Hindari Berurusan dengan Meja Hijau
2,290 viewsAkhir-akhir ini kasus Prita Mulyasari sangat hangat dibicarakan ditengah-tengah masyarakat. Sesosok Ibu rumah tangga yang terjerat hukum hanya gara-gara menulis email tentang keluhannya terhadap Rumah Sakit Omni International kepada teman-temannya sendiri.
Terlepas dari siapa yang benar dan siapa yang salah, ada banyak hikmah yang bisa kita petik dari perjalanan kasus Prita tersebut.
Apa saja hikmahnya ? Ikuti ulasan berikut ini..
1. Bagi Masyarakat biasa.
a. Berhati-Hati dalam Menulis atau Berbicara
Sebagian orang ada yang merasa senang jika dikritik, karena ia berpikiran positf bahwa ia sudah mendapat perhatian lebih dari orang yang mengkritik, ia juga berpikir justru amat berbahaya jika kita tidak ada yang mengkritik, karena kita tidak akan tau apa kekurangan pada diri kita.
Namun, tidak setiap orang memiliki pandangan positif demikian. Sebagian orang justru merasa dirugikan dari hadirnya kritik yang dilontarkan orang lain.
Nah karena itulah sebaiknya kita harus berhati-hati dalam melontarkan kritikan. Niat kita yang semula ingin memperbaiki sifat dari orang yang kita kritik, malah menimbulkan kebencian dan permusuhan.
Pakar kepribadian, Dale Carnegie berkata “Tunjukkan penghargaan kepada pendapat orang lain, jangan pernah berkata ‘anda salah’.”
Karena sebagian besar orang tidak ingin dirinya disalahkan. Kalau kita hendak membuktikan apa pun, jangan buat seorang pun mengetahui hal itu, bijaksanalah, sehingga tak ada seorang pun yang tahu bahwa kita melakukannya. Hal ini diekspresikan dengan baik sekali oleh Alexander Pope :
“Orang harus diberi pelajaran dengan cara seolah-olah anda tidak mengajarinya.”
b. Jika Anda Diperingatkan, Jangan Anggap Remeh.
Biasanya orang menuntut setelah diberikan peringatan. Biasanya mereka mengancam akan membawa kita ke jalur hukum jika kita tidak meralat tulisan atau pembicaraan kita.
Jika kita sudah diancam seperti itu, jangan dianggap remeh. Meskipun misalnya kita dalam posisi benar, dan meskipun kita punya bukti-bukti kuat seputar itu, namun sebaiknya sebisa mungkin kita selesaikan dengan jalur damai.
Dan lebih baik kita mengalah, karena jika berurusan dengan hukum, waktu anda akan terbuang begitu banyaknya untuk bolak balik ke pengadilan, membayar pengacara yang begitu mahal, belum lagi biaya-biaya lainnya yang juga tidak kalah mahalnya.
Niat mulia kita yang ingin membuat orang lain menjadi lebih baik, justru akan membawa petaka bagi kita.
Karena itu sebaiknya memang kita harus berhati-hati dalam menulis dan berbicara di media apapun. Baik itu surat pembaca, email, forum, maupun blog.
2. Bagi Pengusaha Hindari Perselisihan
Sebagai pengusaha, tentu ia merasa dirugikan ketika ada pihak yang menejelek-jelekkan badan usahanya. Namun sebagai pengusaha, kita justru harusnya merasa bersyukur jika ada yang meluangkan waktu untuk mengkritik kita. Justru pelanggan yang berbahaya adalah jika mereka acuh tak acuh pada kita, akhirnya cepat atau lambat perusahaan yang kita kembangkan menjadi hancur dengan sendirinya karena kita tidak tau dimana letak kekurangan kita.
Jika kita lihat berbagai perusahaan besar kelas dunia, mereka justru menghindari berurusan dengan meja hijau. Karena jika kita sudah berurusan dengan meja hijau, masalah yang sebenarnya kecil akan menjadi besar. Mereka berani rugi untuk menjaga nama baik mereka, karena sekali masuk ke pengadilan, meskipun misalnya dia benar, masyarakat akan membela yang lemah. Contoh gampangnya, jika ada kecelakaan antara mobil dan sepeda motor, masyarakat sekitar pasti langsung menyalahkan mobilnya, meskipun mobilnya belum tentu salah. Karena sudah naluri manusia untuk merasa kasihan pada yang lemah. Dan jika sudah terjadi seperti itu, hancurlah citra baik perusahaan tersebut.
Perusahaan besar kelas dunia sudah menyadari dan paham akan hal itu, karena itu mereka sebisa mungkin menghindari gesekan dengan masyarakat. Kalau bisa sebisa mungkin diselesaikan dengan cara kekeluargaan.
Sebagai bahan pembelajaran, pada kasus Rumah Sakit Omni International, bisa kita lihat yang semula hanya satu kasus, yaitu Prita Mulyasari. Sebuah kasus yang sangat kecil yang seharusnya bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan, kini justru berkembang dengan munculnya ibu Juliana beserta kedua anak kembarnya, dan Jum’at pagi ini muncul kembali di Trans7 satu korban yang saya lupa namanya. Semoga masalah ini bisa diselesaikan dengan cara bijaksana.
Kesimpulan :
- Jika suatu masalah masih bisa diselesaikan dengan jalan kekeluargaan, sebaiknya hindari jalur hukum.
- Jika memang sudah tidak ada jalan keluar secara kekeluargaan barulah kita tempuh jalur hukum sebagai jalan terakhir, karena pasti kita membutuhkan waktu, tenaga serta dana ekstra untuk menyelesaikan dengan jalur ini.
Bagi pihak yang merasa tidak mendapat keadilan di dunia. Jangan khawatir, karena di akhirat kita pasti mendapatkan keadilan dariNya.
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/hindari-berurusan-dengan-meja-hijau/
Referensi :
How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie.
Tempo Interaktif, 11 Juni 2009
Related Posts (Artikel Terkait) :- Hack Friendster Password
- Jumlah Warna Pelangi bukan 7
- Belajar dari Jepang
- Kedelai Transgenik Berbahaya
- Pentagon ditabrak atau diBOM ?
- Internet HotSpot WiFi Gratis di Seluruh Indonesia
- Demonstrasi Tertib dan Damai
- Lowongan Kerja Full Time or Part Time
- Libur Dulu
- Beda Hacker dan Cracker

Kirim ke Teman di Facebook










oh gitu ya mas?….
wah postingnya bagus nih… makasih.. jadi lebih tau…
thanx buat tulisannya. mengenai urusan di meja hijau. kebetulan saya ada masalah dengan tetangga. krn tetangga saya mbangun rumah tingkat yg akhirnya rumah saya rusak semua.kontaktor estimasi biayanya 50 jt u/ perbaikan tp tetangga saya hanya bersedia ganti rugi 12.500.000,-
saya sdh terpikir u/ ke pengadilan tp takut dgn seperti yg d tulis…. waktu, tenaga, dan biaya yg sedikit….
so skrng jd bingung deh g tau mesti gmn??!!!
bener stuju sekali
emang bnr kt km, gam…
apa lg klo musuhan ama kaum kaya nan berduit, hampir pasti qt akan kalah walau qt benar
Itulah sebabnya SBY menghimbau Jaksa agung untuk meninjau ulang gugatan OMNI.
Penegak hukum tidak memihak pada siapapun, SBY telah menjamin itu semua.
Kebebasan berbicara adalah hak warga, ingat:
1. Kasus Demo penurunan BBM tidak ada orang yang diduga ANARKIS yang benar2 ditahan, hanya cuma diperiksa oleh polisi, baik Rizal Ramli dan Ferry Yulianto sekarang telah menjadi Tim SUkses SBY.
2. Pencemaran nama baik SBY oleh Zaenal Maarif, akhirnya dengan rendah hati dihentikan oleh SBY, Zaenal sekarang malah menjadi Tim Sukses SBY.
3. dll. LANJUTKAN sendiri
Itu semua menunjukan Komitment SBY untuk kebebasan berbicara.
SBY PRESIDENKU
Jadi ngeri nih…
ya dibuka dong mejanya, jadi keliatan banyak duit suap…nah bisa dituntut juga tuh yang nyuapin…

jadi yang masup penjara, semua ibu2 yang sedang nyuapin bebynya…wekekeke..
benar tuh mas, kebebasan tanpa bebas. seperti postingan saya disini, hmm jadi takut aja berurusan dimeja hijau, hwkakk…
intip ya http://patahatiku.blogspot.com/2009/06/setiaku-padamu.html
ya yang nuduh suap tanpa bukti pun bisa di seret loh sama tuntutannya pencemaran nama baik
biasanya yg lemah yang tertindas
Memang lebih baik berurusan ama meja makan saja.
Lanjutkan!
Thanks.
Lisa
ada award buat kamu sob.. Silahkan di ambil di blog saya
maka sebaiknya sejak awal RS OMNI berterimakaish, dan Bu Prita minta maaf telah kritik2 (toh RS sdh memberikan kesempatan itu). Yg terjadi kesombongan yg dominan atas nama kebenaran, melawan kedoliman dll. Semoga Allah selamatkan kita dari takabur.