Kebanyakan dari masyarakat kita terlalu mudah dalam menerima suatu informasi. Tanpa dipilah2 dulu, langsung ditelan. Baik di Internet, ataupun dalam dunia nyata. Banyak sumber yang patut kita curigai kebenaran informasinya.
- Friendster, bisa dikatakan sumber hoax paling nyata. Karena sebagian besar dari message yang dikirimkan adalah berita bohong. Setelah menerima message dari teman, tanpa berpikir panjang, langsung disebarkan ke teman2nya.
- Wikipedia, banyak dari kita sangat mempercayai ensiklopedi online ini. Namun jangan 100% percaya, karena Wikipedia didasarkan pada konsep sebuah ´wiki´ - sebuah website dimana pengguna dapat menambahkan dan mengubah content bahkan ketika mereka tidak terdaftar. Setiap orang yang mengunjungi website ini dapat mengedit isinya. Artikel kontroversial seperti George W. Bush, Tony Blair, dll, dalam sehari bisa terjadi puluhan kali perubahan. Contoh lainnya, pada tanggal 2 Maret 2007, MNSBC melaporkan bahwa biografi Hillary Clinton dalam Wikipedia secara salah menyebutkan bahwa ia pernah menjadi juara kelas di Wellesley College. Informasi yang salah ini tidak dihapus dari artikel Clinton selama sekitar 20 bulan semenjak 2005 sampai 2006. Ini semua merupakan tugas tim editor sukarela yang menyortir artikel yang tidak layak. Namun namanya juga manusia, pasti dalam mengedit memiliki banyak keterbatasan.
- Website dan Weblog, tidak bisa dipungkiri lagi, setiap pengguna internet bisa dipastikan menggunakan search engine untuk mencari sebuah artikel. Namun tidak semua artikel di internet itu beritanya benar. Banyak yang hanya copy paste, adapula yang merupakan opini, dan adapula yang memang benar2 hoax.
- Koran, jangan dikira koran merupakan sumber yang dapat dipercaya. Pengalaman keluarga saya bisa menjadi contoh yang nyata. Saya sendiri pernah masuk koran Surya. Dan begitu terkejutnya saya karena 80% yang diberitakan disana salah. Begitupula dengan ibu saya, pernah masuk sebuah majalah Al-Falah. Dan beberapa kesalahan, termasuk salah dalam penulisan nama. Meskipun dalam kasus majalah Al-Falah ini, wartawannya sudah meminta maaf, namun bukankah ini merupakan suatu tanda yang nyata bahwa kita tidak boleh mempercayai media apapun begitu saja.
- Kehidupan sehari hari, memang pemikiran kita sehari-hari banyak tak lepas dari media, tapi justru dari media itulah pemikiran kita yang asal terima menjadi salah. Contohnya pada kasus 11 September (WTC, Pentagon). Hampir seluruh masyarakat dunia meyakini bahwa itu merupakan perbuatan Usama bin Laden. Padahal setelah diteliti itu merupakan perbuatan Amerika sendiri.
Karena itulah kita harus berpikir kritis terlebih dahulu sebelum menerima suatu informasi dari manapun sumbernya.
Mengingat semakin banyaknya berita yang tidak benar beredar saat ini, akhirnya saya memutuskan memberi tema blog ini dengan "Berpikir Kritis". Dan tagline pada headerpun sudah saya ganti menjadi "Mengajak Anda Berpikir Kritis".
Sebenarnya ini terilhami setelah mendapatkan review dari Tukeran Link .
Seperti review dari Tukeran Link :
Banyak yang masuk dalam kategori kritis. Keliatan kan? Emang bener2 kritis.
UPDATE 5/8 07 :
Karena sudah berubah nama menjadi www.rosyidi.com, maka temapun disesuaikan judul (rosyidi) sehingga berganti dari kitis jadi cerdas.
Referensi :
Tukeran Link
The Credibles
Related Posts
35 Comments to “Berpikir Kritis”
Leave a Reply
Jika ingin berlangganan artikel2 terbaru dari rosyidi.com klik disini


June 24th, 2007 at 9:29
embeeer paling kesel kalau soal alan smith itu
sampe aku sediain template copypaste buat jelasin itu cm hoax. 600 friends dan bayak banget yg kirim PMs enada. Jebol langsung tuh inbox. ck ck ck
June 24th, 2007 at 11:09
kalau friendster sih, udah gak jelas gunanya apa.. malah sok-sok jadi tuhan pulak.. “jika kamu tidak menyebarkan ini, nyokap lo mati dsb…”
lha… aku kalau nyari bahan makalah pasti dari wikipedia O_O
baru tau kalau info itu ternyata blom tentu benar
June 24th, 2007 at 14:51
Mungkin ada baiknya kita renungkan pepatah Arab berikut:
Orang yang tahu dan sadar bahwa ia tahu adalah orang yang bijaksana – Ikutilah Dia.
Orang yang tahu dan tidak sadar bahwa ia tahu adalah orang yang tidur – Bangunkanlah Dia.
Orang yang tidak tahu dan tidak sadar bahwa ia tidak tahu adalah orang bodoh – Hindarilah Dia.
Orang yang tidak tahu dan sadar bahwa ia tidak tahu adalah kanak-kanak – Ajarilah Dia.
Sebagian dari kita mungkin termasuk orang yang tidak tahu tapi tidak sadar kalau kita tidak tahu.
June 24th, 2007 at 15:28
saya dari dulu memang tidak terlalu percaya ama media, sebelum media tersebut bisa meyakinkan saya tentang kebenarannya…
June 24th, 2007 at 15:31
Pesan di Friendster itu sampah!
semuanya cuap - cuap nggak genah
Bahkan ada yang bisa kirim virus pake pesan friendster! menyebalkan
June 24th, 2007 at 16:25
tul
June 25th, 2007 at 5:19
mari budayakan kritis
June 25th, 2007 at 6:25
Untuk bisa menentukan bahwa sebuah berita atau informasi itu “sampah”, kita harus punya informasi pembanding, dan kita pun harus hati-hati dalam memilih informasi pembanding, jangan sampai info pembanding ini pun ternyata “sampah” juga. Tapi kita jangan takut, karena menurut pemahaman saya dengan kita berusaha susah payah untuk memahami berita dan informasi dengan melakukan pembandingan terhadap berita lainnya, itupun artinya kita sudah melaksanakan berpikir kritis.
June 25th, 2007 at 11:51
patut dperhatikan jg, meski infonya bener ataupun mendekati bener, tapi klo gak ada gunanya jg sama ajah, contohnya inpotenment
(meski kadang2 jg ngliat klo gak ada kerjaan)
June 25th, 2007 at 12:03
Iya, betul kritis bukan berarti menyalahkan berita/informasi yang kita terima secara mentah sbg sampah atau hoax (Tapi juga tidak berati kita harus menerima berita begitu saja). Kritis berarti kita berpikir dari sisi baik dan sisi buruk terhadap suatu informasi yang kita terima dan berusaha untuk mencari berita yang sebenarnya (pembanding).
June 25th, 2007 at 13:32
Setuju. Mari galakkan gerakan berpikir kritis.

June 25th, 2007 at 14:27
kalo ga dari kita sendiri yg mau berpikir kritis… siapalagi?
Indonesia bisa merdeka dari penjajahan lantaran para pahlawan yg punya otak kritis. generasi sekarang bisa2 dijajah secara moral dan intelektualitas kl ga bisa kritis thd sesuatu yg disebarkan pihak luar.
June 25th, 2007 at 16:49
pengen nanya seberapa jauh kebenaran data di internet (waktu kemaren search ttg internet utk blogku), belum tau kesiapa, eh sudah ada jawabnnya disini.
pikiran ini sering mampir ke benakku waktu nyari-nyari sumber info untuk tulisan, tapi kalau untuk pekerjaan kantor yang bersifat tekhnis aku biasanya
nyari referensi yang sudah dikenal, misal expert gajah, adalah buku/website ilmuwan di bidang itu yg sudah diakui dunia melalui penelitian ilmiahnya, dsb.
sebaiknya memang hati-hati apalagi untuk tulisan ilmiah..
June 25th, 2007 at 20:49
Nggak gitu ngerti sih… tapi waktu fsan sama teman saya… setelah teman saya buka message bisa kemasukan virus, katanya di account si hacker itu juga ada virusnya… hiy… amit2 deh
June 25th, 2007 at 20:57
Wehehe… jadi kalau semua disalahkan, siapa dong yang dipercaya. Apa yang anda sebutkan diatas memang sangat mudah untuk dijadikan sumber berita bohong. Nah, masalahnya, kalau anda tahu itu bohong kenapa diam saja, seharusnya seperti yang wikipedia itu langsung diedit kalau memang salah.
Kalau di FS, mungkin agak susah apalagi kalau lewat pesan. Jadi buat saja pesan pemberitahuan dan meminta untuk menyebarkan..
Di Internet memang banyak yang bohong, tapi yang benar juga tak kalah banyaknya. Buku Ilmiah bahkan buku sejarahpun ada yang bohong, tapi yang benar tak kalah banyaknya bukan? Setuju dengan ungkapan kita harus kritis. Sebab kalau kita asal percaya itu langkah yang keliru
June 26th, 2007 at 5:54
saya sama guru saya dibilang kritis..
dan saya jg sebenernya pengen ngomentarin panjang ttg artikel2 yg agam buat..
tp sayang, saya males hehehe
June 26th, 2007 at 8:30
wah baru tau kl di wiki itu jg blm tentu bener. kl FS sih emang isinya hoax doang, sebel deh sm temen2 yg msh nyebarin itu. btw kl ttg berita d koran jg g bs dipertanggungjawabkan kebenarannya. soale sy dulu jg pernah masuk koran dan ternyata isinya ada yg melenceng dr hasil wawancara, yg paling sebel sang wartawan pun keliru nulis nama saya. makanya itu kupikir berita di koran itu sering melebih-lebihkan. so setuju sekali kl kita hrs kritis but kl kita nggak tau, kita musti nyari info dr mana ya yg bs terpercaya??
June 26th, 2007 at 10:24
kalau baca jawapos tiap hari jum’at bikin otakku mendidih , dan pengennya nginjek2 orang aja.
June 26th, 2007 at 12:48
Karena OOT (Out Of Topic)
Aku pindah komennya ke About Me
June 26th, 2007 at 14:59
jadi?? mana yg bisa dipercaya??
June 26th, 2007 at 19:33
paling males klo dapet messege dari FS, forward an HOAX, dll. Kalau wikipedia saya malah sering ngambil referensi dari wikipedia lho, untuk masalah teknis seperti komputer dan jaringan sepertinya wikipedia bisa diandalkan.
June 27th, 2007 at 8:40
gimana klo kita menerima suatu informasi kemudian dicerna dan di telaah sesuai dengan al quran dan al hadists.mantap kali mas..
June 27th, 2007 at 9:38
Ada JIL dan anjing Amerika lainnya.
June 27th, 2007 at 9:42
mas agam,
.
saya setuju dengan pendapat mas andi. berarti al-quran dan al hadits adalah sebagai pembanding. Pasti mantap mas kalo pembandingnya al quran dan al hadits
tapi saya punya pertanyaan lanjutan, apakah seluruh kebutuhan umat manusia untuk perkara duniawi bisa menggunakan al quran dan al hadits sebagai pembanding?
Rosyidi :Tentu tidak semuanya. Seperti misalnya hukum berlalu lintas, kita harus nurut apa kata pemerintah. Tapi menuruti pemerintah sendiri sebenarnya ada perintahnya di Al-Quran dan Hadis. Jadi tidak semuanya tercantum, namun dasarnya ada di Al-Quran dan Hadis.
mohon pencerahannya mas agam.
June 27th, 2007 at 10:49
mas agam, boleh saya minta izin untuk share dengan kang budi (karena beliau mohon pencerahannya sama mas agam). Rasulullah saw pernah bersabda yang intinya begini: “…. jika urusan dunia kalian yang lebih tahu….” Bukan berarti segala yang berbau dunia adalah suka2 kita. Inga..! Inga..! bagi seorang muslim Grund Norm (se-grund-grund-nya) adalah Al-quran dan al-hadits. Jadi, menurut hemat saya sih… selama itu tidak ada larangan dari Allah & Rasulullah saw, tida bermasalah untuk dikerjakan… [mohon dikoreksi, kalau ada yang tahu haditsnya yang lengkap]
Akuur untuk mas Andi dan kang Budi…
June 27th, 2007 at 18:04
ehhmm, kalo dikatakan banyak tidak benarnya, mungkin suitable with social issue’s, but in sciences, i think almost 70% we can trust those info. that was given by the writer, if still doubt it, just prove it
June 28th, 2007 at 1:45
Kritis… bwt, tags yang masa Agam pilih bagus. tapi kalau boleh minta kejelasan, bisa disebutin makna batasan kritis yang anda usung lewat blog ini? maaf, karena bahasa sering kali mengalami distorsi. wah, kok pertanyaannya juga sok kritis gini
Mutasyakkir!
June 28th, 2007 at 9:20
betulm saya sepakat boss..
hanya saja kadang karena keterbatasan literatur dan ‘umumnya’ keterbatasan kemampuan analisa untuk menelusuri kevalidan informasi yg didapat (mis dr wikipedia) membuat kita gak punya filter cukup ketat untuk menyortir, bahkan anggapan 90% benar di informasi dunia maya sudah cukup untuk kita menjadikannya referensi…(tapi dengan mencantumkan sumbernya, so kita bisa terhindar dari anggapan memanipulasi informasi)..
June 28th, 2007 at 11:32
mas agam boleh gak aku minta domain http://ario.punya.web.id
June 29th, 2007 at 16:16
terima kasih banyak mas agam sekarang aku punya domain http://ario.punya.web.id
July 1st, 2007 at 21:33
Mmm, ngomong berpikir kritis, dulu ada buku bagus judulnya “Bahkan Malaikat pun Bertanya” karangan Jefrey Lang. Baca deh, ini buku bagus mengenai berpikir kritis
July 7th, 2007 at 2:15
tentang berpikir kritis… emang harus dibudayakan! jadi orang tidak asal percaya ajah dengan informasi yang dia dapat.
tentang hal ini, aku ingin sedikit cerita. aku sering dapat sms dari teman yang isinya: bla.. bla.. bla…forward sms ini, maka niscaya, dalam waktu sekian hari, kamu akan mendapatkan keajaiban! emang siiiy… isi smsnya buagus2, tapi koq apa iya gitu loh, dengan memforwad sms tersebut keajaiban akan datang! clink!
July 7th, 2007 at 10:46
buat mas Riyogatra, aku juga dah baca buku2nya Jeffery Lang, banyak pencerahan. Buat mas agam, aku selalu berusaha berfikir kritis, tapi menularkan ke orang untuk ga menelan mentah2 info (apapun) agak ribet ya…
July 9th, 2007 at 16:50
bro, aku tambahin 1 ya. Yaitu : BUKU !!!
iya, Buku, termasuk buku pengetahuan. coba deh kita sama2 pikir, selama ini kita dicekoki mulai dari SD sampai kuliah. AKu ambil contoh tentang sejarah negeri ini, misalnya saat G30SPKI, tul gk? atau peristiwa sejarah lainnya. Bahkan buku2 pengetahuan dari luar. selama ini kita khan cuma “konsumen” yang belajar dari buku2 tsb. Aku sebutin contoh: tentang teori evolusi. Pikiranku jadi terbuka pas ada buku2nya harun yahya. Yaah, di luar benar atau tidaknya teori tsb, yg pasti alhamdulillah skrg pikiran ku jadi terbuka. Apalagi klo kita mempelajari juga “motivasi tersembunyi” di balik penyebaran suatu ilmu pengetahuan. iih ngeri :(
July 10th, 2007 at 16:10
Kalo aku sih baca media bukan hanya dari satu sumber, kalo bisa 3-4 media harus dibaca untuk membandingkan kevalidannya..
@atas gw: buku sejarah selain sejarah rasulullah banyak yang berubah-ubah tergantung siapa yang berkuasa di negeri itu..