Silakan copy paste asal...
Toko Buku Islam di Seluruh Indonesia You are Banned
375 views
Apr 19

Sudah lama HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) begitu digembar gemborkan. Para musisi, dan industri perfilman sangat mendukung peraturan itu. Tidak sedikit kios-kios VCD bajakan digrebek dan banyak pula pabrik-pabrik DVD bajakan ditutup. Tapi apakah ini Maling teriak Maling? Kalo pedagang kecil yg membajak VCD ditangkap, tapi perusahaan perfilman bebas menjiplak. Dibajak gak mau, tapi seneng membajak. Sungguh egois.

Entah mereka bilang ”diilhami”, ”diadaptasi”, ”diterjemahkan”, ”dipengaruhi”, ”diindonesiakan”, atau ”dicontek”, namun kenyataannya banyak sekali film kita yang mirip film luar negeri. Mirip ini pengertiannya: kalau kita menonton film itu, tiba-tiba kita jadi teringat film lain.

Tapi Leo Sutanto, bos SinemArt, menolak dianggap mencontek. Beliau mengatakan bahwa yang banyak dilakukan SinemArt tak mentah-mentah menjiplak. “Kami anggap konsep cerita yang mereka  (di serial Taiwan atau Korea) adalah resep umum.” kata Leo. “Toh, mereka juga pasti mengambil inspirasi entah dari mana. Jadi, kami tak perlu mencantumkan (judul aslinya) itu.” Ia menjelaskan kisah Cinderella yang berisi impian gadis miskin bertemu pria kaya raya disenangi semua orang dari berbagai negara.

Memang beberapa Sinetron dengan jujur mengakui bahwa mereka mengindonesiakan film luar, seperti Impian Cinderella (adaptasi dari Frog Prince), Kau Masih Kekasihku (adaptasi Dolphin Bay), Putri Kembar (adaptasi Twins), dll. Namun anehnya tidak sedikit pula yang mengingkarinya, seperti Buku Harian Nayla yang jelas-jelas menjiplak 1 Litre of Tears. Klik disini untuk melihat kesamaannya. Namun SinemArt selaku Production House menyatakan bahwa cerita dalam Buku Harian Nayla adalah fiktif, padahal film itu diambil dari kisah nyata Aya Kito yang didiagnosa terkena penyakit Spinocerebellar ataxia atau Spinocerebellar degeneration (SCD) pada umur 15 tahun. Memang sudah banyak sekali yang melayangkan protes melalui KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), namun KPI tidak bisa berbuat banyak karena ini bukan kewenagannya. “Masalah Hak Cipta pada dasarnya bukan wewenang KPI,” terang Bimo, Anggota KPI.

Kasus penjiplakan Buku Harian Nayla terhadap 1 Litre of Tears memang cerita lama. Namun tampaknya pengaduan masyarakat terhadap produksi film tersebut kandas. Buktinya beberapa waktu yang lalu bahkan muncul VCD Originalnya.

Tampaknya kemiripan film lokal bukan sudah dari jaman kakek kita. Taruhlah kalau kakek kita, pada tahun 1950-an menonton film Djandjiku (1956), yang diproduksi Persari (perusahaan film ini digerakkan oleh salah satu perintis film Indonesia, yakni Djamaluddin Malik). Orang yang akrab dengan film-film India pada masa itu niscaya akan langsung mengasosiasikan Djandjiku dengan film India Vachan, yang dalam bahasa Indonesia artinya memang ”janji”.

Masih di masa para perintis, baik juga diingat karya Usmar Ismail, Tamu Agung (1955), yang juga diproduksi Perfini. Film ini mengambil cerita dari Nikolai Gogol. Sebelum itu, di Amerika muncul film dengan sumber cerita yang sama, yang digarap oleh sutradara Henry Koster, dengan judul The Inspector General (1949).

Kalau kemiripan-kemiripan itu berlangsung sampai sekarang, akhirnya kita melihat, dari urutan ”bapak” pada tahun 1950-an, dilanjutkan taruhlah ”anak” di tahun 1960-an/1970-an, lalu ”cucu” di tahun 1980-an, dan ”cicit” di era 2000-an, semuanya suka ”memirip-miripkan” filmnya dengan film asing.

Ratusan film lokal kita yang tercatat memiliki kemiripan dengan film asing. Film lokal yang memiliki kemiripan adalah :

100 Hari Mencari Cinta, 12 Lilin , 7 Pahlawan (1963), Asmara (1992), Asmara (1992), Atas Nama Cinta, Azizah, Baby Doll, Balikin Body Gue Donk (FTV), Bawa aku ke Surga, Bawang Putih Bawang Merah, Benar Benar Cinta , Benci Bilang Cinta , Benci Jadi Cinta, Bercanda Dalam Duka (1981), Beruntung? Gue Banget.. (FTV), Bias-Bias Kasih (1996), Bila Hati Perempuan Menjerit (1981), Bintang , Bukan Diriku , Buku Harian Nayla , Bumbu-Bumbu Cinta, Bunga Jomlo Forever (FTV), Cahaya, Candy, Cewek Gue Norak Sekalee (FTV), Cewekku Jutek, CHIPS dalam Kejutan (1982), Cincin , Cinderella Boy, Cinta 100 Hari , Cinta 117 Kg, Cinta Bunga, Cinta Fitri, Cinta Itu Gak Buta, Cinta Kelas Atas, Cinta Rasa Mocca (FTV), Cinta Remaja , Cinta Sejati, Cinta Untuk Cinta, Cintaku Tipe B, Ciuman Pertama , Cowok Impian, Dan, Darling , de Neny, Demi Cinta , Djandjiku (1956), Dua Hati , Dua Hati Satu Cinta , Ekskul, Eneng (RCTI), Fajar, FTV Good Boy VS Good Girl, FTV Mencari Tari, Hari Potret, I Love U Boss! , IDOLA , Impian Cinderella , Inikah Cinta , Intan , Istri Untuk Suamiku, Jangan Pisahkan Kami, Jangan Rebut Suamiku (1997), Janji, Janji Jaya , Jodoh Romantis, Jonathan Mulya & Alyssa (FTV), Juwita Jadi Putri, Kacang Panjang dan Kurcaci (FTV), Kakak Iparku 17 tahun, Kalo Cinta Ngomong Donk (FTV), Kasih, Kasih Tak Sampai (1961), Katakan Kau Mencintaiku, Kau Masih Kekasihku, Kawin Lari (1974), Kehormatan (1974), Kekasih, Kemasukan Setan (1974), Kenapa Gue Gak Boleh Jatuh Cinta (FTV), Kesatria Banjaran, Kugapai Cintamu, Kutunggu Kau di Pasar Minggu (FTV), Legenda Ular Putih, Leila Majenun (1975), Liontin, Love, Luna dan Aina, Mamamia (FTV), Manusia Enam Juta Dollar (1981), Mata Setan (FTV), Mawar, Mend4dak Kawin, Mini, Mr. Bego, Museum Spooky (FTV), Mutiara, Nakalnya Anak-anak (1980), Nona, Nona Dewa, Olivia, Opera SMU , Pacar Pilihan, Pacarin Gue Kalo berani, Pacarku Besar Sekali , Pacarku Bukan Istriku, Pacarku Pendek Sekali, Pacarku Untuk Calon Kakak Iparku (FTV), Pangeran Penggoda , Pasangan Heboh, Patah hati? Capek Deh (Cookies), Pelangi di Matamu , Pelangi di Matamu 2 , Peluk Aku 3 Menit (Cookies), Pembantu Milyarder, Pengantin Remaja , Pengantin Remaja (1971), Penyihir Cinta [4] , Pesona Natalia (1986), Pura-Pura Kawin, Putri Kembar , Putri Yang Terbuang, Rahasia Pelangi , Rahasiaku, Ratu, Romantika Remaja, Siapa Takut Jatuh Cinta , Sissy Putri Duyung, So What Gitu Lho!?!, Sujudku, Sumpah, Gue Sayang Loe! , Tabir Asmara (FTV), Tamu Agung (1955), Terpikat, Wulan.

136 Film diatas ditengari mirip dengan :

Mr Arogan, High School Musical , The Magnificent Seven (1960), No Small Affair (1984), No Small Affair (1984), Stairway To Heaven, Maria Cinta Yang Hilang, Love Storm Taiwan, Wish Upon A Star, Fly Me to Polaris, Hana Yori Dango, Devil Beside You , Goong / Princess Hours , My Girl, Xiong sha/Homicides Criminal Part II (1976), Just My Luck, Silk, Lipstick (1976), Princess Returning Pearl , Anything for You, 1 Litre of Tears , Corner With Love, Never Been Kissed, Yokohama, Candy Candy, My Dream Girl, My Sassy Girl, C.H.I.P.S (1977), Beautiful Days , Hanazakarino Kimitachihe, 100 Days With Mr. Arrogant , 200 punds of Beauty, Maria Mercedez, Pure Love of 19, Love Needs Miracle, the OC, Beauty and the Beast, My Sassy Girl, Stairway To Heaven, Just Like Heaven, My Boyfriend is Type B, Itazura na Kiss , It Started With A Kiss , The Lord of The Rings, My Name is Kim Sam Soon , The Nanny, Endless Love , Vachan, Snow Angel , Romance in the Rain , Taegukgi, Doraemon, Hello God, Kareshi Kanojo No Jijou, Serendipity, Harry Potter, A Bright Girl’s Success Story , High School Musical , Prince Who Turned Into a Frog , Meteor Garden I , Be Strong Geum Soon , Chori Chori Chupke Chupke, Endless Love , Romance, Terms Of Endeagement, My Name is Kim Sam Soon , Romance, A Walk to Remember, Princess Diarry, Lovely Complex, My sister in law is 19, Love Me If You Dare, Person I Love, Imitation of Life (1959), Sad Love Song, At The Dolphin Bay , The Glass Menagerie (1950), Daag, East Of Eden/Cloud Stairway, The Exorcist (1973), Lovely Rivals, Mulan, Stairway To Heaven, Notting Hill, White Snake Legend, West Side Story (1961), Glass Shoes , The Outsiders, Popcorn, Because I Said So, The Six Million Dollar Man (1973/1974), The Eye, One Million Roses, Wonderful Life, Min Min, Along Came Polly & Austin Power, Night at The Museum, Popcorn, The Sound of Music (1965), Pure Love of 19, Lady Oscar/Rose of Versailes, She’s the Man, Great Teacher Naomi , Lovers in Paris, My Tutor Friend, My Name is Kim Sam Soon , Come Back Soo Ae, Lovely Complex, 10 Things I Hate About You, Devil Beside You , Fantasy Couple, John Tucker Must Die, Hoshi no Kinka , Kamisama Mou Sukoshi Dake , John Tucker Must Die, Fantasy Couple, My Little Bride , Love Story (1970), The Magicians of Love , Return to Eden (1986), Full House, 100% Senorita / Twin Sisters , Putri Bunga Persik, Love Apart A Moment , Kal Hoo na Hoo, Snow Queen, John Tucker Must Die, Meteor Garden I / Hana Yori Dango, Aquamarine, Friends, Rosalinda, Smiling Pasta , What Lies Beneath, The Inspector General (1949), Kuch-Kuch Hota Hai, Yellow Handkerchief.

Untuk mempermudah, lihat saja daftar berikut ini :

 film-mirip

Selain terkenal mencontek, film lokal kita sejak dulu terkenal tidak berkualitas. Terutama pada era tahun 80-an, dimana menjadi tahun keemasan perfilman nasional. Dalam tahun itu, sedikitnya 100 buah film nasional diproduksi, meskipun belum memenuhi jumlah yang ditargetkan Menteri Penerangan (waktu itu) Harmoko yakni sebanyak 200-an film nasional. Waktu itu pemerintah pernah mengeluarkan aturan setiap empat film impor, harus diimbangi dengan satu film lokal. Hukum pasar pun diberlakukan. Karena dikejar target, semuanya serba terburu-buru. Produser film tentu berpikir film apa yang laku dipasar, sehingga modal yang telah dikeluarkan cepat kembali. Cara paling gampang, ya, bikin film panas. Dari situlah mulai bermunculan film panas seperti Pembalasan Ratu Pantai Selatan, Bernapas dalam lumpur, dll. Sampai komedi humor seperti Dono Kasino Indropun tak luput dari adegan sensual.

Meskipun banyak pihak mengecam hadirnya film-film tersebut, insan perfilman bersikap “emang gue pikirin” dan terus memproduksi film berselera rendah tersebut. Tampaknya tradisi “emang gue pikirin” itu turun temurun hingga sekarang. Meskipun sekarang sudah tidak ada lagi film panas, tapi sinetron selalu dihiasi dengan pertengkaran rumah tangga, perceraian, iri hati, dengki, dan lain-lain yang semakin meracuni pikiran generasi bangsa.

Semoga setelah munculnya Ayat-Ayat Cinta dapat memacu insan perfilman dalam negeri untuk memproduksi film hasil karya sendiri yang bukan cuma sekedar hiburan tetapi juga mendidik. Dan semoga saja dimasa mendatang, masyarakat mulai dapat berubah kebiasaannya dari masyarakat penonton menjadi pembaca. Karena memabaca sesungguhnya lebih bermanfaat daripada menonton film.

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/daftar-contekan-film-indonesia/

Referensi :

nb : Saya sendiri tidak suka nonton sinetron, jadi jika ada kesalahan dalam tabel diatas mohon dikoreksi. Daftar tersebut saya kumpulkan dari berbagai sumber.



Related Posts

33 Comments to “Daftar Contekan Film Indonesia”

  1. LieZMaya Says:

    huhu yah banyak juga temen yang hobi nonton pada protes…katanyah “basi!”

    asal kejar duit, dan yang paling menyebalkan film/ sinetron itu jalan ceritanyah terus diperpanjang sampe nggak jelas…hah cape dech
    tengok sajah banyak sinetron yang berusia lebih dari berbulan bulan bahkan bertahun2, sampe cape penontonnya tiap hari ujung2nya airmata kekekek :))

    Rosyidi :Ya, emang sih topik ini dah sering dibahas dimana2. Tapi aku liat blom ada yg buat tabel lengkap :)>-
    Kalo dibandingin ama dorama (orang jepang gak bisa baca drama, jadi merka bacanya dorama) rata-rata selalu dibawah 15 episode. Yang paling panjang mungkin cuma Hana Yori Dango. Tapi itupun tidak langsung jadi satu, melainkan dipisah menjadi 2 squel 1 dan 2. Lalu rencananya muncul movienya untuk versi finalnya.

  2. Riyogarta Says:

    Betul nih. Saya heran kok pembuat filmnya gak malu ya? Dan kok saya merasa mereka membuat ini dengan anggapan tidak ada penonton yang akan tahu kalau ceritanya merupakan hasil contekan :(

  3. rd Limosinr Says:

    :) indo gitu, padahal aku pengen banget kalo indo itu buat pilem ttg perjuangan pahlawan indo, macem Jendral Sudirman duh… pengen banget nongtongnya.

    Rosyidi :Kalo itu, kan dari dulu udah ada.

  4. ferdi Says:

    kayaknya susah deh #3. Habis indonesia banyak UUD. oh iya, setuju deh, gara-gara kebijakan harmoko orang jadi keburu-buru bikin film. Akhirnya kebawa sampai sekarang…

  5. jimmy Says:

    disangkanya para penonton gak akan tau kalo itu jiplakan kali ya.. padahal penonton sekarang kan pinter2

  6. uwiwu Says:

    wah referensi film2 yg banyak…jadi kita bisa tau mana film yg lack of kreatifitas…hmm jadi tau sedikit bagaimana mesin industri ini berputar, ya ? agak greedy jg :-?

  7. Abi Bakar Says:

    Kalau gw ngerespon mengenai sinetron aja yah, kalau menurut gw sinetron ini sebagai racun utama merusak mental bangsa segala generasi (khususnya ibu2x, pembantu dan anak2x abg dan sd). S

    Sinetron bener-bener media sesat yang ngajarin orang menjadi tolol, licik, materialistis dan kejam. Kehidupan tocikmajam (tolol, licik, matre dan kejam) dihadirkan setiap hari oleh sinetron dan dikonsumsi oleh keluarga kita. Ayo kita demo agar sinetron ditiadakan! berangus konspirasi punjabii bersaudara untuk merusak mental bangsa untuk kepentingan mereka!

  8. yusdi Says:

    dari pada nonton sinetron/ telenovela yg ga jelas dan ga mendidik, mending baca buku, belajar, n programming….o:-)

    (heheheheh…….padahal aku juga males belajar :d)

    :)>-

  9. BlogDokter Says:

    Nggak hobi nonton filem Indonesia, jadi nggak bisa komentar banyak.

    Rosyidi :Sama. 99% film diatas aku gak pernah tonton.

  10. M.Ali.Hardityan.F Says:

    yap,sekarang mah dah banyak banget film-film indo yang nyontek film luar.apa mereka tidak mempunyai ide-ide sendiri ya untuk mengembangkan film-film mereka?:d

  11. Okta Sihotang Says:

    agh..film indonesia yang movie sih aku masih suka (not 100% completely) namun klo sinetron, drama, dkk…jauh2 degh ;)

    Rosyidi :Gak jauh beda sih benernya. Ditengarai film bioskop (movie) Indonesia ada juga yg mirip. Bahkan kalo movie taun 80an malah cenderung panas.

  12. Mufid Says:

    Gak peduli mereka mau mencontek atau tidak yang penting saya gak mau nonton :D Karena emang kok kalo diliat-liat ceritanya udah bisa ditebak ‘n ngebosenin yah. Mendingan nonton @ YouTube:D lebih asyik…

  13. sugiyono Says:

    pada intinya semua industri… film sekalipun didesain untuk merespon pasar… Saya memberikan contoh misalkan Burger McD… dulu pada tahun 1990, McD pun tidak banyak dikenal orang indonesia karena karena cita rasanya memang agak asing dengan lidah orang indonesia… namun beberapa tahun akhir-akhir ini apabila kita perhatikan semakin lama banyak dibuka baru cabang McD dimana-mana.. bahkan produknya pun mengalami diversifikasi… disesuaikan dengan lidah orang indonesia….

    Seperti itulah yang terjadi di industi film indonesia… orang indonesia bila nontong 1 little tears pasti pada nangis… namun bila tidak diterjemahkan pasti akan sulit dimengerti… (mengingat film itu dari jepang) yang aku yakin orang indonesia sedikit yang bisa berbahasa jepang…

    Karena film terjemahan pun laku keras di pasar.. dengan rating yang bagus.. maka hukum pasar berlaku… dan tidak bisa disalahkan sepenuhnya pada stasiun TV atau media nya…

    Coba kalo film yang diputer itu gak dilihat oleh masyarakat banyak… pasti gak akan laku… dan beberapa episode aja udah pasti gulung tikar filmnya…

    faktor lain yang perlu diperhatikan adalah murahnya TV dan gratis melihat stasiun TV… Setiap rumah di Indonesia… paling tidak 10 dari 14 rumah pasti memiliki TV… dan karena TV memiliki gambar dan suara (yang lebih lengkap dibandingkan radio) aku yakin TV menjadi pilihan entertainment yang lebih menyenangkan bagi keluarga dibandingkan dengan membaca buku…!!!!

    Bukannya offensive gam… tapi percayalah selama TV masih murah dan stasiun TV disiarkan secara gratis… apa yang kamu sebut sebagai “dibajak gak mau, tapi mau membajak” itu masih akan terus berlanjut..!

    Rosyidi :Ya, memang. Tahun 80an juga seperti itu. Bahkan para produser mengikuti kehendak broker. Broker yang dapat mencarikan dana cepat, dan produser didikte ama broker agar membuat film2 panas, agar balik modalnya cepat, karena film sejenis itulah yang laku pada tahun2 segitu. Sekarangpun sepertinya gak jauh beda. Karena masyarakat suka film2 Asia, mereka me”mirip”kan filmnya.

  14. annmolly Says:

    dari dulu udah berenti nonto setantron. kebanyakan nyonteknya. [-(

  15. toim Says:

    wah, indonesia ternyata bangsa pembajak luar dalem yah :D
    Sebenernya awalnya niru2 sih gpp, asal lama2 punya ciri khas dan storyline sendiri.
    manga jepang pun pada awalnya niru2 amerika, trus mereka mengembangkan teknik manga sendiri, dan…malah lebih ngetop manga dibanding komik amrik di indonesia.
    Sedangkan shit-netron? tau sendiri-lah jawabnya :(

  16. ario dipoyono Says:

    :d:d weitz.. lengkap banget to kang…:-?

  17. pututik Says:

    poin terakhir yang aku ambil, jadilah masyarakat yang gemar membaca (untuk mencari ilmu) bukan masyarakat penonton. gam boleh deh aku didaftarin di bukunya, tapi nggak janji aktif ya. masih belum full online nih sekarang.

    Rosyidi :Makasih udah mau bergabung. Udah aku daftarin. Aku kirim passwordnya lewat email.

  18. Darkum Sudiro Says:

    wuih
    lengkap bener daftarnya
    saya juga termasuk yang anti sama sinetron tak bermutu

  19. daustralala Says:

    mas, rajin banget sih bikin list begini? ckckck…salut

    Rosyidi :Tinggal gabungin dari berbagai forum koq :)
    Aku sendiri cuma beberapa judul yg pernah aku liat.

  20. orangutanz Says:

    nice post! huehehe… ternyata ada yang memantau sampe sedemikian jauh huhuhu….

    lam kenal

    Rosyidi :Salam kenal juga :)

  21. Median Says:

    Comment bwt sugiyono
    Mskipun orang2 indonesia g bisa bhs jepang bukan brarti bisa diindonesiakan seenakx tinggal didubbing aja orang2 juga pasti ngerti

  22. Danu Says:

    film-film sekarang ga seru nontonya,
    apalagi sinetron nya,
    jalan ceritanya itu-itu semua,
    ga ada yang beda,
    hhhh…
    kapan yah film indonesia bisa bermutu :d

  23. aLe Says:

    bener,
    film ayat2 cinta memang keren,
    film yg paling cepat dibajak,
    film yg paling dicemooh awal2nya,
    tapi yg bikin salut dr film ayat2 cinta adalah :
    film yg paling lama nampang di bioskop di Malang ;)
    biasanya film laen hanya betah 2 mingguan,
    ni AAC bs brtahan smp 3 minggu lebih, keren dah,.

    Rosyidi :Kalo di Surabaya kayaknya lebih dari sebulan deh. Bahkan ada yg nontonya sampe berkali2.
    Ntar kita bikin film surat2 cinta yuk. Sapa tau laris juga :)) hahaha…

  24. heri Says:

    hehe, itu baru film sama sinetron yak….
    belum kuis, acara idol-idolan, sama yang lain-lain tu banyak banget…

  25. mk Says:

    Kalo aku untung ada internet.. Kalo tidak bisa sakit jiwa lihat sinetron indonesia yang isinya cuma jiplakan dan budaya hedonisme serta berisi kesesatan yang nyata.. Kalo gak ada internet ya bikin program saja.. hehehehe…

  26. noki Says:

    lebih suka nonton anime:d

  27. HUzaIr Says:

    Gak tau nih!
    pusing mikirin sifat bangsa tercintaku ini.
    emangnya providernya gak pada malu apa nyuguhin film-film macem itu, jadi apa bedanya ama koruptor. kok brani-braninya maling teriak maling. eh, ngomong-ngomgong artis-artisnya tau gak sih klo itu film contekan.
    mas suka Ayat-ayat cinta juga ya?
    sama donk.
    tapi sayang agak beda ama bukunya.

  28. Robby Says:

    kalo saya sih nonton tv pas ada bola sm berita, sama nonton video clip musik, drpd nonton tv mending ngoleksi video Discovery sm National Geographic atau baca koran.

  29. vicky Says:

    walah-walah :d ternyata hampir semua sinetron yang tiap hari di tonton sama ibuku film import semua ya??? Baru tahu aku…… mas rosyidi dapat, cuma saran nih, kapan-kapan ditambahin ya isi tambel nya….. kayaknya kurang banyak tu…. :)):)):)) becanda mas. itu dah banyak banget kok

  30. pecinta film Says:

    udah pernah lihat film tora sudiro yang baru, itu lho yang “burungnya” berbicara. Saya lihat trialnya di youtube, wah ceritanya itu udah pernah saya baca/tonton, bedanya penambahan heboh “burungnya”

  31. viana Says:

    gue udah neg bgt ama sinet kita. udah jiplak, ngak mau ngaku, trus dipanjang2in lagi kyk kereta api. Padahal itu cerita mestinya bagus, lama jadi bosenin en ngawur ceritanya. gue rasa otak yang bikin film udah pada buntu kali, ngak ada ide sama sekali. mungkin juga lebih gampang kali, ngak usak usah cape2 mikir. yang maen jg tinggal di sodorin film aslinya, suruh nonton trus ikutin aja kali

  32. tedjo Says:

    tedjo sepakat sama bung rosyid.

    terakhir movie yang aku tonton adalah “film horor”
    tokoh tokohnya kalo gue amat2in hampir mirim sama scooby doo..

    untungnya, di “film horor” itu ga ada anjingnya, heheheeee…

    kalo film gundala putra petir di taun 80an kayaknya juga njiplak flashman, manusia yang memiliki kecepatan yg luar biasa.

    kalo film yang sangat gue suka adalah garapannya om dedy mizwar yang kiamat sudah dekat. mendidik banget, tapi gue ga tau apakah om dedy juga njiplak atau ngga…?

    untuk film anak2 kenapa TV justru ngasih film yang membuat anak2 memiliki imajinasi tinggi tapi mereka jadi ga tau tokoh2 cerita dari negeri sendiri kayak naruto, kenshin dll.

    kayaknya kita juga perlu ngasih semangat buat mereka kaum kartunist indonesia supaya mereka lebih kreatif, kritis, dan edukatif. soalnya ini bukan masalah ngejar tender or sekedar cari duit. ini menyangkut kehidupan masyarakat indonesia….

    salam kenal dari saya…..

    Rosyidi :Salam kenal juga. Terima kasih masukannya. Akan saya masukkan dalam tabel kalo ada waktu luang :)

  33. lady Says:

    gimana lagi…

    kyk lagu perjuangan: itulah indonesia :-"

Leave a Reply

:) :( :d :"> :(( [[dnc]] :x 8-| :o :-? :-" :-w ;) [-( :)>- more »


Jika ingin berlangganan artikel2 terbaru dari rosyidi.com klik disini
WP-Highlight