Buku-buku Islam sangat cepat berkembang, namun seringkali kita bingung dimana bisa mendapatkan buku tersebut. Toko buku biasa seringkali tidak menyediakan buku yang kita inginkan. Karena itu disini kami mecoba menghimpun seluruh toko buku Islam di Indonesia, yang nantinya dapat mempermudah kita dalam mencari buku-buku Islam dengan leluasa.
93 views
PERINGATAN !!! Jangan hanya membaca judulnya saja. Baca isi, atau paling tidak kesimpulannya.
“Tuntutlah ilmu, walaupun ke negeri Cina”
(HR. Ibnu Addi dalam Al-Kamil (207/2), Abu Nu’aim dalam Akhbar Ashbihan (2/106), Al-Khathib dalam Tarikh Baghdad (9/364), Al-Baihaqiy dalam Al-Madkhol (241/324), Ibnu Abdil Barr dalam Al-Jami’ (1/7-8), dan lainnya, semuanya dari jalur Al-Hasan bin ‘Athiyah, ia berkata, Abu ‘Atikah Thorif bin Sulaiman telah menceritakan kami dari Anas secara marfu’)
Kita sudah sangat sering mendengarkan kalimat diatas dari cermah ataupun khutbah Jumat. Tidak sedikit “da’i” yang menyatakan kalimat tersebut merupakan ucapan Rasulullah.
Tapi tahukah anda bahwasannya menurut ahli hadis kalimat itu bukan berasal dari sabda Rasulullah Sallahu Alaihi Wassalam.
Ini adalah hadits dhaif jiddan (lemah sekali), bahkan sebagian ahli hadits menghukuminya sebagai hadits batil, tidak ada asalnya.
“Jika anda mendapatkan tulisan di rosyidi.com bertentangan dengan Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu ’alaihi wa salam, maka tinggalkanlah apa yang aku katakan.”
Mengingat pelanggan artikel terbaru semakin meningkat dan saat tulisan ini dibuat sudah mencapai 952 email yang berlangganan. Karena itu statement diatas saya buat agar tidak langsung menerima apa adanya semua tulisan yang ada di Rosyidi.com. Kalimat tersebut saya buat mengacu pada perkataan 4 Imam Madzhab yang semuanya melarang taqlid buta :
Imam Asy-Syafi’i (Imam Madzhab Syafi’i) :
”Jika kalian mendapatkan di dalam kitabku apa yang bertentangan dengan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka berkatalah dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan tinggalkanlah apa yang aku katakan.” (Al-Harawi di dalam Dzammul Kalam,3/47/1)
Imam Abu Hanifah (Imam Madzhab Hanafi) :
“Tidak dihalalkan bagi seseorang untuk berpegang pada perkataan kami, selagi ia tidak mengetahui dari mana kami mengambilnya.” (Ibnu Abdil Barr dalam Al-Intiqa’u fi Fadha ‘ilits Tsalatsatil A’immatil Fuqaha’i, hal. 145)
Imam Malik ( Imam Madzhab Maliki):
“Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia yang kadang salah dan kadang benar. Maka perhatikanlah pendapatku. Setiap pendapat yang sesuai dengan Kitab dan Sunnah, maka ambillah. Dan setiap yang tidak sesuai dengan Al Kitab dan Sunnah, maka tinggalkanlah.” (Ibnu Abdil Barr di dalam Al-Jami’, 2/32)
Imam Ahmad bin Hambal ( Imam Madzhab Hambali )
“Janganlah engkau taqlid kepadaku dan jangan pula engkau mengikuti Malik, Syafi’i, Auza’i dan Tsauri, Tapi ambillah dari mana mereka mengambil.” (Al-Fulani, 113 dan Ibnul Qayyim di dalam Al-I’lam, 2/302)
Aliran yang benar :
Saat ini banyak terjadi perselisihan dalam urusan Agama. Semakin banyak pula bermunculan aliran-aliran sesat. Sebagian sudah dilarang, tapi tidak sedikit pula yang masih tumbuh subur di negara kita ini. Agar tidak keluar dari ajaran Rasulullah, mari kita simak wasiat terakhir Rasulullah,
Baca Selengkapnya »
Agam Rosyidi mengucapkan :
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Eid Mubarak
Sugeng Riyadin
Bonne Fete d´Idul Fitri
Idul Fitri rul chukhamnida
Happy Ied-ul Fitr
Taqabbalallahu minnaa wa minkum
Semoga Allah SWT menerima amal dan ibadah kita di bulan Ramadhan
Update 12/10 07 ; 21.40WIB :
- Change 1427H to 1428H.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, sudah menjadi tradisi masyarakat Indonesia untuk meributkan masalah penentuan kapan hari raya akan dilaksanakan. Ini tidak lepas dari peran dua ormas Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Muhammadiyah berpatokan menggunakan Hisab, sedangkan NU dengan Rukyat. Setiap tahun tidak ada habisnya perdebatan antar kedua kubu ini. Akhirnya menghasilkan penentuan Hari Raya yang berbeda2. Tidak ada yang mau mengalah. Mengapa hal ini terjadi?
Sebelum beranjak lebih jauh dengan perbedaan kedua kubu, kita sebagai umat muslim harus tau dasar2nya yang mereka pakai. Jangan asal ikut2an, dan jangan asal pula memilih yang paling cepat.
Ketika berbuka puasa, TV dan Radio ramai2 mengumandangkan Adzan Magrib. Dan diikuti oleh do’a buka puasa :
Bismillahi allahumma laka shumtu, wa ’ala rizkika afthartu.”
Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka
(Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir hal 189 dan Mu’jam Auwshath).
Bunyi hadis lengkapnya adalah : “Dari Anas, ia berkata : Adalah Nabi SAW : Apabila berbuka beliau mengucapkan : Bismillahi, Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu ( artinya : Dengan nama Allah, Ya Allah karena-Mu aku berbuka puasa dan atas rizqi dari-Mu aku berbuka).” (Riwayat : Thabrani di kitabnya Mu’jam Shogir hal 189 dan Mu’jam Auwshath).
Dan berbagai macam bacaan semisalnya. Karena memang banyak hadis serupa yg lafadznya berbeda2. Tapi anehnya bahkan sampai ada sebuah stasiun TV yang melagukannya.
Perlu kita ketahui, bahwa hadis diatas itu dhoif / lemah, karena : Baca Selengkapnya »
