Entah dari mana, seseorang tiba-tiba berdiri di depan saya. Wajahnya tampan, hidung mancung, alis tebal, bibir tipis, badan tinggi, dari bibirnya selalu tersungging sampai sekarang saya tidak tahu namanya. Ia begitu kurang ajar, masuk rumah orang tampa ijin, langsung berdiri di hadapan saya. Gila, tidak ada privasi, pantas kalau telpon sekarang mudah disadap.
Walau agak tersinggung dan dongkol, sebagai orang jawa dengan adat ketimuran yang kental, saya memaksakan diri tersenyum dan menyapa.
“Siapakah Anda?”tanya saya
“Saya bukan siapa-siapa.” Jawab orang itu.
“Siapakah Anda?”
“Saya tidak dimana-mana.”
“Siapakah Anda?”
“Saya tidak punya apa-apa.”
“Gimana to situ itu, saya tanya nama kok jawabnya tidak karuan. Bagaimana Anda tidak menjadi siapa-siapa dan tidak ada dimana-mana, dan tidak punya apa-apa!”(saya mulai emosi)


