Boikot Produk Israel Juga Merugikan Palestina

3,283 views

PERINGATAN !!! JANGAN HANYA BACA JUDULNYA

Setiap Israel melakukan gempuran besar-besaran ke wilayah Palestina, selalu muncul wacana untuk melakukan boikot pada produk Israel dan Amerika. Bahkan beberapa ulama mengeluarkan fatwa yang menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel, baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan, pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukan transaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukan kesalahan dan dosa besar.

Namun terlepas dari itu semua, ada dilema yang sangat besar andaikata boikot itu memang diikuti oleh seluruh negara di dunia.

Bukan hanya Israel yang akan terpuruk, Palestina bisa dipastikan juga akan terkena dampak yang sangat besar.

Bukan cuma Israel, Palestina juga akan merugi besar. Dan bahkan bukan hanya Palestina saja, bahkan Indonesia.

Memang ini sebuah dilema, tapi bagaimana itu mungkin terjadi?

Meskipun Palestina memiliki pemerintahan sendiri, namun apa artinya sebuah pemerintahan di daerah jajahan? Semua akses di kontrol penuh oleh penjajah.

Seperti halnya Indonesia dulu. Meskipun dulu Indonesia memiliki pemerintahan sendiri, raja-raja, namun semua itu dibawah pemerintahan kolonial Belanda. Semua akses perdagagan, usaha, dan kehidupan diatur oleh Belanda. Namun bedanya Israel lebih ketat lagi.

Penghasilan Rakyat Palestina

Sebelum menginjak lebih jauh, kita harus tau darimana penghasilan rakyat Palestina berasal.  Ratusan ribu rakyat Palestina sejak 30 tahun lalu bekerja di wilayah Israel. Bekerja di bidang konstruksi, pertanian, medis, dan berbagai bidang lainnya. Jadi jangan dikira penghasilan rakyat Palestina murni dari negaranya sendiri. Penghasilan Palestina  sendiri sebagian besar berasal dari bidang jasa, industri dan pertanian.

Perlakuan Tidak Adil

Tidak semua rakyat Palestina berkesempatan memasuki kawasan Israel. Terutama dari jalur Gaza. Apalagi pada saat perang, sangat sulit mendapatkan izin untuk memasuki kawasan Israel. Bahkan untuk salat di masjid Al-Aqsa pun sulit.

Untuk memasuki kawasan Israel harus melewati beberapa pos penjagaan. Di setiap pos dilakukan penggeledahan.  Seringkali pekerja Palestina terlambat karena hal ini jika tidak berangkat benar-benar lebih awal.  Dan pekerja Palestina selalu dianak tirikan.

Untuk pekerja model seperti ini, sangat besar kemungkinan dipecat apabila perusahaan merugi akibat pemboikotan produk mereka misalnya. Pekerja Palestina pasti diprioritaskan untuk dirumahkan jika terjadi pengurangan karyawan.

Masalah pekerja beda dengan masalah petani. Jika petani lebih susah lagi. Petani biasanya mengeksport produk hasil mereka ke luar negeri. Namun produk mereka selalu di prioritaskan terakhir dalam pengiriman. Israel akan membiarkan sayur Palestina di bandara berhari-hari atau mengirim sesudah barang mereka sendiri beres. Sering ketika sampai di Eropa sayur sudah busuk. Pengemas dan petani Palestina merugi dan reputasi mereka rusak.

Produk Palestina Berlabel Israel

Untuk menyiasati agar bisa langsung dikirim ke luar negeri Produk Palestina diberi label Israel. Seperti misalnya Tomat Palestina, diberi label Carmer yang menyatakan “Produksi Israel”, tomat yang sama berlabel Gaza tidak akan mungkin. Dan ini semua berlangsung sejak dahulu kala hingga saat ini.

Para pekerja jelas tidak senang soal itu, jelas Carmel diuntungkan karena label palsu produksi Gaza, tapi apa daya mereka, pekerja butuh uang untuk hidup.

Jangankan Palestina, Indonesia pun kerap kali melakukan hal yang serupa. Tak jarang kita temui barang produksi Indonesia yang diberi label asing. Bahkan salah seorang penyanyi terkenal Indonesia pun sampai rela pindah negara lantaran tidak akan bisa berkembang di luar jika memakai nama Indonesia. Karena itu jangan heran jika ada sepatu merk luar negeri, ternyata diproduksi di Pabrik Tanggulangin Sidoarjo misalnya.

Salah Boikot

Alih-alih ingin membantu melawan Israel dengan memboikot produk mereka, tapi malah Palestina sendiri yang terkena imbasnya. Karena bisa jadi produk yang anda boikot ternyata buatan Palestina.

Atau produk yang anda boikot memang produk Israel, namun sebagian pekerjanya dari Palestina, sehingga jika perusahaan merugi tentu pekerja Palestina ini duluan yang akan dirumahkan.

Bukan cuma itu, seandainya 80% saja rakyat Indonesia yang benar-benar melakukan boikot secara sungguh-sungguh, bisa dipastikan perusahaan Israel dan Amerika yang di boikot akan hengkang dari Indonesia dan jutaan orang akan menganggur.

Boikot yang berlebihan

Seringkali umat Muslim menyikapi Boikot produk Israel secara berlebihan dengan merusak properti mereka. MUI pun telah memberi himbauan agar tidak salah tafsir, karena boikot itu bukan merusak.

Ada pula yang anti produk Israel berlebihan . Semisal disuguhi Coca Cola ketika bertamu tidak diminum. Ada pula cerita dari teman saya, Surya Atmajaya, ketika dia SMA ada promo dari Coca Cola gratis, dan beberapa anak-anak Rohis (Organisasi Islam di lingkup Sekolah) membuang air cola tersebut ke tanah didepan karyawan Coca Cola.  Hal ini sungguh merupakan tindakan pemborosan. Padahal Rasulullah membenci pemborosan, bahkan makanpun kita tidak boleh menyisakan makanan, apalagi membuang.
“Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan mindil/serbet hendaklah ia menjilati tangannya, karena seseorang itu tidak mengetahui pada makanannya yang mana yang mengandung berkah untuknya, sesungguhnya setan itu selalu mengintai untuk merampas harta manusia dari segala penjuru hingga di tempat makannya. Dan janganlah ia mengangkat shohfahnya hingga menjilatinya dengan tangan, karena sesungguhnya pada akhir makanan itu mengandung berkah. (Silsilah hadits-hadits shahih no. 1404).

Tujuan Boikot

Tujuan sebenarnya dari Boikot produk Israel dan Amerika adalah agar kita tidak ikut andil dalam memberikan Israel keuntungan sehingga dapat dengan leluasa membunuh rakyat Palestina yang tidak berdosa.

Karena itu jangan disalah artikan. Boikot produk Israel bukan merusak properti mereka. Boikot produk Israel bukan membuang apa yang diberikan orang lain, karena yang diberikan orang lain itu halal.

Jadi prinsip jual beli dalam islam begini. Misalnya A membeli kopi curian dari B, dan A membuatkan kopi ketika C bertamu, C tahu bahwa kopi yang disuguhkan A itu curian, tapi kopi itu halal untuk C, karena proses yang dihitung dalam Islam hanya satu level, dimana hubungan C hanyalah dengan A. Masalah itu kopi curian atau bukan itu urusan A. Hanya A yang menanggung dosa, C tidak ikut berdosa.

Prinsipnya hanya satu level. Ini sama halnya dengan prinsip gaji. Misalnya ada pembantu bekerja di Majikan yang korupsi, maka yang dosa itu Majikannya aja, uang yang didapatkan dari Majikan itu halal meskipun dia dibayar dari hasil korupsi. Kecuali kalau pembantu tersebut ikut andil bagian dalam korupsi tersebut.

Jadi jika andaikata hukum Islam tidak memberlakukan satu level, maka bisa jadi uang kita tidak ada yang halal. Karena mungkin saja kalau diruntut uang itu dari mana, bisa jadi uang tersebut dari hasil kejahatan.

Hal ini general dalam Islam. Begitu pula soal makanan, apa yang kita makan selama itu makanan halal hukumnya akan halal, walaupun didapatkan oleh pemberi dari perbuatan kejahatan.

Tugas kita hanyalah menasehati. Terlepas dia mengikuti saran kita atau tidak itu urusan dia.

Menyikapi Boikot Produk Israel dan Amerika

Melakukan boikot pada produk Israel dan Amerika sungguh merupakan dilema. Dimana jika kita melakukan boikot penuh tidak mungkin, karena begitu banyak produk mereka yang belum ada tandingannya. Selain itu jika kita melakukan boikot pada produk mereka bukan cuma mereka yang rugi, tapi kita juga rugi seperti yang telah saya jelaskan pada tulisan diatas.

Karena itu saya lebih memilih untuk “Beli Produk dalam Negeri”

Beli Produk dalam Negeri

Yang membuat bangsa kita kurang maju, karena sikap yang tidak menghargai terhadap produk negeri sendiri. Jepang maju karena mereka begitu cinta pada produk dalam negeri. Dulu produk Jepang mirip produk Cina yang hingga saat ini diremehkan negara lain. Tapi karena keuletan dan kecintaan akan produk dalam negeri membuat negeri sakura itu menjadi negara produsen besar di dunia. Dan membuat pengaruh perekonomiannya melambung menjadi nomor dua setelah Amerika.

Begitu pula India, siapa yang menyangka Bajaj (Bajai) akan mendunia hingga masuk ke Indonesia? Jika tidak karena pengaruh besar Mahatma Ghandi yang mewajibkan membeli produk lokal, siapa yang mau membeli mobil butut yang bunyinya keras, karena saat itu India baru bisa membuat mobil butut. Walaupun jelek, tapi karena rakyat bersatu jadi produk tersebut dapat bersaing di kancah Internasional.

Indonesia sebenarnya bisa membuat mobil, tapi tidak ada yang mau, karena pasti tidak laku karena merk dengan produk luar.

Selama tidak ada kecintaan pada produk lokal, Indonesia tidak akan bisa bangkit.

Pendapat anda boleh jadi berbeda dengan saya. Itu hak anda. Anda bisa menuangkan pendapat anda di kolom komentar.

Wallahua’lam bishowab.

Karya Tulis Asli dari :

Penulis : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/boikot-produk-israel-juga-merugikan-palestina/

Referensi :

Palestina, Duka Orang-orang Terusir yang ditulis oleh Joe Sacco
Wikipedia

Harap mencantumkan Sumbernya yaitu dari http://rosyidi.com/boikot-produk-israel-juga-merugikan-palestina/
jika anda menyalin ke tempat lain.

Kata Kunci yang dicari Pengunjung :

  • boikot produck israel
  • boikot israel
  • produk israel di indonesia
  • boikot produk-produk israel & amerika
  • produk israel amerika
  • boikot israel us produk
  • produk israel / amerika
  • makanan boikot
  • produk israel
  • boikot produk israel
  • produk barang jasa israel
  • boikot amerika
  • barang produk-produk amerika dan israel
  • produk produk israel
  • petani israel dampak boikot
  • produk israel boikot
  • boikot produk amerika
  • produk-produk boikot israel
  • free download software islami
  • boikot
  • produk-produk israel
  • boikot produk israel amerika
  • PRODUK ISRAEL
  • produk makanan israel
  • software islami
  • boikot produk palestina
  • produk-produk israel di indonesia
  • produk israel yang di boikot
  • download free software islami
  • list perusahaan yang memberikan sumbangan ke israel
  • produk di indonesia yg di boikot
  • karya tulis palestina – israel
  • barang produksi israel
  • boikot produk israel di indonesia
  • produk israel amerika boikot
  • boikot produk makanan amerika untuk indonesia
  • produk yang di boikot islam
  • darimana israel dapat uang?
  • indonesia tidak ada boikot
  • Boikot Produk Israel Juga Merugikan Palestina
  • coca-cola israel
  • Produk halal produksi orang islam
Related Posts (Artikel Terkait) : boikot produk israel, produk israel, boikot israel, produk israel di indonesia, boikot israil, produk2 israel, prodak israel, logo boikot israel, boiket israel, artikel tentang perilaku produsen yang merugikan konsumen dalam bidang pertanian, nasionalisme arab dalam perbudakan israel-palestina, merugikan produsen, produck israel, produk - produk yang mendanai israel, mengapa semua bangsa israel sangat ingin membantu palestina, produk boikot israel, produk boikot israel-amerika, produk yang telah di boikot israel, perilaku produsen yang merugikan masyarakat, mossad freemason = yahwe, pola hubungan israel dan palestina, perjanjian yang merugikan palestina, Palestina mengalami krisis ekonomi luar biasa akibat boikot oleh AS dan UNI Eropa hal ini terjadi karena, pekerja palestina di israel, perang israel palestina dampak ekonomi global, perang israel vs pelestina wikipedia bahasa indonesia, perilaku produsen yang merugikan, nama produk bangsa israel, perjanjian camp david ii yang merugikan negara palestina, nama nama produk israel boikot, produk makanan israel di indonesia, produk makanan yahudi di indonesia, sepatu produk israel, sikap kita terhadap negara israel yang memerangi palestina, silsilah firaun, strategi politik israel dan china, sumbangan dari boikot, tanah palestina dibeli israel, tentang boikot produk israel, Unilever israel palestina, unilever produk israel, wikipedia kenampakan alam negara belanda, sejarah intel dan amd dan sebutkan kelemahan dan keunggulan intel dan amd, sejarah dakwah di kawasan anak benua hindia, produk produk boikot, produk sumbangan untuk israel, tempat kaum muslimin di boikot disebut, produk-produk boikot, PRODUKISRAEL, PRODUKSI ISRAEL
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

59 Komentar pada “Boikot Produk Israel Juga Merugikan Palestina”
  1. Ga ada untungnya boikot juga, yang ada cape…mendingan kita pada SMS ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 ya itung – itung nggak ngeroko sehari…..

  2. Oh begitu ya mas….. baru tahu saya kalau kebanyakan orang palestina itu kerja di wilayah israel…..

  3. klo sampe coca cola dibuang di depan si karyawan, masalahnya bukan cuma pemborosan, tapi menyakiti hati sesama muslim dan menimbulkan tak simpatik bagi banyak orang. Memang sekedar niat baik saja belum cukup, perlu adanya informasi yg valid dan tindakan yg sesuai tuntunan agama.

  4. Btw, info menarik ini sudah disebarkan via milist kan ya :)

  5. Anonymous says:

    Kalau kita-kita mau boikot percuma aja gak ada pengaruhnya kecuali pemerintah.

  6. forsythia says:

    maaf sebelumnya, saya berbeda pendapat dengan anda.

    katakanlah dalam satu perusahaan israel, dengan pekerja ada yang israel dan ada yang palestina. jika perusahaan itu mendapat keuntungan dari uang yang kita belanjakan untuk membeli produk mereka, maka tentu yang paling tinggi gajinya adalah pemiliknya -tentu israel-, pekerjanya -israel juga- terakhir pekerja palestinanya -berdasarkan yang anda sebutkan.

    itu kalo untung, kalo rugi -alias produknya kita boikot- seperti anda kemukakan, tentu pekerja palestina nya juga yang paling menderita.

    di lain pihak, kita juga tahu bahwa keuntungan yang dihasilkan perusahaan tersebut digunakan untuk membiayai agresi militer israel atas palestina.

    kesimpulannya, palestina tetap akan dijajah israel, bagaimanapun keadaannya.

    satu, tentu kita menyayangkan kenapa bangsa palestina bekerja untuk israel. sebaiknya bangsa palestina pun bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri, bukan bergantung pada israel. toh ujung2nya bekerja pada israel=merugi.

    dua, ini berarti kita harus memilih dua “keburukan” dan sesuai hadits nabi, diantara dua keburukan, pilhlah yang paling ringan keburukannya.

    saya rasa, aksi boikot produk israel tetap merupakan jawaban atas dilema yang kita hadapi. bagaimanapun juga, dampak perang lebih besar dibanding dampak PHK terhadap pekerja palestina. degan mendapatkan keuntungan dari produk yang mereka jual, israel memiliki kekuatan besar untuk “melakukan apapun” dalam hal ini termasuk mengobarkan perang dimana-dimana. agenda kekejaman israel sudah barang tentu bukan hanya palestina. bukankah anda sendiri sudah membuat postingan tentang karakteristik bangsa israel, saya yakin anda juga mengetahui bahwa israel punya tujuan lebih jauh daripada “sekedar” memerangi bangsa palestina. dan darimana sumberdaya mereka? persenjataan mereka? logistik militer mereka? dari produk2 yang mereka jual untuk kita. nah, masih mau mendanai israel?

    saya setuju bahwa bila kita diberi produk tersebut secara gratis, tentu adalah suatu pemborosan bila kita membuang-buangnya. tapi jangan pula bersikap meremehkan dengan berpikir, apa gunanya boikot? toh tidak ada yang berubah, israel akan tetap memerangi palestina. boikot gak ada pengaruhnya/untungnya…?

    salah besar. sekecil apapun usaha yang kita lakukan untuk menyatakan sikap kita terhadap agresi militer israel, Allah akan mengganjar dengan pahala. boikot adalah kegiatan yang sangat mudah -kita tinggal menghindari membeli produk yang mendukung agresi israel- sangat murah-bayangkan berapa duit yang bisa kita hemat- dan berpotensi meningkatkan kekuatan pasar lokal kita dengan membeli produk dalam negeri.

    apa yang akan kita jawab di akhirat nanti saat anak2 palestina bertanya mengapa kita ikut mendanai peluru yang ditembakkan ke tubuhnya?

    apa yang akan kita jawab pada Allah yang bertanya apa yang telah kita lakukan untuk saudara2 kita di palestina? bahkan kegiatan semudah memboikot pun susah kita lakukan?

    Rosyidi :Tidak masalah anda berbeda pendapat. Saya hargai pendapat anda. Supaya tercipta dialog yang membangun.
    Soal anda menyayangkan warga Palestina yang bekerja untuk Israel, saya tidak melihat itu sebagai hal yang aneh.
    Manusia butuh makan untuk hidup, dan untuk makan diperlukan uang. Bangsa Palestina dibelenggu. Semua perbatasan diawasi ketat oleh Israel. Mulai dari bandara udara, pelabuhan, serta darat, semua dikontrol penuh oleh Israel. Sebagian besar listrik disuplai dari Israel. Saya rasa itu hal yang wajar jika bekerja untuk Israel, walaupun sebenarnya tidak mau, tapi apa boleh buat, daripada mati kelaparan. Saya rasa Indonesia juga pernah melakukan hal yang sama dengan bekerja pada Belanda, entah itu sebagai buruh tani, juru masak, dan lain-lain.

    Jadi mau tidak mau bangsa Palestina harus bekerja pada Israel, dan menggunakan merk dagang Israel.

    Kalau boikot sepenuhnya itu rasanya hampir mustahil dan tidak mungkin dilakukan. Karena banyak produk yang belum tergantikan. Saya pribadi lebih suka dengan “Cintai produk lokal” daripada aksi boikot. Karena sebenarnya mencintai produk lokal sudah merupakan salah satu bentuk boikot produk asing, namun boikot produk Israel belum tentu menumbuhkan kecintaan terhadap produk lokal. Karena penting sekali untuk menumbuhkan kecintaan produk lokal, dan tentunya diikuti pula dengan perbaikan kualitas produk itu sendiri.

  7. ayahshiva says:

    iya bener tuh, mending pake produk dalam negeri sendiri

  8. alex says:

    tidak adakah langkah yang lebih baik dari pada boikot produk…???
    tapi yang jelas memilih produk dalam negeri itu pilihan yang bagus

  9. Sepakat dengan antum…
    Coba dengar penjelasannya pada link di bawah ini. Singkirkanlah kesombongan kita. Mudahan Allah selalu menunjukkan pada kita bahwa yang benar adalah benar..
    Menurut Rasulullah tentunya, bukan hawa nafsu kita..
    Mudahan Allah merahmati kita semua…
    http://almakassari.com/?p=315

  10. Jhalie says:

    Dari Teman milis sebelah :

    maaf bagi yang kurang berkenan …
    sekedar untuk menambah wawasan.

    BENANG MERAH KONFLIK ISRAEL DAN UMAT MANUSIA

    Akar Konflik Palestina-Israel
    Sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1 Muharram 1430 H.
    Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada saudara-saudara umat manusia

    Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam wawancara
    dengan TVOne mengatakan, bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza sejak 27
    Desember lalu, adalah serangan ilegal yang telah terjadi selama
    puluhan tahun. Dalam ulasan berita di MetroTV disebutkan, serangan
    Israel kali ini merupakan kejadian paling buruk sejak 60 tahun
    terakhir (sejak Israel berdiri tahun 1948). Para mahasiswa Arab
    mempertanyakan posisi Liga Arab yang tidak bisa berbuat apa-apa.
    Dunia internasional, termasuk negara-negara Eropa mengutuk keras
    serangan Israel ke Gaza , tetapi pihak yang dikutuk terus melancarkan
    serangan. Bahkan Israel telah menyiapkan tank-tank dan pasukan
    cadangan sekitar 6500 orang. Targetnya jelas, seperti kata Ehud
    Barak, yaitu menggulingkan Hamas.

    Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan
    bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua.
    Disana terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi
    Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah,
    konflik antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan negara-
    negara Eropa, konflik antara Musa dengan Fir’aun, bahkan konflik
    antara Yusuf ‘alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-ujungnya
    adalah konflik abadi antara Allah Ta’ala dengan iblis
    laknatullah ‘alaih.

    Kalau memahami konflik ini hanya secara lokal dan temporer, yakinlah
    Anda akan tersesat dalam frustasi. Kondisi Ummat Islam di jaman
    modern yang penuh kesulitan dan derita, merupakan bagian dari konflik
    ini. Yahudi sendiri adalah bangsa “terkuat di dunia”, dalam arti:
    merekalah satu-satunya ras manusia yang berani konfrontatif melawan
    kehendak Allah Ta’ala.

    Sejarah Kebangkitan Yahudi
    Ketika melihat konflik Palestina-Israel, kita perlu merunut kembali
    catatan-catatan perjalanan sejarah di masa lalu. Disana kita akan
    menemukan bahan-bahan untuk memahami peta konflik ini secara utuh.
    Jika tidak demikian, maka kita hanya akan “konsumen terbaik” berita-
    berita media massa seputar konflik ini. Bayangkan semua ini sudah
    dimulai sejak era Perang Arab, pembakaran Masjid Aqsha, tragedi Sabra
    Satila, Intifadhah akhir 80-an, tragedi Al Khalil Hebron, penembakan
    Muhammad Ad Durrah, pembunuhan Syaikh Ahmad Yasin dan Abdul Aziz
    Rantisi, dll. sampai serangan Israel saat ini. Dan rata-rata model
    peristiwanya serupa, hanya berbeda waktu dan para pelakunya saja.
    Mari kita runut latar-belakang historis fitnah Yahudi di dunia,
    dengan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Ta’ala:

    [1] Bani Israil pada dasarnya masih keturunan Ibrahim ‘alaihissalam.
    Ibrahim memiliki dua anak, Ismail dan Ishaq ‘alaihimassalam. . Ismail
    nanti menurunkan keturunan bangsa Arab Adnani, lalu Ishaq mempunyai
    anak Ya’qub ‘alaihissalam. Nah, Ya’qub inilah yang kemudian disebut
    Israil, sehingga anak-anak Ya’qub di kemudian hari disebut Bani
    Israil.

    [2] Saat berbicara tentang Bani Israil, perhatian kita segera tertuju
    kepada anak-anak Ya’qub. Mereka adalah Yusuf ‘alaihissalam, Benyamin,
    dan 11 saudara Yusuf. Semuanya berjumlah 13 orang; sama jumlahnya
    dengan matahari, bulan, dan 11 bintang yang terlihat dalam mimpi
    Yusuf sedang bersujud kepadanya. Karena itu angka 13 merupakan “angka
    keramat” bagi Yahudi sampai saat ini. Banyak logo-logo perusahaan top
    dunia dibuat dari karakter 13 ini.

    [3] Secara umum, Bani Israil itu mewarisi dua sifat besar, yaitu:
    sifat keshalihan dan sifat durjana. Sifat keshalihan diturunkan dari
    garis Yusuf ‘alaihissalam. Sedangkan sifat durhaka diturunkan dari
    sifat saudara-saudara Yusuf (seayah berbeda ibu). Disana sudah tampak
    bakat-bakat kelicikan, dengki, kebohongan, dan sebagainya. Tetapi itu
    sebatas potensi, bukan kemutlakan takdir. Apalagi, di akhir hayat
    Ya’qub, seluruh anak-anaknya tunduk dalam agama tauhid. (Al Baqarah:
    133). Saat berbicara tentang Bani Israil, sebagian orang sangat
    shalih dan sebagian sangat durhaka. Namun setelah kedatangan Islam,
    Bani Israil tidak diperkenankan lagi mengikuti agama selain Islam.
    Jika mereka tidak masuk Islam, dianggap durhaka seluruhnya, tidak ada
    toleransi sedikit pun. (Ali Imran: 85).

    [4] Perjalanan sejarah Bani Israil dimulai ketika Yusuf ‘alaihissalam
    bersentuhan dengan peradaban Mesir. Waktu itu atas jasa Yusuf
    membantu bangsa Mesir, mereka diberi lahan luas oleh penguasa Mesir
    di wilayah Kan’an. Disana Ya’qub dan anak-keturunannya mulai
    membangun kehidupan. Mereka memilih tinggal di Kan’an sebab dekat
    dengan Mesir yang makmur, sedang di tempat asalnya sering dilanda
    paceklik. Waktu itu anak keturunan Ya’qub sangat dihormati penguasa
    Mesir. Entah bagaimana mulanya, hubungan bangsa Mesir dengan anak-
    keturunan Ya’qub lama-lama menjadi buruk. Alih-alih Mesir akan
    menghargai jasa-jasa Yusuf di masa lalu, mereka malah menjadikan Bani
    Israil sebagai budak-budak. Setelah ditinggal oleh Ya’qub dan Yusuf,
    nasib Bani Israil menjadi bulan-bulanan bangsa Mesir. Hal itu bisa
    terjadi karena sifat buruk Bani Israil sendiri atau sifat menindas
    bangsa Mesir. Tetapi kalau mencermati sikap penguasa Mesir yang
    bersikap sportif kepada Yusuf,
    kemungkinan hal itu karena sifat Bani Israil sendiri.

    [5] Era perbudakan Bani Israil di Mesir sangat mengkhawatirkan. Bukan
    saja karena perbudakan itu kejam, tetapi ia bisa menghancurkan
    karakter sebuah bangsa (Bani Israil). Bayangkan, selama ratusan tahun
    mereka tertindas oleh sistem tirani di Mesir. Bani Israil diberi
    anugerah berupa bakat-bakat kecerdasan besar, dan manakala bakat itu
    dibesarkan di bawah sistem perbudakan, ia bisa melahirkan
    penyimpangan mental dan pemikiran luar biasa. Oleh karena itu Allah
    Ta’ala mendatangkan Musa dan Harun ‘alaihimassalam untuk
    menyelamatkan Bani Israil. Misi dakwah Musa bukan untuk mengislamkan
    Fir’aun dan rakyatnya, tetapi untuk menyelamatkan Bani Israil dari
    penindasan Fir’aun. Dalam Al Qur’an: Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun,
    sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,
    wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang
    hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata
    dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani
    Israil (pergi) bersama aku.” (Al A’raaf: 104-105). Musa tidak pernah
    diperintahkan untuk memerangi Fir’aun, tetapi membawa Bani Israil
    tinggal di Palestina (waktu itu namanya bukan Palestina). [Perlu
    dicatat juga, Fir'aun (Pharaoh) adalah gelar raja-raja Mesir, bukan
    nama seseorang. Sedangkan Fir'aun yang tenggelam di Laut Merah
    bukanlah Fir'aun yang memangku Musa di waktu kecil, lalu direnggut
    janggutnya oleh Musa. Fir'aun dalam Al Qur'an lebih mencerminkan
    tabiat kekuasaan tiranik, bukan sekedar pribadi].

    [6] Musa berhasil membawa Bani Israil keluar dari Mesir, Fir’aun dan
    bala tentaranya tenggelam di Laut Merah.. Lalu mereka menetap di
    Ardhul Muqaddas (Palestina) setelah berhasil mengalahkan kaum
    Jabbarin di dalamnya. (Al Maa’idah: 20-26). Ini adalah peradaban
    mandiri Bani Israil kedua setelah era Ya’qub dan Yusuf di wilayah
    Kan’aan. Musa dan Harun mendampingi Bani Israil sampai saat mereka
    wafat. Ketika Musa masih hidup, Bani Israil tidak henti-hentinya
    menguji kesabaran Musa ‘alaihissalam. Betapa banyak kasus-kasus
    kedurjanaan Bani Israil, sekalipun di hadapan Nabinya sendiri, Musa
    dan Harun. Di antaranya: Mereka menyuruh Musa dan Allah berperang di
    Palestina, sedang mereka mau duduk-duduk saja; mereka meminta Musa
    agar membuatkan berhala untuk disembah seperti suatu kaum tertentu;
    mereka mengikuti Samiri, menyembah patung anak lembu dari emas;
    mereka hendak membunuh Harun ‘alaihissalam karena selalu menasehati
    mereka; mereka hampir tidak melaksanakan
    perintah Allah untuk menyembelih sapi betina, karena terlalu banyak
    bertanya; mereka bosan makan Manna wa Salwa dan meminta bawang,
    menitumun, kacang adas; dan lain-lain. Begitu sabarnya Musa, sehingga
    Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Semoga Allah
    merahmati Musa, karena dia telah diganggu lebih banyak dari ini
    (ujian yang menimpa Nabi), tetapi dia tetap sabar.” (HR. Bukhari-
    Muslim) . Sangat mengagumkan kalau melihat ketabahan perjuangan
    Musa ‘alaihissalam. Di dalamnya terdapat sangat banyak inspirasi
    untuk menghadapi konspirasi global seperti saat ini. Orang-orang
    Yahudi di jaman sekarang mengklaim mencintai Musa, padahal di era
    nenek-moyang mereka, Musa benar-benar mereka sia-siakan. Musa itu
    lebih dekat kepada kita (kaum Muslimin), daripada Yahudi laknatullah
    itu.

    [7] Saya menyangka, sifat-sifat durjana kaum Yahudi merupakan
    kristalisasi dari sifat-sifat buruk mereka selama ribuan tahun, sejak
    perilaku saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam, masa perbudakan di
    Mesir, kedurhakaan mereka kepada Musa, Dawud, Sulaiman, Zakariya,
    Yahya, Isa, dan Nabi-nabi lainnya ‘alaihimussalam. Bahkan kedurhakaan
    mereka di hadapan Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam di Madinah. Dalam
    Al Qur’an disebutkan sebuah ayat yang terasa bagai petir menimpa muka
    kaum Yahudi: “Lalu ditimpahkanlah kepada mereka (kaum durjana Bani
    Israil) nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari
    Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat
    Allah dan membunuh para Nabi secara tidak hak. Demikian itu (terjadi)
    karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (Al
    Baqarah: 61).

    [8] Peradaban terakhir Bani Israil yang wujud di muka bumi adalah
    Kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam di Palestina. Beliau adalah
    putra Nabi Dawud ‘alaihissalam dari salah satu isterinya. Nabi Dawud
    adalah seorang pejuang yang berhasil membunuh Jalut (Goliath) di
    Palestina. (Oleh karena itu bangsa Barat mengenal kisah “David and
    Goliath”). Beliau ikut dalam pasukan Bani Israil di bawah pimpinan
    Thalut (Saul). Hal ini terjadi di masa Nabi Samuel ‘alaihissalam. Al
    Qur’an menjelaskannya dalam Surat Al Baqarah ayat 246-251.

    [9] Kerajaan Sulaiman memiliki keistimewaan, yaitu kekayaan materinya
    yang sangat besar. Ia terkenal menjadi buruan manusia di dunia,
    sebagai harta terpendam “King Solomon”. Sampai saat ini kekayaan itu
    masih menjadi misteri, apakah sudah terkuak atau masih tersembunyi di
    balik permukaan bumi? Setelah masa Kenabian Sulaiman berlalu,
    kerajaan Bani Israil semakin merosot. Sampai akhirnya mereka
    dihancurkan oleh Nebuchadnezzar dari Kerajaan Byzantium (Romawi).
    Peristiwa itu disebutkan dalam Surat Al Israa’ ayat 4-5.

    [10] Setelah Bani Israil tercerai-berai di Palestina, mereka menyebar
    ke berbagai belahan dunia. Mereka pergi ke Eropa, ke Jazirah Arab, ke
    anak benua India, dan sebagainya. Itulah yang kemudian dikenal dengan
    istilah DIASPORA. Bani Israil tercerai-berai. Agar mendapat keamanan
    di Eropa, mereka menjilat kepada para penguasa Romawi. Termasuk
    menghasut Romawi agar memusuhi Isa ‘alaihissalam dan para
    pengikutnya. Kisah Ashabul Kahfi adalah sebagian pecahan dari para
    pengikut Isa Al Masih ‘alaihissalam.

    [11] Perilaku Yahudi di Jazirah Arab sangat menarik. Mereka datang ke
    Madinah bukan hanya karena ingin menyelamatkan diri dari kekejaman
    Romawi. Tetapi mereka juga berniat menjemput Kenabian terakhir yang
    akan datang setelah Musa dan Isa ‘alaihimassalam. Mereka
    ingin “memaksakan” agar Kenabian itu jatuh ke pangkuan mereka..
    Kenabian ini mereka butuhkan agar mampu membangun kejayaan Bani
    Israil kembali seperti di jaman Musa dan Sulaiman. Namun setelah
    mereka menyadari bahwa Kenabian tidak lagi di pihak mereka, tetapi
    jatuh ke tangan bangsa Arab, mereka marah sekali. Dalam Al Qur’an
    disebutkan: “Dan ketika datang kepada mereka (Yahudi) sebuah Kitab
    dari sisi Allah (Al Qur’an) yang membenarkan keberadaan apa yang ada
    di sisi mereka (Taurat), padahal sebelumnya mereka selalu memohon
    (kedatangan Nabi) agar dimenangkan atas orang-orang kafir. Maka
    ketika telah datang (Kenabian dan Wahyu) yang sangat mereka kenal,
    mereka mengkafirinya. Maka laknat Allah atas� orang-orang kafir itu
    (Yahudi).” (Al Baqarah: 89).

    [12] Yahudi Bani Israil sangat marah ketika tahu bahwa Kenabian jatuh
    ke tangan bangsa Arab, anak keturunan Ismail ‘alaihissalam. Itu pun
    turun di Makkah, bukan Madinah tempat mereka tinggal disana. Yahudi
    telah habis-habisan dalam menanti kedatangan Nabi penerus
    Musa ‘alaihissalam ini. Ratusan tahun mereka tinggal di Madinah,
    melebur bersama budaya Arab, berbahasa Arab, dan memberi nama anak-
    anaknya dengan istilah Arab, bukan istilah Hebrew (Ibrani). Bahkan
    mereka ikut terlibat dalam konflik antara kabilah besar Aus dan
    Khazraj di Madinah. Sebagian Yahudi membela Aus, sebagian mendukung
    Khazraj.

    [13] Kemarahan Yahudi akhirnya tertuju kepada Allah Subhanahu Wa
    Ta’ala. Yahudi marah ketika Kenabian justru jatuh ke tangan bangsa
    Arab. (Al Baqarah: 90). Apalagi dalam Al Qur’an dijelaskan sangat
    banyak kebusukan-kebusukan Yahudi. Yahudi merasa dibenci oleh Allah.
    Bahkan tanda-tanda kekecewaan itu sudah muncul ketika
    Isa ‘alaihissalam diturunkan. Anda tahu bagaimana misi Kenabian Isa?
    Salah satunya adalah: “Tidaklah aku diutus, melainkan kepada domba-
    domba sesat dari kalangan Bani Israil.” Meskipun Isa adalah bagian
    dari Bani Israil, tetapi kedatangannya membuat muram wajah kaum
    Yahudi. Isa ternyata membawa Kitab Suci baru, yaitu Injil (bukan
    mengikuti Taurat atau Tabut dari jaman Nabi-nabi sebelumnya). Isa
    juga tidak henti-hentinya mengecam kejahatan perilaku Bani Israil.
    Isa dianggap lebih dekat kepada murid-muridnya daripada ke kaum Bani
    Israil sebagai sebuah etnik. Kemarahan itu semakin menjadi-jadi
    setelah Kenabian terakhir jatuh ke tangan bangsa
    Arab. (Al Baqarah: 90).

    [14] Kemudian terbukti bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi
    Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam tidak hanya menyalahkan
    perilaku jahat kaum Yahudi. Tetapi ia juga menyebabkan kaum Yahudi
    tercabut akar-akarnya dari Jazirah Arab. Sejak Islam datang, kabilah-
    kabilah Yahudi tersingkir, seperti kabilah Nadhir, Qainuqa,
    Quraidhah, hingga benteng terakhir mereka di Khaibar.

    [15] Setelah mengalami kekalahan berat di masa Nabi
    shallallah ‘alaihi wa sallam dan Khalifah-khalifah setelahnya, kaum
    Yahudi menyingkir dari Jazirah Arab. Mereka bergabung dengan Yahudi-
    yahudi lain di Eropa. Dalam masa ratusan tahun Yahudi menyebar di
    berbagai negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman,
    Belanda, Belgia, dan sebagainya.

    [16] Kaum Yahudi dalam mengembangkan komunitas, caranya sangat unik.
    Mereka tidak berbaur dengan masyarakat setempat, bahkan mengharamkan
    asimilasi. Mereka memelihara warisan-warisan agamanya, terutama
    membangun kesombongan etnik sampai melampaui batas. Mereka
    menjalankan bisnis berbasis ribawi dan mereka melakukan ritual-ritual
    pengorbanan. Dalam ritual pengorbanan, mereka membunuh warga setempat
    untuk dikuras darahnya, lalu dipakai untuk persembahan. Begitu
    kejamnya, sampai mereka membuat alat semacam drum yang di dalamnya
    penuh dengan paku-paku. Di bagian bawah ada saluran untuk mengalirkan
    darah. Orang yang dikorbankan, dimasukkan drum itu, sampai tubuhnya
    penuh luka tertusuk paku, lalu darah mengucur ke bawah. Ritual
    semacam ini kemudian terbongkar, sehingga Yahudi diusir dari negara-
    negara tertentu di Eropa, salah satunya dari Spanyol. Spanyol
    melarang Yahudi tinggal di negerinya sampai saat ini, karena
    kekejaman mereka dalam soal ritual keji itu.

    [17] Setelah terusir dari Eropa, Yahudi kesekian kalinya menyebar ke
    negara-negara lain yang masih mau menampung mereka. Kebetulan waktu
    itu rakyat Eropa sedang mulai eksodus menuju benua Amerika yang baru
    ditemukan oleh Columbus. Yahudi ikut di dalamnya. Sampai Amerika
    merdeka dari tangan Inggris, Yahudi telah eksis di dalamnya. Hingga
    ketika itu Benyamin Franklin mengingatkan bangsa Amerika tentang
    bahaya kaum Yahudi. Dia menyebut Yahudi seperti bangsa “vampire” yang
    tidak bisa damai dengan bangsa lain. Tepat sekali ucapan Benyamin
    Franklin, sebab dia telah membaca sepak terjang Yahudi di Eropa.
    Namun sayang, bangsa Amerika tidak memahami arti peringatan Benyamin
    Franklin tersebut, sehingga apa yang dia takutkan sekitar 400 tahun
    silam, benar-benar terjadi. Krisis finansial di Amerika saat ini
    adalah akibat nyata dari sistem ekonomi ribawi Yahudi.

    [18] Satu titik sejarah yang jarang diperhatikan oleh para ahli
    sejarah, yaitu kedatangan Yahudi ke wilayah Turki Utsmani. Kejadian
    ini terpisah jarak sekitar 700 atau 800 tahun sejak era Nabi
    shallallah ‘alaihi wa sallam. Tentu setelah masa selama itu,
    peristiwa kejahatan Yahudi di Madinah telah dilupakan. Yahudi
    diterima dengan tangan hangat di tengah-tengah masyarakat Turki
    Utsmani. Hal ini juga merupakan aplikasi dari ajaran Islam yang
    memperbolehkan di dalamnya orang Yahudi dan Nashrani tinggal, selama
    mereka membayar jizyah. Yahudi tidak dianiaya di negeri ini, mereka
    diberi pelayanan dan penghormatan, layaknya warga negara Islam. Tentu
    saja, Yahudi berusaha “bersikap sopan”. Di seluruh dunia tidak ada
    yang memperlakukan mereka dengan manusiawi, selain Peradaban Islam.
    Disini Yahudi tidak mungkin akan melakukan ritual pengorbanan yang
    mengerikan itu. Lagi pula, Yahudi waktu itu tinggal di bawah negeri
    Islam. Mereka tidak takut akan dikutuk oleh
    Allah, sebab negeri Islam menjadi pelindung mereka. Di Turki Utsmani,
    Yahudi tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan bejat mereka. Yahudi
    berlaku baik. Tanpa diduga, ternyata disinilah Yahudi mempersiapkan
    segala konsep-konsep kejahatan global mereka. Kemurahan Khilafah
    Islam justru dimanfaatkan Yahudi untuk mempersiapkan imperium
    kejahatan di seluruh dunia, seperti kita saksikan saat ini.

    [19] Selain mengkhianati Khilafah Islam, Yahudi juga mempersiapkan
    beberapa jurus maut untuk meruntuhkan peradaban Islam, yaitu:

    · Yahudi menyebarkan guru sebanyak-banyaknya di tengah masyarakat
    Turki Utsmani. Guru-guru itu tidak menyebarkan prinsip-prinspi
    kekafiran secara langsung, tetapi menyebarkan filsafat humanisme
    August Comte. Dengan falsafah itu diharapkan anak-anak Turki akan
    kehilangan sifat furqan akidah Islam, lalu diganti sifat-sifat
    kemanusiaan saja. Tujuan dari gerakan ini adalah memisahkan generasi
    muda Turki dari sifat-sifat Islami. Karena itu pula, suatu saat
    generasi muda Turki hilang rasa hormatnya kepada Sultan Khilafah
    Islam, dan mereka mau mendukung gerakan Kemal At Taturk sang terkutuk.

    · Yahudi mendorong bangkitnya ideologi Nasionalisme Arab dan Dunia
    Islam. Dengan ideologi itu tidak ada lagi kesatuan Khilafah
    Islamiyyah. Kaum Muslimin terpecah-belah dalam berbagai bangsa yang
    egois sesuai etnik dan wilayahnya. Jika Khilafah Islamiyyah tetap
    berdiri, mustahil “Kerajaan Yahudi” dalam wujud Israel di Palestina
    akan bangkit. Kalau Anda saksikan bangsa Arab terpecah-belah menjadi
    negara-negara kecil, masing-masing saling konflik. Hal itu adalah
    kondisi yang diinginkan oleh Yahudi. Di jaman itu Jalaluddin Al
    Afghani sangat aktif berdiplomasi untuk memerdekakan negara-negara
    Arab dari tangan penjajah. Tetapi di kemudian hari terbuka hasil-
    hasil penelitian bahwa Al Afghani adalah anggota setia Freemasonry. .
    (Salah satunya buku terbitan WAMI tentang gerakan-gerakan pemikiran
    keagamaan di dunia). Peranan Al Afghani seperti memperkuat sifat
    Nasionalisme Arab, agar tidak bangkit lagi Khilafah Islamiyyah.

    · Sebagai ganti konsep Khilafah Islamiyyah, Yahudi menyebarkan paham
    demokrasi seluas-luasnya di seluruh dunia, termasuk di negeri-negeri
    Islam. Paham ini semakin mempersulit posisi Ummat Islam. Peluang-
    peluang kebangkitan semakin tipis, sebab demokrasi mengikuti suara
    terbanyak, sedangkan sebagian besar manusia cenderung mengikuti hawa
    nafsunya.

    · Yahudi menggerakkan seluruh mesin-mesin politiknya, termasuk agen-
    agennya di Amerika, Eropa, dan Timur Tengah untuk membidani lahirnya
    negara Israel pada tahun 1948. Secara politik, Inggris berada di
    balik pendirian Israel melalui Deklarasi Balfour. Tetapi secara
    potensial, Amerika mendukung penuh Israel. Dalam diplomasi
    internasional, isu Holocaust dipakai agar Yahudi dikasihani dunia
    internasional. Melalui hak veto yang dimiliki Amerika dan Inggris di
    PBB, Yahudi bisa lenggang kangkung mengejar ambisi-ambisinya.

    · Yahudi menyempurnakan usahanya, dengan menguasai media massa,
    membuat satuan intelijen yang handal (Mossad), menguasai pasar
    keuangan dunia, memiliki lembaga pusat ribawi IMF dan World Bank..
    Mereka juga menguasai Hollywood, dunia akademis, dunia riset,
    fashion, dan sebagainya. Termasuk dengan merilis agama baru di
    kalangan Ummat Islam, yang kita kenal sebagai SEPILIS (Sekularisme,
    Pluralisme, Liberalisme) . Inilah kenyataan yang kemudian disebut
    sebagai: “Yahudi menggenggam dunia!” Bahkan negara sekuat Amerika pun
    bertekuk lutut di bawah dominasi Yahudi. Termasuk Barack Obama yang
    sebentar lagi dilantik menjadi Presiden Amerika.

    [20] Berdirinya Israel tahun 1948 adalah impian besar Yahudi sejak
    jaman Musa, Dawud, Sulaiman, bahkan jaman Nabi Muhammad
    shallallah ‘alaihi wa sallam. Yahudi sangat membutuhkan “Kerajaan
    Bani Israil” untuk mengalahkan orang-orang kafir. Mereka sebenarnya
    beriman kepada Allah, dalam arti mereka percaya bahwa datangnya
    seorang Nabi akan membuat mereka mulia, dan musuh-musuhnya dari
    kalangan orang kafir terkalahkan. Tetapi setelah jelas di mata mereka
    bahwa Kenabian terkahir itu bukan untuk Bani Israil, maka mereka
    tidak lagi menanti kedatangan seorang Nabi. Lalu apa yang mereka
    lakukan? Mereka hendak mendirikan “Kerajaan Bani Israil” dengan
    kekuatan tangan, otak, dan uang mereka sendiri. Dan hal itu berhasil,
    tahun 1948 lalu. Lebih buruk lagi, mereka menganggap kaum Muslimin
    sebagai orang kafir. Padahal yang mengingkari Kenabian Rasulullah
    adalah mereka, sehingga disebut kafir dalam Surat Al Baqarah ayat 89.

    [21] Sebelum Yahudi memutuskan mendirikan negara di Palestina, waktu
    itu ada tiga pilihan tempat: Palestina, Agentina, atau Ethiopia.
    Mengapa dipilih tiga negara ini? Jelas mereka telah melakukan
    perhitungan yang sangat cermat. Namun pilihan akhirnya jatuh ke
    Palestina, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban Yahudi sendiri
    di Yerusalem dan sekitarnya. Namun resikonya, disini akan menghadapi
    banyak tantangan dari negara-negara tetangganya yang mayoritas
    Muslim. Untuk itu jelas Yahudi harus mempersiapkan segala macam
    kekuatan, termasuk mendidik agen-agen loyalisnya di negara-negara
    Arab.

    [22] Sebuah pertanyaan menarik, mengapa selama puluhan tahun terjadi
    konflik berdarah di Palestina dan tidak selesai-selesai? Jawabnya,
    selain karena memang “Kerajaan Bani Israil” merupakan cita-cita
    peradaban Yahudi sejak ribuan tahun lalu; juga karena banyaknya
    tangan-tangan non Yahudi yang membantu negara tersebut. PBB, Amerika,
    Inggris, Rusia, IMF, World Bank, dll. jelas mengabdi kepentingan
    Yahudi. Tetapi harus juga disadari banyak agen-agen Yahudi yang
    tersebar di negara-negara Arab. Mereka setiap hari, siang dan malam
    menyembah kepentingan Yahudi. Mereka adalah orang-orang kafir,
    meskipun KTP-nya Islam. Di Mesir, Yordan, Syria, Turki, dll. banyak
    orang yang identitasnya Muslim, tetapi hatinya telah menjadi Yahudi..
    Bahkan di negara-negara kaya seperti UEA, Qatar, Bahrain, dll. banyak
    dijumpai kemegahan jahiliyyah, yang sebenarnya merupakan hasil
    konspirasi Yahudi untuk menjauhkan Arab dari Islam. Kota seperti
    Dubai, Abu Dhabi, dan lainnya tidak
    kalah liberalnya dari kota-kota di Barat.

    [23] Dapat disimpulkan, kaum Yahudi itu bukan para pemeluk agama
    Samawi (ajaran Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya,
    Yahya, Isa ‘alaihimussalam) . Mereka adalah orang-orang yang sangat
    arogan dengan etnisnya. Hakikat agama Yahudi adalah: pemujaan
    terhadap etnis mereka sendiri! Tidak ada satu pun ras manusia yang
    sangat ekstrim dalam soal etnis, selain Yahudi. Begitu ekstrimnya
    sampai mereka berani menghina Allah, marah ketika Isa membawa ajaran
    Injil, marah ketika Kenabian terakhir jatuh ke tangan bangsa Arab.
    Mereka menulis “kitab suci” tandingan bagi Taurat (Talmud), menyebut
    bangsa non Yahudi sebagai Ghaiyim, merusak kehidupan di muka bumi.
    Mereka merasa mulia sebagai pewaris “darah biru” Nabi-nabi, merasa
    diunggulkan atas semua ras manusia, pernah disumpah langsung oleh
    Allah dengan diangkat bukit Tursina di atasnya, dan lain-lain. Yahudi
    benar-benar mewarisi ideologi arogansi dari makhluk yang pernah
    mendebat Allah Ta’ala: “Ana
    khairun minhu, khalaqtani min naarin wa khalaqtahu min thiin” (aku
    lebih baik dari dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau
    ciptakan dari tanah). Pemerintah Yahudi, baik di Israel maupun di
    dunia internasional, adalah perwujudan dari imperium arogansi. Wajar
    jika simbol-simbol yang selalu mereka angkat selalu bernuansa
    satanic.. Contoh, logo yang dipakai Manchester United (MU) saat ini
    the red devil. Dan ada ribuan logo atau lambang yang intinya memuja
    arogansi iblis laknatullah.

    Yahudi Merusak Peradaban

    Andai ambisi Yahudi satu-satunya adalah ingin membentuk “Kerajaan
    Bani Israil” seperti di masa Musa, Dawud, Sulaiman, apa susahnya
    membangun negara seperti itu? Toh, mereka memiliki uang banyak,
    strategi canggih, serta SDM handal. Tidak sulit bagi Yahudi membangun
    negara di sebuah sudut dunia. Selama ini banyak negara-negara berdiri
    dengan modal lebih buruk dari Israel. Negara seperti Bosnia,
    Chechnya, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, dan lainnya tidak memiliki
    persiapan semegah milik Yahudi. Lagi pula, mengapa Israel harus
    mendirikan negara di Tanah Al Quds yang merupakan wilayah milik Ummat
    Islam? Bahkan ia didirikan di jantung peradaban Islam, di Timur
    Tengah.

    Andai Yahudi sudah tidak menemukan solusi lain, selain harus
    menegakkan “Kerajaan Bani Israil” di Palestina, mengapa mereka harus
    juga menghancurkan peradaban manusia di dunia? Mengapa Yahudi tidak
    cukup menempuh cara-cara politik atau militer, tanpa harus
    menghancurkan peradaban manusia? Kenyataan yang sangat menyakitkan,
    berdirinya Israel ditempuh bukan hanya dengan menteror warga Muslim
    Palestina, tetapi juga dengan menyebarkan kehancuran peradaban di
    seluruh muka bumi. Lihatlah di dunia selama ini, adakah yang selamat
    dari film Hollywood, media massa Yahudi, bank ribawi, IMF dan World
    Bank, pornografi, seks bebas, prostitusi, narkoba, perjudian, dan
    lainnya? Hingga ke anak-anak balita pun, banyak “diracuni” oleh
    kartun-kartun Walt Disney.

    Ternyata, di luar persangkaan kita semua, Yahudi justru sangat
    mempercayai khabar Al Qur’an. Sebenarnya, mereka mengimani ayat-ayat
    Al Qur’an, tetapi anehnya mereka bersikap konfrontatif terhadap Al
    Qur’an. Yahudi sangat mengerti ayat-ayat dalam Surat Al Israa’
    berikut ini:

    Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab
    itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua
    kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
    besar.”

    Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua
    (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang
    mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-
    kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.

    Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka
    kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan
    Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.

    Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu
    sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu
    sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua,
    (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu
    dan mereka masuk ke dalam Masjid itu (Al Aqsha), sebagaimana musuh-
    musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-
    habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Surat Al Israa’: 4-7).

    Kehancuran pertama Yahudi terjadi saat sisa-sisa Kerajaan Sulaiman
    dihancurkan oleh Nebuchadnezzar, sehingga bangsa Yahudi tercerai-
    berai. Adapun setelah kehancuran pertama ini, mereka akan menjadi
    kuat dan bisa mengalahkan musuh-musuhnya. Hal itu terjadi saat
    sekarang ini, ketika “Yahudi menggenggam dunia”. Dan nanti di puncak
    kezhalimannya, Israel akan dihancurkan sebagaimana sisa Kerajaan
    Sulaiman dulu dihancurkan. Pertanyaannya, mengapa kehancuran kedua
    itu tidak dihitung saat Yahudi dihancurkan oleh Spanyol atau NAZI
    Jerman? Jawabnya sederhana, sebab waktu itu Yahudi belum memiliki
    wilayah sendiri. Mereka masih numpang di negeri orang. Adapun saat
    ini Yahudi sudah bermukim di suatu (Palestina) tempat sebagaimana
    Kerajaan Sulaiman dulu.

    Yahudi sebenarnya mengimani “jadwal sejarah” sebagaimana disebutkan
    Al Qur’an di atas. Mereka yakin, dirinya akan diberi kesempatan untuk
    merajalela di muka bumi. Hal itu terbukti sebagaimana kenyataan saat
    ini. Hingga Mahathir Muhammad mengecam dominasi Yahudi, dengan
    mengatakan bahwa 6 juta Yahudi bisa mengendalikan 6 miliar manusia di
    dunia. Yahudi tidak merasa cukup dengan hanya mendirikan Israel,
    bahkan tidak cukup dengan menempuh jalur politik, mereka benar-benar
    ingin merajalela di bumi dengan segala kedurhakaannya.

    Lalu siapa yang ingin dilawan Yahudi? Mereka tidak sekedar ingin
    melawan Muslim Palestina, Hamas atau Syaikh Ahmad Yasin, dunia Arab
    dan Ummat Islam sedunia, atau segala peradaban manusia. Tetapi mereka
    ingin melawan Allah Ta’ala dengan segala kekuatan yang mereka miliki.
    Yahudi adalah satu-satunya ras manusia yang berani menghina Allah
    dengan ucapan mereka: “Tangan Allah terbelenggu. ” Kemudian mereka
    dikutuk oleh Allah karena perkataannya itu. (Al Maa’idah: 64). Mereka
    pula yang berani mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu fakir dan kami
    kaya raya.” (Ali Imran: 131). Disini ada dendam sejarah yang amat
    sangat parah di hati kaum Yahudi terhadap eksistensi agama Allah.

    Aneh memang, Yahudi mengimani khabar Al Qur’an, tetapi sekaligus
    menentang eksistensi agama Allah (Islam). Sifat mereka persis iblis
    yang mengimani Allah, tetapi mendurhakai- Nya. Untuk merealisasikan
    maksudnya, Yahudi mengangkat simbol “Messiah”, yang pada hakikatnya
    adalah dajjal laknatullah. Dajjal disebutkan oleh Nabi sebagai fitnah
    terbesar bagi orang-orang beriman.

    Maka janganlah heran dengan kezhaliman Yahudi saat ini di Palestina.
    Ia adalah sebagian penampakan atau konsekuensi dari dendam sejarah
    mereka. Awalnya, Bani Israil hanyalah sebuah kaum dengan perilaku
    tertentu. Perjalanan sejarah mereka yang sangat panjang melahirkan
    watak durjana luar biasa. Dan ternyata, watak Bani Israil itu “telah
    disiapkan” untuk menjadi cobaan di akhir jaman. Dulu para ahli tafsir
    merasa heran, mengapa A Qur’an banyak sekali bicara tentang Yahudi?
    Padahal setelah tercerai-berai di Madinah, mereka nyaris lenyap
    (mungkin karena eksodus keluar dari negeri-negeri Islam). Karena itu
    sebaik-baik usaha untuk melawan Yahudi adalah memahami sifat-sifat
    mereka dalam Al Qur’an (khususnya Surat Al Baqarah). Dan satu lagi,
    yakinlah bahwa serangan Israel ke Gaza bukan serangan terakhir
    mereka. Itu hanya delay sebelum go with new aggression!

  11. nd5 says:

    yah… emang semua dilema mas…
    Mau boikot Palestina susah….
    Nggak diboikot malah tambah susah…
    Saya ngak habis fikir… Kalo mau negara – negara arab tu mbantu Palestina …
    Kenapa nggak mereka tolak aja Pangkalan Militer AS and CSnya di Negara mereka, dan membuka pintu untuk bantuan dari negara lain ke Palestina. Atawa mereka memberikan peringatan keras kepada musuh Palestina..
    Kalau Agressi Israel tidak dihentikan mereka tak mau jual minyak ke Negara Musuh Palestina …
    Simpelkan mas jawabannya tapi susah untuk melaksanakannya.
    TQ mas Rosyidi….

  12. fikri says:

    yak.. pake produk dalam negeri..
    kita untung, negara untung.. :d

    thks..

  13. bagas says:

    Setuju banget! Beli produk dalam negeri. Itu yang harus kita lakukan. Alih-alih beli apel cina, lebih baik beli apel malang, kan?

    just out of curiosity, bagaimana pendapat Anda soal “One man one dollar for Palestine”? Dosen agama saya lebih suka “One man one dollar for Gunungkidul”… :)

  14. racheedus says:

    Memboikot produk Israel dan Amerika merupakan salah satu cara untuk melawan. Semacam pembangkangan sipil a la Ghandi. Meskipun tetap ada resiko dan dampak negatif.

    Rosyidi :Bedanya Ghandi didengar sedangkan boikot yg digembar gemborkan sekarang hanya sebagai angin lalu.

  15. Diane says:

    Mas saya minta ijin copy data dari http://rosyidi.com/internet-wifi-gratis-di-seluruh-indonesia/. Artikel itu commentnya udah diclose soalnya. Makasih.

    Rosyidi :Silakan dengan tetap mencantumkan sumbernya. Maaf comment close sendiri setelah update wordpress. Terima kasih atas masukannya.

  16. kus says:

    kaya omongan ulama dunia : ” gimana sih si MUI itu , kok rokok di fatwa haram, apa mereka gak mikir kalau rokok itu sumber penghidupan orang banyak. Penghasil devisa yang besar buat negara ?? ”

    halah, semua memang ada resikonya. Itu namanya perjuangan, kalau gak mau ambil resiko , ya tidur aja, berselimut. Hangat dan nyaman.

    Tinggal nunggu ntar di bom Israel, ka Boooom.

    Rosyidi :Gini mas. Solusiku menurutku dah lebih dari cukup. Tidak usah boikot, tapi gunakan produk dalam negeri. Kalau cuma boikot Israel dan Amerika bisa aja ntar larinya ke produk Denmark, Inggris, Belanda, Prancis, Rusia, dll, dan itu sama sekali tidak ada untungnya bagi bangsa kita.
    Kalo gunakan produk dalam negeri sudah jelas, sudah pasti termasuk boikot produk luar dari negara manapun selama Indonesia mampu memproduksi barang itu.

  17. Mungkin di sini perlu disamakan pemahaman arti boikot.

    Saya kita “mencintai produk dalam negeri” mempunyai hubungan cukup erat dengan yang namanya “boikot”. “mencintai produk dalam negeri” secara tidak langsung bisa menjadi implementasi dari “boikot” itu sendiri.

    Saya rasa tidak ada perbedaan yang mencolok dari sini.
    Nah, yang jadi masalah adalah… apakah “produk yang diboikot” itu bisa dikategorikan “produk dalam negeri”..? karena dibuat didalam negeri, lalu sebagian keuntungan disumbangkan ke Israel…?

  18. Lutvi Avandi says:

    Hehehe.. bahas boikot Israel selalu bisa jadi bahan diskusi tanpa titik akhir. Maklum, minum coca-cola dan makan Mc D udah jadi gengsi.. padahal rasanya juga gak enak-enak dibandingkan dengan nasi pecel dan es jus.

    Tapi biar deh, semua orang berhak menentukan jalannya sendiri menuju ke surga atau neraka. Yang mau lewat jalur boikot silahkan, yang mau jalur diplomasi silahkan, yang mau langsung berjuang ya harus lebih banyak latihan dan persiapan.

    Gitu aja kok repot.

  19. Anonymous says:

    yang penting anda berbuat untuk saudara kita di palestina, mau boikot silahkan, mau nyumbang uang boleh, tapi jangan salah naruh, yang bagus di knrp, mau berdo’a apa lagi, malah harus itu. Gak usah dipikirin hasilnya/ akibatnya, yang penting anda berbuat itu saja.
    Jangan cuma komen sana sini, ngalor ngidul tapi gak berbuat apa-apa…! semua yang Anda perbuat insya Allah ada gunanya bagi masyarakat palestina. Pokoke berbuat…..itu saja
    “??? ?????? ????? ???? ????? ?????? ?????????”

  20. Ghufron says:

    Mari kita cintai produk dalam negri :)

    btw salam kenal!

  21. lady says:

    aku mmg lbh sreg beli buatan dalam negeri, lbh murahh

  22. aminah says:

    saya setuju pemboikotan thdp produk israel, tapi tidak hanya sampai disitu, pemboikotan itu janganlah setengah-setengah. putuskan hubungan dengan amerika israel n semua yang berbau israel. pabrik2nya hub politiknya,beranikah?

    Mc donald dibuat di indonesia. pemilik fainchise mc.D adalah muslim,disitu, ustadz2 dibawah sokongan materinya. dananya besar untuk menghidupi kaum muslim lemah. memboikot mc.D berarti memboikot kaum ustadz n mustadafin jg. bisakah diboikot? jawabnya? BISA. Asal pemboikotan dilakukan serentak semua produk2nya. kalaupun nantinya pengangguran banyak, perang jawabannya. yang kita idamkan adalah DAULAH.
    HIDUP NEGARA islam!!!!!!

  23. uwinarno says:

    Kalau keluarga saya arahkan ke produksi dalam negeri tetapi kualitas tetap bagus, hidup produksi dalam negeri..!!

  24. SangPelupa says:

    Maaf,, masih kurang paham tentang prinsip jual beli satu level nih.. Ada dalil atau hadist yg berkaitan gak??

  25. Lava says:

    :d
    kalau tentang boikot, ada satu contoh ..

    minggu lalu setelah Israel mulai menyerang Palestina di kota tempat saya tinggal banya mahasiswa/i yang berdemo di depan KFC ..
    memang niatnya untuk memboikot .. tapi kan tidak harus sam[ai segitunya..
    kesannya jadi jelek.

    kalau yang prinsip jual-beli satu level, walaupun yang dosa yang diatas saja, tapi kan seperti di lingkaran .. muter2 aja ?
    jadi bingung .
    karena setelah melihat daftar barang yang harus dii boikot kok sepertinya sudah terlalu banyak yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari ya ??

    ??
    bisa menjelaskan ?

    Rosyidi :Yg aku maksud satu level adalah hubungan antar personal aja. Jadi jika ada transaksi dari
    A
    ke
    B
    ke
    C
    ke
    D
    ke
    E

    Maka yg dimintai pertangungan jawaban hanya pada tataran satu tingkat saja. yakni hubungan D dan E. Misalnya E menerima gaji dari D, meskipun D membayar E dengan uang hasil curian si A, uang itu tetap halal. Karena kalo misalnya diruntut alias tidak satu tingkat bisa dipastikan hampir semua uang kita akan menjadi tidak halal. Itulah indahnya Islam yang mengatur sedemikian jelasnya.

  26. Abu Syafiqa says:

    Kenapa sih kalo ngomongin boikot produk Israel(Yahudi) & Amerika, selalu fokus pada boikot produk yang berbentuk barang. Saya sependapat dengan apa yang antum sampaikan,untuk tidak terlalu kebablasan dalam menafsirkan boikot produk (konkret). Toh kalaupun mau memboikot secara kaffah/totalitas,apakah mereka(penyeru aksi boikot) siap untuk meninggalkan komputer(microsoft,mis),handphone dan produk elektronik lainnya yang sebagian besar diproduksi oleh koalisi yahudi? Mengapa kita justru tdk memboikot ‘produk-produk’ mereka yang dalam jangka panjang akan sangat berbahaya bagi generasi kita. Sadarkah pihak2 yang selama ini gencar menyerukan aksi boikot produk yahudi, tapi mereka sendiri mengusung dan melestarikan produk2 yahudi yang bernama ‘DEMOKRASI’,'PEMILU’,'EMANSIPASI/PERSAMAAN GENDER’,'DEMONSTRASI’? Mengapa mereka selalu berambisi ‘Kekuasaan/DAULAH Islamiyah’ sementara mengabaikan Dakwah TAUHID yang merupakan DAKWAH Para NABI dan RASUL? Tidakkah mereka mempelajari Sirah Nabawiyyah,apa yang Rasulullah SAW dakwahkan pertama pada bangsa Arab.Apabila masyarakat sudah memahami betul dan melaksanakan makna TAUHID, niscaya Daulah Islamiyyah,InsyaAllah, akan terwujud.AAmiin…!!!

  27. Anonymous says:

    dont trust to this article.this is israel’s agent!

  28. alghazy says:

    saya sependapat dengan mas abusyafiqa, yang tidak kalah pentingnya adalah memboikot kebudayaan yahudi dan antek-anteknya….
    tapi ingat, boikot produnya harus jalan terus…..

  29. alghazy says:

    asw,
    saya sependapat dengan mas abu syafiqa, yang tidak kalah pentingnya adalah memboikot kebudayaan yahudi dan antek-anteknya….
    tapi ingat, boikot produnya harus jalan terus…..

  30. eeLmaa says:

    iaw bner…qt harus cinta produk dlm negeri
    hidup produk indonesia!!!!:)

  31. deddy says:

    :):):) ente betul brur :-?:-? kita jangan sampe kemakan omongan2 sepihak sebaiknya di analisa dulu dengan bijak [[dnc]][[dnc]][[dnc]]

  32. Vandy says:

    Kalo menurut aq, boikot produk sono itu gak ada gunanya. Selain karena produk mereka adalah produk terbaik dan mudah didapat, mungkin saja *misal restoran* tempat kita membeli produk sono adalah milik pengusaha indonesia…
    Kasian juga kan pengusahanya..:((

  33. firman says:

    so, kita harus gimana???

    memboikot salah …
    tidak memboikot salah …
    mengapa semua jadi serba salah …

  34. hanif says:

    :)tidak begitu memikirkan masalah boikot produk, itu di luar pemikiran saya.

  35. safir says:

    jadi harus gimana atuh ya :-w

  36. mryuwono says:

    serba salah semua. Kita memang harus berpikir global dan positif, jangan berpikir mau benarnya sendiri. Saya prihatin dengan Paletine. Cuma prihatin karena yang bisa diperbuat untuk Palestina kecuali doa. Palestine harus berjuang sendiri. Kalau Palestina mau merdeka dari semua sisi mereka harus juga perpikir seperti orang Israel. Modern, kuat dalam jaringan dunia usaha dan kuat dukungannya dari orang/negara yang berkuasa. Bisa nggak??? Karena itulah jalan yang bisa untuk mengalahkan (minimal menyaingi) Israel dan mendapatkan hak-hak mereka yang hilang.
    Orang Islam diseluruh dunia cuma bisa mengecam dan menghujat Israel, hasilnya?………lihat sendiri. Palestina harus bertindak seperti Israel. Barvo

  37. Adhyatma says:

    Assalamu’alaikum.. :)

    Terima kasih atas tulisannya yg bermutu ini.
    Sering2 ya mas menulis yg seperti ini.

    Saya juga ingin ikut menyuarakan
    “Cintailah Produk dalam Negeri!!”

    :)>-:)>-

  38. mai says:

    assalamu’alaikum
    hati-hati dengan aksi propaganda niatnya untuk mengalihkan perhatian analisislah secara mendalam.
    Boikot adalah langkah konkrit untuk melawan israel dan amerika dan membunuh mereka dengan perlahan tapi pasti.
    Saudara ku hanya do’a saja untuk membantu saudara kita dipalestina itu tidak cukup, dan itu adalah selemah-lemahnya iman, dengan memboikot kita sudah membuat ultimatum pada mereka bahwa kita siap melakukan perang terbuka dengan mereka, perang antara hak dan batil.
    perhatikan logo produk mereka agar kita tidak lupa saat membeli, janganlah kita menjadi golongan mereka. bersabarlah saudara ku untuk tidak memakai produk mereka insya Allah saat kita sabar Allah akan memberikan jalannya. apakah kita tega dengan membeli produk mereka berarti kita memberikan 1 sen dari setiap penjualanan produk mereka untuk dibelikan peluru, senapan dan bom pada tentara israel dan amerika.
    setiap kau tertarik dengan produk mereka ingatlah anak-anak di jalur gaza, yang mereka rusak tubuhnya dalam keadaan mati atau hidup. dirikanlah tugu peringatan pembantaian yahudi di jalur gaza dalam hati mu, panjatkan do’a saat kita diam dan boikot produk mereka saat kita bergerak.
    ulama adalah pewaris nabi,fatwanya mempunyai ilmu, hati-hati dengan perang pemikiran yang disusupi diantara kita,

  39. al-Muhandis Arek Darussalam says:

    Cak Agam, saya lihat ada perspektif yang banyak sampeyan lewatkan saat sampeyan menulis artikel ini.
    Kalau anda lihat kebanyakan (hampir semua) produk yang disarankan untuk dihindari dibeli (baca:diboikot), bukanlah produk negara Israel. Produk2 tersebut diproduksi di negara lain dan disarankan untuk diboikot karena perusahaan induknya mengirimkan dana yang amat sangat besar ke Israel. Apakah dana yang melimpah itu adalah untuk investasi di negara yang stabilitas keamanannya rendah?? MOHON DATA tentang itu, sehingga topik yang anda ketengahkan tentang ruginya warga palestina atas boikot produk tersebut menjadi hal yang logis. Kalau tidak, paparan anda hanya menjadi dugaan yang amat sangat tidak relevan dan tak seharusnya dituangkan dalam paparan di dunia maya.

    Kalaulah Anda mengetangahkan produk yang memang “Made in Israel” yang memang buatan Palestina, silakan anda menyebutkan merknya. Itu usulan kongkrit dari saya.

    Masalah sampai mana kita melakukan boikot, saya juga tak berlebihan. Saya berusaha menghindari produk yang memang bisa saya hindari (seperti McD, Coca Cola, dll). Kalau dikasih produk itu, ya tentu saja saya nikmati, masak mau saya buang?? Kalau tentang produk seperti halnya intel processor, itu termasuk tak terhindarkan. Karena memang ia punya beberapa keunggulan dan produk lain punya kekurangan. Karenanya saya sepakat sama sampeyan bahwa memang topik boikot ini dilematis. Tapi argumen sampeyan tidak akurat (karena hanya kemungkinan, tanpa data) untuk menjadi suatu kesimpulan bahwa orang palestina merugi dengan boikot kita atas produk yang menyumbang dana buat Israel. Kalaupun merugi, seberapa tingkat kerugiannya (LAGI-LAGI DATA) dibanding dengan besarnya dana kiriman yang dibelikan peluru dan bom?

    Kalau anda khawatir akan meruginya industri Israel atas boikot itu, Apakah anda berpikir bahwa Zionis tidak akan kuat untuk menopang perekonomian Israel? Apakah industri di Israel (tempat orang-orang Palestina bekerja) akan tumbang kalau mereka ditopang dengan kuat oleh sistem ekonomi global yang masih dikuasai Zionis?

    Saya kenal sampeyan, Cak Agam. Karenanya saya malah melihat tulisan ini bukan dari pengamatan sampeyan yang secermat mungkin. Sebaiknya pikirkan dengan matang terlebih dahulu tentang isi tulisan yang membawa dampak pada pemikiran orang lain sebelum anda mempublish di blog.

    Rosyidi :Gini, karena boikot tidak berjalan secara efektif, maka efek itupun tidak terasa bagi Israel. Sekarang bayangkan, berapa banyak sih umat Muslim di Dunia? Dan seberapa banyak sih yang mematuhinya? Cuma sedikit, dan kita memang tidak mungkin bisa memboikot semuanya karena sangat banyak yang tidak tergantikan.
    Karena itu boikot sama sekali tidak berjalan efektif.
    Kalo kerugian Israel dalam hal perang sudah bisa dilihat dari GDPnya yang mulai terus merosot. Tapi itu disinyalir akibat perang, bukan akibat boikot. Karena perang itu menguras banyak anggaran negara.
    Masalah Israel tidak cukup dengan memboikot produk Israel dan Amerika. Kalau mau benar-benar terasa mungkin bisa ditiru strategi Presiden Anwar Sadat dalam melawan Israel dan sekutunya. Anwar Sadat pada era perang Yom Kippur mengajak bangsa-bangsa Arab untuk membatasi pemberian minyak mereka ke Israel dan sekutunya. Dan itu benar-benar efektif. Amerika dalam waktu singkat langsung hancur ekonominya. Dan juga beberapa negara lain yang ikut di Boikot juga hancur ekonominya. Pengangguran dimana-mana, Pabrik banyak yang tutup. Jadi boikot baru benar-benar efektif jika didukung oleh beberapa negara yang berpengaruh.
    Sebenarnya saat ini kalau misalnya seluruh bangsa Arab mau menghentikan pasokan minyaknya ke Amerika, aku jamin Amerika bisa dipastikan langsung tiada. Karena saat ini Amerika sedang dilanda resesi ekonomi. Namun sayangnya hal itu juga menjadi pukulan berat bagi bangsa Arab yang menghindari resesi ekonomi global, karena menghentikan pasokan berarti merekapun siap-siap dilanda krisis.

    Kalo masalah Intel alasannya justru kurang tepat. Kenapa? Karena saat ini AMD jauh lebih baik daripada Intel. Dalam hal ini saya membandingkan antara produksi Intel yang terbaru yaitu i7 dengan poduk AMD terbaru yaitu Phenom II. Dari banyak tes menyatakan Phenom II jauh lebih unggul dibandingkan dengan i7. AMD lebih unggul dari Intel bukan cerita baru. AMD sudah unggul sejak dulu. Yang mencapai kecepatan fenomenal 1GHz adalah AMD. Jika dibandingkan atara Intel Pentium D dan AMD X2 64, Jauh lebih bagus AMD X2, AMD dulu memang terkenal panas. Tapi sekarang kebalikannya. AMD jauh lebih dingin dibandingkan Intel. Tapi karena pondasi dananya lebih kuat intel, karena itulah promosinya yang paling banyak intel. Dan masyarakat Indonesia AWAM hanya mengenal Intel. Padahal banyak jenis prosesor, bahkan VIA pun yang dulu berkutit di Motherboard kini mulai melirik dunia prosesor.

    Yang jadi masalah, apakah anda hafal dari semua produk yang harus di boikot? Kalau bisa tolong sebutkan tanpa harus melihat buku. Sebutkan yang ada di pikiran anda. Sangat banyak produk mereka. Paling-paling yang hafal cuma Intel, MCD, Coca Cola. Yg lain? Hafal semua?
    Sulit bukan menghafalkan ribuan jenis produk mereka. Langkah yang paling gampang menurutku “GUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI”. Jadi kalo mau makan gak usah makan MCD, makan nasi pecel udah cukup, kalo mau minum minum es degan, kalo mau mandi pake sabun lokal, dst.
    Kalo udah gitu kan otomatis sudah memboikot. Gak perlu susah-susah menghafalkan merknya. GUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI sangat berguna untuk meningkatkan perekonomian dalam negeri. Kalo boikot produk Amerika dan Israel bisa jadi juga beralih ke Denmark, Inggris, Australia, dll yang semuanya tidak akan memberikan apa-apa bagi perekonomian Indonesia.
    Wallahua’lam bishowab.

  40. morale says:

    memang betul pasti dilema… Tapi yang perlu didalami adalah kecintaan bangsa ini terhadap produk dalam negeri, bukannya hanya sekedar ikut boikot tetapi juga tidak cinta produk dalam negeri. tidak cinta produk dalam negeri = boikot produk sendiri. Sekarang banyak orang gembar gembor boikot produk Israel dan Amerika, seperti McDonald dan kawan2nya disegel, padahal seringkali yang menyatakan boikot makan disitu bila hari biasa. :d

    Jangan juga kita menelan informasi di media cetak Indonesia bulat-bulat. Sebab seringkali di Indonesia kenyataan yang terjadi sering ditutup-tutupi demi kepentingan golongan tertentu. CONTOHNYA APA?

    Saya berikan contoh real yang jarang/tidak ditampilkan di media informasi.

    -Pelarangan Natal dengan membagikan selebaran yang isinya menghimbau agar umat Kristiani dilarang merayakan Natal. Hal ini tidak diberitakan di TV. Saya mendapat informasi dari saudara kerabat di Aceh. Pada esok harinya timbullah bencana tsunami.

    -Tentang Israel dan Palestina saat ini. Saat ini yang sering ditayangkan dengan keras adalah bahwa Israel membabi buta membunuh rakyat Palestina. Tapi dalam kenyataanya kelompok militan Hamas memulai dahulu pertikaian, hanya saja taktik perang Palestina itu sedikit aneh. Bukan maksud saya memojokkan Palestian dan mendukung Israel, tapi ini kenyataan yang terjadi. Palestina menyerang Israel lebih dahulu dengan bom di tanah kosong, hal ini dilakukan Palestina untuk memancing peperangan. Saat Israel membalas, Palestina berteriak minta pertolongan dunia. Ini merupakan trik Palestina yang tidak diketahui semua orang. Jadi kejadian ini seperti saya mencubit anda, lalu anda memukuli saya hingga babak belur dan saya berteriak minta tolong pada orang untuk membalas perbuatan dia, padahal saya dahulu yang mulai mencari peperangan. Hal ini sebaiknya dicermati lebih dalam. Sekali lagi saya bukan bermaksud memojokkan Palestina.

    -Serangan Amerika di Irak dianggap sebagai pemojokan dan pembantaian bagi umat Muslim. Padahal pemerintahan Irak sendiri meminta agar jaringan teroris di negaranya diselidiki dan diberantas. Masalahnya adalah, kaum teroris di sini adalah kaum bersenjata yang profesional dalam hal perang fisik dan moral. Coba saja mereka mengatasnamakan Islam dalam perjuangan mereka. Padahal kaum ini membunuh dan melakukan tindak kriminal terhadap sesamanya yang juga Muslim. Mereka hanya ingin kekuasaan, tetapi pintar dalam memainkan moral kita. Dengan mengatasnamakan Muslim, beberapa bahkan BANYAK yang mengira bahwa kaum Muslim sedang dipojokkan. Mungkin yang membaca tulisan saya tidak setuju, tapi coba anda pikir, bagaimana bila anggota keluarga yang anda sayangi (maaf kata) dibunuh oleh kelompok teroris ini dan mereka mengatasnamakan Muslim. Jadi sebenarnya inti permasalahan adalah janganlah melihat dia Muslim, Kristen, Budha, Hindu dan sebagainya, tetapi lihatlah orangnya. Siapa yang kamu bela dan siapa yang kamu lawan. Agama hanya sarana, tetapi baik buruk tergantung kita yang lakukan.

    -Jarang sekali yang tahu apalagi yang tidak pernah baca sejarah Indonesia. Pada zaman Soeharto pernah terjadi pembantaian ulama-ulama yang menentang Soeharto. Soeharto seorang Muslim, tapi dia juga tega membunuh sesama Muslim, bahkan Ulama. Jadi sekali lagi, jangan membela seseorang/kelompok berdasarkan agama, melainkan keadilannya.

    -Kejadian Mei 1998, bagaimankah nasib keturunan Tionghoa disini. Bangsa ini mengurusi Israel dan Palestina dengan mendalam, tapi ada yang peduli dengan anak bangsa kita? Apakah ada yang peduli dengan nasib mereka? Saya bukan keturunan Tionghoa, tapi saya tau rasanya sakit saat dipojokkan dan diperlakukan tidak adil

    Akhir kata dari saya adalah sebuah himbauan. Himbauan bagi pembaca berita adalah, sering-seringlah melihat berita di media internet. Begitu banyak informasi beredar dan keakuratannya pun diakui.

  41. Irvan says:

    Tidak ada dilema dalam masalah boikot. Beginilah cara cara syaitan melemahkan umat Islam, membaurkan antara yang putih dan yang hitam. Tidak ada grey area.. yang ada hanyalah hitam dan putih. Allah Maha kaya… Bukan Yahudi yang memberikan rizki bagi rakyat palestina.. Allah… Allah.. Allah… Rakyat Palestina akan tetap dijamin rizqinya oleh Allah meskipun tidak bekerja pada Yahudi… Hanya ada dua pilihan bagi umat Islam.. Menjadi budak Yahudi dan anteknya (yang akhirnya dihancurkan juga oleh mereka) atau melawan mereka sampai titik darah penghabisan… Laa illaha illallah… Muhammadarrosululloh….

  42. mas boed says:

    boikat..boiket..boikot…udah banyak diperdebatkan tapi barang/jasa yang harus diboikot ga disebutin. Ambo cuma baca Coca-cola, Mc D. KCC, Demokrasi, pemilu, emansipasi/persamaan gender, n demonstrasi. yang lain manaaaa? apa semua produk Amerika harus diboikot? karna di pasaran Indonesia kita ga pernah ketemu produk Israel. So kalau gitu, yg pengin berpartisipasi boikot produk Amerika, ya jangan pernah buka yahoo, google, Wordpress, n web-web yang berbau Amerika. Karna sekali anda klik mereka, jutaan dollar mengalir ke kantong mereka. BTW, kalau dihubungkan dengan transaksi satu level, analogi dengan gaji karyawan yang diperoleh bossnya dari korupsi, apa kita ikut berdosa juga kalau keuntungan yang Amerika dapat dari kita, mereka gunakan untuk memerangi Saudara-saudara muslim kita? bukannya dalam kasus ini sudah dua level? bukannya yang berdosa hanya Amerika/Yahudi aja? Tolong dong dijelasin, biar saya nggak bingungg.

  43. israel says:

    [[dnc]]fuck u all

  44. Palestina adalah salah 1 Negeri Islam yang perlu kita bantu, masih banyak lagi yang perlu kita bantu, seperti muslim Etnis Rohingya yan saat ini telah di usir dari negaranya sendiri.. untuk membantu Palestina & Muslim lainnya maka kita perlu kaya
    Allahu Akbar…:)>-

  45. Asrul says:

    Pusing jadi Islam? 8-| mendingan jadi Yahudi kalee… [-( :o

  46. PANCA says:

    :-?HE..HE…MAS ROSYIDI, ANDA MENGUTIP SUMBER DARI WIKIPEDIA. jANGAN TERLALU PERCAYA YA!!! TOH WIKIPEDIA JUGA SERING MENGUTIP INFORMASI DARI SUMBER YANG TIDAK VALID. TERLEBIH TENTANG ISLAM. BAGAIMANA MUNGKIN RAKYAT PALESTINA MENJADI KARYAWAN2 DI PERUSAHAAN2 ISRAEL??!!TOH MASUK KE ISRAEL SAJA RAKYAT PALESTINA TIDAK DIIZINKAN. JUSTRU ISRAEL TUH…YANG MASUK KE TANAH PALESTINA DAN MENDIRIKAN NEGARA DI TANAH ORANG. PALESTINA SELAMA INI HIDUP DARI HASIL BERCOCOK TANAM dan ketangguhan rakyat Palestina yang selama ini ditopang kehidupannya oleh berbagai yayasan sosial kemanusiaan secara ekonomi, sosial dan pendidikan

    Rosyidi :Yup saya setuju dengan anda. Wikipedia tidak sepenuhnya valid. Namun yg saya kutip hanyalah masalah pekerjaannya saja. Kalo masalah produk palestina saya kutip dari buku Palestina, duka orang-orang yang terusir. Kata siapa rakyat palestina tidak diizinkan masuk ke Israel? Coba anda baca-baca lagi. Banyak sumber yang saya baca semuanya menyebutkan boleh. Namun tidak semua rakyat palestina. Israel membedakan KTPnya. Kalo KTPnya hijau dilarang masuk karena dia intifada, berarti pernah dipenjara. Yang gak pernah dipenjara pun belum tentu boleh masuk. Di TV juga pernah disiarkan, dokter palestina yang bekerja di rumah sakit Israel. Jadi kehidupan palestina tidak sepenuhnya dari hasil bercocok tanam.

  47. yani au says:

    He…he…kok pada bingung sih??? mana-mana produk yang kita mampu memboikotnya ya kita boikot aja dan mana-mana produk yang tidak sanggup kita memboikotnya ya udah…nggak usah diboikot. Kita berusaha membantu saudara-saudara kita di Palestina sekuat tenaga kita tetapi dalam batas kemampuan kita;)Hm…:-? antara pilih produk dalam negeri dan boikot??!! ya bukan dilema dong. Justri itu solusinya. Ya kita gabungin aja!!! Mari kita boikot produk Amerika dan Israel dengan memakai produk-produk dalam negeri!!! Nah…gampang kan:x

    Rosyidi :Yup tepat sekali.

  48. yani au says:

    oh ya Mas Rosyidi. Siapa bilang umat Islam nggak ada yang boikot. Banyak kok yang melakukan boikot. Tuh Malaysia dan negara2 tetangga kompak boikot produk Amerika dan Israel. Begitu juga Timur Tengah bahkan di Eropa juga banyak melakukan hal yang sama sebagai aksi simpatik tolak agresi Israel. Dan sekarang kita bisa melihat melemahnya agresi Israel karena desakan dan boikot umat Islam seluruh dunia. :)>-sip……lah

    Rosyidi :Saya tidak bilang muslim tidak ada yang boikot. Tapi Muslim tidak semuanya menjalankan boikot. Ya memang di Malaysia Islamnya lebih kental ketimbang di Indonesia, karena pemerintah mengontrol penuh ajaran Islam disana. Jadi mulai dari khutbah jumat dll yang membuat pemerintah. Jadi salah satunya khutbah jum’at, khatib diwajibkan membaca text dari yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Jadi jum’atan dimanapun tetep sama isinya. Kecuali di University Islam Antarbangsa. Panjang penjelasannya. Kapan2 saya menulis khusus tentang islam di Malaysia, insyaAllah.

  49. extar says:

    Yup…mas Panca:)>-aku sering menemukan data-data yang tidak valid dalam wikipedia ketika bicara tentang sejarah Islam. Wikipedia banyak mengutip dari sumber-sumber orientalis ketimbang rujukan-rujukan Islam yang lebih valid kalau berbicara tentang sejarahnya sendiri. Kalau aku sih nggak berani menyimpulkan dan berbicara tentang Islam atau sejarah umat muslim kalau bukan dari sumber-sumber Islam sendiri.

    Rosyidi :Yup setuju sekali. Saya pun hanya mengutip pekerjaannya aja. Itu cuma referensi sekunder.

  50. Hafsah says:

    Arab Palestina Bukanlah Bangsa Palestina Tapi Bangsa Arab !!!

    Palestina berasal dari sebutan orang2 yang menyembah dewa2 Filistine. Yahudi/Jew berasal dari sebutan orang2 yang menyembah dewa Yahweh. Keduanya berasal dari etnicity race yang sama yang juga lokasi geografis yang sama yaitu sama2 bukan Arab. Keduanya berbahasa sama yaitu bahasa Hebrew/Ibrani yang sudah berkembang jauh sebelum munculnya bahasa Arab. Bahasa Arab sendiri adalah bahasa baru yang berasal dari transformasi bahasa Phoenicia.

    Setelah masuknya Arab Islam patung2 dewa Filistine dihancurkan, dimusnahkan dan penyembahnya yaitu bangsa Filistin musnah digenocide Arab Islam dan sebagian melarikan diri ke Yunani. Arab Islam adalah orang2 Arab dari luar wilayah Palestina yang beragama Islam, menyembah Allah dan berbahasa Arab bukan berbahasa Hebrew.

    Arab Palestina bukanlah orang Palestina aseli, sama halnya dengan Cina Indonesia bukanlah orang Indonesia aseli. Arab Palestina adalah orang2 Arab pendatang kebanyakan dari Mesir yang kerja cari nafkah di wilayah Palestina dulunya. Sama dengan orang2 Cina Indonesia asalnya dari Cina dan cari nafkah di Indonesia. Bedanya, orang2 Cina ini tidak mengusir orang Indonesia, sebaliknya orang2 Arab ini membunuhi dan mengusir orang Palestina aseli.

    Yahudi dan Palestina (bukan Arab Palestina) adalah orang yang sama, yang membedakannya hanyalah agamanya. Yang menyembah dewa yahweh disebut orang Yahudi, dan yang menyembah dewa Filistine disebut orang Palestina. Kerajaan Palestina adalah jajahan Inggris sebelum perang dunia kedua, dan Wilayah kerajaan Palestina dulunya meliputi Israel, Syria, Lebanon, dan Yordania. Namun setelah perang dunia usai, kerajaan Palestina ini diberi kemerdekaan melalui referendum dibawah pengawasan PBB, Inggris, dan Amerika. Hasil referendum ini kemudian muncul 4 negara yaitu Israel, Yordania, Syria, dan Lebanon. Jadi kalo mau menuntut kembali kerajaan Palestina kenapa cuma Israel saja, kenapa bukan Yordania, Syria dan Lebanon ? Mentang2 3 negara selain Israel mayoritas berpenduduk Islamnya, orang-orang Islam Arab pendatang di Palestina jadi melempem!

    Arab itulah penjajahnya bukan Israel. Begitulah pemahaman dunia sehingga Hamas tidak mungkin bisa menang, tidak mungkin bisa memutar balik kenyataan. Umat Islam di Indonesia sudah diracuni dengan kebohongan2 Islam sehingga menganggap Israel mencaplok dan menjajah padahal merekalah yang dulunya jadi korban penjajahan dan pengusiran oleh orang2 Arab Islam. Jangan dibalik!!

    Jadi kenyataannya lah demikian sehingga Israel lah yang diakui bukan Palestina dan Palestina sekarang itu bisa eksist hanyalah sikap mengalah dari Israel atas tekanan Amerika sehingga mendapatkan kesempatan dari perjanjian Camp David. Bahkan Yasser Arafat sendiri lahir dan akte kelahirannya adalah Cairo Mesir.

    Yordania, Syria, Israel dan Lebanon Itulah dulunya wilaYah Palestina!

    Itulah sebabnya, Yordania, Syria, dan Lebanon membantu PLO dulunya karena kuatir tanah mereka juga digugat sebagai wilayah Palestina kalo perjuangan Yasser Arafat dalam mendirikan negara Palestina ini berhasil.

    Memang, PLO melandasi perjuangannya mula2 dengan ideologi Islam agar Syria, Lebanon dan Yordania yang penduduknya mayoritas Islam mau membantu perjuangan mereka dalam mendirikan negara Palestina di atas tanah Israel, yang penduduknya mayoritas beragama Yahudi. Namun karena secara historisnya negara Palestina (aseli) itu mencakup juga Syria, Yordania, dan Lebanon, maka tidak perlu diragukan bahwa apabila PLO berhasil mendirikan negara Palestina diatas tanah Israel yang sekarang, maka mereka juga akan menggugat negara2 Yordania, Syria, dan Lebanon sebagai wilayahnya dulu.

    Oleh karena itulah, meskipun negara2 ini se-olah2 membantu PLO namun sesungguhnya mereka tak suka negara mereka dijadikan benteng perlawanan untuk memerangi Israel. Akhirnya PLO yang mula2 menggunakan Syria sebagai basis bentengnya berhasil di evakuasi ke Yordania dan kemudian diusir lagi ke Lebanon dan yang terakhir inilah akhirnya mereka dievakuasi ke Gaza dan West Bank. Di kedua posisi inilah mereka berhasil dijepit tidak bisa bergerak lagi.

    Israel itu hanyalah sebagian kecil saja dari wilayah Palestina yang sebelumnya menjadi jajahan Inggris. Jadi kalo mau mempersoalkan keserakahan, jelas yang serakah itu justru orang2 Arab Islam ini karena wilayah Palestina cuma dipecah menjadi 3 negara Islam dan satu negara Yahudi. Kalo mau adil seharusnya dijadikan 2 negara Yahudi dan 2 negara Arab Islam.

    Salam,
    Hafsah

  51. Hafsah says:

    Bagaimanapun Arab Palestina Harus Ngaku Salah

    Sama2 Islam bukan berarti harus saling bela meskipun salah. Kita membela yang benar bukan yang seiman. Ajaran Islam yang paling biadab itu mengajarkan agar kita sesama umat harus saling membela meskipun salah!!! Enggak bisa begitu dizaman sekarang!!!

    Arab Palestina, jelas mereka bukan orang Palestina aseli tapi orang2 Arab Mesir. Orang Palestina aseli (bangsa Filistin) sudah sebagian besar musnah terkena operasi genocide Arab Islam. Bukan maunya mereka untuk tinggal di Gaza atau West Bank, karena rencananya mau merebut Israel dan memusnahkan bangsa Yahudi dibantu semua negara2 Arab dan Islam di seluruh dunia. Itulah sebabnya, niatnya udah jelek, niatnya udah busuk, mereka pikir yang penting dekat2 dengan Israel bisa nyusup kemudian ngebomb secara sembunyi2.

    Namun niat busuknya enggak kesampean, ternyata Israel juga tahu cara2 mengatasinya, didirikanlah tembok sebagai benteng, hasilnya sekarang terbukti, kalo dulunya setiap minggu pasti ada pasar yang dibomb, sekarang dalam dua tahun pun belum ada bomb2 yang meledak di pasar2.

    Gagal menyusup untuk meledakkan bomb2 ditengah pasar di Israel akhirnya mereka menembakkan roket2 saja diperbatasan, hasilnya minim karena wilayah perbatasan sejarak kira2 10 km dijadikan zona bebas sehingga roket2nya banyak yang enggak nyampe ke dalam wilayah Israel.

    Ini kenyataan kebusukan orang2 Arab mau mengusir sebuah bangsa dari tanah airnya dengan bermodalkan keimanan kepada Muhammad dengan Quran dan Allahnya.

    Sekali lagi saya minta semua pembaca untuk bersikap netral, jangan mengumbar kebencian se-mata2 karena Yahudi dicaci-maki dan dibenci oleh Quran. Memang kita beragama Islam, bukan berarti kita harus percaya saja semua kebohongan2 yang ada di dalamnya, karena ke Islaman kita se-mata2 hanyalah budaya yang mengikat sesama sebatas tolong-menolong bukan untuk kerja sama merampas tanah air orang lain, bukan untuk berpihak kepada rampok yang jelas2 salah meskipun mereka seagama dan seiman dengan kita. Berjalanlah di jalan yang benar, jangan memutar balik yang salah agar kelihatan se-olah2 benar dan menggunakan agama dan nama Allah agar tidak ada yang berani mengkritik kesalahan kita2 ini.

    Sekali lagi, Arab dengan Islamnya itu penuh dengan kebathilan sepanjang sejarahnya, tetapi bukan berarti kita yang sekarang juga beragama Islam harus ikut2an berpihak kepada kebathilam meskipun atas nama ajaran Islam dan Quran-nya. Jangan sekali2 menggunakan agama sebagai sumber sejarah, jangan sekali2 mengadili dengan menggunakan Islam sebagai patokannya. Islam itu cuma sebatas kepercayaan kepada adanya sorga dan neraka dalam rangka membatasi kejahatan saja, jangan justru digunakan dan dimanfaatkan untuk bertindak atau membebaskan atau melindungi kejahatan.

    Demikianlah, dalam menimbang urusan konflik Timur Tengah ini kunci penyelesaiannya hanya berada pada kesadaran umat Islam itu sendiri, kalo masih tetap mau bela2an karena sama2 Islam akhirnya mati konyol karena biar gimanapun kebenaran yang menang bukan Islam yang menang. Artinya kalo anda Islam, bersikaplah yang benar pasti menang. Tetapi meskipun anda Islam kalo salah tetap kalah. Biarpun bukan Islam tapi kalo benar pasti menang. Demikianlah kuncinya memecahkan masalah di Timur Tengah yaitu kita harus mau menerima kenyataan, Israel itu memang tanah air mereka orang2 Yahudi bukan orang2 Arab dan tak usah catut2 nama Palestina karena orang2 Yahudi itu lah sebenarnya bangsa Palestina yang aseli bukan orang Arab. Orang2 Arab itu cuma pendatang sehingga dinamakan Arab Palestina, sama halnya dengan Cina Indonesia yang juga cuma pendatang.

    Dimana adilnya kita bisa antipati kepada Cina Indonesia malah bersimpati kepada Arab Palestina. Padahal Cina Indonesia enggak minta negara sendiri, enggak niat mengusir orang Indonesia.

    Kita pribumi Indonesia itu sama kedudukannya dengan orang Yahudi di Israel. Cina Indonesia itu posisinya sama dengan Arab Palestina yang kurang ajar dan biadab. Bedanya Cina Indonesia enggak ngebomb bunuh diri. Naaah…. gimana enggak biadab itu Arab2 Palestina malah ngebomb mau memusnahkan penduduk pribuminya.

    Ini kenyataan yang harus anda lihat. Untuk bahan renungan justru pikirlah dengan hati nurani, orang2 Indonesia sesama Islam dari Jemaah Ahmadiah malah kita usir dari negeri kita, kita halalkan darah mereka untuk dibunuh….. biadab enggak tuh ajaran Islam kayak gitu….. dan seperti itulah yang berlaku dikalangan Arab2 Palestina di Gaza dan West Bank dan hal inilah yang harus anda renungkan dengan hati nurani yang suci dan bersih.

    Hafsah

  52. Hafsah says:

    Latar Belakang Negara Palestina Kabur Tak Punya Tujuan !!!

    Mula2 menyatakan agar tanah Israel dikembalikan keposisi sebelum tahun 1948, ternyata posisi sebelun tahun 1948 itu bukan cuma Israel yang belum berdiri tapi juga belum ada Syria, belum ada Lebanon, belum ada Yordania, sehingga apabila PBB bersedia mundur kembali keposisi sebelum 1948, maka wilayah Palestina ini merupakan jajahan kerajaan Inggris.

    Jadi sudah jelas, Yasser Arafat yang menuntut untuk dikembalikan tanah Israel ke posisi sebelum 1948 tidak mendapat dukungan dari sobat2nya sendiri dan malah ditolak, mana mungkin Syria, Lebanon, dan Yordania bersedia dibubarkan bersama bubarnya Israel ???

    Sekarang Hamas menuntut lain lagi, mereka menuntut agar posisi Israel mundur keposisi sebelum tahun 1967 yaitu posisi sebelum perang 6 hari. Namun kembali kebingungan karena posisi sebelun 1967, Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan (West Bank) itu bukan milik Israel tapi milik Mesir dan sekarang wilayah ini sudah diserahkan kepada negara Palestina berdasarkan perjanjian Camp David. Jadi kalo tuntutan Hamas itu dikerjakan, tak perlu susah2 lagi Israel karena Gaza dan Tepi Barat Jordan itu kembalikan saja kepada Mesir dan Palestina kehilangan tanahnya yang sekarang.

    Setiap perjuangan seharusnya ada tujuan yang jelas apa yang ingin dicapainya. Misalnya, apabila mau memerdekakan suatu wilayah maka sebelum berjuang harus jelas dulu arah perjuangannya itu apa dan untuk mendapatkan dukungan politik dari negara2 seluruh dunia tentu harus dipersiapkan argumen yang tepat.

    Argument orang2 Arab Palestina asal Israel ini sama sekali ngaco belo karena mereka hanya bermodalkan Islam dengan latar belakang membenci orang2 Yahudi tidak lebih daripada itu.

    Mereka tidak setuju pembentukan negara Israel, lalu hanya dengan jumlah demostran kurang dari 2000-an orang mereka berlong-march meninggalkan Israel menuju Syria untuk kemudian melakukan perang gerilya dengan bantuan Syria.

    Wajar kalo gerilya berupa gerombolan kriminal ini tak mungkin bisa berhasil untuk merubuhkan sebuah negara yang diakui United Nation. Oleh karena itu gerilya ini kemudian membentuk tujuan yaitu kemerdekaan Palestina yang katanya mengusir penjajahnya orang2 Yahudi.

    Karena waktu itu Syria menjadi sponsor membawa masalahnya ke UN, maka dilakukan tanya jawab yang berakhir dengan kekalahan para gerombolan ini. Dalam tanya jawab itu, ditanya, kalo memang benar orang2 Yahudi itu penjajah yang harus diusir, lalu kemana mereka harus diusirnya karena kenyataan tanah air mereka memang diatas tanah Israel itu. Oleh wakil2 gerombolan itu yang menamakan PLO dikatakan mereka harus dilenyapkan dari muka bumi ini dan tidak ada tanah mereka didunia ini.

    Wajar saja ya, jawaban seperti itu bukanlah jawaban untuk kemerdekaan karena yang mereka mau ambil itu bukanlah tanah mereka melainkan tanah orang lain sehingga caranya bukan mengusir penjajah melainkan membantai satu bangsa Yahudi hingga musnah untuk diambil tanahnya oleh wakil2 yang cuma kurang dari 2000 orang ini.

    Memang pada akhirnya jumlah gerombolan ini berkembang menjadi 1 juta lebih, tetapi mereka bukan dilahirkan ditanah Israel tetapi di luar Israel sehingga tidak bisa mengklaim tanah dan juga kewargaan negara. Mereka bertambah jumlahnya akibat banyak Arab2 lainnya dari Syria, Lebanon, Yordania, dll yang bergabung dengan mereka akibat perkawinan ataupun hubungan keluarga jauh dulunya.

    Jadi perjuangan berdirinya negara Palestina ini sebenarnya sama sekali tidak punya latar belakang, tidak punya tujuan, tidak punya rencana untuk berdirinya sebuah negara. Celakanya, Pemerintah RI hanya mendukung berdasarkan emosional religious saja karena sama2 Islam secara membuta memberi dukungan meskipun sama sekali tidak rasional. Demo2 di Indonesia juga menuntut agar posisi Israel dikembalikan kepada posisi sebelum 1948, namun posisi 1948 juga tidak ada negara Palestina yang ada hanyalah jajahan Inggris dengan boneka2nya yang dijadikan raja Palestina.

    Kemudian baru2 ini juga demo2 di Indonesia merubah lagi tuntutannya, yaitu menuntut Israel kembali keposisi sebelum 1967, dan ini juga ngaco belo karena posisi Israel waktu itu sama seperti sekarang yang beda justru tanah Gaza dan Tepi Barat Jordan waktu itu masuk wilayah milik Mesir. Tentu kalo hal ini juga mau dipaksakan, maka Hamas dan Abbas kehilanggan Gaza dan Tepi Barat Jordan karena harus diserahkan kepada Mesir.

    Demikianlah, hingga detik ini para pendukung negara Palestina tidak punya tuntutan yang jelas yang diingininya karena memang tidak seharusnya menuntut ini dan itu yang bukan pada tempatnya hanya se-mata2 kepercayaan dongeng2 tentang Islam yang membenci dan memusuhi Yahudi dimana mereka berkewajiban memusnahkan orang2 Yahudi dalam mendirikan syariah Islam dimuka bumi ini. Sampai saat ini PBB tidak tahu maunya Arab2 Palestina ini selain memusnahkan orang2 Yahudi melalui genocide.

    Kekuatan tak punya, tentu tak mungkin bisa meminta bantuan UN untuk melakukan genocide sebuah bangsa yang tidak bersalah se-mata2 karena kepercayaan Islam. UN tentunya tidak bisa bertindak atas nama agama Islam yang tidak universal, tidak bisa berlaku untuk seluruh manusia.

    Jadi seharusnya politikus RI ini paham sejarah dulu apabila mau jadi penengah. Bagaimana bisa jadi penengah kalo sudah langsung berpihak memusuhi pihak yang benar ??? Seharusnya kalo mau jadi penengah kita tidak berpihak alias netral.

    Salam,
    Hafsah

  53. Sanji says:

    Melihat serangan teroris israel ke gaza kemarin rasanya pengen sekali memenggal kepala para teroris itu. Tapi ternyata tidak punya kemampuan (harta, sarana, dll). Jadi?

  54. beben says:

    @Jhalie
    kenapa mesir memperbudak Bani Israel? menurut sdr Jhalie karena sifat Bani Israel iru sendiri yng kurang baik. Karena Sdr Jali mencari sumber berdasarkan Alqura, tentu susah menemui jawabannya.
    Dinasti Firaun yang memerintah pada masa Yusuf dan Yakub tidak sama dengan Dinasti Firaun yang memerintah selama perbudakan Bani Israil.
    bani Israel bukan tinggal ditanah Kanaan, tetapi di lembah Gosyen yaitu suatu lembah di pinggir Sungai Nil, sedangkan wilayah Kanaan (Palestina) bukan wilayah Mesir.
    Dimanapun mereka hidup selalu diberkati dengan kelimpahan sehingga Firaun yang memerintah Mesir Cemburu sekaligus khawatir kalau-kalau bani Israel menjadi kuat dan bisa mengambil kekuasaan kefiraunan. Disamping itu baik dari segi agama dan kebiasaan baani israel itu berbeda dengan orang Mesir. Orang Mesir waktu itu mengharamkan Sapi untuk dimakan karena merupakan binatang tunggangan dewata, sedangkan bani Israel tidak. Bani Israel mengharamkan babi, sedangkan orang Mesir tidak, dll.
    untuk penjelasan selanjut saya copy dari blogs yang ada:
    Banyak orang rancu menyebut istilah Israel dengan Istilah Yahudi.
    Israel sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yang berarti Kekuatan Allah. (Yisra dan El). Nama itu diberikan kepada Yakub, sehingga keturunan Yakub yakub disebut dengan Bani Israel. Setelah berhasil memasuki Tanah Kanaan mereka membagi tanah menjadi 12 wilayah. Tiap wilayah diwariskam kepada 12 Suku Israel, kecuali suku Lewi yang mempunyai tanah di setiap suku. Sebenarnya suku di Israel itu ada 13 karena anak-anak Yusuf yaitu Manasye dan Efraim diangkat sebagai anak oleh Yakub. namaun pembagian wilayah tetap 12 karena Suku Lewi yang diangkat sebagai suku Imamat harus berada di semua suku.
    Ketika itu tiap suku diperintah oleh Hakim dan para Imam yang merupakan wakil Yahweh (Tuhan Semesta Alam) di dunia. Kadang-kadang Imam bisa merangkap sebagai Hakim. Pemerintahan semacam ini berlangsung ratusan tahun.
    Ketika ancaman terhadap keberadaan bangsa Israel oleh bangsa di sekitarnya semakin membahayakan, terutama dari bangsa Migran dari pulau Kreta yang mendiami daerah Gaza dan sekitarnya (bangsa Philistin) maka masyarakat Israel dari tiap suku datang kepada Samuel yang pada saat itu menjadi Hakim atas seluruh Israel. Namun permintaan itu ditolak oleh Samuel. Ketika Samuel didesak terus, samuel meminta pentunjuk Tuhan, dan Tuhan menyetujui kalau Israel mempunyai seorang raja, sehingga diangkatlah Saul dari suku Benyamin. Saul adalah raja yang mengandalkan kekuatan sendiri tidak mau mengandalkan kekuatan Tuhan, sehingga Tuhan melalui Samuel mengangkat Daud dari suku Yehuda menjadi raja atas seluruh Israel. Setelah Saul dan putra mahkotanya wafat dalan pertempuran melawan pasukan Philistin, barulah Daud benar-benar menjadi Raja. Pada masa Daud inilah Israel menjadi kuat. Israel menjadi Negara yang disegani. Pada masa pemerintahan Sulaiman (Salomon, Salom=Damai, Amon=Raja) Israel menjadi kuat dalam bidang militer dan ekonomi. Pada masa raja Sulaiman Israel mampu menaklukan bangsa-bangsa di sekitarnya. daerah kekuasaan Sulaiman adalah ke selatan samlai ke perbatasan Mesir, ke Timur sampai ke perbatasan Persia (Iran) dan ke utara sampai ke Perbatasan Turki. Semua negara yang ditaklukannya (kecuali Gaza) tidak pernah dianeksasi ke dalam wilayah Israel, namun dijadikan daerah merdeka, namun harus membayar upeti kepada Israel. Sesudah Sulaiman wafat Israel diperintah putranya Rahabeam. Pada saat itulah Yerobeam dari suku Efraim (suku putra Yusuf) memberontak dan berhasil memisahkan diri dan menguasai 10 suku lainya di utara. Sedangkan Rahabeam (keturunan Daud) mengusai 2 suku di selatan yaitu suku Yehuda dan Suku Benyamin.
    Yerobeam khawatir kalau rakyatnya beribadah ke Yerusalem akan mengakibatkan hati rakyat Israel Utara akan terpaut kembali kepada keluarga Daud. Untuk itu dia membuat tempat pusat peribadatan di puncak Bukit agar orang Israel tidak perlu lagi pergi ke Yerusalem. Perbuatan Yerobeam ini membuat bayak orang Israel di utara pindah ke Selatan, sehingga di selatan menjadi lengkap 13 suku Israel. Lama-kelamaan Israel Utara dikenal sebagai Kerajaan Israel dan di Israel Selatan dikenal dengan nama Kerajaan Yehuda. Setelah kerajaan ketika Israel utara runtuh di serang oleh kerajaan Asyur (Asyiria) sebagaian warganya melarikan diri ke selatan sebagian ditangkap dan dibuang ke daerah perbatasan Irak dan Iran sekarang. Bangsa Israel yang tertinggal di campur dengan bangsa Asyria sehingga dikenal dengan nama bangsa Samaria.
    Di kalangan dunia Internasional waktu itu kerajaan Israel Selatan dikenal dengan nama Kerajaan Yehuda dan penduduknya disebut orang Yehuda (istilah Arab yahudi , sama dengan Amerika menjadi Ameriki).
    Sebenarnya bangsa orang Yehuda/Yahudi tidak menyebut dirinya sebagai orang Yehuda melainkan sebagai orang Israel, namun demikian istilah bangsa Yahuda lama-kelamaan diterima sebagai identitas Internasional mereka. Kita lihat dalam tulisan-tulisan menjelang abad pertama masehi, misalnya kitab Makabeus mereka selalu menyebut identitas mereka sebagai orang Israel.
    Pada saat itu dunia tidak mengenal Israel tetapi mereka mengenal Yudea/Yehuda/yahudi.

    Ketika Bani Israel (Yahudi) memberontak terhadap penjajahan Bangsa Romawi yang puncaknya sekitar Tahun 70 Masehi, tentara Roma dibawah Jenderal Titus menyerang Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah/Baitullah yaitu pusat ibadah keagamaan Yahudi.
    Ketika itu banyak diantara pejuang dan rakyat Bani Israel yang tewas dalam mempertahankan Yerusalem. Bahkan pejuang militan lebih bunuh diri massal di Benteng Antonio ketika Yerusalenm dan bait Allah dihancurkan oleh tentara Romawi. Diantara Bani Israel melarikan diri ke seluruh penjuru dunia (diaspora).
    Ditanah pelarian mereka merasa bukan bagian dari bangsa tempat mereka tinggal, tetapi merupakan bangsa Israel yang tanahnya diduduki bangsa asing, namun tidak kuasa mereka rebut kembali. Di tempat baru ini mereka jarang membeli tanah yang berlebihan dan menjadi petani karena mereka merasa tanah itu bukan tanah mereka. Mereka lebih suka menyyimpan harta dalam bentuk barang ataupun dalam bentuk keahlian. Sehingga merteka menekuni bidang pekerjaan sebagai pedagang, dokter, ilmuan, profesor dan berbagai pekerjaan profesi lainnya. Akibatnya mereka menjadi masayarakat yang berada dan banyak diantaranya yang menjadi sangat kaya. Hal ini menjadi sumber ketidak senangan bangsa tempat mereka tinggal, apalagi sifat kebangsaan mereka sangat kurang. Dan bidang keagamaan mereka menjaga jarak dengan masyarakat sekitarnya terutama tentang halal-haramnya makanan masyarakat sekitarnya.
    Di bidang keagamaan mereka menerapkan cara keagamaan yang baru yaitu berdoa dengan cara menghadap ke Yerusalem (berkiblat), Bahkan banyak rumah ibadah mereka (sinagog) yang menghadap ke Yerusalem. Ketiga permulaan Agama Islam berdiri Nabi Mohamadpun mengikuti cara orang Yahudi berkiblat ke Yerusalem , yang mengakibatkan pertentangan dengan beberapa penganut Yahudi di Kota Yastrib (Madina), terutama dari golongan garis keras. Pertentangan ini mengakibatkan berubahnya kiblat Umat Islam pada waktu itu ke Mekah. Akhir dari pertentangan itu adalah terusirnya orang-orang Yahudi dari kota Madinah.
    Kepada anak-anaknya mereka diajarkan bahwa tanah air mereka bukan disini tetapi di Tanah Israel jauh disana dimana ada Kota Yerusalem yang bergelar Kota Sion, disanalah nama Yahweh (Elloah/Allah) diserukan. Dari sanalah Yahweh akan memanggil Bani Israel kembali untuk mendirikan negara dimana Messias akan menjadi kepala negara. Dinegara itulah Bani Israel akan hidup makmur dan sejahtera, di negara tersebut israel akan menjdi terang bagi bangsa-bangsa. Disitulah tidak ada tangis dan air mata, dan seterusnya. Suatu saat kelak Tuhan akan mengumpulkan Bani Israel di Tanah Perjanjian, bahaikan induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya. Kerinduan akan Tanah Sion inilah yang menjadi nama gerkan bangsa Yahudi untuk mendirikan negaranya.

    Setelah hidup generasi per generasi kehidupan bangsa di negara-negara tempat mereka mengembara menjadi sangat makmur, sehingga cita-cita mereka kembali ketanah perjanjian mendi sebatas wacana.Mereka merasa nyaman hidup di negara tempat mereka tinggal , walaupun mereka sering diperlakukan secara tidak adil.Keinginan untuk kembali ke Tanah Perjanjian kenjadi luntur.

    Setelah hidup beribu tahun di negeri orang banyak diantara mereka menjadi sangat kaya, perbankan mereka kuasai, banyak para pekerja profesional utama mereka juga kuasai sehingga secara perekonomian mereka jauh mengungguli penduduk pribumi. Kehidupan mereka diibaratkan kehidupan etnis China di Indonesia, bahkan lebih dari itu.

    Dalam kehidupan bermasyarakat mereka bersifat eklusif, hal ini disebabkan mereka merasa bukan bagian dari masyarakat karena mereka diperlakukan secara rasis oleh kaum pribumi yang nasionalis. Dala kehidupan beragama mereka berbeda dari masyarakat disekitarnya, terutama dalam masalah halal-haram, tahir-najis yang sangat mereka pegang teguh.

    Sebenarnya banyak diantara orang-rang Yahudi yang menjadi kristen dan segera meleburkan diri menjadi masyarakat pribumi, terutama di Eropah. Namun yang masih memeluk Agama Yahudi mereka tetap menjaga identitas mereka sebagai orang Israel.

    Sebenarnya nama Yahudi (Yehuda) adalah nama sebutan bangsa-bangsa di sekitarnya untuk menyebut keturunan anak-anak Yakub bin Ishak bin Abraham yang bergelar Israel (kekuatan ilahi). Sebenarnya ini adalah salah besar, karena Yehuda (dalam istilah Arab Yahudi, ingat amerika jadi ameriki atau Judea dalam istilah Yunani) adalah salah satu dari anak israel. Tapi dikalangan oraang Israel sendiri mereka menyebut identitas mereka sebagai orang israel, walaupun mereka menerima sebutan orang luar menyebut mereka sebagai bangsa Yahudi. Kenapa demikian kita akan bahaskan pada rubrik tersendiri.

    Pada abad ke 20 di Eropa bangkit pahan nasionalisme, sosialis, maupun komunis. Di Jerman kaum Nasionalisme-Sosialisme menangkan pemilihan umum sehingga mereka menguasai negara. Di Eropah Timur bangkit paham komunisme dan berhasil mengusai negara.

    Golongan Ultanasionalis dan Sosialis ini begitu membenci kaum Yahudi (Bani Israel) . Mereka cemburu melihat kemakmuran yang dimiliki kaum Yahudi, mereka iri melihat prestasi sekolah dari kaum Yahudi dan mereka benci orang Yahudi karena orang Yahudi tidak memiliki semangan nasional dan hanya mengaku tanah air mereka ada diseberang sana.

    Ketika golongan nasionalis-sosialis-komunis ini melakukan gangguan dan teror tehadap kaum Yahudi, maka mereka mulai merealisasikan kerinduan mereka untuk kembali ke tanah leluhur, yaitu dengan membentuk organisasi yang diambil dari nama bukit di Yerusalem tempat Raja Daud mendirikan Bait Allah yaitu Bukit Zion, sehingga gerakan mereka dikenal dengan nama Zionisme.

    Dalam bidang politik mereka melobi pemerintahan yang mengendalikan pemerintahan di tanah Palestina/Israel. Pertama mereka melobi pemerintah Turki tetapi tidak berhasil, namun sesudah dikuasi Inggris mereka mampu membuat pemerintah inggris mengijinkan orang-orang yahudi bermigrasi ke Tanah Kanaan/Pelestina/Israel. Namun untuk mendirikan negara Israel tidak diijin oleh Pemerintah Inggris. SAkibatnya mereka melakukan migrasi. Mereka dengan dana yang besar dari Organisasi Yahudi membeli secara besar-besaran tanah. Mereka mampu membeli tanah dua kali lipat harga pasar. Seingga semakin besarlah komunitas orang Yahudi di Pelestina.

    Di Jerman ketika Kaum Nazi berkuasa dipimpin oleh Hitler melakukan pembantaian orang Yahudi dan di Eropa Timur komunis juga malaku penghambatan kepada orang Yahudi, melakukan migrasi besar besaran ke Pelestina yang waktu itu dikuasai oleh Inggris. Pada Pemerintahan Nazi ini orang Yahudi di Jerman dan taklukanya banyak dibantai. Pada saat itu banyak orang-orang Yahudi yang diselamatkan oleh oraganisasi-organisasi Kristen disana, sehingga banyak juga para pendeta dan tokoh Kristen di sana yang harus mengorban nyawanya turut dibantai oleh Nazi Jerman.

    Ditanah baru inilah pada tahun 1948 mereka mendirikan Negara Baru dengan nama Republik Israel. Disinilah sejarah kuno konplikantara Israel dan Pilistine terolang kembali. Sejarah peperangan Orang Israel yang dipimpin olah Nabi Daud (King David) melawan panglima Pilistine Goliat terulang kembali.

    Israel dengan dengan dukungan Amerika dan denagn tentara sedikit didukung oleh SDM yang berkualitas mampu mempertahankan diri dari kepungan negara-negara Arab yang didukung oleh Uni Sovyet dengan tentara yang besar tetapi mempunya SDM yang rapuh.

    PLO dipimpin oleh Yesser Arafat berpuluh-puluh tahun melakukan teror dan perang gerilia terhadap Israel menyadari bahwa tidak mungkin melenyapkan Israel dari muka bumi dengan kekerasan. PLO melakukan perjuangan melalui diplomasi untuk mendapatkan Negara Palestina hidup berdampingan dengan Israel. Sehingga Organisasi PLO dan Yasser Arafat menjadi organisasi dan orang terhormat di dunia. Palestina mendapatkan daerah otonomi menuju kemerdekaan di daerah Gaza dan Tepi Barat, bahkan di daerah Jalur Gaza pasukan pendudukan Israel ditarik habis, sehingga secara defacto Daerah Jalur Gaza merupakan daerah merdeka. Sedangkan di daerah Tepi Barat perundingan berjalan alut karena status Yerusalem. Pemerintah Israel tidak mau membagi Yerusalem kepada Palestina, karena bagi Israel Yerusalem, terutama Yerusalem Timur merupakan “Mekahnya” agama Yahudi dimana disitulah letak Bukit Zion inspirasi Gerakan Zionisme, disitulah reruntuhan Bait Allah, disitulah kerintuan dan kiblat orang Yahudi beribu-ribu tahun di tanah pembuangan. Tetapi Palestina tetap menuntut Yrusalem Timur sebagai ibukotanya, sehingga menunda kemerdekaan Tepi barat seperti di Jalur Gaza. Tetapi perundingan terus berlangsung.

    Namun ketika Hamas berkuasa di Palestina, semuanya hancur berantakan. Apa yang diperjuangkan oleh Yasser Arafat, dkk. menjadi sia-sia. Hamas mengimpikan kehancuran Israel. Mereka tidak mau belajar seperti yang dilakukan oleh Yasser Arafat. Seenaknya menembak Israel dengan Roket Kebanggaannya, seenaknya melakukan bom bunuh diri terhadap militer dan sipil, mereka tidak mau melihat penderitaan rakyat yang hampir semuanya mencari nafkah di Israel.

    Mereka tidak menyadari bahwa kekuatan militer Israel jauh di atas mereka, sehingga ketika israel membalas dan berusah menumpas mereka, rakyatlah yang menderita. Ketika diupayakan perdamai Hamas tidak mau berdamai, dan selalu berkoar-koar merekalah memenangi peperangan, kasihan rakyat sipil.

    Sebenarnya Secara militer hanya dalam jangka satu minggu Hamas dapat dihabiskan, namu karena Hamas menembak roketnya dari perumahan penduduk, rumah sakit, sekolah dan fasilitas sipil lainya. Inilah yang membuat Israel kesulitan. Seandainya Israel melakukan perang total, Hamas bisa dituntukan bebarapa hari, tapi harus mengorbankan puluhan ribu bahkan ratusan ribu rakyat sipil, inilah yang membuat Israel tidak mampu menundukan Hamas secara militer.

    Hamas merupakan Gerakan Perjuangan kemerdekaan Palestina berlandaskan keagamaan yang militan. Mereka merasa Allah selau dipihak mereka, perjuangan mereka selalu mendapatkan restu dari Allah sehingga kalau pun mati mereka jadi martir atau mati sahid. Mereka tidak peduli masyarakat sipil menjadi korban karena kalaupun rakyat sipil jadi korban tidak masalah merekapun ikut mati sahit dan bidadari segera menjemput mereka, seperti yang dikatakan Amrozi dan kawan-kawan. Pandangan inilah yang membuat mereka tidak segan-segan menembakan roket ke pesawat dari pasar, rumah sakit, sekolah dan samping rumah penduduk. Ketika ada korban dari masyarakat sipil mereka mengabadikan penderitaan rakyat tersebut dan mengirimnya kepada stasion TV Aljazira, Sehingga dunia mengutuk Israel dan merka menjadi pahlawan.

    Sikap umat muslim yang mengelo-elokan Hamas sebagai pahlawan membuat mereka merasa tindakan mereka itu paling benar sehingga mereka merasa menang dan tidak mau berdamai dengan Israel. Sikap umat Muslim ini seolah-olah menjadi minyak yang menyiram api dalam perjuangan rakyat palestina, sehingga rakyat sipil Pelestinapun menderita.

    Hamas tidak menyadari kekuatan Israel itu sulit dilawan dengan kekerasan. Ketika Israel dikeroyok olah negara-negara Arab dari empat penjuru dengan lebih dari satu juta tentara dengan dibantu persenjataan dari Uni Sovyet mampu mengalahkan negara-negara arab hanya dengan 150.000 tentara dalam jangka 6 hari saja. Hizbullah di Libanon selatan mampu bertahan bukan karena lemahnya kekuatan militer Israel tetapi karena Hizbullah melakukan pertempuran diantara rakyat sipil mereka seperti Hamas melakukan penembakan roket dari rumah-rumah penduduk, pasar, rumah sakit, sekolah sehingga membuat banyak korban.

    Perjuangan Yasser Arafat yang panjang menjadi sia-sia apabila para pemimpin Palestina keras kepala. Perjuangan Rakyat palestina harusnya dipimpin oleh orang berpendidikan baik, bukan oleh para tokoh agama.

    Dengan pendidikan baik orang tahu kelemahan dan kekuatan perjuangan. Yasser Arafat adalah tokoh yang menyadari kekuatan dan kelemahan perjuangan rakyat Palestina. Sehingga dia mampu berjuang memakai otak bukan memakai otot.

    Dengan kembali ke pola perjuangan Yasser Arafat saya yakin bangsa Israel dan Palestina dapat hidup damai secara berdampingan selama-lamanya.

  55. v3 says:

    humm..tiap orang punya pemikiran sendiri-sendiri sih
    klo saya sih, percaya ama apa yang tertuang dalam alqur’an dan al hadist saja, karena saya percaya ada kehidupan sesudah kematian :)

  56. Nuruddin says:

    Menurut saya seruannya adalah “Boikot produk israel dan menfaatkan produk dalam negeri!!!” karena boikot produk israel bukan tak berguna mas…

  57. YusuF says:

    Hidup di dunia nyata logika dikit.Kalo gak ada mau ngalah genilah.Asal kita mau ngalah dan percaya tuhan jamin azabnya gak jauh dr mereka yg menyakiti. Tp kalo kita ikutan kaya mereka apa bedanya.Bacalah kitab suci baik jangan 1/2 tp seluruhnya sehingga tidak tersesat dengan pemahaman yg kitadapatkan.Kaya boikot negara arab yang kaya minyak gak pernah boikot minyak tuh.Padahal senjata paling di takuti negara lain.Kita mau boikot lihat dolo itu bener produk israel/ amerika trus apa solusi bagi mereka yang terkena dampaknya(sesama muslim) Jgn asal deh

Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3