Boikot Produk Israel Juga Merugikan Palestina
6,208 viewsPERINGATAN !!! JANGAN HANYA BACA JUDULNYA
Setiap Israel melakukan gempuran besar-besaran ke wilayah Palestina, selalu muncul wacana untuk melakukan boikot pada produk Israel dan Amerika. Bahkan beberapa ulama mengeluarkan fatwa yang menyatakan, haram hukumnya bagi setiap Muslim membeli barang-barang dan produk-produk Amerika Serikat dan Israel, baik berupa produk-produk minuman, gas bumi dan sejenisnya, produk-produk makanan, pakaian, elektronik dan sebagainya. Barang siapa yang melakukan transaksi berarti membela dan menolong orang-orang kafir, membantu mereka mendzalimi saudara-saudaranya kaum muslimin; dia telah melakukan kesalahan dan dosa besar.
Namun terlepas dari itu semua, ada dilema yang sangat besar andaikata boikot itu memang diikuti oleh seluruh negara di dunia.
Bukan hanya Israel yang akan terpuruk, Palestina bisa dipastikan juga akan terkena dampak yang sangat besar.
Bukan cuma Israel, Palestina juga akan merugi besar. Dan bahkan bukan hanya Palestina saja, bahkan Indonesia.
Memang ini sebuah dilema, tapi bagaimana itu mungkin terjadi?
Meskipun Palestina memiliki pemerintahan sendiri, namun apa artinya sebuah pemerintahan di daerah jajahan? Semua akses di kontrol penuh oleh penjajah.
Seperti halnya Indonesia dulu. Meskipun dulu Indonesia memiliki pemerintahan sendiri, raja-raja, namun semua itu dibawah pemerintahan kolonial Belanda. Semua akses perdagagan, usaha, dan kehidupan diatur oleh Belanda. Namun bedanya Israel lebih ketat lagi.
Penghasilan Rakyat Palestina
Sebelum menginjak lebih jauh, kita harus tau darimana penghasilan rakyat Palestina berasal. Ratusan ribu rakyat Palestina sejak 30 tahun lalu bekerja di wilayah Israel. Bekerja di bidang konstruksi, pertanian, medis, dan berbagai bidang lainnya. Jadi jangan dikira penghasilan rakyat Palestina murni dari negaranya sendiri. Penghasilan Palestina sendiri sebagian besar berasal dari bidang jasa, industri dan pertanian.
Perlakuan Tidak Adil
Tidak semua rakyat Palestina berkesempatan memasuki kawasan Israel. Terutama dari jalur Gaza. Apalagi pada saat perang, sangat sulit mendapatkan izin untuk memasuki kawasan Israel. Bahkan untuk salat di masjid Al-Aqsa pun sulit.
Untuk memasuki kawasan Israel harus melewati beberapa pos penjagaan. Di setiap pos dilakukan penggeledahan. Seringkali pekerja Palestina terlambat karena hal ini jika tidak berangkat benar-benar lebih awal. Dan pekerja Palestina selalu dianak tirikan.
Untuk pekerja model seperti ini, sangat besar kemungkinan dipecat apabila perusahaan merugi akibat pemboikotan produk mereka misalnya. Pekerja Palestina pasti diprioritaskan untuk dirumahkan jika terjadi pengurangan karyawan.
Masalah pekerja beda dengan masalah petani. Jika petani lebih susah lagi. Petani biasanya mengeksport produk hasil mereka ke luar negeri. Namun produk mereka selalu di prioritaskan terakhir dalam pengiriman. Israel akan membiarkan sayur Palestina di bandara berhari-hari atau mengirim sesudah barang mereka sendiri beres. Sering ketika sampai di Eropa sayur sudah busuk. Pengemas dan petani Palestina merugi dan reputasi mereka rusak.
Produk Palestina Berlabel Israel
Untuk menyiasati agar bisa langsung dikirim ke luar negeri Produk Palestina diberi label Israel. Seperti misalnya Tomat Palestina, diberi label Carmer yang menyatakan “Produksi Israel”, tomat yang sama berlabel Gaza tidak akan mungkin. Dan ini semua berlangsung sejak dahulu kala hingga saat ini.
Para pekerja jelas tidak senang soal itu, jelas Carmel diuntungkan karena label palsu produksi Gaza, tapi apa daya mereka, pekerja butuh uang untuk hidup.
Jangankan Palestina, Indonesia pun kerap kali melakukan hal yang serupa. Tak jarang kita temui barang produksi Indonesia yang diberi label asing. Bahkan salah seorang penyanyi terkenal Indonesia pun sampai rela pindah negara lantaran tidak akan bisa berkembang di luar jika memakai nama Indonesia. Karena itu jangan heran jika ada sepatu merk luar negeri, ternyata diproduksi di Pabrik Tanggulangin Sidoarjo misalnya.
Salah Boikot
Alih-alih ingin membantu melawan Israel dengan memboikot produk mereka, tapi malah Palestina sendiri yang terkena imbasnya. Karena bisa jadi produk yang anda boikot ternyata buatan Palestina.
Atau produk yang anda boikot memang produk Israel, namun sebagian pekerjanya dari Palestina, sehingga jika perusahaan merugi tentu pekerja Palestina ini duluan yang akan dirumahkan.
Bukan cuma itu, seandainya 80% saja rakyat Indonesia yang benar-benar melakukan boikot secara sungguh-sungguh, bisa dipastikan perusahaan Israel dan Amerika yang di boikot akan hengkang dari Indonesia dan jutaan orang akan menganggur.
Boikot yang berlebihan
Seringkali umat Muslim menyikapi Boikot produk Israel secara berlebihan dengan merusak properti mereka. MUI pun telah memberi himbauan agar tidak salah tafsir, karena boikot itu bukan merusak.
Ada pula yang anti produk Israel berlebihan . Semisal disuguhi Coca Cola ketika bertamu tidak diminum. Ada pula cerita dari teman saya, Surya Atmajaya, ketika dia SMA ada promo dari Coca Cola gratis, dan beberapa anak-anak Rohis (Organisasi Islam di lingkup Sekolah) membuang air cola tersebut ke tanah didepan karyawan Coca Cola. Hal ini sungguh merupakan tindakan pemborosan. Padahal Rasulullah membenci pemborosan, bahkan makanpun kita tidak boleh menyisakan makanan, apalagi membuang.
“Dan janganlah ia mengusap tangannya dengan mindil/serbet hendaklah ia menjilati tangannya, karena seseorang itu tidak mengetahui pada makanannya yang mana yang mengandung berkah untuknya, sesungguhnya setan itu selalu mengintai untuk merampas harta manusia dari segala penjuru hingga di tempat makannya. Dan janganlah ia mengangkat shohfahnya hingga menjilatinya dengan tangan, karena sesungguhnya pada akhir makanan itu mengandung berkah. (Silsilah hadits-hadits shahih no. 1404).
Tujuan Boikot
Tujuan sebenarnya dari Boikot produk Israel dan Amerika adalah agar kita tidak ikut andil dalam memberikan Israel keuntungan sehingga dapat dengan leluasa membunuh rakyat Palestina yang tidak berdosa.
Karena itu jangan disalah artikan. Boikot produk Israel bukan merusak properti mereka. Boikot produk Israel bukan membuang apa yang diberikan orang lain, karena yang diberikan orang lain itu halal.
Jadi prinsip jual beli dalam islam begini. Misalnya A membeli kopi curian dari B, dan A membuatkan kopi ketika C bertamu, C tahu bahwa kopi yang disuguhkan A itu curian, tapi kopi itu halal untuk C, karena proses yang dihitung dalam Islam hanya satu level, dimana hubungan C hanyalah dengan A. Masalah itu kopi curian atau bukan itu urusan A. Hanya A yang menanggung dosa, C tidak ikut berdosa.
Prinsipnya hanya satu level. Ini sama halnya dengan prinsip gaji. Misalnya ada pembantu bekerja di Majikan yang korupsi, maka yang dosa itu Majikannya aja, uang yang didapatkan dari Majikan itu halal meskipun dia dibayar dari hasil korupsi. Kecuali kalau pembantu tersebut ikut andil bagian dalam korupsi tersebut.
Jadi jika andaikata hukum Islam tidak memberlakukan satu level, maka bisa jadi uang kita tidak ada yang halal. Karena mungkin saja kalau diruntut uang itu dari mana, bisa jadi uang tersebut dari hasil kejahatan.
Hal ini general dalam Islam. Begitu pula soal makanan, apa yang kita makan selama itu makanan halal hukumnya akan halal, walaupun didapatkan oleh pemberi dari perbuatan kejahatan.
Tugas kita hanyalah menasehati. Terlepas dia mengikuti saran kita atau tidak itu urusan dia.
Menyikapi Boikot Produk Israel dan Amerika
Melakukan boikot pada produk Israel dan Amerika sungguh merupakan dilema. Dimana jika kita melakukan boikot penuh tidak mungkin, karena begitu banyak produk mereka yang belum ada tandingannya. Selain itu jika kita melakukan boikot pada produk mereka bukan cuma mereka yang rugi, tapi kita juga rugi seperti yang telah saya jelaskan pada tulisan diatas.
Karena itu saya lebih memilih untuk “Beli Produk dalam Negeri”
Beli Produk dalam Negeri
Yang membuat bangsa kita kurang maju, karena sikap yang tidak menghargai terhadap produk negeri sendiri. Jepang maju karena mereka begitu cinta pada produk dalam negeri. Dulu produk Jepang mirip produk Cina yang hingga saat ini diremehkan negara lain. Tapi karena keuletan dan kecintaan akan produk dalam negeri membuat negeri sakura itu menjadi negara produsen besar di dunia. Dan membuat pengaruh perekonomiannya melambung menjadi nomor dua setelah Amerika.
Begitu pula India, siapa yang menyangka Bajaj (Bajai) akan mendunia hingga masuk ke Indonesia? Jika tidak karena pengaruh besar Mahatma Ghandi yang mewajibkan membeli produk lokal, siapa yang mau membeli mobil butut yang bunyinya keras, karena saat itu India baru bisa membuat mobil butut. Walaupun jelek, tapi karena rakyat bersatu jadi produk tersebut dapat bersaing di kancah Internasional.
Indonesia sebenarnya bisa membuat mobil, tapi tidak ada yang mau, karena pasti tidak laku karena merk dengan produk luar.
Selama tidak ada kecintaan pada produk lokal, Indonesia tidak akan bisa bangkit.
Pendapat anda boleh jadi berbeda dengan saya. Itu hak anda. Anda bisa menuangkan pendapat anda di kolom komentar.
Wallahua’lam bishowab.
Karya Tulis Asli dari :
Penulis : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/boikot-produk-israel-juga-merugikan-palestina/
Referensi :
Palestina, Duka Orang-orang Terusir yang ditulis oleh Joe Sacco
Wikipedia
Harap mencantumkan Sumbernya yaitu dari http://rosyidi.com/boikot-produk-israel-juga-merugikan-palestina/
jika anda menyalin ke tempat lain.
Kata Kunci yang dicari Pengunjung :
- boikot produck israel
- boikot israel
- produk israel di indonesia
- boikot produk-produk israel & amerika
- produk israel amerika
- boikot israel us produk
- produk israel / amerika
- makanan boikot
- produk israel
- boikot produk israel
- produk barang jasa israel
- boikot amerika
- barang produk-produk amerika dan israel
- produk produk israel
- petani israel dampak boikot
- produk israel boikot
- boikot produk amerika
- produk-produk boikot israel
- free download software islami
- boikot
- produk-produk israel
- boikot produk israel amerika
- PRODUK ISRAEL
- produk makanan israel
- software islami
- boikot produk palestina
- produk-produk israel di indonesia
- produk israel yang di boikot
- download free software islami
- list perusahaan yang memberikan sumbangan ke israel
- produk di indonesia yg di boikot
- karya tulis palestina – israel
- barang produksi israel
- boikot produk israel di indonesia
- produk israel amerika boikot
- boikot produk makanan amerika untuk indonesia
- produk yang di boikot islam
- darimana israel dapat uang?
- indonesia tidak ada boikot
- Boikot Produk Israel Juga Merugikan Palestina
- coca-cola israel
- Produk halal produksi orang islam
- Sumbangan Untuk Palestina
- murahe.com 50% untuk Palestina
- Iklan Gratis
- Sejarah Bangsa Israel
- Pengobatan Gratis yang Merugikan
- Doraemon 3D and Ending
- Islam Melarang Bom Bunuh Diri
- Kedelai Transgenik Berbahaya
- Plagiarisme Merugikan Semua Pihak
- Silakan ‘Copy Paste’ Asalkan….

Kirim ke Teman di Facebook










Ga ada untungnya boikot juga, yang ada cape…mendingan kita pada SMS ketik MERC PEDULI kirim ke 7505 ya itung – itung nggak ngeroko sehari…..
Oh begitu ya mas….. baru tahu saya kalau kebanyakan orang palestina itu kerja di wilayah israel…..
klo sampe coca cola dibuang di depan si karyawan, masalahnya bukan cuma pemborosan, tapi menyakiti hati sesama muslim dan menimbulkan tak simpatik bagi banyak orang. Memang sekedar niat baik saja belum cukup, perlu adanya informasi yg valid dan tindakan yg sesuai tuntunan agama.
Btw, info menarik ini sudah disebarkan via milist kan ya
Kalau kita-kita mau boikot percuma aja gak ada pengaruhnya kecuali pemerintah.
maaf sebelumnya, saya berbeda pendapat dengan anda.
katakanlah dalam satu perusahaan israel, dengan pekerja ada yang israel dan ada yang palestina. jika perusahaan itu mendapat keuntungan dari uang yang kita belanjakan untuk membeli produk mereka, maka tentu yang paling tinggi gajinya adalah pemiliknya -tentu israel-, pekerjanya -israel juga- terakhir pekerja palestinanya -berdasarkan yang anda sebutkan.
itu kalo untung, kalo rugi -alias produknya kita boikot- seperti anda kemukakan, tentu pekerja palestina nya juga yang paling menderita.
di lain pihak, kita juga tahu bahwa keuntungan yang dihasilkan perusahaan tersebut digunakan untuk membiayai agresi militer israel atas palestina.
kesimpulannya, palestina tetap akan dijajah israel, bagaimanapun keadaannya.
satu, tentu kita menyayangkan kenapa bangsa palestina bekerja untuk israel. sebaiknya bangsa palestina pun bekerja untuk menghidupi dirinya sendiri, bukan bergantung pada israel. toh ujung2nya bekerja pada israel=merugi.
dua, ini berarti kita harus memilih dua “keburukan” dan sesuai hadits nabi, diantara dua keburukan, pilhlah yang paling ringan keburukannya.
saya rasa, aksi boikot produk israel tetap merupakan jawaban atas dilema yang kita hadapi. bagaimanapun juga, dampak perang lebih besar dibanding dampak PHK terhadap pekerja palestina. degan mendapatkan keuntungan dari produk yang mereka jual, israel memiliki kekuatan besar untuk “melakukan apapun” dalam hal ini termasuk mengobarkan perang dimana-dimana. agenda kekejaman israel sudah barang tentu bukan hanya palestina. bukankah anda sendiri sudah membuat postingan tentang karakteristik bangsa israel, saya yakin anda juga mengetahui bahwa israel punya tujuan lebih jauh daripada “sekedar” memerangi bangsa palestina. dan darimana sumberdaya mereka? persenjataan mereka? logistik militer mereka? dari produk2 yang mereka jual untuk kita. nah, masih mau mendanai israel?
saya setuju bahwa bila kita diberi produk tersebut secara gratis, tentu adalah suatu pemborosan bila kita membuang-buangnya. tapi jangan pula bersikap meremehkan dengan berpikir, apa gunanya boikot? toh tidak ada yang berubah, israel akan tetap memerangi palestina. boikot gak ada pengaruhnya/untungnya…?
salah besar. sekecil apapun usaha yang kita lakukan untuk menyatakan sikap kita terhadap agresi militer israel, Allah akan mengganjar dengan pahala. boikot adalah kegiatan yang sangat mudah -kita tinggal menghindari membeli produk yang mendukung agresi israel- sangat murah-bayangkan berapa duit yang bisa kita hemat- dan berpotensi meningkatkan kekuatan pasar lokal kita dengan membeli produk dalam negeri.
apa yang akan kita jawab di akhirat nanti saat anak2 palestina bertanya mengapa kita ikut mendanai peluru yang ditembakkan ke tubuhnya?
apa yang akan kita jawab pada Allah yang bertanya apa yang telah kita lakukan untuk saudara2 kita di palestina? bahkan kegiatan semudah memboikot pun susah kita lakukan?
iya bener tuh, mending pake produk dalam negeri sendiri
tidak adakah langkah yang lebih baik dari pada boikot produk…???
tapi yang jelas memilih produk dalam negeri itu pilihan yang bagus
Sepakat dengan antum…
Coba dengar penjelasannya pada link di bawah ini. Singkirkanlah kesombongan kita. Mudahan Allah selalu menunjukkan pada kita bahwa yang benar adalah benar..
Menurut Rasulullah tentunya, bukan hawa nafsu kita..
Mudahan Allah merahmati kita semua…
http://almakassari.com/?p=315
Dari Teman milis sebelah :
maaf bagi yang kurang berkenan …
sekedar untuk menambah wawasan.
BENANG MERAH KONFLIK ISRAEL DAN UMAT MANUSIA
Akar Konflik Palestina-Israel
Sebagai hadiah menyambut Tahun Baru Hijriyyah 1 Muharram 1430 H.
Sebagai bentuk rasa solidaritas kepada saudara-saudara umat manusia
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz Mehdawi, dalam wawancara
dengan TVOne mengatakan, bahwa serangan Israel ke Jalur Gaza sejak 27
Desember lalu, adalah serangan ilegal yang telah terjadi selama
puluhan tahun. Dalam ulasan berita di MetroTV disebutkan, serangan
Israel kali ini merupakan kejadian paling buruk sejak 60 tahun
terakhir (sejak Israel berdiri tahun 1948). Para mahasiswa Arab
mempertanyakan posisi Liga Arab yang tidak bisa berbuat apa-apa.
Dunia internasional, termasuk negara-negara Eropa mengutuk keras
serangan Israel ke Gaza , tetapi pihak yang dikutuk terus melancarkan
serangan. Bahkan Israel telah menyiapkan tank-tank dan pasukan
cadangan sekitar 6500 orang. Targetnya jelas, seperti kata Ehud
Barak, yaitu menggulingkan Hamas.
Masalah konflik Palestina-Israel bukanlah konflik satu bangsa dengan
bangsa lain. Ia adalah konflik peradaban yang usianya sangat tua.
Disana terbentang benang merah panjang, sejak konflik antara Nabi
Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam dengan kaum Yahudi di Madinah,
konflik antara Yahudi dan Romawi, konflik antara Yahudi dengan negara-
negara Eropa, konflik antara Musa dengan Fir’aun, bahkan konflik
antara Yusuf ‘alaihissalam dengan saudara-saudaranya. Ujung-ujungnya
adalah konflik abadi antara Allah Ta’ala dengan iblis
laknatullah ‘alaih.
Kalau memahami konflik ini hanya secara lokal dan temporer, yakinlah
Anda akan tersesat dalam frustasi. Kondisi Ummat Islam di jaman
modern yang penuh kesulitan dan derita, merupakan bagian dari konflik
ini. Yahudi sendiri adalah bangsa “terkuat di dunia”, dalam arti:
merekalah satu-satunya ras manusia yang berani konfrontatif melawan
kehendak Allah Ta’ala.
Sejarah Kebangkitan Yahudi
Ketika melihat konflik Palestina-Israel, kita perlu merunut kembali
catatan-catatan perjalanan sejarah di masa lalu. Disana kita akan
menemukan bahan-bahan untuk memahami peta konflik ini secara utuh.
Jika tidak demikian, maka kita hanya akan “konsumen terbaik” berita-
berita media massa seputar konflik ini. Bayangkan semua ini sudah
dimulai sejak era Perang Arab, pembakaran Masjid Aqsha, tragedi Sabra
Satila, Intifadhah akhir 80-an, tragedi Al Khalil Hebron, penembakan
Muhammad Ad Durrah, pembunuhan Syaikh Ahmad Yasin dan Abdul Aziz
Rantisi, dll. sampai serangan Israel saat ini. Dan rata-rata model
peristiwanya serupa, hanya berbeda waktu dan para pelakunya saja.
Mari kita runut latar-belakang historis fitnah Yahudi di dunia,
dengan memohon petunjuk dan pertolongan Allah Ta’ala:
[1] Bani Israil pada dasarnya masih keturunan Ibrahim ‘alaihissalam.
Ibrahim memiliki dua anak, Ismail dan Ishaq ‘alaihimassalam. . Ismail
nanti menurunkan keturunan bangsa Arab Adnani, lalu Ishaq mempunyai
anak Ya’qub ‘alaihissalam. Nah, Ya’qub inilah yang kemudian disebut
Israil, sehingga anak-anak Ya’qub di kemudian hari disebut Bani
Israil.
[2] Saat berbicara tentang Bani Israil, perhatian kita segera tertuju
kepada anak-anak Ya’qub. Mereka adalah Yusuf ‘alaihissalam, Benyamin,
dan 11 saudara Yusuf. Semuanya berjumlah 13 orang; sama jumlahnya
dengan matahari, bulan, dan 11 bintang yang terlihat dalam mimpi
Yusuf sedang bersujud kepadanya. Karena itu angka 13 merupakan “angka
keramat” bagi Yahudi sampai saat ini. Banyak logo-logo perusahaan top
dunia dibuat dari karakter 13 ini.
[3] Secara umum, Bani Israil itu mewarisi dua sifat besar, yaitu:
sifat keshalihan dan sifat durjana. Sifat keshalihan diturunkan dari
garis Yusuf ‘alaihissalam. Sedangkan sifat durhaka diturunkan dari
sifat saudara-saudara Yusuf (seayah berbeda ibu). Disana sudah tampak
bakat-bakat kelicikan, dengki, kebohongan, dan sebagainya. Tetapi itu
sebatas potensi, bukan kemutlakan takdir. Apalagi, di akhir hayat
Ya’qub, seluruh anak-anaknya tunduk dalam agama tauhid. (Al Baqarah:
133). Saat berbicara tentang Bani Israil, sebagian orang sangat
shalih dan sebagian sangat durhaka. Namun setelah kedatangan Islam,
Bani Israil tidak diperkenankan lagi mengikuti agama selain Islam.
Jika mereka tidak masuk Islam, dianggap durhaka seluruhnya, tidak ada
toleransi sedikit pun. (Ali Imran: 85).
[4] Perjalanan sejarah Bani Israil dimulai ketika Yusuf ‘alaihissalam
bersentuhan dengan peradaban Mesir. Waktu itu atas jasa Yusuf
membantu bangsa Mesir, mereka diberi lahan luas oleh penguasa Mesir
di wilayah Kan’an. Disana Ya’qub dan anak-keturunannya mulai
membangun kehidupan. Mereka memilih tinggal di Kan’an sebab dekat
dengan Mesir yang makmur, sedang di tempat asalnya sering dilanda
paceklik. Waktu itu anak keturunan Ya’qub sangat dihormati penguasa
Mesir. Entah bagaimana mulanya, hubungan bangsa Mesir dengan anak-
keturunan Ya’qub lama-lama menjadi buruk. Alih-alih Mesir akan
menghargai jasa-jasa Yusuf di masa lalu, mereka malah menjadikan Bani
Israil sebagai budak-budak. Setelah ditinggal oleh Ya’qub dan Yusuf,
nasib Bani Israil menjadi bulan-bulanan bangsa Mesir. Hal itu bisa
terjadi karena sifat buruk Bani Israil sendiri atau sifat menindas
bangsa Mesir. Tetapi kalau mencermati sikap penguasa Mesir yang
bersikap sportif kepada Yusuf,
kemungkinan hal itu karena sifat Bani Israil sendiri.
[5] Era perbudakan Bani Israil di Mesir sangat mengkhawatirkan. Bukan
saja karena perbudakan itu kejam, tetapi ia bisa menghancurkan
karakter sebuah bangsa (Bani Israil). Bayangkan, selama ratusan tahun
mereka tertindas oleh sistem tirani di Mesir. Bani Israil diberi
anugerah berupa bakat-bakat kecerdasan besar, dan manakala bakat itu
dibesarkan di bawah sistem perbudakan, ia bisa melahirkan
penyimpangan mental dan pemikiran luar biasa. Oleh karena itu Allah
Ta’ala mendatangkan Musa dan Harun ‘alaihimassalam untuk
menyelamatkan Bani Israil. Misi dakwah Musa bukan untuk mengislamkan
Fir’aun dan rakyatnya, tetapi untuk menyelamatkan Bani Israil dari
penindasan Fir’aun. Dalam Al Qur’an: Dan Musa berkata: “Hai Fir’aun,
sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,
wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang
hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata
dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani
Israil (pergi) bersama aku.” (Al A’raaf: 104-105). Musa tidak pernah
diperintahkan untuk memerangi Fir’aun, tetapi membawa Bani Israil
tinggal di Palestina (waktu itu namanya bukan Palestina). [Perlu
dicatat juga, Fir'aun (Pharaoh) adalah gelar raja-raja Mesir, bukan
nama seseorang. Sedangkan Fir'aun yang tenggelam di Laut Merah
bukanlah Fir'aun yang memangku Musa di waktu kecil, lalu direnggut
janggutnya oleh Musa. Fir'aun dalam Al Qur'an lebih mencerminkan
tabiat kekuasaan tiranik, bukan sekedar pribadi].
[6] Musa berhasil membawa Bani Israil keluar dari Mesir, Fir’aun dan
bala tentaranya tenggelam di Laut Merah.. Lalu mereka menetap di
Ardhul Muqaddas (Palestina) setelah berhasil mengalahkan kaum
Jabbarin di dalamnya. (Al Maa’idah: 20-26). Ini adalah peradaban
mandiri Bani Israil kedua setelah era Ya’qub dan Yusuf di wilayah
Kan’aan. Musa dan Harun mendampingi Bani Israil sampai saat mereka
wafat. Ketika Musa masih hidup, Bani Israil tidak henti-hentinya
menguji kesabaran Musa ‘alaihissalam. Betapa banyak kasus-kasus
kedurjanaan Bani Israil, sekalipun di hadapan Nabinya sendiri, Musa
dan Harun. Di antaranya: Mereka menyuruh Musa dan Allah berperang di
Palestina, sedang mereka mau duduk-duduk saja; mereka meminta Musa
agar membuatkan berhala untuk disembah seperti suatu kaum tertentu;
mereka mengikuti Samiri, menyembah patung anak lembu dari emas;
mereka hendak membunuh Harun ‘alaihissalam karena selalu menasehati
mereka; mereka hampir tidak melaksanakan
perintah Allah untuk menyembelih sapi betina, karena terlalu banyak
bertanya; mereka bosan makan Manna wa Salwa dan meminta bawang,
menitumun, kacang adas; dan lain-lain. Begitu sabarnya Musa, sehingga
Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam pernah bersabda, “Semoga Allah
merahmati Musa, karena dia telah diganggu lebih banyak dari ini
(ujian yang menimpa Nabi), tetapi dia tetap sabar.” (HR. Bukhari-
Muslim) . Sangat mengagumkan kalau melihat ketabahan perjuangan
Musa ‘alaihissalam. Di dalamnya terdapat sangat banyak inspirasi
untuk menghadapi konspirasi global seperti saat ini. Orang-orang
Yahudi di jaman sekarang mengklaim mencintai Musa, padahal di era
nenek-moyang mereka, Musa benar-benar mereka sia-siakan. Musa itu
lebih dekat kepada kita (kaum Muslimin), daripada Yahudi laknatullah
itu.
[7] Saya menyangka, sifat-sifat durjana kaum Yahudi merupakan
kristalisasi dari sifat-sifat buruk mereka selama ribuan tahun, sejak
perilaku saudara-saudara Yusuf ‘alaihissalam, masa perbudakan di
Mesir, kedurhakaan mereka kepada Musa, Dawud, Sulaiman, Zakariya,
Yahya, Isa, dan Nabi-nabi lainnya ‘alaihimussalam. Bahkan kedurhakaan
mereka di hadapan Nabi shallallah ‘alaihi wa sallam di Madinah. Dalam
Al Qur’an disebutkan sebuah ayat yang terasa bagai petir menimpa muka
kaum Yahudi: “Lalu ditimpahkanlah kepada mereka (kaum durjana Bani
Israil) nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari
Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat
Allah dan membunuh para Nabi secara tidak hak. Demikian itu (terjadi)
karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (Al
Baqarah: 61).
[8] Peradaban terakhir Bani Israil yang wujud di muka bumi adalah
Kerajaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam di Palestina. Beliau adalah
putra Nabi Dawud ‘alaihissalam dari salah satu isterinya. Nabi Dawud
adalah seorang pejuang yang berhasil membunuh Jalut (Goliath) di
Palestina. (Oleh karena itu bangsa Barat mengenal kisah “David and
Goliath”). Beliau ikut dalam pasukan Bani Israil di bawah pimpinan
Thalut (Saul). Hal ini terjadi di masa Nabi Samuel ‘alaihissalam. Al
Qur’an menjelaskannya dalam Surat Al Baqarah ayat 246-251.
[9] Kerajaan Sulaiman memiliki keistimewaan, yaitu kekayaan materinya
yang sangat besar. Ia terkenal menjadi buruan manusia di dunia,
sebagai harta terpendam “King Solomon”. Sampai saat ini kekayaan itu
masih menjadi misteri, apakah sudah terkuak atau masih tersembunyi di
balik permukaan bumi? Setelah masa Kenabian Sulaiman berlalu,
kerajaan Bani Israil semakin merosot. Sampai akhirnya mereka
dihancurkan oleh Nebuchadnezzar dari Kerajaan Byzantium (Romawi).
Peristiwa itu disebutkan dalam Surat Al Israa’ ayat 4-5.
[10] Setelah Bani Israil tercerai-berai di Palestina, mereka menyebar
ke berbagai belahan dunia. Mereka pergi ke Eropa, ke Jazirah Arab, ke
anak benua India, dan sebagainya. Itulah yang kemudian dikenal dengan
istilah DIASPORA. Bani Israil tercerai-berai. Agar mendapat keamanan
di Eropa, mereka menjilat kepada para penguasa Romawi. Termasuk
menghasut Romawi agar memusuhi Isa ‘alaihissalam dan para
pengikutnya. Kisah Ashabul Kahfi adalah sebagian pecahan dari para
pengikut Isa Al Masih ‘alaihissalam.
[11] Perilaku Yahudi di Jazirah Arab sangat menarik. Mereka datang ke
Madinah bukan hanya karena ingin menyelamatkan diri dari kekejaman
Romawi. Tetapi mereka juga berniat menjemput Kenabian terakhir yang
akan datang setelah Musa dan Isa ‘alaihimassalam. Mereka
ingin “memaksakan” agar Kenabian itu jatuh ke pangkuan mereka..
Kenabian ini mereka butuhkan agar mampu membangun kejayaan Bani
Israil kembali seperti di jaman Musa dan Sulaiman. Namun setelah
mereka menyadari bahwa Kenabian tidak lagi di pihak mereka, tetapi
jatuh ke tangan bangsa Arab, mereka marah sekali. Dalam Al Qur’an
disebutkan: “Dan ketika datang kepada mereka (Yahudi) sebuah Kitab
dari sisi Allah (Al Qur’an) yang membenarkan keberadaan apa yang ada
di sisi mereka (Taurat), padahal sebelumnya mereka selalu memohon
(kedatangan Nabi) agar dimenangkan atas orang-orang kafir. Maka
ketika telah datang (Kenabian dan Wahyu) yang sangat mereka kenal,
mereka mengkafirinya. Maka laknat Allah atas� orang-orang kafir itu
(Yahudi).” (Al Baqarah: 89).
[12] Yahudi Bani Israil sangat marah ketika tahu bahwa Kenabian jatuh
ke tangan bangsa Arab, anak keturunan Ismail ‘alaihissalam. Itu pun
turun di Makkah, bukan Madinah tempat mereka tinggal disana. Yahudi
telah habis-habisan dalam menanti kedatangan Nabi penerus
Musa ‘alaihissalam ini. Ratusan tahun mereka tinggal di Madinah,
melebur bersama budaya Arab, berbahasa Arab, dan memberi nama anak-
anaknya dengan istilah Arab, bukan istilah Hebrew (Ibrani). Bahkan
mereka ikut terlibat dalam konflik antara kabilah besar Aus dan
Khazraj di Madinah. Sebagian Yahudi membela Aus, sebagian mendukung
Khazraj.
[13] Kemarahan Yahudi akhirnya tertuju kepada Allah Subhanahu Wa
Ta’ala. Yahudi marah ketika Kenabian justru jatuh ke tangan bangsa
Arab. (Al Baqarah: 90). Apalagi dalam Al Qur’an dijelaskan sangat
banyak kebusukan-kebusukan Yahudi. Yahudi merasa dibenci oleh Allah.
Bahkan tanda-tanda kekecewaan itu sudah muncul ketika
Isa ‘alaihissalam diturunkan. Anda tahu bagaimana misi Kenabian Isa?
Salah satunya adalah: “Tidaklah aku diutus, melainkan kepada domba-
domba sesat dari kalangan Bani Israil.” Meskipun Isa adalah bagian
dari Bani Israil, tetapi kedatangannya membuat muram wajah kaum
Yahudi. Isa ternyata membawa Kitab Suci baru, yaitu Injil (bukan
mengikuti Taurat atau Tabut dari jaman Nabi-nabi sebelumnya). Isa
juga tidak henti-hentinya mengecam kejahatan perilaku Bani Israil.
Isa dianggap lebih dekat kepada murid-muridnya daripada ke kaum Bani
Israil sebagai sebuah etnik. Kemarahan itu semakin menjadi-jadi
setelah Kenabian terakhir jatuh ke tangan bangsa
Arab. (Al Baqarah: 90).
[14] Kemudian terbukti bahwa ajaran Islam yang dibawa oleh Nabi
Muhammad shallallah ‘alaihi wa sallam tidak hanya menyalahkan
perilaku jahat kaum Yahudi. Tetapi ia juga menyebabkan kaum Yahudi
tercabut akar-akarnya dari Jazirah Arab. Sejak Islam datang, kabilah-
kabilah Yahudi tersingkir, seperti kabilah Nadhir, Qainuqa,
Quraidhah, hingga benteng terakhir mereka di Khaibar.
[15] Setelah mengalami kekalahan berat di masa Nabi
shallallah ‘alaihi wa sallam dan Khalifah-khalifah setelahnya, kaum
Yahudi menyingkir dari Jazirah Arab. Mereka bergabung dengan Yahudi-
yahudi lain di Eropa. Dalam masa ratusan tahun Yahudi menyebar di
berbagai negara Eropa, seperti Spanyol, Inggris, Perancis, Jerman,
Belanda, Belgia, dan sebagainya.
[16] Kaum Yahudi dalam mengembangkan komunitas, caranya sangat unik.
Mereka tidak berbaur dengan masyarakat setempat, bahkan mengharamkan
asimilasi. Mereka memelihara warisan-warisan agamanya, terutama
membangun kesombongan etnik sampai melampaui batas. Mereka
menjalankan bisnis berbasis ribawi dan mereka melakukan ritual-ritual
pengorbanan. Dalam ritual pengorbanan, mereka membunuh warga setempat
untuk dikuras darahnya, lalu dipakai untuk persembahan. Begitu
kejamnya, sampai mereka membuat alat semacam drum yang di dalamnya
penuh dengan paku-paku. Di bagian bawah ada saluran untuk mengalirkan
darah. Orang yang dikorbankan, dimasukkan drum itu, sampai tubuhnya
penuh luka tertusuk paku, lalu darah mengucur ke bawah. Ritual
semacam ini kemudian terbongkar, sehingga Yahudi diusir dari negara-
negara tertentu di Eropa, salah satunya dari Spanyol. Spanyol
melarang Yahudi tinggal di negerinya sampai saat ini, karena
kekejaman mereka dalam soal ritual keji itu.
[17] Setelah terusir dari Eropa, Yahudi kesekian kalinya menyebar ke
negara-negara lain yang masih mau menampung mereka. Kebetulan waktu
itu rakyat Eropa sedang mulai eksodus menuju benua Amerika yang baru
ditemukan oleh Columbus. Yahudi ikut di dalamnya. Sampai Amerika
merdeka dari tangan Inggris, Yahudi telah eksis di dalamnya. Hingga
ketika itu Benyamin Franklin mengingatkan bangsa Amerika tentang
bahaya kaum Yahudi. Dia menyebut Yahudi seperti bangsa “vampire” yang
tidak bisa damai dengan bangsa lain. Tepat sekali ucapan Benyamin
Franklin, sebab dia telah membaca sepak terjang Yahudi di Eropa.
Namun sayang, bangsa Amerika tidak memahami arti peringatan Benyamin
Franklin tersebut, sehingga apa yang dia takutkan sekitar 400 tahun
silam, benar-benar terjadi. Krisis finansial di Amerika saat ini
adalah akibat nyata dari sistem ekonomi ribawi Yahudi.
[18] Satu titik sejarah yang jarang diperhatikan oleh para ahli
sejarah, yaitu kedatangan Yahudi ke wilayah Turki Utsmani. Kejadian
ini terpisah jarak sekitar 700 atau 800 tahun sejak era Nabi
shallallah ‘alaihi wa sallam. Tentu setelah masa selama itu,
peristiwa kejahatan Yahudi di Madinah telah dilupakan. Yahudi
diterima dengan tangan hangat di tengah-tengah masyarakat Turki
Utsmani. Hal ini juga merupakan aplikasi dari ajaran Islam yang
memperbolehkan di dalamnya orang Yahudi dan Nashrani tinggal, selama
mereka membayar jizyah. Yahudi tidak dianiaya di negeri ini, mereka
diberi pelayanan dan penghormatan, layaknya warga negara Islam. Tentu
saja, Yahudi berusaha “bersikap sopan”. Di seluruh dunia tidak ada
yang memperlakukan mereka dengan manusiawi, selain Peradaban Islam.
Disini Yahudi tidak mungkin akan melakukan ritual pengorbanan yang
mengerikan itu. Lagi pula, Yahudi waktu itu tinggal di bawah negeri
Islam. Mereka tidak takut akan dikutuk oleh
Allah, sebab negeri Islam menjadi pelindung mereka. Di Turki Utsmani,
Yahudi tidak melakukan kebiasaan-kebiasaan bejat mereka. Yahudi
berlaku baik. Tanpa diduga, ternyata disinilah Yahudi mempersiapkan
segala konsep-konsep kejahatan global mereka. Kemurahan Khilafah
Islam justru dimanfaatkan Yahudi untuk mempersiapkan imperium
kejahatan di seluruh dunia, seperti kita saksikan saat ini.
[19] Selain mengkhianati Khilafah Islam, Yahudi juga mempersiapkan
beberapa jurus maut untuk meruntuhkan peradaban Islam, yaitu:
· Yahudi menyebarkan guru sebanyak-banyaknya di tengah masyarakat
Turki Utsmani. Guru-guru itu tidak menyebarkan prinsip-prinspi
kekafiran secara langsung, tetapi menyebarkan filsafat humanisme
August Comte. Dengan falsafah itu diharapkan anak-anak Turki akan
kehilangan sifat furqan akidah Islam, lalu diganti sifat-sifat
kemanusiaan saja. Tujuan dari gerakan ini adalah memisahkan generasi
muda Turki dari sifat-sifat Islami. Karena itu pula, suatu saat
generasi muda Turki hilang rasa hormatnya kepada Sultan Khilafah
Islam, dan mereka mau mendukung gerakan Kemal At Taturk sang terkutuk.
· Yahudi mendorong bangkitnya ideologi Nasionalisme Arab dan Dunia
Islam. Dengan ideologi itu tidak ada lagi kesatuan Khilafah
Islamiyyah. Kaum Muslimin terpecah-belah dalam berbagai bangsa yang
egois sesuai etnik dan wilayahnya. Jika Khilafah Islamiyyah tetap
berdiri, mustahil “Kerajaan Yahudi” dalam wujud Israel di Palestina
akan bangkit. Kalau Anda saksikan bangsa Arab terpecah-belah menjadi
negara-negara kecil, masing-masing saling konflik. Hal itu adalah
kondisi yang diinginkan oleh Yahudi. Di jaman itu Jalaluddin Al
Afghani sangat aktif berdiplomasi untuk memerdekakan negara-negara
Arab dari tangan penjajah. Tetapi di kemudian hari terbuka hasil-
hasil penelitian bahwa Al Afghani adalah anggota setia Freemasonry. .
(Salah satunya buku terbitan WAMI tentang gerakan-gerakan pemikiran
keagamaan di dunia). Peranan Al Afghani seperti memperkuat sifat
Nasionalisme Arab, agar tidak bangkit lagi Khilafah Islamiyyah.
· Sebagai ganti konsep Khilafah Islamiyyah, Yahudi menyebarkan paham
demokrasi seluas-luasnya di seluruh dunia, termasuk di negeri-negeri
Islam. Paham ini semakin mempersulit posisi Ummat Islam. Peluang-
peluang kebangkitan semakin tipis, sebab demokrasi mengikuti suara
terbanyak, sedangkan sebagian besar manusia cenderung mengikuti hawa
nafsunya.
· Yahudi menggerakkan seluruh mesin-mesin politiknya, termasuk agen-
agennya di Amerika, Eropa, dan Timur Tengah untuk membidani lahirnya
negara Israel pada tahun 1948. Secara politik, Inggris berada di
balik pendirian Israel melalui Deklarasi Balfour. Tetapi secara
potensial, Amerika mendukung penuh Israel. Dalam diplomasi
internasional, isu Holocaust dipakai agar Yahudi dikasihani dunia
internasional. Melalui hak veto yang dimiliki Amerika dan Inggris di
PBB, Yahudi bisa lenggang kangkung mengejar ambisi-ambisinya.
· Yahudi menyempurnakan usahanya, dengan menguasai media massa,
membuat satuan intelijen yang handal (Mossad), menguasai pasar
keuangan dunia, memiliki lembaga pusat ribawi IMF dan World Bank..
Mereka juga menguasai Hollywood, dunia akademis, dunia riset,
fashion, dan sebagainya. Termasuk dengan merilis agama baru di
kalangan Ummat Islam, yang kita kenal sebagai SEPILIS (Sekularisme,
Pluralisme, Liberalisme) . Inilah kenyataan yang kemudian disebut
sebagai: “Yahudi menggenggam dunia!” Bahkan negara sekuat Amerika pun
bertekuk lutut di bawah dominasi Yahudi. Termasuk Barack Obama yang
sebentar lagi dilantik menjadi Presiden Amerika.
[20] Berdirinya Israel tahun 1948 adalah impian besar Yahudi sejak
jaman Musa, Dawud, Sulaiman, bahkan jaman Nabi Muhammad
shallallah ‘alaihi wa sallam. Yahudi sangat membutuhkan “Kerajaan
Bani Israil” untuk mengalahkan orang-orang kafir. Mereka sebenarnya
beriman kepada Allah, dalam arti mereka percaya bahwa datangnya
seorang Nabi akan membuat mereka mulia, dan musuh-musuhnya dari
kalangan orang kafir terkalahkan. Tetapi setelah jelas di mata mereka
bahwa Kenabian terkahir itu bukan untuk Bani Israil, maka mereka
tidak lagi menanti kedatangan seorang Nabi. Lalu apa yang mereka
lakukan? Mereka hendak mendirikan “Kerajaan Bani Israil” dengan
kekuatan tangan, otak, dan uang mereka sendiri. Dan hal itu berhasil,
tahun 1948 lalu. Lebih buruk lagi, mereka menganggap kaum Muslimin
sebagai orang kafir. Padahal yang mengingkari Kenabian Rasulullah
adalah mereka, sehingga disebut kafir dalam Surat Al Baqarah ayat 89.
[21] Sebelum Yahudi memutuskan mendirikan negara di Palestina, waktu
itu ada tiga pilihan tempat: Palestina, Agentina, atau Ethiopia.
Mengapa dipilih tiga negara ini? Jelas mereka telah melakukan
perhitungan yang sangat cermat. Namun pilihan akhirnya jatuh ke
Palestina, yang dekat dengan sumber-sumber peradaban Yahudi sendiri
di Yerusalem dan sekitarnya. Namun resikonya, disini akan menghadapi
banyak tantangan dari negara-negara tetangganya yang mayoritas
Muslim. Untuk itu jelas Yahudi harus mempersiapkan segala macam
kekuatan, termasuk mendidik agen-agen loyalisnya di negara-negara
Arab.
[22] Sebuah pertanyaan menarik, mengapa selama puluhan tahun terjadi
konflik berdarah di Palestina dan tidak selesai-selesai? Jawabnya,
selain karena memang “Kerajaan Bani Israil” merupakan cita-cita
peradaban Yahudi sejak ribuan tahun lalu; juga karena banyaknya
tangan-tangan non Yahudi yang membantu negara tersebut. PBB, Amerika,
Inggris, Rusia, IMF, World Bank, dll. jelas mengabdi kepentingan
Yahudi. Tetapi harus juga disadari banyak agen-agen Yahudi yang
tersebar di negara-negara Arab. Mereka setiap hari, siang dan malam
menyembah kepentingan Yahudi. Mereka adalah orang-orang kafir,
meskipun KTP-nya Islam. Di Mesir, Yordan, Syria, Turki, dll. banyak
orang yang identitasnya Muslim, tetapi hatinya telah menjadi Yahudi..
Bahkan di negara-negara kaya seperti UEA, Qatar, Bahrain, dll. banyak
dijumpai kemegahan jahiliyyah, yang sebenarnya merupakan hasil
konspirasi Yahudi untuk menjauhkan Arab dari Islam. Kota seperti
Dubai, Abu Dhabi, dan lainnya tidak
kalah liberalnya dari kota-kota di Barat.
[23] Dapat disimpulkan, kaum Yahudi itu bukan para pemeluk agama
Samawi (ajaran Ya’qub, Yusuf, Musa, Harun, Dawud, Sulaiman, Zakariya,
Yahya, Isa ‘alaihimussalam) . Mereka adalah orang-orang yang sangat
arogan dengan etnisnya. Hakikat agama Yahudi adalah: pemujaan
terhadap etnis mereka sendiri! Tidak ada satu pun ras manusia yang
sangat ekstrim dalam soal etnis, selain Yahudi. Begitu ekstrimnya
sampai mereka berani menghina Allah, marah ketika Isa membawa ajaran
Injil, marah ketika Kenabian terakhir jatuh ke tangan bangsa Arab.
Mereka menulis “kitab suci” tandingan bagi Taurat (Talmud), menyebut
bangsa non Yahudi sebagai Ghaiyim, merusak kehidupan di muka bumi.
Mereka merasa mulia sebagai pewaris “darah biru” Nabi-nabi, merasa
diunggulkan atas semua ras manusia, pernah disumpah langsung oleh
Allah dengan diangkat bukit Tursina di atasnya, dan lain-lain. Yahudi
benar-benar mewarisi ideologi arogansi dari makhluk yang pernah
mendebat Allah Ta’ala: “Ana
khairun minhu, khalaqtani min naarin wa khalaqtahu min thiin” (aku
lebih baik dari dia, Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau
ciptakan dari tanah). Pemerintah Yahudi, baik di Israel maupun di
dunia internasional, adalah perwujudan dari imperium arogansi. Wajar
jika simbol-simbol yang selalu mereka angkat selalu bernuansa
satanic.. Contoh, logo yang dipakai Manchester United (MU) saat ini
the red devil. Dan ada ribuan logo atau lambang yang intinya memuja
arogansi iblis laknatullah.
Yahudi Merusak Peradaban
Andai ambisi Yahudi satu-satunya adalah ingin membentuk “Kerajaan
Bani Israil” seperti di masa Musa, Dawud, Sulaiman, apa susahnya
membangun negara seperti itu? Toh, mereka memiliki uang banyak,
strategi canggih, serta SDM handal. Tidak sulit bagi Yahudi membangun
negara di sebuah sudut dunia. Selama ini banyak negara-negara berdiri
dengan modal lebih buruk dari Israel. Negara seperti Bosnia,
Chechnya, Kamboja, Myanmar, Timor Leste, dan lainnya tidak memiliki
persiapan semegah milik Yahudi. Lagi pula, mengapa Israel harus
mendirikan negara di Tanah Al Quds yang merupakan wilayah milik Ummat
Islam? Bahkan ia didirikan di jantung peradaban Islam, di Timur
Tengah.
Andai Yahudi sudah tidak menemukan solusi lain, selain harus
menegakkan “Kerajaan Bani Israil” di Palestina, mengapa mereka harus
juga menghancurkan peradaban manusia di dunia? Mengapa Yahudi tidak
cukup menempuh cara-cara politik atau militer, tanpa harus
menghancurkan peradaban manusia? Kenyataan yang sangat menyakitkan,
berdirinya Israel ditempuh bukan hanya dengan menteror warga Muslim
Palestina, tetapi juga dengan menyebarkan kehancuran peradaban di
seluruh muka bumi. Lihatlah di dunia selama ini, adakah yang selamat
dari film Hollywood, media massa Yahudi, bank ribawi, IMF dan World
Bank, pornografi, seks bebas, prostitusi, narkoba, perjudian, dan
lainnya? Hingga ke anak-anak balita pun, banyak “diracuni” oleh
kartun-kartun Walt Disney.
Ternyata, di luar persangkaan kita semua, Yahudi justru sangat
mempercayai khabar Al Qur’an. Sebenarnya, mereka mengimani ayat-ayat
Al Qur’an, tetapi anehnya mereka bersikap konfrontatif terhadap Al
Qur’an. Yahudi sangat mengerti ayat-ayat dalam Surat Al Israa’
berikut ini:
Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab
itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua
kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang
besar.”
Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua
(kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang
mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-
kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana.
Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka
kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan
Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar.
Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu
sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu
sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua,
(Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu
dan mereka masuk ke dalam Masjid itu (Al Aqsha), sebagaimana musuh-
musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-
habisnya apa saja yang mereka kuasai. (Surat Al Israa’: 4-7).
Kehancuran pertama Yahudi terjadi saat sisa-sisa Kerajaan Sulaiman
dihancurkan oleh Nebuchadnezzar, sehingga bangsa Yahudi tercerai-
berai. Adapun setelah kehancuran pertama ini, mereka akan menjadi
kuat dan bisa mengalahkan musuh-musuhnya. Hal itu terjadi saat
sekarang ini, ketika “Yahudi menggenggam dunia”. Dan nanti di puncak
kezhalimannya, Israel akan dihancurkan sebagaimana sisa Kerajaan
Sulaiman dulu dihancurkan. Pertanyaannya, mengapa kehancuran kedua
itu tidak dihitung saat Yahudi dihancurkan oleh Spanyol atau NAZI
Jerman? Jawabnya sederhana, sebab waktu itu Yahudi belum memiliki
wilayah sendiri. Mereka masih numpang di negeri orang. Adapun saat
ini Yahudi sudah bermukim di suatu (Palestina) tempat sebagaimana
Kerajaan Sulaiman dulu.
Yahudi sebenarnya mengimani “jadwal sejarah” sebagaimana disebutkan
Al Qur’an di atas. Mereka yakin, dirinya akan diberi kesempatan untuk
merajalela di muka bumi. Hal itu terbukti sebagaimana kenyataan saat
ini. Hingga Mahathir Muhammad mengecam dominasi Yahudi, dengan
mengatakan bahwa 6 juta Yahudi bisa mengendalikan 6 miliar manusia di
dunia. Yahudi tidak merasa cukup dengan hanya mendirikan Israel,
bahkan tidak cukup dengan menempuh jalur politik, mereka benar-benar
ingin merajalela di bumi dengan segala kedurhakaannya.
Lalu siapa yang ingin dilawan Yahudi? Mereka tidak sekedar ingin
melawan Muslim Palestina, Hamas atau Syaikh Ahmad Yasin, dunia Arab
dan Ummat Islam sedunia, atau segala peradaban manusia. Tetapi mereka
ingin melawan Allah Ta’ala dengan segala kekuatan yang mereka miliki.
Yahudi adalah satu-satunya ras manusia yang berani menghina Allah
dengan ucapan mereka: “Tangan Allah terbelenggu. ” Kemudian mereka
dikutuk oleh Allah karena perkataannya itu. (Al Maa’idah: 64). Mereka
pula yang berani mengatakan, “Sesungguhnya Allah itu fakir dan kami
kaya raya.” (Ali Imran: 131). Disini ada dendam sejarah yang amat
sangat parah di hati kaum Yahudi terhadap eksistensi agama Allah.
Aneh memang, Yahudi mengimani khabar Al Qur’an, tetapi sekaligus
menentang eksistensi agama Allah (Islam). Sifat mereka persis iblis
yang mengimani Allah, tetapi mendurhakai- Nya. Untuk merealisasikan
maksudnya, Yahudi mengangkat simbol “Messiah”, yang pada hakikatnya
adalah dajjal laknatullah. Dajjal disebutkan oleh Nabi sebagai fitnah
terbesar bagi orang-orang beriman.
Maka janganlah heran dengan kezhaliman Yahudi saat ini di Palestina.
Ia adalah sebagian penampakan atau konsekuensi dari dendam sejarah
mereka. Awalnya, Bani Israil hanyalah sebuah kaum dengan perilaku
tertentu. Perjalanan sejarah mereka yang sangat panjang melahirkan
watak durjana luar biasa. Dan ternyata, watak Bani Israil itu “telah
disiapkan” untuk menjadi cobaan di akhir jaman. Dulu para ahli tafsir
merasa heran, mengapa A Qur’an banyak sekali bicara tentang Yahudi?
Padahal setelah tercerai-berai di Madinah, mereka nyaris lenyap
(mungkin karena eksodus keluar dari negeri-negeri Islam). Karena itu
sebaik-baik usaha untuk melawan Yahudi adalah memahami sifat-sifat
mereka dalam Al Qur’an (khususnya Surat Al Baqarah). Dan satu lagi,
yakinlah bahwa serangan Israel ke Gaza bukan serangan terakhir
mereka. Itu hanya delay sebelum go with new aggression!
yah… emang semua dilema mas…
Mau boikot Palestina susah….
Nggak diboikot malah tambah susah…
Saya ngak habis fikir… Kalo mau negara – negara arab tu mbantu Palestina …
Kenapa nggak mereka tolak aja Pangkalan Militer AS and CSnya di Negara mereka, dan membuka pintu untuk bantuan dari negara lain ke Palestina. Atawa mereka memberikan peringatan keras kepada musuh Palestina..
Kalau Agressi Israel tidak dihentikan mereka tak mau jual minyak ke Negara Musuh Palestina …
Simpelkan mas jawabannya tapi susah untuk melaksanakannya.
TQ mas Rosyidi….
yak.. pake produk dalam negeri..
kita untung, negara untung..
thks..
Setuju banget! Beli produk dalam negeri. Itu yang harus kita lakukan. Alih-alih beli apel cina, lebih baik beli apel malang, kan?
just out of curiosity, bagaimana pendapat Anda soal “One man one dollar for Palestine”? Dosen agama saya lebih suka “One man one dollar for Gunungkidul”…
Memboikot produk Israel dan Amerika merupakan salah satu cara untuk melawan. Semacam pembangkangan sipil a la Ghandi. Meskipun tetap ada resiko dan dampak negatif.
Mas saya minta ijin copy data dari http://rosyidi.com/internet-wifi-gratis-di-seluruh-indonesia/. Artikel itu commentnya udah diclose soalnya. Makasih.
kaya omongan ulama dunia : ” gimana sih si MUI itu , kok rokok di fatwa haram, apa mereka gak mikir kalau rokok itu sumber penghidupan orang banyak. Penghasil devisa yang besar buat negara ?? ”
halah, semua memang ada resikonya. Itu namanya perjuangan, kalau gak mau ambil resiko , ya tidur aja, berselimut. Hangat dan nyaman.
Tinggal nunggu ntar di bom Israel, ka Boooom.
Mungkin di sini perlu disamakan pemahaman arti boikot.
Saya kita “mencintai produk dalam negeri” mempunyai hubungan cukup erat dengan yang namanya “boikot”. “mencintai produk dalam negeri” secara tidak langsung bisa menjadi implementasi dari “boikot” itu sendiri.
Saya rasa tidak ada perbedaan yang mencolok dari sini.
Nah, yang jadi masalah adalah… apakah “produk yang diboikot” itu bisa dikategorikan “produk dalam negeri”..? karena dibuat didalam negeri, lalu sebagian keuntungan disumbangkan ke Israel…?
Hehehe.. bahas boikot Israel selalu bisa jadi bahan diskusi tanpa titik akhir. Maklum, minum coca-cola dan makan Mc D udah jadi gengsi.. padahal rasanya juga gak enak-enak dibandingkan dengan nasi pecel dan es jus.
Tapi biar deh, semua orang berhak menentukan jalannya sendiri menuju ke surga atau neraka. Yang mau lewat jalur boikot silahkan, yang mau jalur diplomasi silahkan, yang mau langsung berjuang ya harus lebih banyak latihan dan persiapan.
Gitu aja kok repot.
yang penting anda berbuat untuk saudara kita di palestina, mau boikot silahkan, mau nyumbang uang boleh, tapi jangan salah naruh, yang bagus di knrp, mau berdo’a apa lagi, malah harus itu. Gak usah dipikirin hasilnya/ akibatnya, yang penting anda berbuat itu saja.
Jangan cuma komen sana sini, ngalor ngidul tapi gak berbuat apa-apa…! semua yang Anda perbuat insya Allah ada gunanya bagi masyarakat palestina. Pokoke berbuat…..itu saja
“??? ?????? ????? ???? ????? ?????? ?????????”
Mari kita cintai produk dalam negri
btw salam kenal!
aku mmg lbh sreg beli buatan dalam negeri, lbh murahh
saya setuju pemboikotan thdp produk israel, tapi tidak hanya sampai disitu, pemboikotan itu janganlah setengah-setengah. putuskan hubungan dengan amerika israel n semua yang berbau israel. pabrik2nya hub politiknya,beranikah?
Mc donald dibuat di indonesia. pemilik fainchise mc.D adalah muslim,disitu, ustadz2 dibawah sokongan materinya. dananya besar untuk menghidupi kaum muslim lemah. memboikot mc.D berarti memboikot kaum ustadz n mustadafin jg. bisakah diboikot? jawabnya? BISA. Asal pemboikotan dilakukan serentak semua produk2nya. kalaupun nantinya pengangguran banyak, perang jawabannya. yang kita idamkan adalah DAULAH.
HIDUP NEGARA islam!!!!!!
Kalau keluarga saya arahkan ke produksi dalam negeri tetapi kualitas tetap bagus, hidup produksi dalam negeri..!!
Maaf,, masih kurang paham tentang prinsip jual beli satu level nih.. Ada dalil atau hadist yg berkaitan gak??
kalau tentang boikot, ada satu contoh ..
minggu lalu setelah Israel mulai menyerang Palestina di kota tempat saya tinggal banya mahasiswa/i yang berdemo di depan KFC ..
memang niatnya untuk memboikot .. tapi kan tidak harus sam[ai segitunya..
kesannya jadi jelek.
kalau yang prinsip jual-beli satu level, walaupun yang dosa yang diatas saja, tapi kan seperti di lingkaran .. muter2 aja ?
jadi bingung .
karena setelah melihat daftar barang yang harus dii boikot kok sepertinya sudah terlalu banyak yang digunakan dalam kehidupan sehari – hari ya ??
??
bisa menjelaskan ?
Kenapa sih kalo ngomongin boikot produk Israel(Yahudi) & Amerika, selalu fokus pada boikot produk yang berbentuk barang. Saya sependapat dengan apa yang antum sampaikan,untuk tidak terlalu kebablasan dalam menafsirkan boikot produk (konkret). Toh kalaupun mau memboikot secara kaffah/totalitas,apakah mereka(penyeru aksi boikot) siap untuk meninggalkan komputer(microsoft,mis),handphone dan produk elektronik lainnya yang sebagian besar diproduksi oleh koalisi yahudi? Mengapa kita justru tdk memboikot ‘produk-produk’ mereka yang dalam jangka panjang akan sangat berbahaya bagi generasi kita. Sadarkah pihak2 yang selama ini gencar menyerukan aksi boikot produk yahudi, tapi mereka sendiri mengusung dan melestarikan produk2 yahudi yang bernama ‘DEMOKRASI’,'PEMILU’,'EMANSIPASI/PERSAMAAN GENDER’,'DEMONSTRASI’? Mengapa mereka selalu berambisi ‘Kekuasaan/DAULAH Islamiyah’ sementara mengabaikan Dakwah TAUHID yang merupakan DAKWAH Para NABI dan RASUL? Tidakkah mereka mempelajari Sirah Nabawiyyah,apa yang Rasulullah SAW dakwahkan pertama pada bangsa Arab.Apabila masyarakat sudah memahami betul dan melaksanakan makna TAUHID, niscaya Daulah Islamiyyah,InsyaAllah, akan terwujud.AAmiin…!!!
dont trust to this article.this is israel’s agent!
saya sependapat dengan mas abusyafiqa, yang tidak kalah pentingnya adalah memboikot kebudayaan yahudi dan antek-anteknya….
tapi ingat, boikot produnya harus jalan terus…..
asw,
saya sependapat dengan mas abu syafiqa, yang tidak kalah pentingnya adalah memboikot kebudayaan yahudi dan antek-anteknya….
tapi ingat, boikot produnya harus jalan terus…..
iaw bner…qt harus cinta produk dlm negeri
hidup produk indonesia!!!!
Kalo menurut aq, boikot produk sono itu gak ada gunanya. Selain karena produk mereka adalah produk terbaik dan mudah didapat, mungkin saja *misal restoran* tempat kita membeli produk sono adalah milik pengusaha indonesia…
Kasian juga kan pengusahanya..
so, kita harus gimana???
memboikot salah …
tidak memboikot salah …
mengapa semua jadi serba salah …
jadi harus gimana atuh ya
serba salah semua. Kita memang harus berpikir global dan positif, jangan berpikir mau benarnya sendiri. Saya prihatin dengan Paletine. Cuma prihatin karena yang bisa diperbuat untuk Palestina kecuali doa. Palestine harus berjuang sendiri. Kalau Palestina mau merdeka dari semua sisi mereka harus juga perpikir seperti orang Israel. Modern, kuat dalam jaringan dunia usaha dan kuat dukungannya dari orang/negara yang berkuasa. Bisa nggak??? Karena itulah jalan yang bisa untuk mengalahkan (minimal menyaingi) Israel dan mendapatkan hak-hak mereka yang hilang.
Orang Islam diseluruh dunia cuma bisa mengecam dan menghujat Israel, hasilnya?………lihat sendiri. Palestina harus bertindak seperti Israel. Barvo
Assalamu’alaikum..
Terima kasih atas tulisannya yg bermutu ini.
Sering2 ya mas menulis yg seperti ini.
Saya juga ingin ikut menyuarakan
“Cintailah Produk dalam Negeri!!”
assalamu’alaikum
hati-hati dengan aksi propaganda niatnya untuk mengalihkan perhatian analisislah secara mendalam.
Boikot adalah langkah konkrit untuk melawan israel dan amerika dan membunuh mereka dengan perlahan tapi pasti.
Saudara ku hanya do’a saja untuk membantu saudara kita dipalestina itu tidak cukup, dan itu adalah selemah-lemahnya iman, dengan memboikot kita sudah membuat ultimatum pada mereka bahwa kita siap melakukan perang terbuka dengan mereka, perang antara hak dan batil.
perhatikan logo produk mereka agar kita tidak lupa saat membeli, janganlah kita menjadi golongan mereka. bersabarlah saudara ku untuk tidak memakai produk mereka insya Allah saat kita sabar Allah akan memberikan jalannya. apakah kita tega dengan membeli produk mereka berarti kita memberikan 1 sen dari setiap penjualanan produk mereka untuk dibelikan peluru, senapan dan bom pada tentara israel dan amerika.
setiap kau tertarik dengan produk mereka ingatlah anak-anak di jalur gaza, yang mereka rusak tubuhnya dalam keadaan mati atau hidup. dirikanlah tugu peringatan pembantaian yahudi di jalur gaza dalam hati mu, panjatkan do’a saat kita diam dan boikot produk mereka saat kita bergerak.
ulama adalah pewaris nabi,fatwanya mempunyai ilmu, hati-hati dengan perang pemikiran yang disusupi diantara kita,
Cak Agam, saya lihat ada perspektif yang banyak sampeyan lewatkan saat sampeyan menulis artikel ini.
iboikot), bukanlah produk negara Israel. Produk2 tersebut diproduksi di negara lain dan disarankan untuk diboikot karena perusahaan induknya mengirimkan dana yang amat sangat besar ke Israel. Apakah dana yang melimpah itu adalah untuk investasi di negara yang stabilitas keamanannya rendah?? MOHON DATA tentang itu, sehingga topik yang anda ketengahkan tentang ruginya warga palestina atas boikot produk tersebut menjadi hal yang logis. Kalau tidak, paparan anda hanya menjadi dugaan yang amat sangat tidak relevan dan tak seharusnya dituangkan dalam paparan di dunia maya.
Kalau anda lihat kebanyakan (hampir semua) produk yang disarankan untuk dihindari dibeli (baca
Kalaulah Anda mengetangahkan produk yang memang “Made in Israel” yang memang buatan Palestina, silakan anda menyebutkan merknya. Itu usulan kongkrit dari saya.
Masalah sampai mana kita melakukan boikot, saya juga tak berlebihan. Saya berusaha menghindari produk yang memang bisa saya hindari (seperti McD, Coca Cola, dll). Kalau dikasih produk itu, ya tentu saja saya nikmati, masak mau saya buang?? Kalau tentang produk seperti halnya intel processor, itu termasuk tak terhindarkan. Karena memang ia punya beberapa keunggulan dan produk lain punya kekurangan. Karenanya saya sepakat sama sampeyan bahwa memang topik boikot ini dilematis. Tapi argumen sampeyan tidak akurat (karena hanya kemungkinan, tanpa data) untuk menjadi suatu kesimpulan bahwa orang palestina merugi dengan boikot kita atas produk yang menyumbang dana buat Israel. Kalaupun merugi, seberapa tingkat kerugiannya (LAGI-LAGI DATA) dibanding dengan besarnya dana kiriman yang dibelikan peluru dan bom?
Kalau anda khawatir akan meruginya industri Israel atas boikot itu, Apakah anda berpikir bahwa Zionis tidak akan kuat untuk menopang perekonomian Israel? Apakah industri di Israel (tempat orang-orang Palestina bekerja) akan tumbang kalau mereka ditopang dengan kuat oleh sistem ekonomi global yang masih dikuasai Zionis?
Saya kenal sampeyan, Cak Agam. Karenanya saya malah melihat tulisan ini bukan dari pengamatan sampeyan yang secermat mungkin. Sebaiknya pikirkan dengan matang terlebih dahulu tentang isi tulisan yang membawa dampak pada pemikiran orang lain sebelum anda mempublish di blog.
memang betul pasti dilema… Tapi yang perlu didalami adalah kecintaan bangsa ini terhadap produk dalam negeri, bukannya hanya sekedar ikut boikot tetapi juga tidak cinta produk dalam negeri. tidak cinta produk dalam negeri = boikot produk sendiri. Sekarang banyak orang gembar gembor boikot produk Israel dan Amerika, seperti McDonald dan kawan2nya disegel, padahal seringkali yang menyatakan boikot makan disitu bila hari biasa.
Jangan juga kita menelan informasi di media cetak Indonesia bulat-bulat. Sebab seringkali di Indonesia kenyataan yang terjadi sering ditutup-tutupi demi kepentingan golongan tertentu. CONTOHNYA APA?
Saya berikan contoh real yang jarang/tidak ditampilkan di media informasi.
-Pelarangan Natal dengan membagikan selebaran yang isinya menghimbau agar umat Kristiani dilarang merayakan Natal. Hal ini tidak diberitakan di TV. Saya mendapat informasi dari saudara kerabat di Aceh. Pada esok harinya timbullah bencana tsunami.
-Tentang Israel dan Palestina saat ini. Saat ini yang sering ditayangkan dengan keras adalah bahwa Israel membabi buta membunuh rakyat Palestina. Tapi dalam kenyataanya kelompok militan Hamas memulai dahulu pertikaian, hanya saja taktik perang Palestina itu sedikit aneh. Bukan maksud saya memojokkan Palestian dan mendukung Israel, tapi ini kenyataan yang terjadi. Palestina menyerang Israel lebih dahulu dengan bom di tanah kosong, hal ini dilakukan Palestina untuk memancing peperangan. Saat Israel membalas, Palestina berteriak minta pertolongan dunia. Ini merupakan trik Palestina yang tidak diketahui semua orang. Jadi kejadian ini seperti saya mencubit anda, lalu anda memukuli saya hingga babak belur dan saya berteriak minta tolong pada orang untuk membalas perbuatan dia, padahal saya dahulu yang mulai mencari peperangan. Hal ini sebaiknya dicermati lebih dalam. Sekali lagi saya bukan bermaksud memojokkan Palestina.
-Serangan Amerika di Irak dianggap sebagai pemojokan dan pembantaian bagi umat Muslim. Padahal pemerintahan Irak sendiri meminta agar jaringan teroris di negaranya diselidiki dan diberantas. Masalahnya adalah, kaum teroris di sini adalah kaum bersenjata yang profesional dalam hal perang fisik dan moral. Coba saja mereka mengatasnamakan Islam dalam perjuangan mereka. Padahal kaum ini membunuh dan melakukan tindak kriminal terhadap sesamanya yang juga Muslim. Mereka hanya ingin kekuasaan, tetapi pintar dalam memainkan moral kita. Dengan mengatasnamakan Muslim, beberapa bahkan BANYAK yang mengira bahwa kaum Muslim sedang dipojokkan. Mungkin yang membaca tulisan saya tidak setuju, tapi coba anda pikir, bagaimana bila anggota keluarga yang anda sayangi (maaf kata) dibunuh oleh kelompok teroris ini dan mereka mengatasnamakan Muslim. Jadi sebenarnya inti permasalahan adalah janganlah melihat dia Muslim, Kristen, Budha, Hindu dan sebagainya, tetapi lihatlah orangnya. Siapa yang kamu bela dan siapa yang kamu lawan. Agama hanya sarana, tetapi baik buruk tergantung kita yang lakukan.
-Jarang sekali yang tahu apalagi yang tidak pernah baca sejarah Indonesia. Pada zaman Soeharto pernah terjadi pembantaian ulama-ulama yang menentang Soeharto. Soeharto seorang Muslim, tapi dia juga tega membunuh sesama Muslim, bahkan Ulama. Jadi sekali lagi, jangan membela seseorang/kelompok berdasarkan agama, melainkan keadilannya.
-Kejadian Mei 1998, bagaimankah nasib keturunan Tionghoa disini. Bangsa ini mengurusi Israel dan Palestina dengan mendalam, tapi ada yang peduli dengan anak bangsa kita? Apakah ada yang peduli dengan nasib mereka? Saya bukan keturunan Tionghoa, tapi saya tau rasanya sakit saat dipojokkan dan diperlakukan tidak adil
Akhir kata dari saya adalah sebuah himbauan. Himbauan bagi pembaca berita adalah, sering-seringlah melihat berita di media internet. Begitu banyak informasi beredar dan keakuratannya pun diakui.
Tidak ada dilema dalam masalah boikot. Beginilah cara cara syaitan melemahkan umat Islam, membaurkan antara yang putih dan yang hitam. Tidak ada grey area.. yang ada hanyalah hitam dan putih. Allah Maha kaya… Bukan Yahudi yang memberikan rizki bagi rakyat palestina.. Allah… Allah.. Allah… Rakyat Palestina akan tetap dijamin rizqinya oleh Allah meskipun tidak bekerja pada Yahudi… Hanya ada dua pilihan bagi umat Islam.. Menjadi budak Yahudi dan anteknya (yang akhirnya dihancurkan juga oleh mereka) atau melawan mereka sampai titik darah penghabisan… Laa illaha illallah… Muhammadarrosululloh….
boikat..boiket..boikot…udah banyak diperdebatkan tapi barang/jasa yang harus diboikot ga disebutin. Ambo cuma baca Coca-cola, Mc D. KCC, Demokrasi, pemilu, emansipasi/persamaan gender, n demonstrasi. yang lain manaaaa? apa semua produk Amerika harus diboikot? karna di pasaran Indonesia kita ga pernah ketemu produk Israel. So kalau gitu, yg pengin berpartisipasi boikot produk Amerika, ya jangan pernah buka yahoo, google, WordPress, n web-web yang berbau Amerika. Karna sekali anda klik mereka, jutaan dollar mengalir ke kantong mereka. BTW, kalau dihubungkan dengan transaksi satu level, analogi dengan gaji karyawan yang diperoleh bossnya dari korupsi, apa kita ikut berdosa juga kalau keuntungan yang Amerika dapat dari kita, mereka gunakan untuk memerangi Saudara-saudara muslim kita? bukannya dalam kasus ini sudah dua level? bukannya yang berdosa hanya Amerika/Yahudi aja? Tolong dong dijelasin, biar saya nggak bingungg.
Palestina adalah salah 1 Negeri Islam yang perlu kita bantu, masih banyak lagi yang perlu kita bantu, seperti muslim Etnis Rohingya yan saat ini telah di usir dari negaranya sendiri.. untuk membantu Palestina & Muslim lainnya maka kita perlu kaya
Allahu Akbar…
Pusing jadi Islam?
mendingan jadi Yahudi kalee…

He…he…kok pada bingung sih??? mana-mana produk yang kita mampu memboikotnya ya kita boikot aja dan mana-mana produk yang tidak sanggup kita memboikotnya ya udah…nggak usah diboikot. Kita berusaha membantu saudara-saudara kita di Palestina sekuat tenaga kita tetapi dalam batas kemampuan kita
Hm…
antara pilih produk dalam negeri dan boikot??!! ya bukan dilema dong. Justri itu solusinya. Ya kita gabungin aja!!! Mari kita boikot produk Amerika dan Israel dengan memakai produk-produk dalam negeri!!! Nah…gampang kan
oh ya Mas Rosyidi. Siapa bilang umat Islam nggak ada yang boikot. Banyak kok yang melakukan boikot. Tuh Malaysia dan negara2 tetangga kompak boikot produk Amerika dan Israel. Begitu juga Timur Tengah bahkan di Eropa juga banyak melakukan hal yang sama sebagai aksi simpatik tolak agresi Israel. Dan sekarang kita bisa melihat melemahnya agresi Israel karena desakan dan boikot umat Islam seluruh dunia.
sip……lah
Yup…mas Panca
aku sering menemukan data-data yang tidak valid dalam wikipedia ketika bicara tentang sejarah Islam. Wikipedia banyak mengutip dari sumber-sumber orientalis ketimbang rujukan-rujukan Islam yang lebih valid kalau berbicara tentang sejarahnya sendiri. Kalau aku sih nggak berani menyimpulkan dan berbicara tentang Islam atau sejarah umat muslim kalau bukan dari sumber-sumber Islam sendiri.
Arab Palestina Bukanlah Bangsa Palestina Tapi Bangsa Arab !!!
Palestina berasal dari sebutan orang2 yang menyembah dewa2 Filistine. Yahudi/Jew berasal dari sebutan orang2 yang menyembah dewa Yahweh. Keduanya berasal dari etnicity race yang sama yang juga lokasi geografis yang sama yaitu sama2 bukan Arab. Keduanya berbahasa sama yaitu bahasa Hebrew/Ibrani yang sudah berkembang jauh sebelum munculnya bahasa Arab. Bahasa Arab sendiri adalah bahasa baru yang berasal dari transformasi bahasa Phoenicia.
Setelah masuknya Arab Islam patung2 dewa Filistine dihancurkan, dimusnahkan dan penyembahnya yaitu bangsa Filistin musnah digenocide Arab Islam dan sebagian melarikan diri ke Yunani. Arab Islam adalah orang2 Arab dari luar wilayah Palestina yang beragama Islam, menyembah Allah dan berbahasa Arab bukan berbahasa Hebrew.
Arab Palestina bukanlah orang Palestina aseli, sama halnya dengan Cina Indonesia bukanlah orang Indonesia aseli. Arab Palestina adalah orang2 Arab pendatang kebanyakan dari Mesir yang kerja cari nafkah di wilayah Palestina dulunya. Sama dengan orang2 Cina Indonesia asalnya dari Cina dan cari nafkah di Indonesia. Bedanya, orang2 Cina ini tidak mengusir orang Indonesia, sebaliknya orang2 Arab ini membunuhi dan mengusir orang Palestina aseli.
Yahudi dan Palestina (bukan Arab Palestina) adalah orang yang sama, yang membedakannya hanyalah agamanya. Yang menyembah dewa yahweh disebut orang Yahudi, dan yang menyembah dewa Filistine disebut orang Palestina. Kerajaan Palestina adalah jajahan Inggris sebelum perang dunia kedua, dan Wilayah kerajaan Palestina dulunya meliputi Israel, Syria, Lebanon, dan Yordania. Namun setelah perang dunia usai, kerajaan Palestina ini diberi kemerdekaan melalui referendum dibawah pengawasan PBB, Inggris, dan Amerika. Hasil referendum ini kemudian muncul 4 negara yaitu Israel, Yordania, Syria, dan Lebanon. Jadi kalo mau menuntut kembali kerajaan Palestina kenapa cuma Israel saja, kenapa bukan Yordania, Syria dan Lebanon ? Mentang2 3 negara selain Israel mayoritas berpenduduk Islamnya, orang-orang Islam Arab pendatang di Palestina jadi melempem!
Arab itulah penjajahnya bukan Israel. Begitulah pemahaman dunia sehingga Hamas tidak mungkin bisa menang, tidak mungkin bisa memutar balik kenyataan. Umat Islam di Indonesia sudah diracuni dengan kebohongan2 Islam sehingga menganggap Israel mencaplok dan menjajah padahal merekalah yang dulunya jadi korban penjajahan dan pengusiran oleh orang2 Arab Islam. Jangan dibalik!!
Jadi kenyataannya lah demikian sehingga Israel lah yang diakui bukan Palestina dan Palestina sekarang itu bisa eksist hanyalah sikap mengalah dari Israel atas tekanan Amerika sehingga mendapatkan kesempatan dari perjanjian Camp David. Bahkan Yasser Arafat sendiri lahir dan akte kelahirannya adalah Cairo Mesir.
Yordania, Syria, Israel dan Lebanon Itulah dulunya wilaYah Palestina!
Itulah sebabnya, Yordania, Syria, dan Lebanon membantu PLO dulunya karena kuatir tanah mereka juga digugat sebagai wilayah Palestina kalo perjuangan Yasser Arafat dalam mendirikan negara Palestina ini berhasil.
Memang, PLO melandasi perjuangannya mula2 dengan ideologi Islam agar Syria, Lebanon dan Yordania yang penduduknya mayoritas Islam mau membantu perjuangan mereka dalam mendirikan negara Palestina di atas tanah Israel, yang penduduknya mayoritas beragama Yahudi. Namun karena secara historisnya negara Palestina (aseli) itu mencakup juga Syria, Yordania, dan Lebanon, maka tidak perlu diragukan bahwa apabila PLO berhasil mendirikan negara Palestina diatas tanah Israel yang sekarang, maka mereka juga akan menggugat negara2 Yordania, Syria, dan Lebanon sebagai wilayahnya dulu.
Oleh karena itulah, meskipun negara2 ini se-olah2 membantu PLO namun sesungguhnya mereka tak suka negara mereka dijadikan benteng perlawanan untuk memerangi Israel. Akhirnya PLO yang mula2 menggunakan Syria sebagai basis bentengnya berhasil di evakuasi ke Yordania dan kemudian diusir lagi ke Lebanon dan yang terakhir inilah akhirnya mereka dievakuasi ke Gaza dan West Bank. Di kedua posisi inilah mereka berhasil dijepit tidak bisa bergerak lagi.
Israel itu hanyalah sebagian kecil saja dari wilayah Palestina yang sebelumnya menjadi jajahan Inggris. Jadi kalo mau mempersoalkan keserakahan, jelas yang serakah itu justru orang2 Arab Islam ini karena wilayah Palestina cuma dipecah menjadi 3 negara Islam dan satu negara Yahudi. Kalo mau adil seharusnya dijadikan 2 negara Yahudi dan 2 negara Arab Islam.
Salam,
Hafsah
Bagaimanapun Arab Palestina Harus Ngaku Salah
Sama2 Islam bukan berarti harus saling bela meskipun salah. Kita membela yang benar bukan yang seiman. Ajaran Islam yang paling biadab itu mengajarkan agar kita sesama umat harus saling membela meskipun salah!!! Enggak bisa begitu dizaman sekarang!!!
Arab Palestina, jelas mereka bukan orang Palestina aseli tapi orang2 Arab Mesir. Orang Palestina aseli (bangsa Filistin) sudah sebagian besar musnah terkena operasi genocide Arab Islam. Bukan maunya mereka untuk tinggal di Gaza atau West Bank, karena rencananya mau merebut Israel dan memusnahkan bangsa Yahudi dibantu semua negara2 Arab dan Islam di seluruh dunia. Itulah sebabnya, niatnya udah jelek, niatnya udah busuk, mereka pikir yang penting dekat2 dengan Israel bisa nyusup kemudian ngebomb secara sembunyi2.
Namun niat busuknya enggak kesampean, ternyata Israel juga tahu cara2 mengatasinya, didirikanlah tembok sebagai benteng, hasilnya sekarang terbukti, kalo dulunya setiap minggu pasti ada pasar yang dibomb, sekarang dalam dua tahun pun belum ada bomb2 yang meledak di pasar2.
Gagal menyusup untuk meledakkan bomb2 ditengah pasar di Israel akhirnya mereka menembakkan roket2 saja diperbatasan, hasilnya minim karena wilayah perbatasan sejarak kira2 10 km dijadikan zona bebas sehingga roket2nya banyak yang enggak nyampe ke dalam wilayah Israel.
Ini kenyataan kebusukan orang2 Arab mau mengusir sebuah bangsa dari tanah airnya dengan bermodalkan keimanan kepada Muhammad dengan Quran dan Allahnya.
Sekali lagi saya minta semua pembaca untuk bersikap netral, jangan mengumbar kebencian se-mata2 karena Yahudi dicaci-maki dan dibenci oleh Quran. Memang kita beragama Islam, bukan berarti kita harus percaya saja semua kebohongan2 yang ada di dalamnya, karena ke Islaman kita se-mata2 hanyalah budaya yang mengikat sesama sebatas tolong-menolong bukan untuk kerja sama merampas tanah air orang lain, bukan untuk berpihak kepada rampok yang jelas2 salah meskipun mereka seagama dan seiman dengan kita. Berjalanlah di jalan yang benar, jangan memutar balik yang salah agar kelihatan se-olah2 benar dan menggunakan agama dan nama Allah agar tidak ada yang berani mengkritik kesalahan kita2 ini.
Sekali lagi, Arab dengan Islamnya itu penuh dengan kebathilan sepanjang sejarahnya, tetapi bukan berarti kita yang sekarang juga beragama Islam harus ikut2an berpihak kepada kebathilam meskipun atas nama ajaran Islam dan Quran-nya. Jangan sekali2 menggunakan agama sebagai sumber sejarah, jangan sekali2 mengadili dengan menggunakan Islam sebagai patokannya. Islam itu cuma sebatas kepercayaan kepada adanya sorga dan neraka dalam rangka membatasi kejahatan saja, jangan justru digunakan dan dimanfaatkan untuk bertindak atau membebaskan atau melindungi kejahatan.
Demikianlah, dalam menimbang urusan konflik Timur Tengah ini kunci penyelesaiannya hanya berada pada kesadaran umat Islam itu sendiri, kalo masih tetap mau bela2an karena sama2 Islam akhirnya mati konyol karena biar gimanapun kebenaran yang menang bukan Islam yang menang. Artinya kalo anda Islam, bersikaplah yang benar pasti menang. Tetapi meskipun anda Islam kalo salah tetap kalah. Biarpun bukan Islam tapi kalo benar pasti menang. Demikianlah kuncinya memecahkan masalah di Timur Tengah yaitu kita harus mau menerima kenyataan, Israel itu memang tanah air mereka orang2 Yahudi bukan orang2 Arab dan tak usah catut2 nama Palestina karena orang2 Yahudi itu lah sebenarnya bangsa Palestina yang aseli bukan orang Arab. Orang2 Arab itu cuma pendatang sehingga dinamakan Arab Palestina, sama halnya dengan Cina Indonesia yang juga cuma pendatang.
Dimana adilnya kita bisa antipati kepada Cina Indonesia malah bersimpati kepada Arab Palestina. Padahal Cina Indonesia enggak minta negara sendiri, enggak niat mengusir orang Indonesia.
Kita pribumi Indonesia itu sama kedudukannya dengan orang Yahudi di Israel. Cina Indonesia itu posisinya sama dengan Arab Palestina yang kurang ajar dan biadab. Bedanya Cina Indonesia enggak ngebomb bunuh diri. Naaah…. gimana enggak biadab itu Arab2 Palestina malah ngebomb mau memusnahkan penduduk pribuminya.
Ini kenyataan yang harus anda lihat. Untuk bahan renungan justru pikirlah dengan hati nurani, orang2 Indonesia sesama Islam dari Jemaah Ahmadiah malah kita usir dari negeri kita, kita halalkan darah mereka untuk dibunuh….. biadab enggak tuh ajaran Islam kayak gitu….. dan seperti itulah yang berlaku dikalangan Arab2 Palestina di Gaza dan West Bank dan hal inilah yang harus anda renungkan dengan hati nurani yang suci dan bersih.
Hafsah
Latar Belakang Negara Palestina Kabur Tak Punya Tujuan !!!
Mula2 menyatakan agar tanah Israel dikembalikan keposisi sebelum tahun 1948, ternyata posisi sebelun tahun 1948 itu bukan cuma Israel yang belum berdiri tapi juga belum ada Syria, belum ada Lebanon, belum ada Yordania, sehingga apabila PBB bersedia mundur kembali keposisi sebelum 1948, maka wilayah Palestina ini merupakan jajahan kerajaan Inggris.
Jadi sudah jelas, Yasser Arafat yang menuntut untuk dikembalikan tanah Israel ke posisi sebelum 1948 tidak mendapat dukungan dari sobat2nya sendiri dan malah ditolak, mana mungkin Syria, Lebanon, dan Yordania bersedia dibubarkan bersama bubarnya Israel ???
Sekarang Hamas menuntut lain lagi, mereka menuntut agar posisi Israel mundur keposisi sebelum tahun 1967 yaitu posisi sebelum perang 6 hari. Namun kembali kebingungan karena posisi sebelun 1967, Gaza dan Tepi Barat Sungai Jordan (West Bank) itu bukan milik Israel tapi milik Mesir dan sekarang wilayah ini sudah diserahkan kepada negara Palestina berdasarkan perjanjian Camp David. Jadi kalo tuntutan Hamas itu dikerjakan, tak perlu susah2 lagi Israel karena Gaza dan Tepi Barat Jordan itu kembalikan saja kepada Mesir dan Palestina kehilangan tanahnya yang sekarang.
Setiap perjuangan seharusnya ada tujuan yang jelas apa yang ingin dicapainya. Misalnya, apabila mau memerdekakan suatu wilayah maka sebelum berjuang harus jelas dulu arah perjuangannya itu apa dan untuk mendapatkan dukungan politik dari negara2 seluruh dunia tentu harus dipersiapkan argumen yang tepat.
Argument orang2 Arab Palestina asal Israel ini sama sekali ngaco belo karena mereka hanya bermodalkan Islam dengan latar belakang membenci orang2 Yahudi tidak lebih daripada itu.
Mereka tidak setuju pembentukan negara Israel, lalu hanya dengan jumlah demostran kurang dari 2000-an orang mereka berlong-march meninggalkan Israel menuju Syria untuk kemudian melakukan perang gerilya dengan bantuan Syria.
Wajar kalo gerilya berupa gerombolan kriminal ini tak mungkin bisa berhasil untuk merubuhkan sebuah negara yang diakui United Nation. Oleh karena itu gerilya ini kemudian membentuk tujuan yaitu kemerdekaan Palestina yang katanya mengusir penjajahnya orang2 Yahudi.
Karena waktu itu Syria menjadi sponsor membawa masalahnya ke UN, maka dilakukan tanya jawab yang berakhir dengan kekalahan para gerombolan ini. Dalam tanya jawab itu, ditanya, kalo memang benar orang2 Yahudi itu penjajah yang harus diusir, lalu kemana mereka harus diusirnya karena kenyataan tanah air mereka memang diatas tanah Israel itu. Oleh wakil2 gerombolan itu yang menamakan PLO dikatakan mereka harus dilenyapkan dari muka bumi ini dan tidak ada tanah mereka didunia ini.
Wajar saja ya, jawaban seperti itu bukanlah jawaban untuk kemerdekaan karena yang mereka mau ambil itu bukanlah tanah mereka melainkan tanah orang lain sehingga caranya bukan mengusir penjajah melainkan membantai satu bangsa Yahudi hingga musnah untuk diambil tanahnya oleh wakil2 yang cuma kurang dari 2000 orang ini.
Memang pada akhirnya jumlah gerombolan ini berkembang menjadi 1 juta lebih, tetapi mereka bukan dilahirkan ditanah Israel tetapi di luar Israel sehingga tidak bisa mengklaim tanah dan juga kewargaan negara. Mereka bertambah jumlahnya akibat banyak Arab2 lainnya dari Syria, Lebanon, Yordania, dll yang bergabung dengan mereka akibat perkawinan ataupun hubungan keluarga jauh dulunya.
Jadi perjuangan berdirinya negara Palestina ini sebenarnya sama sekali tidak punya latar belakang, tidak punya tujuan, tidak punya rencana untuk berdirinya sebuah negara. Celakanya, Pemerintah RI hanya mendukung berdasarkan emosional religious saja karena sama2 Islam secara membuta memberi dukungan meskipun sama sekali tidak rasional. Demo2 di Indonesia juga menuntut agar posisi Israel dikembalikan kepada posisi sebelum 1948, namun posisi 1948 juga tidak ada negara Palestina yang ada hanyalah jajahan Inggris dengan boneka2nya yang dijadikan raja Palestina.
Kemudian baru2 ini juga demo2 di Indonesia merubah lagi tuntutannya, yaitu menuntut Israel kembali keposisi sebelum 1967, dan ini juga ngaco belo karena posisi Israel waktu itu sama seperti sekarang yang beda justru tanah Gaza dan Tepi Barat Jordan waktu itu masuk wilayah milik Mesir. Tentu kalo hal ini juga mau dipaksakan, maka Hamas dan Abbas kehilanggan Gaza dan Tepi Barat Jordan karena harus diserahkan kepada Mesir.
Demikianlah, hingga detik ini para pendukung negara Palestina tidak punya tuntutan yang jelas yang diingininya karena memang tidak seharusnya menuntut ini dan itu yang bukan pada tempatnya hanya se-mata2 kepercayaan dongeng2 tentang Islam yang membenci dan memusuhi Yahudi dimana mereka berkewajiban memusnahkan orang2 Yahudi dalam mendirikan syariah Islam dimuka bumi ini. Sampai saat ini PBB tidak tahu maunya Arab2 Palestina ini selain memusnahkan orang2 Yahudi melalui genocide.
Kekuatan tak punya, tentu tak mungkin bisa meminta bantuan UN untuk melakukan genocide sebuah bangsa yang tidak bersalah se-mata2 karena kepercayaan Islam. UN tentunya tidak bisa bertindak atas nama agama Islam yang tidak universal, tidak bisa berlaku untuk seluruh manusia.
Jadi seharusnya politikus RI ini paham sejarah dulu apabila mau jadi penengah. Bagaimana bisa jadi penengah kalo sudah langsung berpihak memusuhi pihak yang benar ??? Seharusnya kalo mau jadi penengah kita tidak berpihak alias netral.
Salam,
Hafsah
Melihat serangan teroris israel ke gaza kemarin rasanya pengen sekali memenggal kepala para teroris itu. Tapi ternyata tidak punya kemampuan (harta, sarana, dll). Jadi?
@Jhalie
kenapa mesir memperbudak Bani Israel? menurut sdr Jhalie karena sifat Bani Israel iru sendiri yng kurang baik. Karena Sdr Jali mencari sumber berdasarkan Alqura, tentu susah menemui jawabannya.
Dinasti Firaun yang memerintah pada masa Yusuf dan Yakub tidak sama dengan Dinasti Firaun yang memerintah selama perbudakan Bani Israil.
bani Israel bukan tinggal ditanah Kanaan, tetapi di lembah Gosyen yaitu suatu lembah di pinggir Sungai Nil, sedangkan wilayah Kanaan (Palestina) bukan wilayah Mesir.
Dimanapun mereka hidup selalu diberkati dengan kelimpahan sehingga Firaun yang memerintah Mesir Cemburu sekaligus khawatir kalau-kalau bani Israel menjadi kuat dan bisa mengambil kekuasaan kefiraunan. Disamping itu baik dari segi agama dan kebiasaan baani israel itu berbeda dengan orang Mesir. Orang Mesir waktu itu mengharamkan Sapi untuk dimakan karena merupakan binatang tunggangan dewata, sedangkan bani Israel tidak. Bani Israel mengharamkan babi, sedangkan orang Mesir tidak, dll.
untuk penjelasan selanjut saya copy dari blogs yang ada:
Banyak orang rancu menyebut istilah Israel dengan Istilah Yahudi.
Israel sebenarnya berasal dari bahasa Ibrani yang berarti Kekuatan Allah. (Yisra dan El). Nama itu diberikan kepada Yakub, sehingga keturunan Yakub yakub disebut dengan Bani Israel. Setelah berhasil memasuki Tanah Kanaan mereka membagi tanah menjadi 12 wilayah. Tiap wilayah diwariskam kepada 12 Suku Israel, kecuali suku Lewi yang mempunyai tanah di setiap suku. Sebenarnya suku di Israel itu ada 13 karena anak-anak Yusuf yaitu Manasye dan Efraim diangkat sebagai anak oleh Yakub. namaun pembagian wilayah tetap 12 karena Suku Lewi yang diangkat sebagai suku Imamat harus berada di semua suku.
Ketika itu tiap suku diperintah oleh Hakim dan para Imam yang merupakan wakil Yahweh (Tuhan Semesta Alam) di dunia. Kadang-kadang Imam bisa merangkap sebagai Hakim. Pemerintahan semacam ini berlangsung ratusan tahun.
Ketika ancaman terhadap keberadaan bangsa Israel oleh bangsa di sekitarnya semakin membahayakan, terutama dari bangsa Migran dari pulau Kreta yang mendiami daerah Gaza dan sekitarnya (bangsa Philistin) maka masyarakat Israel dari tiap suku datang kepada Samuel yang pada saat itu menjadi Hakim atas seluruh Israel. Namun permintaan itu ditolak oleh Samuel. Ketika Samuel didesak terus, samuel meminta pentunjuk Tuhan, dan Tuhan menyetujui kalau Israel mempunyai seorang raja, sehingga diangkatlah Saul dari suku Benyamin. Saul adalah raja yang mengandalkan kekuatan sendiri tidak mau mengandalkan kekuatan Tuhan, sehingga Tuhan melalui Samuel mengangkat Daud dari suku Yehuda menjadi raja atas seluruh Israel. Setelah Saul dan putra mahkotanya wafat dalan pertempuran melawan pasukan Philistin, barulah Daud benar-benar menjadi Raja. Pada masa Daud inilah Israel menjadi kuat. Israel menjadi Negara yang disegani. Pada masa pemerintahan Sulaiman (Salomon, Salom=Damai, Amon=Raja) Israel menjadi kuat dalam bidang militer dan ekonomi. Pada masa raja Sulaiman Israel mampu menaklukan bangsa-bangsa di sekitarnya. daerah kekuasaan Sulaiman adalah ke selatan samlai ke perbatasan Mesir, ke Timur sampai ke perbatasan Persia (Iran) dan ke utara sampai ke Perbatasan Turki. Semua negara yang ditaklukannya (kecuali Gaza) tidak pernah dianeksasi ke dalam wilayah Israel, namun dijadikan daerah merdeka, namun harus membayar upeti kepada Israel. Sesudah Sulaiman wafat Israel diperintah putranya Rahabeam. Pada saat itulah Yerobeam dari suku Efraim (suku putra Yusuf) memberontak dan berhasil memisahkan diri dan menguasai 10 suku lainya di utara. Sedangkan Rahabeam (keturunan Daud) mengusai 2 suku di selatan yaitu suku Yehuda dan Suku Benyamin.
Yerobeam khawatir kalau rakyatnya beribadah ke Yerusalem akan mengakibatkan hati rakyat Israel Utara akan terpaut kembali kepada keluarga Daud. Untuk itu dia membuat tempat pusat peribadatan di puncak Bukit agar orang Israel tidak perlu lagi pergi ke Yerusalem. Perbuatan Yerobeam ini membuat bayak orang Israel di utara pindah ke Selatan, sehingga di selatan menjadi lengkap 13 suku Israel. Lama-kelamaan Israel Utara dikenal sebagai Kerajaan Israel dan di Israel Selatan dikenal dengan nama Kerajaan Yehuda. Setelah kerajaan ketika Israel utara runtuh di serang oleh kerajaan Asyur (Asyiria) sebagaian warganya melarikan diri ke selatan sebagian ditangkap dan dibuang ke daerah perbatasan Irak dan Iran sekarang. Bangsa Israel yang tertinggal di campur dengan bangsa Asyria sehingga dikenal dengan nama bangsa Samaria.
Di kalangan dunia Internasional waktu itu kerajaan Israel Selatan dikenal dengan nama Kerajaan Yehuda dan penduduknya disebut orang Yehuda (istilah Arab yahudi , sama dengan Amerika menjadi Ameriki).
Sebenarnya bangsa orang Yehuda/Yahudi tidak menyebut dirinya sebagai orang Yehuda melainkan sebagai orang Israel, namun demikian istilah bangsa Yahuda lama-kelamaan diterima sebagai identitas Internasional mereka. Kita lihat dalam tulisan-tulisan menjelang abad pertama masehi, misalnya kitab Makabeus mereka selalu menyebut identitas mereka sebagai orang Israel.
Pada saat itu dunia tidak mengenal Israel tetapi mereka mengenal Yudea/Yehuda/yahudi.
Ketika Bani Israel (Yahudi) memberontak terhadap penjajahan Bangsa Romawi yang puncaknya sekitar Tahun 70 Masehi, tentara Roma dibawah Jenderal Titus menyerang Yerusalem dan menghancurkan Bait Allah/Baitullah yaitu pusat ibadah keagamaan Yahudi.
Ketika itu banyak diantara pejuang dan rakyat Bani Israel yang tewas dalam mempertahankan Yerusalem. Bahkan pejuang militan lebih bunuh diri massal di Benteng Antonio ketika Yerusalenm dan bait Allah dihancurkan oleh tentara Romawi. Diantara Bani Israel melarikan diri ke seluruh penjuru dunia (diaspora).
Ditanah pelarian mereka merasa bukan bagian dari bangsa tempat mereka tinggal, tetapi merupakan bangsa Israel yang tanahnya diduduki bangsa asing, namun tidak kuasa mereka rebut kembali. Di tempat baru ini mereka jarang membeli tanah yang berlebihan dan menjadi petani karena mereka merasa tanah itu bukan tanah mereka. Mereka lebih suka menyyimpan harta dalam bentuk barang ataupun dalam bentuk keahlian. Sehingga merteka menekuni bidang pekerjaan sebagai pedagang, dokter, ilmuan, profesor dan berbagai pekerjaan profesi lainnya. Akibatnya mereka menjadi masayarakat yang berada dan banyak diantaranya yang menjadi sangat kaya. Hal ini menjadi sumber ketidak senangan bangsa tempat mereka tinggal, apalagi sifat kebangsaan mereka sangat kurang. Dan bidang keagamaan mereka menjaga jarak dengan masyarakat sekitarnya terutama tentang halal-haramnya makanan masyarakat sekitarnya.
Di bidang keagamaan mereka menerapkan cara keagamaan yang baru yaitu berdoa dengan cara menghadap ke Yerusalem (berkiblat), Bahkan banyak rumah ibadah mereka (sinagog) yang menghadap ke Yerusalem. Ketiga permulaan Agama Islam berdiri Nabi Mohamadpun mengikuti cara orang Yahudi berkiblat ke Yerusalem , yang mengakibatkan pertentangan dengan beberapa penganut Yahudi di Kota Yastrib (Madina), terutama dari golongan garis keras. Pertentangan ini mengakibatkan berubahnya kiblat Umat Islam pada waktu itu ke Mekah. Akhir dari pertentangan itu adalah terusirnya orang-orang Yahudi dari kota Madinah.
Kepada anak-anaknya mereka diajarkan bahwa tanah air mereka bukan disini tetapi di Tanah Israel jauh disana dimana ada Kota Yerusalem yang bergelar Kota Sion, disanalah nama Yahweh (Elloah/Allah) diserukan. Dari sanalah Yahweh akan memanggil Bani Israel kembali untuk mendirikan negara dimana Messias akan menjadi kepala negara. Dinegara itulah Bani Israel akan hidup makmur dan sejahtera, di negara tersebut israel akan menjdi terang bagi bangsa-bangsa. Disitulah tidak ada tangis dan air mata, dan seterusnya. Suatu saat kelak Tuhan akan mengumpulkan Bani Israel di Tanah Perjanjian, bahaikan induk ayam mengumpulkan anak-anaknya di bawah sayapnya. Kerinduan akan Tanah Sion inilah yang menjadi nama gerkan bangsa Yahudi untuk mendirikan negaranya.
Setelah hidup generasi per generasi kehidupan bangsa di negara-negara tempat mereka mengembara menjadi sangat makmur, sehingga cita-cita mereka kembali ketanah perjanjian mendi sebatas wacana.Mereka merasa nyaman hidup di negara tempat mereka tinggal , walaupun mereka sering diperlakukan secara tidak adil.Keinginan untuk kembali ke Tanah Perjanjian kenjadi luntur.
Setelah hidup beribu tahun di negeri orang banyak diantara mereka menjadi sangat kaya, perbankan mereka kuasai, banyak para pekerja profesional utama mereka juga kuasai sehingga secara perekonomian mereka jauh mengungguli penduduk pribumi. Kehidupan mereka diibaratkan kehidupan etnis China di Indonesia, bahkan lebih dari itu.
Dalam kehidupan bermasyarakat mereka bersifat eklusif, hal ini disebabkan mereka merasa bukan bagian dari masyarakat karena mereka diperlakukan secara rasis oleh kaum pribumi yang nasionalis. Dala kehidupan beragama mereka berbeda dari masyarakat disekitarnya, terutama dalam masalah halal-haram, tahir-najis yang sangat mereka pegang teguh.
Sebenarnya banyak diantara orang-rang Yahudi yang menjadi kristen dan segera meleburkan diri menjadi masyarakat pribumi, terutama di Eropah. Namun yang masih memeluk Agama Yahudi mereka tetap menjaga identitas mereka sebagai orang Israel.
Sebenarnya nama Yahudi (Yehuda) adalah nama sebutan bangsa-bangsa di sekitarnya untuk menyebut keturunan anak-anak Yakub bin Ishak bin Abraham yang bergelar Israel (kekuatan ilahi). Sebenarnya ini adalah salah besar, karena Yehuda (dalam istilah Arab Yahudi, ingat amerika jadi ameriki atau Judea dalam istilah Yunani) adalah salah satu dari anak israel. Tapi dikalangan oraang Israel sendiri mereka menyebut identitas mereka sebagai orang israel, walaupun mereka menerima sebutan orang luar menyebut mereka sebagai bangsa Yahudi. Kenapa demikian kita akan bahaskan pada rubrik tersendiri.
Pada abad ke 20 di Eropa bangkit pahan nasionalisme, sosialis, maupun komunis. Di Jerman kaum Nasionalisme-Sosialisme menangkan pemilihan umum sehingga mereka menguasai negara. Di Eropah Timur bangkit paham komunisme dan berhasil mengusai negara.
Golongan Ultanasionalis dan Sosialis ini begitu membenci kaum Yahudi (Bani Israel) . Mereka cemburu melihat kemakmuran yang dimiliki kaum Yahudi, mereka iri melihat prestasi sekolah dari kaum Yahudi dan mereka benci orang Yahudi karena orang Yahudi tidak memiliki semangan nasional dan hanya mengaku tanah air mereka ada diseberang sana.
Ketika golongan nasionalis-sosialis-komunis ini melakukan gangguan dan teror tehadap kaum Yahudi, maka mereka mulai merealisasikan kerinduan mereka untuk kembali ke tanah leluhur, yaitu dengan membentuk organisasi yang diambil dari nama bukit di Yerusalem tempat Raja Daud mendirikan Bait Allah yaitu Bukit Zion, sehingga gerakan mereka dikenal dengan nama Zionisme.
Dalam bidang politik mereka melobi pemerintahan yang mengendalikan pemerintahan di tanah Palestina/Israel. Pertama mereka melobi pemerintah Turki tetapi tidak berhasil, namun sesudah dikuasi Inggris mereka mampu membuat pemerintah inggris mengijinkan orang-orang yahudi bermigrasi ke Tanah Kanaan/Pelestina/Israel. Namun untuk mendirikan negara Israel tidak diijin oleh Pemerintah Inggris. SAkibatnya mereka melakukan migrasi. Mereka dengan dana yang besar dari Organisasi Yahudi membeli secara besar-besaran tanah. Mereka mampu membeli tanah dua kali lipat harga pasar. Seingga semakin besarlah komunitas orang Yahudi di Pelestina.
Di Jerman ketika Kaum Nazi berkuasa dipimpin oleh Hitler melakukan pembantaian orang Yahudi dan di Eropa Timur komunis juga malaku penghambatan kepada orang Yahudi, melakukan migrasi besar besaran ke Pelestina yang waktu itu dikuasai oleh Inggris. Pada Pemerintahan Nazi ini orang Yahudi di Jerman dan taklukanya banyak dibantai. Pada saat itu banyak orang-orang Yahudi yang diselamatkan oleh oraganisasi-organisasi Kristen disana, sehingga banyak juga para pendeta dan tokoh Kristen di sana yang harus mengorban nyawanya turut dibantai oleh Nazi Jerman.
Ditanah baru inilah pada tahun 1948 mereka mendirikan Negara Baru dengan nama Republik Israel. Disinilah sejarah kuno konplikantara Israel dan Pilistine terolang kembali. Sejarah peperangan Orang Israel yang dipimpin olah Nabi Daud (King David) melawan panglima Pilistine Goliat terulang kembali.
Israel dengan dengan dukungan Amerika dan denagn tentara sedikit didukung oleh SDM yang berkualitas mampu mempertahankan diri dari kepungan negara-negara Arab yang didukung oleh Uni Sovyet dengan tentara yang besar tetapi mempunya SDM yang rapuh.
PLO dipimpin oleh Yesser Arafat berpuluh-puluh tahun melakukan teror dan perang gerilia terhadap Israel menyadari bahwa tidak mungkin melenyapkan Israel dari muka bumi dengan kekerasan. PLO melakukan perjuangan melalui diplomasi untuk mendapatkan Negara Palestina hidup berdampingan dengan Israel. Sehingga Organisasi PLO dan Yasser Arafat menjadi organisasi dan orang terhormat di dunia. Palestina mendapatkan daerah otonomi menuju kemerdekaan di daerah Gaza dan Tepi Barat, bahkan di daerah Jalur Gaza pasukan pendudukan Israel ditarik habis, sehingga secara defacto Daerah Jalur Gaza merupakan daerah merdeka. Sedangkan di daerah Tepi Barat perundingan berjalan alut karena status Yerusalem. Pemerintah Israel tidak mau membagi Yerusalem kepada Palestina, karena bagi Israel Yerusalem, terutama Yerusalem Timur merupakan “Mekahnya” agama Yahudi dimana disitulah letak Bukit Zion inspirasi Gerakan Zionisme, disitulah reruntuhan Bait Allah, disitulah kerintuan dan kiblat orang Yahudi beribu-ribu tahun di tanah pembuangan. Tetapi Palestina tetap menuntut Yrusalem Timur sebagai ibukotanya, sehingga menunda kemerdekaan Tepi barat seperti di Jalur Gaza. Tetapi perundingan terus berlangsung.
Namun ketika Hamas berkuasa di Palestina, semuanya hancur berantakan. Apa yang diperjuangkan oleh Yasser Arafat, dkk. menjadi sia-sia. Hamas mengimpikan kehancuran Israel. Mereka tidak mau belajar seperti yang dilakukan oleh Yasser Arafat. Seenaknya menembak Israel dengan Roket Kebanggaannya, seenaknya melakukan bom bunuh diri terhadap militer dan sipil, mereka tidak mau melihat penderitaan rakyat yang hampir semuanya mencari nafkah di Israel.
Mereka tidak menyadari bahwa kekuatan militer Israel jauh di atas mereka, sehingga ketika israel membalas dan berusah menumpas mereka, rakyatlah yang menderita. Ketika diupayakan perdamai Hamas tidak mau berdamai, dan selalu berkoar-koar merekalah memenangi peperangan, kasihan rakyat sipil.
Sebenarnya Secara militer hanya dalam jangka satu minggu Hamas dapat dihabiskan, namu karena Hamas menembak roketnya dari perumahan penduduk, rumah sakit, sekolah dan fasilitas sipil lainya. Inilah yang membuat Israel kesulitan. Seandainya Israel melakukan perang total, Hamas bisa dituntukan bebarapa hari, tapi harus mengorbankan puluhan ribu bahkan ratusan ribu rakyat sipil, inilah yang membuat Israel tidak mampu menundukan Hamas secara militer.
Hamas merupakan Gerakan Perjuangan kemerdekaan Palestina berlandaskan keagamaan yang militan. Mereka merasa Allah selau dipihak mereka, perjuangan mereka selalu mendapatkan restu dari Allah sehingga kalau pun mati mereka jadi martir atau mati sahid. Mereka tidak peduli masyarakat sipil menjadi korban karena kalaupun rakyat sipil jadi korban tidak masalah merekapun ikut mati sahit dan bidadari segera menjemput mereka, seperti yang dikatakan Amrozi dan kawan-kawan. Pandangan inilah yang membuat mereka tidak segan-segan menembakan roket ke pesawat dari pasar, rumah sakit, sekolah dan samping rumah penduduk. Ketika ada korban dari masyarakat sipil mereka mengabadikan penderitaan rakyat tersebut dan mengirimnya kepada stasion TV Aljazira, Sehingga dunia mengutuk Israel dan merka menjadi pahlawan.
Sikap umat muslim yang mengelo-elokan Hamas sebagai pahlawan membuat mereka merasa tindakan mereka itu paling benar sehingga mereka merasa menang dan tidak mau berdamai dengan Israel. Sikap umat Muslim ini seolah-olah menjadi minyak yang menyiram api dalam perjuangan rakyat palestina, sehingga rakyat sipil Pelestinapun menderita.
Hamas tidak menyadari kekuatan Israel itu sulit dilawan dengan kekerasan. Ketika Israel dikeroyok olah negara-negara Arab dari empat penjuru dengan lebih dari satu juta tentara dengan dibantu persenjataan dari Uni Sovyet mampu mengalahkan negara-negara arab hanya dengan 150.000 tentara dalam jangka 6 hari saja. Hizbullah di Libanon selatan mampu bertahan bukan karena lemahnya kekuatan militer Israel tetapi karena Hizbullah melakukan pertempuran diantara rakyat sipil mereka seperti Hamas melakukan penembakan roket dari rumah-rumah penduduk, pasar, rumah sakit, sekolah sehingga membuat banyak korban.
Perjuangan Yasser Arafat yang panjang menjadi sia-sia apabila para pemimpin Palestina keras kepala. Perjuangan Rakyat palestina harusnya dipimpin oleh orang berpendidikan baik, bukan oleh para tokoh agama.
Dengan pendidikan baik orang tahu kelemahan dan kekuatan perjuangan. Yasser Arafat adalah tokoh yang menyadari kekuatan dan kelemahan perjuangan rakyat Palestina. Sehingga dia mampu berjuang memakai otak bukan memakai otot.
Dengan kembali ke pola perjuangan Yasser Arafat saya yakin bangsa Israel dan Palestina dapat hidup damai secara berdampingan selama-lamanya.
humm..tiap orang punya pemikiran sendiri-sendiri sih
klo saya sih, percaya ama apa yang tertuang dalam alqur’an dan al hadist saja, karena saya percaya ada kehidupan sesudah kematian
Menurut saya seruannya adalah “Boikot produk israel dan menfaatkan produk dalam negeri!!!” karena boikot produk israel bukan tak berguna mas…
Hidup di dunia nyata logika dikit.Kalo gak ada mau ngalah genilah.Asal kita mau ngalah dan percaya tuhan jamin azabnya gak jauh dr mereka yg menyakiti. Tp kalo kita ikutan kaya mereka apa bedanya.Bacalah kitab suci baik jangan 1/2 tp seluruhnya sehingga tidak tersesat dengan pemahaman yg kitadapatkan.Kaya boikot negara arab yang kaya minyak gak pernah boikot minyak tuh.Padahal senjata paling di takuti negara lain.Kita mau boikot lihat dolo itu bener produk israel/ amerika trus apa solusi bagi mereka yang terkena dampaknya(sesama muslim) Jgn asal deh
Islam itu bersaudara, suatu kewajaran apabila luka ini terasa oleh bagian tubuh kita yang lain, sehingga kebencian kita terhadap israel juga adalah suatu kewajaran yang memang seharusnya terjadi, boikot adalah suatu ungkapan kebencian ketika memang kita tak sanggup lagi melakukan yang lain selain daripada itu melihat saudara kita di bombardir tak berdaya dinegaranya sendiri, janganlah kita merasa lemah, oleh apapun, sesungguhnya selemah-lemahnya iman adalah kita merasa benci terhadap suatu perbuatan yang dibenci Allah
Izin share di fb bang…
Tengkyu…
Boikot adalah tindaka yang cengeng dan tidak mempunyai semangat juang,
ibarat anak kecil yg merengek meminta dibelikan sesuatu oleh mamanya.
Saya percaya, orang2 yang melakukan boikot terhadap produk unggulan
negara mana saya akan menjadi semakin bodoh dan negara yg diboikot produknya
akan menjadi semakin pinter dan kaya.
Contohnya etnis Tionghoa di Indonesia,
semakin ditindas (zaman orde baru) maka mereka akan semakin sukses.
Sesungguhnya dalam ruang lingkup yang sempit seseorang akan terus berpikir
untuk bertahan hidup dan terus berjuang untuk maju.
Sementara orang yang menindas dengan ambisi tidak mempunyai kreatifitas dan
cenderung menunggu langkah2 lawan berikutnya.
Mempersulit gerakan musuh tanpa rencapa yang matang hanya akan
menjadi bumerang bagi kita sendiri.
Saya setuju dengan teman2 di atas, memboikot hanya mempersulit
bangsa kita sendiri dan rakyat Palestina.
Sebaiknya urus dululah negara sendiri baru negara lain,
jangan terpancing oleh fanatik yang tumbuh dari hati Anda.
Karena yang terjadi diluar sana bukanlah masalah Agama,
tapi lebih bersifat politis yang ujung2nya hanyalah demi kekuasaan
yg bersifat manusiawi.
Hidup Indonesia..!!
aduuhh, kok jadi banyak penyusup gini, malah memojokkan palestina bangsa yang jelas2 tertindas, dan membanggakan yahudi, yang jelas2 dimurkai Allah SWT……. all muslim hati2 dengan komen2nya, bisa2 menambah berat dosa yg harus dipikul!!!
tuk hafsah, jangan asal ngomong ya. ga usah ngaku islam dan jangan pake nama hafsah, karena hafsah itu putri dari sahabat Rasul, jadi orang kaya lo ga pantes pake nama hafsah… ganti nama lo!!!!
Terimakasih atas atikel ini, kini saya jadi tau tentang Israel yang ternyata memang begitu sejak dulu.
Ya allah berilah kemenangan kepada kaum muslim….
entah kenapa ngakunya muslim tapi koq masih belain zionis, yang di bilang orang palestinanya lah, yang salah.Apakah di benarkan menduduki kapal negara lain di perairan international???????
Pak kadang keimanan itu bertentangan dengan pemikiran logika……contoh isra mi’raj
Jangan membuat pembenaran terhadap hal2 yang sudah tertuang jelas dalam al quran dan hadist…
Berikanlah dukungan walaupun hanya dengan doa meski itu adalah dukungan yang paling lemah….
Jangan atas nama demokrasi,emansipasi, liberal dan istilah lainnya kita melupakan ketentuan yang nyata2 tertuang dalam al quran dan hadist……ada rukun iman dan islam just follow and implemented dalam kehidupan sehari2…..jaga aurat anak dan istri kita….berilah rezeki yang halal untuk keluarga kita……kalo kita tau sumbernya gak halal ya jangan di terima lah…..kata guru ngaji saya dulu harta itu di tanyain dari mana sumbernya dan di gunakan untuk apa……!
Menderita di dunia dengan memegang teguh ajaran islam akan lebih mulia ketimbang membenarkan hal2 yang nyata2 di larang dalam islam……………………
Apa boleh uang hasil korupsi di gunakan untuk bangun mesjid ? yang salah dah jelas yang bener juga dah jelas…….makanya iman dulu baru pinter…..insyaallah bener…
Wassalam
sungguh pemikiran dan pendapat yang sangat modern
1. sebisa mungkin hindari menjadi konsumen produk2 israel / amerika
2. ganti produk2 itu dengan prodk buatan indonesia
3. doakan sodara2 kita yg masih terus menderita karena kekejian israel
hati2 saudaraku terhadap orang kafir yang mengaku muslim dan sengaja memutar balikkan fakta yg sesungguhnya.untuk hafsah jangan kamu memutarbalikkan fakta yang sesungguhnya dan menggunakan nama hafsah klo kmu menjelek2kan umat muslim di palestina.
Mantap, ku coba copas, yupz, tentu ku cantumkan sumbernya… Terimakasih.
upz, gak bisa di copas, inginnya aku mencopas. maaf.
Salut Mas buat tulisannya yg sangat seimbang.
Ijin buat share ya…
Buat temen2 yg tetep mau boikot produk2 Israel (dan orang2 Israel), yo wiss..
Saya ikut jalur pikiran Anda sajalah.
Sekalian saya bantu deh kasih daftar produk Israel dan produk yang dimiliki oleh orang Israel
(sambil berdoa, semoga dari temen2 yg ngotot boikot produk Israel dan Amerika (yg produknya blm saya cantumkan di sini), tidak berhubungan langsung dengan produk2 tersebut:
Here we go:
Yang ga suka Israel dan produk orang2 Israel bisa2 ga main FACEBOOK,ga minum SUSU,ga minum KOPI,ga MEROKOK,ga pake SABUN,ga makan KFC,MCD,WENDY’S,ETC,ga pake HANDPHONE,
ga minum COCA COLA,PEPSI,SPRITE,ETC,ga nginap di HOTEL BINTANG 5,ga nonton FILM2 HOLLYWOOD APALAGI YG DISUTRADARAIN STEVEN SPIELBERG,ga nonton SEPAKBOLA(banyak sponsor yahudi),ga mengidolakan BECKHAM,ga boleh mengidolakan ZAC EFRON,ga pake SHAMPOO,bagi cewek2 ga pake MAKEUP (kcuali produl lokal),ga pake LAPTOP,ga boleh dnger musik BARAT(UNIVERSAL,SONY),ga baca majalah (COSMOPOLITAN,ELLE,DSB)
Restoran : KFC, Arbys, McDonalds, McBurger, Pizza Hut, Chilies, Hardees, Paridies, Pizza Little Sitzer
Jack in the Box, A&W, Kantez, Baskin Robbins, Wimpy, Dominos Pizza, Texas, Sizzler
Minuman : Pepsi, Mirinda, 7up, Coca-Cola, Sprite, Fanta
T-Shirt, Sepatu : Nike, Adidas, Kate, Calvin Klein
Peralatan Listrik : Power, Union Air, Clifinitour, Harmony, Alaska, Duncan, Motorola, Alcatel.
Baterei : Everydy, Energizer, Doorsill
Mobil : Ford, Chrysler, Hammer, Chevrolet Puck
Perusahan-perusahan Inventaris Yahudi :
AOL Time Warner : Time Life Magazine, CNN, ICQ
Apax Partners : Jonny Rockets, Sunglass Hut
Arsenal Football Club : Football Club Merchandiser
Caterpillar : Alat2 Berat pertambangan, Merchandiser, Safety Equipment
Danone : HP Foods, Evian, Biskuat, air Minum “Aqua”, Activia, Volvic, Jacob
Delta Galil : Hema, Barbie, Carrefour, auchan, Tchibo , Victoria ‘s Secret, GAP,
Banana Republic, J-Crew, Structure, JC Penny, Pryca, Lindex,
DIMM, DKNY, Ralph Lauren, Playtex, CK, Hugo Boss, M&S.
Disney Corporation
Emblaze
Estee Lauder : Aramis, Clinique, DKNY, Origins, Perspective, MAC, La Mer, Bobbi Brown,
Tommy Hilfinger, Jane Donna Karan, Aveda, Stilla, Jo Malone,
Bumble-bumble, Kate Spade.
Home Depot : Villager’s Hardware, George Lighting, apex Supply, EXPO Design Centres
IBM : All Products
Intel : All Products
Jhonson & Jhonson
Kimberly-Clark : Kleenex, Kotex, Huggies, Andrex
Lewis Trust Group : River Island , Isrotel Hotels, Britannia Pasific.
Express Stores, Lenner New York, Structure, New York and Company
Mass Industries, Intimate Brands, Victoria ‘s Secret, Bath and Body work,
White Barn Candle Company, Henri Bendel
L’OREAL : Giorgio Armani, Redken 5th Avenue , Lancome Paris, Vichy Cacharel
La Rocha-Posay, Garnier, Biotherm, Helena Rubinstein, Maybelline
Ralph Lauren, Carson
Marks & Spencer : M&S, St Michaels
McDonald’s : All Product
Motorola : All Product
Nokia : All Product
Siemens : All Product
Nestle : Nescafe, Perrier, Vittel, Pure Life, Carnation, Libby’s, Milkmaid, Nesquick, Maggi, Buitoni, Cross & Blackwell, Kit Kat, MilkyBar, Quality Street ,
After Eight, Aero, Polo, Lion, Felix, Catfood, L’oreal.
News Corporation : TV ; Fox, CBN, CNN, Sky, Star, Phoenis, Granada , CNBC, etc.
UK Newspapper : Standard Newspapper, News of the worl, The Sun, The TIMES
Australian Newpapper : The Telegraph, Gold Coest Bulletin,Herald Sun, Independent, Sunday Mall
US Newspapper : New York Post
Publisher : Herper Collins Ragan, Zondervan, Rawkus, NDS, Mushroom Records,
ChinaByte.com, Festival Records. Note : Hampir 100 % Mass Media Internasional,termasuk kantor berita telah dikuasai Jaringan Yahudi Internasional.
Revlon : All Product
Sara Lee : Hanes, Playtex, Champion, Leggs, Douwe Egberts, Bryan , DIM, Ambi Pur,Bali, Supperior Cofee, Just My Size, Kiwi Maison Café, Nur die, Pilao, Lovable,
Outer Banks, Wonderbra, Sanex, Pickwick, Gossard, Body Mist, Brylcreem, Aqua Velva, Radox
Selfridges : All Products
Starbucks : Seattle Coffee, Pasqua, Hear Music, Tazo etc.
Timberland : all Products
JADI JELASKAN SEKARANG YG MAU DIBOIKOT???
ane setuju boikot, produk tsb toh bukan buatan persh. zionis tp milik yahudi warga negara non israel (AS or yg lain), so pengaruhnya bkn pd israel or palestina scr langsung… Mari kita boikot produk itu dari diri kita sendiri, kalau bisa mengapa tdk?
BOIKOT RITZ CARLTON……..>>>>>> BUBARKAN MUNAS
Afwan dsn mungkin saya tdk setuju….
mungkin dsn menyebutkan pemerintah di bawah negara jajahan, tapi justru gara2 mereka disokong dana dari luar, maka dr itu mereka bisa menjajah dengan leluasa…. lagipula, apakah warga palestina gak melawan? toh peluang mereka menang melawan lebih besar ketika israel kehabisan dana…
perlakuan tidak adil : apakah setelah kita batalkan bikot kita perlakuan mereka jadi adil??
penghasilan rakyat palestina : sesungguhnya mereka melawan israel atau malah berkawan?? mengapa bekerja pada israel kalau jelas2 rakyat dunia memboikot barang2 mereka? itu menunjukkan ketergantungan mrk thdp israel, yg artinya itu juga membuktikan mereka tidak akan bisa hidup tanpa israel (tidak bisa merdeka sendiri).
produk palestina berlabel israel : benar, namun lain kali fokuskan saja dana untuk keperluan pribadi rakyat palestina, jelas2 ketika mereka mengexpor barang di labeli israel, tentu keuntungan tak jatuh ke tangan mereka juga…. lalu mengapa diteruskan? pertanyaan saya sama : apakah palestina itu melawan/ berkawan kepada israel??
selebihnya saya setuju dengan pendapat antum… namun untuk beberapa alasan di atas saya tdk setuju…
ah sebelumnya afwan lagi, saya tidak melihat komentar-komentar sebelumnya… jadi kalau mungkin ada pendapat yang sama saya minta maaf ^_^
to hafsah……sbaiknya km baca lagi sjarah antara palestina dan israil, km bisa baca di al-quran dan al hadist siapa israil, dsini bkn hnya masalah perebutan tanah tp lbh dari tu……………
Kalo menurut saya sih dan mungki menurut orang-orang awam yang melihat dengan mata dan akal sehat perbuatan keji israel yang membunuh bayi2 palestina serta memisahkan anak dari orang tuanya sendiri itu adalah perbuatan yang keji……..
Parahnya perbuatan keji tersebut (didukung)oleh negara-negara adidaya yang sering mengatakan bahwa kita sebagai orang islam adalah teroris….
Apa ga teroris teriak teroris…..
Menurut saya apa yang dimaksud oleh penulis cuma mengarahkan kita untuk tidak memboikot dengan cara yang arogan akan tetapi lebih luwes dan lebih bijak dengan membeli dan mencintai produk0produk dalam negeri…..Allah pasti juga lebih mencintai cara yang demikian daripada memperlihatkan arogansi kita sebagai umat muslim….Karena sebagai umat muslim alangkah baiknya jika kita menyikapi sesuatunya dengan sikap yang arif dan bijaksana dalam bertindak
Wassalam….
saya bersatuju dgn saudara panca. saudara rosdi sudah ditipu oleh media2 barat. adakah mungkin umat islam palestin akan bekerja di bawah produksi2 israel? melihat betapa teguhnya saudara kita di palestin memerangi musuh besar kita, israel, adakah mungkin bg mereka untuk bekerja di bawah musuh mereka, juga musuh seluruh umat Islam? bekerja untuk perusahaan yang mana keuntungannya digunakan untuk memerangi umat islam palestin sendiri? tidakkah itu seperti mereka membunuh diri sendiri?
ISRAEL DAN SEKUTU2 NYA suka jika kita BERFIKIR SEPERTI YANG MEREKA MAHU. oleh itu wahai saudara2 ku, jgn lah kita memberi ruang walau sedkiti pun di dalam diri kita untuk musuh2 islam yang nyata ini. dan saya percaya umat islam seluruhnya sangat digalakkan untuk memboikot barangan keluaran israel ini, kerana seperti yang kita sedia maklum, keuntungan hasil dari perniagaan israel akan disalurkan kepada peperangan terhadap umat islam palestin. dan saya juga percaya, niat kita untuk memboikot barangan israel akan diberi pahala. inilah cara kita berjihad di jalan Allah jika kita tidak mampu untuk berjihad di medan perang.
saya tahu ramai yg sudah mengetahui video ini. bagi yang sudah mengetahui elok juga kalian menonton semula. dan bagi yg belum mengetahui, saya sarankan kalian menonton filem2 pendek ini, The Arrivals. semoga Tuhan membuka mata hati kita. amin ya rabbal ‘alamin. anda boleh nonton di youtube ya.
wassalam.
baru tahu saya,,