulisan kayak giniDisk /dev/sda8 (/usr) = 88% trus kedip2 warna kuning itu artinya apa mas?
ini dia artikel yang dicari2, susah banget carinya. kebetulan kena masalah yang sama dengan shared hosting lunarpages padahal blog cuma 10 dan traffic gk sampe 50 perhari. tanya nih, apa jumlah posting yang hingga seratusan juga mempengaruhi cpu usage ? bisa gk kasih tips yang lebih detail untuk tips no. 2 maklum gk terlalu paham tentang PHP. menurut pengalaman mas Rosyidi ajah. thanks
Info yg bagus gan… untungnya saya pny penyedia hosting yg baik hati, he3…