DemonStressy

3,286 views

Mungkin kita sudah tidak asing lagi dengan tayangan DemoCrazy di MetroTV. Sebuah acara parodi terhadap lembaga legislatif. MetroTV memlesetkan istilah Demokrasi yang sepertinya tidak sesuai dengan realita dilapangan.

Sebenarnya istilah democrazy sudah muncul sejak lama dari Barat. Bahkan istilah ini digunakan dalam sebuah album musik yang dikeluarkan oleh Damon Albarn di Inggris sejak tahun 2003.

Dampak dari demokrasi tentu saja adalah Demonstrasi (Demonstration) yang berasal dari bahasa latin yaitu demonstrationem yang berarti mempertunjukkan (show).

Dalam bahasa Indonesia lebih kita lebih sering menyebutnya demo, merupakan singkatan dari demonstrasi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia demonstrasi adalah pernyataan protes yang dikemukakan secara massal atau unjuk rasa.

Namun seiring perkembangannya, demonstrasi bukan cuma pernyataan protes. Lebih dari itu tampaknya demonstrasi bisa dikatakan luapan emosi atas ketidakpuasan dengan sesuatu, dan sering kali berakhir ricuh. Jadi pantas kiranya jika diplesetkan menjadi DemonStressy.

Berasal dari dua suku kata yaitu :

Demon : Setan

Stress : Tegang

 DIGITAL CAMERA Karena para pendemo kebanyakan sudah menjadi “setan” yang membuat menjadi tegang. Bukan cuma di Indonesia, namun juga diluar negeri tidak sedikit demonstrasi yang berakhir kericuhan. Oleh sebab itu tak heran jika Orde Baru melarangnya, dan itu tidak hanya dilakukan Indonesia, pemerintahan Togo pun dulu melakukan hal yang sama.

Demonstrasi sering berakhir dengan kericuhan, perusakan, dan kekerasan. Selain itu demonstrasi juga menyisakan dampak negatif pada masyarakat sekitar.

Miris rasanya akhir-akhir ini melihat
MAHA“siswa berdemo merusak kampusnya sendiri
Pendukung Cagub, Camat, dll merusak kantor pemerintahan yang dibangun dengan uang mereka sendiri
Pegawai yang merusak fasilitas kantor mereka sendiri
dan masih banyak lagi.

Sungguh merupakan emosi sesaat yang dipengaruhi oleh DEMON (SETAN).

DemonsTragedy

Dan karena seringkali menimbulkan kerusakan, sepertinya pantas pula diplesetkan menjadi DemonsTragic. “Setan-Setan” yang membuat Tragedi.

1. Macet : Tumpahnya manusia ke jalan protokol, tak anyal membuat kendaraan melaju sangat lambat, sehingga minimal menimbulkan kemacetan lalu lintas.

2. Tidak Murni : Menurut beberapa pihak yang dilansir JawaPos (22/4 08), Demonstrasi murni saat ini tinggal 10%. Sebab jarang ada massa politik yang secara suka rela ikut berdemo untuk mendukung parpol atau calon kepala daerah. Biasanya tiap massa demonstran Rp35 ribu – Rp50 ribu. Ini untuk demo yang diperkirakan tiga hingga lima jam. Bahkan sekarang nilai rata-rata pemasarannya Rp 50 ribu. Bahkan untuk korlap (koordinator lapangan), koordinator korlap, dan simpul, tarifnya lain. Korlap biasanya mendapatkan jatah Rp 250 ribu dan orator Rp 300 ribu. Sedangkan koordinator korlap dan simpul tarifnya mencapai Rp 1,5 juta dan Rp 2 juta.

 DIGITAL CAMERA 3. Polusi : Bumi ini sudah semakin panas, dan es di Kutup sudah mulai mencair, sehingga menyebabkan perubahan musim yang tak tentu, banjir, dll. Tapi egoisme Demonstran mengalahkan itu semua. Dengan berdalih untuk memanaskan suasana, para demonstran membakar ban bekas, dan tentu saja ini menambah deretan penyebab rusaknya lingkungan kita. Sungguh sangat besar efeknya bagi kesehatan dan lingkungan. Inikah yang dinamakan “MAHA”??? siswa? Mahasiswa seharusnya lebih tau akan bahaya yang disebabkan oleh ban bekas yang terbakar.

4. Merusak Fasilitas Umum : Tak puas membakar ban, para demonstran membakar fasilitas umum. Yang notabene berasal dari uang mereka sendiri.

5. Menganggu Ketertiban Umum : Pada beberapa demonstrasi, seperti ketika sebagian rakyat menentang kenaikan harga BBM, ada yang menyegel POM Bensin, “menyandera” truk tangki, dll. Bukankah masih banyak cara lain yang lebih pantas agar tidak menganggu mata pencarian seseorang?

6. Menyebarkan Aib : Sudah barang tentu Demonstrasi pasti akan menjelek2kan pihak tertuduh. Padahal belum tentu pihak tertuduh melakukan kesalahan itu.

Demonstrasi Menurut Pandangan Islam

Menasehati pemerintah menurut Islam adalah seperti yang dicontohkan Rasulullah, yaitu dengan jalan sembunyi-sembunyi.

Jangan Terang-Terangan

“Barang siapa yang ingin menasihati seorang penguasa, maka janganlah ia menampakkannya secara terang-terangan, akan tetapi hendaknya ia mengambil tangannya, dan berduan dengannya. Jika ia terima, maka itulah (yang diharap). Jika tidak, maka ia telah melaksanakan keawjiban atas dirinya ”.[HR.Ibnu Abi Ashim (1096). Syaikh Al-Albany -rahimahullah- berkata dalam Zhilal Al-Jannah (hal.514), “Sanadnya shohih”] .

Fauzy bin Abdillah Al-Atsary -hafizhahullah- berkata, ”Hadits ini menunjukkan bahwa nasihat kepada pemerintah dengan cara rahasia, bukan dengan cara terang-terangan, dan bukan pula membeberkan aibnya di atas mimbar-mimbar, pesta-pesta, masjid-masjid, koran-koran, majalah dan lainnya sebagai suatu nasihat”. [Al-Ward Al-Maqthuf (hal.66)]

Umat muslim seharusnya paham akan hal ini. Dengan mengikuti Al-Qur’an dan As-Sunnah. Seperti dalam firman Allah “Barangsiapa yang menentang Rasul setelah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia berkuasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam neraka Jahanam dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa: 115)

Jangan Merusak

 DIGITAL CAMERA Jika ada duri, paku, atau benda-benda lainnya yang mengganggu bahkan membahayakan pengguna jalan umat muslim diperintahkan untuk menyingkirkannya. Seperti yang tertuang pada hadis Bukhari dan Muslim.

Iman memiliki lebih dari tujuh puluh cabang atau lebih dari enam puluh cabang, cabang yang paling tinggi adalah ucapan laa ilaaha illallaah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri (rintangan) dari jalan, dan malu adalah salah satu cabang iman.”
[HR. Al-Bukhari (no. 9) dan Muslim (no. 35). Lafazh ini milik Muslim dari Shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu].

Namun yang dilakukan oleh para demonstran justru kebalikannya. Mereka membakar ban bekas di tengah jalan yang selain merusak kesehatan, lingkungan, juga berbahaya bagi pengguna jalan yang lewat. Tak puas dengan itu, ada pula yang menebang pohon, memblokade jalan sehingga menyengsarakan masyarakat yang tidak bersalah.

Jangan Mempermainkan Sholat

Untuk menghidupkan suasana, tak jarang pendemo membawa keranda mayat. Dan bukan cuma itu, bahkan mereka melakukan sholat Jenazah. Padahal orang yang di”sholat” jenazahi masih hidup.

Sungguh ini sudah mempermainkan masalah agama. Sholat hanya untuk main-mainan atau pura-pura. Pernahkan Rasulullah mengajarkan hal ini?

Jika ada yg melakukan pembelaan dengan berkata “Kan gak ada yg melarang”. Prinsip dalam Islam sangat gampang dimengerti. “Semua Ibadah itu pada dasarnya Haram, kecuali yang diperintahkan. Semua Makanan itu halal, kecuali yang dilarang”. Memang Sholat jenazah itu diperintahkan, tapi tidak mengikuti tuntunan tata-cara sholat jenazah yang benar.

Nasihat Para Ulama

Syeikh Al-Albany ditanya tentang hukum demonstrasi yang banyak dilakukan oleh pemuda-pemudi. Maka beliau menjawab dengan jawaban yang panjang yang pada akhirnya beliau simpulkan dengan perkataan berikut ini: “Karena itu saya nyatakan dengan ringkas tentang demonstrasi-demonstrasi yang terjadi pada sebagian negara Islam (bahwa) perkara ini pada dasarnya adalah telah keluar dari jalannya kaum muslimin dan telah menyerupai orang-orang kafir dan (Allah) Robbul ‘Alamin telah berfirman : “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu`min, maka Kami biarkan ia larut terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali”.”

Fatwa Syeikh Sholeh Bin ‘Abdurrahman Al-Athram ’afahullah ketika ditanya masalah demonstrasi, beliau menjawab “Tidak, itu merupakan wasilah syaithon

Fatwa Syeikh Sholeh Bin Fauzan Al-Fauzanhafizhohullahu, ketika ditanya apakah demonstrasi termasuk jihad fiisabilillah, beliau menjawab : “Demonstrasi itu tidak ada faidah didalamnya, itu adalah kekacauan, itu adalah kekacauan dan apa mudharatnya bagi musuh kalau manusia melakukan demonstrasi di jalan-jalan dan (berteriak-teriak) mengangkat suara ? bahkan perbuatan ini menyebabkan musuh senang seraya berkata sesungguhnya mereka telah merasa mendapatkan kejelakan dan meresa mendapatkan mudharat dan musuh gembira dengan ini. Islam adalah agama sakinah (ketenangan), agama hudu` (ketentraman), dan agama ilmu bukan agama kekacauan dan hiruk pikuk, sesungguhnya dia adalah agama yang menghendaki sakinah dan hudu` dengan beramal dengan amalan-amalan yang mulia lagi majdy (tinggi,bermanfaat) dengan bentuk menolong kaum muslimin dan mendo’akan mereka,…”

Jadi, cara yang benar adalah dengan menziarahi (pemerintah), menyuratinya dengan cara yang bagus. Nasihatilah para pemimpin, pemerintah, dan kepala suku dengan metode seperti ini. Bukan dengan cara kekerasan dan demonstrasi.” Kata Syeikh Abdul Aziz ibn Baz (Majallah Al-Buhuts Al-Islamiyyah, edisi ke-38, hal.310)

Ziarah yang dimaksud oleh Syeikh bin baz adalah berkunjung. Ziarah bukan hanya untuk kuburan. Empat ulama diatas tampaknya sudah cukup dalam penjelasan Demonstrasi. Namun bukan berarti hanya ada empat ulama saja yang mengeluarkan fatwa seperti itu. Ada banyak sekali, dan bahkan ada banyak sekali yang komentarnya lebih keras dari yang telah saya tulis diatas.

 DIGITAL CAMERA Islam Mengajarkan Kedamaian Bukan Kekerasan

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik”. (QS. An-Nahl : 125).

Dan tatkala (Allah) ‘Azza wa Jalla mengutus Musa dan Harun kepada Fir’aun, Allah berfirman :
“Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan perkataan yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut”. (QS. Thoha : 44).

 

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/demonstressy/

Referensi :

Al-Qur’an
Wikipedia
Koran JawaPos, Selasa 22 April 2008
Koran Surya, 12 November 1998, 15 November 1998
Detik.com
Abufadhil
Tausiyah275

[poll id="10"]

Kata Kunci yang sering dicari untuk artikel ini :

bentrok tni polri, kekerasan tni, setan, demonstrasi tertib, Pisau TNI, relihiyon ng indonsia, gambar demonstrasi tertib, demonstrasi, bentrok tni-polri, bentrokan tni polri, gambar demonstrasi yang tertib, GAMBAR SETAN, Pilkada yang berakhir dengan tindakan kekerasan, demonstrasi di indonesia, tatacara mengurusi jenasah, bentuk unjuk rasa / demokrasi yang berakhir dengan kekerasan, tegang, gambar kekerasan TNI, pilkada yang berakhir dengan tindakan massa, pilkada yang berakhir dengan kekerasan, setan lucu, berita terbaru pilkada di indonesia yang berakhir dengan tindakan kekerasan, video kekerasan tni, perusakan fasilitas karena demonstrasi, pengrusakan fasilitas umum oleh demonstran, pengrusakan fasilas umum oleh pendukung cagub, pilkada yang berakhir dengan anarkis, pilkada di indonesia berakhir dengan kekerasan, pilkada berakhir tindakan kekerasan, pilkada berakhir ricuh/ anarkis, pilkada di indonesia yang berujung tindak kekerasan, pilkada berakhir kekerasan, pilkada yang berakhir anarkis di indonesia, pertanyaan mengenai demonstrasi anarkis di pandang dari segi islam, PERMASALAHAN SUBSIDI MENURUT PANDANGAN HUKUM ISLAM, perilaku anarkisme DARI SUDUT PANDANG AGAMA, pendapat tentang demonstrasi merusak fasilitas umum, pendapat demo yang berujung anarkis(sudut pandang demokrasi), mengapa akhir-akhir ini masyarakat sering melakukan unjuk rasa di istana presiden, memperbaiki moralitas mulai dari diri sendiri, makalah tindak anarkis, makalah sholat jenazah, makalah shalat jenazah, makalah sejarah hukum, makalah merusak fasilitas umum, makalah demonstrasi pada polisi, makalah demonstrasi dari sudut pandangan islam, macet akibat demo, mengapa akhir-akhir ini masyarakat sering melakukan unjuk rasa?, mengapa aktivis cenderung melakukan pengrusakan fasilitas umum waktu demo

Related Posts (Artikel Terkait) :
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

48 Komentar pada “DemonStressy”
  1. C4nC3rB0y says:

    uh, betapa ironisnya negri tercinta ini :(

    btw, themes baru neh ;)

  2. Betul bro rosyidi.Artikelnya sangat menarik sekali,kalo menurut saya demo itu sah-sah saja,selama tidak ada kekerasan yang terjadi di dalamnya,dan selama demo itu tidak mengganggu ketertiban dan ketentraman masyarakat.:):)

  3. Anonymous says:

    Kalau saya analisa :d , sebenarnya mereka (demonstran)
    belajar dari pengalaman saja. mereka mendapat imbalan dari apa yang telah mereka kerjakan. setelah demo biasanya mereka:
    1. tambah keren plus beken.
    2. tambah uang saku kalau kasusnya spt tulisan cak agam di atas.
    3. bisa masuk tipi atau minimal koran lokal..
    Dan yg paling penting mereka sering mendapat apa yg mereka inginkan.
    Mengikuti hukum “terapi perilaku” sebuah perilaku ketika didapat imbalan akan cenderung terus dilakukan berulang-ulang.

  4. caTcode says:

    Kalau saya analisa :d , sebenarnya mereka (demonstran)
    belajar dari pengalaman saja. mereka mendapat imbalan dari apa yang telah mereka kerjakan. setelah demo biasanya mereka:
    1. tambah keren plus beken.
    2. tambah uang saku kalau kasusnya spt tulisan cak agam di atas.
    3. bisa masuk tipi atau minimal koran lokal..
    Dan yg paling penting mereka sering mendapat apa yg mereka inginkan.
    Mengikuti hukum “terapi perilaku” sebuah perilaku ketika didapat imbalan akan cenderung terus dilakukan berulang-ulang.

  5. jimmy says:

    setuju sama M.Ali.Hardityan.F, kalo mau demo yang damai saja, jangan sampai terjadi kekerasan. masalahnya, demo sering disusupi oleh provokator yang membuat demonya yang awalnya damai jadi kacau

  6. imcw says:

    Sayangnya pemerintah kita agak budeg sehingga bila demo dilakukan dengan damai tidak akan didengar malah cenderung dilecehkan ama wapres. :(

    Rosyidi :Tapi bukan berarti itu bisa menjadi pembenaran untuk melakukan tindakan kekerasan :-?
    Toh walaupun keras juga belum tentu didengar. Contoh yg paling aku sesalkan adalah PILKADA. Itu demonstrasi yg paling sering aku dengar di media. Sudah mahal, banyak warga yg menuntut pilkada ulang. Kalo semua permintaan mereka dituruti, negara bisa bangkrut. Biaya pilkada kan gak murah.

    BBM juga sama, harga BBM dunia sekarang sudah mahal sekali. Kalau andaikata harga minyak dunia sudah 3 kali lipat dari subsidi, duit pemerintah bisa habis cuma buat subsidi BBM. So, kalo menurutku kalo mau demo seharusnya mereka mikir2 dulu lah. Jangan hanya menuruti kepentingan pribadi atau kelompok.

  7. annmolly says:

    klo di negara kita sering demo malah mengganggu stabilitas ekonomi ini yh bikin demo tidak disenangi [-(

    Rosyidi :Karena itulah kenapa beberapa negara, termasuk Indonesia saat orde baru melarangnya.

  8. toim says:

    kadang aq jg bingung klo ngliat demo2 gituan, apa sih tujuan mereka koq nglakuin demo itu? pendemo2 itu klo ditanya, jawabannya pun gelagapan :(
    Yang pasti, maunya sih sama2 tau, pemerintah nggak mengusik rakyat dgn kebijakan2-nya yg meresahkan rakyat, rakyat pun patuh ama pemimpin-nya alias gak banyak rewel ^^

    Rosyidi :Ya, kalo semuanya bisa menyampaikan pendapat secara santun, alangkah indahnya negara kita.

  9. yadi says:

    Kalau udah kacau begini siapa yang akan disalahkan…..?

    Rosyidi :Kalo menurutku sih tidak usah menyalahkan siapa-siapa. Kita koreksi diri kita masing2. Pemerintah sudah seharusnya mendengarkan aspirasi rakyat. Rakyat seharusnya sopan dalam menyampaikan aspirasi.

  10. add_ says:

    Mau tanya mas, dalam masa Nabi dulu tuh makenya sistem pemerintahan nya apa ya? Demokrasi apa apa ya?
    Kalau kata temenku dulu nun jauh di sana, demokrasi itu awal kehancuran dunia

    Rosyidi :Rasulullah menggunakan musyawarah mufakat.
    Jadi bukan voting seperti sekarang ini, dimana meskipun sudah kalah pilkada ngamuk, minta pilkada diulang. Sikap yang tidak sportif.
    Demokrasi memang terkesan bagus, karena sistemnya dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Jadi kekuasaan tertinggi di tangan rakyat.
    Namun ada celah yang sangat besar dalam sistem ini. Coba bayangkan jika 90% warga negaranya adalah pencuri. Maka pasti pemimpinnya adalah pencuri.
    Karena itu tak heran negara penjunjung demokrasi justru menentang sendiri demokrasi. Contohnya adalah Amerika. Amrik selalu menggembar gemborkan demokrasi, tapi ketika Palestina menjadikan HAMMAS sebagai pemenang pemilu, Amerika geram dan tidak mengakuinya. Aneh bukan mendukung sekaligus mengingkari demokrasi itu sendiri.

    Yang diterapkan Rasulullah adalah kekuasaan tertinggi ditangan Allah.
    Pertama, kekuasaan hanya milik Allah dan bukan milik rakyat.
    Kedua, hukum yang sah berlaku hanyalah hukum Allah dan rosulNya, walaupun bertentangan dengan mayoritas rakyat.
    Ketiga, tidak boleh tunduk kepada suara mayoritas, tetapi hanya tunduk kepada hukum Allah

  11. imcw says:

    Rakyat kita masih ‘bodoh’ dalam berdemokrasi. Mereka masih dengan mudah untuk diperalat oleh kepentingan kelompok tertentu. Kebodohan ditambah dengan kelaparan maka akan sangat klop untuk diadu domba untuk melakukan tindakan anarkis.

    Inti dari permasalahan ini adalah : Buat rakyat Indonesia pintar, sehingga ia bisa pintar mencari duit buat makan dan tidak mudah dibodoh bodohi oleh kepentingan tertentu.

  12. wah..blm pernah demo tuh ;)

  13. zee says:

    sayangnya demonstrasi di negara kita lebih sering ditunggangi pihak2 tertentu. cukup dikasih 50rb utk makan siang, suruh koar koar & bakar2an di bunderan HI nuntut ini itu, jadi dah.
    akhirnya orang2 sdh pesimis duluan, bhw demo sudah pasti ujunr2nya anarkis. pdhl belum tentu semua begitu.
    **cape de..

    Rosyidi :Ya, memang tidak semua demo ujung2nya anarkis. Memang masih ada demo santun seperti yang dilakukan PKS.
    Tapi akhir2 ini sepertinya kebanyakan mengarah ke anarkis. Apalagi kalau menyangkut pilkada dan BBM.
    Apa gak bisa sih dibicarakan baik2? Kalau mengaku mahasiswa seharusnya mereka bisa lebih intelek dalam menyampaikan aspirasi dengan jalan berdialog. Pakai otak bukan pake tangan. Bikin converensi pers, kirim surat, ajak dialog baik-baik, dll. Masih banyak cara yang lebih santun daripada menerikakkan kejelekan orang lain yang belum tentu jelek.
    Tapi meskipun tidak anarkis. Aksi pembakaran ban bekas jelas2 akan berdampak sangat buruk bagi lingkungan.

  14. tukang sapu says:

    wah kenapa yg ditonjolkan negatifnya doang? biar imbang sisi positifnya juga dong.. its fair.

    Rosyidi :Ya, namanya juga membahas tentang demonstrasi yang akhir2 ini ricuh. Baik masalah pilkada, BBM, dll. Mungkin anda bisa menambahkan sisi positifnya?

  15. Riyogarta says:

    Bener tuh, bagian demonstrasi pakai shalat jenazah itu sudah gak lucu lagi :(

  16. yusdi says:

    iya ya….makin ga jelas aja yg demo. temen2 kampusku jg ngerasa demo2 sekarang caranya udah ga relevan lagi,,ga kayak dulu.. tanya kenapa….

  17. Putra eka says:

    Lebih baik semua yang kita lakukan sesuai tuntunan Rasulullah biar hidup lebih damai. Demo hanya akan merusak moral bangsa kita yang memang sudah rusak. Karena oknum yang tidak berkompeten memimpin bangsa ini. Semoga akan ada pemimpin yang bisa menaungi rakyatnya dan dapat berbuat adil sehingga kita tidak sibuk mengurusi masalah BBM, pilkada yang bermasalah. Tapi mengurusi anak bangsa ini agar menjadi tonggak bangsa dimasa mendatang.

  18. ARS says:

    tapi tidak semua demonstrasi itu bermasalah dan patut dipermasalahkan lho.. :D

  19. Teguh Aditya says:

    Gue gak tau yang salah ketik atau emang di sengaja, yang di tulis demonstressy yang di bahas demonstrasi, kali.. demonstrasi bikin qta stesss ya… :)

  20. vei says:

    begitulah indonesia.. mungkin blum sadar…

    Ok fren damai itu indah peace..:)>- peace..:)>-

  21. Rafki RS says:

    Pembahasan yang sangat komprehensif tentang demonstrasi. Gimana kalau postingan ini dibacakan di tengah para demonstran yang berdemonstrasi di depan istana negara? Apa yang terjadi ya? :-?

  22. Edi Psw says:

    Memang serba repot. Demonstrasi di Indonesia sudah identik dengan pengrusakan, kekerasan, dll.

  23. Gunawan says:

    Saya sepakat BBM naik 28,7 % tapi gaji pejabat dipotong 30%. Supaya adil.
    Jadi pejabat juga bisa merasakan, bagaimana nasib rakyat. Jangan cuman setuju BBM naik, tapi giliran gaji dipotong, teriak gak ADIL.

    Rosyidi :Kalo masalah BBM sih memang pro kontra. Tapi sepertinya memang harus naik. Karena kalo gak naik, misalnya harga minyak dunia >4x harga BBM subsidi, duit negara kita bisa habis gara2 subsidi doank.
    Masalah ini sih masih bisa ditolerir jika ada pro kontra. Tapi demonstrasi tidak ada kata lain. Indonesia harus berubah. Tidak boleh ada lagi demonstrasi yang anarkis. Karena hanya akan membawa kerusakan.

  24. tintin says:

    humm ..

    msalah democrazy .. :) saya sendiri kurang setuju sama demonstrasi dan demokrasi ..

    alasan ..

    dua²nya tidak diajarkan Rasulullah .. :)

  25. Ari says:

    Semoga pada demonstran bisa sadar dan memperbaiki sikapnya.

  26. Sip,semoga demo yang memakai kekerasan tidak terjadi lagi di tanah air ini:)

  27. ario saja says:

    wah… wah… klo secara gitu (ISLAM) setuju aja mas… mungkin klo kita menganut hukum Isalam ga ada ceritanya polisi pentung-pentungan dengan adik2 Mahasiswa:)>-:)>-

  28. YoHang says:

    Wuih artikelnya menarik. Kalau boleh nambahi, yang penting juga adalah menjaga akhlak di jalan/ditempat. Jangan bercampur baur (ikhwan-akhwat nonmuhrim), dsb.:)>-

  29. vinz says:

    artikel yg keren..! memang percuma aja kita mnyuarakan demokrasi-demokrasi.. tapi kita melakukanya dgn anarki.. bukankah pada awalnya mereka menyuarakan demokrasi dgn tujuan yg baik? tapi kl diiringi dgn kekerasan,, ya nggak baik namanya… :d

  30. Adi says:

    Wah kapan ya Indonesia bisa bersikap sopan.. :-?

  31. hair_one says:

    Sangat setuju dng Mas Agam
    Alangkah indahnya kalo demo dilakukan dng damai…
    Tapi ada yg bilang, kalo demo adem ayem tdk bakalan diexpose media
    Tdk punya greget, tidak menarik perhatian, kurang menggelora
    Apapun alasannya, damai itu indah….

    Rosyidi :Kalo tidak diexpose media tidak juga. Berikutnya mungkin akan saya tayangkan video demo yang damai.

  32. Kalau menurut saya gini mas…. gak semua orang yang demo tu asal demo aja…. mungkin sebelum melakukan demo mereka udah menempuh jalan damai untuk mengingatkan sang penguasa.. tapi karena sang penguasa menutup mata dan kuping atau apalah istilahnya… Akhirnya keluar lah emosi yang terpendam mereka…. ditambah lagi kelompok-kelompok tertentu yang ngomporin mereka

    betul juga kata IMCW, tapi bikin rakyat pinter itu enggak gampang mas…. masih ada kok orang yang disekolahin sampai perguruan tinggi tapi tetap aja masih bisa dibodihin…

    Hai rafki… Coba aja kamu bacain di depan orang-orang yang lagi demo…. menurutku kamu nanti dikasih duit sama tu orang-orang yang lagi demo :)) percaya deh….

    Rosyidi :Temenku banyak yg aktifis. Senengannya demo. Dan menurutnya gak sah kalo demo itu tanpa bakar ban, karena menurutnya itu untuk memanaskan suasana. Padahal ini merupakan pencemaran udara yang disengaja secara nyata.
    Sebelum demo menurutku sebagian besar belum memberitahu secara baik-baik. Kalau sudah memberitahu secara baik-baik, dan memang memiliki itikad baik untuk merubah menjadi baik tidak mungkin bentrok, atau bahkan merusak properti umum yang notabene merupakan uang mereka sendiri.
    Walaupun sudah membicarakannya setelah baik-baik, bukan berarti itu merupakan pembenaran untuk melakukan pengrusakan atau tindak anarkis pada aparat polisi.

  33. Hanif says:

    Kalau sedikit2 demo, kapan bisa berkembang:-? Lagian aku yakin kalo demo yang anarkis adalah hasil rekayasa provokator:-" dan kalo menurut temenku yang suka demo, mereka malah ngga tau-menau asal usulnya, yang penting ikut teriak-teriak dan lempar-lemparan… [-(

  34. Dino says:

    Great post! Great post!
    Aku baru tau kalo Islam menyarankan untuk tidak demo.
    Setiap kali ada berita demo, aku jadi takut kalo kebablasan dan menambah ketegangan situasi negara.

  35. Robby says:

    Demo seperti itu tak mencerminkan citra “maha”siswa yang katanya kaum berintelektual tapi
    malah menunjukkan sikap barbar

  36. Mufid says:

    Setuju banget.Demo masak, hanya itu yang gak bakal rusuh :D

    Rosyidi :Lha kalo demo masaknya ntar berubah jadi lempar piring or pisau? :))
    Kan tambah parah.
    hehehe..

  37. -tikabanget- says:

    ibu sayah suka ngeluh kalo ada demo di jalan..
    jadi telat dia mau kesana dan kesini..

  38. menurut saya pemerintah sekarang itu IMPOTEN. mau diapain juga gak akan berdaya. emang udah lemah.ada beberapa cara untuk memperbaiki kondisi bangsa ini, misalnya:-memberdayakan diri sendiri, dengan usaha sendiri, tidak mengharap kepada pemerintah yang impoten itu karena percuma minta sama mereka.-berusaha menegakkan keadilan lewat jalur politik. memperbaiki pemerintahan dari dalam. setelah kekuasaan diraih, barulah bisa mengeluarkan kebijakan2 yang dapat memperbaiki kondisi bangsa ini.-membentuk ormas yang memberdayakan masyarakat secara ekonomi, pendidikan, dan budaya.jadi, tidak usah menghujat pemerintah, apalgi dengan demo yang malah merusak. kalau mau memperbaiki pemerintahan, lakukan dari dalam. mari kita mulai memperbaiki kondisi bangsa ini dengan memperbaiki diri kita sendiri.bayangkan jika, tidak usah 200juta penduduk Indonesia, 5juta saja penduduk Indonesia secara bersama2 mulai memperbaiki diri sendiri dan orang2 terdekatnya, baik secara ekonomi, moral, pendidikan, maupun budaya. tidakkah dalam waktu beberapa tahun kita sudah kembali menjadi bangsa yang ‘punya gigi’ seperti beberapa dekade lalu?

    Rosyidi :Ya, setuju banget agar kita mengubahnya mulai dari diri sendiri, mulai dari yang terkecil, dan mulai saat ini juga.
    Namun tampaknya pernyataan anda tentang tidak menghujat pemerintah agak bertentangan dengan statement anda diawal yang mengatakan bahwa pemerintah sekarang impoten :)>-
    Daripada berharap pada orang lain, memang lebih baik kita berharap pada diri kita sendiri :)

  39. noki says:

    demo itukan sebutulnya adalah rasa tidak puas atas apa yang dialami. bukannya menimbulkan masalah baru dengan saling berkelahi, lempar tangan sembunyi batu eh kebalik ya. ya klau demo itu harusnya mencari jalan tengan dengan orang yang membuat maslah

  40. Jauhari says:

    waspadalah waspadalah

  41. auliahazza says:

    setubuh. saya trauma sama demonstran :((

  42. tama says:

    :-? saya sepakat aja ya dengan demo
    kebetulan waktu kuliah dulu saya sering demo..
    kekerasan sich no way
    tapi kalo demo, ga didengerin kayak jaman sekarang ini
    wah itu repot….
    berantem ayo…hehehe becanda.peace

    sekarang harus ada system demokrasi yang lebih efisien dan efektif. karena yang berlaku sekarang gagal total. kekuasaan hanya dikuasai oleh sekelompok orang…sementara rakyat terabaikan…

  43. disinilla says:

    :)>- Demo ntu kuddu manisss..

  44. Rofie says:

    :)>- memang Demo sebagian menjadi sebuah aksi anarkis, di saat seperti itu adalah saat saat yang sulit bagi TNI/Polri, Bingung disatu sisi menghadapi demo yang anarkis yg menyebabkan riskannya keselamatan disatu sisi juga mereka terbentur masalah HAM.. sungguh tak Adil Undang undang ini.. Hingga terpikir APA SIH HAM ITU? disaat seperti apakah HAM itu diberlakukan>>> nyawa TNI/POLRI terancam apakah TNI/POLRI gak Punya HAM ( PUNYA ) Mereka juga Manusia” KALAU SETIAP DEMO BERUJUNG ANARKIS HANYA ADA SATU JALAN MENGHENTIKANNYA….LAWAN DENGAN KEKERASAN/KALU PERLU PERTUMPAHAN DARAH BIAR MEREKA JERA,JERA, dan JERA.

Trackbacks

Lihat apa opini orang-orang tentang artikel ini...
  1. [...] Demonstrasi Tertib dan Damai 8 views Posted by Agam Rosyidi May 29, 2008  Kirim ke Teman DemonStressy [...]

  2. [...] Demo di jalanan dengan membakar dan merusak bikin aku gedek-gedek (I dont know the Indonesian word for gedek-gedek hehe..). Aa Gam punya post bagus banget mengenai bagaimana Islam memandang demonstrasi. [...]



Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3