Bayar Tilang Tanpa Sidang dan bukan suap

2,747 views

Mungkin di antara kalian ada yang masih ingat tayangan iklan di TV beberapa waktu silam yang menggambarkan ada seorang cewek sedang naik mobil dan akan putar balik. Dia sudah melihat ada rambu dilarang putar balik. Tapi setelah celingak celinguk kiri kanan depan belakang untuk memastikan tidak ada Polisi, barulah dia berani melanggar rambu itu. Eh, nggak tahunya secara tiba-tiba muncul seorang Polisi Lalu Lintas dari semak-semak dengan pakaian yang mirip dengan pohon. Sepintas polisi tersebut mirip semak belukar berjalan. Pritttt…

Polisi memintanya menepi, lalu pak polisi yang berkumis tebel dan bertambang serem itu tanya “gak lihat rambu ya mbak?”

“Lihat sih… tapi pak polisi yang gak terlihat” sambil cengar cengir. 

Nah lo… Taat hanya kalo ada yang jaga. Tanya Kenapa….

Di kehidupan nyata, tak jarang kita menemui para Polisi khususnya dari Satuan Lalu Lintas yang suka sembunyi di semak2 dan muncul secara tiba-tiba untuk menghentikan kita saat kita terlihat melakukan pelanggaran. Baik pelanggaran jenis rambu lalu lintas ataupun markah jalan. Untuk lebih singkatnya, pelanggaran di atas kami sebut dengan garkum rambu dan garkum markah ( istilahnya para Polisi Lalu Lintas ). Garkum singkatan dari Pelanggaran Hukum.

Lho, kok ada hukumnya ? Yup, karena semua rambu2 dan markah jalan di jalan raya di buat dengan hukum sebagai payung yang melindungi tata cara pelaksanaanya di lapangan. Tepatnya UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Raya. Pembuatan markah dan rambu lalin selalu berpedoman teguh pada hal ini. So, para Polisi juga nggak bisa seenaknya melakukan kewenangannya di jalan raya. Mereka bisa dikenakan pasal lahgun wewenang oleh Polisinya Polisi ( Bid Propam ataupun Unit P3D, orang awam menyebutnya provost). Yup, semua memang ada tata caranya. Ada aturan main yang mengatur bagaimana seharusnya semua ini berjalan.

So, apa yang kalian lakukan seandainya itu menimpa kalian ?

Melarikan diri?
Pura2 gak tahu dan gak merasa bersalah?
atau memelas dan ngasih uang damai ?
Wohoho, yang terakhir jangan deh. Too risky, bisa di tangkap karena berusaha menyuap petugas. So, pilihan satu-satunya ( kalau menurut prosedur sih ) adalah Tilang.

 

Apa sih tilang itu ?

Tilang adalah singkatan dari Bukti Pelanggaran. Berbentuk seperti kertas berwarna merah ( umumnya yang kita dapat dari Polisi saat kita melakukan pelanggaran ) yang berisi isian berupa nama kita, no sim kita, jenis pelanggaran yang kita lakukan, tempat terjadinya tindak pelanggaran, tanggal dan waktu terjadinya pelanggaran, serta nama + pangkat Polisi yang memberikan selembar kertas berwarna merah / pink itu pada kita.

Semua Polisi Lalu Lintas berhak untuk menghentikan suatu kendaraan yang dianggap melakukan suatu tindak pelanggaran baik rambu2 lalin, markah jalan, maupun terlibat dalam suatu aksi kriminalitas untuk dilakukan pemeriksaan atas kendaraan+pengendara  yang bersangkutan. Dan melakukan tindakan berupa pemberian sanksi berupa Tilang maupun penangkapan dan penahanan kepada pengendara beserta kendaraan yang di kemudikannya demi kelancaran proses penegakan hukum.

Form Tilang terdiri dari beberapa lembar yang berbeda warna.

Yang biasa kita terima adalah kertas berwarna merah / pink untuk kemudian di proses melalui pengadilan setempat dan membayar sejumlah denda kepada Negara sebagai sanksi atas kelalaian kita melakukan pelanggaran Lalu Lintas. Waduh, capek dan nggak ada waktu ke Pengadilan nih… Nggak salah sebagian besar dari kita selalu memilih opsi memberikan Uang Damai kepada petugas yang bersangkutan karena alasan klasik tsb.

Nah, tahukah kalian kalau selain form tilang warna merah, kita bisa juga mendapatkan form warna biru ? Lho… perasaan dari dulu kena tilang nggak pernah dikasih form warna biru deh.

BEDA FORM TILANG WARNA MERAH DAN BIRU

Form tilang yang di serahkan pada kita sebagai bukti bahwa kita telah melakukan pelanggaran berlalu lintas ( juga berfungsi sebagai undangan untuk datang ke Pengadilan buat ngebayar denda + ngambil SIM atau STNK kita yang di tahan pak Polisi sekaligus sebagai Tanda Terima bahwa SIM atau STNK kita telah di sita oleh Pak Polisi ) sebenarnya ada dua warna. Satu berwarna merah dan lainnya berwarna biru.

Form Tilang berwarna merah diberikan kepada kita saat kita melakukan pelanggaran dalam berlalu lintas tapi kita bersikeras tidak mau mengakui kesalahan kita.

Sedangkan Form Tilang warna biru diberikan kepada kita saat kita melakukan pelanggaran dalam berlalu lintas tapi kita tahu, sadar dan bersedia mengakui kesalahan kita.

Karena berbeda warna, berbeda pula proses hukumnya.

Form Tilang warna merah mengharuskan kita datang ke Pengadilan setempat untuk membayar sejumlah denda sesuai dengan jenis pelanggaran yang kita buat. Setelah membayar sejumlah denda, barulah kita mendapatkan SIM ataupun STNK kita kembali yang tadinya di Sita ama Pak Polisi karena kita melakukan pelanggaran. Nah, karena kita nggak merasa bersalah, kita berhak untuk melakukan bantahan2 di pengadilan sebagai upaya pembelaan diri kita. So, apabila tidak terbukti bersalah gimana ? SIM ataupun STNK kita yang di sita ama Pak Polisi akan di kembalikan kepada kita dan kita dibebaskan dari denda sepeserpun. Tapi kalau terbukti bersalah gimana ? Ya udah, bayar aja tuh denda dan SIM atau STNK kita yang disita ama Pak Polisi akan langsung di kembalikan lagi ke kita begitu kita selesai melunasi dendanya. Namun pada penerapannya seringkali kita hanya melakukan pembayaran saja tanpa ada upaya pembelaan.

Form Tilang warna biru tetap mengharuskan kita membayar denda tapi tidak ke pengadilan, melainkan ke Bank BNI atau BRI terdekat. Ntar setelah membayar sejumlah denda pada Bank tsb, kita akan menerima resi sebagai bukti pelunasan pembayaran denda yang akan kita tukarkan dengan SIM ataupun STNK kita yang di sita oleh Pak Polisi tadi. Namun biasanya Pak Polisinya kan keburu pergi ( tiap polisi lalu lintas punya jadwal rotasi pos tiap beberapa jam ), maka kita bisa ambil tuh SIM atau STNK kita pada Polsek yang ada di wilayah kita kena Tilang. Biasanya sih di Form Birunya di tulis nama dan alamat Polseknya. Atau jika kita bayarnya cepat, bisa langsung di ambil di tempat dimana kita kena tilang tadi ( pada Polisi yang sama tentunya ).
Contoh : kalian kena tilang di Layang Mayangkara depan Royal Plaza, Surabaya ( para Polisi menyebutnya Pos Layang Selatan ) karena melanggar markah jalan. Maka jika diberi form warna biru kita harus ngambil ke Polsek Wonokromo karena wilayah dimana kita kena tilang masuk dalam wilayah hukum Polsek Wonokromo.

Trus, kalau nggak di kasih form warna biru gimana dunk ?

MINTA AJA !!!

Itu memang hak kita jika KITA TAHU AKAN KESALAHAN KITA DAN MENGAKUI JENIS PELANGGARAN YANG KITA LAKUKAN.

Kalau tidak, jangan coba2 deh…
Karena hampir sebagian besar polisi lalu lintas bakal marah kalau kalian meminta form biru tapi di awal2 kalian tidak tahu dan tidak mau mengakui kesalahan yang kalian lakukan.

Form biru tidak berlaku jika…

saat itu sedang diadakan giat 21 ( istilah polisi untuk Razia atau Operasi kelengkapan Surat2 kendaraan Bermotor / handak / maupun multisasaran ).

Jadi ada benarnya juga jika tuh Polisi bilang bahwa Form Biru tidak berlaku saat diadakan Razia / Operasi.  Namun jangan2 tuh Polisi juga ngawur ( untuk nutupin kesalahannya ), karena dalam penyelenggaraan suatu Razia atau Operasi,harus ada seorang polisi yang bertugas sebagai Padal ( Perwira Pengendali ) dengan pangkat minimal aiptu. Sang Padal ini bertanggung jawab langsung kepada Puskodalops ( Pusat Komando Pengendalian & Operasional ) ataupun kepada Kasatlantas wilayah tempat dia berdinas.  Selain itu dalam sebuah razia atau operasi harus ada Surat Keterangan Pelaksanaan Kegiatan dari komandan yang bersangkutan ( dalam hal ini Bapak Kasatlantas ataupun Wakasatlantas ) yang berisi : Tempat, hari, tanggal, jam, durasi pelaksanaan, target pelaksanaan operasi, penanggungjawab operasi ( nama sang Padal ), daftar nama anggota yang melaksanakan operasi pada hari itu, dan yang memberi ijin pelaksanaan operasi tersebut.
Kalau di Lalu Lintas sih namanya Operasi Zebra ( nggak pakai Cross lho… ).

 

Kisah diatas merupakan cerita dari teman SD penulis yang sekarang bertugas di Kepolisian.
Identitas kami rahasiakan karena atas permintaan yang bersangkutan. Semoga Allah membalas kebaikannya.

Ditulis ulang oleh : Agam Rosyidi

URL : http://rosyidi.com/bayar-tilang-tanpa-sidang-dan-bukan-suap/

narasumber

Related Posts (Artikel Terkait) : tilang, bayar tilang, tata cara tilang, PEMBERIAN DENDA PADA PELANGGAR TATA TERTIB, tilang stnk, cara membayar surat tilang biru, cara pembayaran tilang, kertas tilang warna biru, pelanggaran lalu lintas bagi yang tidak bawa sim c, bayar tilang bri, bank tempat bayar tilang, pembayaran tilang, tata cara sidang pelanggaran lalu lintas, cara membayar denda tilang, tilang tanpa sidang, tarif denda tilang jatim, slip biru tilang undang2, tarif denda tilang, suap polisi tilang, tarif tilang resmi 2009, tarif denda tilang tidak bawa sim/stnk (2009), tarif tilang, tarif tilang 2009, pendapat tentang penyuapan pelanggaran lalu lintas, tarif tilang lalu lintas, tarif tilang lalu lintas di surabaya, slip biru tidak berlaku surabaya, sim sebagai alat bayar tilang, sidang tilang surabaya, pembayaran tilang yang benar, penyuapan di lalu lintas, penyuapan polisi lalu lintas, polisi lalu lintas tilang, prosedur sidang tilang, prosedur tilang kendaraan, prosedur tilang kendaraan bermotor, prosedur tilang SIM C, proses sidang biaya tilang polisi, royalty polisi surat tilang kendaraan, sangsi tilang ditempat, sidang kepolisian setelah di tilang, sidang pelanggaran lalu lintas, sidang pelanggaran tilang tidak punya sim, sangsi tilang, sidang tilang stnk, sidang pelanggaran uu lalu lintas 2009, tarif tilang surabaya, tata cara operasi tilang razia, undang-undang lalu lintas form biru, undang-undang lalu lintas surat tilang merah surat tilang biru
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

40 Komentar pada “Bayar Tilang Tanpa Sidang dan bukan suap”
  1. Harry says:

    Wah wah wah… info bagus nih, baru tau saya pak…

    klo ketangkep ngak bawa sim, bisa dapet form biru ngak ???

  2. Jimmy says:

    baru tau ada 2 macam form itu.. mudah2an gak akan pernah kena tilang deh..

  3. Sarimin says:

    :d ga pernah kenal tilang…:-"

  4. torik says:

    wah saya juga pernah ketilang dan di sidang tetep ajah kena bayaran:”>:d:(:):o:-"

  5. Joyo says:

    :)Belum lama ini saya baca koran,kalo ga salah…(berarti bener..) :d,koran nya NON STOP.FORM Biru kata nya ga berlaku lagi.Jadi yang dipake hanya Merah aja…kata nya begitu..
    Bener ga seh? :-?:(

    Rosyidi :SALAH. Form biru masih berlaku. Kecuali kalo lagi ada operasi. Kalo lagi operasi memang kita tidak bisa minta form biru. Bisa anda baca di paragraf terakhir.

  6. innes says:

    Asslkm…makasih mas dah ke blogku..
    aku pas baca ni…ngakak gitu,
    Alhamdulillah aku belum pernah ketilang, karena aku emang pengen tertib.,..tapi malah yg g tertib itu ya POLISI-nya…(SEMOGA AJA ADA POLISI MBACA)
    di perempatan rumahku, ALOMST EVERYDAY, EVERY MINUTE, EVERY SECOND, mereka selalu menanti ‘MANGSA’ dengan sembunyi dibalik kantor kelurahan, sekolah, ato warung yg emang ada di per4an itu….aku juga pernah kena PUNGLI, tapi aku bales…bilang, kalo tak laporin balik.
    UGHHHHHH di SUrabaya itu banyak pOLIsi nakal…aku bisa sebutin dimana aja mereka mangkal.nah mestinya, polisi juga ditilang…ditilangnya, suruh nyanyi lagu burung KUTILANG sebanyak 100x sambil berdiri di depan lampu merah,,,,,asyik kali ya???
    hahahahahahhaahahaha

    Rosyidi :Kalo masalah polisi baca tulisan ini, ya jelas baca lah. Lha yg nulis tulisan diatas itu ‘polisi’ juga. Nara sumbernya temenku SD sendiri yg sekarang kerja di kepolisian. :D
    Kalo hukumannya seperti itu mungkin gak mempan kalo orangnya bermuka tebal alias gak punya malu. :)>- hehehe

  7. imcw says:

    Saya berulang kali gagal kena tilang setelah Pak Polisi mengetahui saya dokter dari SIM. Bahkan saat terang terangan melanggar lampu lalu lintas. :”>

    Rosyidi :Hahaha.. curang.. kalo dokter gigi digitukan juga, aku juga seneng2 aja. hahaha.. gak adil juga tuh pak polisinya. Emang apa coba hubungannya dokter ama gak kena tilang. Tmeneku juga pernah sih, tapi waktu masih kuliah. Jas lab nya digantung di mobil, jadi keliatan dari luar. Trus waktu ada operasi disuruh terus, polisinya ngomong “Habis praktek ya dok?”, kesempatan bagus, ya udah temenku sekalian mengiyakannya. Padahal.. itu masih kuliah blom praktek. hahaha..

  8. Abi says:

    Makasih infonya ternyata pak Dokter kita juga pemerhati tata tertib lalu lintas dan hukum yang memayungi pelaksanannya :)

  9. Vandy says:

    alhamdulillah selama ini belum pernah kena tilang:)>-
    pastilah, orang sim aja belom punya *bawa kendaraan juga belom* :P

  10. edi says:

    mks infonya , kalo kena tilang saya minta yang merah ajasoalnya ada teman hkm tilang di pengadilan biar bs gratis

    Rosyidi :hahaha.. :D

  11. oRiDoâ„¢ says:

    saya sih udh 2kali kena tilang dan minta slip biru..
    yg satu di jkt, berhasil.. bayar ke BRI dan cepet beres..
    yang satu lagi di kalteng sini.. ternyata di kalteng tempat saya sekarang BRI gak nerima pembayaran itu.. balik lagi deh ke pulisi..

    Rosyidi :Wah gak tau lagi kalo soal di Kalteng. Seharusnya sih bisa. Ntar aku coba tanyakan ke temenku.

  12. topanz says:

    lah,mas agam,tp saya belum bilang apa2 biasanya dah ditawarin bwt byr uang damai ke polisinya..dan kalo minta bukti form tersebut,pasti alasannya mcm2..gmn tuh

    Rosyidi :Ada juga yg ngomong minta uang damai sebagai pancingan. Padahal nantinya hukumannya lebih parah karena dianggap menyuap petugas. Karena itu hati2 kalo ngasih uang damai. Kalo soal minta form biru dipersulit, ya beberapa oknum memang seperti itu, tapi tidak semuanya seperti itu koq. Pokoknya syaratnya gak boleh membantah. Kalo misalnya kita melanggar rambu lalu lintas, trus diberhentikan polisi, gak usah kebanyakan alasan, ngomong aja ya saya salah pak telah melanggar rambu tersebut, saya minta tilang dengan form biru saja. Kalo kita pake berbagai alasan berkelit, gak bakalan diberi form biru.

  13. byme says:

    hya sekarang bayar saja di bri gampang kok
    byme salam kenal

  14. Edi Psw says:

    Kalau untuk pak rosyidi kalau ditilang nggak perlu form merah atau biru lagi.

    Tinggal telpon teman lamanya, masalah langsung beres. Hehehe…

    Rosyidi :Hahaha.. kalo temen mana bisa. Kalo punya hubungan darah mungkin baru bisa … :D

  15. Pertanyaan says:

    di Indo kena tilang kayak tawar menawr aja

  16. KOESnadi says:

    wah jadi tau neh…..tks mas…
    http://innakoe.blogspot.com

  17. Ngeselin says:

    Tau gak brp biasanya harga tilang pas d pengadilanny?

    Rosyidi :bervariasi, tergantung kesalahan yang dilakukan.

  18. kimin says:

    wah kalo polisi banyak macemnya mas,,, ada jg yg cari kesalahan… semuanya lengkabbb tapi tutup pentil (unt isi angin di ban) g ada di permasalahin katanya kelengkapan kendaraan kurang

  19. kimin says:

    Pak polisi banyak macemnya mas,,, ada jg yg cari kesalahan… semuanya lengkabbb tapi tutup pentil (unt isi angin di ban) g ada di permasalahin katanya kelengkapan kendaraan kurang

    Rosyidi :Oh ya.. baru tau ini aku kalo masalah kecil seperti itu dipermasalahkan. Harus menambah kelengkapan nih, makasih infonya.

  20. Yup, aku juga pernah tahu info ttg form biru dan merah. Cuman bahasannya ndak sebagus di sini :-)

    Yg biasanya mbikin pengendara ndak berani membela haknya itu adl ketika ada operasi rame2; di mana mereka2 yg protes langsung didatengin oleh dua sampe tiga polisi, shg sang pengendara pun merasa diintimidasi :d

  21. ryan says:

    saya kira anda punya pengalaman jadi polisi mas, ternyata temannya :)

  22. toim says:

    dulu prnh kena tilang & pengen tau rasanya masuk pengadilan gara2 kena tilang.
    eh, pas udah nyampe pengadilan, fak taunya libur.akhirnya malah pake calo buat nebus stnk :D

  23. pras says:

    :d wah suap tu.

  24. amalia says:

    mas..,kira2 bayar denda untuk masing2 form itu berapa ya…?

  25. amalia says:

    ups…, sori diatas ude ada yang nanya ya…
    kira2 aja deh mas untuk pengendara motor

  26. Andre says:

    wow, penjelasannya lengkap amat..bang rosyidi mantan anggota polantas ya?:d:d

  27. Wekss…. jadi malu :”>

    Btw, thank’s udah merahasiakan sumbernya.

    Nggak enak ntar sama orangnya :)>-

  28. UVLIK says:

    wakakakakak………..
    barusan gua kena tilang.
    coba tau info ini lebih awal…..
    gua minta tuh surat tilang warna birunya….

  29. @yies says:

    Kayaknya polisi di tempatku (Cilacap barbahaya) ga pernah ada yang ngasih liat surat tilang warna biru tu,,takut ketahuan tarif dendanya kali. jd ga da yg mw ntip,kalo di tempatku polisi bilangnya nitip denda tapi pasti mintanya banyak n lo lebih ga mungkin di balikin,,brrti polisi ga amanah za, n jadine nyalahin sumpah jabatan.[-([-(

  30. oto2 says:

    [-(gak mau n tidak buat kena tilang, gue pers..
    btw, thanks infonya berguna banget….[[dnc]]

  31. dewi says:

    Gak pernah melanggar tuh n surat2 lengkap, jd gak pernah kena tilang n jgn sampe deh….[[dnc]]

  32. Tenganan says:

    :-? wah ……lau gtu gk asyik dong

    thanks,

    Nisa

  33. Lia says:

    Barusan saya kena tilang di daerah semanggi n kata polisinya slip biru sudah tidak berlaku, apa itu benar ya?
    Susah buat kita argue coz pemberitaan dari kepolisian juga ga update n transparan.

    Rosyidi :Masih berlaku hingga saat ini. Namun form biru tidak berlaku jika anda membantah polisi. Misalnya anda membantah tidak melakukan kesalahan, padahal anda melanggar rambu. Jika anda mengamini apa kata pak polisi, anda berhak mendapatkan form biru.

  34. dionk says:

    sebetulnya denda gak punya SIM berapa c???

  35. sit says:

    kalo nitip denda gmn? polisi tidak kasi kita apa2 tp mesti tanda tangan di form merah tp sim dan stnk jg tidak disita ini maksudnya minta duit scr halus kah?

  36. anonymous says:

    saya pernah tuh d margonda,tmn boncenganga pk helm,,dksih for merah dan herannya,saya disuruh tandatangan d dalam warteg????(fakta!!)…dan katanya sidang ditempat sebanyak 50.600….itu ada hitungan’a atw cma trik aja ya?

  37. bdul says:

    mas saya mau tanya kemaren saya kan kena tilang karena salah jalur, nah saya sudah mengakui kesalahan saya dan saya meminta form biru tp kata pak pol-na form biru sudah tidak berlaku lagi apakah benar, jadi saya meminta untuk ikut sidang saja,, jika ikut sidang kira2 denda yang dibayar kisarnya berapa??

  38. Perdana says:

    SALUTE……………………….

    THANK’s BRO infonya…………….

Trackbacks

Lihat apa opini orang-orang tentang artikel ini...
  1. [...] yang kita lakukan, tempat terjadinya tindak pelanggaran, tanggal dan waktu terjadinya pelanggaran, serta nama + pangkat Polisi yang memberikan selembar kertas berwarna merah / pink itu pada [...]



Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3