Apa? Siapa? Mengapa?

2,637 views

Entah dari mana, seseorang tiba-tiba berdiri di depan saya. Wajahnya tampan, hidung mancung, alis tebal, bibir tipis, badan tinggi, dari bibirnya selalu tersungging sampai sekarang saya tidak tahu namanya. Ia begitu kurang ajar, masuk rumah orang tampa ijin, langsung berdiri di hadapan saya. Gila, tidak ada privasi, pantas kalau telpon sekarang mudah disadap.
Walau agak tersinggung dan dongkol, sebagai orang jawa dengan adat ketimuran yang kental, saya memaksakan diri tersenyum dan menyapa.

“Siapakah Anda?”tanya saya
“Saya bukan siapa-siapa.” Jawab orang itu.
“Siapakah Anda?”
“Saya tidak dimana-mana.”
“Siapakah Anda?”
“Saya tidak punya apa-apa.”
“Gimana to situ itu, saya tanya nama kok jawabnya tidak karuan. Bagaimana Anda tidak menjadi siapa-siapa dan tidak ada dimana-mana, dan tidak punya apa-apa!”(saya mulai emosi)

.

“Saya tidak ada ketika saya ada, dan menjadi ada ketika saya tidak ada. Saya miskin dan papa ketika bapak harta dan ibu emas permata melindungi saya. Dan menjadi orang terkaya di dunia bukan untuk makan sesuap nasipun saya kebingungan.”
“Apakah anda orang jujur?”
“Kejujuran hanya tampak ketika ada kebohongan, jika saya orang jujur, berarti saya telah bohong. Dan ketika saya katakan saya berbohong, maka saya jujur dalam kebohongan. Jujur dalam kebohongan akan lebih baik daripada bohong dengan topeng kejujuran.”
“Kebersihan baru terlihat ketika ada noda. Tak satupun yang bersih di dunia, kecuali di dalamnya ada setitik noda. Justru karena ada noda, kita akan selalu menjaga kebersihan.”
“Apakah anda orang pandai?”
“Saya terlahir dengan potensi kecerdasan, tetapi saya menjadi sangat bodoh. Ketika potensi itu terlambat dan dihambat. Saya juga punya potensi kebodohan, tetapi saya menjadi sangat cerdas ketika kebodohan saya dihambat.”

“Berarti anda orang bebas?”
“Tidak, Saya adalah penindas, karena itulah saya tidak bebas. Bukankah takut membiarkan penindasan lebih jahat dari penindasan itu sendiri? Dan selama 38 tahun saya membiarkan penindasan. Tidak ada satupun di Dunia ini seorang penindas yang bisa bebas. Karena antara penindasan dan kebebasan seperti dua kutub yang berlawanan, saling tolak menolak.”
“Jika demikian anda termasuk orang besar?”
“Tidak juga, karena untuk menjadi orang besar saya harus memiliki kebesaran, dan untuk menjadi besar saya harus bebas berbicara, untuk bebas berbicara, saya harus bebas berpikir, untuk dapat berpikir bebas saya harus tidak takut, untuk bebas dari rasa takut harus tidak ditindas dan menindas.”

.

“Apakah pekerjaan anda?”
“Saya tidak bekerja tetapi dipekerjakan, otak dan tenaga saya dipekerjakan, disuruh bekerja.”
“Siapa yang mempekerjakanmu?
“Penindas. Penindas bisa diri sendiri, bisa lingkungan, sistem, dogma-dogma, mitos yang kita yakini, dan semua hal yang membuat kita tidak bisa bekerja. Bekerja memerlukan fasilitas diri, akal kita bekerjapun, hati dan jiwa kita juga bekerja, badan dan tenaga kita juga bekerja. Jika anda bisa melakukan itu, maka pekerjaan bukanlah kewajiban, bukan karena ada harapan dan ancaman. Kita bekerja karena rasa kemanusiaan kita menghendaki kerja.”
“Mengapa anda tidak bekerja?
“Bagaimana mungkin saya bekerja, jika saya tidak bebas. Bagaimana mungkin saya bisa bekerja, jika saya penunda. Jika saya bekerja karena agama mewajibkan, karena ada ancaman dan harapan, katena ada mitos-mitos, termasuk mitos kalau kita tidak bekerja disebut penganggur. Dan penganggur meresahkan masyarakat. Jadi karena itu kita kerja, maka kita tidak bebas dan tidak bisa bekerja.”

“Nanti dulu, anda tadi menyatakan bukan siapa-siapa?tidak dimana-mana?mengapa demikian?”
“Dalam dunia yang absurd seperti ini, identitas menjadi tidak penting, tidak produktif, bahkan bisa mencelakakan. Terlalu banyak orang yang menuding dan menuduh orang lain lupa pada diri sendiri. Terlalu banyak orang yang mewajibkan orang lain dan menganggap orang itu tidak punya hak dan kita lupa kalau kita punya banyak kewajiban dan sedikit hak. Identitas dan kebesaran hanya menjadi disoroti, diperintah oleh masyarakat. Kalau kita jadi pejabat dan kita miskin, orang mengatakan jabatan itu merupakan sumber penghambatan, karena selama ini ia pengangguran. Atau Mereka akan mengatakan :

.

“Bagaimana mungkin Ia mengurusi orang lain sedang urusan ekonomi keluarganya saja belum beres, pejabat macam apa. Ia yang membiarkan keluarganya terlantar sedang ia asyik mengatur, membantu, dan berjuang untuk orang lain.”
Tetapi kalau kita kaya, orang akan menyindir, “Wajar kaya, wong dia jadi pejabat, di tempat basah lagi. Proyeknya banyak, sabetannya pasti juga banyak. Belum lagi korupsi, upeti, penyalahgunaan fasilitas negara dan segala kemudahan lain.”

Jika sudah demikian, Untuk apa kita punya identitas?

Sumber :
Umar Kayan, Apa perlu Rakyat jadi Presiden?

Rewrite by : Agam Rosyidi
URL : http://rosyidi.com/apa-siapa-mengapa/

Email Anda:

 

Related Posts (Artikel Terkait) : wakarimasen artinya, arti wakarimasen, wakarimasen, wakarimasen means, Wakarimasen adalah, wakarimasen artinya?, wakarimasen meaning, apa arti wakarimasen, wakarimasen means in english, www apasiapa com, wakarimasen apa, wakarimasen apa artinya ?, wakarimazen in english, wakarimasen artinya apa, wakarimazen apa itu, wakarimasen in english, Wakarimashen artinya, wakarimasen tomodachi artinya, wakarimasen meaning in english, Wakarimase apa artinya, apa siapa, apa siapa di mana mengapa kapan bagaimana, arti nya wakarimasen, artinya chotto wakarimasen, artinya wakarimasen, artinya wakarimazen=, kawarimasen artinya ??, maaf wakarimasen, meaning of mengapa, membiarkan kebohongan menurut islam, mitos alis nyambung, pengangguran meresahkan, potensi alis nyambung, tomodachi artinya apa?, wakamarisen artinya, wakaremasen artinya, yaaaa ???????
Kirim ke Teman di Facebook
idwebspace

Komentar

12 Komentar pada “Apa? Siapa? Mengapa?”
  1. sugiyono says:

    Emangnya…. KAmu tuh ketemu orang aneh ato cuman khayalan doank sich gammmmm:d:d:d:d:d

  2. ARS says:

    Bukan siapa-siapa :D

  3. dwee says:

    kapan ? Dimana ?

  4. aq says:

    wakarimasen

  5. agam says:

    # 1 : Gak, ini cuma artikel yang aku catat dari masjid daerah rumgkut, Surabaya.
    # 4 : Apaan tuh artinya wakarimasen? :-?

  6. QZoners says:

    Tanya kenapa.. ?:d

  7. toimtoim says:

    buseed..asli aq gak ngerti artikel iki, gam! sik yooo aq tak moco malih, be’e2 rodok ngrti yooo
    sejak kapan kmu tertarik yg berat2 gini, tho?

  8. sinoc says:

    waaaw…mikir nie bacanya :-?, kyk filsafat aja, tp isinya emank bener koq…;)

  9. arma says:

    absurd ya…but have a deep meaning

  10. oki says:

    hahaha=))=))=))

  11. ade says:

    ktka angan mencari siapa jati diri yang sesungguhnya,mka hanya lamunan semu yang ia dapat!
    terlalu tinggi untuk kata2nya mas,hanya sebuah bualan apa omongkosong?toh slama ini ga ada manusia yang sempurna.

  12. sulis says:

    temukan pertanayaan atas dirimu,asalmu drmana dan mau kemana//? gak nyambung yaaaa

Tulis Opini Anda

Ceritakan semua opini anda tentang artikel ini...
Jika ingin menampilkan foto pada kolom komentar, silakan daftarkan email anda ke : gravatar!

<< Harus diisi dengan angka 3