Cara Melarikan Diri Ketika Kebakaran

6,126 views

Kebakaran sudah bukan merupakan kata2 asing di telinga kita. Hampir setiap minggu selalu kita dengar berita kebakaran di berbagai penjuru Indonesia. Mulai dari kebakaran pemukiman, pasar, hingga gedung beringkat. Dan karena minimnya pengetahuan masyarakat, sehingga menyebabkan banyak korban berjatuhan. Pemadam kebakaran juga tidak bisa kita andalkan sepenuhnya. Tidak ada layanan Emergency Call 911 seperti di Amerika (hanya di Jakarta saja yg ada, tapi banyak yg belum tau karena kurang sosialisasi), disiplin petugas yg kurang, dan juga peralatan yg tidak memadai seringkali membuat pemadaman terlambat dilakukan.

Ada sedikit cerita menarik dari kebakaran pasar induk di Pacitan.

Ceritanya begini ! kata temen simbah,” pada saat terjadi kebakaran sore itu di pasar induk warga panik dan berusaha meminta bantuan petugas pemadam kebakaran dengan menelpon kantor pemadam berkali-kali namun tidak ada yang mengangkat, padahal kebakaran terjadi pada jam 7 malam, seharusnya masih ada petugas yang siap sedia untuk merespon warga, mereka kan seharusnya memang siap tanggap kapan saja,!, setelah telepon tidak membuahkan hasil, akhirnya seorang warga berinisiatif mendatangi kantor pemadam tersebut, dan sialnya sopir pemadam kebakaran itu tidak ada tempat, jadi harus menunggu hampir 20 menit untuk mencari sopir tersebut, sang sopir akhirnya di temukan dan siap berangkat ke lokasi tapi anehnya kata sopir kunci mobil itu hilang!, maka seluruh kantor sibuk mencari kunci dan mengulur waktusemakin lama lagi benar-benar tidak siap dan amatir.

Setelah kunci ditemukan apakah masalah sudah selesai ternyata tidak!, mobil siap di bawa kelokasi kebakarn, ternyata air di tankimobil pemadam kosong melompong alias kering kerontang, maka terpaksa butuh waktu lagi untuk mengisi air untuk pemadam itu, benar-benar memakan waktu dan membiarkan api semakin melalap pasar. Setelah air terisi meluncurlah Mobil pemadam satu2nya di Pacitan itu untuk memadamkan api yang sudah 75% membakar pasar , sialnya ketika water cannon si semprotkan ke Kobaran api, air dari water cannon keluar seperti pancuran wudu kecil sekali dan hanya keluar bebera centi meter dari mulut selang fiuuuh benar sempurna deh ketololanya, kata petugasnya klepnya rusak lupa di perbaiki,

Karena tidak bisa mengandalkan petugas, akhirnya masyarakat memikirkan jalan sendiri untuk menyelamatkan diri. Tapi sialnya, karena ketidak tahuan, tindakan yg mereka lakukan justru membawa maut bagi diri mereka sendiri.
Sudah seringkali terjadi, ketika terjebak di dalam rumah yang terbakar, justru banyak sekali yg justru melarikan diri ke kamar mandi. Alasannya sederhana, kita masih beranggapan bahwa air dapat memadamkan api. Itu tidak sepenuhnya salah. Namun perlu diingat, itu hanya berlaku jika jumlah air lebih banyak daripada besarnya api. Banyak yg tidak menyadari bahwa air dapat mendidih dan menguap karena api.

Taukah anda, sebagian besar orang yg memilih jalan tersebut berakhir dengan tubuh terpanggang. Salah satu contohnya adalah keluarga Anthony Wijaya. Tragedi tersebut terjadi pada Rabu, 10 Agustus 2007, di Jalan Hadiah II RT 03/ RW 11 No 12, Jelambar, Jakarta Barat. Yang beritanya dapat anda baca di Tabloid Nova.

.

Setelah itu, petugas menemukan 9 korban di dalam dua kamar mandi. Di kamar mandi bawah ada 6 korban, sedangkan 3 korban lain di kamar mandi atas. Mereka ditemukan saling berangkulan.

Bahkan menurut dokter Heru, SpB, banyak sekali korban kebakaran yang berendam di dalam bak mandi. Dan ketika ditemukan, dapat dilihat dari raut wajah dan posisi tubuh mereka yg menandakan bahwa mereka sangat kesakitan. Jika beramai2, seringkali berangkulan satu sama lain.

YANG SEBAIKNYA ANDA LAKUKAN :

1.Ketika Berada di Gedung Bertingkat

Daripada mati perlahan2 dilalap si jago merah, jika anda berada di gedung tinggi, lebih baik terjun bebas. Asalkan kaki dulu yg mendarat di tanah, paling2 hanya patah kaki. Begitulah tutur dokter yg juga menjadi pengajar mata kuliah Ilmu Bedah di FK dan FKG UNAIR.

Dan memang benar, seseorang yg melompat dari lantai 17pun tetap hidup. Joshua S Hanson (29), penduduk kota Blair, Wisconsin merupakan salah satu contohnya.

Menurut laporan polisi, sebelum kejadian yang menimpanya, Hanson dan kedua temannya baru saja pulang ke Hotel Hyatt, Sabtu, 20 Januari 2007, pukul 1.30 dini hari, dari acara minum-minum. Ketika lift yang dia naiki mencapai lantai 17, Hanson keluar dan tiba-tiba lari menuju sebuah jendela. Sesampai di depan jendela, dia tampaknya kehilangan keseimbangan dan jatuh menerobos jendela kaca. Dan dia terjatuh pada ketinggian 300 kaki (90m).

Beritanya dapat anda baca di : TimesOnline, CBS News, ABC News, KSTP TV, Kompas, dll.

Di Indonesia, tentunya tidak perlu khawatir jika melompat dari gedung tinggi. Karena kebanyakan gedung di Indonesia tidak tinggi. Beberapa pasar yang terbakar, misalnya Pasar Turi Surabaya, dan gedung2 lainnya, rata2 hanya memiliki sekitar 3 lantai.

2. Ketika Berada di Rumah

Lalu jika anda berada terjebak dirumah, anda dapat mengambil handuk dan membasahinya, dan coba terobos kobaran api secepat mungkin. Ketika berada di dalam ruangan yg terbakar, sebaiknya anda merundukkan tubuh, karena udara yg dekat dengan lantai lebih bersih, itu disebabkan asap api selalu mencari tempat yg lebih tinggi.

Tindakan menerobos api dengan cara ini bukanlah tanpa resiko. Jika api belum berkobar besar, mungkin anda akan selamat dengan cidera ringan. Namun jika api sudah berkobar besar, mungkin sedikit banyak akan ada luka bakar. Tapi daripada anda berdiam diri di kamar mandi menunggu ajal, bukankah hidup dengan luka bakar jauh lebih baik.

PILIHAN SULIT

Memang disini kita dihadapkan pada suatu dilema yg sulit. Dimana jika tetap berdiam diri akan hangus terbakar, jika menyelamatkan diri mungkin bisa patah tulang, atau luka bakar. Tapi tentu saja kita berusaha memilih efek yg paling ringan. Daripada mati, lebih baik tetap hidup dengan cidera. Patah tulang masih bisa di sambung kembali dengan pengobatan modern yg terus berkembang. Dan luka bakar masih bisa di operasi plastik. Tapi jika anda sudah mati, dokterpun tidak akan sanggup berbuat apa2.

PENTING : Semua ini hanya boleh anda lakukan ketika situasi benar2 tidak memungkinkan ( darurat ), dimana tidak ada pemadam kebakaran, ataupun tidak ada pertolongan dari pihak lain sama sekali.

Penulis :
Agam Rosyidi

URL :
http://rosyidi.com/cara-melarikan-diri-ketika-kebakaran/

Referensi :
Contong
Tabloid Nova
Kuliah Ilmu Bedah FKG UNAIR 2006
Times Online


 

Kata Kunci yang sering dicari untuk artikel ini :
artikel kebakaran, makalah pemadam kebakaran, artikel tentang kebakaran, cara menyelamatkan diri dari kebakaran, makalah tentang kebakaran, prosedur latihan kebakaran, laporan latihan kebakaran, ilmu kebakaran, contoh kejadian kebakaran, makalah kebakaran, tindakan saat kebakaran, contoh laporan kebakaran, prosedur menyelamatkan diri dari kebakaran, cara melarikan diri dari kebakaran, cara penyelamatan diri saat terjadi kebakaran, evakuasi kebakaran, contoh emergency drill, contoh peristiwa kebakaran, situasi darurat kebakaran, penyelamatan diri dari kebakaran, contoh contoh kebakaran, contoh simulasi kebakaran, cara menyelamatkan diri dari kebakaran hutan, orang-orang yang menyelamatkan diri dari kebakaran, cara-cara pelatihan fire drill di hotel, contoh kebakaran, contoh laporan latihan kebakaran, tanggap darurat kebakaran, artikel kebakaran hutan, kebakaran, cara latihan pemadaman kebakaran, ???, arti masalah kebakaran, cara cara menyelamatkan diri ketika kebakaran, motivasi bangunan terbakar, menyelamatkan diri dari kebakaran, menyelamatkan diri saat kebakaran, menyelamatkan kebakaran, metode latihan lompat galah, langkah langkah menyelamatkan diri dari gunung meletus, metode terhindar dari kebakaran, metode terhindar dari kebakaran dan prosedur evakuasi, modul cara menyelamatkan diri, langkah menyelamatkan diri dari kebakaran, langkah-langkah menyelamatkan diri ketika kebakaran di pejabat, modul latihan kebakaran, langkah menyelamatkan diri dari tsunami, makalah kebakaran yang terjadi dirumah, langkah untuk latihan kebakaran, prosedur latihan pemadam kebakaran

Related Posts (Artikel Terkait) :
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

16 Komentar pada “Cara Melarikan Diri Ketika Kebakaran”
  1. dani iswara says:

    jd hrs rajin sport2 utk lari2 dan lompat.. :D

  2. dianz says:

    agam, pas aku baca ini kok aku jadi kepikiran bhw kamu pernah mengalami kebaran.. :D

    Rosyidi :Alhamdulillah aku blom pernah ngalamin, dan semoga saja tidak akan mengalaminya. Tulisan diatas merupakan sedikit pengembangan dari kuliah yg aku dapat :)

  3. AG. Syam says:

    Dinas pemadam kebakaran memang kadang susah dihubungi, namun untuk menghindari hal itu ada cara jitu yg sdh dilakukan di kelurahan saya, yaitu apabila terjadi kebakaran maka warga diharuskan melapor ke posko di kelurahan. Segera setalah mengecek kebenarannya, petugas posko menghubungi Dinas Pemadam Wilayah dengan nomor khusus. Di bulan Ramadhan kemarin terjadi 3 kali kebakaran di kelurahan saya, Alhamdulillah dalam waktu kurang dari 1 jam kebakaran dapat dipadamkan.

    Rosyidi :Cara yg cukup bagus juga. Tapi itu tergantung kelurahannya juga. Kalo keluarahannya baik hati seperti itu, begitu bersyukurnya para warganya. Tapi kalau kelurahannya cuek, ya warga tidak bisa juga mengandalkan keluarahan. Perlu ada koordinasi yang bagus dari kepala desanya. Semoga saja seluruh kelurahan bisa seperti itu.

  4. mr.bambang says:

    Pertama kali yang perlu dilakukan mungkin dengan teriak sekeras-kerasnya kalau ada kebakaran atau pukul kentongan..biar yang tidur-tidur pada bangun dan segera melarikan diri sesuai dengan cara di atas :d

    Rosyidi :Itu kan kalau malem, kalo siang kan gak perlu :p
    hehehe..

  5. pututik says:

    :-? ngeri juga yah kalo harus langsung lompat, nggak kebayang rasanya kalo kaki kita remuk :-" apalagi mengingat peristiwa kebakaran hebat sepanjang masa yaitu gunung meletus. Halah nggak nyambung :d

  6. kangguru says:

    jadi harus latihan lompat galah hehehehheheheh :d

  7. Kombor says:

    Sepertinya masuk akal kalau kita lompat ke bawah asal kaki dulu yang sampai maka kita akan tetap hidup dengan risiko paling besar patah tulang kedua kaki.

    Ada teknik untuk melompat tapi kalau 17 lantai… waahhh… ngeri juga.

    Rosyidi :Lantai 17 itu kan cuma contoh. Contoh bahwa kalau melompat dari lantai 17pun ada juga yang mati. Bukan berarti setiap orang bisa sama hasilnya. Tergantung kondisi orangnya juga.
    Lagian kan gak perlu takut dng hal itu. Gedung di Indonesia kan gak tinggi2. Paling cuma beberapa persen doank yg tinggi.

  8. imcw says:

    Seandainya boleh memilih, lebih baik tidak mengalaminya Gam. :(

    Rosyidi :Ya, idealnya memang seperti itu. Namun namanya bencana kan tidak bisa diperkirakan. :)
    Kalo pengen terhindar, sediakan aja peralatan pemadam kebakaran di rumah dan kator dengan cukup memadai. Yg sering kebakaran di Indonesia adalah pasar, karena tidak punya peralatan pemadam kebakaran yg baik. Berbeda dengan Mall dan Gedung2 perkantoran. Mereka bukan cuma menyediakan peralatan lengkap, tapi beberapa juga ada yang melakukan pelatihan terhadap karyawan2nya.

  9. aLe says:

    Mak nyus.,
    Tipsnya seolah2 kamu pernah ngalamin :D

    ah, semoga kita tak kan pernah menjalan kan tips ini
    (maksudnya, smg gak pernah mengalamin kebakaran, [-o< aMin)

  10. gukguk says:

    intinya sih jangan panik yakm selalu berpikir jernih dimana aja. Terjebak di gedung pun, jika anda tidak panik dan mikir dikit, mungkin anda bisa terjun selantai selantai. Tapi itu die bos yang susah tuh gimana caranya kepikiran kayak tips2 diatas waktu kita sendiri yg ngalamin kejadiannya. Makanye dari sekarang kudu sering2 uji nyali, dan latihan sabar biar gak panikan.

    Rosyidi :Mungkin latihannya di taman hiburan dengan menaiki wahana yang ada hubungannya dengan ketinggian. Jadi biar kalau mengalami hal semacam itu tidak begitu takut atau panik :d
    Bagus juga idenya :)

  11. Desia says:

    Assalamu’alaikum..
    Agam, kalau tidak salah tgl 1 Des saya baca koran kompas ada berita 6 orang meninggal karena kebakaran di rumahnya. Posisi mereka ada yang berpelukan, kepala mengarah ke.. yap, bak KAMAR MANDI!

    Oh oh.. miris sekali rasanya.. Saya pun teringat artikel tentang kebakaran yang ditulis oleh Agam. Kalau boleh, artikel itu dikirim ke Kompas saja agar dipublikasikan lebih luas.. Dan semoga tidak ada lagi kejadian mengenaskan seperti itu (hari itu Kompas tidak mengulas bahwa jika terjadi kebakaran di rumah JANGAN BERLINDUNG DI KAMAR MANDI!).

    Terimakasih atas tulisan2nya yang bermanfaat. Semoga mendapat balasan kebaikan dari Allah SWT.

    Wassalamu’alaikum.

  12. rida says:

    :d tis yang sangat bermanfaat tentunya..

  13. Gema says:

    Komentar yang anda tuliskan tidaklah objektif.
    Seluruh pemadam kebakaran di Indonesia sudah menyeragamkan nomor panggilan darurat kebakaran, yakni nomor 113. Di kota Medan sendiri, Petugas pemadam kebakaran tidaklah seperti yang anda tuliskan. Petugas jaga 24 jam dalam beberapa shift, fire truk siap sedia (termasuk airnya pun sudah ada). Demikian juga dengan pemadam kebakaran di wilayah lain. Mohon diluruskan.

    Rosyidi :Maaf tulisan yg manakah yg menurut anda kurang objektif?
    Yg saya maksud dengan Emergency Call disini adalah Panggilan TERINTEGRASI. Jadi semuanya mulai dari PMK, Ambulan, Polisi, dll berada dalam satu Atap Emergency Call. Jadi satu nomor saja mencangkup seluruh kejadian. Di Amerika anda tidak perlu menghafal banyak nomor untuk setiap instansi. Apapun kejadiannya cukup telpon 911, operator 911 lah yang akan menentukan anda membutuhkan unit apa saja dan berapa banyak. operator 911 yg mengatur itu semua. Sedangkan di Indonesia, kita perlu menelpon 113 untuk pemadam kebakaran, 119 untuk Polisi, dsb. Jadi belum ada panggilan gawat darurat yg terintegrasi. Itulah yg saya maksud dari tulisan saya diatas.

    Untuk masalah pemadam kebakaran di kota Pacitan, itu cerita dari teman saya. http://www.contong.com , namun websitenya sudah tidak dapat diakses lagi.

    Saya sangat menghargai kerja keras Pemadam Kebakaran, dan kami memang membutuhkan orang-orang hebat seperti anda. Tulisan diatas hanya untuk mendramatisir keadaan. Dimana saya ambilkan situasi yang paling buruk. Jika kita sudah bisa mengkondisikan dengan situasi yang paling buruk, yaitu dimana petugas pemadam kebakaran belum hadir, kita bisa mengambil tindakan darurat.
    Namun jika petugas pemadam kebakaran sudah tepat waktu, tips yang saya sebutkan diatas sangat terlarang.

    Demikian penjelasan dari saya. Terima kasih atas masukan anda.

  14. teguh_safety says:

    mungkin ada baiknya, semua orang lebih care dengan penting nya emergency drill(latihan simulasi kebakaran) atau emergency exit sederhana dimulai dari rumah anda,..contoh : menempatkan sedikitnya 1 botol pemadam (jika mampu )atau kain asbestos ukuran 1 x 1 mtr (banyak dijual ditoko bahan bangunan ),dilipat dan disimpan ditempat yang mudah dilihat dan dijangkau ,umumnya di area yang rawan terjadi kebakaran semisal dapur,..dan dengan tidak mengurangi estetika keindahan interior rumah anda, ada baiknya menempel stiker arah keluar ruangan untuk memudahkan evakuasi pada saat listrik padam dan bila perlu lampu emergency di setiap koridor,…dan yang terpenting berlatih lah minimal 1 bulan sekali untuk emergency evakuasi, sehingga keluarga anda terbiasa dengan situasi darurat,..dan ingat LOST Anything but not LOST your LIFE and FAMILY ….terima kasih!

  15. Iswanto says:

    makasih. Saya tambahkan ke alat saya mendeteksi kebakaran

  16. Waah,, infonya bagus bgt gan, but moga aja itu g trjadi.

Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3